Indonesia
Survei Demografi
dan Kesehatan :
2017
Kesehatan Reproduksi Remaja
Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia
2017
BUKU REMAJA
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Badan Pusat Statistik
Kementerian Kesehatan
September 2018
USA|D
KEMENTERIAN
KESEHATAN
REPUBLIK
INDONESIA
Laporan ini memuat temuan utama Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 khusus
remaja. SDKI adalah bagian dari program internasional Demograpic and Health Survey ( DHS ), yang
dirancang untuk mengumpulkan data fertilitas, keluarga berencana, dan kesehatan ibu dan anak.
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)
bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian
Kesehatan. Pembiayaan survei disediakan oleh Pemerintah Indonesia. ICF International menyediakan
bantuan teknis melalui proyek MEASURE DHS, sebuah program yang didanai oleh U.S. Agency for
International Development (USAID).
Informasi tambahan tentang survei dapat diperoleh dari Direktorat Statistik Kependudukan dan
Ketenagakerjaan BPS, Jalan Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta 10710, Indonesia (Telepon/fax 345-6285, e-mail:
demografi@bps.go.id) atau Puslitbang Kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN), Jalan Permata 1, Halim Perdanakusumah, Jakarta 13650, Indonesia (Telepon/fax 800-
8557, email: pusdu@bkkbn.go.id), atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian
Kesehatan, Jalan Percetakan Negara 29, Jakarta 10560, Indonesia (Telepon 4261088, fax 4243935, email:
sesban@litbang.depkes.go.id).
Informasi mengenai program DHS dapat diperoleh dari: MEASURE DHS, ICF International, 11785
Beltsville Drive, Suite 300, Calverton, MD 20705, USA; Telephone 301-572-0200; Fax 301-572-0999; E-
mail: reports@measuredhs.com; Internet: www.measuredhs.com.
DAFTAR ISI
TABEL DAN GAMBAR .vi
KATA PENGANTAR (BKKBN) .xiii
KATA SAMBUTAN (BPS) .xv
KATA SAMBUTAN (Kementerian Kesehatan) .xvii
SINGKATAN DAN AKRONIM .xix
CARA MEMBACA DAN MEMAHAMI TABEL SDKI 2017 .xv
PETA INDONESIA . XXV
BAB 1 PENDAHULUAN DAN METODOLOGI SURVEI
1.1 Tujuan Survei.1
1.2 Rancangan Sampel .1
1.3 Kuesioner .2
1.4 Uji Coba .2
1.5 Pelatihan Petugas .3
1.6 Pelaksanaan Lapangan .3
1.7 Pengolahan Data.3
1.8 Hasil Kunjungan .4
BAB 2 PROFIL REMAJA
2.1 Karakteristik Responden .7
2.2 Tempat Tinggal .8
2.3 Kegiatan Remaja Saat Ini.9
2.4 Pendidikan.10
2.4.1 Jenjang Pendidikan.10
2.4.2 Alasan Tidak Sekolah.11
2.4.3 Dimensi E konomi .12
BAB 3 KETERPAJANAN MEDIA MASSA
3.1 Keterpajanan Media Massa .21
3.2 Informasi Melalui Media Cetak .22
3.3 Informasi Melalui Radio .23
3.4 Informasi Melalui Televisi.24
BAB 4 PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI DAN
PENGALAMAN PUBERTAS
4.1 Pengetahuan Wanita dan Pria Belum Kawin Tentang Perubahan Fisik Pada
Masa Pubertas .32
Daftar Isi- iii
4.2 Pengetahuan Masa Subur dan Resiko Kehamilan.33
4.3 Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah .34
4.4 Pengetahuan Anemia.34
4.5 Diskusi Tentang Kesehatan Reproduksi .36
4.6 Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi yang Diterima Pertama Kali.38
BAB 5 KELUARGA BERENCANA
5.1 Pengetahuan Mengenai Alat/Cara KB .56
5.2 Pendapat Tentang Penyediaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) .58
5.3 Keinginan untuk Memakai Alat/Cara KB di Masa Mendatang .59
5.4 Pendapat Tentang Pemakaian Kondom .60
BAB 6 PERKAWINAN DAN KEINGINAN MEMILIKI ANAK
6.1 Umur Ideal Kawin Pertama.67
6.2 Pembuat Keputusan Untuk Menikah Dengan Siapa.69
6.3 Umur Ideal Mempunyai Anak Pertama .69
6.4 Jumlah Anak Ideal.70
6.5 Keputusan Atas Jumlah Anak .71
BAB 7 MEROKOK, MINUM-MINUMAN BERALKOHOL, DAN
PENGGUNAAN OBAT TERLARANG
7.1 Merokok .81
7.2 Minum-Minuman Beralkohol .83
7.3 Penggunaan Obat-obatan Terlarang.85
7.4 Pengetahuan Tentang Instansi Penerima Wajib Lapor .85
7.5 Perilaku Berisiko .86
BAB 8 PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU TENTANG HIV/AIDS
8.1 Pengetahuan Tentang HIV AIDS dan Sumber Informasi .100
8.1.1 Pengetahuan Tentang HIV AIDS .100
8.1.2 Sumber Informasi Tentang HIV AIDS.101
8.2 Pengetahuan Tentang Penularan HIV dari Ibu ke Anak .101
8.3 Pengetahuan Tentang Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT) .102
8.4 Aspek Sosial HIV AIDS . 103
8.5 Pengetahuan Tentang Metode Pencegahan HIV AIDS .104
8.6 Penolakan Terhadap Pemahaman yang Salah Tentang HIV AIDS .105
8.7 Pengetahuan Tentang IMS Lain dan Sumber Informasi .105
8.8 Pengetahuan Tentang Gejala IMS .107
BAB 9 PACARAN DAN PENGALAMAN SEKSUAL
9.1 Pacaran .120
iv • Daftar Isi
9.2 Perilaku Berpacaran .120
9.3 Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah .121
9.4 Sikap Terhadap Keperawanan.123
9.5 Pengalaman Seksual.123
9.6 Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual .125
9.7 Penggunaan Kondom Pada Saat Berhubungan Seksual.125
9.8 Kehamilan yang Tidak Diinginkan .126
9.9 Pengalaman Aborsi Diantara Teman .127
DAFTAR PUSTAKA .141
LAMPIRAN A TABEL-TABEL PROVINSI .143
LAMPIRAN B DESAIN SURVEI .177
LAMPIRAN C KESALAHAN SAMPLING .181
LAMPIRAN D STAF SURVEI .203
LAMPIRAN E DAFTAR PERTANYAAN .229
Daftar Isi’ v
TABEL DAN GAMBAR
BAB 1 PENDAHULUAN DAN METODOLOGI SURVEI
Tabel 1 Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan.5
BAB 2 PROFIL REMAJA
Tabel 2.1 Karakteristik latar belakang responden .14
Tabel 2.2 Keberadaan wanita dan pria belum kawin dalam rumah tangga.15
Tabel 2.3 Hubungan dengan kepala rumah tangga .15
Tabel 2.4 Kegiatan saat ini.16
Tabel 2.5 Jenjang pendidikan menurut karakteristik latar belakang .17
Tabel 2.6 Alasan tidak sekolah .18
Tabel 2.7 Status kekayaan .19
Gambar 2.1 Keberadaan remaja.8
Gambar 2.2 Hubungan dengan kepala rumah tangga .9
Gambar 2.3 Kegiatan saat ini.9
Gambar 2.4 Pendidikan.10
Gambar 2.5 Alasan tidak sekolah .11
Gambar 2.6 Status kekayaan .12
BAB 3 KETERPAJANAN MEDIA MASSA
Tabel 3.1 Keterpajanan media massa.27
Tabel 3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak.28
Tabel 3.3 Terpajan informasi tertentu melalui radio.29
Tabel 3.4 Terpajan informasi tertentu melalui televisi .30
Gambar 3.1 Keterpajanan media massa.22
Gambar 3.2 Informasi melalui media cetak .22
Gambar 3.3 Informasi melalui radio .23
Gambar 3.4 Informasi melalui televisi.24
BAB 4 PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI DAN
PENGALAMAN PUBERTAS
Tabel 4.1 Pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas .41
Tabel 4.2 Sumber pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas .42
Tabel 4.3 Umur saat pertama kali mendapat haid .43
Tabel 4.4 Diskusi sebelum haid pertama: Wanita.44
Tabel 4.5 Umur saat pertama kali mengalami mimpi basah: Pria .44
Tabel 4.6 Diskusi mimpi basah sebelum mimpi basah pertama: Pria.45
Tabel 4.7 Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita .46
Tabel 4.8 Pengetahuan tentang risiko kehamilan.46
vi • Tabel dan Gambar
Tabel 4.9 Pemeriksaan kesehatan sebelum men ik ah .47
Tabel 4.10 Pengetahuan tentang anemia .47
Tabel 4.11 Pengetahuan tentang penyebab anemia.47
Tabel 4.12 Pengetahuan tentang cara mengatasi anemia .48
Tabel 4.13 Diskusi kesehatan reproduksi.48
Tabel 4.14 Pengetahuan sumber informasi dan konseling tentang kesehatan
reproduksi.49
Tabel 4.15 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan
reproduksi.50
Tabel 4.16 Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi manusia .51
Tabel 4.17 Pengetahuan tentang keluarga berencana.52
Tabel 4.18 Pengetahuan tentang HIV AIDS .53
Gambar 4.1 Sumber informasi perubahan fisik masa pubertas dari guru .32
Gambar 4.2 Sumber informasi perubahan fisik masa pubertas dari internet .32
Gambar 4.3 Pengetahuan masa subur wanita .33
Gambar 4.4 Pengetahuan masa subur pria .33
Gambar 4.5 Pengetahuan tentang anemia .35
Gambar 4.6 Diskusi kesehatan reproduksi.36
Gambar 4.7 Pengetahuan sumber informasi dan konseling .37
Gambar 4.8 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut.38
BAB 5 KELUARGA BERENCANA
Tabel 5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB .63
Tabel 5.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan keluarga berencana.64
Tabel 5.3 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa yang akan datang .65
Tabel 5.4 Pendapat terhadap penggunaan kondom.66
Gambar 5.1 Pengetahuan metode kontrasepsi jangka panjang .56
Gambar 5.2 Pengetahuan tentang alat/cara KB modem pada wanita .57
Gambar 5.3 Pengetahuan tentang alat/cara KB modren pada pria.57
Gambar 5.4 Pendapat wanita tentang pelayanan KB .59
Gambar 5.5 Pendapat pria tentang pelayanan KB .59
Gambar 5.6 Keinginan memakai alat/cara KB di masa akan datang pada remaja
wanita .60
Gambar 5.7 Keinginan memakai alat/cara KB di masa akan datang pada remaja
pria.60
Gambar 5.8 Pendapat wanita tentang kondom .61
Gambar 5.9 Pendapat pria tentang kondom.61
BAB 6 PERKAWINAN DAN KEINGINAN MEMILIKI ANAK
Tabel 6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita .73
Tabel 6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria.74
Tabel 6.2 Pembuat keputusan akan menikah dengan siapa .75
Tabel 6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita.76
Tabel 6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria .77
Tabel dan Gambar» vii
Tabel 6.4 Jumlah anak ideal.78
Tabel 6.5 Keputusan atas jumlah anak.79
Gambar 6.1 Median umur ideal kawin pertama bagi wanita dan pria menurut
wanita dan pria .68
Gambar 6.2 Median umur ideal punya anak pertama bagi wanita dan pria
menurut wanita dan pria.70
Gambar 6.3 Jumlah anak ideal.71
BAB 7 MEROKOK, MINUM-MINUMAN BERAUKOHOU, DAN
PENGGUNAAN OBAT TERLARANG
Tabel 7.1 Merokok .88
Tabel 7.2 Umur mulai merokok .89
Tabel 7.3 Jumlah rokok yang dihisap.90
Tabel 7.4 Minum-minuman beralkohol.91
Tabel 7.5a Kelompok umur mulai minum-minuman beralkohol .92
Tabel 7.5b Umur mulai minum-minuman beralkohol .93
Tabel 7.6 Perilaku minum .94
Tabel 7.7 Penggunaan obat-obatan terlarang: Wanita belum kawin.95
Tabel 7.8 Penggunaan obat-obatan terlarang: Pria belum kawin.96
Tabel 7.9 Penggunaan obat-obatan terlarang dengan injeksi: Pria belum kawin
...96
Tabel 7.10 Pengetahuan tentang instansi penerima wajib lapor .97
Tabel 7.11 Merokok, Minum-minuman beralkohol, penggunaan obat terlarang
(perilaku beresiko) .98
Gambar 7.1 Perokok saat ini dan mantan perokok .82
Gambar 7.2 Umur wanita dan pria merokok pertama kali.82
Gambar 7.3 Jumlah rokok yang dihisap .83
Gambar 7.4 Umur mulai minum alkohol (tahun) .83
Gambar 7.5 Umur pertama minum alkohol .84
Gambar 7.6 Penggunaan obat terlarang .86
Gambar 7.7 Perilaku berisiko.86
BAB 8 PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU TENTANG HIV/AIDS
Tabel 8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS .109
Tabel 8.2 Sumber Informasi HIV AIDS .110
Tabel 8.3 Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak.111
Tabel 8.4 Pengetahuan tentang VCT dan fasilitas VCT .112
Tabel 8.5 Aspek sosial HIV AIDS .113
Tabel 8.6 Pengetahuan tentang cara pencegahan HIV .114
Tabel 8.7 Pengetahuan komprehensif mengenai HIV.115
Tabel 8.8 Pengetahuan mengenai infeksi menular seksual (IMS) .116
Tabel 8.9 Sumber informasi mengenai IMS .117
Tabel 8.10 Pengetahuan tentang gejala IMS .118
viii • Tabel dan Gambar
Gambar 8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS .100
Gambar 8.2 Sumber Informasi HIV AI D S .101
Gambar 8.3 Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak.102
Gambar 8.4 Wanita dan pria dengan pengetahuan komprehensif tentang HIV
AIDS .105
Gambar 8.5.1 Wanita pernah mendengar IMS .106
Gambar 8.5.2 Pria pernah mendengar tentang IMS .106
BAB 9 PACARAN DAN PENGALAMAN SEKSUAL
Tabel 9.1 Umur pertama kali pacaran .130
Tabel 9.2 Pengalaman pacaran.131
Tabel 9.3 Sikap terhadap perilaku seksual pranikah .132
Tabel 9.4.1 Alasan wanita menyetujui perilaku seksual pranikah .133
Tabel 9.4.2 Alasan pria menyetujui perilaku seksual pranikah.134
Tabel 9.5 Sikap terhadap keperawanan.135
Tabel 9.6 Pengalaman seksual pranikah .136
Tabel 9.7 Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali.136
Tabel 9.8 Umur pertama kali kali berhubungan seksual .137
Tabel 9.9 Penggunaan kondom .138
Tabel 9.10 Pengalaman kehamilan tidak diinginkan .139
Tabel 9.11 Pengalaman aborsi diantara teman.140
Gambar 9.1 Perilaku pacaran .121
Gambar 9.2 Sikap terhadap perilaku seksual pranikah .122
Gambar 9.3 Alasan setuju perilaku seksual pranikah .122
Gambar 9.4 Sikap terhadap keperawanan perlu dipertahankan sampai menikah.123
Gambar 9.5 Pengalaman hubungan seksual.124
Gambar 9.6 Alasan hubungan seksual pertama kali .124
Gambar 9.7 Umur pertama kali berhubungan seksual.125
Gambar 9.8 Penggunaan kondom saat berhubungan seksual .126
Gambar 9.9 Kehamilan tidak diinginkan .127
Gambar 9.10 Pengalaman aborsi diantara teman.128
LAMPIRAN A TABEL-TABEL PROVINSI
Tabel A.3.1.1 Keterpajanan media massa : Wanita .143
Tabel A.3.1.2 Keterpajanan media massa : Pria .144
Tabel A.3.2.1 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Wanita .145
Tabel A.3.2.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Pria .146
Tabel A.3.3.1 Terpajan informasi tertentu melalui media radio : Wanita .147
Tabel A.3.3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media radio : Pria.148
Tabel A.3.4.1 Terpajan informasi tertentu melalui media televisi: Wanita.149
Tabel A.3.4.2 Terpajan informasi tertentu melalui media televisi: Pria.150
Tabel A.4.1 Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita.151
Tabel A.4.2 Pengetahuan tentang risiko kehamilan.152
Tabel A.4.3 Pengetahuan tentang anemia.153
Tabel A.4.4.1 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Wanita.154
Tabel dan Gambar • ix
Tabel A.4.4.2 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Pria.155
Tabel A.4.4.2 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Pria.155
Tabel A.4.5.1 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi
remaja : Wanita.156
Tabel A.4.5.2 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi
remaja : Pria.157
Tabel A.4.6.1 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang
kesehatan reproduksi: Wanita.158
Tabel A.4.6.2 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang
kesehatan reproduksi: Pria.159
Tabel A.5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB.160
Tabel A.5.2.1 Pendapat tentang penyediaan pelayanan KB bagi remaja yang
belum menikah : Wanita.161
Tabel A.5.2.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan KB bagi remaja yang
belum menikah : Pria.162
Tabel A.5.3.1 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang :
Wanita.163
Tabel A.5.3.2 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang : Pria.164
Tabel A.6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Wanita.165
Tabel A.6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Pria.166
Tabel A.6.2.1 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Wanita.167
Tabel A.6.2.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Pria.168
Tabel A.6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Wanita.169
Tabel A.6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Pria.170
Tabel A.6.4.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Wanita.171
Tabel A.6.4.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Pria.172
Tabel A.6.5.1 Jumlah anak ideal: Wanita.173
Tabel A.6.5.2 Jumlah anak ideal: Pria.174
Tabel A.8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS.175
Tabel A.8.2 Pengetahuan tentang penyakit menular lain.176
LAMPIRAN B DESAIN SURVEI
Tabel B.1.1 Alokasi sampel per provinsi.178
T abel B. 1.2 T arget responden menurut provinsi .180
LAMPIRAN C KESALAHAN SAMPLING
Tabel C. 1 Daftar variabel untuk kesalahan sampling .182
Tabel C.2 Kesalahan sampling .183
Tabel C.3 Kesalahan sampling : sampel daerah perkotaan.183
Tabel C.4 Kesalahan sampling : sampel daerah perdesaan.184
Tabel C.5 Kesalahan sampling : sampel Aceh.184
Tabel C.6 Kesalahan sampling : sampel Sumatera Utara.185
Tabel C.7 Kesalahan sampling : sampel Sumatera Barat.185
Tabel C.8 Kesalahan sampling : sampel Riau.186
Tabel C.9 Kesalahan sampling : sampel Jambi.186
Tabel C. 10 Kesalahan sampling : sampel Sumatera Selatan.187
Tabel C. 11 Kesalahan sampling : sampel Bengkulu.187
x • Tabel dan Gambar
Tabel C. 12
Tabel C. 13
Tabel C. 14
Tabel C. 15
Tabel C. 16
Tabel C. 17
Tabel C. 18
Tabel C. 19
Tabel C.20
Tabel C.21
Tabel C.22
Tabel C.23
Tabel C.24
Tabel C.25
Tabel C.26
Tabel C.27
Tabel C.28
Tabel C.29
Tabel C.30
Tabel C.31
Tabel C.32
Tabel C.33
Tabel C.34
Tabel C.35
Tabel C.36
Tabel C.37
Tabel C.38
Kesalahan sampling : sampel Lampung.188
Kesalahan sampling : sampel Kep.Bangka Belitung.188
Kesalahan sampling : sampel Kep. Riau.189
Kesalahan sampling : sampel Jakarta.189
Kesalahan sampling : sampel Jawa Barat.190
Kesalahan sampling : sampel Jawa Tengah.190
Kesalahan sampling : sampel Yogyakarta.191
Kesalahan sampling : sampel Jawa Timur.191
Kesalahan sampling : sampel Banten.192
Kesalahan sampling : sampel Bali.192
Kesalahan sampling : sampel Nusa Tenggara Barat.193
Kesalahan sampling : sampel Nusa Tenggara Timur.193
Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Barat.194
Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Tengah.194
Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Selatan.195
Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Timur.195
Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Utara.196
Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Utara.196
Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Tengah.197
Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Selatan.197
Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Tenggara.198
Kesalahan sampling : sampel Gorontalo.198
Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Barat.199
Kesalahan sampling : sampel Maluku.199
Kesalahan sampling : sampel Maluku Utara.200
Kesalahan sampling : sampel Papua Barat.200
Kesalahan sampling : sampel Papua.201
Tabel dan Gambar • xi
xii • Tabel dan Gambar
KATA PENGANTAR
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan
salah satu bagian dari Program Kependudukan, Keluarga Berencana
dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia. Program ini
fokus pada peningkatan pengetahuan remaja serta pihak terkait
mengenai pentingnya kesehatan reproduksi bagi kehidupan remaja.
Secara khusus, program KRR ini ditujukan untuk mencegah
pernikahan usia dini, kehamilan yang tidak diinginkan, merokok,
konsumsi alkohol, dan HIV-AIDS.
BKKBN sebagai bagian dari pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk
mengembangkan program bagi remaja di bawah payung GenRe atau Generasi Berencana.
Program KRR dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan
berkeluarga bagi remaja, dengan memfasilitasi remaja untuk memahami dan mempraktekkan
perilaku hidup sehat yang berakhlak mulia untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar
mewujudkan Generasi Berencana. Disamping perencanaan jenjang pendidikan, berkarir dalam
pekerjaan, sampai saatnya menikah sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi.
Publikasi ini berisi indikator lengkap terkait KRR yang merupakan bagian dari kegiatan
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Dengan harapan publikasi ini
akan dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi program KKBPK serta sebagai
rujukan dalam mengembangkan program pelayanan kesehatan reproduksi remaja oleh berbagai
sektor di seluruh Indonesia.
Saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada BPS dan
Kementerian Kesehatan atas kerjasamanya dalam penyusunan laporan indikator utama
komponen KRR pada SDKI 2017 ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada USAID
yang telah memberikan fasilitasi teknis melalui ICF International.
Jakarta, September 2018
Dr. Sigit Priohutomo, MPH
Plt. Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional
Kata Pengantar. xiii
Kata Pengantar. xiv
KATA PENGANTAR
BADAN PUSAT STATISTIK
Dalam rangka mewujudkan kebijakan "Satu Data Indonesia" yang
dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia, kerja sama yang baik antar
instansi pemenntah dalam menyediakan data untuk pemhongurun
sangatlah diperlukan kena sama ini sudah mulai diwujudkan dalam
pelaksanaan Survei Demografi dan kesehatan Indonesia (SDkl) 2017
yang rangkaian kegiatannya dilaksanakan beruma-sanu oleh Badan Pusat
Statistik (BPS). Badan kependudukan dan kchiarga Berencana Nasional
(BkkBNk. dan kementenan kesehatan (kemenkes).
SDkl 2017 merupakan survei ke-delapan yang dilakukan di Indonesia,
dimana sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 1987. 1991. 1994.
1997. 2002*2003. 2007. dan 2012. kegiatan SDkl 2017 dibiasai oleh Pemenntah Indonesia Dalam
teknis pelaksanaannya. Pemenntah Indonesia dibantu oleh Inner City FunJ (ICF) Intemattoml melalui proyek
Demograph* and Health Sun m (DI IS i Program, yaitu program l'mtcJ States Agerny for International
fVv rlopmenl (L'SAID) sang menyedukan dana dan bantuan teknis dalam pelaksanaan survei kependudukan
dan kesehatan di banyak negara
SDkl 2017 menyediakan gambaran menyeluruh tentang kondisi terkmi tentang kependudukan. keluarga
berencana (KB), kesehatan reproduksi, dan iri kesehatan Lainnya Salah satu isu penting vang dikumpulkan
dalam SDkl 2017 adilah informasi kesehatan Reproduksi Remaja (kRR) Informasi kRR mencakup antara
lain data pengetahuan, sikap, penlaku. dan praktek remaja terhadap sistem reproduksi manusia, penggunaan
rokok dan obat terlarang, konsumsi alkohol. huHingan seksual. HIV AIDS, dan penyakit menular seksual
lainnya
Dengan terbitnya Laporan Survei Demografi dan kesehatan Indonesia 2017 kesehatan Reproduksi Remaja.
Saya mengucapkan tenma kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Tim Penulis dan BPS. BkkBN.
dan kemenkes serta kepuda K F International atas asistensiny a dalam penulisan laporan mi Saya berharap
laporan mi dapat digunakan sebagai bahan untuk memonitor dan mengevaluasi program nasional di bidang
kependudukan. kesehatan. kB. dan bidang lainnya yang relevan, serta dapat memenuhi kebutuhan peneliti
dalam mengeksplorasi data untuk keperluan analisis lanjutan
Jakarta. September 2018
kepala Badan Pusat Statistik
Kata Pengantar. xv
Kata Pengantar. xvi
KATA PENGANTAR
KEMENTERIAN KESEHATAN
Populasi remaja 15-24 tahun sekitar 17 persen dan populasi
penduduk di Indonesia dan hasil proyeksi penduduk jumlah
mereka akan terus bertambah Remaja merupakan harapan
bangsa, mereka merupakan salah satu sasaran pembangunan
kesehatan yang harus diperhatikan status kesehatannya, salah
satunya adalah kesehatan reproduksi. Remaja yang merupakan
masa transisi perkembangan mental, fisik dan reproduksi
manusia dapat berdampak pada status kesehatan kesehatan
secara umum Perkembangan informasi dan teknologi dapat
mempengaruhi perilaku remaja sehat termasuk penlaku berisiko
seperti merokok atau penggunaan obat terlarang dan penlaku
seksual yang kurang bertanggung jawab berperan dalam status
kesehatan mereka
Kebiasaan merokok, mmum-mmuman beralkohol dan penggunaan obat terlarang
merupakan gaya hidup yang tidak sehat dan berisiko terhadap penyakit tidak menular
pada penode kehidupan mereka selanjutnya Penlaku seksual yang tidak bertanggung
jawab benstko terhadap penyakit menular seksual seperti H IV AIDS dan dapat
berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan remaja ini dikhawatirkan
terjadi tindakan aborsi yang tidak aman sehingga akan mempengaruhi tingkat kematian
ibu di Indonesia
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 selam mengumpulkan informasi
terkait KB. kesehatan ibu dan kesehatan anak, juga mengumpulkan informasi dan remaja
perempuan belum kawin 10-24 tahun serta remaja pria pada umur yang sama tentang
pengetahuan kesehatan reproduksi seperti KB dan pubertas, penlaku merokok
konsumsi minuman beralkohol penggunaan obat terterang dan pengalaman berpacaran
serta seksual pramkah Laporan Kesehatan Reproduksi Remaja 2017 mi merupakan
laporan khusus tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang bertujuan untuk
menyediakan informasi terkait kesehatan reproduksi remaja tersebut di atas
Kata Pengantar. xvii
Laporan Kesehatan Reproduksi Remaja SOKI2017 ini. menyajikan laporan survei secara
komprehensif dan menyoroti temuan utama untuk setiap pokok bahasan Saya
mengharapkan informasi ini dapat digunakan sebagai panduan untuk para pembuat
kebijakan dan program dalam mengembangkan dan mengevaluasi strategi serta
program pelayanan kesehatan remaja di seluruh Indonesia Laporan KRR SDKI 2017 ini
sangat bermanfaat bagi Kementenan Kesehatan Hasil dan KRR SOKI 2017 im bersama
dengan hasil survei lainnya telah digunakan dan terus menjadi rujukan penting
mendukung perencanaan berbasis bukti untuk memberikan pelayanan yang efektif pada
kelompok remaja dan dewasa muda
Saya berterima kasih kepada tim SOKI 2017 dan BPS. BKKBN. Kementerian
Kesehatan juga apresiasi kepada tim analisis data dan penulis laporan SDKI 2017.
sehingga laporan ini bisa diselesaikan
Menten Kesehatan.
Prof. I Farid Moeloek, Sp.M (K)
Kata Pengantar. xviii
SINGKATAN DAN AKRONIM
AIDS
Acquired Immune Deficiency
ART
Anti Retroviral Theraphy
BKKBN
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
BPS
Badan Pusat Statistik
CSPro
Census and Survey Processing System
DHS
Demographic and Health Surveys
HB
Hemoglobin
HIV
Hunian Immunodeficiency Virus
ICF
Inner City Fund
IMS
Infeksi Menular Seksual
INTAMA
Instruktur Utama
IPWL
Instansi Penerima Wajib Lapor
IUD
[nira Uterne Device
KEMENKES
Kementerian Kesehatan
KKBPK
Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
KORLAP
Koordinator Lapangan
KRR
Kesehatan Reproduksi Remaja
KTR
Kawasan Tanpa Rokok
MKJP
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
NAPZA
Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
PIK-R/M
Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi
Remaja/Mahasiswa
PK
Pria Kawin
PKRR-PIKER
Pusat Konsultasi Reproduksi Remaja Pusat Informasi Kesehatan
Reproduksi Remaja
PMS
Penyakit Menular Seksual
PPS
Probability Proportional to Size
RP
Remaja Pria
RT
Rumah Tangga
SDKI
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
TPB
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Singkatan dan Akronim
USAID
VCT
WUS
United States Agency for International Development
Voluntary HIV Conseling and Testing
Wanita Usia Subur
Singkatan dan Akronim • XX
CARA MEMBACA DAN MEMAHAMI TABEL
SDKI 2017
• ■
I
A tiM Uli tm liMUIJ
Dtlaa pmrnm tmm
Laporan akhir SDKI 2017 Kesehatan
Reproduksi Remaja memuat sekitar 70 tabel.
Tabel-tabel tersebut diletakkan di akhir bab
untuk mempermudah pembaca. Selain itu,
format laporan ini lebih mudah untuk dibaca
karena menampilkan sekitar 5 gambar yang
secara jelas menampilkan tren, pola nasional
dan, dan karakteristik latar belakang.
Laporan disederhanakan menjadi poin-poin
penting dan terdapat kotak yang berisi
definisi indikator.
Teks dan gambar yang ditampilkan disetiap
bab menyoroti beberapa temuan paling
penting dari tabel, namun tidak setiap
temuan dibahas atau ditampilkan secara
grafis dalam laporan ini. Oleh karena itu,
pengguna data SDKI diharapkan lebih
mudah dalam membaca dan
menginterpretasi tabel.
Halaman-halaman dalam laporan ini
memberikan pengantar untuk tabel-tabel
SDKI, karakteristik latar belakang, dan
ringkasan singkat mengenai penarikan
sampel SDKI dan pemahaman mengenai pembagi untuk membuat angka persentase dalam tabel. Selain itu,
bagian ini menyediakan beberapa latihan untuk pembaca agar mendapatkan pemahaman dalam
menginterpretasikan tabel-tabel SDKI.
Cara Membaca dan Memahami Tabel • xxi
Contoh 1: Keterpajanan terhadap media massa
Pertanyaan ini ditanyakan kepada semua responden wanita dan pria belum kawin umur 15-
24
Tabel 3.4.1 Akses terhadap media massa
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang biasa membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, dan
mengakses internet paling sedikit sekal
seminggu dalam 12 bulan terakhir, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Mengakses
Mengakses
Membaca
internet dalam
internet dalam
Karakteristik latar
surat Mendengarkan
Ketiga media Tidak terpajan
12 bulan
satu bulan
belakang
kabar/majalah
radio
Menonton TV
massa
media massa
terakhir
terakhir
Jumlah
Umur
15-19
12,5
14,3
81,9
3,1
14,2
86,5
85,9
6.750
20-24
19,9
19,3
78,9
5,6
15,4
93,7
93,4
3.221
Daerah tempat
tinggal
Perkotaan
16,8
17,4
80,9
4,5
14,0
94,0
93,7
5.890
Perdesaan
12,1
13,8
81,0
3,1
15,6
81,3
80,5
4.081
Pendidikan
Tidak Sekolah
(0,0)
(8,0)
(52,8)
(0,0)
(47,2)
(13,1)
(13,1)
28
Tidak tamat SD
1,0
13,2
72,1
0,4
27,3
40,3
40,0
119
Tamat SD
8,1
15,0
78,1
4,8
20,8
50,3
50,2
223
Tidak tamat SLTA
11,5
13,9
81,7
2,7
14,4
85,4
84,8
4.928
Tamat SLTA
12,5
16,7
83,3
13,3
93,0
92,4
2.296
Perguruan tinggi
25,8
19,8
78,1
O
M,8
98,7
98,4
2.378
Kuintil kekayaan
O
Terbawah
8,3
13,2
70,2
2,0
25,6
62,2
61,2
1.409
Menengah bawah
11,0
14,4
84,1
2,6
12,3
85,3
84,0
1.760
Menengah
14,1
15,1
85,1
3,5
11,1
92,3
91,9
1.971
Menengah atas
15,4
15,2
84,3
4,0
11,7
95,5
95,3
2.172
Teratas
21,1
k9 J
19,5
i£a_J)
78,6
f -"S
6,0
15,3
97,2
97,2
2.659
Jumlah
sb J
3,9
14,6
88,8
88,3
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
12,1
13,8
78,9
3,3
18,1
86,0
84,3
7.713
20-24
17,2
17,2
73,3
4,3
22,1
89,7
88,2
4.899
Daerah tempat
tinggal
Perkotaan
16,7
15,1
76,9
3,9
18,7
92,6
91,5
6.869
Perdesaan
11,0
15,1
76,6
3,4
20,7
81,2
79,1
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
10,0
7,8
51,6
0,0
45,4
37,0
32,9
63
Tidak tamat SD
4,7
11,2
63,8
0,7
33,1
50,8
48,3
505
Tamat SD
6,0
15,1
64,0
2,6
32,8
63,9
61,6
690
Tidak tamat SLTA
10,8
14,3
79,7
3,0
17,6
86,7
84,9
6.426
Tamat SLTA
15,8
15,6
77,1
4,0
19,3
94,6
93,2
3.301
Perguruan tinggi
30,2
18,9
74,6
7,1
17,7
98,9
98,5
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
7,5
12,6
63,9
2,5
33,2
64,3
61,7
2.314
Menengah bawah
11,4
14,9
76,3
3,3
20,5
85,2
82,3
2.560
Menengah
11,0
15,8
79,8
3,2
16,7
91,8
90,2
2.534
Menengah atas
16,9
14,9
81,6
3,8
14,5
95,2
94,6
2.607
Teratas
22,8
17,0
80,8
5,5
14,8
98,2
97,8
2.596
Jumlah
14,1
15,1
76,8
3,7
19,6
87,4
85,8
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Tahap 1 Baca judul dan subjudul area yang berwarna oranye pada contoh 1. Tahap ini menginformasikan
mengenai topik dan kelompok populasi yang digambarkan. Pada tabel di atas berisi tentang wanita dan pria
belum kawin umur 15-24 tahun dan frekuensi keterpajanan terhadap media massa. Pertanyaan ini
ditanyakan untuk semua responden wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun.
xxii •
Cara Membaca dan Memahami Tabel
Tahap 2: Lihat judul kolom yang diberi warna hijau pada contoh 1. Tahap ini menggambarkan bagaimana
informasi dikelompokkan. Pada tabel ini, tiga kolom pertama dari data menunjukkan perbedaan jenis media
yang diakses wanita dan pria selama paling sedikit sekali seminggu. Kolom keempat menunjukkan wanita
dan pria yang mengakses semua jenis media, sedangkan kolom kelima menunjukkan wanita dan pria yang
tidak mengakses satu pun media paling sedikit sekali seminggu. Kolom terakhir menunjukkan jumlah wanita
dan pria umur 15 - 24 tahun yang diwawancarai.
Tahap 3: Lihat judul kolom yang berwarna merah pada contoh 1. Tahap ini menginformasikan mengenai
kelompok sub-populasi yang digambarkan, yaitu responden wanita belum kawin umur 15-24 tahun
Tahap 4: Lihat judul baris pada kolom pertama yang diberi warna biru pada contoh 1. Tahap ini
menunjukkan perbedaan data yang dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik populasi.
Tabel ini menampilkan keterpajanan media massa dari wanita dan pria berdasarkan umur, daerah tempat
tinggal, pendidikan, dan kuintil kekayaan. Sebagian besar tabel-tabel yang ada dilaporan SDKI pun dibagi
kedalam kategori yang sama seperti katergori pada tabel ini.
Tahap 5: Lihat baris paling bawah yang diberi warna merah muda. Persentase-persentase tersebut mewakili
jumlah seluruh wanita belum kawin umur 15-24 tahun dan akses terhadap berbagai jenis media. Pada tabel
diatas, 14,9 persen wanita belum kawin umur 15-24 tahun membaca surat kabar/majalah paling sedikit
sekali seminggu, 15,9 persen mendengarkan radio paling sedikit sekali seminggu, dan 80,9 persen menonton
TV paling sedikit seminggu.
Tahap 6: Untuk mengetahui berapa persen wanita dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang
mengakses ketiga media tersebut paling sedikit sekali seminggu, digambarkan dengan dengan garis yang
berwarna ungu. Ini menunjukkan bahwa 7 persen wanita belum kawin umur 15-24 tahun yang
berpendidikan perguruan tinggi mengakses ketiga jenis media paling sedikit sekali seminggu.
Dengan melihat pola berdasarkan karakteristik latar belakang, kita dapat melihat bagaimana variasi dari
keterpajanan media massa di Indonesia. Media massa sering digunakan untuk mengkomunikasikan
informasi kesehatan. Dengan mengetahui bagaimana keterpajanan media massa pada kelompok-kelompok
tersebut dapat membantu perencanaan program dan pembuat kebijakan dalam menentukan bagaimana cara
yang paling efektif untuk menjangkau populasi target.
* Untuk keperluan data, dokumen ini disajikan persis seperti yang muncul di tabel termasuk desimal. Namun, dalam
penyajian penulisan persentase dari tabel, dibulatkan ke suatu bilangan bulat
Latihan: Gunakan tabel pada contoh 1 untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:
a) Berapa persentase wanita belum kawin di Indonesia yang tidak mengakses ketiga media paling sedikit sekali
seminggu?
b) Kelompok umur mana pada wanita belum kawin yang paling mungkin mendengarkan radio paling sedikit
sekali seminggu?
c) Bandingkan wanita belum kawin yang tinggal di perkotaan dengan di perdesaan, kelompok mana yang lebih
mungkin membaca surat kabar/majalah paling sedikit seminggu sekali?
d) Adakah pola yang jelas dalam keterpajanan terhadap surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu
berdasarkan tingkat pendidikan?
e) Adakah pola yang jelas dalam keterpajanan terhadap surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu
berdasarkan tingkat kuintil kekayaan?
Cara Membaca dan Memahami Tabel •
xxiv
nSSuimss
i]B5[3s jpppss Suipjd qcp?[ tjui/JB qB5[ jmns B3Bqui3ui 2\rei sejejai qoduiop)[ urepjp ejiueav ussjdd %‘zz UEq§uipireqip nSSuiuias
T[B3f3S jpppas Suipjd qiqefeui/.reqE:>[ jbjiis B3^qui3ui qEMEq.i3j qoduiopq urejEp qnsEui %wzfi uime^ uinpq eiiuem ussjsd g‘£
tUEBXE5[3}[ JIJUinq BjfolB^SumdUI §UUI9S }Bq§UIU3UI tl§§UIUI3S ipD[9S }D{ip3S Suipjd qBJBfelU/.reqBq JBJtlS dBp^qJ3J UBUBfBdj3J35[ l U\ (3
■nSSuiuiss q^3S jpppss Suipkl qEjBfeiii/.reqEq
lejns B3Bqui3in SueA iSSup iretun&iad ireqipipu3di9q SueA uime^ uinpq ejiuem uasjsd g‘g£ Lreq§uipireqip nSSuiuias
ipnps ipjipas 8uqed qEp3feui/.reqE)[ jmns B3Bqui3iu q§ jbuibj 5jepp ireqipipu3(ii3q SueA uimb^ uinpq ejiuem uasjad \ iire^ipipusd
jmfSup bAujb^Suiusui Suuias jb^Suiusui nSSuiuias ipnps jpppas §inp?d qiqefeui/.reqE:>[ jbjtis d^pBqjaj ireirefe&rap}! vx (p
•ireesapjad ip jeSSuij SiieA uiave>[ uinpq bjiubm uasjsd j‘£j uqB§uipireqip
nSSuiuias ipnps jpppas §uqBd qEjefEiu/.reqEq jEjns B3Bqui3ui ussjad g‘ 9 j ‘irecjo^jad ip je§§up SireA uiMeq uinpq BJiire^ (°
•nSSuiuias ipnps jpppss §uqed oipm u^^aBSuapuaui iui jnuin qoduiopq ep^d bjiuem ussjsd £‘6j :unqEj pz - 03 -inuin bjiuem (q
uasjsd ()‘p\ (b
:ireqeMBf
Cara Membaca dan Memahami Tabel
INDONESIA
«-« r»i m
•v m
<x>
3
S
a
r*.
Peta Indonesia • xxv
8 LAMPUNG 18 NUSA TENGGARA BARAT 28 SULAWESI TENGG
9 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 19 NUSA TENGGARA TIMUR 29 GORONTALO
10 KEPULAUAN RIAU 20 KAliMANTAN BARAT 30 SULAWESI BARAT
xxvi
PENDAHULUAN DAN METODOLOGI SURVEI
1
S urvei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik
(BPS) bekeija sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengumpulan data berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 30
September 2017. Pendanaan survei disediakan oleh Pemerintah Indonesia. Dalam teknis/pelaksanaannya,
Indonesia mendapat bantuan dari Inner City Fund (ICF) International melalui proyek Demographic and
Health Surveys (DHS) Program, yaitu program United States Agency for International Development
(USAID) yang menyediakan dana dan bantuan teknis dalam pelaksanaan survei kependudukan dan
kesehatan di banyak negara.
1.1 Tujuan Survei
Dalam SDKI, pembahasan tentang wanita belum kawin dan pria belum kawin umur 15-24 disebut komponen
Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) SDKI 2017. Lebih lanjut, KRR SDKI 2017 dirancang khusus untuk
mencapai beberapa tujuan sebagai berikut:
• Mengetahui latar belakang responden, yang meliputi keterangan migrasi, pendidikan, akses ke media,
dan pekerjaan;
• Memperoleh informasi mengenai pengetahuan remaja terhadap isu kesehatan reproduksi;
• Mengetahui sikap dan perilaku remaja terhadap berbagai isu kesehatan reproduksi;
• Mengetahui penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang oleh
remaja;
• Mengetahui perilaku seksual remaja; dan
• Menggali kesadaran remaja terhadap HIV AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.
Informasi yang dikumpulkan melalui KRR SDKI 2017 membantu pembuat kebijakan dan pengelola
program dalam mengevaluasi serta merancang program dan strategi guna meningkatkan kesehatan
reproduksi remaja.
1.2 Rancangan Sampel
Desain sampling SDKI 2017 dirancang untuk dapat menyajikan estimasi level nasional dan provinsi. Sampel
SDKI 2017 mencakup 1.970 blok sensus yang meliputi daerah perkotaan dan perdesaan. Dari jumlah blok
sensus tersebut, perkiraan jumlah sampel rumah tangga yang akan didata sebanyak 49.250 rumah tangga.
Dari seluruh sampel rumah tangga tersebut diharapkan akan dapat diperoleh sekitar 59.100 responden wanita
usia subur umur 15-49, 24.625 responden pria belum kawin umur 15-24, dan 14.193 responden pria kawin
umur 15-54. Kerangka sampel SDKI 2017 menggunakan Master Sampel Blok Sensus dari hasil Sensus
Penduduk 2010 (SP2010). Kerangka sampel pemilihan rumah tangga menggunakan daftar rumah tangga
biasa hasil pemutakhiran rumah tangga dari blok sensus terpilih. Daftar ini mencakup rumah tangga biasa,
tidak termasuk rumah tangga khusus seperti panti asuhan, barak polisi/militer, penjara, dan indekos dimana
di dalamnnya terdapat minimal 10 orang yang kos dengan makan.
Desain sampling yang digunakan dalam SDKI 2017 adalah sampling dua tahap berstrata, yaitu:
Tahap 1: Memilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size (PPS) sistematik
dengan size jumlah rumah tangga hasil listing SP2010. Dalam hal ini, sistematik dilakukan
dengan proses implisit stratifikasi menurut perkotaan dan perdesaan serta dengan
mengurutkan blok sensus berdasarkan kategori Wealth Index dari hasil SP2010.
Pendahuluan dan Metodologi Survei • 1
Tahap 2: Memilih 25 rumah tangga biasa di setiap blok sensus terpilih secara sistematik dari hasil
pemutakhiran rumah tangga di setiap blok sensus tersebut. Sampel pria kawin (PK) akan
dipilih 8 rumah tangga secara sistematik dari 25 rumah tangga tersebut.
Keterangan lebih lanjut mengenai desain survei dapat dilihat pada Lampiran B.
1.3 Kuesioner
Pelaksanaan SDKI2017 menggunakan 4 (empat) jenis kuesioner yaitu kuesioner rumah tangga (RT), wanita
usia subur (WUS), pria kawin (PK), dan remaja pria (RP). Informasi mengenai wanita belum kawin umur
15-24 ditanyakan di bagian terakhir kuesioner WUS. Kuesioner untuk rumah tangga dan wanita usia subur
umur 15-49 mengacu pada kuesioner DHS Phase 7 tahun 2015 yang sudah mengakomodasi beberapa isu
terbaru sesuai keterbandingan internasional. Sedangkan kuesioner RP mengacu pada kuesioner SDKI
sebelumnya. Namun demikian, ada beberapa pertanyaan yang tidak diadopsi dalam SDKI 2017 karena
kurang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Selain itu juga ada penambahan pertanyaan yang disesuaikan
dengan muatan lokal/spesifik Indonesia yang terkait program kesehatan dan keluarga berencana, serta
penyesuaian kategori jawaban pada kuesioner.
Kuesioner rumah tangga digunakan untuk mencatat seluruh anggota rumah tangga dan tamu yang menginap
semalam sebelum wawancara di rumah tangga terpilih, serta mencatat keadaan tempat tinggal rumah tangga
terpilih. Pertanyaan pokok anggota rumah tangga mencakup umur, jenis kelamin, status perkawinan,
pendidikan, dan hubungan dengan kepala rumah tangga. Keterangan mengenai tempat tinggal meliputi
sumber air minum, jenis kakus, jenis lantai, jenis atap, jenis dinding, dan kepemilikan aset rumah tangga.
Informasi mengenai kepemilikan aset menggambarkan status sosial-ekonomi rumah tangga tersebut.
Kegunaan utama kuesioner rumah tangga adalah menentukan responden wanita dan pria yang memenuhi
syarat untuk diwawancara secara perseorangan (eligible respondent).
Kuesioner WUS digunakan untuk mengumpulkan informasi wanita umur 15-49. Termasuk dalam kategori
ini adalah wanita belum kawin umur 15-24.
Kuesioner Remaja Pria (RP) digunakan untuk mencatat seluruh pria belum kawin umur 15-24 di 25 rumah
tangga terpilih sampel SDKI 2017. Beberapa daftar pertanyaan yang secara khusus diajukan kepada pria dan
wanita belum kawin umur 15-24 adalah:
1. Latar belakang responden;
2. Pengetahuan dan pengalaman mengenai sistem reproduksi manusia;
3. Perkawinan dan anak;
4. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan media;
5. Rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang;
6. HIV AIDS; dan
7. Pacaran dan perilaku seksual.
1.4 Uji Coba
Sebelum memulai kegiatan pengumpulan data di lapangan, kuesioner diuji cobakan terlebih dahulu pada
bulan Juli sampai dengan Agustus 2016. Tujuan uji coba adalah menguji apakah semua pertanyaan sudah
jelas dan dapat dimengerti dengan mudah oleh responden. Semua materi survei dan prosedur pelaksanaan
survei juga diuji.
Uji coba dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh di Provinsi Aceh; Kabupaten Gunung Kidul
dan Sleman di Provinsi DI Yogyakarta; dan di Kabupaten Maluku Tengah dan Ambon di Provinsi Maluku.
Di setiap kabupaten dipilih satu blok sensus perkotaan atau perdesaan. Di setiap kabupaten dibentuk satu tim
untuk pencacahan lapangan. Berdasarkan temuan hasil uji coba, dilakukan penyempurnaan kuesioner rumah
tangga dan kuesioner individu.
2 • Pendahuluan dan Metodologi Survei
1.5 Pelatihan Petugas
Pelatihan petugas merupakan bagian penting dalam pelaksanaan SDKI 2017. Pelatihan petugas bertujuan
menyamakan persepsi petugas terhadap konsep dan definisi operasional dari variabel-variabel yang
ditanyakan dalam SDKI 2017. Pelatihan SDKI 2017 dimulai dengan pelatihan Instruktur Utama (Intama),
pelatihan Koordinator Lapangan (Korlap), pelatihan Instruktur Nasional (Innas), dan pelatihan petugas
lapangan. Tiga hal penting yang harus dicapai pada setiap proses pelatihan meliputi:
1. Setiap peserta pelatihan harus membaca dan memahami isi kuesioner yang akan digunakan;
2. Setiap peserta pelatihan harus membaca dan memahami konsep definisi yang terdapat dalam buku
pedoman; dan
3. Setiap peserta pelatihan harus memahami cara wawancara dan cara mengisikan jawaban responden
hasil wawancara ke dalam kuesioner.
Jumlah peserta pelatihan petugas SDKI 2017 sebanyak 1.160 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu
pewawancara, pemeriksa (editor), dan pengawas. Pelatihan berlangsung pada awal bulan Juli 2017 di
sembilan pusat pelatihan yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan
Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk diskusi untuk
memudahkan proses belajar mengajar. Materi pelatihan meliputi konsep dan definisi, pengetahuan,
pengalaman, alur pertanyaan, dan konsistensi antar pertanyaan terkait dengan rumah tangga, WUS, PK, RP,
pengawasan, dan editor lapangan. Selain itu juga dilakukan latihan wawancara dengan mendatangkan
responden ( role playing) dan ujicoba di lapangan (try out). Hal ini dilakukan agar seluruh petugas dapat
melakukan wawancara dengan baik dan dapat mengisi kuesioner dengan benar sesuai buku pedoman.
Dalam kegiatan uji coba di lapangan, setiap pewawancara mencari responden yang memenuhi syarat untuk
diwawancarai. Setelah wawancara selesai, kuesioner diserahkan kepada editor untuk diperiksa.
1.6 Pelaksanaan Lapangan
Dalam pelaksanaannya, SDKI 2017 melibatkan 145 tim yang turun ke lapangan. Secara umum, satu tim
terdiri dari delapan orang yaitu 1 orang pengawas, 1 orang editor untuk WUS dan PK, 4 orang wanita
pewawancara WUS, 1 orang pria pewawancara PK (yang merangkap sebagai editor RP), dan 1 orang pria
pewawancara RP. Kegiatan lapangan berlangsung dari tanggal 24 Juli sampai 30 September 2017. Di daerah
sulit seperti Papua dan Papua Barat, komposisi tim dimodifikasi sedikit, dengan jumlah anggota sekitar 5
sampai 6 orang per tim yang terdiri dari 1 orang pengawas, 1 orang editor WUS dan PK, 2 orang petugas
WUS, 1 orang petugas RP/PK.
Keterangan lebih lanjut mengenai pelaksanaan lapangan dapat dilihat pada Lampiran B. Lampiran D
menyajikan daftar orang-orang yang ikut berpartisipasi dalam survei, dan Lampiran E menyajikan daftar
pertanyaan survei.
1.7 Pengolahan Data
Seluruh kuesioner SDKI 2017 yang sudah diisi termasuk lembar pengawasan dikirim ke BPS pusat di
Jakarta untuk diolah. Pengolahan terdiri dari pemeriksaan isian, pemberian kode pada jawaban pertanyaan
terbuka, perekaman data, verifikasi, dan pengecekan kesalahan di komputer. Tim pengolahan terdiri dari 34
orang editor, 112 orang perekam data, 33 orang petugas compare, 19 orang secondary editor, dan 6 orang
pengawas perekaman data. Perekaman data dilakukan sebanyak dua kali ( double entry) oleh dua orang
perekam data yang berbeda untuk menjaga kualitas data. Selanjutnya kedua hasil perekaman data
dibandingkan oleh petugas compare, untuk kemudian dilakukan perbaikan data pada hasil perekaman yang
tidak konsisten. Perekaman dan pemeriksaan data dilakukan dengan menggunakan program komputer
Census and Sur\’ey Processing System (CSPro) yang khusus dirancang untuk mengolah data semacam SDKI.
Pendahuluan dan Metodologi Survei • 3
1.8 Hasil Kunjungan
Hasil SDKI 2017 disajikan dalam dua laporan terpisah. Laporan dari hasil wawancara dengan wanita dan
pria belum kawin umur 15-24 yang disajikan khusus mengenai kesehatan reproduksi remaja (KRR), serta
laporan hasil wawancara dengan wanita umur 15-49 dan semua pria kawin umur 15-54.
Secara umum, hasil kunjungan rumah tangga dan perseorangan relatif tinggi (Tabel 1 ). Dari 49.261 rumah
tangga terpilih SDKI 2017, sebanyak 48.216 rumah tangga berhasil ditemukan, dan dari jumlah tersebut
sebanyak 47.963 atau 99,5 persen berhasil diwawancarai.
Dari seluruh rumah tangga yang berhasil diwawancarai oleh tim, diperoleh 11.302 wanita belum kawin umur
15-24 yang memenuhi syarat untuk diwawancarai dan 10.691 wanita belum kawin yang berhasil
diwawancarai oleh petugas. Hal ini menunjukkan tingkat respon yang cukup tinggi 97 persen. Sementara
itu, diperoleh 13.860 pria belum kawin umur 15-24 yang memenuhi syarat untuk diwawancarai dan 13.079
pria belum kawin yang berhasil diwawancarai dengan tingkat respon sebesar 94 persen. Rendahnya tingkat
respon remaja pria karena mereka lebih sering tidak dapat dijumpai saat dikunjungi oleh tim. Secara umum,
tingkat respon kunjungan di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah perkotaan.
Informasi lebih lanjut mengenai hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
4 • Pendahuluan dan Metodologi Survei
Tabel 1 Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan
Jumlah rumah tangga, jumlah kunjungan dan hasil kunjungan,
tertimbang), Indonesia 2017
menurut tempat
tinggal (tidak
Hasil wawancara
Daerah tempat tinggal
Perkotaan Perdesaan
Jumlah
Wawancara rumah tangga
Rumah tangga sampel
25.306
23.955
49.261
Rumah tangga ditemui
24.707
23.509
48.216
Rumah tangga diwawancarai
24.560
23.403
47.963
Hasil kunjungan 1
99,4
99,5
99,5
Wawancara dengan wanita belum kawin
umur 15-24
Wanita yang memenuhi syarat
6.605
4.427
11.032
Wanita yang diwawancarai
6.391
4.300
10.691
Hasil kunjungan 2
96,8
97,1
96,9
Wawancara dengan pria belum kawin umur
15-24
Pria yang memenuhi syarat
7.699
6.161
13.860
Pria yang diwawancarai
7.237
5.842
13.079
Hasil kunjungan 2
94,0
94,8
94,4
1 Rumah tangga yang diwawancarai/rumah tangga yang ditemui
2 Responden yang diwawancarai/responden yang memenuhi syarat
Pendahuluan dan Metodologi Survei
5
6 • Pendahuluan dan Metodologi Survei
PROFIL REMAJA
2
Temuan Utama
■ Komposisi: Di antara wanita belum kawin, 68 persen
berumur 15-19 dan 32 persen berumur 20-24.
■ Daerah tempat tinggal: Sebagian besar wanita dan
pria tinggal di perkotaan, yaitu 59 persen wanita dan 55
persen pria.
• Hubungan dengan kepala rumah tangga: Tujuh
puluh tujuh persen wanita dan 80 persen pria tinggal
bersama orang tua.
■ Kegiatan saat ini: Lebih dari separuh (52%) wanita dan
35 persen pria hanya bersekolah. Dua puluh empat
persen wanita dan 38 persen pria hanya bekerja.
■ Pendidikan: Wanita memiliki pendidikan yang lebih
tinggi dibandingkan pria, 47 persen wanita tamat SLTA
atau sekolah lebih tinggi, dibandingkan 39 persen pria.
B ab ini menyajikan informasi mengenai karakteristik demografi dan sosio-ekonomi responden wanita
dan pria belum kawin umur 15-24 yang merupakan komponen Kesehatan Reproduksi Remaja
(KRR) dalam SDKI2017. Informasi tentang karakteristik latar belakang responden mencakup umur,
daerah tempat tinggal, tingkat pendidikan, hubungan dengan kepala rumah tangga, kegiatan seminggu yang
lalu, alasan tidak sekolah, dan status kekayaan. Karakteristik latar belakang utama yang digunakan dalam
bab-bab selanjutnya adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku di bidang kesehatan reproduksi yang
membedakan wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut umur, daerah tempat tinggal (perkotaan dan
perdesaan), dan tingkat pendidikan.
2.1 Karakteristik Responden
Dari seluruh rumah tangga yang dikunjungi, 9.971 responden wanita dan 12.612 pria berhasil diwawancarai.
Responden wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dalam tulisan ini selanjutnya disebut sebagai wanita
dan pria. Enam puluh delapan persen wanita berumur 15-19 tahun dan 36 persen berumur 20-24 tahun.
Sementara, 61 persen pria berumur 15-19 tahun dan 39 persen berumur 20-24 tahun. Wanita dan pria lebih
banyak yang tinggal di perkotaan (masing-masing 59% dan 55%) dibandingkan di perdesaan (Tabel 2.1).
Lebih dari separuh wanita dan pria bersekolah hingga tingkat menengah, yaitu 76 persen dan 87 persen. Di
antara yang tamat SLTA, 24 persen wanita dan 13 persen pria melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kurang dari satu persen wanita dan satu persen pria tidak pernah sekolah.
Profil Remaja • 7
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita dan pria yang berpendidikan tidak tamat SLTA lebih tinggi dibandingkan kategori
pendidikan lainnya, masing-masing 49 persen dan 51 persen.
Berdasarkan kuintil kekayaan, lebih dari separuh wanita dan pria berada pada kelompok menengah ke
atas (Tabel 2.1).
Gambar 2.1 Keberadaan remaja
Distribusi persentase keberadaan wanita dan pria
belum kawin umur 15-24 dalam rumah tangga
Perkotaan
Perdesaan
Total
2.2 Tempat Tinggal
Di sebagian besar rumah tangga yang
tidak memiliki wanita dan pria (65%),
sehingga wawancara dengan wanita
dan pria dilakukan hanya di 35 persen
rumah tangga. Di 27 persen rumah
tangga hanya ada satu orang wanita
atau pria, dan 9 persen rumah tangga
ada 2 orang atau lebih wanita atau pria.
Wanita dan pria lebih banyak ditemui
di perkotaan dibandingkan di
perdesaan, masing-masing 40 persen
dan 31 persen (Gambar 2.1).
Pada sebagian besar rumah tangga,
responden adalah anak dari kepala
rumah tangga (77% wanita dan 80%
pria). Delapan dari sepuluh wanita dan
pria berumur 15-19 tinggal dengan
orang tua mereka dibandingkan yang
berumur 20-24. Ini merupakan kebiasaan di Indonesia, wanita dan pria yang belum kawin tinggal bersama
orang tua sampai menikah atau menyelesaikan SLTA. Tiga persen wanita dan pria hidup sendiri sebagai
kepala rumah tangga. Hanya sebagian kecil wanita dan pria yang tinggal di rumah tangga yang kepala rumah
tangganya adalah saudara kandung sendiri yaitu 2 persen (Gambar 2.2).
11
0
2 +
8 • Profil Remaja
Gambar 2.2 Hubungan dengan kepala rumah tangga
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut hubungan dengan
kepala rumah tangga
■ Kepala rumah tangga «Saudara kandung *Anak ■ Famili lain Tidak ada hubungan
Tren: Persentase wanita yang menjadi kepala rumah tangga sedikit menurun selama 5 tahun terakhir, dari
4 persen pada SDKI 2012 menjadi 3 persen pada SDKI 2017. Persentase pria yang menjadi kepala rumah
tangga tetap, yaitu 3 persen sejak tahun 2012. Proporsi responden wanita yang tinggal bersama dengan orang
tua meningkat dari 74 persen (SDKI 2012) menjadi 77 persen (SDKI 2017). Sementara itu, persentase pria,
masing-masing adalah 78 persen (SDKI 2012) dan 80 persen (SDKI 2017) (Tabel 2.3).
2.3 Kegiatan Remaja Saat Ini
Gambar 2.3 menyajikan kegiatan wanita dan pria umur 15-24 selama tujuh hari sebelum survei, bersekolah,
bekeija, bersekolah dan bekerja, atau tidak bersekolah maupun bekerja.
Lebih dari separuh wanita yang
kegiatannya hanya bersekolah
dibandingkan dengan 35 persen pria.
Pria lebih besar kemungkinannya
untuk bekerja saja dibanding wanita
(masing-masing 38% dan 24%).
Proporsi wanita dan pria yang
bekeija dan juga bersekolah hampir
sama, masing-masing 10 persen dan
11 persen. Empat belas persen
wanita dan 15 persen pria tidak
sekolah dan tidak bekerja (Gambar
2.3).
Tren: Persentase wanita yang hanya
bersekolah meningkat dari 46 persen
(SDKI 2012) menjadi 52 persen
(SDKI 2017), untuk pria masing-
masing adalah 33 persen (SDKI
2012) dan 35 persen (SDKI 2017).
Sebaliknya, proporsi wanita yang bekerja turun dari 27 persen (SDKI 2012)menjadi 24 persen (SDKI 2017)
dan pria dari 42 persen (SDKI 2012) menjadi 38 persen (SDKI 2017).
Gambar 2.3 Kegiatan saat ini
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 menurut kegiatan saat ini
14
15
10
11
24
38
52
35
Lainnya
i Tidak sekolah/
bekerja
Sekolah dan bekerja
£ Hanya bekerja
Hanya sekolah
Wanita
Pria
Profil Remaja • 9
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria umur 15-19 lebih tinggi yang bersekolah saja dibandingkan dengan kelompok
umur 20-24. Sebaliknya, kelompok umur 20-24 tahun tiga kali lebih banyak yang hanya bekerja
dibandingkan dengan umur 15-19 tahun.
■ Wanita dan pria yang belum tamat SLTA, lebih banyak yang bersekolah saja masing-masing 77% dan
57%. Persentase wanita yang hanya bekerja, tertinggi pada wanita yang tamat SLTA (60%). Sedangkan
persentase pria yang hanya bekerja, tertinggi pada pria yang tamat SD (75%).
■ Berdasarkan kuintil kekayaan, persentase pria yang hanya bersekolah saja naik seiring dengan kuintil
kekayaan, sebagai contoh 26 persen pria pada kuintil terbawah sampai dengan 48 persen pria pada kuintil
teratas. Sebaliknya, persentase wanita dan pria yang tidak bersekolah dan tidak bekerja turun sejalan
dengan meningkatnya kuintil kekayaan, sebagai contoh 23 persen wanita pada kuintil terbawah sampai
7 persen pada kuintil teratas (Tabel 2.4).
2.4 Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan digolongkan menjadi:
• Tidak sekolah: responden tidak pernah sekolah.
• Tidak tamat SD: responden pernah/sedang menduduki SD.
• Tamat SD: responden sudah menamatkan SD.
• Tidak tamat SLTA: responden yang belum menamatkan SLTA
termasuk yang pernah/sedang bersekolah di SMP, tamat SMP,
maupun yang pernah/sedang bersekolah di SLTA.
• Tamat SLTA: responden sudah menamatkan SLTA.
• Perguruan tinggi: responden dengan tingkat pendidikan SLTA ke atas.
Sampel: Wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
2.4.1 Jenjang Pendidikan
Gambar 2.4 Pendidikan
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan
Pendidikan merupakan faktor
utama yang memengaruhi individu
dalam hal pengetahuan, sikap
maupun perilaku. Dengan memiliki
kemampuan membaca seseorang
akan memperoleh informasi yang
akan berdampak pada dirinya
sendiri. Sehingga pendidikan
adalah faktor penentu utama dari
gaya hidup dan status seseorang
dalam masyarakat.
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa
hampir semua responden pernah
mengikuti pendidikan formal.
Kurang dari satu persen wanita atau
pria yang tidak bersekolah.
Proporsi wanita dan pria terbesar adalah pendidikan tidak tamat SLTA, yaitu 49 persen wanita dan 51 persen
pria. Wanita memiliki pendidikan yang lebih baik dibandingkan pria, 96 persen wanita berpendidikan
sekolah menengah atau lebih tinggi, dibandingkan 90 persen pria.
□ Perguruan tinggi
□ Tamat SLTA
□ Tidak tamat SLTA
□ Tamat SD
□ Tidak tamat SD
■ Tidak sekolah
10 • Profil Remaja
Tren: Dalam 5 tahun terakhir terjadi peningkatan pendidikan. Wanita yang tamat SLTA atau lebih
meningkat dari 43 persen pada SDKI 2012 menjadi 47 persen pada SDKI2017. Sedangkan pria yang tamat
SLTA atau lebih meningkat dari 35 persen menjadi 39 persen. Dalam kurun yang sama, persentase wanita
dan pria yang tidak sekolah menurun. Tiga persen wanita dan 5 persen pria tidak sekolah pada SDKI 2012,
turun menjadi kurang dari satu persen wanita dan satu persen pria pada SDKI 2017.
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Wanita maupun pria di daerah perkotaan memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan di perdesaan. Lima puluh dua persen wanita di perkotaan berpendidikan tamat SLTA atau
perguruan tinggi dibandingkan 39 persen wanita di perdesaan. Sementara 47 persen pria di perkotaan
berpendidikan tamat SLTA atau perguruan tinggi dibandingkan 29 persen pria di perdesaan.
■ Persentase wanita dan pria yang berpendidikan perguruan tinggi cenderung meningkat seiring dengan
meningkatnya kuintil kekayaan (Tabel 2.5).
2.4.2 Alasan Tidak Sekolah
Alasan Tidak Sekolah
Responden komponen KRR dalam
SDKI 2017 yang tidak sedang
bersekolah ditanya alasan mengapa
mereka tidak sekolah. Tiga puluh
lima persen wanita dan 18 persen
pria mengatakan bahwa mereka
berhenti sekolah karena merasa
sudah memiliki pendidikan yang
cukup. Persentase pria yang
berhenti sekolah karena mencari
uang 2 kali lebih tinggi dari pada
wanita, yaitu 34 persen dan 17
persen. Serupa dengan itu,
persentase pria yang tidak sekolah
karena tidak ingin bersekolah lebih
dari 2 kali wanita, yaitu 9 persen dan
4 persen (Gambar 2.5).
Tren: Alasan wanita berhenti
sekolah karena tidak ada biaya turun
dari 37 persen (SDKI 2012) menjadi
34 persen (SDKI 2017), dan 43
persen pria (SDKI 2012) menjadi
26 persen (SDKI 2017).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase alasan berhenti sekolah karena tidak ada biaya di perdesaan lebih tinggi dibandingkan di
perkotaan. Tetapi persentase yang tidak bersekolah karena mencari uang lebih tinggi di perkotaan
dibandingkan di perdesaan.
■ Alasan yang diberikan oleh wanita dan pria dari kuintil kekayaan teratas untuk berhenti sekolah adalah
karena sudah merasa cukup, yaitu 47 persen wanita dan 27 persen pria. Persentase wanita yang tidak
sekolah dengan alasan tidak ada biaya cenderung semakin rendah dengan meningkatnya kuintil
kekayaan (Tabel 2.6).
Gambar 2.5 Alasan tidak sekolah
Distribusi persentase distribusi wanita dan pria belum
kawin umur 15-24 menurut alasan tidak bersekolah lagi
Lainnya
i Tidak suka/tidak ingin
sekolah
Perlu mencari uang
i Tidak ada biaya
Sudah selesai/merasa
cukup
Profil Remaja • 11
2.4.3 Dimensi Ekonomi
Di perkotaan, persentase terbesar wanita dan pria berada pada kuintil teratas, masing-masing 38 persen dan
31 persen pria. Sebaliknya, persentase terbesar wanita dan pria yang berada pada kuintil terbawah, masing-
masing 27 persen wanita dan 3 1 persen tingal di perdesaan (Gambar 2.6).
Gambar 2.6 Status Kekayaan
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut kuintil
kekayaan
Perkotaan
Perdesaan
Perkotaan
Perdesaan
Wanita
Pria
■ Terbawah ■ Menengah bawah «Menengah ■ Menengah atas aTeratas
Secara keseluruhan, 14 persen wanita dan 18 persen pria berada di kuintil terbawah, sedangkan 27 persen
wanita dan 21 persen pria berada di kuintil kekayaan teratas. Sebagian besar responden wanita maupun pria
umur 15-19 tahun dan 20-24 tahun berada pada kuintil menengah ke atas, yaitu masing-masing 64 persen
dan 77 persen. Untuk pria angkanya adalah 60 persen dan 63 persen. Mayoritas remaja di perkotaan (83%
wanita dan 78% pria) berada di 3 kuintil kekayaan teratas. Sebaliknya, 73 persen wanita dan 78 persen pria
di daerah perdesaan berada pada kuintil menengah ke bawah (Tabel 2.7).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria pada kuintil teratas cenderung lebih tinggi di perkotaan dibandingkan di
perdesaan. Sebaliknya, persentase wanita dan pria dari kuintil terbawah yang tinggal di perdesaan lebih
tinggi dibandingkan di perkotaan.
■ Persentase wanita yang berada pada kuintil kekayaan teratas tertinggi pada wanita yang berpendidikan
perguruan tinggi (47%). Sementara itu, persentase pria yang berada pada kuintil kekayaan teratas
cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan mereka mulai dari tidak tamat SD (2%)
menjadi (48%) pada mereka yang berpendidikan perguruan tinggi (Tabel 2.7).
12 • Profil Remaja
Daftar Tabel
Informasi lebih lanjut mengenai karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut ini.
• Tabel 2.1
• Tabel 2.2
• Tabel 2.3
• Tabel 2.4
• Tabel 2.5
• Tabel 2.6
• Tabel 2.7
Karakteristik latar belakang responden
Keberadaan remaja dalam rumah tangga
Hubungan dengan kepala rumah tangga
Kegiatan saat ini
Jenjang pendidikan menurut karekteristik latar belakang
Alasan tidak sekolah
Status kekayaan
Profil Remaja • 13
Tabel 2.1 Karakteristik latar belakang responden
Persentase distribusi pria dan wanita belum kawin umur 15-24 menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita belum kawin _ _ Pria belum kawin
Karakteristik latar belakang
Persentase
Tertimbang
Jumlah
Tertimbang
Jumlah Tak
Tertimbang
Persentase
Tertimbang
Jumlah
Tertimbang
Jumlah Tak
Tertimbang
Umur
15
15,3
1.523
1.655
13,6
1.715
1.755
16
15,1
1.507
1.625
13,1
1.648
1.715
17
16,2
1.614
1.663
14,6
1.840
1.840
18
11,2
1.115
1.207
10,3
1.304
1.398
19
9,9
992
1.056
9,6
1.206
1.310
15-19
67,7
6.750
7.206
61,2
7.713
8.018
20
9,7
972
958
9,1
1.153
1.223
21
8,0
793
861
7,9
998
1.048
22
6,1
607
669
8,6
1.084
1.084
23
4,9
492
549
7,1
901
917
24
3,6
357
448
6,0
763
789
20-24
32,3
3.221
3.485
38,8
4.899
5.061
Daerah Tempat tinggal
Perkotaan
59,1
5.890
6.391
54,5
6.869
7.237
Perdesaan
40,9
4.081
4.300
45,5
5.743
5.842
Pendidikan
Tidak sekolah
0,3
28
33
0,5
63
74
Tidak tamat SD
1,2
119
151
4,0
505
600
Tamat SD
2,2
223
232
5,5
690
599
Tidak tamat SLTA
49,4
4.928
5.189
50,9
6.426
6.469
Tamat SLTA
23,0
2.296
2.301
26,2
3.301
3.328
Perguruan Tinggi
23,8
2.378
2.785
12,9
1.627
2.009
Kuintil kekayaan
Terbawah
14,1
1.409
2.031
18,4
2.314
3.097
Menengah bawah
17,6
1.760
1.983
20,3
2.560
2.623
Menengah
19,8
1.971
2.009
20,1
2.534
2.451
Menengah atas
21,8
2.172
2.165
20,7
2.607
2.473
Teratas
26,7
2.659
2.503
20,6
2.596
2.435
Jumlah
100,0
9.971
10.691
100,0
12.612
13.079
Profil Remaja
Tabel 2.2 Keberadaan wanita dan pria belum kawin dalam rumah tangga
Distribusi persentase rumah tangga menurut keberadaan wanita belum kawin umur
15-24 dan pria belum kawin umur 15-24, menurut daerah tempat tinggal, Indonesia
2017
Daerah Tempat Tinggal
Jumlah remaja (orang) _ Perkotaan Perdesaan Jumlah
0
60,1
68,6
64,5
1
29,0
24,8
26,8
2
8,8
5,5
7,1
3
1,7
0,9
1,3
4+
0,4
0,2
0,3
Jumlah
100,0
100,0
100,0
Jumlah rumah tangga
23.458
24.505
47.963
Tabel 2.3 Hubunaan denaan keDala rumah tanaaa
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut hubungan
dengan kepala rumah tangga dan umur, Indonesia 2017
Hubungan dengan
kepala rumah tangga
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Kepala rumah tangga
0,9
6,1
2,6
0,9
6,3
3,0
Saudara kandung
1,3
2,4
1,7
1,2
2,2
1,6
Anak
79,3
72,7
77,2
81,4
77,2
79,7
Famili lain
13,6
10,8
12,7
13,1
9,9
11,9
Tidak ada hubungan
4,9
7,9
5,8
3,4
4,4
3,8
Tidak terjawab
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
Jumlah
100,0
100,0
100,0
100,0
100,0
100,0
Jumlah remaja
6.750
3.221
9.971
7.713
4.899
12.612
Profil Remaja • 15
Tabel 2.4 Kegiatan saat ini
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut kegiatan saat ini dan
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Kegiatan saat in i_
Tidak
Karakteristik latar
belakang
Hanya
sekolah
Hanya
bekerja
Sekolah dan
bekerja
sekolah/
bekerja
Lainnya
Jumlah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
64,7
13,9
8,5
12,8
0,1
100,0
6.750
20-24
23,7
45,7
12,6
17,8
0,2
100,0
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
50,5
27,7
10,3
11,4
0,1
100,0
5.890
Perdesaan
52,9
19,0
9,2
18,7
0,2
100,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(0,0)
(43,1)
(0,0)
(53,8)
(3,1)
100,0
28
Tidak tamat SD
5,5
44,9
2,4
47,2
0,0
100,0
119
Tamat SD
1,1
52,2
1,4
44,2
1,1
100,0
223
Tidak tamat SLTA
76,5
8,6
8,5
6,4
0,1
100,0
4.928
Tamat SLTA
2,9
59,6
2,5
34,9
0,1
100,0
2.296
Perguruan Tinggi
54,2
18,4
21,0
6,3
0,1
100,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terendah
47,8
19,7
8,9
23,4
0,2
100,0
1.409
Menengah bawah
53,6
20,6
6,8
18,8
0,2
100,0
1.760
Menengah
50,4
25,2
9,4
14,8
0,2
100,0
1.971
Menengah atas
49,7
27,4
9,5
13,4
0,0
100,0
2.172
Teratas
54,2
25,4
13,0
7,3
0,0
100,0
2.659
Jumlah
51,5
24,2
9,8
14,4
0,1
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
51,6
22,4
12,6
12,9
0,5
100,0
7.713
20-24
9,6
62,8
9,1
17,9
0,6
100,0
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
38,3
36,3
10,5
14,2
0,6
100,0
6.869
Perdesaan
31,6
40,1
12,1
15,6
0,5
100,0
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
0,0
0,0
0,0
0,0
100,0
100,0
63
Tidak tamat SD
2,9
70,8
1,7
24,6
0,0
100,0
505
Tamat SD
0,2
74,7
1,8
23,4
0,0
100,0
690
Tidak tamat SLTA
56,8
21,1
13,5
8,5
0,0
100,0
6.426
Tamat SLTA
1,5
69,1
1,4
27,9
0,0
100,0
3.301
Perguruan Tinggi
44,9
17,9
29,6
7,4
0,3
100,0
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
25,9
45,0
10,4
17,6
1,2
100,0
2.314
Menengah bawah
31,1
42,5
10,1
15,9
0,4
100,0
2.560
Menengah
33,3
41,0
9,5
15,4
0,7
100,0
2.534
Menengah atas
37,4
36,3
11,8
14,3
0,1
100,0
2.607
Teratas
47,5
26,4
14,2
11,4
0,5
100,0
2.596
Jumlah
35,3
38,1
11,2
14,9
0,6
100,0
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Profil Remaja
Tabel 2.5 Jeniana pendidikan menurut karekteristik latar belakana
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15 -24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut jenjang pendidikan tertinggi yang pernah
diduduki, berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Pendidikan
Karakteristik latar belakang
Tidak Tidak tamat Tamat
bersekolah SD SD
Tidak tamat
SLTA
Tamat
SLTA
Perguruan
Tinggi
Jumlah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,2
1,2
2,3
69,5
16,5
10,3
100,0
6.750
20-24
0,4
1,2
2,2
7,4
36,6
52,3
100,0
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
0,1
0,8
1,8
45,1
24,5
27,7
100,0
5.890
Perdesaan
0,5
1,8
2,9
55,7
20,8
18,2
100,0
4.081
Kuintil kekayaan
Terendah
1,2
3,7
6,4
62,6
19,7
6,3
100,0
1.409
Menengah bawah
0,2
1,2
2,8
56,8
24,3
14,7
100,0
1.760
Menengah
0,2
1,3
1,5
52,4
26,0
18,6
100,0
1.971
Menengah atas
0,0
0,6
0,7
43,2
30,2
25,4
100,0
2.172
Teratas
0,1
0,3
1,4
40,4
15,9
41,9
100,0
2.659
Jumlah
0,3
1,2
2,2
49,4
23,0
23,8
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,5
3,6
4,5
70,9
15,3
5,2
100,0
7.713
20-24
0,6
4,6
7,1
19,5
43,2
25,0
100,0
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
0,5
2,6
4,0
45,6
29,8
17,5
100,0
6.869
Perdesaan
0,5
5,7
7,3
57,4
21,8
7,4
100,0
5.743
Kuintil kekayaan
Terbawah
1,2
12,1
12,9
54,8
16,2
2,8
100,0
2.314
Menengah bawah
0,4
4,6
8,0
56,7
23,0
7,3
100,0
2.560
Menengah
0,6
2,5
4,2
54,6
30,4
7,7
100,0
2.534
Menengah atas
0,1
1,3
2,3
47,1
34,0
15,2
100,0
2.607
Teratas
0,3
0,4
0,7
42,2
26,2
30,2
100,0
2.596
Jumlah
0,5
4,0
5,5
50,9
26,2
12,9
100,0
12.612
Profil Remaja
17
Tabel 2.6 Alasan tidak sekolah
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 yang tidak bersekolah lagi, menurut alasan tidak sekolah,
umur dan daerah tempat tinggal, berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Alasan tidak sekoIah
Karakteristik
latar
belakang
Sudah
selesai/
merasa
cukup
Tidak
Hamil Mengurus
Hami ' ART lain
Membantu
Tidak
Perlu
suka/
Tidak
Sekolah
Tidak , , ,
Lainnya terjawab Jumlah
usaha
keluarga
ada
biaya
cari
uang
tidak
ingin
lulus
ujian
terlalu
jauh
sekolah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
25,3
0,5
1,0
1,7
39,6
15,5
5,5
1,1
1,2
8,4
0,3
100,0
1.803
20-24
42,8
0,1
0,9
1,3
29,5
18,0
2,4
0,5
0,8
3,5
0,2
100,0
2.044
Daerah
tempat
tinggal
Perkotaan
38,4
0,1
0,4
1,8
28,6
20,7
3,1
0,6
0,5
5,4
0,3
100,0
2.306
Perdesaan
29,0
0,5
1,7
1,0
42,6
11,1
5,0
1,0
1,6
6,4
0,2
100,0
1.541
Kuintll
kekayaan
Terbawah
18,9
0,6
1,9
0,6
54,9
8,2
6,1
0,4
2,8
5,3
0,3
100,0
608
Menengah
bawah
22,6
0,6
0,8
1,2
47,5
12,6
6,5
0,4
0,7
6,8
0,1
100,0
694
Menengah
36,0
0,3
0,8
2,0
34,1
16,9
3,1
0,8
0,7
5,1
0,2
100,0
789
Menengah
atas
41,2
0,0
0,6
0,9
24,5
22,3
2,6
1,0
0,4
6,0
0,4
100,0
886
Teratas
47,2
0,0
0,8
2,5
19,2
20,7
2,0
1,1
0,6
5,7
0,2
100,0
870
Jumlah
34,6
0,3
0,9
1,5
34,2
16,9
3,8
0,8
1,0
5,8
0,3
100,0
3874
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
14,1
0,0
0,5
3,7
26,1
30,0
20-24
20,3
0,0
0,5
2,5
25,7
36,9
Daerah
tempat
tinggal
Perkotaan
21,2
0,0
0,6
2,9
20,6
38,6
Perdesaan
14,1
0,0
0,3
3,0
31,6
29,2
Kuintll
kekayaan
Terbawah
9,9
0,0
0,6
3,7
37,4
23,5
Menengah
bawah
14,8
0,0
0,3
3,1
30,0
32,4
Menengah
17,8
0,0
0,4
2,8
25,8
36,4
Menengah
atas
22,8
0,0
0,9
2,4
18,5
39,1
Teratas
27,2
0,0
0,3
2,6
12,6
41,9
Jumlah
17,8
0,0
0,5
2,9
25,9
34,1
12,7
0,6
1,2
9,3
1,8
100,0
2.720
6,2
0,4
0,6
4,3
2,6
100,0
3.954
6,1
0,6
0,2
6,5
2,8
100,0
3.473
11,9
0,3
1,6
6,2
1,8
100,0
3.201
11,1
0,3
2,2
9,7
1,6
100,0
1.448
10,2
0,3
1,1
5,1
2,7
100,0
1.495
8,6
0,2
0,5
5,4
2,1
100,0
1.430
8,0
1,1
0,2
5,1
1,9
100,0
1.321
5,1
0,6
0,1
6,3
3,4
100,0
980
8,8
0,5
0,9
6,3
2,3
100,0
6.674
18 • Profil Remaja
Tabel 2.7 Status kekayaan
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut kuintil kekayaan dan karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Kuintil kekayaan
Karakteristik
latar belakang
Terbawah
Menengah
bawah
Menengah
Menenah
Atas
Teratas
Jumlah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
16,5
19,3
20,3
20,4
23,5
100,0
6.750
20-24
9,2
14,3
18,6
24,6
33,3
100,0
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
5,3
12,3
18,9
26,0
37,6
100,0
5.890
Perdesaan
26,9
25,4
21,1
15,7
10,9
100,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(62,5)
(14,1)
(13,6)
(0,0)
(9,8)
100,0
28
Tidak tamat SD
43,9
18,1
20,8
10,7
6,4
100,0
119
Tamat SD
40,8
22,0
13,6
6,6
17,0
100,0
223
Tidak tamat SLTA
17,9
20,3
21,0
19,0
21,8
100,0
4.928
Tamat SLTA
12,1
18,6
22,3
28,6
18,4
100,0
2.296
Perguruan Tinggi
3,7
10,9
15,4
23,2
46,8
100,0
2.378
Jumlah
14,1
17,6
19,8
21,8
26,7
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
19,5
20,5
20,1
19,5
20,4
100,0
7.713
20-24
16,6
20,0
20,0
22,5
20,9
100,0
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
7,7
14,6
20,5
26,0
31,2
100,0
6.869
Perdesaan
31,1
27,1
19,6
14,3
7,9
100,0
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
43,9
15,6
26,0
3,5
11,0
100,0
63
Tidak tamat SD
55,3
23,4
12,3
6,9
2,1
100,0
505
Tamat SD
43,4
29,6
15,5
8,8
2,8
100,0
690
Tidak tamat SLTA
19,7
22,6
21,5
19,1
17,0
100,0
6.426
Tamat SLTA
11,3
17,8
23,3
26,9
20,6
100,0
3.301
Perguruan Tinggi
4,0
11,5
12,0
24,3
48,2
100,0
1.627
Jumlah
18,4
20,3
20,1
20,7
20,6
100,0
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Profil Remaja • 19
20 • Profil Remaja
KETERPAJANAN MEDIA MASSA
3
Temuan Utama
• J enis media massa: Delapan puluh satu persen wanita
belum kawin umur 15-24 dan 77 persen pria belum
kawin umur 15-24 menonton televisi setidaknya
seminggu sekali. Hanya 15 persen wanita dan 14
persen pria yang membaca koran atau majalah.
• Mengakses internet: Delapan puluh delapan persen
wanita dan 86 persen pria menggunakan internet dalam
satu bulan terakhir.
• J enis informasi: Informasi yang paling sering dijumpai
oleh wanita dan pria baik di media cetak, televisi,
maupun radio adalah mengenai penyalahgunaan obat-
obatan terlarang (narkoba) dan konsumsi alkohol
(minuman keras).
B ab ini berisi informasi tentang keterpajanan media massa pada wanita dan pria serta pesan yang
terkait dengan pencegahan kehamilan, HIV AIDS, kesehatan reproduksi, konsumsi alkohol
(minuman keras), dan penggunaan obat-obatan terlarang (narkoba).
3.1 Keterpajanan Media Massa
Media massa, terutama televisi, memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anak dan remaja (Strasburger
et al. 2013). Media massa seperti media cetak, radio, dan televisi masih dianggap sebagai saluran yang efektif
untuk menyebarluaskan informasi dan memberikan edukasi terkait program-program pemerintah. Dalam
beberapa tahun terakhir, informasi semakin mudah diakses seiring dengan perkembangan media digital
seperti internet, layanan pesan instan, media sosial, dan lainnya. Media digital juga menawarkan pola
komunikasi yang lebih interaktif dibandingkan dengan media konvensional, dan dalam dasawarsa terakhir
penggunaan media digital telah menjadi bagian dari gaya hidup (Guse et al. 2012; Levine 2011; Westerman,
Spence 2014).
Tabel 3.1 menunjukkan bahwa televisi adalah media massa yang lebih populer dibandingkan dengan koran
atau majalah dan radio. Setidaknya seminggu sekali 81 persen wanita dan 77 persen pria menonton televisi
dibandingkan dengan 15 persen wanita dan 14 persen pria yang membaca koran atau majalah. Selain ketiga
media tersebut, SDKI 2017 juga mengumpulkan informasi mengenai keterpajanan internet. Hasil survei
menunjukkan 89 persen wanita dan 87 persen pria menggunakan internet dalam periode 1 tahun sebelum
survei.
Keterpajanan Media Massa • 21
Tren: Persentase wanita dan pria yang terpajan tiga
media massa, yaitu televisi, radio, serta surat kabar dan
majalah, selama sepuluh tahun terakhir mengalami
penurunan (Gambar 3.1).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita yang membaca surat
kabar/majalah, radio, dan internet baik dalam 12
bulan maupun satu bulan terakhir cenderung lebih
tinggi pada kelompok umur 20-24 tahun
dibandingkan yang berumur 15-19 tahun.
* Persentase wanita dan pria yang terpajan ketiga
media massa lebih tinggi pada mereka yang tinggal
di perkotaan dibandingkan perdesaan.
■ Persentase wanita dan pria yang mengakses internet
baik dalam 12 bulan maupun satu bulan terakhir
cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya
pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 3.1).
Gambar 3.1 Keterpajanan media massa
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24
menurut keterpajanan ketiga media massa paling
sedikit sekali seminggu dalam 12 bulan terakhir
14
2007 2012 2017
Keterpajanan media massa menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.1.1 dan Tabel
A.3.1.2,
3.2 Informasi Melalui Media Cetak
Dalam periode 6 bulan sebelum wawancara, 40 persen
wanita membaca informasi tentang penggunaan
narkoba di media cetak. Persentase wanita yang
membaca informasi tentang minuman keras, HIV
AIDS, pencegahan kehamilan, dan penundaan usia
kawin lebih rendah, masing-masing adalah 31 persen,
25 persen, 14 persen, dan 13 persen. Persentase pria
menunjukkan pola yang sama, 33 persen pria
membaca tentang narkoba, 28 persen membaca
tentang minuman keras, 22 persen membaca tentang
HIV AIDS, 7 persen membaca topik tentang
pencegahan kehamilan, dan 6 persen membaca
tentang penundaan usia kawin (Tabel 3.2).
Tren: Secara umum persentase wanita dan pria yang
membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan,
HIV AIDS, narkoba, minuman keras dan penundaan
usia kawin di media cetak mengalami penurunan
dibanding 5 tahun lalu. Sebagai contoh, 26 persen
wanita membaca informasi tentang pencegahan
kehamilan pada SDKI 2012 dibanding 14 persen
wanita pada SDKI 2017 (Gambar 3.2).
Gambar 3.2 Informasi melalui media cetak
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang
membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, minuman
keras, HIV AIDS, penggunaan obat-obatan terlarang, dan
penundaan perkawinan melalui media cetak
22 • Keterpajanan Media Massa
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS,
narkoba, minuman keras, dan penundaan usia kawin di media cetak lebih tinggi pada wanita dan pria
umur 20-24 tahun dibanding yang berumur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 30 persen wanita umur 20-24
tahun membaca informasi tentang HIV AIDS dibanding 22 persen wanita umur 15-19 tahun.
■ Persentase wanita dan pria yang membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS,
narkoba, minuman keras, dan penundaan usia kawin di media cetak lebih tinggi pada mereka yang
tinggal di perkotaan dibanding di perdesaan. Sebagai contoh, 28 persen wanita di perkotaan membaca
informasi HIV AIDS dibanding 20 persen wanita di perdesaan.
■ Persentase wanita yang membaca informasi tentang penundaan usia kawin, HIV AIDS, dan pencegahan
kehamilan cenderung meningkat sejalan dengan meningkatnya pendidikan. Persentase wanita yang
membaca informasi tentang HIV AIDS, narkoba, minuman keras, dan mencegah kehamilan cenderung
meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
■ Persentase pria yang membaca informasi tentang penundaan usia kawin, HIV AIDS, narkoba, minuman
keras dan pencegahan kehamilan cenderung meningkat mulai dari pendidikan tidak tamat SD sampai
dengan perguruan tinggi. Persentase pria yang mendapat informasi tentang penundaan usia kawin, HIV
AIDS, narkoba, minuman keras dan pencegahan kehamilan cenderung meningkat seiring dengan
meningkatnya kuintil kekayaan.
Variasi informasi melalui media cetak menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.2.1 dan
Tabel A.3.2.2,
3.3 Informasi Melalui Radio
Dua puluh empat persen wanita dan 21 persen pria mendengar informasi mengenai narkoba, 16 persen wanita
dan 17 persen pria mendengar informasi mengenai minuman keras, 13 persen wanita dan 12 persen pria
mendengar informasi tentang HIV AIDS melalui radio. Sedangkan persentase wanita dan pria yang
mendengar informasi lain seperti pencegahan kehamilan, kondom, IMS, dan penundaan usia kawin tidak
ada yang mencapai angka 10 persen (Tabel 3.3).
Tren: Secara umum persentase wanita dan pria
yang mendengarkan informasi mengenai
pencegahan kehamilan, HIV AIDS, infeksi
menular seksual (IMS), dan kondom melalui
radio mengalami penurunan sejak sepuluh tahun
terakhir. Sebagai contoh, 19 persen wanita dan
pria pada SDKI 2012 mendengar informasi
tentang kondom melalui radio, kemudian pada
SDKI 2017 turun menjadi 6 persen (Gambar
3.3).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang mendengar
informasi mengenai pencegahan
kehamilan, HIV AIDS, narkoba, penundaan
usia kawin, IMS, kondom, dan minuman
keras melalui radio tertinggi pada mereka yang berumur 20-24 tahun dibandingkan dengan mereka yang
berumur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 28 persen wanita umur 20-24 tahun mendengar informasi tentang
narkoba lebih tinggi dibandingkan 22 persen wanita umur 15-19 tahun.
Gambar 3.3 Informasi melalui radio
Persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 yang mendengar informasi mengenai
pencegahan kehamilan, HIV AIDS, IMS, dan
kondom melalui radio
h Pencegahan kehamilan ■ HIV/AIDS ■ IMS ■ Kondom
Keterpajanan Media Massa • 23
■ Persentase wanita dan pria yang mendengar informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS,
narkoba, penundaan usia kawin, IMS, kondom, dan minuman keras melalui radio lebih tinggi pada
mereka yang tinggal di perkotaan dibanding yang tinggal di perdesaan. Sebagai contoh, 26 persen wanita
yang tinggal di perkotaan mendengar informasi tentang narkoba lebih tinggi dibandingkan 21 persen
wanita yang tinggal di perdesaan.
■ Persentase wanita mendengar informasi melalui radio mengenai penundaan usia kawin, HIV AIDS,
IMS, narkoba, minuman keras dan pencegahan kehamilan meningkat sejalan dengan meningkatnya
pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Sebagai contoh, 13 persen wanita
mendengar informasi mengenai narkoba berpendidikan tidak tamat SD dan 29 persen berpendidikan
perguruan tinggi. Sedangkan, persentase pria yang mendengar informasi melalui radio meningkat
sejalan dengan meningkatnya pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguran tinggi. Sebagai
contoh, 13 persen pria mendengar informasi mengenai narkoba berpendidikan tidak tamat SD dan 30
persen berpendidikan perguruan tinggi.
■ Persentase wanita yang mendengar narkoba melalui radio meningkat seiring dengan meningkatnya
kuintil kekayaan. Sementara itu, persentase pria yang mendengar penundaan usia kawin dan HIV AIDS
meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
Variasi informasi melalui radio menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.3.1 dan Tabel
A.3.3.2,
3.4 Informasi Melalui Televisi
Informasi mengenai narkoba merupakan informasi yang paling banyak dilihat melalui televisi baik oleh
wanita 84 persen maupun pria 83 persen. Informasi mengenai pencegahan kehamilan hanya dilihat oleh 36
persen wanita dan 22 persen pria, sedangkan informasi mengenai infeksi menular seksual (IMS) dilihat oleh
16 persen wanita dan 25 persen pria (Tabel 3.4).
Tren: Dalam 10 tahun terakhir terdapat penurunan
persentase wanita dan pria yang melihat informasi
mengenai HIV AIDS, IMS, dan kondom melalui
siaran televisi. Sebagai contoh, 55 persen pria pada
SDKI 2012 melihat informasi tentang kondom
dibandingkan dengan 53 persen pria pada SDKI
2017 (Gambar 3.4).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang mendapat
informasi melalui televisi mengenai
pencegahan kehamilan, HIV AIDS, narkoba,
penundaan usia kawin, IMS, kondom, dan
minuman keras melalui televise tertinggi pada
mereka yang berumur 20-24 tahun
dibandingkan dengan mereka yang berumur
15-19 tahun. Sebagai contoh, 62 persen wanita
umur 20-24 tahun mendapat informasi tentang HIV AIDS lebih tingi dibandingkan 42 persen wanita
umur 15-19 tahun.
■ Persentase wanita dan pria yang mendapat informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS,
narkoba, penundaan usia kawin, IMS, kondom, dan minuman keras melalui televisi lebih tinggi pada
mereka yang tinggal di perkotaan dibanding yang tinggal di perdesaan. Sebagai contoh, 57 persen wanita
Gambar 3.4 Informasi melalui
televisi
Persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 yang melihat informasi mengenai
pencegahan kehamilan, HIV/AIDS, IMS, dan
kondom melalui televisi
■ Pencegahan kehamilan ■ HIV/AIDS i IMS ■ Kondom
24 • Keterpajanan Media Massa
yang tinggal di perkotaan mendapat informasi tentang HIV AIDS lebih tinggi dibandingkan 47 persen
wanita yang tinggal di perdesaan.
■ Persentase wanita dan pria mendapat informasi melalui televisi mengenai penundaan usia kawin, HIV
AIDS, IMS, narkoba, kondom, dan pencegahan kehamilan meningkat sejalan dengan meningkatnya
pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Sebagai contoh, 10 persen wanita
mendapat informasi mengenai HIV AIDS berpendidikan tidak tamat SD dan 66 persen berpendidikan
perguruan tinggi.
■ Persentase wanita dan pria yang mendapat informasi melalui televisi mengenai penundaan usia kawin,
HIV AIDS, IMS, dan kondom meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
Variasi informasi melalui televisi menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.4.1 dan Tabel
A.3.4.2,
Keterpajanan Media Massa • 25
Daftar Tabel
Untuk informasi lebih lanjut mengenai keterpajanan media massa, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
• Tabel 3.1 Keterpajanan media massa
• Tabel 3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak
• Tabel 3.3 Terpajan informasi tertentu melalui radio
• Tabel 3.4 Terpajan informasi tertentu melalui televisi
26 • Keterpajanan Media Massa
Tabel 3.1 Keterpajanan media massa
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang biasa membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, dan mengakses
internet paling sedikit sekali seminggu dalam 12 bulan terakhir, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Membaca
surat
Mendengarkan
Menonton
Ketiga
media
Tidak
terpajan
media
Mengakses
internet
dalam 12
bulan
Mengakses
internet
dalam satu
bulan
Karakteristik latar belakang
kabar/majalah
radio
TV
massa
massa
terakhir
terakhir Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
12,5
14,3
81,9
3,1
14,2
86,5
85,9
6.750
20-24
19,9
19,3
78,9
5,6
15,4
93,7
93,4
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
16,8
17,4
80,9
4,5
14,0
94,0
93,7
5.890
Perdesaan
12,1
13,8
81,0
3,1
15,6
81,3
80,5
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(0,0)
(8,0)
(52,8)
(0,0)
(47,2)
(13,1)
(13,1)
28
Tidak tamat SD
1,0
13,2
72,1
0,4
27,3
40,3
40,0
119
Tamat SD
8,1
15,0
78,1
4,8
20,8
50,3
50,2
223
Tidak tamat SLTA
11,5
13,9
81,7
2,7
14,4
85,4
84,8
4.928
Tamat SLTA
12,5
16,7
83,3
3,4
13,3
93,0
92,4
2.296
Perguruan Tinggi
25,8
19,8
78,1
7,0
14,8
98,7
98,4
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
8,3
13,2
70,2
2,0
25,6
62,2
61,2
1.409
Menengah bawah
11,0
14,4
84,1
2,6
12,3
85,3
84,0
1.760
Menengah
14,1
15,1
85,1
3,5
11,1
92,3
91,9
1.971
Menengah atas
15,4
15,2
84,3
4,0
11,7
95,5
95,3
2.172
Teratas
21,1
19,5
78,6
6,0
15,3
97,2
97,2
2.659
Jumlah
14,9
15,9
80,9
3,9
14,6
88,8
88,3
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
12,1
13,8
78,9
3,3
18,1
86,0
84,3
7.713
20-24
17,2
17,2
73,3
4,3
22,1
89,7
88,2
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
16,7
15,1
76,9
3,9
18,7
92,6
91,5
6.869
Perdesaan
11,0
15,1
76,6
3,4
20,7
81,2
79,1
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
10,0
7,8
51,6
0,0
45,4
37,0
32,9
63
Tidak tamat SD
4,7
11,2
63,8
0,7
33,1
50,8
48,3
505
Tamat SD
6,0
15,1
64,0
2,6
32,8
63,9
61,6
690
Tidak tamat SLTA
10,8
14,3
79,7
3,0
17,6
86,7
84,9
6.426
Tamat SLTA
15,8
15,6
77,1
4,0
19,3
94,6
93,2
3.301
Perguruan Tinggi
30,2
18,9
74,6
7,1
17,7
98,9
98,5
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
7,5
12,6
63,9
2,5
33,2
64,3
61,7
2.314
Menengah bawah
11,4
14,9
76,3
3,3
20,5
85,2
82,3
2.560
Menengah
11,0
15,8
79,8
3,2
16,7
91,8
90,2
2.534
Menengah atas
16,9
14,9
81,6
3,8
14,5
95,2
94,6
2.607
Teratas
22,8
17,0
80,8
5,5
14,8
98,2
97,8
2.596
Jumlah
14,1
15,1
76,8
3,7
19,6
87,4
85,8
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Keterpajanan Media Massa
27
Tabel 3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak
Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang membaca surat kabar/majalah, persentase yang membaca informasi tertentu dalam enam bulan terakhir
sebelum survei, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Pesan yang dibaca
Karakteristik latar belakang
Penundaan
usia kawin
HIV AIDS
IMS Iklan kondom
Narkoba
Minuman
keras
Mencegah
kehamilan
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
11,6
22,1
9,0
10,1
38,7
29,3
11,3
6.750
20-24
16,6
30,1
15,4
20,3
44,2
33,9
19,4
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
14,3
28,1
12,8
16,3
43,5
33,6
15,6
5.890
Perdesaan
11,7
19,7
8,6
9,2
36,0
26,9
11,4
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(1,1)
(1,1)
(1,1)
28
Tidak tamat SD
3,7
0,0
0,0
0,0
7,3
4,6
2,6
119
Tamat SD
3,3
1,5
1,7
4,2
11,3
9,0
3,5
223
Tidak tamat SLTA
10,8
20,9
8,5
9,2
38,3
29,4
10,6
4.928
Tamat SLTA
11,2
21,8
9,1
12,6
34,0
25,9
12,8
2.296
Perguruan Tinggi
21,8
39,0
19,8
24,5
56,0
42,1
23,3
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
7,2
14,6
5,3
5,5
28,9
23,1
8,0
1.409
Menengah bawah
13,0
19,6
8,8
10,3
36,0
28,0
11,3
1.760
Menengah
11,9
23,6
10,3
13,8
40,8
30,4
13,6
1.971
Menengah atas
15,0
27,6
12,7
14,6
42,9
32,5
15,8
2.172
Teratas
16,2
31,7
14,8
18,3
47,3
35,7
17,3
2.659
Jumlah
13,2
24,7
11,1
13,4
40,4
30,8
13,9
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
5,1
19,8
11,8
10,3
31,7
26,5
5,9
7.713
20-24
7,3
24.1
14,8
17,0
34,8
30,2
9,2
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
7,7
25,9
15,3
15,5
37,7
32,2
9,0
6.869
Perdesaan
3,9
16,2
10,1
9,8
27,2
22,9
5,1
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
6,0
11,8
7,5
9,2
19,0
16,5
3,1
63
Tidak tamat SD
0,9
1,3
0,8
2,4
4,9
4,3
1,5
505
Tamat SD
1,9
6,4
2,2
6,3
12,0
11,0
2,9
690
Tidak tamat SLTA
4,7
17,3
10,1
9,5
30,1
25,5
5,0
6.426
Tamat SLTA
7,2
26,0
15,5
16,4
36,2
30,7
8,5
3.301
Perguruan Tinggi
11,9
41,6
27,5
25,6
55,4
47,0
16,8
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
3,0
11,5
6,1
6,7
19,4
16,7
3,5
2.314
Menengah bawah
4,5
17,0
9,7
9,6
27,1
23,3
5,0
2.560
Menengah
5,3
21,0
12,1
12,4
32,9
28,6
6,5
2.534
Menengah atas
7,0
24.1
14,8
15,9
36,9
31,0
8,0
2.607
Teratas
9,6
32,5
21,1
19,2
46,8
38,8
12,6
2.596
Jumlah
6,0
21,5
12,9
12,9
32,9
27,9
7,2
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
28
Keterpajanan Media Massa
Tabel 3.3 Terpajan informasi tertentu melalui radio
Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mendengarkan siaran radio, persentase yang mendengar informasi tertentu dalam enam bulan terakhir
sebelum survei, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Pesan yang didengar
Karakteristik latar belakang
Penundaan
usia kawin
HIV AIDS
IMS Iklan kondom
Narkoba
Minuman
keras
Mencegah
kehamilan
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
5,2
11,1
3,6
4,3
22,0
14,7
5,8
6.750
20-24
7,4
17,8
6,6
8,7
28,0
19,2
10,7
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
6,2
14,8
4,9
6,9
25,7
16,5
7,9
5.890
Perdesaan
5,5
11,2
4,0
3,9
21,3
15,7
6,6
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(0,0)
(8,6)
(0,0)
(8,6)
(18,7)
(9,7)
(8,6)
28
Tidak tamat SD
4,1
2,1
0,5
0,9
12,6
11,2
4,3
119
Tamat SD
4,3
3,2
1,4
5,1
16,3
15,0
4,5
223
Tidak tamat SLTA
5,0
10,3
3,1
3,9
21,3
15,1
5,6
4.928
Tamat SLTA
6,1
15,0
5,3
7,0
25,6
16,0
7,8
2.296
Perguruan Tinggi
8,0
19,4
7,3
8,5
29,0
19,0
11,1
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
3,8
9,7
2,8
3,1
21,2
15,3
6,0
1.409
Menengah bawah
6,4
11,9
3,6
5,0
21,7
16,5
7,9
1.760
Menengah
5,6
11,5
4,7
5,3
22,7
15,1
7,2
1.971
Menengah atas
6,7
14,7
4,7
6,8
24,5
16,0
7,3
2.172
Teratas
6,4
16,4
5,9
6,9
27,1
17,4
8,0
2.659
Jumlah
5,9
13,3
4,5
5,7
23,9
16,2
7,4
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
2,9
9,7
5,1
4,8
19,1
15,2
2,9
7.713
20-24
4,9
16.4
8,7
7,9
24,8
19,9
5,6
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
4,2
14.1
7,1
6,9
22,6
17,5
4,4
6.869
Perdesaan
3,0
10,2
5,8
5,0
19,7
16,4
3,4
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
0,9
9,2
7,5
2,3
13,5
13,5
6,0
63
Tidak tamat SD
2,6
5,0
0,7
4,2
12,2
10,4
1,8
505
Tamat SD
3,4
9,0
4,0
5,9
18,9
16,6
3,0
690
Tidak tamat SLTA
2,9
9,6
5,2
4,7
19,4
15,4
3,0
6.426
Tamat SLTA
4,2
15,3
7,9
7,2
22,9
18,4
5,2
3.301
Perguruan Tinggi
6,3
20,5
11,6
9,7
29,6
23,0
6,2
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
3,2
9,5
4,7
4,7
19,1
15,6
3,0
2.314
Menengah bawah
3,3
11,6
5,6
5,2
21,0
17,2
3,4
2.560
Menengah
3,4
11,5
6,6
6,7
21,4
17,4
4,1
2.534
Menengah atas
4,0
13,8
7,3
6,4
20,8
16,6
4,6
2.607
Teratas
4,4
14,6
8,1
7,0
24,0
18,2
4,4
2.596
Jumlah
3,7
12,3
6,5
6,0
21,3
17,0
3,9
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Keterpajanan Media Massa
29
Tabel 3.4 Terpajan informasi tertentu melalui televisi
Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang melihat siaran televisi, persentase yang melihat informasi tertentu dalam enam bulan terakhir sebelum
survei, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Pesan yang dilihat
Karakteristik latar belakang
Penundaan
usia kawin
HIV AIDS
IMS
Iklan kondom
Narkoba
Minuman
keras
Mencegah
kehamilan
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
26,3
48,8
12,8
31,6
83,5
66,5
32,6
6.750
20-24
30,5
61,8
22,6
51,1
85,1
66,1
43,2
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
28,0
57,3
18,0
45,3
85,7
67,0
37,2
5.890
Perdesaan
27,1
46,9
13,0
27,2
81,5
65,5
34,3
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(2,9)
(11.5)
(1.1)
(13,0)
(29,5)
(28,1)
(10,5)
28
Tidak tamat SD
14,8
9,8
1,2
13,0
46,8
39,5
12,5
119
Tamat SD
20,1
25,7
5,9
23,4
62,7
56,7
21,1
223
Tidak tamat SLTA
25,7
46,5
12,1
30,0
83,7
67,6
31,4
4.928
Tamat SLTA
27,2
59,5
17,1
44,0
86,3
68,2
38,6
2.296
Perguruan Tinggi
33,7
65,6
24,9
51,2
86,9
64,9
46,1
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
20,5
35,0
8,6
19,6
71,0
57,7
24,1
1.409
Menengah bawah
26,0
48,8
12,9
29,7
83,6
67,1
34,6
1.760
Menengah
28,4
53,3
15,6
36,8
86,4
69,4
37,8
1.971
Menengah atas
29,9
58,5
18,2
44,1
87,8
68,8
37,7
2.172
Teratas
30,1
60,7
20,4
48,7
86,3
66,4
40,6
2.659
Jumlah
27,6
53,0
16,0
37,9
84,0
66,4
36,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
17,7
45,8
22,3
46,9
82,6
72,0
18,9
7.713
20-24
20,3
55,7
29,6
62,5
84,5
73,9
27,4
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
20,6
54,5
28,6
60,5
85,6
74,4
25,0
6.869
Perdesaan
16,5
43,8
21,0
44,0
80,7
70,8
18,8
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
19,3
25,4
23,9
30,0
50,4
46,5
17,0
63
Tidak tamat SD
8,6
17.4
7,8
31,3
62,1
53,8
11,1
505
Tamat SD
12,5
30,7
13,2
40,0
69,3
65,0
13,1
690
Tidak tamat SLTA
17,3
44.4
21,4
46,6
83,1
72,5
18,3
6.426
Tamat SLTA
21,0
60,5
30,8
64,9
87,3
76,0
27,7
3.301
Perguruan Tinggi
25,2
67,6
39,3
67,3
90,3
77,5
33,7
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
12,5
32,8
14,2
32,7
70,5
62,2
13,0
2.314
Menengah bawah
17,2
45,6
21,6
46,8
81,7
72,3
19,0
2.560
Menengah
19,0
49,0
24,7
55,2
85,7
74,9
23,4
2.534
Menengah atas
20,7
56.4
29,6
60,8
87,7
76,1
23,9
2.607
Teratas
23,4
62,5
34,5
67,3
89,8
77,2
30,5
2.596
Jumlah
18,7
49,6
25,2
53,0
83,3
72,8
22,2
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
30
Keterpajanan Media Massa
PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI
DAN PENGALAMAN PUBERTAS
4
Temuan Utama
• Pengetahuan masa pubertas: Persentase perubahan
fisik masa pubertas wanita yang paling banyak diketahui
oleh wanita adalah haid (89%), sedangkan yang diketahui
oleh pria adalah pertumbuhan buah dada (60%).
Persentase perubahan fisik masa pubertas pria yang
paling banyak diketahui oleh wanita dan pria adalah
perubahan suara, masing-masing 77 persen dan 53
persen.
• Umur saat pertama haid dan mimpi basah: Dua puluh
delapan persen wanita mendapatkan haid untuk pertama
kalinya ketika berumur 13 tahun dan 27 persen pria
mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya pada
umur 14.
• Pengetahuan masa subur: Persentase wanita dan pria
yang mengetahui masa subur wanita dengan benar,
masing-masing 33 persen dan 37 persen.
• Pengetahuan tentang anemia: Delapan persen wanita
dan 3 persen pria yang dapat menjelaskan anemia
dengan benar.
• Sumber informasi kesehatan reproduksi: Dua belas
persen wanita dan 6 persen pria mengetahui tempat
diskusi/informasi kesehatan reproduksi. Di antara remaja
yang mengetahui tempat diskusi kesehatan reproduksi,
34 persen wanita dan 33 persen pria menyebutkan
Puskesmas PKPR; 16 persen wanita dan 11 persen pria
menyebutkan PIK R/M.
• Pelajaran kesehatan reproduksi di sekolah:
Persentase wanita dan pria yang mendapatkan pelajaran
tentang kesehatan reproduksi manusia (59% dan 55%),
keluarga berencana (12% dan 11%), dan HIV AIDS (48%
dan 46%) pertama kali paling banyak pada mereka yang
berpendidikan SLTP.
B ab ini membahas tentang pengetahuan mengenai sistem reproduksi dan pengalaman pubertas yang
terdiri dari pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas, sumber pengetahuan tentang
perubahan fisik saat pubertas, umur saat pertama kali mendapat haid, pengalaman mimpi basah,
pengetahuan tentang masa subur, serta pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Selain itu, bab ini juga
membahas peran masyarakat, sekolah, keluarga, dan media massa sebagai sumber informasi kesehatan
reproduksi manusia, seksualitas, dan infeksi menular seksual (IMS) termasuk Human Immunodeficiency
Virus (HFV)/Acquired Immunodeficiency syndrome (AIDS).
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 31
4.1 Pengetahuan Wanita Dan Pria Belum Kawin Tentang Perubahan Fisik
Pada Masa Pubertas
Perubahan pada masa pubertas
Masa transisi dari anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan munculnya
tanda-tanda seksual sekunder dan kemampuan bereproduksi dengan ditandai
perubahan hormonal, perubahan fisik, maupun psikologis dan sosial.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Pertumbuhan buah dada dan haid merupakan perubahan fisik masa pubertas pada wanita yang paling banyak
disebutkan oleh responden pria dan wanita. Perubahan fisik masa pubertas pada pria yang paling banyak
disebutkan oleh responden adalah perubahan suara, diikuti tumbuhnya jakun, dan tumbuhnya rambut di
muka, dada, kaki serta sekitar kemaluan. Perubahan fisik masa pubertas pada wanita dan pria yang paling
sedikit disebutkan oleh wanita dan pria adalah peningkatan gairah seksual (Tabel 4.1).
Tren: Proporsi wanita dan pria belum kawin yang mengetahui bahwa pertumbuhan buah dada merupakan
salah satu tanda perubahan fisik wanita pada masa pubertas meningkat dari 72 persen pada SDKI 2012
menjadi 78 persen pada SDKI 2017 untuk wanita dan dari 58 persen pada SDKI 2012 menjadi 60 persen
pada SDKI 2017 untuk pria. Hal ini seiring dengan turunnya persentase wanita dari 5 persen pada SDKI 2012
menjadi 2 persen pada SDKI 2017, dan untuk pria dari 20 persen pada SDKI 2012 menjadi 17 persen pada
SDKI 2017.
Sumber Pengetahuan tentang Perubahan Fisik Masa Pubertas
Sumber informasi tentang perubahan fisik masa pubertas yang paling banyak disebutkan oleh wanita dan
pria adalah guru (79% dan 63%), teman (25% dan 41%) dan internet (22% dan 19%). Hanya 1 persen wanita
dan pria yang mengetahuinya dari radio (Tabel 4.2).
Tren: Persentase wanita dan pria yang mengetahui informasi tentang perubahan fisik masa pubertas dari
guru naik masing-masing dari 61 persen (SDKI 2012) menjadi 79 persen (SDKI 2017) dan dari 46 persen
(SDKI 2012) menjadi 63 persen (SDKI 2017). Kenaikan yang cukup tinggi juga terjadi pada pemanfaatan
internet sebagai sumber informasi mengenai perubahan fisik masa pubertas. Pada SDKI 2012 masing-
masing hanya 5 persen wanita dan pria belum kawin yang memanfaatkan internet sebagai sumber informasi.
Pada SDKI 2017 persentase tersebut meningkat menjadi 22 persen untuk wanita dan 19 persen untuk pria
(Gambar 4.1 dan Gambar 4.2).
Gambar 4.1 Sumber informasi
perubahan fisik masa pubertas
dari guru
Persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 menerima informasi mengenai
perubahan fisik masa pubertas dari guru
■
79
L
Wanita
Pria
'2012 2017
Gambar 4.2 Sumber informasi
perubahan fisik masa pubertas dari
internet
Persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 menerima informasi mengenai
perubahan fisik masa pubertas dari internet
1
22
1
19
Wanita Pria
■ 2012 2017
32 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Haid
Dua puluh delapan persen wanita mendapat haid pertama pada umur 13 tahun, diikuti oleh umur 12 tahun
(26%), dan umur 14 tahun (23%). Di antara wanita yang pada saat survei berumur 15 tahun yang mendapat
haid pertama pada umur 12 tahun (32%) dan 13 tahun (31%), sedangkan wanita yang berumur 24 tahun, 30
persen mendapat haid pertama kali pada umur 13 tahun dan 25 persen pada umur 14 tahun (Tabel 4.3).
Sebelum haid pertama, 58 persen wanita mendiskusikan tentang haid dengan teman, 45 persen dengan ibu,
dan 15 persen dengan guru. Dua puluh satu persen wanita tidak mendikusikannya dengan siapapun (Tabel
4.4).
Mimpi Basah
Dua puluh tujuh persen pria mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya pada umur 14 tahun dan 24
persen ketika umur 15 tahun (Tabel 4.5). Lebih dari separuh pria tidak pernah mendiskusikan dengan
siapapun tentang mimpi basah sebelum mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya. Di antara yang
berdiskusi, 38 persen dengan teman dan 20 persen dengan guru (Tabel 4.6).
4.2 Pengetahuan Masa Subur dan Risiko Kehamilan
Semua wanita dan pria ditanya tentang pengetahuan masa subur wanita dalam siklus bulanan. Pertama
mereka ditanya apakah tahu ada hari-hari tertentu, antara hari pertama haid dengan hari pertama haid
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu seorang wanita mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil
apabila dia berhubungan seksual. Mereka yang menjawab ‘Ya’ atas pertanyaan itu kemudian ditanya kapan
masa subur tersebut, apakah menjelang haid, selama haid, segera setelah haid berakhir, atau di tengah antara
dua masa haid. Jawaban yang benar adalah di tengah antara dua masa haid.
Gambar 4.3 Pengetahuan masa
subur wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-
24 yang mengetahui tentang masa subur
seorang wanita
G ambar 4.4 Pengetahuan masa
subur wanita
Persentase pria belum kawin umur 15-24
yang mengetahui tentang masa subur
seorang wanita
Tidak
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 33
Tiga puluh tiga persen wanita menjawab dengan benar tentang masa subur wanita, 61 persen tidak dapat
menjawab dengan benar, dan 6 persen menjawab tidak tahu (Tabel 4.7 dan Gambar 4.3).
Tiga puluh tujuh persen pria menjawab dengan benar tentang masa subur wanita, 55 persen tidak dapat
menjawab dengan benar, dan 8 persen lainnya menjawab tidak tahu (Tabel 4.7 dan Gambar 4.4).
Lebih dari separuh wanita dan pria berpendapat bahwa wanita dapat menjadi hamil setelah sekali melakukan
hubungan seksual (Tabel 4.8).
Pola berdasarkan karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat wanita dapat menjadi hamil setelah sekali melakukan
hubungan seksual lebih tinggi pada kelompok umur 20-24 dibandingkan kelompok umur 15-19. Sebagai
contoh, 59% pada wanita umur 20-24 berbanding 51% pada wanita umur 15-19 (Tabel 4.8).
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat wanita dapat menjadi hamil setelah sekali melakukan
hubungan seksual paling tinggi di antara mereka yang berpendidikan perguruan tinggi (64% wanita dan
66% pria).
■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui risiko kehamilan setelah sekali berhubungan seksual
meningkat seiring meningkatnya kuintil kekayaan.
Variasi pengetahuan tentang masa subur wanita dan risiko kehamilan menurut provinsi dapat dilihat pada
Lampiran A Tabel A.4.1 dan Tabel A.4.2.
4.3 Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah
Pemeriksaan kesehatan sebelum kawin diperlukan untuk deteksi dini risiko yang berkaitan dengan kesehatan
reproduksi, antara lain pencegahan penyakit menular seksual. Jenis pemeriksaan kesehatan termasuk
pemeriksaan fisik, darah, urin, dan lainnya.
Tujuh puluh persen wanita belum kawin menjawab pemeriksaan yang dibutuhkan sebelum pernikahan
adalah pemeriksaan fisik, diikuti dengan pemeriksaan darah (39%) dan urin (13%) Di antara pria, 73 persen
menjawab pemeriksaan fisik diperlukan sebelum menikah dan diikuti pemeriksaan darah (23%) dan urin
(7%) (Tabel 4.9).
4.4 Pengetahuan Anemia
Anemia karena kekurangan zat besi masih menjadi masalah gizi yang utama di Indonesia. Kekurangan zat
besi adalah gangguan gizi yang paling umum dan tersebar luas di negara-negara berkembang (WHO dkk,
2001). Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi anemia di antara anak-anak umur
5-12 di Indonesia adalah 26 persen, 23 persen pada wanita umur 13-18; 23 persen pada wanita umur 15-49,
dan 37 persen pada ibu hamil. Prevalensi anemia pada pria lebih rendah dari pada wanita, yaitu 12 persen
pada pria umur 13-18 dan 17 persen pada pria di atas 15 tahun (Kementerian Kesehatan, 2013).
Apabila anemia tidak ditangani secara dini pada remaja, maka mungkin terjadi peningkatan risiko anemia
pada saat hamil. Anemia pada wanita hamil akan meningkatkan risiko kematian bila mengalami pendarahan
berat, berat bayi lahir rendah (BBLR), bayi dengan kelainan bawaan lahir, serta meningkatnya risiko anak
pendek ( stunting ). Anemia tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi dapat terjadi juga pada pria.
Dalam SDKI 2017, pengetahuan anemia ditanyakan dan dirinci ke dalam tiga bagian, yaitu pemahaman
wanita dan pria akan anemia, penyebab anemia, dan cara mengatasi anemia.
34 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Pemahaman Mengenai Anemia
Sebagian besar wanita dan pria memiliki pemahaman yang kurang benar tentang anemia. Anemia dipahami
sebagai kurang darah oleh wanita dan pria (masing-masing 73% dan 63%). Kesalahan pemahaman ini lebih
membahayakan untuk wanita di kemudian hari dibanding untuk pria. Hanya 8 persen wanita dan 3 persen
pria yang dapat menjawab dengan benar pertanyaan tentang arti anemia (Tabel 4.10 dan Gambar 4.5).
Pengetahuan Penyebab Anemia
Wanita dan pria yang pernah mendengar tentang anemia, ditanya lebih lanjut mengenai penyebab anemia.
Di antara mereka yang dapat menjawab, 37 persen wanita dan 23 persen pria berpendapat bahwa anemia
disebabkan oleh kurangnya konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Dua puluh enam persen wanita dan
20 persen pria mengetahui anemia disebabkan oleh kurang mengonsumsi daging, ikan, dan hati. Delapan
belas persen wanita dan 13 persen pria menjawab anemia disebabkan oleh kurang gizi (malnutrisi) (Tabel
4.11).
Pengetahuan Cara Mengatasi Anemia
Wanita dan pria yang pernah mendengar tentang anemia kemudian ditanya bagaimana seharusnya anemia
diobati. Di antara mereka yang dapat menjawab, sebagian besar wanita dan pria menjawab minum pil untuk
menambah darah (masing-masing 59% dan 48%). Jawaban lainya adalah meningkatkan konsumsi sayur-
sayuran yang kaya akan zat besi (masing-masing 34% dan 21%), mengonsumsi daging, ikan dan hati
(masing-masing 22% dan 18%). Tujuh belas persen wanita dan 6 persen pria yang menjawab minum tablet
besi (Tabel 4.12).
Gambar 4.5 Pengetahuan tentang anemia
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar anemia dan
persepsi tentang anemia
■ Wanita h Pria
Variasi pengetahuan tentang anemia menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.4.3.
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 35
4.5 Diskusi Tentang Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi
Keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dalam segala hal
yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan proses-prosesnya.
Diskusi tentang kesehatan reproduksi
Kepada siapa dan di mana wanita dan pria mendiskusikan segala sesuatu
yang berkaitan tentang kesehatan reproduksi termasuk tentang keluarga
berencana, HIV AIDS, dan infeksi menular seksual (IMS).
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Salah satu informasi yang disajikan pada SDKI2017 komponen kesehatan reproduksi remaja adalah diskusi
tentang isu yang bekaitan dengan kesehatan reproduksi dan berbagai sumber informasi yang diperoleh
remaja, sumber informasi kesehatan reproduksi yang disukai remaja, dan pengetahuan remaja tentang pusat
kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, kapan pertama kali remaja mendapatkan informasi tentang
kesehatan reproduksi, yang terdiri dari pengetahuan tentang keluarga berencana, HIV AIDS, dan IMS.
Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi
Mayoritas wanita dan pria yang mengetahui tentang kesehatan reproduksi mendiskusikannya dengan teman,
masing-masing 62 persen dan 51 persen. Lima puluh tiga persen wanita berdiskusi dengan ibu dan 42 persen
pria berdiskusi dengan guru. Persentase yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan ayah, 4 persen
pada wanita dan 8 persen pada pria (Tabel 4.13 dan Gambar 4.6).
Gambar 4.6 Diskusi Kesehatan Reproduksi
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang diajak diskusi tentang
kesehatan reproduksi
■ Wanita «Pria
62
Teman Ibu Ayah Saudara Kerabat Guru Petugas Pemuka Tidak ada
kesehatan agama
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi dengan teman lebih tinggi
pada kelompok umur 20-24 dibandingkan umur 15-19, yaitu 68 persen dan 59 persen pada wanita, dan
55 persen dan 49 persen pada pria (Tabel 4.13).
■ Persentase wanita dan pria di perkotaan yang mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi lebih tinggi
dari yang tinggal di perdesaan. Sebagai contoh, wanita yang mendiskusikan kesehatan reproduksi
dengan teman, 64 persen wanita yang tinggal di perkotaan dan 58 persen yang tinggal di perdesaan.
Sedangkan, pria yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan teman, 56 persen yang tinggal di
perkotaan dan 46 persen yang tinggal di perdesaan.
36 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
■ Persentase wanita dan pria yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan teman, ibu, ayah, saudara
kandung, dan petugas kesehatan cenderung meningkat mulai dari pendidikan tidak tamat SD sampai
dengan perguruan tinggi.
■ Persentase wanita dan pria yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan teman, ibu, ayah, saudara
kandung, dan guru cenderung meningkat seiiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
Variasi diskusi tentang kesehatan reproduksi menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel
A.4.4.1 dan Tabel A.4.4.2,
Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi di Pusat Kesehatan Reproduksi Remaja
Bagian ini menjelaskan tentang tempat yang menjadi sumber informasi wanita dan pria tentang kesehatan
reproduksi. Pilihan tempat informasi kesehatan reproduksi adalah Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan
Reproduksi Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) atau Pusat Konsultasi Reproduksi Remaja-Pusat Informasi
Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR-PIKER) yang dikelola oleh BKKBN, Puskesmas PKPR yang
dikelola oleh Kementerian Kesehatan, Youth Center, dan lainnya.
Gambar 4.7 Pengetahuan sumber informasi dan
konseling
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 14-24 menurut tempat
diskusi kesehatan reproduksi
Tahu tempat PIK R/M Puskesmas Youth Centre Lainnya Tidak tahu/
informasi PKPR tidak ingat
kespro
■ Wanita »Pria
Tabel 4.14 dan Gambar 4.7 menunjukkan 12 persen wanita dan 6 persen pria mengetahui tempat sumber
informasi tentang kesehatan reproduksi. Di antara wanita dan pria yang mengetahui tempat diskusi
kesehatan reproduksi, Puskesmas PKPR paling banyak disebutkan oleh mereka, yaitu 34 persen wanita dan
33 persen pria. Selain itu, 16 persen wanita dan 11 persen pria mengetahui PIK R/M sebagai tempat diskusi
kesehatan reproduksi.
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui tempat sumber informasi tentang kesehatan reproduksi dari
PIK R/M lebih tinggi pada kelompok umur 15-19 dibandingkan 20-24 , yaitu 17 persen dan 16 persen
pada wanita, 13 persen dan 19 persen pada pria. Sementara itu, persentase wanita yang mengetahui
Puskemas PKPR sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi lebih tinggi pada wanita yang berumur
20-24 tahun (35%) dibandingkan dengan wanita yang berumur 15-19 (34%). Sebaliknya, persentase
pria yang mengetahui Puskesmas PKPR sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi lebih tinggi
pada pria berumur 15-19 (35%) dibandingkan pria berumur 20-24 (31%).
■ Pengetahuan wanita dan pria tentang PIK R/M dan Puskesmas PKPR sebagai sumber informasi
kesehatan reproduksi bervariasi antar kelompok tempat tinggal, pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel
4.14).
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 37
Variasi pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja menurut provinsi dapat
dilihat pada Lampiran A Tabel A.4.5.1 dan Tabel A.4.5.2,
Sumber Pilihan Informasi tentang Kesehatan Reproduksi yang Diinginkan
Wanita dan pria dalam survei ditanya mengenai sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang
kesehatan reproduksi. Petugas kesehatan merupakan sumber informasi yang paling banyak disebut, 43
persen wanita dan 49 persen pria. Persentase wanita yang memilih ibu sebagai sumber informasi tentang
kesehatan reproduksi adalah 43 persen. Persentase pria yang mengetahui kesehatan reproduksi dari teman
(26%) dan guru (25%) (Tabel 4.15 dan Gambar 4.8).
Gambar 4.8 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut orang yang disukai
untuk diskusi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi
49
Teman Ibu Ayah Saudara Kerabat Guru Petugas Pemuka Lainnya
kesehatan agama
■ Wanita *Pria
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Wanita dan pria yang mengatakan sumber informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi dari ibu
dan guru lebih tinggi pada kelompok umur 15-19 dibandingkan kelompok umur 20-24 . Sebagai contoh,
33 persen wanita dan pria umur 15-19 mengatakan guru sebagai sumber informasi lebih lanjut tentang
kesehatan reproduksi dibandingkan 14 persen wanita dan pria umur 20-24 (Tabel 4.15).
■ Persentase pria yang memilih petugas kesehatan sebagai sumber informasi lebih lanut tentang kesehatan
reproduksi lebih tinggi pada pria yang tinggal di perkotaan (53%) dibandingkan dengan pria yang
tinggal di perdesaan (46%).
Variasi sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi menurut
provinsi Lampiran A Tabel A.4.6.1 dan Tabel A.4.6.2,
4.6 Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi yang Diterima Pertama Kali
Sumber informasi kesehatan reproduksi yang pertama diterima di
sekolah:
Sumber informasi tentang kesehatan reproduksi dari sekolah yang diterima
pertama kali oleh wanita dan pria. Pelajaran kesehatan reproduksi meliputi
sistem reproduksi manusia, cara mengatur kelahiran, dan HIV AIDS.
Sampel, wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
38 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Lebih dari separuh wanita dan pria menerima pelajaran tentang kesehatan reproduksi manusia pertama kali
di SLTP, masing-masing 59 persen dan 55 persen (Tabel 4.16). Pengetahuan tentang KB tidak umum
dibahas di sekolah. Hal ini terlihat dari rendahnya persentase responden yang menjawab bahwa mereka
menerima pelajaran tentang KB di sekolah. Secara umum, 12 persen wanita dan 11 persen pria pertama kali
mendapat pelajaran tentang KB di SLTP (Tabel 4.17). Pelajaran tentang HIV AIDS diterima pertama kali
di SLTP oleh 48 persen wanita dan 46 persen pria (Tabel 4.18).
Pola menurut karakteristik latar belakang
Pelajaran tentang kesehatan reproduksi manusia, KB dan HIV AIDS di sekolah memperlihatkan pola yang
sama (Tabel 4.16, Tabel 4.17, dan Tabel 4.18). Di semua tingkat pendidikan, wanita yang tinggal di
perkotaan sedikit lebih besar kemungkinannya untuk menerima pelajaran di tiga bidang itu dibandingkan
dengan yang tinggal di perdesaan. Persentase pria yang menjawab tentang pelajaran kesehatan reproduksi,
KB dan HIV AIDS di sekolah bervariasi menurut kuintil kekayaan.
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 39
Daftar Tabel
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan tentang sistem reproduksi dan pengalaman pubertas,
lihat tabel berikut:
• Tabel 4.1
• Tabel 4.2
• Tabel 4.3
• Tabel 4.4
• Tabel 4.5
• Tabel 4.6
• Tabel 4.7
• Tabel 4.8
• Tabel 4.9
• Tabel 4.10
• Tabel 4.11
• Tabel 4.12
• Tabel 4.13
• Tabel 4.14
• Tabel 4.15
• Tabel 4.16
• Tabel 4.17
• Tabel 4.18
Pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas
Sumber pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas
Umur saat pertama kali mendapat haid
Diskusi sebelum haid pertama: Wanita
Umur saat pertama kali mengalami mimpi basah: Pria
Diskusi mimpi basah sebelum mimpi basah pertama: Pria
Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita
Pengetahuan tentang risiko kehamilan
Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah
Pengetahuan tentang anemia
Pengetahuan tentang penyebab anemia
Pengetahuan tentang cara mengatasi anemia
Diskusi kesehatan reproduksi
Pengetahuan sumber informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi
Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi
Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi manusia
Pengetahuan tentang keluarga berencana
Pengetahuan tentang HIV AIDS
40 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.1 Pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui tentang perubahan fisik pria dan wanita pada masa pubertas,
menurut umur dan jenis kelamin, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Indikator perubahan fisik
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Remaja pria
Pertumbuhan otot
32,1
34,0
32,7
23,4
23,8
23,5
Perubahan suara
76,1
77,7
76,6
54,3
50,1
52,7
Pertumbuhan rambut di muka, sekitar
kemaluan, dada, kaki, dan lengan
49,3
48,2
48,9
52,7
49,7
51,5
Meningkatnya gairah seksual
4,3
5,4
4,6
6,7
11,1
8,4
Mimpi basah
36,9
38,9
37,6
49,6
53,5
51,1
Tumbuh jakun
68,9
66,2
68,0
45,0
39,5
42,8
Pengerasan puting susu
1,2
1,8
1,4
2,9
3,5
3,1
Lainnya
1,9
2,7
2,1
7,1
11,2
8,7
Tidak tahu tanda apapun
5,6
4,6
5,3
7,9
7,0
7,5
Remaja wanita
Pertumbuhan rambut pada sekitar
kemaluan dan ketiak
39,5
36,5
38,5
23,0
23,0
23,0
Pertumbuhan buah dada
77,5
80,6
78,5
58,1
62,5
59,8
Pertumbuhan paha
39,7
32,2
37,3
23,2
19,6
21,8
Meningkatnya gairah seksual
4,2
5,9
4,8
3,1
5,1
3,9
Haid
87,8
90,5
88,7
55,9
61,3
58,0
Lainnya
3,5
4,4
3,8
4,4
6,8
5,3
Tidak tahu tanda apapun
2,4
2,2
2,3
18,3
15,0
17,1
Jumlah
6.750
3.221
9.971
7.713
4.899
12.612
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
41
Tabel 4.2 Sumber pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menerima informasi mengenai perubahan fisik pada pria atau wanita saat pubertas dari
berbagai sumber, menurut umur, Indonesia 2017
Sumber informasi mengenai perubahan
fisik
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Teman
24,4
26,6
25,1
37,1
46,0
40,5
Ibu
16,8
18,5
17,3
4,1
3,5
3,9
Ayah
1,6
1,9
1,7
2,8
2,7
2,7
Saudara kandung
3,6
4,9
4,0
1,2
1,7
1,4
Kerabat
4,6
7,3
5,5
2,6
3,0
2,8
Guru
81,4
73,0
78,7
67,7
56,0
63,2
Petugas kesehatan
3,6
4,6
3,9
2,2
2,1
2,1
Pemuka agama
1,8
1,9
1,8
4,5
4,5
4,5
Televisi
5,8
8,7
6,8
8,0
10,3
8,9
Radio
0,5
0,8
0,6
0,6
1,0
0,8
Buku/majalah/surat kabar
19,4
21,6
20,1
10,1
9,4
9,8
Internet
18,5
27,8
21,5
16,3
24,0
19,3
Lainnya
1,4
2,0
1,6
1,6
2,8
2,1
Tidak menjawab/Tidak tahu
0,5
0,7
0,6
0,8
0,9
0,9
Jumlah
6.750
3.221
9.971
7.713
4.899
12.612
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.3 Umur saat pertama kali mendapat haid
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang mendapat haid pertama kali menurut umur pada saat survei dilakukan, Indonesia 2017
_ Umur saat mendapat haid pertam a_
Tidak
Tidak pernah
<10 11 12 13 14 15 16 17+ terjawab haid Jumlah Jumlah wanita
Umur saat
survei
(tahun)
15
2,4
10,5
32,1
31,0
19,3
2,8
0,0
0,0
0,0
1,9
100,0
1.523
16
2,8
8,1
25,9
29,9
23,3
8,4
1,1
0,0
0,1
0,6
100,0
1.507
17
1,6
6,3
28,3
27,1
23,0
11,1
2,2
0,1
0,0
0,3
100,0
1.614
18
1,5
6,5
26,9
26,3
22,3
13,5
2,6
0,2
0,1
0,0
100,0
1.115
19
1,6
7,8
22,1
28,5
23,2
11,9
4,0
0,8
0,2
0,0
100,0
992
20
1,7
4,2
23,5
27,0
24,8
14,3
2,8
1,1
0,3
0,3
100,0
972
21
1,0
6,2
23,4
24,1
24,0
15,6
4,5
1,2
0,1
0,0
100,0
793
22
2,3
6,0
22,2
25,3
25,0
12,7
3,3
2,8
0,4
0,0
100,0
607
23
3,3
5,4
20,7
22,6
23,8
17,4
4,3
1,9
0,5
0,0
100,0
492
24
1,4
3,8
23,2
30,0
25,2
12,5
2,0
1,7
0,2
0,0
100,0
357
Jumlah
2,0
7,0
26,0
27,7
22,9
10,9
2,3
0,6
0,1
0,5
100,0
9.971
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
43
44
Tabel 4. 4 Diskusi sebelum haid pertama: Wanita
Persentase wanita yang belum kawin umur 15-24 yang telah haid, yang
diskusi haidnya dengan orang-orang tertentu sebelum haid pertama,
Indonesia 2017
Umur
Orang yang diajak diskusi
15-19
20-24
Jumlah
Teman
59,7
53,1
57,5
Ibu
43,4
49,1
45,2
Ayah
0,7
1,3
0,9
Saudara
13,4
15,1
13,9
Keluarga
7,8
9,5
8,3
Guru
15,4
15,4
15,4
Petugas kesehatan
0,7
0,7
0,7
Pemuka agama
0,6
1,1
0,8
Lainnya
1,0
0,5
0,9
Tidak satupun
20,6
21,5
20,9
Jumlah
6.708
3.218
9.925
Tabel 4.5 Umur saal pertama kali mengalami mimpi basah: Pria
Distribusi pria belum kawin umur 15-24 yang telah mengalami mimpi basah menurut umur pada saat mengalami mimpi basah pertama kali,
Indonesia 2017
Umur saat pertama kali mengalami mimpi basah
Umur saat survei
(tahun)
< 10
11
12
13
14
15
16
17+
Tidak
terjawab
Tidak pernah
mimpi basah
Jumlah
Jumlah
15
0,9
1,7
11,3
29,0
31,7
10,5
0,0
0,0
0,0
14,8
100,0
1.715
16
1,0
1,8
7,6
20,8
31,5
25,7
4,7
0,0
0,2
6,7
100,0
1.648
17
1,0
1,4
7,6
18,9
26,3
27,8
11,4
2,1
0,0
3,4
100,0
1.840
18
0,7
1,0
6,9
14,9
24,8
30,3
11,4
6,7
0,1
3,1
100,0
1.304
19
1,2
1,5
6,3
14,0
22,3
26,2
13,7
10,6
0,3
3,9
100,0
1.206
20
0,2
2,0
5,7
14,6
26,1
24,9
10,3
15,0
0,2
1,0
100,0
1.153
21
0,2
0,4
5,1
15,9
24,2
25,4
10,9
16,7
0,1
1,1
100,0
998
22
0,5
0,9
6,6
15,4
24,2
23,6
12,4
13,8
0,3
2,3
100,0
1.084
23
0,6
0,6
7,4
14,5
24,3
25,8
9,5
14,9
0,1
2,2
100,0
901
24
1,1
0,8
5,6
15,1
24,5
24,6
11,4
13,5
0,5
3,0
100,0
763
Jumlah
0,8
1,3
7,3
18,2
26,6
24,1
9,0
7,8
0,2
4,8
100,0
12.612
• Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.6 Diskusi mimpi basah sebelum mimpi basah pertama: Pria
Persentase pria yang belum kawin umur 15-24, yang diskusi dengan orang-
orang tertentu tentang mimpi basah sebelum mengalami mimpi basah,
Indonesia 2017
Umur
Orang yang diajak diskusi
15-19
20-24
Jumlah
Teman
37,4
39,0
38,0
Ibu
1,5
1,6
1,5
Ayah
1,3
1,6
1,4
Saudara
0,8
1,0
0,9
Keluarga
1,2
1,2
1,2
Guru
20,2
18,5
19,5
Petugas kesehatan
0,4
0,2
0,3
Pemuka agama
2,8
4,1
3,3
Lainnya
0,0
0,1
0,1
Tidak satupun
56,7
51,3
54,5
Jumlah
7.188
4.796
11.984
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 45
Tabel 4.7 Penaetahuan tentana masa subur seorana wanita
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui bahwa ada hari-hari tertentu dalam siklus haid seorang
wanita ketika dia lebih mungkin bisa hamil menurut kondisi masa subur mereka, menurut umur, Indonesia 2017
Masa subur
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
15-19
20-24
Total
15-19
20-24
Jumlah
Sebelum masa subur
10,7
9,6
10,3
11,2
11,4
11,3
Selama masa subur
2,8
0,9
2,1
2,6
1,6
2,1
Segera setelah masa subur
50,0
48,0
49,2
39,5
43,2
41,2
Pertengahan masa subur
29,7
37,8
32,8
37,0
36,5
36,8
Lainnya
0,0
0,0
0,0
0,2
0,2
0,2
Tidak tahuTTidak terjawab
6,7
3,7
5,6
9,5
7,1
8,3
Jumlah
100,0
100,0
100,0
100,0
100,0
100,0
Jumlah
3.553
2.256
5.809
2.351
2.125
4.476
Tabel 4.8 Pengetahuan tentang risiko kehamilan
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa wanita menjadi hamil setelah
sekali melakukan hubungan seksual menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita Pria
Persen
Jumlah
Persen
Jumlah
Umur
15-19
50,5
6.750
48,6
7.713
20-24
59,3
3.221
56,3
4.899
Tempat Tinggal
Perkotaan
55,7
5.890
53,9
6.869
Perdesaan
49,8
4.081
48,9
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
26,0
28
35,6
63
Tidak Tamat SD
25,7
119
32,2
505
Tamat SD
31,5
223
43,6
690
Tidak Tamat SLTA
49,5
4.928
48,2
6.426
Tamat SLTA
53,8
2.296
56,1
3.301
Perguruan Tinggi
64,4
2.378
65,8
1.627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
43,8
1.409
43,9
2.314
Menengah Bawah
51,1
1.760
49,4
2.560
Menengah
51,9
1.971
51,9
2.534
Menengah Atas
56,5
2.172
54,1
2.607
Teratas
58,2
2.659
57,9
2.596
Jumlah
53,3
9.971
51,6
12.612
46
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.9 Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum menikah itu perlu, menurut
jenis pemeriksaan dan umur, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Jenis pemeriksaan kesehatan
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Fisik
70,0
68,6
69,5
71,0
75,3
72,7
Darah
34,9
45,9
38,5
21,2
25,7
23,0
Air seni
11,3
17,8
13,4
6,6
8,0
7,2
Lainnya
1,2
1,6
1,4
1,5
2,5
1,9
Tidak tahu
9,7
5,8
8,4
12,3
7,4
10,4
Tidak terjawab
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
Jumlah
6.062
3.000
9.043
6.091
4.020
10.110
Tabel 4.10 Pengetahuan tentang anemia
Di antara wanita dan pria yang belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, dan mempunyai persepsi tentang anemia,
menurut umur, Indonesia 2017
Pengetahuan tentang anemia
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Hemoglobin (Hb) rendah
4,0
7,7
5,2
2,5
3,5
2,9
Kurang zat besi
7,3
10,5
8,4
3,1
3,0
3,1
Kurang sel darah merah
13,9
17,4
15,1
7,7
8,3
8,0
Kurang darah
71,5
75,7
73,0
60,1
67,6
63,2
Kurang Vitamin
4,5
3,3
4,1
2,3
3,0
2,6
Tekanan darah rendah
3,6
5,4
4,2
2,6
4,0
3,1
Lainnya
3,4
4,1
3,6
6,7
6,0
6,4
Tidak tahu
13,2
6,9
11,0
27,4
19,7
24,2
Jumlah
5.350
2.791
8.141
3.944
2.790
6.734
Tabel 4.11 Pengetahuan tentang penyebab anemia
Di antara wanita dan pria yang belum kawin 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, persentase yang melaporkan penyebab khusus
anemia, 2017
Penyebab anemia
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Kurang mengkonsumsi daging, ikan,
dan hati
23,8
30,1
26,0
17,3
22,9
19,6
Kurang mengkonsumsi sayur-sayur
dan buah-buahan
35,2
39,8
36,7
21,5
25,5
23,2
Perdarahan
6,6
8,0
7,1
4,1
4,0
4,1
Haid
11,5
12,9
12,0
1,5
1,8
1,6
Malnutrisi
17,3
19,3
18,0
11,8
14,8
13,1
Penyakit infeksi
0,5
0,6
0,5
1,2
1,3
1,2
Lainnya
8,3
9,6
8,8
9,3
9,3
9,3
Tidak tahu
23,9
14,9
20,8
40,5
30,2
36,2
Jumlah
5.350
2.791
8.141
3.944
2.790
6.734
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
47
Tabel 4.12 Pengetahuan tentang cara mengatasi anemia
Di antara wanita dan pria yang belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, persentase yang melaporkan cara
mengatasi anemia, menurut
umur, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Cara mengatasi anemia
15-19
20-24 Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Minum pil untuk menambah darah
57,0
63,8
59,3
45,1
51,8
47,9
Minum tablet besi
14,0
21,7
16,7
5,8
6,8
6,2
Meningkatkan konsumsi daging, ikan,
dan hati
19,8
27,0
22,3
15,2
22,0
18,0
Meningkatkan konsumsi sayur-
sayuran yang kaya akan zat besi
31,8
37,1
33,6
19,1
22,8
20,6
Lainnya
2,8
3,3
3,0
3,7
4,9
4,2
Tidak tahu
8,8
6,0
7,8
18,9
13,7
16,8
Jumlah
5.350
2.791
8.141
3.944
2.790
6.734
Tabel 4.13 Diskusi kesehatan reproduksi
Persentase wanita dan pria yang belum kawin umur 15-24, mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan orang lain menurut karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Diskusi Kesehatan Reproduksi
Karakteristik latar
Saudara
Petugas
Pemuka
belakang
Teman
Ibu
Ayah
Kandung
Kerabat
Guru
kesehatan
agama
Tidak ada
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
58,5
50,2
3,8
24,6
23,6
49,6
18,1
4,4
15,9
6.750
20-24
68,0
58,7
5,3
36,5
33,5
41,9
28,5
4,6
12,7
3.221
Tempat tinggal
Perkotaan
64,3
57,1
4,8
30,7
28,7
46,9
22,1
4,6
12,8
5.890
Perdesaan
57,7
47,0
3,5
25,2
24,0
47,4
20,6
4,3
17,8
4.081
Pendidikan
Tidak Sekolah
27,8
33,6
0,5
21,9
19,8
13,1
4,5
8,6
49,9
28
Tidak tamat SD
22,1
24,4
0,7
13,7
12,2
4,1
2,9
0,1
60,6
119
Tamat SD
29,8
34,9
2,2
19,5
14,3
6,0
4,2
1,3
47,5
223
Tidak tamat SLTA
57,5
48,3
3,8
23,4
22,2
50,1
15,9
4,4
16,2
4.928
Tamat SLTA
60,5
52,6
3,9
29,4
26,6
44,2
21,7
4,0
14,5
2.296
Perguruan tinggi
76,4
66,3
5,9
39,6
38,5
50,2
35,5
5,6
6,6
2.378
Kuintil kekayaan
Terendah
50,1
41,2
3,6
22,7
18,5
42,2
16,1
2,7
25,3
1.409
Menengah ke bawah
57,3
46,1
3,3
25,4
25,2
45,3
16,9
4,8
18,6
1.760
Menengah
61,1
50,1
4,0
29,1
25,8
47,6
20,3
5,2
14,3
1.971
Menengah ke atas
64,7
57,2
4,3
29,0
28,3
48,7
23,7
4,8
11,9
2.172
Tertinggi
68,3
62,3
5,4
32,5
31,8
49,2
26,4
4,3
9,7
2.659
Jumlah
61,6
53,0
4,3
28,4
26,8
47,1
21,5
4,5
14,8
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
48,7
10,5
8,0
8,5
9,5
44,4
16,5
11,0
28,3
7,713
20-24
54,8
11,4
8,8
12,2
14,0
38,2
21,5
12,8
26,6
4,899
Tempat tinggal
Perkotaan
55,5
13,9
10,4
12,0
12,9
45,1
21,3
12,7
23,0
6,869
Perdesaan
45,7
7,1
5,7
7,5
9,2
38,2
15,0
10,5
33,2
5,743
Pendidikan
Tidak Sekolah
37,6
17,9
7,3
5,9
18,6
19,3
20,2
13,9
43,7
63
Tidak tamat SD
32,1
7,2
5,0
8,0
5,4
4,9
7,9
3,4
58,4
505
Tamat SD
46,9
9,3
6,7
8,0
10,9
9,4
10,3
8,2
43,2
690
Tidak tamat SLTA
47,6
9,8
7,5
8,5
9,1
44,3
16,4
10,9
28,4
6,426
Tamat SLTA
53,7
9,6
7,9
10,6
12,3
44,2
21,0
12,5
24,6
3,301
Perguruan tinggi
67,5
18,8
13,9
16,0
19,5
54,7
27,6
17,6
13,9
1,627
Kuintil kekayaan
Terendah
44,5
7,4
5,9
7,6
8,5
31,2
16,6
8,6
37,0
2,314
Menengah ke bawah
47,7
8,6
6,5
9,8
10,4
39,6
16,3
11,1
30,5
2,560
Menengah
48,4
9,3
7,3
9,1
10,3
42,1
17,2
11,9
29,2
2,534
Menengah ke atas
56,2
11,5
8,1
10,9
12,1
45,3
19,5
12,2
23,3
2,607
Tertinggi
57,7
16,9
13,3
12,1
14,5
50,7
22,2
14,3
19,4
2,596
Jumlah
51,1
10,8
8,3
10,0
11,2
42,0
18,4
11,7
27,6
12,612
48 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.14 Pengetahuan sumber informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang tahu sumber informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dan persentase
menurut sumber informasi, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui
tempat sumber informasi tentang kesehatan reproduksi remaja:
persentase yang menyebutkan
Persentase
yang tahu
tempat
mendapatkan
informasi dan
konsultasi
Karakteristik latar
tentang
Puskemas
Youth
Tidak
belakang
kesehatan
Jumlah
PIK-R/M
PKPR
center
lainnya
Tidak tahu
terjawab
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
10,2
6.750
17,0
33,5
1,8
20,2
32,0
0,3
691
20-24
14,5
3.221
15,5
35,2
3,7
19,4
30,9
0,0
468
Tempat tinggal
Perkotaan
12,1
5.890
16,1
33,1
3,2
20,6
32,4
0,2
715
Perdesaan
10,9
4.081
16,8
36,0
1,5
18,6
30,2
0,1
445
Pendidian
Tidak Sekolah
2,9
28
0,0
100,0
0,0
0,0
0,0
0,0
1
Tidak tamat SD
0,8
119
0,0
0,0
0,0
0,0
100,0
0,0
1
Tamat SD
Tidak tamat
2,0
223
0,0
12,2
0,0
33,4
54,5
0,0
4
SLTA
9,5
4.928
17,2
33,1
1,9
22,1
29,9
0,4
471
Tamat SLTA
9,7
2.296
14,6
39,3
1,7
17,0
30,8
0,0
222
Perguruan tinggi
19,4
2.378
16,5
33,0
3,7
18,9
33,3
0,0
461
Kuintil kekayaan
Terendah
5,6
1.409
13,3
35,9
1,2
26,9
30,1
0,0
79
Menengah ke
bawah
11,6
1.760
12,3
30,7
2,7
16,4
38,6
0,0
204
Menengah
Menengah ke
10,3
1.971
15,8
38,6
0,9
17,6
29,7
0,0
202
atas
12,9
2.172
15,9
34,8
0,5
23,3
30,0
0,0
280
Tertinggi
14,8
2.659
19,7
33,0
5,1
18,9
30,3
0,5
393
Jumlah
11,6
9.971
16,4
34,2
2,6
19,9
31,6
0,2
1.159
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
4,8
7.713
12,6
35,0
2,5
15,1
35,9
0,9
374
20-24
7,9
4.899
8,5
31,0
4,3
17,0
41,0
0,5
387
Tempat tinggal
Perkotaan
7,5
6.869
10,4
30,7
3,5
16,8
40,4
0,9
514
Perdesaan
4,3
5.743
10,6
37,7
3,2
14,5
34,7
0,4
247
Pendidian
Tidak Sekolah
3,1
63
29,2
9,2
9,2
70,8
0,0
0,0
2
Tidak tamat SD
1,7
505
0,0
12,2
0,0
25,9
61,9
0,0
9
Tamat SD
Tidak tamat
1,5
690
0,0
42,9
0,0
18,5
38,6
0,0
10
SLTA
4,5
6.426
9,7
35,6
1,7
12,0
41,1
1,2
286
Tamat SLTA
7,4
3.301
8,2
34,6
4,7
19,0
35,7
0,9
245
Perguruan tinggi
12,8
1.627
15,0
28,0
4,5
17,1
37,8
0,0
208
Kuintil kekayaan
Terendah
2,9
2.314
13,8
30,0
0,0
17,2
41,2
0,0
67
Menengah ke
bawah
6,0
2.560
11,9
35,3
1,8
18,2
32,6
0,1
154
Menengah
Menengah ke
5,5
2.534
7,3
38,4
2,6
11,5
39,3
1,7
140
atas
7,7
2.607
13,3
31,9
3,5
13,8
39,1
1,0
200
Tertinggi
7,7
2.596
7,7
29,5
6,1
19,3
41,0
0,5
201
Jumlah
6,0
12.612
10,5
33,0
3,4
16,0
38,5
0,7
761
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
49
Tabel 4.15 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, menurut dengan siapa mereka ingin membicarakan lebih banyak tentang ksehatan
reproduksi menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Diskusi tentang kesehatan reproduksi
Karakteristik
latar Saudara Petugas Pemuka Tidak Tidak
belakang
Teman
Ibu
Ayah
Kandung
Kerabat
Guru
keshatan
agama
Lainnya
tahu
terjawab
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
20,2
44,5
1,7
8,6
6,7
32,6
39,8
0,6
0,4
3,3
0,1
6.750
20-24
23,9
39,7
1,3
11,3
6,7
13,9
50,7
0,9
0,9
2,9
0,2
3.221
Tempat
tinggal
Perkotaan
21,3
46,1
1,8
9,5
7,0
25,6
43,2
0,5
0,5
2,4
0,1
5.890
Perdesaan
21,6
38,5
1,3
9,3
6,2
28,0
43,5
0,9
0,6
4,4
0,2
4.081
Pendidian
Tidak
sekolah
20,6
38,6
0,5
10,8
5,9
8,6
19,8
8,6
0,0
33,2
3,1
28
Tidak tamat
SD
14,4
41,6
2,6
10,8
8,8
1,5
15,1
0,5
0,0
28,9
0,0
119
Tamat SD
Tidak
tamat
17,3
45,1
1,6
15,4
9,6
3,2
26,6
0,0
0,0
15,7
1,1
223
SLTA
Tamat
19,6
43,6
1,9
8,1
6,1
36,3
38,2
0,6
0,5
3,5
0,1
4.928
SLTA
24,4
42,7
0,7
11,0
7,8
15,7
46,1
0,8
0,6
2,4
0,0
2.296
Perguruan
tinggi
23,1
41,9
1,9
10,2
6,5
20,5
54,5
0,9
0,8
0,6
0,1
2.378
Kuintil
kekayaan
Terendah
22,1
34,9
1,9
10,4
5,9
28,9
38,0
0,6
0,4
7,5
0,2
1.409
Menengah
ke bawah
23,6
38,6
1,7
9,7
7,9
26,3
42,4
0,8
1,1
4,0
0,3
1.760
Menengah
Menengah
20,4
42,4
1,8
8,8
6,1
26,4
44,6
0,7
0,4
2,8
0,1
1.971
ke atas
21,4
45,3
1,6
9,2
6,6
26,1
44,8
0,8
0,4
2,4
0,1
2.172
Tertinggi
20,3
48,7
1,2
9,5
6,9
26,1
44,6
0,6
0,6
1,4
0,0
2.659
Jumlah
21,4
43,0
1,6
9,5
6,7
26,6
43,3
0,7
0,6
3,2
0,1
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
24,3
13,9
11,0
3,2
4,4
32,7
46,5
3,7
0,6
9,8
0,1
7.713
20-24
29,7
10,5
7,5
3,9
4,8
13,9
54,0
3,4
0,6
8,7
0,1
4.899
Tempat
tinggal
Perkotaan
25,5
14,8
11,0
3,7
4,7
24,8
52,5
3,1
0,7
7,7
0,1
6.869
Perdesaan
27,5
9,9
7,9
3,1
4,4
26,0
45,8
4,2
0,4
11,4
0,1
5.743
Pendidikan
Tidak
sekolah
26,3
12,2
4,7
0,8
3,0
16,6
25,5
1,9
2,3
35,1
0,0
63
Tidak
tamat SD
26,9
14,5
9,3
4,7
4,1
4,5
31,2
1,8
0,6
31,6
0,0
505
Tamat SD
32,5
13,7
9,5
7,2
6,5
4,5
36,6
5,4
0,5
19,1
0,0
690
Tidak
tamat
SLTA
24,7
13,0
10,3
3,1
4,4
33,9
46,9
3,8
0,6
9,3
0,0
6.426
Tamat
SLTA
28,7
11,0
8,5
3,7
4,6
18,7
54,5
2,8
0,4
6,4
0,2
3.301
Perguruan
tinggi
25,6
13,0
9,4
2,5
4,4
20,7
61,2
4,3
0,9
4,0
0,0
1.627
Kuintil
kekayaan
Terendah
30,0
8,7
6,7
3,1
4,6
22,3
43,5
3,8
0,5
14,8
0,0
2.314
Menengah
ke bawah
28,1
11,0
9,0
3,0
5,2
24,2
45,9
4,5
0,7
10,5
0,2
2.560
Menengah
24,8
11,6
8,9
3,3
4,0
24,7
50,2
2,8
0,4
9,8
0,0
2.534
Menengah
ke atas
26,2
13,2
9,7
3,6
4,7
27,8
52,1
3,6
0,5
7,4
0,0
2.607
Tertinggi
23,2
17,8
13,4
4,4
4,2
27,4
54,8
3,3
0,8
5,1
0,1
2.596
Jumlah
26,4
12,6
9,6
3,5
4,5
25,4
49,4
3,6
0,6
9,4
0,1
12.612
50 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.16 Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi manusia
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah sekolah dan tingkat pendidikan saat pertama menerima informasi tentang
kesehatan reproduksi manusia, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
SD
SLTP
SLTA,
akademi/perguruan
tinggi
Tidak tahu
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
15,2
62,1
15,4
0,1
6.735
20-24
12,6
52,7
28,7
0,1
3.209
Tempat tinggal
Perkotaan
15,1
59,5
20,1
0,1
5.884
Perdesaan
13,2
58,4
19,1
0,1
4.059
Kuintil kekayaan
Terendah
11,4
56,9
14,6
0,1
1.392
Menengah ke bawah
13,3
60,7
18,1
0,1
1.756
Menengah
14,8
59,5
19,2
0,1
1.967
Menengah ke atas
14,7
58,9
22,0
0,1
2.172
Tertinggi
15,9
59,1
22,0
0,0
2.657
Jumlah
14,4
59,1
19,7
0,1
9.943
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
11,8
59,4
11,8
0,1
7.677
20-24
10,8
48,8
20,1
0,3
4.871
Tempat tinggal
Perkotaan
12,4
56,4
16,6
0,1
6.832
Perdesaan
10,3
54,0
13,2
0,2
5.717
Kuintil kekayaan
Terendah
11,4
44,1
11,2
0,0
2.287
Menengah ke bawah
10,9
53,9
12,7
0,1
2.550
Menengah
9,4
59,5
13,8
0,2
2.518
Menengah ke atas
10,7
58,8
17,2
0,3
2.605
Tertinggi
14,6
58,8
19,7
0,1
2.589
Jumlah
11,4
55,3
15,0
0,1
12.549
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
51
Tabel 4.17 Pengetahuan tentang keluarga berencana
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah sekolah dan tingkat pendidikan saat pertama menerima informasi tentang
keluarga berencana, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
SLTA,
akademi/perguruan
Karakteristik latar belakang
SD
SLTP
tinggi
Tidak tahu
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,4
13,1
10,8
0,0
6.735
20-24
0,4
9,9
27,2
0,2
3.209
Tempat tinggal
Perkotaan
0,5
13,1
17,0
0,0
5.884
Perdesaan
0,4
10,5
14,7
0,2
4.059
Kuintil kekayaan
Terendah
0,5
11,4
8,6
0,1
1.392
Menengah ke bawah
0,6
11,9
11,8
0,0
1.756
Menengah
0,3
11,2
16,5
0,0
1.967
Menengah ke atas
0,4
13,2
17,4
0,2
2.172
Tertinggi
0,4
12,1
21,5
0,1
2.657
Jumlah
0,4
12,0
16,1
0,1
9.943
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,8
11,6
5,8
0,2
7.677
20-24
1,2
10,5
13,0
0,2
4.871
Tempat tinggal
Perkotaan
1,0
12,0
10,5
0,2
6.832
Perdesaan
1,0
10,2
6,3
0,2
5.717
Kuintil kekayaan
Terendah
1,9
9,1
4,4
0,2
2.287
Menengah ke bawah
1,2
9,2
6,5
0,1
2.550
Menengah
0,4
12,4
7,9
0,3
2.518
Menengah ke atas
0,7
11,3
9,8
0,3
2.605
Tertinggi
0,8
13,6
13,8
0,1
2.589
Jumlah
1,0
11,2
8,6
0,2
12.549
52
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
Tabel 4.18 Pengetahuan tentang HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah sekolah dan tingkat pendidikan saat pertama menerima informasi tentang HIV
AIDS, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
SLTA,
akademi/perguruan
Karakteristik latar belakang
SD
SLTP
tinggi
Tidak tahu
Jumlah
WANITA STATUS KAWIN
Umur
15-19
3,3
52,8
27,0
0,1
6,735
20-24
3,2
36,5
47,5
0,1
3,209
Tempat tinggal
Perkotaan
3,5
48,7
35,4
0,1
5,884
Perdesaan
2,8
45,9
31,1
0,1
4,059
Kuintil kekayaan
Terendah
2,0
41,8
23,5
0,1
1,392
Menengah ke bawah
2,9
48,8
29,3
0,1
1,756
Menengah
3,8
48,6
32,8
0,0
1,967
Menengah ke atas
3,4
47,0
38,7
0,2
2,172
Tertinggi
3,6
49,5
38,3
0,1
2,657
Jumlah
3,2
47,6
33,6
0,1
9.943
PRIA STATUS KAWIN
Umur
15-19
3,7
50,1
19,5
0,2
7.677
20-24
4,0
38,4
32,6
0,3
4.871
Tempat tinggal
Perkotaan
4,7
47,4
27,6
0,2
6.832
Perdesaan
2,7
43,3
20,9
0,4
5.717
Kuintil kekayaan
Terendah
3,2
33,0
16,8
0,3
2.287
Menengah ke bawah
4,2
44,3
19,9
0,1
2.550
Menengah
3,2
48,3
23,4
0,4
2.518
Menengah ke atas
3,7
49,0
28,7
0,5
2.605
Tertinggi
4,6
51,8
33,1
0,2
2.589
Jumlah
3,8
45,6
24,6
0,3
12.549
Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
53
54 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas
KELUARGA BERENCANA
5
Temuan Utama
• Jenis alat/cara KB yang diketahui: Rata-rata jenis
alat/cara KB yang diketahui wanita lebih banyak
dibandingkan pria (masing-masing 5 dan 4 alat/cara
KB).
• Pengetahuan jenis alat/ cara KB modern: Alat/cara
KB modern yang paling banyak diketahui oleh wanita
dan pria adalah suntik, pil, dan kondom.
• Pendapat mengenai ketersediaan pelayanan KB:
Sebagian besar wanita dan pria (masing-masing 85%
dan 81%) menyebutkan penyediaan informasi sebagai
pelayanan KB yang perlu tersedia.
• Keinginan memakai alat/cara KB di masa
mendatang: Persentase wanita yang ingin memakai
suatu alat/cara KB di masa mendatang lebih tinggi
daripada pria (masing-masing 78% dan 57%).
• Pendapat tentang penggunaan kondom: Sebagian
besar wanita dan pria setuju kondom dapat mencegah
kehamilan (masing-masing 74% dan 72%) serta dapat
mencegah HIV AIDS dan IMS (masing-masing 60% dan
64%).
P ermasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sering kali berakar dari kurang
tersedianya informasi yang memadai. Oleh karena itu, program kesehatan reproduksi untuk remaja
difokuskan pada penyebarluasan informasi melalui berbagai media maupun melalui sistem
pendidikan formal dan informal. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan
perilaku kesehatan reproduksi yang bertanggung jawab.
Salah satu topik informasi dalam program kesehatan reproduksi remaja adalah keluarga berencana.
Informasi mengenai keluarga berencana diharapkan dapat menjadi bekal bagi remaja untuk memulai
kehidupan reproduksi yang sehat, antara lain dengan menunda perkawinan, menghindari kehamilan yang
tidak diinginkan, dan mencegah terjadinya infeksi menular seksual (IMS). Penundaan perkawinan dan
kelahiran pada usia dini memberikan kesempatan kepada remaja untuk bisa melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi dan memperoleh pekerjaan yang baik.
Bab ini menyajikan informasi mengenai pengetahuan remaja tentang alat/cara KB; pendapat tentang
penyediaan pelayanan KB untuk remaja belum menikah menurut jenis pelayanan; pendapat terhadap
kondom; dan keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa yang akan datang. Remaja dalam hal ini
adalah wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun, dan dalam penulisan selanjutnya akan disebut
sebagai wanita dan pria.
Keluarga Berencana • 55
5.1 Pengetahuan T entang Alat/Cara KB
Pengetahuan wanita dan pria mengenai alat/cara KB diperoleh melalui pertanyaan: apakah responden
pernah mendengar alat/cara untuk menunda atau menghindari kehamilan.
Pengetahuan alat/cara KB
Wanita dan pria yang pernah mendengar minimal satu dari alat/cara KB,
baik modern maupun tradisional.
Suatu alat/cara KB
Terdiri dari alat/cara KB modern dan alat/cara KB tradisional.
Alat/cara KB modern
Terdiri dari sterilisasi wanita atau metode operasi wanita (MOW),
sterilisasi pria atau metode operasi pria (MOP), pil, IUD, suntik KB, susuk
KB, kondom, intravag/diafragma, metode amenore laktasi (MAL), dan
kontrasepsi darurat.
Alat/cara KB tradisional
Terdiri dari pantang berkala, sanggama terputus, dan alat/cara KB
lainnya tradisional lainnya (jamu, pijat).
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-
24.
Sembilan puluh enam persen wanita dan 93 persen pria mengetahui suatu alat/cara KB. Persentase wanita
yang mengetahui alat/cara KB modem sedikit lebih tinggi dari pria (masing-masing 96% dan 93%).
Sebaliknya, persentase pria yang mengetahui alat/cara KB tradisional lebih tinggi (38%) daripada wanita
(32%). Rata-rata jenis alat/cara KB yang diketahui oleh wanita lebih banyak dibandingkan pria (masing-
masing 5 dan 4 alat/cara KB) (Tabel 5.1).
Alat/cara KB modern yang banyak diketahui
oleh wanita adalah suntik dan pil (masing-
masing 89%), sedangkan yang banyak
diketahui oleh pria adalah kondom (89%)
dan pil (76%). Cara KB tradisional yang
paling banyak diketahui oleh wanita adalah
metode pantang berkala (25%), sedangkan
yang paling banyak diketahui oleh pria
adalah metode senggama terputus (34%)
(Tabel 5.1).
Persentase wanita dan pria yang mengetahui
metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP)
yang terdiri dari sterilisasi wanita, sterilisasi
pria, IUD, dan susuk KB dapat dilihat pada
Gambar 5.1. Terlihat bahwa persentase wanita
Gambar 5.1 Pengetahuan metode
kontrasepsi jangka panjang
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-
24 menurut pengetahuan tentang metode
kontrasepsi jangka panjang
61
Wanita Pria
■ MOW ■ MOP ■ IUD ■ Susuk KB
mengetahui MKJP lebih tinggi dibandingkan pria.
Pola menurut kelompok umur
■ Secara umum, persentase wanita umur 20-24 tahun yang mengetahui tentang alat/cara KB lebih tinggi
dibandingkan yang bemmur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 98 persen wanita umur 20-24 tahun dan 94
persen wanita umur 15-19 tahun mengetahui suatu alat/cara KB modern.
56 • Keluarga Berencana
■ Pola yang sama dijumpai pada pria. Sebagai contoh, 47 persen pria umur 20-24 tahun dan 32 persen
pria umur 15-19 tahun mengetahui suatu alat/cara KB tradisional (Tabel 5.1).
Tren:
• Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada persentase wanita yang mengetahui alat/cara KB modern
menurut hasil SDKI2007 (96%), SDKI 2012 (95%), dan SDKI2017 (96%) (Gambar 5.2).
• Selama 5 tahun terakhir, di antara MKJP, susuk KB paling banyak diketahui oleh wanita, diikuti oleh
IUD, sterilisasi wanita, dan sterilisasi pria. Terjadi peningkatan persentase wanita yang mengetahui
susuk KB dan sterilisasi wanita, masing-masing dari 55 persen dan 41 persen pada SDKI 2012
menjadi 61 persen dan 43 persen pada SDKI 2017. Persentase wanita yang mengetahui IUD
meningkat menjadi 51 persen (SDKI 2017) dari 50 persen (SDKI 2012).
• Pengetahuan pria mengenai alat/cara KB modern menurut hasil SDKI 2012 dan SDKI 2017 tidak
berubah, yaitu 93 persen (Gambar 5.3).
• Di antara MKJP, IUD paling banyak diketahui oleh pria pada SDKI 2007 dan SDKI 2012. Namun
menurut SDKI 2017, persentase pria yang mengetahui susuk KB (27%) lebih tinggi dibandingkan
dengan metode lainnya. Terjadi penurunan persentase pria yang mengetahui sterilisasi wanita dan
IUD, masing-masing dari 21 persen dan 30 persen pada SDKI 2007 menjadi 15 persen dan 20 persen
pada SDKI 2017.
Lampiran A Tabel A.5.1 menunjukkan variasi pengetahuan tentang alat/cara KB kontrasepsi menurut
provinsi.
Gambar 5.2 Pengetahuan tentang alat/cara KB modern pada wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar alat/cara KB
modern
Alat/cara KB Sterilisasi Sterilisasi Pil
modern wanita pria
IUD Suntikan Susuk KB Kondom Diafragma MAL Kontrasepsi
darurat
■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017
Gambar 5.3 Pengetahuan tentang alat/cara KB modern pada pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar alat/cara KB modern
Alat/cara KB Sterilisasi Sterilisasi Pil IUD Suntikan Susuk KB Kondom Diafragma MAL Kontrasepsi
modern wanita pria darurat
■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017
Keluarga Berencana • 57
5.2 Pendapat Tentang Penyediaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan KB yang tersedia bagi remaja saat ini terbatas pada pemberian layanan informasi, edukasi, dan
konseling. Penyediaan alat/cara KB bagi remaja tidak menjadi bagian dari kebijakan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Pada SDKI 2017, wanita dan
pria belum kawin umur 15-24 tahun ditanya pelayanan KB apa saja yang perlu disediakan bagi remaja.
Ada empat katagori jawaban, yaitu: informasi, konseling, penyediaan/pelayanan alat KB, dan suatu
pelayanan KB. Katagori untuk “suatu pelayanan KB” adalah apabila wanita dan pria menjawab minimal
salah satu saja dari 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, dan penyediaan/pelayanan alat KB).
Delapan puluh lima persen wanita mengatakan perlu ada suatu pelayanan KB, diikuti oleh wanita yang
berpendapat perlu penyediaan informasi tentang KB (82%) dan layanan konseling KB (68%). Hanya 33
persen wanita yang mengatakan perlu pelayanan alat/cara KB (Tabel 5.2).
Pendapat pria tentang penyediaan pelayanan KB menunjukkan pola yang sama dengan wanita. Delapan
puluh satu persen pria berpendapat perlu ada suatu pelayanan KB, diikuti oleh penyediaan informasi
tentang KB (76%). Empat puluh satu persen pria mengatakan perlu ada pelayanan alat/cara KB (Tabel
5.2).
Pola menurut karateristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria umur 20-24 tahun yang berpendapat perlu penyediaan informasi, konseling,
dan pelayanan alat/cara KB lebih tinggi dibandingkan yang berumur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 73
persen wanita umur 20-24 tahun mengatakan perlu penyediaan pelayanan konseling KB dibandingkan
65 persen wanita umur 15-19 tahun.
■ Secara umum, persentase wanita dan pria di perkotaan yang berpendapat perlu tersedia semua jenis
pelayanan KB lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di perdesaan.
■ Secara umum, semakin tinggi tingkat pendidikan dan kuintil kekayaan wanita dan pria, semakin tinggi
persentase yang beipendapat perlu penyediaan semua jenis pelayanan KB. Sebagai contoh, 93 persen
wanita berpendidikan perguruan tinggi yang berpendapat perlu penyediaan suatu pelayanan KB
dibandingkan 59 persen wanita yang tamat SD. Untuk pria, persentasenya masing-masing adalah 91
persen dan 66 persen.
Tren:
• Sejak SDKI 2007, persentase wanita yang mengatakan perlu tersedia suatu pelayanan KB lebih tinggi
dibandingkan jenis pelayanan KB lainnya. Akan tetapi, persentasenya turun dari 90 persen pada SDKI
2007 menjadi 85 persen pada SDKI 2017 (Gambar 5.4).
• Persentase wanita yang berpendapat perlu tersedia pelayanan alat/cara KB turun dari 51 persen pada
SDKI 2007 menjadi 33 persen pada SDKI 2017.
• Pendapat pria tentang penyediaan pelayanan KB sejak SDKI 2007 berfluktuasi (Gambar 5.5).
• Terjadi penurunan persentase pria yang berpendapat perlu penyediaan semua jenis pelayanan KB pada
SDKI 2007 dan SDKI 2012. Namun, persentase tersebut meningkat kembali pada SDKI 2017. Sebagai
contoh: pria yang berpendapat perlu tersedia suatu pelayanan KB turun dari 85 persen (SDKI 2007)
menjadi 58 persen (SDKI 2012), dan meningkat kembali menjadi 81 persen (SDKI 2017).
58 • Keluarga Berencana
Lampiran A Tabel A.5.2.1 dan Tabel A.5.2.2 menunjukkan variasi pendapat penyediaan pelayanan KB
menurut provinsi.
G ambar 5.4 Pendapat wanita tentang
pelayanan KB
Gambar 5.5 Pendapat pria tentang
pelayanan KB
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang
berpendapat tentang perlu tersedia pelayanan KB
informasi Konseling Penyediaan Suatu
alat/cara KB pelayanan KB
□ SDKI2007 nSDKI 2012 DSDKI2017
Persentase pria belum kawin umur 15-24
yang berpendapat tentang perlu tersedia
pelayanan KB
Informasi Konseling Penyediaan Suatu
alat/cara KB pelayanan KB
□ SDKI2007 nSDKI 2012 nSDKI 2017
5.3 Keinginan untuk Memakai Alat/Cara KB di masa mendatang
Persentase wanita yang mengatakan ingin memakai suatu alat/cara KB di masa mendatang lebih tinggi
dibanding pria, yaitu masing-masing 78 persen dan 57 persen (Tabel 5.3).
Pola menurut karakteristik latarbelakang
■ Persentase wanita umur 20-24 tahun yang ingin memakai alat/cara KB lebih tinggi dibanding wanita
umur 15-19 tahun (masing- masing 83% dan 76%). Pola yang sama ditemukan pada pria (Tabel 5.3).
■ Tidak ada perbedaan persentase wanita yang tinggal di perkotaan dan perdesaan yang ingin memakai
alat/cara KB di masa yang akan datang (masing-masing 78%). Persentase pria di perkotaan yang ingin
memakai alat/cara KB di masa yang akan datang (60%) lebih tinggi dibanding yang tinggal di
perdesaan (53%).
■ Persentase wanita yang ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat seiring dengan
meningkatnya pendidikan, dari 37 persen pada wanita yang tidak sekolah menjadi 84 persen pada
wanita berpendidikan perguruan tinggi. Pola yang sama dijumpai pada pria, terjadi peningkatan dari 36
persen pada pria yang tidak tamat SD menjadi 67 persen pada pria berpendidikan perguruan tinggi.
■ Tidak terdapat perbedaan berarti pada persentase wanita yang ingin memakai alat/cara KB di masa
yang akan datang menurut kuintil kekayaan. Terdapat pola yang berbeda pada pria, persentase pria
yang ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat seiring meningkatnya kuintil
kekayaan.
Tren:
• Tidak terdapat perbedaan berarti pada persentase wanita yang ingin memakai alat/cara KB di masa
mendatang menurut SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 5.6).
• Persentase wanita yang tidak ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat dari 4 persen
pada SDKI 2012 menjadi 7 persen pada SDKI 2017.
• Persentase pria yang ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang turun dari 64 persen pada SDKI
2012 menjadi 60 persen pada SDKI 2017 (Gambar 5.7).
Keluarga Berencana • 59
• Persentase pria yang tidak ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat dari 15 pada
SDKI2012 menjadi 20 persen pada SDKI 2017.
Gambar 5.6 Tren keinginan memakai
alat/cara KB di masa akan datang pada
wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24
yang ingin memakai alat/cara KB di masa
akan datang
77 78
Ingin Tidak yakin Tidak ingin Tidak tahu
memakai /tidak tahu memakai suatu
alat/cara KB
□ SDKI 2012 bSDKI 2017
Gambar 5.7 Tren keinginan memakai
alat/cara KB di masa akan datang pada
pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24
yang ingin memakai alat/cara KB di masa
akan datang
64
Ingin memakai Tidak yakin Tidak ingin Tidak tahu
/tidak tahu memakai suatu alat/cara
KB
□ SDKI 2012 ■ SDKI 2017
Lampiran A Tabel A.5.3.1 dan Tabel A.5.3.2 menunjukkan variasi keinginan untuk memakai suatu
alat/cara KB di masa yang akan datang menurut provinsi.
5.4 Pendapat Tentang pemakaian Kondom
SDKI 2017 mengumpulkan informasi mengenai pendapat remaja tentang kondom. Beberapa pernyataan
tentang kondom dibacakan kepada responden, kemudian ditanyakan apakah mereka setuju atau tidak
setuju dengan pernyataan tersebut. Dua dari pernyataan yang diajukan merupakan pernyataan yang benar
tentang pemakaian kondom (kondom dapat mencegah kehamilan dan kondom dapat melindungi dari HIV
AIDS dan IMS), sedangkan satu pernyataan merupakan pernyataan yang salah (kondom dapat dipakai
ulang).
Persentase wanita yang setuju dengan pernyataan kondom dapat mencegah kehamilan sedikit lebih rendah
dibandingkan pria (masing-masing 72% dan 74%). Pola yang sama dijumpai pada pernyataan kondom
dapat mencegah HIV AIDS dan IMS (59% wanita dan 64% pria). Persentase wanita dan pria yang setuju
kondom dapat dipakai ulang tidak berbeda (masing-masing 2 persen) (Tabel 5.4).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria umur 20-24 tahun yang setuju bahwa kondom dapat mencegah kehamilan
serta HIV AIDS dan IMS lebih tinggi dibandingkan yang berumur 15-19 tahun (Tabel 5.4).
■ Persentase wanita dan pria di perkotaan yang setuju pernyataan kondom dapat mencegah kehamilan
serta HIV AIDS dan IMS lebih tinggi daripada yang tinggal di perdesaan.
■ Persentase wanita dan pria yang setuju kondom dapat mencegah kehamilan serta HIV AIDS dan IMS
meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan dan kuintil kekayaan. Sebagai contoh, 22 persen
wanita yang tidak sekolah dan 86 persen wanita berpendidikan perguruan tinggi setuju bahwa kondom
mencegah kehamilan. Empat puluh lima persen pria yang tidak sekolah dan 76 persen pria
berpendidikan perguruan tinggi setuju bahwa kondom dapat mencegah HIV AIDS dan IMS.
60 • Keluarga Berencana
■ Terdapat gambaran yang berbeda pada persentase wanita dan pria yang berpendapat kondom dapat
dipakai ulang. Persentase wanita dan pria umur 20-24 tahun yang setuju bahwa kondom dapat dipakai
ulang lebih rendah dibandingkan yang berumur 15-19 tahun. Sementara itu, persentase wanita yang
setuju kondom dapat dipakai ulang lebih tinggi pada wanita yang tinggal di perdesaan (3%) dibanding
wanita yang tinggal di perkotaan (2%). Pola yang sama juga ditemukan pada pria.
Tren:
• Persentase wanita yang setuju dengan pernyataan bahwa kondom dapat mencegah kehamilan turun
dari 70 persen pada SDKI 2007 menjadi 64 persen pada SDKI 2012, kemudian meningkat menjadi 72
persen pada SDKI 2017 (Gambar 5.8).
• Pola yang sama dijumpai pada persentase wanita yang setuju kondom dapat mencegah HIV/AIDS dan
IMS, turun dari 64 persen pada SDKI 2007 menjadi 50 persen pada SDKI 2012 kemudian meningkat
menjadi 59 persen pada SDKI 2017.
■ Persentase pria yang setuju pernyataan kondom dapat mencegah kehamilan turun dari 82 persen pada
SDKI 2007 menjadi 74 persen pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 5.9).
■ Persentase pria yang setuju bahwa kondom dapat mencegah HIV/AIDS dan IMS turun dari 72 persen
pada SDKI 2007 menjadi 66 persen pada SDKI 2012 dan 64 persen SDKI 2017.
Gambar 5.8 Tren pendapat wanita
tentang kondom
Gambar 5.9 Tren pendapat pria
tentang kondom
Persentase pendapat wanita belum kawin umur
15-24 tentang kondom
Persentase pendapat pria belum kawin umur
15-24 tentang kondom
Kondom dapat Kondom dapat
mencegah mencegah
kehamilan HIV/AIDS dan IMS
Kondom dapat
dipakai ulang
■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012
■ SDKI 2017
Kondom dapat Kondom dapat
mencegah mencegah
kehamilan HIV/AIDS dan
IMS
■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012
Kondom dapat
dipakai ulang
■ SDKI 2017
Keluarga Berencana • 61
Daftar Tabel
Informasi remaja tentang keluarga berencana dapat melihat tabel-tabel berikut:
• Tabel 5.1
• Tabel 5.2
• Tabel 5.3
• Tabel 5.4
Pengetahuan tentang alat/cara KB
Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa yang akan datang
Pendapat terhadap pemakaian kondom
62 • Keluarga Berencana
Tabel 5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar paling sedikit satu alat/cara KB tertentu, menurut
umur, Indonesia 2017
Wanita belum kawin (umur)
Pria belum kawin (umur)
Alat/cara KB
15-19
20-24
Jumlah
15-19
20-24
Jumlah
Suatu alat/cara KB
94,2
98,2
95,5
91,5
96,3
93,3
Suatu alat/cara KB modem
94,2
98,2
95,5
91,4
96,3
93,3
Sterilisasi wanita
35,4
59,5
43,2
12,1
18,1
14,5
Sterilisasi pria
12,2
29,3
17,7
9,0
14,7
11,2
Pil
85,6
95,9
88,9
70,3
85,0
76,0
IUD
40,8
71,7
50,8
15,4
26,8
19,8
suntikan
87,0
94,6
89,4
60,3
69,4
63,8
Susuk KB
54,8
72,4
60,5
23,8
32,9
27,3
Kondom
73,9
91,4
79,5
85,7
93,7
88,8
Intravag/diafragma
10,8
18,2
13,2
7,0
10,8
8,5
Kontrasepsi darurat
9,1
17,7
11,9
6,4
11,7
8,4
MAL*
11,6
22,3
15,0
3,2
5,3
4,0
Suatu alat/cara tradisional
24,8
47,0
32,0
32,2
46,9
37,9
Pantang berkala
18,8
38,1
25,0
9,9
17,8
13,0
Sanggama terputus
12,2
31,4
18,4
28,4
43,4
34,2
Lainnya
2,1
3,8
2,7
1,8
3,4
2,4
Jumlah
6.750
3.221
9.971
7.713
4.899
12.612
Rata-rata alat/cara KB yang
diketahui
5
6
5
3
4
4
*MAL = Metode Amenore Laktasi
Keluarga Berencana
63
Tabel 5.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa pelayanan keluarga berencana (KB) perlu tersedia untuk remaja,
menurut jenis pelayanan dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
Informasi
Konseling
Alat/cara KB
Suatu pelayanan KB 1
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
80,5
64,8
32,2
83,4
6,750
20-24
85,9
73,1
35,0
88,1
3,221
Tempat tinggal
Perkotaan
84,7
70,5
33,6
87,4
5,890
Perdesaan
78,6
63,2
32,2
81,4
4,081
Pendidikan
Tidak sekolah
51,5
37,0
21,7
51,5
(28) 2
Tidak tamat SD
50,5
39,7
22,4
53,5
119
Tamat SD
55,2
44,7
26,5
58,5
223
Tidak tamat SLTA
79,1
62,3
31,6
82,0
4,928
Tamat SLTA
85,3
73,6
35,4
87,8
2,296
Perguruan tinggi
90,3
76,3
35,2
92,5
2,378
Kuintil kekayaan
Terbawah
68,4
52,6
29,2
71,3
1,409
Menengah bawah
79,4
63,0
30,0
81,6
1,760
Menengah
82,8
67,0
32,7
85,8
1,971
Menengah atas
86.0
72,4
34,5
88,5
2,172
Teratas
87,9
74,7
36,2
90,7
2,659
Jumlah
82,2
67,5
33,1
84,9
9,971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
72,9
64,5
40,0
77,9
7,713
20-24
80,0
72,7
42,9
84,5
4,899
Tempat tinggal
Perkotaan
78,2
70,7
41,5
83,6
6,869
Perdesaan
72,6
64,0
40,7
76,7
5,743
Pendidikan
Tidak sekolah
47,4
40,7
22,5
48,8
63
Tidak tamat SD
53,6
47,0
33,1
58,2
505
Tamat SD
60,9
54,0
39,7
66,0
690
Tidak tamat SLTA
73,3
64,4
40,7
78,2
6,426
Tamat SLTA
82,0
73,8
43,5
86,5
3,301
Perguruan tinggi
86,7
81,4
41,9
91,2
1,627
Kuintil kekayaan
Terbawah
64,8
56,9
40,6
68,9
2,314
Menengah bawah
73,2
65,9
41,2
78,8
2,560
Menengah
77,0
68,9
41,8
81,9
2,534
Menengah atas
79,6
71,9
41,4
84,1
2,607
Teratas
82,6
73,7
40,7
87,2
2,596
Jumlah
75,7
67,7
41,1
80,5
12,612
1 Suatu pelayanan KB menunjukkan minimal 1 di antara 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, alat/cara KB) yang disebutkan oleh
responden.
2 Angka dalam tanda kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang,_
64 • Keluarga Berencana
Tabel 5.3 Keinainan untuk memakai alat/cara KB di masa vana akan datana
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berkeinginan untuk memakai suatu alat/cara KB di masa yang
akan datang, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Tidak tahu
Ingin
Tidak ingin
suatu
Tidak
Jumlah
Karakteristik latar belakang
memakai
Tidak tahu
memakai
alat/cara KB
terjawab
Jumlah
Remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
75,7
11,8
6,6
5,8
0,1
100,0
6,750
20-24
83,2
8,0
6,9
1,8
0,1
100,0
3,221
Tempat Tinggal
Perkotaan
78,0
11,1
7,2
3,6
0,2
100,0
5,890
Perdesaan
78,4
9,8
5,9
5,8
0,0
100,0
4,081
Pendidikan
Tidak sekolah
37,0
12,1
13,5
37,4
0,0
100,0
28
Tidak tamat SD
53,3
6,8
6,3
33,6
0,0
100,0
119
Tamat SD
71,6
9,2
3,9
15,3
0,0
100,0
223
Tidak tamat SLTA
74,5
12,9
6,3
6,3
0,1
100,0
4,928
Tamat SLTA
82,6
8,6
6,6
2,1
0,2
100,0
2,296
Perguruan tinggi
83,9
8,0
7,7
0,3
0,1
100,0
2,378
Kuintil Kekayaan
Terbawah
73,4
9,0
6,2
11,5
0,0
100,0
1,409
Menengah Bawah
78,0
11,7
5,4
4,8
0,1
100,0
1,760
Menengah
79,8
10,1
6,6
3,5
0,1
100,0
1,971
Menengah atas
79,0
10,5
7,0
3,3
0,2
100,0
2,172
Teratas
78,9
11,1
7,5
2,3
0,1
100,0
2,659
Jumlah
78,2
10,6
6,7
4,5
0,1
100,0
9,971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
52,3
18,6
20,5
8,5
0,1
100,0
7,713
20-24
64,3
12,2
19,8
3,7
0,0
100,0
4,899
Tempat Tinggal
Urban
60,2
15,7
19,1
4,9
0,1
100,0
6,869
Rural
53,0
16,6
21,5
8,8
0,1
100,0
5,743
Pendidikan
Tidak sekolah
36,9
9,5
12,9
40,8
0,0
100,0
63
Tidak tamat SD
35,7
17,5
24,5
21,9
0,4
100,0
505
Tamat SD
44,8
16,1
23,7
15,0
0,3
100,0
690
Tidak tamat SLTA
52,2
19,1
20,6
8,0
0,1
100,0
6,426
Tamat SLTA
67,2
12,0
18,7
2,1
0,0
100,0
3,301
Perguruan tinggi
67,4
12,6
19,1
0,9
0,0
100,0
1,627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
43,7
16,1
25,2
15,0
0,1
100,0
2,314
Menengah Bawah
54,3
17,8
20,3
7,4
0,1
100,0
2,560
Menengah
58,3
16,9
20,1
4,8
0,0
100,0
2,534
Menengah atas
62,6
15,2
17,0
5,0
0,2
100,0
2,607
Teratas
64,3
14,5
19,1
2,0
0,1
100,0
2,596
Jumlah
56,9
16,1
20,2
6,7
0,1
100,0
12,612
Keluarga Berencana
65
Tabel 5.4 PendaDat terhadap pemakaian kendom
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap pernyataan tentang pemakaian
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
kondom, menurut
Karakteristik latar belakang
Kondom
dapat
mencegah
kehamilan
Kondom
dapat
mencegah
HIV/AIDS dan
IMS
Kondom
dapat
dipakai
ulang
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
67,3
54,9
2,4
6,750
20-24
80,8
68,7
2,0
3,221
Tempat Tinggal
Perkotaan
75,1
62,2
2,1
5,890
Perdesaan
66,7
55,3
2,6
4,081
Pendidikan
Tidak sekolah
21,6
19,5
0,0
28
Tidak tamat SD
30,1
19,0
1,6
119
Tamat SD
45,6
36,5
4,0
223
Tidak tamat SLTA
64,5
53,0
2,4
4,928
Tamat SLTA
77,8
65,1
3,1
2,296
Perguruan tinggi
85,7
71,6
1,2
2,378
Kuintil Kekayaan
Terbawah
55,9
47,2
3,3
1,409
Menengah Bawah
65,9
56,5
2,6
1,760
Menengah
72,2
59,3
2,2
1,971
Menengah atas
77,0
61,6
2,5
2,172
Teratas
79,2
65,9
1,4
2,659
Jumlah
71,7
59,4
2,3
9,971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
70,6
58,2
2,4
7,713
20-24
80,4
72,7
2,0
4,899
Tempat Tinggal
Perkotaan
76,0
66,9
1,8
6,869
Perdesaan
72,5
60,2
2,8
5,743
Pendidikan
Tidak sekolah
42,1
44,7
0,7
63
Tidak tamat SD
52,4
41,7
5,2
505
Tamat SD
62,4
52,8
3,2
690
Tidak tamat SLTA
70,9
58,8
2,5
6,426
Tamat SLTA
82,1
73,6
1,9
3,301
Perguruan tinggi
85,6
76,0
0,7
1,627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
64,8
53,3
4,5
2,314
Menengah Bawah
72,8
61,8
2,2
2,560
Menengah
75,7
64,5
2,1
2,534
Menengah atas
76,7
68,1
1,2
2,607
Teratas
80,9
70,3
1,3
2,596
Jumlah
74,4
63,8
2,2
12,612
66 • Keluarga Berencana
PERKAWINAN DAN
KEINGINAN MEMPUNYAI ANAK
• Umur ideal kawin pertama untuk wanita: Median
umur ideal kawin pertama untuk wanita menurut wanita
adalah 23,7 tahun, sedangkan menurut pria adalah
22.8 tahun.
• Umur ideal kawin pertama untuk pria: Median umur
ideal kawin pertama untuk pria menurut wanita adalah
25.9 tahun, sedangkan menurut pria 25,6 tahun.
• Pembuat keputusan untuk menikah dengan siapa:
Tujuh puluh dua persen wanita dan 77 persen pria
mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa
mereka akan menikah.
• Umur ideal mempunyai anak pertama kali: Median
umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita
menurut wanita adalah 25,1 tahun, sedangkan
menurut pria 24,4 tahun. Median umur ideal pada
kelahiran anak pertama bagi pria menurut wanita
adalah 27,1 tahun dan menurut pria 26,8 tahun.
• Rata-rata jumlah anak ideal: Rata-rata jumlah anak
ideal menurut wanita dan pria sama yaitu 2,7 anak.
• Keputusan atas jumlah anak: Sembilan puluh persen
wanita dan 85 persen pria berpendapat jumlah anak
harus diputuskan bersama oleh isteri dan suami.
B ab ini menyajikan informasi yang diperoleh dari wanita dan pria terkait pendapat mereka
mengenai umur ideal wanita dan pria untuk menikah dan mempunyai anak pertama, siapa yang
membuat keputusan untuk memilih pasangan ketika menikah, serta jumlah anak ideal dan
keputusan terkait jumlah anak.
6.1. Umur Ideal Kawin Pertama
Umur ideal kawin pertama
Umur ideal kawin pertama adalah pendapat wanita dan pria terkait umur yang
ideal menikah pertama kali untuk wanita dan pria.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 67
Median umur ideal kawin pertama untuk wanita menurut wanita adalah 23,7 tahun, sedangkan menurut
pria 22,8 tahun (Tabel 6.1.1). Median umur ideal kawin pertama untuk pria menurut wanita adalah 25,9
tahun, sedangkan menurut pria 25,6 tahun (Tabel 6.1.2).
Tren: Median umur ideal kawin pertama bagi wanita menurut wanita dan pria hampir sama pada SDKI
2012 dan SDKI 2017. Sementara itu, median umur ideal kawin pertama bagi pria menurut wanita dan pria
sama pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 6.1).
G ambar 6.1 Median Umur Ideal Kawin Pertama Bagi
Wanita dan Pria Menurut Wanita dan Pria
25,9
25,6
25,9
2012 2017
Umur Ideal Kawin Pertama Wanita
■ Wanita
25,6
2012 2017
Umur Ideal Kawin Pertama Pria
Pria
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita adalah 20-24 tahun lebih
tinggi pada wanita umur 15-19 tahun (62%) dibandingkan wanita umur 20-24 tahun (58%). Sebaliknya
persentase pria yang mengatakan umur ideal kawin pertama untuk wanita umur 20-24 tahun lebih
tinggi pada pria umur 20-24 tahun (71%) dibandingkan dengan pria umur 15-19 tahun (68%) (Tabel
6 . 1 . 1 ),
■ Persentase wanita yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita 20-24 tahun lebih tinggi
pada wanita yang tinggal di perkotaan (60%) dibandingkan dengan wanita yang tinggal di perdesaan
(62%). Sebaliknya persentase pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama bagi wanita 20-24
tahun lebih tinggi pada pria yang tinggal di perkotaan (71 persen) dibandingkan dengan pria yang
tinggal di perdesaan (68%).
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita berumur 25
tahun ke atas tertinggi pada wanita dan pria yang berpendidikan perguruan tinggi, masing-masing 43
persen dan 28 persen. Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk
wanita berumur 25 tahun ke atas tertinggi pada wanita dan pria yang berada pada kuintil kekayaan
teratas, masing-masing 39 persen dan 25 persen.
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk pria adalah 20-24 tahun
lebih tinggi pada wanita dan pria yang berumur 15-19 tahun (15%) dibandingkan wanita dan pria umur
20-24 tahun (7%) (Tabel 6.1.2).
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk pria 20-24 tahun lebih
tinggi pada wanita dan pria yang tinggal di perdesaan dibandingkan dengan wanita dan pria yang
tinggal di perkotaan.
■ Persentase wanita yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk pria umur 25 tahun ke atas
cenderung meningkat sejalan dengan semakin tinggi pendidikannya. Sedangkan persentase pria yang
68 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita berumur 25 tahun ke atas tertinggi pada pria yang
berpendidikan perguruan tinggi (89 persen). Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal
kawin pertama untuk wanita berumur 25 tahun ke atas cenderung meningkat seiring dengan semakin
tinggi kuintil kekayaannya.
Variasi umur ideal kawin pertama menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.6.1.1. dan
Tabel A.6.1.2. dan variasi umur ideal kawin pertama untuk pria menurut provinsi dapat dilihat pada
Lampiran A Tabel A.6.2.1. dan Tabel A.6.2.2.
6.2. Pembuat Keputusan Untuk Menikah Dengan Siapa
Pembuat keputusan untuk menikah dengan siapa
Wanita dan pria ditanya siapa yang membuat keputusan dengan siapa
mereka nanti akan menikah.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 tahun dan pria belum kawin umur
15-24
Tujuh puluh dua persen wanita belum kawin dan 77 persen persen pria belum kawin mengatakan mereka
akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka nanti akan menikah (Tabel 6.2).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka akan
menikah lebih tinggi pada wanita dan pria berumur 20-24 tahun daripada mereka yang berumur 15-19
tahun (Tabel 6.2).
■ Persentase wanita yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka akan menikah
lebih tinggi pada wanita yang tinggal di perkotaan daripada wanita yang tinggal di perdesaan.
Sedangkan persentase pria yang yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka
akan menikah tidak terdapat perbedaan diantara pria yang tinggal di perkotaan dan perdesaan.
■ Secara umum, persentase wanita dan pria yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa
mereka akan menikah meningkat seiring meningkatnya pendidikannya sampai dengan tamat
SLTA.Namun angka tersebut menurun pada wanita dan pria yang berpendidikan perguruan tinggi.
■ Tidak terdapat pola tertentu pada persentase wanita dan pria yang mengatakan akan memutuskan
sendiri dengan siapa mereka akan menikah menurut kuintil kekayaan, walaupun persentase wanita dan
pria yang mengatakan hal tersebut tertinggi pada mereka yang berada pada kuintil kekayaan menengah
atas.
6.3 Umur Ideal Mempunyai Anak Pertama
Umur ideal mempunyai anak pertama
Umur sebaiknya wanita dan pria memiliki anak pertama menurut responden
wanita dan pria.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Median umur ideal bagi wanita untuk mempunyai anak pertama menurut wanita adalah 25,1 tahun,
sedangkan menurut pria 24,4 tahun (Tabel 6.3.1). Median umur ideal kawin pertama untuk pria menurut
wanita adalah 27,1 tahun, sedangkan menurut pria 26,8 tahun (Tabel 6.3.2).
Tren Median umur ideal punya anak pertama bagi wanita menurut wanita dan pria hampir sama pada
SDKI 2012 dan SDKI 2017. Median umur ideal punya anak pertama pertama bagi pria menurut wanita dan
pria sama pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 6.2).
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 69
Pola berdasarkan karakteristik latar belakang
■ Secara umum, median umur ideal untuk mempunyai anak pertama bagi wanita dan pria menurut
wanita dan pria hampir sama menurut kelompok umur, daerah tempat tinggal, tingkat pendidikan, dan
kuintil kekayaan (Tabel 6.3.1 dan Tabel 6.3.2).
Lampiran A Tabel A.6.3.1 dan Tabel A.6.3.2 menunjukkan variasi mengenai umur ideal wanita untuk
mempunyai anak pertama oleh wanita dan pria serta variasi umur ideal pria untuk mempunyai anak
pertama oleh wanita dan pria menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.6.4.1 dan Tabel
A.6.4.2.
Gambar 6.2 Median Umur Ideal Punya Anak Pertama
Bagi Wanita dan Pria Menurut Wanita dan Pria
■ Wanita ■ Pria
6.4. Jumlah Anak Ideal
Jumlah anak ideal
Jumlah anak ideal adalah jumlah anak yang diinginkan oleh wanita dan pria.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita dan pria adalah 2,7 anak (Tabel 6.4). Secara rinci, jumlah
anak ideal menurut wanita dan pria dapat dilihat pada Gambar 6.3.
Tren: Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita meningkat menjadi 2,7 anak (SDKI 2017) dari 2,3 anak
(SDKI 2012). Sementara itu, rata-rata jumlah anak ideal menurut pria juga meningkat menjadi 2,7 anak
(SDKI 2017) dari 2,5 anak (SDKI 2012).
70 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
Gambar 6.3 Jumlah anak ideal
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut
jumlah anak ideal
64 62
■ Wanita ■ Pria
Pola berdasarkan karakteristik latar belakang
■ Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita dan pria umur 15-19 tahun sedikit lebih rendah
dibandingkan yang berumur 20-24 tahun.
■ Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita dan pria yang tinggal di perkotaan sama dengan yang
tinggal di perdesaan.
■ Rata-rata jumlah anak ideal menurut pendidikan wanita dan pria tidak menunjukkan pola tertentu.
Jumlah anak ideal yang wanita sebutkan berkisar antara 2,6-2,8 anak. Sedangkan pria berkisar antara
2,7-2,8 anak.
Lampiran A Tabel A.6.5.1 dan Tabel A.6.5.2 menunjukkan variasi jumlah anak ideal menurut provinsi.
6.5. Keputusan Atas Jumlah Anak
Keputusan atas jumlah anak
Keputusan atas jumlah anak adalah pendapat wanita dan pria tentang siapa
yang seharusnya menentukan jumlah anak, apakah isteri, suami atau isteri
bersama suami.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Sembilan puluh persen wanita dan 85 persen pria berpendapat jumlah anak harus diputuskan bersama oleh
isteri dan suami (Tabel 6.5).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat jumlah anak harus diputuskan bersama oleh isteri dan
suami lebih tinggi pada wanita dan pria berumur 20-24 tahun dibandingkan dengan wanita dan pria
yang berumur 15-19 tahun.
■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat jumlah anak harus diputuskan bersama oleh isteri dan
suami lebih tinggi pada wanita dan pria yang tinggal di perkotaan dibandingkan dengan mereka yang
tinggal di perdesaan.
■ Secara umum, persentase wanita dan pria yang beipendapat jumlah anak harus diputuskan bersama
oleh isteri dan suami meningkat seiring meningkatnya pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 6.5).
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 71
Daftar Tabel
Informasi lebih lanjut tentang perkawinan dan aktivitas seksual dapat dilihat pada daftar tabel berikut:
• Tabel
• Tabel
• Tabel
• Tabel
• Tabel
• Tabel
• Tabel
6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita
6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria
6.2 Pembuat keputusan akan menikah dengan siapa
6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita
6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria
6.4 Jumlah anak ideal
6.5 Keputusan atas jumlah anak
72 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
Tabel 6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita dan karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
<20
Umur ideal kawin pertama
20-24 25+ Tidak Tahu Jumlah
Jumlah
remaja
Median
(Tahun)
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
2,3
62,3
31,9
3,5
100,0
6.750
23,5
20-24
1,1
57,6
39,7
1,6
100,0
3.221
24,2
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
1,5
60,0
36,4
2,1
100,0
5.890
23,9
Perdesaan
2,4
62,0
31,6
4,0
100,0
4.081
23,4
Pendidikan
Tidak sekolah
6,8
44,1
13,8
35,3
100,0
28
22,2
Tidak tamat SD
2,4
47,2
23,2
27,2
100,0
119
22,4
Tamat SD
7,7
62,8
19,6
10,0
100,0
223
21,0
Tidak tamat SLTA
2,2
61,0
33,1
3,7
100,0
4.928
23,5
Tamat SLTA
1,7
66,5
30,8
1,0
100,0
2.296
23,6
Perguruan tinggi
0,8
55,5
42,9
0,7
100,0
2.378
24,5
Kuintil kekayaan
Terendah
3,3
52,6
37,1
7,0
100,0
1.409
23,6
Menengah bawah
3,0
61,1
32,6
3,3
100,0
1.760
23,4
Menengah
1,6
65,5
30,1
2,8
100,0
1.971
23,4
Menengah atas
1,4
64,0
33,0
1,6
100,0
2.172
23,7
Teratas
1,0
58,8
38,6
1,6
100,0
2.659
24,2
Jumlah
1,9
60,8
34,4
2,9
100,0
9.971
23,7
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
5,6
68,2
18,8
7,4
100,0
7.713
22,7
20-24
5,3
71,2
20,9
2,6
100,0
4.899
23,0
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
3,5
70,6
21,5
4,3
100,0
6.869
23,2
Perdesaan
7,8
67,9
17,3
6,9
100,0
5.743
22,3
Pendidikan
Tidak sekolah
12,2
45,9
11,3
30,6
100,0
63
22,3
Tidak tamat SD
14,6
54,6
13,2
17,6
100,0
505
21,6
Tamat SD
11,1
67,7
13,6
7,6
100,0
690
21,5
Tidak tamat SLTA
5,9
68,1
19,0
7,0
100,0
6.426
22,6
Tamat SLTA
3,4
75,3
19,0
2,3
100,0
3.301
23,0
Perguruan tinggi
2,6
68,4
28,3
0,7
100,0
1.627
23,7
Kuintil kekayaan
Terendah
10,9
59,6
20,1
9,5
100,0
2.314
22,1
Menengah bawah
6,7
69,9
17,0
6,4
100,0
2.560
22,4
Menengah
5,3
73,5
16,8
4,4
100,0
2.534
22,8
Menengah atas
3,3
72,7
19,4
4,6
100,0
2.607
23,0
Teratas
1,8
70,2
24,9
3,2
100,0
2.596
23,5
Jumlah
5,5
69,4
19,6
5,5
100,0
12.612
22,8
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
73
Tabel 6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria
Distribusi persentase wanita belum kawin dan pria belum kawin
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
umur 15-24,
menurut umur ideal kawin pertama untuk pria dan
Karakteristik latar belakang
Umur ideal kawin
<20 20-24
pertama untuk pria
25+ Tidak tahu
Jumlah
Jumlah
remaja
Median
(Tahun)
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,4
14,6
79,6
5,4
100,0
6.750
25,8
20-24
0,3
6,7
90,6
2,5
100,0
3.221
26,5
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
0,2
11,0
85,3
3,5
100,0
5.890
26,0
Perdesaan
0,5
13,6
80,0
5,8
100,0
4.081
25,8
Pendidikan
Tidak sekolah
3,8
17,7
39,7
38,8
100,0
28
25,6
Tidak tamat SD
1,1
18,2
55,1
25,6
100,0
119
25,6
Tamat SD
1,3
21,1
67,7
10,0
100,0
223
25,5
Tidak tamat SLTA
0,3
14,7
78,9
6,0
100,0
4.928
25,8
Tamat SLTA
0,3
9,7
87,6
2,3
100,0
2.296
25,8
Perguruan tinggi
0,2
7,5
91,0
1,4
100,0
2.378
26,7
Kuintil kekayaan
Terendah
0,6
16,3
73,3
9,9
100,0
1.409
25,8
Menengah bawah
0,5
12,9
81,8
4,9
100,0
1.760
25,8
Menengah
0,1
14,2
82,0
3,7
100,0
1.971
25,8
Menengah atas
0,4
11,1
85,4
3,2
100,0
2.172
25,9
Teratas
0,2
8,5
88,3
2,9
100,0
2.659
26,3
Jumlah
0,3
12,1
83,1
4,5
100,0
9.971
25,9
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,6
22,1
71,1
6,2
100,0
7.713
25,5
20-24
0,1
12,1
85,7
2,1
100,0
4.899
25,7
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
0,3
15,6
80,7
3,4
100,0
6.869
25,7
Perdesaan
0,6
21,3
72,2
5,9
100,0
5.743
25,5
Pendidikan
Tidak sekolah
3,0
14,7
57,9
24,4
100,0
63
25,5
Tidak tamat SD
1,5
22,4
59,6
16,4
100,0
505
25,5
Tamat SD
0,8
19,9
72,7
6,6
100,0
690
25,5
Tidak tamat SLTA
0,5
22,5
71,2
5,8
100,0
6.426
25,5
Tamat SLTA
0,1
12,7
85,7
1,5
100,0
3.301
25,7
Perguruan tinggi
0,2
10,5
88,8
0,5
100,0
1.627
25,9
Kuintil kekayaan
Terendah
0,9
21,9
69,0
8,1
100,0
2.314
25,5
Menengah bawah
0,5
19,9
74,6
5,0
100,0
2.560
25,6
Menengah
0,6
18,8
76,3
4,3
100,0
2.534
25,6
Menengah atas
0,2
15,8
80,5
3,5
100,0
2.607
25,6
Teratas
0,0
14,9
82,7
2,3
100,0
2.596
25,7
Jumlah
0,4
18,2
76,8
4,6
100,0
12.612
25,6
74
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
Tabel 6.2 Pembuat keputusan akan menikah dengan siapa
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut siapa yang membuat keputusan dengan siapa responden
akan menikah dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Pembuat keputusan menikah
Orang Keluarga
Karakteristik latar belakang
Diri sendiri
tua
lainnya
Bersama
Tidak terjawab
Jumlah
Jumlah remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
70,7
9,7
0,4
19,0
0,1
100,0
6.750
20-24
75,0
6,5
0,5
17,7
0,4
100,0
3.221
Daerah tempat tinggal;
Perkotaan
73,8
7,5
0,5
18,0
0,2
100,0
5.890
Perdesaan
69,5
10,4
0,4
19,6
0,1
100,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
45,4
28,1
17,5
6,0
3,1
100,0
28
Tidak tamat SD
50,3
28,0
2,3
16,8
2,7
100,0
119
Tamat SD
65,0
16,7
1,2
16,1
1,1
100,0
223
Tidak tamat SLTA
70,1
10,5
0,4
18,8
0,1
100,0
4.928
Tamat SLTA
76,6
5,9
0,3
17,1
0,1
100,0
2.296
Perguruan tinggi
73,8
5,6
0,3
20,1
0,2
100,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terendah
68,2
14,6
1,0
16,1
0,1
100,0
1.409
Menengah bawah
72,9
8,9
0,2
17,7
0,2
100,0
1.760
Menengah
69,1
8,2
0,4
22,0
0,2
100,0
1.971
Menengah atas
74,8
7,1
0,3
17,6
0,2
100,0
2.172
Teratas
73,4
7,1
0,4
18,8
0,2
100,0
2.659
Jumlah
72,1
8,7
0,4
18,6
0,2
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
75,7
6,1
0,9
17,3
0,1
100,0
7.713
20-24
79,2
4,0
0,7
15,9
0,1
100,0
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
76,8
4,9
0,7
17,6
0,1
100,0
6.869
Perdesaan
77,4
5,8
0,9
15,7
0,1
100,0
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
55,6
16,1
2,3
26,0
0,0
100,0
63
Tidak tamat SD
70,6
14,4
1,1
13,4
0,5
100,0
505
Tamat SD
70,3
9,8
1,2
18,5
0,3
100,0
690
Tidak tamat SLTA
75,7
6,0
0,9
17,3
0,1
100,0
6.426
Tamat SLTA
81,3
2,9
0,5
15,2
0,1
100,0
3.301
Akademi/perguruan tinggi
79,4
2,4
0,4
17,7
0,0
100,0
1.627
Kuintil kekayaan
Terendah
74,3
8,1
1,3
16,3
0,1
100,0
2.314
Menengah bawah
76,8
6,1
1,1
16,0
0,1
100,0
2.560
Menengah
76,9
5,0
0,6
17,4
0,1
100,0
2.534
Menengah atas
80,1
3,9
0,8
15,2
0,0
100,0
2.607
Teratas
76,9
3,8
0,3
18,7
0,2
100,0
2.596
Jumlah
77,1
5,3
0,8
16,7
0,1
100,0
12.612
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 75
Tabel 6.3.1 Umur ideal memnunyai anak Dertama untuk wanita
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal wanita untuk mempunyai anak
dikategorikan menurut umur ideal mempunyai anak pertama dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
pertama,
Karakteristik latar belakang
Umur ideal wanita mempunyai anak pertama
<20 20-24 25+ Tidak Tahu
Jumlah
Jumlah
remaja
Median
(tahun)
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,8
44,1
46,9
8,2
100,0
6.750
25,1
20-24
0,2
42,4
53,9
3,5
100,0
3.221
25,2
Tempat tinggal
Perkotaan
0,5
40,8
53,5
5,2
100,0
5.890
25,3
Perdesaan
0,7
47,5
42,9
8,9
100,0
4.081
24,8
Pendidikan
Tidak sekolah
6,3
34,2
23,2
36,3
100,0
28
23,8
Tidak tamat SD
2,4
36,9
26,3
34,4
100,0
119
23,7
Tamat SD
4,8
52,3
27,6
15,2
100,0
223
23,1
Tidak tamat SMTA
0,7
42,4
47,8
9,1
100,0
4.928
25,1
Tamat SMTA
0,3
51,8
43,8
4,1
100,0
2.296
24,8
Perguruan tinggi
0,1
37,5
60,6
1,8
100,0
2.378
25,4
Kuintil kekayaan
Terbawah
1,0
41,7
44,3
13,0
100,0
1.409
25,1
Menengah bawah
0,9
47,4
43,9
7,8
100,0
1.760
24,8
Menengah
0,3
48,1
45,0
6,6
100,0
1.971
24,9
Menengah atas
0,3
43,4
50,8
5,4
100,0
2.172
25,2
Teratas
0,5
38,7
57,0
3,8
100,0
2.659
25,4
Jumlah
0,6
43,5
49,1
6,7
100,0
9.971
25,1
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
1,6
51,2
35,8
11,4
100,0
7.713
24,4
20-24
1,3
54,7
39,3
4,8
100,0
4.899
24,5
Tempat tinggal
Perkotaan
0,9
50,4
41,3
7,4
100,0
6.869
24,7
Perdesaan
2,2
55,1
32,2
10,5
100,0
5.743
24,0
Pendidikan
Tidak sekolah
1,9
42,9
24,9
30,3
100,0
63
23,4
Tidak tamat SD
4,1
45,6
25,3
25,0
100,0
505
23,4
Tamat SD
3,6
58,0
27,1
11,4
100,0
690
23,4
Tidak tamat SMTA
1,4
51,3
36,1
11,2
100,0
6.426
24,3
Tamat SMTA
1,1
57,8
36,8
4,2
100,0
3.301
24,4
Perguruan tinggi
0,7
47,2
50,4
1,7
100,0
1.627
25,1
Kuintil kekayaan
Terbawah
3,1
50,0
33,1
13,9
100,0
2.314
24,0
Menengah bawah
1,4
55,7
33,0
10,0
100,0
2.560
24,1
Menengah
1,8
54,3
35,0
8,8
100,0
2.534
24,3
Menengah atas
1,0
54,3
37,6
7,1
100,0
2.607
24,5
Teratas
0,3
48,4
46,4
4,9
100,0
2.596
24,9
Jumlah
1,5
52,6
37,1
8,8
100,0
12.612
24,4
76
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
Tabel 6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria
Distribusi persentasae wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tentang umur Ideal pria untuk mempunyai anak pertama,
dikategorikan menurut umur ideal mempunyai anak pertama dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
Umur ideal pria mempunyai anak |
<20 20-24 25+
Dertama
Tidak tahu
Jumlah
Jumlah
remaja
Median
(tahun)
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,1
8,6
81,2
10,1
100,0
6.750
27,0
20-24
0,1
4,2
91,1
4,6
100,0
3.221
27,3
Tempat tinggal
Perkotaan
0,1
6,2
87,1
6,6
100,0
5.890
27,3
Perdesaan
0,2
8,5
80,5
10,8
100,0
4.081
26,9
Pendidikan
Tidak sekolah
3,8
9,7
47,2
39,3
100,0
28
26,3
Tidak tamat SD
1,7
15,1
47,9
35,2
100,0
119
26,5
Tamat SD
0,0
19,6
62,6
17,8
100,0
223
26,5
Tidak tamat SMTA
0,1
8,1
80,8
11,0
100,0
4.928
27,1
Tamat SMTA
0,1
6,0
88,5
5,4
100,0
2.296
27,0
Perguruan tinggi
0,0
4,8
92,1
3,1
100,0
2.378
27,5
Kuintil kekayaan
Terbawah
0,3
10,9
73,9
14,9
100,0
1.409
26,9
Menengah bawah
0,2
8,0
81,7
10,0
100,0
1.760
27,0
Menengah
0,1
7,9
83,9
8,2
100,0
1.971
27,0
Menengah atas
0,1
6,2
86,5
7,1
100,0
2.172
27,2
Teratas
0,0
4,9
90,4
4,7
100,0
2.659
27,4
Jumlah
0,1
7,2
84,4
8,3
100,0
9.971
27,1
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,4
12,5
76,9
10,2
100,0
7.713
26,8
20-24
0,1
5,6
90,0
4,3
100,0
4.899
27,0
Tempat tinggal
Perkotaan
0,2
7,8
85,6
6,4
100,0
6.869
26,9
Perdesaan
0,4
12,3
77,6
9,7
100,0
5.743
26,7
Pendidikan
Tidak sekolah
3,0
15,2
52,5
29,3
100,0
63
26,1
Tidak tamat SD
0,7
13,7
62,4
23,2
100,0
505
26,6
Tamat SD
0,4
12,4
75,1
12,1
100,0
690
26,6
Tidak tamat SMTA
0,3
12,4
77,3
10,0
100,0
6.426
26,8
Tamat SMTA
0,0
6,4
90,0
3,5
100,0
3.301
26,9
Perguruan tinggi
0,2
4,4
94,2
1,2
100,0
1.627
27,2
Kuintil kekayaan
Terbawah
0,3
12,7
73,9
13,1
100,0
2.314
26,8
Menengah bawah
0,5
11,5
79,2
8,8
100,0
2.560
26,8
Menengah
0,3
10,8
80,8
8,0
100,0
2.534
26,8
Menengah atas
0,2
7,9
85,6
6,3
100,0
2.607
26,9
Teratas
0,0
6,7
89,4
3,9
100,0
2.596
27,0
Jumlah
0,3
9,8
82,0
7,9
100,0
12.612
26,8
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
77
Tabel 6.4 Jumlah anak ideal
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut jumlah anak ideal dan rata-rata jumlah anak ideal dan karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Jumlah anak Ideal
Rata-rata
Tidak
Jumlah
jumlah
Karakteristik latar belakang
0
1
2
3
4
5
6+
tahu
Jumlah
remaja
anak ideal
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,4
3,3
66,3
14,9
6,2
1,1
0,5
7,4
100,0
6.750
2,6
20-24
0,3
1,5
59,7
23,4
8,3
2,0
0,7
4,2
100,0
3.221
2,8
Tempat tinggal
Perkotaan
0,2
2,3
65,0
18,6
6,4
1,3
0,4
5,7
100,0
5.890
2,7
Perdesaan
0,6
3,2
62,9
16,3
7,5
1,5
0,7
7,3
100,0
4.081
2,7
Pendidikan
Tidak sekolah
12,4
12,7
20,5
15,9
16,1
0,9
2,5
18,9
100,0
28
2,8
Tidak tamat SD
5,6
13,7
36,6
13,3
7,7
3,0
0,4
19,8
100,0
119
2,6
Tamat SD
0,7
8,6
51,5
17,6
10,9
0,4
0,6
9,7
100,0
223
2,7
Tidak tamat SMTA
0,4
3,2
67,5
13,6
5,7
1,2
0,5
8,0
100,0
4.928
2,6
Tamat SMTA
0,1
1,8
64,4
20,2
7,2
1,0
0,6
4,6
100,0
2.296
2,7
Perguruan tinggi
0,0
1,4
60,1
23,6
8,4
2,2
0,7
3,7
100,0
2.378
2,8
Kuintil kekayaan
Terbawah
1,0
3,9
58,2
14,2
10,4
1,4
0,8
10,1
100,0
1.409
2,7
Menengah bawah
0,3
2,8
66,9
14,4
6,0
1,1
0,7
7,7
100,0
1.760
2,6
Menengah
0,5
3,6
63,3
17,4
7,1
1,8
0,6
5,7
100,0
1.971
2,7
Menengah atas
0,0
2,1
64,5
19,5
6,8
1,6
0,5
5,0
100,0
2.172
2,7
Teratas
0,2
1,9
65,9
20,2
5,3
1,0
0,5
5,2
100,0
2.659
2,7
Jumlah
0,4
2,7
64,2
17,6
6,8
1,4
0,6
6,4
100,0
9.971
2,7
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,1
2,7
63,0
18,6
6,6
2,1
1,1
5,7
100,0
7.713
2,7
20-24
0,1
2,0
60,9
20,8
9,0
2,3
1,4
3,5
100,0
4.899
2,8
Tempat tinggal
Perkotaan
0,0
2,3
63,1
20,6
7,2
1,7
1,2
3,9
100,0
6.869
2,7
Perdesaan
0,1
2,7
61,0
18,2
7,9
2,7
1,4
6,0
100,0
5.743
2,7
Pendidikan
Tidak sekolah
0,0
5,1
48,0
9,3
16,8
3,5
4,8
12,4
100,0
63
2,8
Tidak tamat SD
0,6
6,7
51,2
17,5
8,7
4,7
1,1
9,5
100,0
505
2,7
Tamat SD
0,0
6,1
54,4
17,6
9,0
3,6
2,9
6,3
100,0
690
2,7
Tidak tamat SMTA
0,1
2,4
64,5
18,2
6,4
2,0
1,2
5,2
100,0
6.426
2,7
Tamat SMTA
0,0
1,6
62,6
20,6
8,4
1,9
0,9
3,9
100,0
3.301
2,7
Perguruan tinggi
0,0
1,1
59,3
24,0
9,0
2,2
1,6
2,8
100,0
1.627
2,8
Kuintil kekayaan
Terbawah
0,3
3,6
54,5
18,5
10,5
3,9
2,2
6,5
100,0
2.314
2,8
Menengah bawah
0,0
3,5
62,4
17,9
7,3
2,2
1,5
5,3
100,0
2.560
2,7
Menengah
0,0
1,9
64,7
18,3
7,4
1,6
0,9
5,2
100,0
2.534
2,7
Menengah atas
0,0
1,8
63,9
20,8
6,8
2,0
0,9
3,9
100,0
2.607
2,7
Teratas
0,0
1,7
64,6
21,9
6,1
1,5
0,8
3,5
100,0
2.596
2,7
Jumlah
0,1
2,4
62,2
19,5
7,5
2,2
1,3
4,8
100,0
12.612
2,7
78 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
Tabel 6.5 Keputusan alas jumlah anak
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut orang yang seharusnya menentukan jumlah anak
yang akan dimiliki dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Pembuat keputusan
Karakteristik latar belakang
Isteri
Suami
Berdua
Tidak
tahu
Tidak
terjawab
Jumlah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
5,6
2,7
88,5
2,9
0,1
100,0
6.750
20-24
5,0
1,5
92,0
1,1
0,2
100,0
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
5,7
2,0
90,1
1,9
0,1
100,0
5.890
Perdesaan
4,9
2,8
88,9
3,0
0,3
100,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
4,4
0,0
66,0
26,5
3,1
100,0
28
Tidak tamat SD
11,4
3,1
68,8
16,4
0,0
100,0
119
Tamat SD
9,7
3,7
80,9
4,7
1,1
100,0
223
Tidak tamat SLTA
5,6
2,9
87,9
3,4
0,2
100,0
4.928
Tamat SLTA
4,9
2,3
91,9
0,6
0,1
100,0
2.296
Perguruan tinggi
4,9
1,1
93,1
0,7
0,1
100,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terendah
6,4
3,3
85,4
4,7
0,1
100,0
1.409
Menengah bawah
4,6
2,7
89,5
2,7
0,5
100,0
1.760
Menengah
5,7
1,9
89,5
2,5
0,2
100,0
1.971
Menengah atas
4,0
2,4
91,7
1,6
0,0
100,0
2.172
Teratas
6,2
1,9
90,4
1,4
0,1
100,0
2.659
Jumlah
5,4
2,3
89,6
2,3
0,2
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
4,5
8,0
84,1
2,9
0,1
100,0
7.713
20-24
3,8
8,5
86,3
0,9
0,1
100,0
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
4,1
8,2
85,6
1,6
0,1
100,0
6.869
Perdesaan
4,3
8,3
84,2
2,8
0,0
100,0
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
7,9
14,4
69,0
8,7
0,0
100,0
63
Tidak tamat SD
8,3
12,4
69,1
9,9
0,1
100,0
505
Tamat SD
5,3
12,0
79,6
2,6
0,2
100,0
690
Tidak tamat SLTA
4.7
8,1
84,1
2,7
0,1
100,0
6.426
Tamat SLTA
3,3
8,2
87,4
0,5
0,1
100,0
3.301
Perguruan tinggi
2,0
5,9
91,1
0,4
0,0
100,0
1.627
Kuintil kekayaan
Terendah
5,3
9,6
80,8
4,0
0,0
100,0
2.314
Menengah bawah
4,5
8,4
84,8
2,1
0,0
100,0
2.560
Menengah
4,3
7,7
85,4
1,9
0,2
100,0
2.534
Menengah atas
3,4
8,7
85,3
1,9
0,0
100,0
2.607
Teratas
3,6
6,9
88,0
1,0
0,1
100,0
2.596
Jumlah
4,2
8,2
85,0
2,2
0,1
100,0
12.612
Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 79
80 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak
MEROKOK, MINUM MINUMAN BERALKOHOL, DAN
PENGGUNAAN OBAT TERLARANG
Temuan Utama
• Merokok: Satu persen wanita dan 55 persen pria
merokok saat ini.Tiga puluh satu persen wanita dan 21
persen pria pertama kali merokok sebelum umur 13
tahun. Separuh pria menghisap lebih dari 10 batang
rokok dalam 24 jam terakhir sebelum survei.
• Minum minuman beralkohol: Persentase pria minum
minuman beralkohol lebih tinggi daripada wanita (15%
dibandingkan dengan 1%). Persentase wanita dan pria
umur mulai minum minuman berlakohol paling tinggi
pada mereka yang berumur 15-19 tahun, masing-masing
58% wanita dan 70% pria. Empat puluh sembilan persen
pria minum alkohol sampai mabuk.
• Penggunaan obat terlarang: Lima persen pria
menggunakan obat-obatan terlarang; pria menggunakan
obat terlarang dengan cara dihisap (2%) dan
diminum/ditelan (3%).
K omponen Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dalam SDKI 2017 memiliki informasi tentang
kebiasaan atau perilaku berisiko terhadap kesehatan pada remaja. Perilaku tersebut adalah
merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang atau NAPZA (narkotika,
psikotropika, dan zat adiktif lainnya).
7.1 Merokok
Prevalensi merokok pada umur 18 ke bawah merupakan salah satu indikator Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017(Republik
Indonesia, 2017). Perilaku merokok merupakan faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti
penyakit kardiovaskuler, kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronik(WHO, 2012). Kementerian
Kesehatan telah menyusun beberapa kebijakan untuk menurunkan prevalensi merokok, salah satunya
adalah kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah, tempat kerja dan tempat-tempat
umum (Kementerian Kesehatan RI, 2015). Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat
terlarang
Prevalensi Merokok
Perokok saat ini
Remaja yang pada saat survei merokok produk tembakaudalam bentuk
apapun setiap hari atau kadang-kadang.
Mantan perokok
Remaja yang telah berhenti merokok, atau hanya mencoba merokok atau
tidak pernah merokok secara teratur.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang• 81
Satu persen wanita dan 55 persen pria merokok
saat ini. Sembilan puluh dua persen wanita dan
23 persen pria belum pernah merokok. Tujuh
persen wanita dan 22 persen pria mantan
perokok (Tabel 7.1).
Tren: Persentase pria yang saat ini merokok
meningkat dari 53 persen (SDKI 2012)
menjadi 55 persen (SDKI 2017).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase pria mantan perokok meningkat
seiring dengan meningkatnya kuintil
kekayaan. Sebagai contoh, 18 persen pria
dengan kuintil kekayaan terbawah dan 28
persen dengan kuintil kekayaan teratas
(Gambar 7.1).
Gambar 7.1 Perokok saat ini dan
mantan perokok
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang
saat ini merokok dan mantan perokok menurut
kuintil kekayaan
62 60 61
Terbawah Menengah Menengah Menengah Teratas
bawah atas
■ Mantan perokok ■ Perokok saat ini
■ Persentase wanita merokok saat ini paling tinggi pada wanita yang tidak sekolah (3%).
■ Persentase wanita dan pria yang merokok saat ini menurut pendidikan dan kuintil kekayaan tidak
menunjukkan pola tertentu.
Umur Mulai Merokok
Informasi tentang umur mulai merokok
merupakan bagian dari perilaku merokok. Tiga
puluh satu persen wanita dan 21 persen pria
pertama kali merokok sebelum umur 13 tahun.
Tren: Persentase pria belum kawin 15-19 tahun
yang mulai merokok sebelumumur 15 tahun,
meningkat dari 52 persen (SDKI 2007) menjadi
57 persen (SDKI 2017). Dalam kurun waktu
yang sama, hampir tidak ada perbedaan
persentase wanita belum kawin umur 15-19
tahun yang mulai merokok sebelum umur 15
tahun (Gambar 7.2).
Pola menurut karakteristik latar belakang
Gambar 7.2 Umur wanita dan pria
merokok pertama kali
Persentase wanita dan pria pertama kali merokok
sebelum umur 15 tahun di antara wanita dan pria
belum kawin umur 15-19 yang merokok
59
Wanita Pria
i SDKI 2007 ■ SDKI 2012 SDKI 2017
Persentase wanita dan pria yang merokok
sebelum umur 13 tahun lebih tinggi pada
kelompok umur 15-19 tahun dibandingkan
kelompok umur 20-24 tahun. Sebagai contoh, 37 persen wanita umur 15-19 tahun sudah mulai
merokok sebelum umur 13 tahun dan 22 persen pada wanita umur 20-24 tahun (Tabel 7.2).
■ Persentase wanita dan pria yang mulai merokok sebelum umur 13 tahun lebih tinggi pada mereka yang
tinggal di perdesaandibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan. Sebagai contoh, 39 persen
wanita yang tinggal di perdesaan dan 27 persen wanita yang tinggal di perkotaan.
■ Persentase wanita dan pria yang mulai merokok sebelum umur 13 tahun menurut pendidikan dan
kuintil kekayaan tidak menunujukkan pola tertentu. Namun demikian, persentase wanita yang
82 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
merokok sebelum umur 13 tahun tertinggi
pada wanita berpendidikan tamat SD (41%),
sedangkan persentase pria paling tinggi
pada mereka yang belum tamat SD (31%).
Jumlah Rokok yang Dihisap
Separuh pria menghisap lebih dari 10 batang
rokok dan 26 persen merokok sekitar 6-9 batang
rokok dalam 24 jam terakhir sebelum survei.
Tren: Persentase pria yang menghisap lebih dari
10 batang dalam 24 jam terakhir sebelum survei
meningkat menjadi 50 persen (SDKI 2017) dari
38 persen (SDKI 2012) (Gambar 7.3).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase pria yang merokok lebih dari 10
batang dalam 24 jam terakhir sebelum survei
lebih tinggi pada pria yang tinggal di perdesaan
(53%) dibandingkan dengandi perkotaan
(48%) (Tabel 7.3).
■ Persentase pria yang merokok lebih dari 10
batang dalam 24 jam sebelum survei lebih
tinggi pada pria umur 20-24 tahun (60%)
dibanding pria umur 15-19 tahun (38%).
■ Persentase pria yang merokok lebih dari 10
batang dalam 24 jam terakhir sebelum survei
menurut pendidikan dan kuintil kekayaan tidak
menunjukkan pola tertentu.
Gambar 7.3 Jumlah rokok yang
dihisap
Persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut
jumlah batang rokok yang dihisap dalam 24 jam
sebelum survei
50
<3 3-5 6-9 10+
■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017
Gambar 7.4 Umur mulai minum
alkohol (tahun)
Persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 menurut kelompok umur pertama kali
minum-minuman berlakohol
7.2 Minum Minuman Beralkohol
Perubahan psikologis dan sosial remaja ditandai dengan meningkatnya perilaku meniru dan eksplorasi
bersama teman sepergaulan. Perilaku seperti ini memberikan peluang bagi remaja untuk terpapar perilaku
berisiko seperti minum alkohol. Minum alkohol pada periode remaja dapat menghambat pertumbuhan dan
pematangan sel dan selanjutnya menyebabkan ketergantungan di masa dewasa (Newcomb dan Bentler,
1989).
Prevalensi Minum Minuman Beralkohol
Minum minuman beralkohol
Remaja yang minum minuman beralkohol adalah remaja yang termasuk
dalam dua kategori, yaitu minum setiap hari dan minum kadang-kadang
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
Minum alkohol merupakan indikator dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), yang
tercantum dalam tujuan nomor tiga poin kelima, yaitu memperkuat pencegahan dan pengobatan
penyalahgunaan narkotika dan penggunaan alkohol yang membahayakan(Kementerian Perencanaan
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 83
Pembangunan Nasional, 2018). SDKI 2017 menanyakan tentang konsumsi alkohol responden selama tiga
bulan sebelum survei.
Persentase pria yang minum minuman beralkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wanita (masing-
masing 15% dan 1%) (Tabel 7.4).
Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase pria minum minuman beralkohol umur 20-24tahun turun
menjadi 19 persen (SDKI 2017) dari 24 persen (SDKI2007).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase pria yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi di perdesaan (17%) dibandingkan dengan di
perkotaan (13%).
■ Persentase pria yang minum minuman beralkohol tertinggi pada mereka yang tidak tamat SD.
■ Persentase pria yang meminum alkohol menurun seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan, yaitu
dari21 persenpada kuintil kekayaan terbawah menjadi 10 persen pada kuintil kekayaan teratas.
Umur Mulai Minum Alkohol
Tujuh puluh persen pria dan 58 persen wanita mulai minum alkohol pada kelompok umur 15-19 tahun.
Namun, ditemukan 2 persen pria dan 6 persen wanita mulai minum alkohol pada umur di bawah 10 tahun
(Tabel 7.5a dan Gambar 7.4).
Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase wanita yang pertama kali minum alkohol pada umur
kurang dari 14 meningkat dari 10 persen (SDKI 2007) menjadi 17 persen (SDKI 2017). Tren yang sama
terjadi juga pada pria, walaupun kenaikannya lebih kecil (9% pada SDKI 2007 menjadi 11% pada SDKI
2017) (Tabel 7.5b dan Gambar 7.5).
Perilaku Minum Minuman Beralkohol
Persentase pria yang minum alkohol dalam tiga bulan terakhir lebih tinggi dari pada wanita (39%
Gambar 7.5 Umur pertama minum alkohol
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut umur pertama kali
minum-minuman beralkohol
■ 2007 ■ 2017
27
17
17
12
15 14
13
15
1617 ie 17 1717
11 ,
98 10
< 14
14
15 16
17
18+
< 14
14
15 16
17
18+
WANITA
PRIA
dibanding 26%). Empat puluh sembilan persen pria pernah minum alkohol sampai mabuk (Tabel 7.6).
Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase pria yang minum minuman beralkohol dalam tiga bulan
terakhir menurun menjadi 39 persen (SDKI 2017) dari 48 persen (SDKI 2007).
84 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita yang minum alkohol dalam tiga bulan terakhir lebih tinggi di perkotaan (28%)
daripada di perdesaan (23%). Sebaliknya pada pria,lebih tinggi di perdesaan (43%) daripada di
perkotaan (36%).
■ Persentase pria yang minum alkohol sampai mabuk lebih tinggi pada umur 20-24 tahun
(54%)dibandingkan dengan umur 15-19 tahun (44%).
■ Semakin tinggi kuintil kekayaan, persentase pria yang minum alkohol sampai mabukmenurun, dari 55
persen pada kuintil terbawah menjadi 43 persen pada kuintil teratas.
7.3 PENGGUNAAN OBAT-OBATAN TERLARANG
Penyalahgunaan obat-obatan terlarang merupakan masalah sosial dan kesehatan secara nasional maupun
global. Dampak kerusakan yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan terlarang ini merupakan
kejahatan besar dan serius. Selain kematian, penyalahgunaan obat terlarang juga menyebabkan kesakitan
pada penggunanya dan menjadi beban besar bagi masyarakat. Kematian yang disengaja maupun tidak
disengaja terkait dengan penggunaan obat terlarang menjadi salah satu penyebab utama kematian yang
dapat dicegah pada remaja umur 15-24 tahun. Penggunaan obat terlarang ini menyebabkan kenakalan
remaja, kehamilan remaja, remaja tidak berprestasi di sekolah, dan depresi (Belcher dan Shinitzky, 1998).
Indikator penggunaan obat terlarang ini tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(TPB/SDGs) mengenai prevalensi penyalahgunaan obat terlarang danakses layanan rehabilitasi sesuai
standar (Republik Indonesia, 2017). Terkait hal tersebut, penting untuk mengetahui informasi mengenai
pengetahuan remaja tentang pusat rehabilitasi.
Secara umum, persentase wanita yang pernah menggunakan obat terlarang kurang dari 1 persen (Tabel
7.7). Lima persen pria menggunakan obat terlarang, diantaranya 2 persen menggunakan cara dihisap dan 3
persen dengan cara diminum atau ditelan (Tabel 7.8).Diantara pria yang menggunakan obat terlarang, 13
persen yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama dengan pengguna lainnya (Tabel 7.9).
Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase pria yang pernah mengonsumsi obat terlarang cenderung
menurun menjadi 5 persen (SDKI 2017) dari 6 persen (SDKI 2007). Tren yang sama juga terlihat pada
penggunaan obat terlarang dengan cara dihisap (Gambar 7.6).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase pria yang pernah menggunakan obat terlarang lebih tinggi pada mereka yang berumur 20-
24 tahun (8%) daripada mereka yang berumur 15-19 tahun (3%) (Tabel 7.8).
■ Persentase pria yang pernah mengonsumsi obat terlarangsedikit lebih tinggi pada mereka yang tinggal
di perkotaan (5%) dibandingkan dengan yang tinggal di perdesaan (4%).
7.4 PENGETAHUAN TENTANG INSTANSI PENERIMA WAJIB LAPOR
Program Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) telah dicanangkan dalam beberapa tahun terakhir ini.
Seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011, IPWL merupakan upaya untuk
memenuhi hak pecandu dalam mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan
rehabilitasi sosial (Republik Indonesia, 2011). Oleh karena itu, perlu digali pengetahuan tentang IPWL
pada kelompok remaja sebagai salah satu kelompok yang rentan untuk menyalahgunakan obat terlarang.
Persentase wanita yang mengetahui tentang IPWL lebih tinggi dibandingkan dengan pria (masing-masing
12 persen dan 9 persen) (Tabel 7.10).
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang• 85
Gambar 7.6 Penggunaan obat terlarang
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang mengonsumsi obat terlarang menurut cara
penggunaannya
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan priayang pernah mendengar tentang IPWL meningkat seiring dengan
meningkatnya pendidikan. Sebagai contoh, persentase naik dari3 persen pada priayang tidak sekolah
menjadi 17 persen pada pria berpendidikan perguruan tinggi.
7.5 Perilaku Berisiko
Persentase pria yang berperilaku berisiko lebih tinggi dibandingkan wanita. Sebagai contoh, 55 persen pria
merokok dibandingkan dengan satu persen wanita, diikuti oleh 15 persen pria minum minuman
beralkoholdan satu persen wanita (Gambar 7.7).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase merokokdan minum minuman
beralkohol pada wanita yang tinggal di
perkotaan lebih tinggi dibandingkan
dengandi perdesaan. Sedangkan pria
menunjukkan pola sebaliknya (Tabel 7.11).
■ Persentase merokok, minum minuman
beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
pada pria maupun wanita tidak
menunjukkan pola tertentumenurut
pendidikan dan kuintil kekayaan.
Gambar 7.7 Perilaku berisiko
Persentase wanita dan pria belum kawin umur
15-24 yang merokok, minum minuman
beralkohol dan menggunakan obat terlarang
55
J
Merokok Pengunaan obat Minum minuman
terlarang beralkohol
■ Pria
■ Wanita
15
86- Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Daftar Tabel
Informasi lebih lanjut tentang merokok, minum minuman beralkohol dan penggunaan obat terlarang dapat
dilihat dalam tabel-tabel berikut:
• Tabel 7.1 Merokok
• Tabel 7.2 Umur mulai merokok
• Tabel 7.3 Jumlah rokok yang dihisap
• Tabel 7.4 Minum minuman beralkohol
• Tabel 7.5a Kelompok umur mulai minum minuman beralkohol
• Tabel 7.5b Umur mulai minum minuman beralkohol
• Tabel 7.6 Perilaku minum
• Tabel 7.7 Penggunaan obat-obatan terlarang: Wanita belum kawin
• Tabel 7.8 Penggunaan obat-obatan terlarang: Pria belum kawin
• Tabel 7.9 Penggunaan obat-obatan terlarang dengan injeksi: Pria belum kawin
• Tabel 7.10 Pengetahuan tentang Instansi Penerima Wajib Lapor
• Tabel 7.11 Merokok, minum minuman beralkohol, penggunaan obat terlarang (perilaku berisiko)
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 87
Tabel 7.1 Merokok
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin 15-24 yang bukan perokok, mantan perokok dan perokok saat ini, serta persentase wanita dan pria belum
kawin 15-24 yang merokok paling sedikit 1 batang dalam 24 jam, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
Bukan
perokok
Mantan
perokok
Perokok
saat ini
Tidak
terjawab
Jumlah
Perokok setiap
hari
(paling sedikit 1
batang dalam 24
jam)
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
92,9
6,3
0,8
0,0
100,0
0,2
6.750
20-24
89,8
8,7
1,4
0,2
100,0
0,3
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
91,3
7,4
1,4
0,1
100,0
0,4
5.890
Perdesaan
92,7
6,8
0,4
0,1
100,0
0,1
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
86,3
10,5
3,1
0,0
100,0
0,0
28
Belum tamat SD
92,3
5,3
2,4
0,0
100,0
2,1
119
Tamat SD
89,9
7,2
1,8
1,1
100,0
0,7
223
Tidak tamat SLTA
92,8
6,1
1,0
0,1
100,0
0,2
4.928
Tamat SLTA
91,4
7,6
0,9
0,0
100,0
0,4
2.296
Perguruan tinggi
90,5
8,5
0,8
0,1
100,0
0,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
91,0
8,2
0,8
0,1
100,0
0,2
1.409
Menengah bawah
91,4
8,0
0,4
0,1
100,0
0,1
1.760
Menengah
91,9
6,9
1,1
0,2
100,0
0,3
1.971
Menengah atas
92,0
6,6
1,5
0,1
100,0
0,5
2.172
Teratas
92,5
6,5
0,9
0,0
100,0
0,1
2.659
Jumlah
91,9
7,1
0,9
0,1
100,0
0,2
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
27,3
25,1
47,6
0,0
100,0
27,9
7.713
20-24
14,9
17,9
67,1
0,1
100,0
53,2
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
24,2
23,5
52,3
0,0
100,0
35,7
6.869
Perdesaan
20,4
21,0
58,6
0,1
100,0
40,2
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
24,3
16,5
58,9
0,3
100,0
37,9
63
Belum tamat SD
14,1
9,1
76,6
0,2
100,0
58,0
505
Tamat SD
12,1
11,5
76,5
0,0
100,0
61,3
690
Tidak tamat SLTA
26,2
23,5
50,3
0,0
100,0
31,3
6.426
Tamat SLTA
16,5
20,7
62,8
0,0
100,0
47,1
3.301
Perguruan tinggi
27,0
29,7
43,2
0,0
100,0
27,6
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
20,7
17,6
61,7
0,0
100,0
42,3
2.314
Menengah bawah
20,1
19,6
60,1
0,1
100,0
41,3
2.560
Menengah
19,0
20,3
60,7
0,0
100,0
43,0
2.534
Menengah atas
22,0
25,2
52,7
0,0
100,0
35,3
2.607
Teratas
30,3
27,9
41,7
0,0
100,0
27,3
2.596
Jumlah
22,5
22,3
55,2
0,0
100,0
37,7
12.612
88- Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Tabel 7.2 Umur mulai merokok
Distribusi persentase pria dan wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah merokok menurut umur pertama kali merokok dan karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Umur pertama kali merokok
Tidak
Tidak
Jumlah
<13
13
14
15
16
17
18+
tahu
terjawab
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
37,6
6,0
11,9
16,7
8,5
5,9
4,4
7,2
1,7
100,0
481
20-24
22,1
6,9
6,7
10,9
10,4
11,0
27,7
3,5
0,8
100,0
323
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
26,9
7,8
9,2
14,7
10,0
9,0
17,2
4,0
1,2
100,0
512
Perdesaan
39,3
4,0
10,8
13,8
8,0
6,0
7,8
8,8
1,6
100,0
293
Pendidikan
Tidak sekolah
0,0
10,3
39,9
0,0
27,0
0,0
0,0
0,0
22,8
100,0
4
Belum tamat SD
20,3
19,6
13,7
11,7
4,7
19,2
6,0
4,8
0,0
100,0
9
Tamat SD
40,6
6,1
1,4
4,9
3,3
6,7
23,8
8,0
5,3
100,0
20
Tidak tamat SLTA
35,6
7,0
12,1
18,4
9,2
3,8
4,4
7,4
2,1
100,0
352
Tamat SLTA
24,1
7,8
9,1
14,4
10,6
8,8
19,3
5,5
0,5
100,0
197
Perguruan tinggi
31,4
3,6
6,8
9,1
8,7
13,5
23,4
3,3
0,1
100,0
222
Kuintil kekayaan
Terbawah
34,3
5,1
13,5
16,3
9,4
6,4
9,6
3,1
2,2
100,0
127
Menengah bawah
37,7
7,5
6,3
14,2
8,1
3,1
11,9
9,9
1,2
100,0
149
Menengah
25,4
7,0
14,7
10,6
12,9
7,6
13,2
8,0
0,7
100,0
157
Menengah atas
30,4
5,1
9,8
17,3
7,3
9,9
13,8
3,7
2,9
100,0
173
Teratas
30,4
7,1
6,2
13,8
8,9
11,1
18,3
4,2
0,0
100,0
198
Jumlah
31,4
6,4
9,8
14,4
9,3
7,9
13,8
5,7
1,3
100,0
805
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
24,2
13,9
19,3
22,3
12,5
5,1
1,8
0,8
0,1
100,0
5.607
20-24
16,3
8,2
12,8
16,7
15,0
13,3
17,3
0,4
0,1
100,0
4.166
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
19,7
11,2
16,3
20,4
14,1
8,8
8,7
0,6
0,1
100,0
5.203
Perdesaan
22,1
11,7
16,8
19,3
12,8
8,3
8,1
0,7
0,1
100,0
4.570
Pendidikan
Tidak sekolah
25,5
8,3
3,1
28,0
13,3
11,2
5,7
3,1
1,7
100,0
48
Belum tamat SD
31,2
8,9
10,3
17,3
12,1
9,1
8,5
2,5
0,0
100,0
434
Tamat SD
20,3
9,8
14,8
18,8
12,8
12,3
10,1
0,7
0,4
100,0
607
Tidak tamat SLTA
24,5
14,3
19,8
21,7
10,8
4,6
3,5
0,7
0,1
100,0
4.740
Tamat SLTA
14,8
9,2
13,9
19,1
16,9
12,3
13,2
0,5
0,0
100,0
2.757
Perguruan tinggi
16,4
7,1
13,1
15,8
17,6
13,4
16,3
0,1
0,1
100,0
1.188
Kuintil kekayaan
Terbawah
22,1
9,4
14,6
18,9
14,8
10,0
9,0
1,3
0,1
100,0
1.834
Menengah bawah
22,3
11,8
16,4
20,5
12,1
8,9
7,4
0,5
0,0
100,0
2.044
Menengah
20,2
12,3
17,0
20,3
13,8
8,0
7,7
0,6
0,1
100,0
2.053
Menengah atas
19,7
12,6
18,3
19,8
13,6
6,9
8,4
0,5
0,2
100,0
2.033
Teratas
19,9
10,8
16,0
20,0
13,6
9,4
9,8
0,5
0,1
100,0
1.810
Jumlah
20,8
11,4
16,5
19,9
13,5
8,6
8,4
0,7
0,1
100,0
9.774
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 89
Tabel 7.3 Jumlah rokok yang dihisap
Distribusi persentase pria belum kawin 15-24 yang saat ini merokokmenurut jumlah batang rokok yang dihisap dalam 24 jam terakhir
dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
<3
Jumlah batang rokok yang dihisap
3-5 6-9 10+
Tidak
terjawab
Jumlah
Jumlah
remaja
Umur
15-19
7,6
28,6
25,5
38,3
0,0
100,0
2.151
20-24
1,7
12,0
26,0
60,1
0,1
100,0
2.610
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
4,6
19,5
27,7
48,1
0,1
100,0
2.454
Perdesaan
4,2
19,6
23,7
52,5
0,0
100,0
2.307
Pendidikan
Tidak sekolah
4,5
15,0
18,6
62,0
0,0
100,0
24
Belum tamat SD
3,4
13,3
17,9
65,3
0,0
100,0
293
Tamat SD
1,9
11,9
21,3
64,6
0,2
100,0
424
Tidak tamat SLTA
7,2
24,9
24,6
43,2
0,0
100,0
2.014
Tamat SLTA
2,3
16,9
30,0
50,7
0,1
100,0
1.555
Perguruan tinggi
2,0
15,7
26,4
55,9
0,0
100,0
450
Kuintil kekayaan
Terbawah
5,1
19,5
21,9
53,5
0,0
100,0
980
Menengah bawah
4,0
19,4
24,4
52,2
0,1
100,0
1.058
Menengah
4,2
21,8
27,2
46,7
0,0
100,0
1.091
Menengah atas
4,2
18,2
30,2
47,3
0,0
100,0
921
Teratas
4,6
18,0
25,1
52,1
0,2
100,0
711
Jumlah
4,4
19,5
25,8
50,2
0,1
100,0
4.761
90 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Tabel 7.4 Minum minuman beralkohol
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut status minum minuman beralkohol dan karakteristik latar belakang,
2017
Indonesia
Karakteristik latar belakang
Bukan peminum
Mantan
peminum
Peminum
kadang-kadang
Peminum setiap
hari
Tidak terjawab
Jumlah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
96,6
2,4
0,9
0,0
0,0
100,0
6.750
20-24
93,1
5,1
1,6
0,0
0,2
100,0
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
94,9
3,6
1,4
0,0
0,1
100,0
5.890
Perdesaan
96,3
2,8
0,8
0,0
0,1
100,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(93,9)
(3,0)
(0,0)
(0,0)
(3,1)
100,0
28
Tidak tamat SD
96,5
3,1
0,3
0,0
0,0
100,0
119
Tamat SD
94,8
3,1
1,1
0,0
1,1
100,0
223
Tidak tamat SLTA
96,6
2,4
0,9
0,0
0,1
100,0
4.928
Tamat SLTA
95,5
3,0
1,4
0,0
0,0
100,0
2.296
Perguruan tinggi
93,0
5,4
1,5
0,0
0,1
100,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
93,8
5,0
1,1
0,0
0,1
100,0
1.409
Menengah bawah
96,8
2,2
0,9
0,0
0,2
100,0
1.760
Menengah
96,8
2,4
0,7
0,0
0,1
100,0
1.971
Menengah atas
96,0
2,6
1,4
0,0
0,0
100,0
2.172
Teratas
94,1
4,3
1,5
0,0
0,0
100,0
2.659
Jumlah
95,5
3,3
1,2
0,0
0,1
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
71,4
16,7
11,7
0,1
0,0
100,0
7.713
20-24
49,7
31,3
18,6
0,3
0,1
100,0
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
64,1
22,8
12,9
0,1
0,1
100,0
6.869
Perdesaan
61,6
21,9
16,2
0,3
0,1
100,0
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
61,4
22,9
15,7
0,0
0,0
100,0
63
Tidak tamat SD
53,0
19,9
26,0
1,0
0,1
100,0
505
Tamat SD
56,4
21,8
21,6
0,3
0,0
100,0
690
Tdak tamat SLTA
69,2
18,5
12,1
0,2
0,1
100,0
6.426
Tamat SLTA
54,5
29,0
16,2
0,1
0,1
100,0
3.301
Perguruan tinggi
61,7
25,3
12,9
0,1
0,0
100,0
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
58,5
20,9
20,2
0,4
0,0
100,0
2.314
Menengah bawah
62,4
21,9
15,4
0,3
0,0
100,0
2.560
Menengah
59,5
24,9
15,4
0,2
0,1
100,0
2.534
Menengah atas
64,8
23,4
11,6
0,2
0,0
100,0
2.607
Teratas
69,3
20,6
10,0
0,0
0,1
100,0
2.596
Jumlah
63,0
22,4
14,4
0,2
0,1
100,0
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 91
Tabel 7.5aKelomook umur mulai minum minuman beralkohol
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, kelompok umur pertama kali minum minuman beralkohol, menurut karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Kelompok umur mulai minum
Karakteristik latar belakang
<10
10-14
15-19 20-24
Tidak tahu
Tidak
terjawab
Jumlah
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
9,0
27,8
61,7
0,0
1,2
0,2
100,0
227
20-24
3,2
5,3
53,7
36,9
0,8
0,0
100,0
216
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
3,9
12,3
59,5
23,8
0,6
0,0
100,0
298
Perdesaan
10,9
26,2
54,5
6,3
1,8
0,3
100,0
145
Pendidikan
Tidak sekolah
*
*
*
*
*
*
100,0
1
Tidak tamat SD
*
*
*
*
*
*
100,0
4
Tamat SD
*
*
*
*
*
*
100,0
9
Tidak tamat SLTA
8,3
31,1
57,1
1,9
1,2
0,3
100,0
163
Tamat SLTA
4,7
9,8
57,5
27,8
0,1
0,0
100,0
102
Perguruan tinggi
5,3
4,4
60,4
28,6
1,3
0,0
100,0
164
Kuintil kekayaan
Terbawah
8,7
28,2
54,1
6,7
1,8
0,5
100,0
85
Menengah bawah
12,5
21,7
57,5
6,8
1,5
0,0
100,0
54
Menengah
3,5
12,9
67,1
16,3
0,2
0,0
100,0
62
Menengah atas
6,3
9,4
52,2
31,1
1,0
0,0
100,0
86
Teratas
3,5
14,7
59,5
21,6
0,7
0,0
100,0
156
Jumlah
6,2
16,9
57,8
18,0
1,0
0,1
100,0
443
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
2,3
27,2
69,5
0,0
0,9
0,2
100,0
2.204
20-24
1,6
12,8
69,5
15,7
0,4
0,0
100,0
2.462
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
1,7
18,4
70,1
9,1
0,5
0,2
100,0
2.463
Perdesaan
2,2
20,9
68,8
7,3
0,7
0,0
100,0
2.203
Pendidikan
Tidak sekolah
(13,8)
(25,2)
(46,4)
(9,3)
(5,2)
(0,0)
100,0
24
Tidak tamat SD
5,4
18,8
65,0
8,8
2,1
0,0
100,0
237
Tamat SD
1,8
15,1
70,7
11,6
0,7
0,0
100,0
301
Tidak tamat SLTA
1,9
28,1
64,3
5,0
0,4
0,2
100,0
1.980
Tamat SLTA
1,0
12,7
76,0
10,0
0,4
0,0
100,0
1.501
Perguruan tinggi
2,5
11,4
72,3
12,8
0,8
0,2
100,0
622
Kuintil kekayaan
Terbawah
2,2
21,4
67,1
8,3
1,0
0,0
100,0
962
Menengah bawah
2,7
20,4
66,9
9,4
0,6
0,0
100,0
961
Menengah
1,6
20,2
69,3
8,5
0,4
0,0
100,0
1.027
Menengah atas
1,7
17,5
72,0
7,9
0,7
0,2
100,0
918
Teratas
1,4
18,1
72,8
6,9
0,3
0,4
100,0
798
Jumlah
1,9
19,6
69,5
8,3
0,6
0,1
100,0
4.666
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang; Tanda bintanc
1 (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari
25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan
92 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Tabel 7.5b Umur mulai minum minuman beralkohol
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, umur pertama kali minum minuman beralkohol, menurut karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Umur pertama kali minum
Tidak
Jumlah
Karakteristik latar belakang
<14
14
15
16
17
18+
Tidak tahu
terjawab
Jumlah
remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
26,6
10,1
22,9
16,3
14,6
8,1
1,2
0,2
100,0
228
20-24
7,3
1,3
5,7
9,8
14,7
60,5
0,8
0,0
100,0
216
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
11,9
4,3
14,2
14,9
15,2
38,9
0,6
0,0
100,0
298
Perdesaan
28,1
9,0
15,2
9,5
13,4
22,7
1,8
0,3
100,0
145
Pendidikan
Tidak sekolah
0,0
100,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
100,0
1
Tidak tamat SD
51,7
0,0
17,5
10,3
17,2
3,3
0,0
0,0
100,0
4
Tamat SD
27,2
16,2
27,5
0,0
11,1
16,2
1,7
0,0
100,0
9
Tidak tamat SLTA
26,6
12,8
29,0
17,7
7,6
4,7
1,2
0,3
100,0
163
Tamat SLTA
12,8
1,8
7,8
13,0
17,0
47,5
0,1
0,0
100,0
102
Perguruan tinggi
9,3
0,4
3,6
9,4
20,3
55,6
1,3
0,0
100,0
164
Kuintil kekayaan
Terbawah
27,5
9,4
16,0
10,4
15,0
19,3
1,8
0,5
100,0
85
Menengah bawah
28,9
5,4
14,1
14,5
13,5
22,1
1,5
0,0
100,0
54
Menengah
8,4
8,0
16,6
11,7
24,6
30,5
0,2
0,0
100,0
62
Menengah atas
11,0
4,7
13,6
17,3
15,8
36,7
1,0
0,0
100,0
86
Teratas
14,4
3,8
13,6
12,4
10,2
44,9
0,7
0,0
100,0
156
Jumlah
17,2
5,8
14,5
13,1
14,6
33,6
1,0
0,1
100,0
443
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
15,5
14,0
23,3
21,9
16,1
8,2
0,9
0,2
100,0
2.204
20-24
7,8
6,5
11,1
12,8
18,1
43,3
0,4
0,0
100,0
2.462
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
10,6
9,5
17,2
17,4
17,7
26,9
0,5
0,2
100,0
2.463
Perdesaan
12,4
10,7
16,5
16,7
16,5
26,5
0,7
0,0
100,0
2.203
Pendidikan
Tidak sekolah
21,4
17,7
15,2
16,2
0,6
23,8
5,2
0,0
100,0
24
Tidak tamat SD
16,3
7,8
20,2
8,9
18,6
26,0
2,1
0,0
100,0
237
Tamat SD
9,1
7,8
14,8
13,6
19,0
34,9
0,7
0,0
100,0
301
Tidak tamat SLTA
15,4
14,7
22,0
17,8
13,3
16,1
0,4
0,2
100,0
1.980
Tamat SLTA
7,0
6,7
13,1
18,1
19,9
34,9
0,4
0,0
100,0
1.501
Perguruan tinggi
8,6
5,2
9,4
16,9
21,6
37,2
0,8
0,2
100,0
622
Kuintil kekayaan
Terbawah
13,1
10,6
16,1
14,7
17,6
27,0
1,0
0,0
100,0
962
Menengah bawah
11,6
11,5
18,3
17,9
17,6
22,5
0,6
0,0
100,0
961
Menengah
11,9
9,8
16,0
17,0
16,8
28,0
0,4
0,0
100,0
1.027
Menengah atas
9,8
9,3
18,7
16,5
15,3
29,5
0,7
0,2
100,0
918
Teratas
10,6
8,9
14,9
19,8
18,5
26,6
0,3
0,4
100,0
798
Jumlah
11,4
10,1
16,9
17,1
17,1
26,7
0,6
0,1
100,0
4.666
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 93
Tabel 7.6 Perilaku minum
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah minum minuman beralkohol, minum dalam 3 bulan sebelum survei, dan pernah mabuk,
menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
Pernah minum
Jumlah remaja Minum dalam 3 bulan terakhir
Pernah mabuk
Jumlah remaja
yang pernah
minum
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
3,4
6.750
27,7
15,9
227
20-24
6,7
3.221
24,5
15,3
216
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
5,1
5.890
27,8
17,3
298
Perdesaan
3,6
4.081
22,7
12,1
145
Pendidikan
Tidak sekolah
*
*
*
*
1
Tidak tamat SD
*
*
*
*
4
Tamat SD
*
*
*
*
9
Tidak tamat SLTA
3,3
4.928
27,5
16,8
163
Tamat SLTA
4,4
2.296
32,3
18,0
102
Perguruan tinggi
6,9
2.378
21,5
10,5
164
Kuintil kekayaan
Terbawah
6,1
1.409
17,6
13,8
85
Menengah bawah
3,1
1.760
29,6
11,0
54
Menengah
3,1
1.971
22,9
18,2
62
Menengah atas
4,0
2.172
35,0
23,7
86
Teratas
5,9
2.659
26,0
12,7
156
Jumlah
4,4
9.971
26,1
15,6
443
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
28,6
7.713
41,4
44,2
2.204
20-24
50,3
4.899
37,6
53,6
2.462
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
35,9
6.869
36,4
49,8
2.463
Perdesaan
38,4
5.743
42,8
48,5
2.203
Pendidikan
Tidak sekolah
(38,6)
(63)
(40,7)
(49,8)
24
Tidak tamat SD
47,0
505
57,4
65,6
237
Tamat SD
43,6
690
50,0
56,5
301
Tidak tamat SLTA
30,8
6.426
39,9
46,3
1.980
Tamat SLTA
45,5
3.301
36,0
51,4
1.501
Perguruan tinggi
38,3
1.627
34,0
43,3
622
Kuintil kekayaan
Terbawah
41,5
2.314
49,6
55,1
962
Menengah bawah
37,5
2.560
41,8
50,4
961
Menengah
40,5
2.534
38,3
49,9
1.027
Menengah atas
35,2
2.607
33,6
46,1
918
Teratas
30,7
2.596
32,7
43,1
798
Jumlah
37,0
12.612
39,4
49,2
4.666
Datatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang, Tanda bintang
(*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang
dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan,
94 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Tabel 7.7 Penggunaan obat-obatan terlarang: Wanita belum kawin
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang menurut cara penggunaannya
dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Cara penggunaan
Tidak pernah
Karakteristik latar belakang
menggunakan
Dihisap
Dihirup
Diminum/ditelan
Jumlah remaja
Umur
15-19
99,8
0,1
0,0
0,1
6.750
20-24
99,5
0,1
0,0
0,1
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
99,6
0,1
0,0
0,2
5.890
Perdesaan
99,7
0,1
0,0
0,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
96,9
0,0
0,0
0,0
28
Tidak tamat SD
100,0
0,0
0,0
0,0
119
Tamat SD
98,6
0,0
0,0
0,4
223
Tidak tamat SLTA
99,7
0,0
0,1
0,1
4.928
Tamat SLTA
99,6
0,3
0,0
0,1
2.296
Perguruan tinggi
99,8
0,0
0,0
0,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
99,7
0,0
0,1
0,0
1.409
Menengah bawah
99,8
0,0
0,0
0,1
1.760
Menengah
99,7
0,0
0,0
0,2
1.971
Menengah atas
99,6
0,1
0,1
0,1
2.172
Teratas
99,6
0,2
0,0
0,1
2.659
Jumlah
99,7
0,1
0,0
0,1
9.971
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 95
Tabel 7.8 Penggunaan obat-obatan terlarang: Pria belum kawin
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang menurut cara penggunaannya dan karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Cara penggunaan
Tidak pernah
menggunakan
Dihisap
Dihirup
Disuntik
Diminum/ditelan
Jumlah remaja
Umur
15-19
97,0
1,1
0,4
0,1
1,8
7.713
20-24
92,4
4,5
0,9
0,1
3,6
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
94,7
2,7
0,6
0,1
2,9
6.869
Perdesaan
95,9
2,0
0,7
0,0
2,0
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
95,9
0,0
0,0
0,0
4,1
63
Tidak tamat SD
93,6
3,9
1,0
0,0
2,5
505
Tamat SD
93,6
3,8
0,4
0,0
2,7
690
Tidak tamat SLTA
96,3
1,5
0,5
0,0
2,1
6.426
Tamat SLTA
93,4
3,6
0,7
0,1
3,5
3.301
Perguruan tinggi
95,7
2,7
0,8
0,1
1,9
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
95,8
2,3
0,7
0,0
2,1
2.314
Menengah bawah
95,2
2,4
0,5
0,0
2,4
2.560
Menengah
94,6
2,5
0,8
0,1
3,0
2.534
Menengah atas
94,9
2,5
0,7
0,0
3,0
2.607
Teratas
95,8
2,5
0,4
0,2
2,0
2.596
Jumlah
95,2
2,4
0,6
0,1
2,5
12.612
Tabel 7.9 Penggunaan Obat-obatan terlarang dengan injeksi: Pria belum kawin
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang dengan injeksi, menurut karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Pria belum kawin
Pernah menggunakan obat
terlarang dengan metode
injeksi
Jumlah remaja
Menggunakan jarum suntik secara
bersama-samaketika menggunakan obat
terlarang
Jumlah remaja
menggunakan
jarum suntik
Umur
15-19
0,1
7,713
0,0
9
20-24
0,4
4,899
19,6
19
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
0,3
6,869
9,4
18
Perdesaan
0,2
5,743
21,1
10
Pendidikan
Tidak sekolah
0,3
63
0,0
0
Tidak tamat SD
0,7
505
0,0
3
Tamat SD
0,5
690
0,0
4
Tidak tamat SLTA
0,2
6,426
21,8
11
Tamat SLTA
0,2
3,301
23,6
5
Perguruan tinggi
0,2
1,627
0,0
4
Kuintil kekayaan
Terbawah
0,1
2,314
0,0
2
Menengah bawah
0,3
2,560
31,2
6
Menengah
0,4
2,534
19,4
9
Menengah atas
0,2
2,607
0,0
5
Teratas
0,2
2,596
0,0
5
Jumlah
0,2
12,612
13,4
28
96 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
Tabel 7.10 Pengetahuan tentang Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL)
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang IPWL, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
__ Wanita belum kawin _ Pria belum kawin _
Mengetahui tentang Mengetahui tentang
_ IPWL _ Jumlah remaja _ IPWL _ Jumlah remaja
Umur
15-19
10,2
6,750
6,7
7.713
20-24
14,3
3,221
11,6
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
11,9
5,890
9,4
6.869
Perdesaan
11,0
4,081
7,7
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
3,9
28
3,3
63
Tidak tamat SD
4,7
119
5,6
505
Tamat SD
6,4
223
5,1
690
Tidak tamat SLTA
9,3
4,928
6,6
6.426
Tamat SLTA
12,9
2,296
9,7
3.301
Perguruan tinggi
15,7
2,378
16,9
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
9,0
1,409
6,2
2.314
Menengah bawah
11,7
1,760
8,1
2.560
Menengah
11,1
1,971
8,2
2.534
Menengah atas
11,8
2,172
10,4
2.607
Teratas
12,8
2,659
9,8
2.596
Jumlah
11,5
9,971
8,6
12.612
Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 97
Tabel 7.11 Merokok, minum minuman beralkohol, oenoaunaan obat terlarana (perilaku berisiko)
,an obat terlarang, menurut
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang saat ini merokok, minum minuman beralkohol dan menggunak
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Merokok, minum minuman beralkohol, menggunakan obat terlarang
Karakteristik latar belakang
Merokok
Minum minuman beralkohol
Menggunakan obat terlarang
Jumlah remaja
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,7
0,9
0,2
6,750
20-24
1,4
1,6
0,3
3,221
Umur
15-18
0,8
0,9
0,2
5,758
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
1,4
1,4
0,3
5,890
Perdesaan
0,4
0,8
0,1
4,081
Pendidikan
Tidak sekolah
3,1
0,0
0,0
28
Belum tamat SD
2,4
0,3
0,0
119
Tamat SD
1,8
1,1
0,4
223
Tidak tamat SLTA
0,9
0,9
0,2
4,928
Tamat SLTA
1,0
1,4
0,4
2,296
Perguruan tinggi
0,9
1,5
0,1
2,378
Kuintil kekayaan
Terbawah
0,7
1,1
0,2
1,409
Menengah bawah
0,5
0,9
0,1
1,760
Menengah
1,1
0,7
0,2
1,971
Menengah atas
1,4
1,4
0,3
2,172
Teratas
0,9
1,5
0,3
2,659
Jumlah
0,9
1,2
0,2
9,971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
47,6
11,8
3
7,713
20-24
67,2
18,9
7,6
4,899
Umur
15-18
45,4
11,1
2,8
6,507
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
52,4
13,0
5,3
6,869
Perdesaan
58,6
16,4
4,1
5,743
Pendidikan
Tidak sekolah
59,0
15,7
4,1
63
Belum tamat SD
76,6
27,0
6,4
505
Tamat SD
76,5
21,8
6,4
690
Tidak tamat SLTA
50,3
12,3
3,6
6,426
Tamat SLTA
62,8
16,4
6,6
3,301
Perguruan tinggi
43,3
13,0
4,3
1,627
Kuintil kekayaan
Terbawah
61,6
20,6
4,2
2,314
Menengah bawah
60,1
15,7
4,8
2,560
Menengah
60,7
15,5
5,4
2,534
Menengah atas
52,7
11,8
5,1
2,607
Teratas
41,7
10,0
4,2
2,596
Jumlah
55,2
14,6
4,8
12,612
98 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU
TENTANG HIVAIDS
Temuan Utama
• Pengetahuan tentang HIV AIDS: Sekitar 9 dari 10
wanita dan 86 persen pernah mendengar tentang HIV
AIDS. Persentase wanita dan pria yang mendapatkan
informasi tentang HIV AIDS paling tinggi dari sekolah,
guru (masing-masing 75% dan 77%).
• Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke
anak: Persentase wanita dan pria yang mengetahui
cara penularan HIV dari ibu ke anak tertinggi selama
proses kehamilan, masing-masing 76 persen dan 63
persen.
• Pengetahuan tentang VCT: Empat puluh sembilan
persen wanita dan 32 persen pria pernah mendengar
tentang Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT).
Lebih banyak wanita (43%) dibanding pria (9%) yang
mengetahui keberadaan lokasi VCT.
• Pengetahuan tentang metode pencegahan HIV
AIDS: Lebih dari separuh wanita dan pria (58%)
mengetahui bahwa pemakaian kondom saat
berhubungan seksual dapat mengurangi risiko
penularan HIV. Tujuh puluh empat persen wanita dan
64 persen pria menyatakan bahwa HIV dapat dicegah
dengan membatasi hubungan seksual dengan
seseorang yang tidak terinfeksi HIV dan tidak
mempunyai pasangan lain.
• Pengetahuan tentang IMS lain: Lebih sedikit wanita
(68%) dibandingkan dengan pria (86%) yang pernah
mendengar tentang siphilis. Tiga dari 10 wanita dan pria
mengetahui tentang gonorrhea.
S alah satu upaya penanggulangan HIV AIDS di Indonesia adalah memastikan tercapainya akses
universal terhadap layanan pencegahan, pengobatan dan mitigasi dampak HIV AIDS, termasuk
meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap penderita HIV AIDS. Secara kumulatif, jumlah
kasus HIV hingga tahun 2016 tercatat 41.250 kasus (Kementerian Kesehatan, 2017). Ironisnya, secara
konsisten, jumlah kasus HIV pada kelompok umur 15-24 tahun di Indonesia cenderung meningkat dari tahun
ke tahun sejak 2012 hingga 2016 (Kementerian Kesehatan, 2017). Oleh karena itu, pencegahan HIV pada
remaja perlu menjadi perhatian khusus karena diyakini bahwa keberhasilan mencegah penularan HIV pada
remaja adalah kunci penting pengendalian penularan HIV.
Data menyebutkan bahwa remaja dan orang dewasa muda yang telah berhubungan seksual mempunyai risiko
lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa untuk terpapar HIV (UNICEF, UNAIDS, dan World Health
Organization, 2002). Hal ini dikarenakan pengetahuan HIV AIDS yang rendah, penggunaan kondom yang
rendah dan tidak tepat, serta terbatasnya sarana pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual ramah remaja.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 99
Sebagian besar program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS pada remaja berfokus pada
peningkatan faktor-faktor kognitif, di antaranya pengetahuan, mencakup isu-isu pengetahuan seksual,
kehamilan, HIV dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya termasuk metode pencegahan; persepsi tentang
risiko HIV dan IMS; dan sikap terhadap penderita HIV AIDS (Kirby, 2011). Peningkatan pengetahuan HIV
AIDS dilakukan dengan memberikan konseling dan materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
tentang HIV AIDS melalui pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) (Kementerian Kesehatan, 2014).
8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS dan Sumber Informasi
8.1.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS
Pengetahuan tentang HIV AIDS
Remaja yang pernah mendengar tentang suatu penyakit yang disebut HIV
AIDS.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi
sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia.
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala
penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan
infeksi oleh HIV (Kementerian Kesehatan, 2016).
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 tahun dan pria belum kawin umur
15-24 tahun
Pengetahuan tentang HIV AIDS menjadi aspek yang sangat penting dalam meningkatkan akses pelayanan
HIV dan perubahan perilaku berisiko pada remaja. Pengetahuan diukur dengan menanyakan apakah wanita
dan pria belum kawin umur 15-24 tahun pernah mendengar tentang penyakit HIV AIDS. Secara umum,
sembilan puluh dua persen wanita dan 86 persen pria pernah mendengar tentang HIV AIDS.
Tren: Pengetahuan tentang HIV AIDS pada
wanita dan pria belum kawin umur 15-24 di
Indonesia meningkat sejak 10 tahun terakhir
(Gambar 8.1). Persentase wanita yang
pernah mendengar tentang HIV AIDS naik
dari 84 persen (SDKI 2007) menjadi 92
persen (SDKI 2017), sedangkan persentase
pria meningkat dari 77 persen menjadi 86
persen (Badan Pusat Statistik (BPS) dan
Macro International, 2008).
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita yang pernah mendengar tentang HIV AIDS meningkat seiring dengan meningkatnya
pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 8.1).
Persentase pria yang pemah mendengar tentang HIV AIDS meningkat seiring dengan meningkatnya
pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Persentase pria yang pemah
mendengar tentang HIV AIDS meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
Variasi pengetahuan HIV AIDS menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.8.1.
Gambar 8.1 Pengetahuan tentang HIV
AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24
yang pernah mendengar HIV-AIDS
■ Wanita «Pria
100 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
8.1.2 Sumber Informasi tentang HIV AIDS
Pengetahuan tentang HIV AIDS dapat diperoleh dari berbagai sumber informasi, di antaranya media cetak
seperti surat kabar/majalah, poster, maupun media elektronik, seperti radio, televisi (TV) dan internet.
Informasi tentang HIV AIDS juga dapat diperoleh dari tenaga kesehatan, guru sekolah, teman dan kerabat,
pemuka agama maupun lingkungan kerja.
Sebagian besar wanita dan pria mengetahui informasi
tentang HIV AIDS dari sekolah, guru (Gambar 8.2). Tiga
dari empat wanita, dan 77 persen pria pernah mendengar
HIV AIDS dari sekolah, guru. Sementara itu, informasi
mengenai HIV AIDS diketahui oleh separuh wanita dan pria
dari TV. Sedangkan, empat puluh satu persen persen wanita
dan 32 persen pria mengetahui informasi tentang HIV AIDS
dari internet.
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita yang mengetahui tentang HIV AIDS
dari TV lebih tinggi pada wanita umur 20-24 tahun
(68%) dibanding wanita umur 15-19 tahun (47%)
(Tabel 8.2).
Persentase wanita yang mengetahui informasi tentang
HIV AIDS dari sekolah, guru tertinggi pada mereka
yang berpendidikan tidak tamat SLTA (83%).
Sedangkan, persentase pria tertinggi yang mengetahui
HIV AIDS dari sekolah, guru terdapat pada pria yang
berpendidikan perguruan tinggi (82%).
■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui informasi
tentang HIV AIDS dari internet meningkat seiring
dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
Gambar 8.2 Sumber informasi
HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum
kawin umur 15-24 yang pernah
mendengar HIV AIDS menurut sumber
Informasi
r Pria «Wanita
Tenaga kesehatan
Surat kabar/majalah
Lainnya
12
12
11
16
■ 22
8.2 Pengetahuan tentang Penularan HIV dari Ibu ke Anak
Selain melalui hubungan seksual, infeksi HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya yang terjadi selama
proses kehamilan, persalinan dan menyusui ( mother-to-child transmission). Sekitar 15-45 persen kasus HIV
terjadi akibat penularan dengan cara ini (Shah et al., 2013).
Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak
Remaja yang mengetahui bahwa HIV dapat ditularkan dari ibu yang positif HIV
ke anaknya selama proses kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24
tahun
Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak menjadi salah satu fokus target Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan atau Sustaincible Development Goals (SDG’s) (Presiden Republik Indonesia, 2017). Untuk
itu, pengetahuan tentang penularan HIV melalui ibu ke anaknya sangat penting untuk meningkatkan
kesadaran akan bahaya risiko HIV pada anak sekaligus mencegah terjadinya penularan HIV dengan cara
tersebut.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 101
G ambar 8.3 Pengetahuan
tentang penularan HIV dari ibu
ke anak
Persentase wanita dan pria belum kawin
umur 15-24 yang mengetahui tentang
penularan HIV dari ibu ke anak
74 76 7475
■ SDKI2012 ■ SDKI 2017
Dalam rangka menggali pengetahuan tentang
penularan HIV, wanita dan pria belum kawin umur 15-
24 tahun ditanya apakah HIV dapat ditularkan melalui
ibu selama proses kehamilan, persalinan, dan
menyusui. Secara umum, penularan HIV dari ibu ke
anak lebih banyak diketahui oleh wanita dibandingkan
dengan pria. Sebagai contoh, 76 persen wanita
dibanding 63 persen pria menyatakan bahwa penularan
HIV dapat terjadi selama proses kehamilan. Sementara
itu, enam puluh tujuh persen wanita dan 55 persen pria
mengetahui bahwa HIV dapat ditularkan saat
persalinan.
Tren: Secara umum, persentase wanita dan pria yang
mengetahui tentang penularan HIV dari ibu ke anak
menunjukkan adanya peningkatan sejak SDKI 2012
hingga SDKI 2017 (Gambar 8.3) (Badan Pusat
Statistik, BKKBN, dan Kementerian Kesehatan 2013).
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang penularan HIV dari ibu ke anak selama proses
kehamilan, persalinan, dan menyusui meningkat sejalan dengan meningkatnya pendidikan mulai dari
tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi (Tabel 8.3).
■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang penularan HIV dari ibu ke anak selama proses
kehamilan, persalinan, dan menyusui meningkat sejalan dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
8.3 Pengetahuan tentang Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT)
Pelayanan tes HIV dan konseling, atau disebut dengan Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT)
merupakan pelayanan dini dan memadai yang mencakup pemeriksaan darah, konseling, dukungan, akses
untuk terapi suportif, terapi infeksi oportunistik, dan anti retroviral therapy (ART) bagi mereka dengan HIV
positif maupun yang belum dinyatakan positif HIV (Kementerian Kesehatan, 2006). Pelayanan ini bersifat
sukarela dan rahasia. Tes HIV dimaksudkan untuk memastikan adanya antibodi HIV di dalam tubuh,
sedangkan konseling diberikan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dari perilaku selama ini dan
bagaimana nantinya harus bersikap setelah mengetahui hasil tes HIV (Ferguson et al., 2013).
Pengetahuan tentang status HIV pada dasarnya dapat membantu seseorang yang belum tertular untuk
membuat keputusan yang tepat dalam mengurangi risiko penularan HIV. Dengan mengetahui status HIV
secara dini, mereka dengan status HIV positif diharapkan akan segera mencari perawatan kesehatan. Pada
SDKI 2017, wanita dan pria umur 15-24 tahun ditanya apakah tahu tentang adanya tes HIV AIDS.
Tren: Sejak SDKI 2012 hingga SDKI 2017, persentase wanita yang mengetahui tentang tes VCT meningkat
dari 11 persen menjadi 49 persen dan pada pria dari 6 persen menjadi 32 persen. Sementara itu, baik wanita
maupun pria yang mengetahui tempat untuk melakukan tes VCT juga meningkat dari 8 persen menjadi 43
persen pada wanita, dan 3 persen menjadi 9 persen pada pria (Badan Pusat Statistik, BKKBN, dan
Kementerian Kesehatan, 2013).
102 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang VCT lebih tinggi pada mereka yang berumur 20-
24 tahun dibandingkan dengan mereka yang berumur 15-19 tahun. Di antara wanita, 58 persen pada
kelompok umur 20-24 tahun berbanding 44 persen pada kelompok umur 15-19 tahun. Sementara itu,
pada pria, masing-masing 39 persen dan 28 persen (Tabel 8.4).
Persentase wanita dan pria yang mengetahui lokasi konseling dan VCT lebih tinggi pada kelompok
umur 20-24 tahun dibandingkan dengan kelompok umur 15-19 tahun. Sebagai contoh, untuk wanita,
masing-masing adalah 53 dan 38 persen, dan untuk pria 10 dan 8 persen.
Persentase wanita dan pria yang mengetahui lokasi konseling dan VCT lebih tinggi pada mereka yang
tinggal di perkotaan dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perdesaan.
Persentase wanita yang mengetahui tentang VCT dan lokasi konselingnya meningkat sejalan dengan
meningkatnya pendidikan mulai dari pendidikan tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi.
Sementara itu, persentase pria yang mengetahui tentang VCT dan tempat konselingnya meningkat sejak
tamat SD sampai dengan perguruan tinggi.
Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang VCT dan lokasi konselingnya meningkat seiring
dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
8.4 Aspek Sosial HIV AIDS
Aspek sosial dari HIV AIDS membahas tentang diskriminasi dan stigma HIV AIDS yang masih kerap terjadi
di masyarakat. Stigma terhadap orang dengan HIV AIDS (ODHA) muncul berkaitan dengan tidak tahunya
seseorang tentang mekanisme penularan HIV dan sikap negatif yang dipengaruhi oleh adanya kasus HIV
AIDS. Kesalahpahaman atau kurangnya pengetahuan tentang HIV AIDS sering kali berdampak pada
ketakutan masyarakat terhadap ODHA, sehingga memunculkan penolakan terhadap ODHA. Pemberian
informasi lengkap, baik melalui penyuluhan, konseling maupun sosialisasi tentang HIV AIDS kepada
masyarakat berperan penting untuk mengurangi stigma (Shaluhiyah, Musthofa, dan Widjanarko, 2015).
Dalam hal ini, untuk mengetahui tingkat stigma tersebut, wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun
yang pernah mendengar tentang HIV AIDS ditanya apakah mereka bersedia untuk merawat anggota keluarga
atau kerabat yang terinfeksi di dalam rumah mereka, serta apakah status HIV dari anggota keluarga atau
kerabat harus dirahasiakan atau tidak.
Lima puluh tujuh persen wanita dan 67 persen pria mengatakan bahwa status HIV anggota keluarga harus
dirahasikan. Tujuh belas persen wanita dan 14 persen pria tidak bersedia merawat anggota keluarga yang
terinfeksi HIV di rumah.
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita dan pria yang berpendapat perlu merahasiakan status HIV anggota keluarganya lebih
tinggi pada mereka yang tinggal di perkotaan dibanding dengan di perdesaan. Sebagai contoh,
persentase wanita yang tinggal di perkotaan (61%) lebih tinggi daripada di perdesaan (52%). Persentase
wanita yang mengatakan perlu merahasiakan anggota keluarga yang terkena HIV lebih tinggi pada
kelompok umur 20-24 tahun dibandingkan dengan kelompok umur 15-19 tahun, sedangkan pada pria
sebaliknya.
Persentase wanita dan pria yang berpendapat perlu merahasiakan status HIV anggota keluarganya
meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan yaitu sejak tidak tamat SD sampai dengan
perguruan tinggi. Sebagai contoh, pada wanita, 36 persen yang berpendidikan tidak tamat SD menjadi
59 persen perguruan tinggi. Berdasarkan kuintil kekayaan, persentase wanita dan pria meningkat
seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. Sebagai contoh, pada pria, 61 persen pada kuintil
kekayaan terbawah menjadi 69 persen pada kuintil teratas (Tabel 8.5).
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 103
Persentase wanita dan pria yang mengatakan tidak bersedia merawat anggota keluarganya yang
terinfeksi HIV di rumah lebih tinggi pada mereka yang berumur 15-19 tahun, dibandingkan dengan
mereka yang berumur 20-24 tahun. Berdasarkan tempat tinggal, pada wanita tidak ada perbedaan antara
mereka yang tinggal di perkotaan dan perdesaan. Namun, persentase pria yang mengatakan tidak
bersedia merawat anggota keluarganya yang terinfeksi lebih tinggi di perkotaan dibanding di
perdesaan.
Persentase wanita yang mengatakan tidak bersedia merawat anggota keluarganya turun seiring dengan
meningkatnya tingkat pendidikan yaitu sejak tidak tamat SD (35%) sampai dengan perguruan tinggi
(16%). Berdasarkan kuintil kekayaan, persentase wanita menurun seiring dengan meningkatnya kuintil
kekayaan.
Persentase pria yang mengatakan tidak bersedia merawat anggota keluarganya bervariasi menurut
pendidikan dan kuintil kekayaan.
8.5 Pengetahuan tentang Metode Pencegahan HIV AIDS
Program pencegahan penularan HIV difokuskan pada upaya dan penyebarluasan pesan-pesan pada tiga
aspek perilaku yang penting, yaitu pemakaian kondom, membatasi hubungan seksual hanya pada satu
pasangan, dan menunda hubungan seksual pertama kali. Wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun
ditanya beberapa pertanyaan tertentu mengenai cara pencegahan penularan HIV AIDS, seperti pemakaian
kondom saat berhubungan seksual, pembatasan hubungan seksual hanya pada satu pasangan yang tidak
terinfeksi HIV dan tidak mempunyai pasangan lain, dan penundaan hubungan seksual pertama kali.
Lebih dari separuh wanita dan pria mengetahui bahwa penggunaan kondom dapat mencegah penularan HIV
saat berhubungan seksual. Tujuh puluh empat persen wanita dan 64 persen pria mengatakan pencegahan
HIV dapat dilakukan dengan membatasi hubungan seksual pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV
dan tidak mempunyai pasangan lain (Tabel 8.6)
Tren: Persentase wanita yang mengetahui bahwa membatasi hubungan seksual dengan satu pasangan yang
tidak terinfeksi HIV dan tidak mempunyai pasangan lain dapat mencegah penularan HIV meningkat dari 46
(SDKI 2012) menjadi 74 persen (SDKI2017).
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita dan pria yang mengatakan pencegahan penularan HIV dapat dilakukan dengan
menggunakan kondom lebih tinggi pada mereka yang berumur 20-24 tahun dibanding yang berumur
15-19 tahun. Persentase wanita dan pria yang mengetahui kondom dapat mencegah penularan HIV lebih
tinggi pada mereka yang tinggal di perkotaan dibanding perdesaan. Sebagai contoh, lima puluh lima
persen wanita di perkotaan dibandingkan dengan 45 persen wanita di perdesaan (Tabel 8.6)
Persentase wanita dan pria yang mengatakan pencegahan penularan HIV dapat dilakukan dengan
menggunakan kondom meningkat sejalan dengan meningkatnya kuintil kekayaan dan pendidikan sejak
tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Sebagai contoh, delapan persen wanita tidak tamat SD
menjadi 66 persen dengan pendidikan perguruan tinggi.
■ Persentase wanita dan pria yang mengatakan pencegahan HIV dapat dilakukan dengan membatasi
hubungan seksual pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV dan tidak mempunyai pasangan lain
meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan dan pendidikan sejak tidak tamat SD sampai
perguruan tinggi. Sebagai contoh, empat puluh tujuh persen pria pada kuintil kekayaan terbawah
menjadi 76 persen pada kuintil kekayaan teratas.
104 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
8.6 Penolakan terhadap Pemahaman yang Salah tentang HIV AIDS
Stigma dan diskriminasi dari masyarakat terhadap ODHA merupakan hal yang menghalangi upaya
pencegahan penyebaran HIV AIDS. Stigma dan diskriminasi ini biasanya muncul karena pemahaman yang
salah terhadap HIV AIDS. Pengurangan stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA merupakan
indikator penting dari keberhasilan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS. Pemahaman salah
tentang HIV AIDS yang umum ditemukan, di antaranya adalah orang yang terinfeksi HIV selalu tampak
tidak sehat, HIV dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, HIV ditularkan melalui sihir, dan HIV dapat
ditularkan melalui makanan (Kementerian Kesehatan, 2011). Wanita dan pria belum kawin umur 15-24
tahun ditanya mengenai pemahaman yang komprehensif tentang HIV AIDS.
Sebagian kecil wanita dan pria yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS (Tabel 8.7).
Tren: Persentase wanita dengan pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS meningkat dari 13 persen
(SDKI 2012) menjadi 16 persen (SDKI 2017). Pada remaja pria, persentasenya meningkat dari 11 persen
(SDKI 2012) menjadi 13 persen (SDKI 2017) (Gambar 8.4).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase wanita dan pria dengan
pengetahuan komprehensif tentang HIV
AIDS lebih tinggi pada mereka berumur 20-
24 tahun dibandingkan dengan mereka yang
berumur 15-19 tahun.
■ Persentase wanita dan pria dengan
pengetahuan komprehensif tentang HIV
AIDS lebih tinggi di perkotaan dibandingkan
dengan di perdesaan.
Persentase wanita dan pria dengan
pengetahuan komprehensif tentang HIV
AIDS meningkat seiring peningkatan kuintil
kekayaan. Sebagai contoh, persentase wanita
dengan kuintil kekayaan terbawah adalah 7
persen dan 22 persen wanita dengan kuintil
kekayaan teratas.
Gambar 8.4 Wanita dan pria
dengan pengetahuan
komprehensif tentang HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin
umur 15-24 yang memiliki pengetahuan
komprehensif tentang HIV AIDS
16
SDKI 2012 SDKI 2017
■ Wanita ■Pria
8.7 Pengetahuan tentang IMS lain dan Sumber Informasi
Salah satu faktor penting yang terkait dengan penularan HIV adalah infeksi menular seksual (IMS). Program
pengendalian penularan HIV akan menjadi sulit untuk dilakukan apabila tidak ada penanganan yang tepat
mencegah penularan IMS. Strategi utama untuk mengontrol IMS adalah melalui peningkatan pengetahuan
tentang gejala IMS, cara mencegahnya, serta tempat untuk memperoleh informasi mengenai IMS. Pada
SDKI 2017, wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun ditanya apakah mereka pernah mendengar
tentang IMS, jenis IMS apa saja yang mereka ketahui, serta sumber informasi mengenai IMS.
Enam puluh delapan persen wanita dan 86 persen pria mengetahui Syphilis\ 34 persen wanita dan 33 persen
pria mengetahui Gonorrhea\ dan 21 persen wanita dan 12 persen pria mengetahui Genital herpes. Sedangkan
pengetahuan mengenai jenis IMS lainnya seperti Condylomata, Chancroid, Chlamydia dan Candida masih
tergolong rendah (masing-masing di bawah 5% pada wanita dan pria) (Tabel 8.8)
Pola menurut karakteristik latar belakang
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 105
Persentase wanita yang mengetahui jenis IMS gonorrhea dan kandidiasis lebih tinggi di perdesaan
dibandingkan dengan di perkotaan. Sebagai contoh, dua puluh persen wanita yang tinggal di perdesaan
mengetahui tentang kandidiasis dibandingkan perkotaan (17%).
Persentase wanita dan pria yang mengetahui jenis IMS syphilis, condylomata, dan herpes genital lebih
tinggi pada mereka yang berumur 20-24 tahun dibandingkan umur 15-19 tahun. Sebagai contoh, delapan
puluh sembilan persen pria umur 20-24 tahun mengetahui jenis IMS syphilis dibandingkan dengan
mereka yang berumur 15-19 tahun (83%).
Persentase wanita yang mengetahui jenis IMS syphilis dan condylotnata meningkat mulai tidak tamat
SLTA sampai dengan perguruan tinggi. Sementara itu, persentase pria yang mengetahui jenis IMS
kandidiasis meningkat mulai tamat SMP sampai dengan perguruan tinggi.
Persentase wanita yang mengetahui jenis IMS gonorrhea meningkat seiring dengan meningkatnya
kuintil kekayaan. Sementara itu, persentase pria yang mengetahui jenis IMS syphilis meningkat sejalan
dengan meningkatnya kuintil kekayaan.
Secara umum, informasi tentang IMS dari berbagai media lebih banyak diakses oleh wanita dan pria di
perkotaan dibanding di perdesaan. Enam puluh Sembilan persen wanita dan 64 persen pria mendapatkan
informasi mengenai IMS dari sekolah, guru. Persentase wanita dan pria yang memperoleh informasi tentang
IMS dari sumber selain sekolah, guru cukup besar, seperti: internet, televisi, dan teman/ keluarga (Tabel
8.9).
Tren: Secara umum persentase wanita dan pria yang pernah mendengar informasi mengenai IMS dari
berbagai media meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sebagai contoh, wanita yang pemah
mendengar informasi mengenai IMS melalui internet meningkat dari 13 persen (SDKI 2012) menjadi 32
persen (SDKI 2017) (Gambar 8.5.1).
Gambar 8.5.1 Wanita pernah
mendengar Infeksi Menular
Seksual
Gambar 8.5.2 Pria pernah
mendengar Infeksi Menular
Seksual
Persentase wanita belum kawin umur 15-24
RC . ya68? pernah mendengar IMS menurut
sumber informasi
32
1 23 24 22
lili
Sekolah/guru Internet Televisi Teman/keluarga
Persentase pria belum kawin umur 15-24
yang pernah mendengar IMS menurut
sumber informasi
64
Sekolah/guru Internet Televisi Teman/keluarga
«sSDKI 2012 «SDKI 2017
isSDKI 2012 «SDKI 2017
Variasi pengetahuan tentang IMS menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.8.2
106 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
8.8 Pengetahuan tentang Gejala IMS
Peningkatan pengetahuan mengenai IMS termasuk gejalanya sangat penting dalam membentuk perilaku
kesehatan yang pada tahapan selanjutnya akan meningkatkan indikator kesehatan masyarakat. Wanita dan
pria belum kawin 15-24 tahun ditanya apakah mereka mengetahui gejala yang terkait dengan IMS pada
wanita dan pria. Adapun gejala IMS pada wanita dan pria antara lain nyeri perut, cairan berbau keluar dari
alat kelamin, rasa nyeri atau panas saat kencing, gatal dan bengkak pada alat kelamin.
Enam puluh lima persen wanita dan 61 persen pria tidak mengetahui gejala IMS (Tabel 8.10).
Pola menurut karakteristik latar belakang
Persentase wanita dan pria yang tidak mengetahui tentang gejala IMS lebih tinggi pada mereka yang
berumur 15-19 tahun dibandingkan dengan yang berumur 20-24 tahun.
Persentase wanita dan pria yang mengetahui satu gejala IMS pada pria lebih tinggi pada kelompok umur
20-24 tahun dibandingkan kelompok umur 15-19 tahun. Pola yang sama dijumpai pada wanita dan pria
yang mengetahui gejala IMS pada wanita.
Persentase wanita dan pria yang mengetahui satu gejala IMS pada pria lebih tinggi pada mereka yang
tinggal di perkotaan dibandingkan dengan yang tinggal di perdesaan. Pola yang sama dijumpai pada
wanita dan pria yang mengetahui gejala IMS pada wanita.
Persentase wanita dan pria yang mengetahui satu gejala IMS pada pria meningkat sejalan dengan
meningkatnya kuintil kekayaan.
Persentase wanita yang mengetahui satu gejala IMS pada pria meningkat mulai dari wanita yang
berpendidikan tidak tamat SD (1%) menjadi yang berpendidikan perguruan tinggi (14%). Sementara itu,
persentase pria yang tahu tentang satu gejala IMS pada pria meningkat sejalan dengan meningkatnya
pendidikan mulai dari pria yang tidak sekolah (2 persen) sampai dengan perguruan tinggi (18%).
Persentase wanita yang mengetahui satu gejala IMS pada wanita meningkat mulai dari wanita yang tidak
tamat SD (1%) menjadi 12 persen pada wanita yang berpendidikan perguruan tinggi.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 107
Daftar Tabel
Untuk informasi pengetahuan, sikap dan perilaku tentang HIV-AIDS dapat melihat tabel-tabel berikut:
• Tabel 8.1
• Tabel 8.2
• Tabel 8.3
• Tabel 8.4
• Tabel 8.5
• Tabel 8.6
• Tabel 8.7
• Tabel 8.8
• Tabel 8.9
• Tabel 8.10
Pengetahuan tentang HIV AIDS
Sumber informasi tentang HIY AIDS
Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak
Pengetahuan tentang VCT dan fasilitas VCT
Aspek sosial HIV AIDS
Pengetahuan tentang cara pencegahan HIV
Pengetahuan komprehensif mengenai HIV AIDS
Pengetahuan mengenai infeksi menular seksual (IMS)
Sumber informasi mengenai IMS
Pengetahuan tentang gejala IMS
108 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
Tabel 8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV-AIDS, menurut
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Karakteristik latar belakang
Pernah
mendengar
AIDS
Jumlah
Pernah
mendengar
AIDS
Jumlah
Umur
15-19
89,9
6.750
83,9
7.713
20-24
95,8
3.221
89,5
4.899
Tempat tinggal
Perkotaan
94,7
5.890
91,0
6.869
Perdesaan
87,6
4.081
80,2
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
26,0
28
53,6
63
Tidak tamat SD
26,4
119
39,4
505
Tamat SD
46,6
223
55,5
690
Tidak tamat SLTA
89,5
4.928
84,7
6.426
Tamat SLTA
97,3
2.296
96,4
3.301
Perguruan tinggi
99,4
2.378
99,5
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
75,7
1.409
70,3
2.314
Menengah bawah
90,6
1.760
82,3
2.560
Menengah
92,5
1.971
86,7
2.534
Menengah atas
95,5
2.172
92,9
2.607
Teratas
97,5
2.659
96,5
2.596
Jumlah
91,8
9.971
86,1
12.612
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 109
Tabel 8.2 Sumber informasi tentang HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV-AIDS berdasarkan sumber informasi dan jenis media, menurut karakteristik latar
belakang, Indonesia 201 7_
Karakteristik
latar Surat Tenaga Lembaga Sekolah, Perkumpulan Teman, Tempat Tidak
belakang _ Radio TV kabar/majalah Poster kesehatan keagamaan guru masyarakat kerabat kerja Internet Lainnya terjawab Jumlah
_ WANITA BELUM KAW IN_
Umur
15-19
4,2
47,1
8,5
5,4
11,9
0,9
83,3
3,3
17,6
1,0
32,8
0,8
0,0
6.067
20-24
10,7
68,2
16,5
9,4
12,4
0,9
57,4
5,9
25,2
7,5
55,9
0,5
0,0
3.086
Tempat
tinggal
Perkotaan
6,9
57,0
11,6
7,5
11,1
0,9
72,6
4,5
20,7
3,7
45,1
0,7
0,0
5.580
Perdesaan
5,6
49,9
10,7
5,6
13,6
0,8
77,6
3,6
19,4
2,5
33,5
0,6
0,0
3.573
Pendidikan
Tidak
sekolah
7
Tidak
tamat SD
(7,6)
(55,9)
(0,0)
(3,0)
(8,6)
(0,0)
(6,9)
(3,4)
(51,7)
(4,3)
(10,0)
(0,0)
(0,0)
31
Tamat SD
5,5
65,2
3,8
0,0
2,3
0,0
5,2
1,9
37,1
4,2
16,6
0,0
0,0
104
Tidak
tamat
SLTA
3,9
44,7
7,3
4,7
11,4
0,8
83,3
2,9
17,0
0,6
27,6
0,8
0,0
4.411
Tamat
SLTA
7,4
60,7
10,7
5,5
8,6
0,9
69,9
3,1
20,9
5,7
45,9
0,3
0,0
2.235
Perguruan
tinggi
10,1
65,4
19,7
12,2
17,1
1,0
66,6
7,5
24,2
5,6
61,2
0,9
0,0
2.364
Kuintil
kekayaan
Terbawah
7,1
39,9
8,8
3,4
15,9
1,4
76,8
2,1
20,1
1,8
21,0
0,5
0,0
1.066
Menengah
bawah
5,5
50,9
10,4
4,8
11,3
0,8
74,1
3,2
19,2
2,1
32,9
0,9
0,0
1.595
Menengah
5,4
51,4
10,3
5,6
11,5
0,5
74,5
4,0
19,3
2,7
36,9
0,6
0,1
1.824
Menengah
atas
6,7
58,6
10,7
8,2
10,9
0,9
73,5
4,0
19,1
4,8
45,4
0,3
0,0
2.075
Teratas
7,0
60,7
13,8
9,1
12,3
1,0
74,9
5,8
22,4
3,6
52,0
0,9
0,0
2.593
Jumlah
6,4
54,2
11,2
6,8
12,1
0,9
74,6
4,2
20,2
3,2
40,6
0,7
0,0
9.153
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
5,0
44,5
9,7
3,1
7,9
1,1
82,6
2,2
26,8
0,9
26,8
0,2
0,3
6.471
20-24
8,1
58,2
14,1
6,0
7,2
1,0
69,1
3,1
33,0
3,2
39,2
0,1
0,3
4.385
Tempat
tinggal
Perkotaan
6,3
51,0
13,1
4,7
7,4
1,2
78,1
2,8
29,0
1,9
36,5
0,1
0,2
6.249
Perdesaan
6,3
48,8
9,2
3,6
8,0
0,9
75,8
2,3
29,7
1,7
25,5
0,1
0,3
4.608
Pendidikan
Tidak
sekolah
:(11,5)
(45,0)
(0,4)
(10,6)
(5,0)
(2,5)
(38,3)
(0,0)
(23,4)
(7,7)
(28,9)
(0,0)
(7,0)
34
Tidak
tamat SD
7,2
46,7
2,0
4,1
3,9
1,4
9,2
0,0
65,3
4,1
8,3
0,0
0,0
199
Tamat SD
7,1
56,7
5,4
3,1
2,5
2,1
16,7
0,7
48,7
5,6
13,6
0,0
0,5
383
Tidak
tamat
SLTA
4,9
44,0
8,1
3,2
7,5
0,8
80,4
1,8
27,8
0,8
22,9
0,2
0,4
5.441
Tamat
SLTA
7,1
54,6
13,2
4,5
7,0
1,4
80,9
3,2
28,1
2,7
38,1
0,1
0,1
3.181
Perguruan
tinggi
8,7
60,2
22,1
7,5
10,8
1,1
82,3
4,9
27,8
2,1
56,5
0,1
0,1
1.619
Kuintil
kekayaan
Terbawah
8,0
42,9
8,1
3,8
9,2
1,5
67,7
1,9
35,4
1,9
16,4
0,1
0,5
1.627
Menengah
bawah
7,6
49,4
9,3
4,4
7,3
0,9
74,1
2,5
29,3
2,0
22,6
0,1
0,3
2.106
Menengah
5,3
50,0
9,9
3,4
6,2
0,7
75,3
1,7
29,5
1,7
32,0
0,2
0,4
2.197
Menengah
atas
5,6
52,2
11,7
5,1
8,3
1,1
79,9
2,8
28,0
2,2
37,2
0,1
0,3
2.423
Teratas
5,6
53,1
16,7
4,5
7,5
1,3
84,7
3,6
26,4
1,3
44,2
0,1
0,0
2.504
Jumlah
6,3
50,0
11,5
4,3
7,6
1,1
77,1
2,6
29,3
1,8
31,8
0,1
0,3
10.856
Catatan: Tanda bintang menunjukkan bahwa angka tidak ditampilkan karena jumlah kasus tidak tertimbang kurang dari 25. Angka dalam kurung berdasarkan pada
25-49 kasus yang tidak tertimbang._
110- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
Tabel 8.3 Penaetahuan tentana penularan HIV dari ibu ke anak
1 dapat ditularkan dari ibu ke anak
ang, SDKI 2017
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui bahwa HIV
selama proses kehamilan, persalinan dan menyusui, menurut karakteristik latar belak
Persentase yang menyatakan bahwa HIV dapat ditularkan dari
ibu ke anaknya
Karakteristik latar belakang
Proses kehamilan
Proses persalinan
Menyusui
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
72,8
63,2
72,0
6.750
20-24
83,1
75,3
82,7
3.221
Tempat tinggal
Perkotaan
79,6
71,2
78,9
5.890
Perdesaan
71,1
61,1
70,5
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
14,5
11,5
14,4
28
Tidak tamat SD
13,3
11,2
11,9
119
Tamat SD
28,1
20,7
25,8
223
Tidak tamat SLTA
71,2
61,2
70,4
4.928
Tamat SLTA
81,8
71,4
82,1
2.296
Perguruan tinggi
89,3
83,0
88,0
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
60,6
52,6
59,8
1.409
Menengah bawah
72,6
63,3
72,5
1.760
Menengah
76,0
65,9
75,5
1.971
Menengah atas
80,6
70,9
80,0
2.172
Teratas
83,1
75,1
82,0
2.659
Jumlah
76,1
67,1
75,5
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
59,9
52,1
58,5
7.713
20-24
68,0
60,1
66,5
4.899
Tempat tinggal
Perkotaan
68,5
60,5
66,5
6.869
Perdesaan
56,6
48,8
55,7
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
40,5
36,7
35,8
63
Tidak tamat SD
24,7
20,6
23,2
505
Tamat SD
32,1
27,9
31,2
690
Tidak tamat SLTA
57,8
50,2
57,6
6.426
Tamat SLTA
74,7
65,9
72,7
3.301
Perguruan tinggi
86,2
75,8
80,4
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
47,1
42,1
47,7
2.314
Menengah bawah
57,9
50,0
58,1
2.560
Menengah
61,3
53,0
61,0
2.534
Menengah atas
70,7
61,6
67,4
2.607
Teratas
76,4
67,6
72,1
2.596
Jumlah
63,1
55,2
61,6
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 111
Tabel 8.4 Pengetahuan tentang VCT dan fasilitas VCT
Di antara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV AIDS, persentase yang mengetahui tentang tes HIV, dan persentase yang
mengetahui fasilitas VCT, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Karakteristik latar belakang
Persentase yang
mengetahui tentang
VCT
Persentase yang
mengetahui lokasi
konseling dan VCT
Jumlah
Persentase yang
mengetahui tentang
tes VCT
Persentase yang
mengetahui lokasi
konseling dan tes
VCT
Jumlah
Umur
15-19
44,0
37,5
6.067
27,7
7,7
6.471
20-24
58,3
52,7
3.086
38,9
10,0
4.385
Tempat tinggal
Perkotaan
51,6
45,3
5.580
36,3
10,2
6.249
Perdesaan
44,4
38,4
3.573
26,6
6,6
4.608
Pendidikan
Tidak sekolah
(36,9)
(35,3)
7
(26,3)
(7,3)
34
Tidak tamat SD
17,9
13,7
31
23,5
9,8
199
Tamat SD
27,2
21,2
104
11,4
2,9
383
Tidak tamat SLTA
41,0
35,1
4.411
25,7
7,7
5.441
Tamat SLTA
45,6
39,8
2.235
34,8
8,6
3.181
Perguruan tinggi
67,8
60,8
2.364
55,1
13,1
1.619
Kuintil kekayaan
Terbawah
36,2
32,2
1.066
22,1
6,0
1.627
Menengah bawah
41,1
35,7
1.595
27,9
7,3
2.106
Menengah
45,8
39,0
1.824
29,9
7,9
2.197
Menengah atas
51,3
45,1
2.075
34,0
8,8
2.423
Teratas
58,8
51,7
2.593
42,7
11,9
2.504
Jumlah
48,8
42,6
9.153
32,2
8,6
10.856
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang.
112- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
Tabel 8.5 Aspek sosial HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV AIDS dan dapat memberikan tanggapan mengenai
berbagai pertanyaan tentang aspek sosial HIV-AIDS, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Karakteristik latar belakang
Percaya bahwa
status HIV
anggota
keluarga harus
dirahasiakan
Tidak bersedia
merawat anggota
keluarga yang
terinfeksi HIV di
rumah
Jumlah
Percaya bahwa
status HIV
anggota
keluarga harus
dirahasiakan
Tidak bersedia
merawat anggota
keluarga yang
terinfeksi HIV di
rumah
Jumlah
Umur
15-19
56,7
17,9
6,067
66,8
14,4
6,471
20-24
58,0
15,3
3,086
66,3
12,2
4,385
Tempat tinggal
Perkotaan
60,5
16,8
5,580
68,1
13,9
6,249
Perdesaan
51,9
17,4
3,573
64,6
13,1
4,608
Pendidikan
Tidak sekolah
(42,8)
(11,3)
7
(63,7)
0.2)
34
Tidak tamat SD
36,1
34,8
31
58,6
14,2
199
Tamat SD
51,1
22,3
104
66,2
12,2
383
Tidak tamat SLTA
56,3
17,9
4,411
66,3
14,0
5,441
Tamat SLTA
57,8
16,5
2,235
67,9
13,5
3,181
Perguruan tinggi
58,6
15,6
2,364
66,2
12,4
1,619
Kuintil kekayaan
Terbawah
47,0
20,7
1,066
60,5
15,7
1,627
Menengah bawah
54,1
18,9
1,595
65,6
16,0
2,106
Menengah
57,6
16,1
1,824
67,2
13,1
2,197
Menengah atas
58,5
17,0
2,075
68,6
12,0
2,423
Teratas
61,7
15,1
2,593
69,0
11,9
2,504
Jumlah
57,1
17,1
9,153
66,6
13,5
10,856
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS -113
Tabel 8.6 Penaetahuan tentana cara Denceaahan HIV
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang memiliki pengetahuan tentang cara pencegahan
HIV, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik
latar belakang
Menggunakan
kondom
Membatasi hubungan
seksual pada satu
pasangan yang tidak
terinfeksi HIV dan yang
tidak mempunyai
pasangan lain
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
45,9
69,9
6.750
20-24
61,0
81,8
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
54,6
76,7
5.890
Perdesaan
45,2
69,4
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(14,5)
(16,4)
28
Tidak tamat SD
7,7
13,1
119
Tamat SD
20,7
29,4
223
Tidak tamat SLTA
43,2
67,7
4.928
Tamat SLTA
56,6
80,3
2.296
Perguruan tinggi
66,2
87,6
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
35,5
55,3
1.409
Menengah bawah
45,8
71,0
1.760
Menengah
49,4
75,6
1.971
Menengah atas
54,2
77,8
2.172
Teratas
60,4
80,6
2.659
Jumlah
50,8
73,7
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
53,7
60,1
7.713
20-24
65,4
69,2
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
62,9
68,2
6.869
Perdesaan
52,7
58,1
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
37,9
33,9
63
Tidak tamat SD
23,1
23,6
505
Tamat SD
34,8
31,3
690
Tidak tamat SLTA
53,0
59,0
6.426
Tamat SLTA
69,9
76,2
3.301
Perguruan tinggi
77,1
83,6
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
43,3
47,1
2.314
Menengah bawah
53,3
58,6
2.560
Menengah
58,6
64,5
2.534
Menengah atas
65,5
70,2
2.607
Teratas
68,8
75,8
2.596
Jumlah
58,2
63,6
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang.
114- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
Tabel 8.7 Pengetahuan komprehensif mengenai HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengatakan bahwa orang sehat dapat terinfeksi HIV, dan mereka yang
menjawab pertanyaan, menolak pemahaman lokal yang salah tentang penularan atau pencegahan infeksi HIV, dan persentase
pengetahuan komprehensif tentang AIDS menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
HIV tidak HIV tidak
Karakteristik latar belakang
Orang terlihat
sehat dapat
terinfeksi HIV
dapat
ditularkan
melalui gigitan
nyamuk
dapat
ditularkan
melalui guna-
guna/santet
HIV-AIDS tidak
dapat ditularkan
dengan berbagi
makanan
Persentase
pengetahuan
komprehensif
tentang HIV-AIDS'
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
76,1
44,5
74,1
38,5
12,8
6.750
20-24
84,8
54,1
87,5
48,8
21,4
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
82,6
53,1
82,2
45,5
18,4
5.890
Perdesaan
73,5
39,7
73,0
36,5
11,5
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(16,4)
(7,9)
(15,0)
(8,1)
(3,4)
28
Tidak tamat SD
15,1
6,0
15,7
5,0
0,0
119
Tamat SD
32,5
17,8
35,4
17,3
4,3
223
Tidak tamat SLTA
74,7
42,4
72,9
37,0
11,0
4.928
Tamat SLTA
84,9
51,2
84,9
42,9
16,4
2.296
Perguruan Tinggi
90,1
60,2
91,8
55,4
26,2
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
59,4
32,9
60,5
28,7
7,3
1.409
Menengah bawah
76,2
40,0
74,6
38,3
12,0
1.760
Menengah
79,8
44,8
79,0
40,4
14,0
1.971
Menengah atas
84,1
52,7
82,6
43,9
17,2
2.172
Teratas
86,1
58,4
86,9
50,4
22,2
2.659
Jumlah
78,9
47,6
78,5
41,8
15,6
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
66,7
37,4
67,2
34,4
10,6
7.713
20-24
74,2
43,2
76,9
41,3
16,4
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
75,5
44,4
75,9
40,4
14,9
6.869
Perdesaan
62,6
34,0
65,1
33,1
10,4
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
41,8
29,5
43,7
24,9
12,6
63
Tidak tamat SD
29,7
17,3
26,7
12,6
4,6
505
Tamat SD
39,8
21,5
40,3
18,6
2,9
690
Tidak tamat SLTA
66,4
37,0
66,8
33,4
9,8
6.426
TAmat SLTA
79,9
46,5
83,1
43,5
16,6
3.301
Perguruan Tinggi
87,6
51,1
90,8
54,5
24,2
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
51,9
28,1
55,6
27,3
7,4
2.314
Menengah bawah
64,4
35,7
66,0
32,9
9,8
2.560
Menengah
69,9
38,6
71,7
35,1
12,3
2.534
Menengah atas
77,9
44,0
77,7
40,6
13,9
2.607
Teratas
81,9
50,6
82,2
48,3
20,1
2.596
Jumlah
69,6
39,7
71,0
37,1
12,8
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang.
'Pengetahuan komprehensif yang mengetahui bahwa penggunaan kondom secara konsisten saat hubungan seksual dan hanya
memiliki satu pasangan yang setia akan dapat mengurangi rsiko penularan HIV, dan penolakan dua kesalahpahaman lokal yang paling
umum; HIV dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dengan berbagi makanan dengan orang yang menderita HIV-AIDS.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS
115
Tabel 8.8 Penaetahuan menaenai infeksi menular seksual (IMS!
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang infeksi menular seksual selain HIV AIDS, menurut karakteristik
latar belakang, Indonesia 2017
IMS lainnya
Herpes
Tidak
Karakteristik latar belakang
Siphilis
Gonorrhea Condylomata
Chancroid
Clamydia
Kandidiasis
genital Lainnya terjawab Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
65,9
34,9
3,9
2,5
3,2
19,2
19,1
4,9
0,2
2.106
20-24
70,6
33,6
5,9
2,9
2,9
17,0
24,8
3,8
0,0
1.427
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
67,5
33,8
5,2
2,9
3,1
17,3
23,0
4,3
0,1
2.351
Perdesaan
68,3
35,5
3,7
2,2
3,0
20,3
18,3
4,9
0,1
1.182
Pendidikan
Tidak sekolah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
2
Tidak tamat SD
*
*
*
*
*
*
*
*
*
3
Tamat SD
*
*
*
*
*
*
*
*
*
12
Tidak tamat SLTA
64,7
36,0
3,1
2,8
3,3
20,0
19,1
5,2
0,2
1.421
Tamat SLTA
65,6
27,5
4,1
1,7
1,1
17,6
17,2
4,5
0,0
801
Perguruan tinggi
72,7
37,3
7,0
3,1
4,0
17,0
26,8
3,5
0,0
1.293
Kuintil kekayaan
Terbawah
57,0
27,0
3,3
4,4
3,3
19,7
17,0
9,9
0,0
280
Menengah bawah
68,1
30,7
2,6
2,6
2,3
22,0
17,9
5,0
0,3
483
Menengah
67,7
34,5
3,3
2,9
3,8
16,8
16,7
4,2
0,0
619
Menengah atas
68,2
34,8
5,8
2,7
2,7
15,6
22,0
4,6
0,0
863
Teratas
69,7
37,0
5,7
2,1
3,1
19,1
25,6
3,2
0,1
1.288
Jumlah
67,8
34,4
4,7
2,6
3,1
18,3
21,4
4,5
0,1
3.533
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
83,4
32,6
1,7
1,8
1,2
5,4
11,9
2,7
0,2
2.576
20-24
89,2
32,3
2,1
1,2
1,4
7,7
12,9
3,2
0,0
2.316
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
88,2
33,8
2,1
1,5
1,3
7,3
13,6
3,1
0,1
3.027
Perdesaan
82,8
30,3
1,6
1,7
1,4
5,2
10,4
2,7
0,1
1.865
Pendidikan
Tidak sekolah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
15
Tidak tamat SD
89,1
28,1
3,0
0,0
0,5
0,0
2,5
0,5
0,0
68
Tamat SD
89,2
31,3
0,0
3,7
0,0
1,4
16,4
1,4
0,0
135
Tidak tamat SLTA
82,1
32,9
1,8
1,5
1,3
4,7
13,0
2,9
0,2
2.038
Tamat SLTA
87,8
29,7
1,5
2,0
1,1
7,7
9,6
3,0
0,0
1.593
Perguruan tinggi
90,8
36,2
3,0
0,8
1,9
9,5
15,7
3,3
0,0
1.043
Kuintil kekayaan
Terbawah
79,3
31,6
2,6
2,4
1,1
3,0
7,3
3,8
0,0
547
Menengah bawah
82,5
30,6
1,3
1,9
1,2
5,8
10,3
2,8
0,0
857
Menengah
84,0
32,3
2,1
1,7
0,8
7,1
11,3
2,4
0,0
935
Menengah atas
88,6
28,8
1,8
1,3
1,2
5,6
14,9
3,1
0,1
1.148
Teratas
90,5
37,1
2,0
1,2
2,0
8,5
14,2
2,9
0,2
1.406
Jumlah
86,2
32,5
1,9
1,5
1,3
6,5
12,4
2,9
0,1
4.892
Catatan: Tanda bintang menunjukkan bahwa angka tidak ditampilkan karena jumlah kasus tidak tertimbang kurang dari 25.
116- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
Tabel 8.9 Sumber informasi mengenai IMS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar IMS berdasarkan sumber informasi dan jenis media, menurut karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Karakteristik
latar belakang
Surat
kabar/
Radio Televisi majalah
Selebaran/
poster
Petugas
kesehatan
Perkumpulan Sekolah/ Pertemulan
keagamaan guru masyarakat
Teman/
keluarga
Tempat
kerja
Tidak
Internet Lainnya terjawab Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
1,1
20,3
3,4
1,5
6,8
0,6
78,8
1,9
13,9
1,0
23,9
1,5
0,1
2.106
20-24
4,2
30,1
8,2
2,8
9,9
0,4
55,0
2,0
23,2
7,8
44,7
1,5
0,0
1.427
Daerah tempat
tinggal
Perkotaan
1,8
23,6
5,7
2,0
7,6
0,7
68,7
1,9
18,7
4,2
35,0
1,4
0,0
2.351
Perdesaan
3,3
25,6
4,7
2,1
9,0
0,3
70,1
2,1
15,6
2,8
26,9
1,7
0,1
1.182
Pendidikan
Tidak sekolah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
2
Tidak tamat
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
SD
Tamat SD
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
3
12
Tidak tamat
SLTA
1,4
19,6
3,0
1,1
6,7
0,8
79,6
1,5
12,2
0,6
21,8
1,7
0,1
1.421
Tamat SLTA
3,4
30,1
6,5
1,6
5,0
0,4
59,9
1,2
22,3
7,4
34,4
0,7
0,0
801
Perguruan
tinggi
2,7
25,5
7,2
3,4
11,6
0,4
64,2
2,9
20,4
4,9
42,7
1,8
0,0
1.293
Kuintil
kekayaan
Terbawah
2,9
24,1
2,0
1,4
12,3
0,8
67,6
0,8
21,3
2,1
19,4
1,5
0,0
280
Menengah
bawah
2,9
28,6
4,2
1,1
7,9
0,0
64,3
1,5
16,8
3,6
31,6
2,5
0,3
483
Menengah
3,0
23,4
5,4
1,8
8,0
0,4
69,1
1,4
18,3
3,1
26,2
1,3
0,0
619
Menengah
atas
1,6
25,6
5,8
1,7
7,1
0,7
70,5
1,8
17,3
4,6
33,3
1,1
0,0
863
Teratas
2,2
22,2
6,2
2,8
7,9
0,7
70,4
2,8
17,2
3,9
37,7
1,4
0,0
1.288
Jumlah
2,3
24,3
5,4
2,0
8,1
0,6
69,2
2,0
17,7
3,7
32,3
1,5
0,0
3.533
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
1,9
16,9
5,6
1,1
5,5
0,7
71,7
1,4
31,4
0,8
23,8
0,5
0,0
2.576
20-24
4,0
22,8
7,3
1,5
5,9
0,5
55,1
2,0
45,8
3,5
34,3
0,4
0,1
2.316
Daerah tempat
tinggal
Perkotaan
2,7
19,0
7,5
1,3
5,3
0,5
65,2
1,7
36,0
2,3
33,3
0,5
0,0
3.027
Perdesaan
3,3
21,0
4,6
1,4
6,2
0,7
61,7
1,6
41,7
1,7
21,4
0,3
0,1
1.865
Pendidikan
Tidak sekolah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
15
Tidak tamat
SD
0,0
10,0
0,0
0,0
5,4
3,7
10,5
0,0
80,8
3,3
6,5
5,0
0,0
68
Tamat SD
8,0
15,4
4,2
0,0
1,4
1,2
6,8
0,0
74,0
12,1
12,7
0,1
0,0
135
Tidak tamat
SLTA
1,8
17,8
4,6
1,1
5,5
0,4
69,5
1,2
33,7
1,0
19,9
0,6
0,0
2.038
Tamat SLTA
3,4
20,3
5,9
1,3
4,6
0,2
62,0
1,9
43,2
2,9
30,8
0,2
0,0
1.593
Perguruan
tinggi
3,6
23,9
11,4
2,0
8,3
1,2
67,0
2,5
31,7
1,4
46,5
0,2
0,2
1.043
Kuintil
kekayaan
Terbawah
2,3
18,7
4,4
1,4
8,5
0,8
54,9
1,9
49,7
2,9
14,9
0,6
0,0
547
Menengah
bawah
3,3
19,3
4,8
1,7
6,1
0,7
60,0
1,7
44,4
1,3
22,9
0,6
0,0
857
Menengah
3,7
20,6
5,7
0,9
4,2
0,7
58,4
2,0
40,6
2,9
28,7
0,4
0,0
935
Menengah
atas
2,9
21,2
6,4
1,5
6,9
0,8
64,2
1,3
37,4
2,2
31,7
0,5
0,2
1.148
Teratas
2,3
18,6
8,6
1,1
4,4
0,2
73,1
1,7
29,1
1,5
35,3
0,3
0,0
1.406
Jumlah
2,9
19,7
6,4
1,3
5,7
0,6
63,9
1,7
38,2
2,1
28,8
0,4
0,0
4.892
Catatan: Tanda bintang menunjukkan bahwa angka tidak ditampilkan karena jumlah kasus tidak tertimbang kurang dari 25.
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS -117
Tabel 8.10 Penaetahuan tentana aeiala IMS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang memiliki pengetahuan mengenai gejala IMS pada pria dan wanita, menurut karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Mengetahui gejala IMS pada pria
Mengetahui gejala IMS pada wanita
Karakteristik latar belakang
Tidak
mengetahui
tentang IMS
Tidak sama
sekali
Mengetahui
satu gejala
Mengetahui
dua atau lebih
gejala
Tidak sama
sekali
Mengetahui
satu gejala
Mengetahui
dua atau lebih
gejala
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
68,8
10,7
8,5
12,0
9,8
8,5
12,9
6.750
20-24
55,7
12,5
10,8
21,0
9,6
9,9
24,7
3.221
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
60,1
12,5
10,8
16,6
11,0
10,3
18,6
5.890
Perdesaan
71,0
9,5
7,0
12,4
7,9
7,1
14,0
4.081
Pendidikan
Tidak sekolah
(93,7)
(0,0)
(0,0)
(6,3)
(0,0)
(0,0)
(6,3)
28
Tidak tamat SD
97,1
0,9
0,7
1,3
0,9
0,5
1,5
119
Tamat SD
94,7
3,6
1,2
0,6
2,0
2,3
1,0
223
Tidak tamat SLTA
71,2
10,3
7,7
10,9
9,0
8,0
11,9
4.928
Tamat SLTA
65,1
11,5
9,0
14,4
10,0
8,8
16,1
2.296
Perguruan tinggi
45,6
14,7
14,0
25,7
12,3
12,4
29,6
2.378
Kuintil kekayaan
Terbawah
80,1
7,0
5,6
7,2
5,8
5,6
8,5
1.409
Menengah bawah
72,6
9,4
6,8
11,3
7,1
7,8
12,6
1.760
Menengah
68,6
9,9
9,2
12,3
7,5
9,3
14,6
1.971
Menengah atas
60,3
12,8
9,6
17,3
11,5
8,9
19,4
2.172
Teratas
51,6
14,7
12,6
21,2
13,8
11,5
23,1
2.659
Jumlah
64,6
11,3
9,2
14,9
9,7
9,0
16,7
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
66,6
7,3
12,3
13,8
20,8
6,6
6,0
7.713
20-24
52,7
7,3
16,4
23,5
26,3
10,5
10,5
4.899
Daerah tempat tinggal
Perkotaan
55,9
8,1
15,3
20,7
24,8
9,8
9,4
6.869
Perdesaan
67,5
6,4
12,2
13,9
20,7
6,0
5,8
5.743
Pendidikan
Tidak sekolah
75,6
4,7
1,6
18,1
15,2
7,2
1,9
63
Tidak tamat SD
86,6
3,4
6,8
3,3
11,1
1,4
1,0
505
Tamat SD
80,2
3,0
10,2
6,4
12,8
4,4
2,4
690
Tidak tamat SLTA
68,3
7,1
11,8
12,8
19,9
6,4
5,5
6.426
Tamat SLTA
51,7
7,7
17,8
22,8
28,4
9,6
10,3
3.301
Perguruan tinggi
35,9
10,8
18,3
35,0
32,3
15,7
16,2
1.627
Kuintil kekayaan
Terbawah
76,4
5,0
9,2
9,4
15,5
4,7
3,4
2.314
Menengah bawah
66,5
6,1
13,1
14,2
20,2
7,4
5,9
2.560
Menengah
63,1
7,2
13,1
16,6
22,3
7,0
7,6
2.534
Menengah atas
56,0
8,5
16,4
19,1
26,9
7,9
9,3
2.607
Teratas
45,8
9,6
16,9
27,6
29,0
13,1
12,1
2.596
Jumlah
61,2
7,3
13,9
17,6
22,9
8,1
7,7
12.612
Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang.
118* Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS
PACARAN DAN PENGALAMAN SEKSUAL
9
• Umur pertama kali pacaran: Sebagian besar wanita (80%)
dan pria (84%) telah berpacaran Empat puluh lima persen
wanita dan 44 persen pria mulai berpacaran pada umur 15-
17 .
• Perilaku pacaran: Kebanyakan wanita dan pria mengaku
saat berpacaran melakukan aktivitas berpegangan tangan
(64% wanita dan 75% pria), berpelukan (17% wanita dan
33% pria), cium bibir (30% wanita dan 50% pria) dan
meraba/diraba (5% wanita dan 22% pria).
• Sikap terhadap keperawanan: Sembilan puluh sembilan
persen wanita dan 98 persen pria berpendapat
keperawanan perlu dipertahankan.
• Pengalaman seksual pra nikah: Delapan persen pria dan
2 persen wanita melaporkan telah melakukan hubungan
seksual, dengan alasan antara lain: 47 persen saling
mencintai, 30 persen penasaran/ingin tahu, 16 persen
terjadi begitu saja, masing-masing 3 persen karena dipaksa
dan terpengaruh teman.
• Umur pertama kali berhubungan seksual: Di antara
wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual
sebelum pra nikah, 59 persen wanita dan 74 persen pria
melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada
umur 15-19. Persentase paling tinggi terjadi pada umur 17
tahun (19%), baik pria maupun wanita.
• Penggunaan kondom pada hubungan seksual terakhir:
Penggunaan kondom pada hubungan seksual terakhir lebih
banyak dilakukan oleh wanita (49%) dibanding pria (27%).
• Kehamilan tidak diinginkan: Di antara wanita dan pria, 12
persen kehamilan tidak diinginkan dilaporkan oleh wanita
dan 7 persen dilaporkan oleh pria yang mempunyai
pasangan dengan kehamilan tidak diinginkan.
• Pengalaman aborsi di antara teman : Dua puluh tiga
persen wanita dan 19 persen pria mengetahui seseorang
teman yang mereka kenal yang melakukan aborsi, satu
persen di antara mereka menemani/mempengaruhi
teman/seseorang untuk menggugugurkan kandungannya.
R emaja merupakan tahapan penting dalam kesehatan reproduksi. Pada masa remaja merupakan
periode pematangan organ reproduksi manusia yang disebut juga dengan masa transisi, yaitu
tersebut terjadi perubahan fisik yang cepat, terkadang tidak seimbang dengan perubahan
kejiwaaan/mental. Ketidakseimbangan perkembangan mental pada masa transisi tersebut dapat
Pacaran dan Pengalaman Seksual -119
menimbulkan kebingungan remaja yang dikhawatirkan membawa remaja pada perilaku seksual yang tidak
bertanggungjawab seperti perilaku pacaran yang mengarah untuk melakukan hubungan seksual pranikah
atau seks bebas. Dampak dari perilaku tersebut antara lain terjadinya kehamilan remaja, kehamilan yang
tidak diinginkan hingga upaya melakukan pengguguran yang tidak aman. Selain itu remaja dapat tertular
penyakit menular seksual (PMS) dan berhadapan dengan dampak sosial seperti putus sekolah, stigma
masyarakat dan sanksi sosial lainnya.
SDKI 2017 mengumpulkan informasi tentang pacaran dan pengalaman pacaran kepada wanita dan pria
umur 15-24 tahun yang berstatus belum kawin yang selanjutnya disebut wanita dan pria. Mereka juga
ditanya tentang aktifitas berpacaran, sikap terhadap perilaku seksual pranikah, sikap terhadap keperawanan
dan pengalaman seksual. Pada wanita dan pria umur 15-24 tahun yang melaporkan pengalaman seksual
pranikah, ditanya lebih lanjut tentang alasan ketika pertama kali melakukan hubungan seksual pranikah,
umur pertama kali berhubungan seksual dan penggunaan kondom pada saat berhubungan seksual (pertama
dan terakhir). Pada SDKI 2017, juga menanyakan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi
yang terjadi di sekeliling mereka; apakah mengetahui seorang teman yang telah melakukan aborsi; dan
apakah mereka pernah mempengaruhi teman/seseorang untuk menggugurkan kandungannya; atau
sebaliknya mengingatkan teman/orang lain untuk tidak menggugurkan kandungan. Informasi ini dapat
menjadi masukan kepada pihak pengelola program kesehatan reproduksi remaja untuk evaluasi dan
perencanaan program.
Bab ini menyajikan hasil SDKI 2017 tentang pacaran, sikap terhadap keperawanan, pengalaman
melakukan hubungan seksual pranikah beserta alasannya, kehamilan yang tidak diinginkan dan
pengalaman aborsi diantara teman.
9.1 Pacaran
Pacaran dapat berakibat pada kekerasan, perilaku seksual pranikah, kehamilan tidak diinginkan, infeksi
menular seksual, dan lainnya.
Tabel 9.1 menyajikan hasil SDKI 2017 tentang wanita dan pria yang melaporkan berpacaran dan umur
pertama kali pacaran menurut karakeristik. Secara umum, 80 persen wanita dan 84 persen pria yang
melaporkan pernah berpacaran. Kelompok umur 15-17 merupakan umur mulai pacaran pertama kali yang
paling banyak disebutkan yaitu 45 persen pada wanita dan 44 persen pada pria.
Pola menurut karakteristik latar belakang
* Di antara wanita dan pria yang mengaku pernah berpacaran, paling banyak dilaporkan oleh wanita dan
pria pendidikan tamat SMA (92% wanita dan 94% pria)
■ Wanita dan pria yang tinggal di perdesaan (21% dan 19%) lebih banyak yang melaporkan tidak
pemah pacaran dibandingkan yang tinggal diperkotaan (18% dan 14%).
■ Wanita dan pria dengan kuintil kekayaan terbawah paling banyak (27% dan 25%) mengaku tidak
pemah berpacaran.
9.2 Perilaku Berpacaran
Perilaku berpacaran dapat meningkat menjadi kontak seksual pada remaja. Tahapan kontak seksual pada
remaja dibagi menjadi 5 tahap berupa sentuhan, pacaran tanpa berciuman, berciuman, meraba bagian
sensitif (payudara hingga alat kelamin) dan hubungan sesuai (Carey et al, 2009).
Pada SDKI 2017 ditanyakan pada wanita dan pria yang pemah berpacaran/saat ini memiliki pacar tentang
perilaku pacaran yang pernah dilakukan, meliputi: berpegangan tangan; berpelukan; cium bibir dan meraba
atau diraba. Tabel 9.2 menyajikan persentase wanita dan pria menurut perilaku pacaran. Berpegangan
120 • Pacaran dan Pengalaman Seksual
tangan merupakah hal yang paling banyak dilakukan oleh wanita dan pria (64% dan 75%). Pria cenderung
lebih banyak melaporkan perilaku cium bibir (50%) dan berpelukan (33%) dibandingkan dengan wanita
(30% dan 17%).
Tren: Persentase wanita dan pria dengan perilaku pacaran berpegangan tangan dan meraba/diraba
menurun sedangkan perilaku cium bibir tidak banyak berubah berdasarkan SDKI 2012 dan SDKI 2017
(Gambar 9.1).
Gambar 9.1 Perilaku Pacaran
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dengan jenis pengalaman saat berpacaran
Berpegangan
Cium bibir
Meraba/ diraba
Berpegangan
Cium bibir Meraba/ diraba
tangan
WANITA
tangan
PRIA
■ SDKI 2012 «SDKI 2017
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Perilaku pacaran yang mengarah pada kontak seksual yaitu cium bibir dan meraba/ diraba, persentase
tertinggi baik wanita maupun pria adalah pada kelompok 20-24 tahun dan tinggal diperkotaan.
■ Persentase pria dan wanita dalam melakukan perilaku pacaran tidak menunjukkan pola tertentu
menurut pendidikan dan kuintil kekayaan.
9.3 Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah
Perilaku seksual pranikah memiliki konsekuensi terhadap kesehatan yaitu penularan penyakit/infeksi
menular seksual dan kehamilan remaja yang dapat berakibat pada putus sekolah, sanksi sosial lainnya atau
komplikasi kehamilan hingga masa nifas.
Pada SDKI 2017, wanita dan pria ditanya tentang sikap mereka terhadap perilaku seksual pranikah. Tabel
9.3 menyajikan persentase wanita dan pria yang bersikap setuju terhadap perilaku seksual pranikah jika
dilakukan oleh wanita maupun pria menurut karakteristik. Pendapat wanita yang menyatakan setuju
terhadap hubungan seksual pranikah adalah 1 persen untuk wanita dan 1 persen untuk pria. Sementara
pendapat pria yang setuju hubungan seksual pranikah 4 persen jika dilakukan oleh wanita dan 8 persen jika
oleh pria. Terdapat kecenderungan pihak yang menyetujui hubungan seks pranikah dilakukan oleh pria.
Tren Persentase wanita maupun pria tentang sikap setuju terhadap perilaku seksual pranikah hasil SDKI
2017 tidak jauh berbeda dengan SDKI 2012 (Gambar 9.2).
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 121
Gambar 9.2 Sikap terhadap Perilaku Seksual Pranikah
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku
seksual pranikah
7 8
Setuju wanita
Setuju pria
Setuju wanita
Setuju pria
melakukan seksual
melakukan seksual
melakukan seksual melakukan seksual
pranikah
pranikah
pranikah
pranikah
WANITA
PRIA
■ SDKI2012 ■SDKI2017
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Wanita dan pria yang menyetujui perilaku seksual pranikah lebih banyak dari tingkat pendidikan tidak
sekolah, tidak tamat SD dan tamat SD serta kuintil kekayaan terbawah.
* Wanita dan pria umur 20-24 cenderung lebih setuju terhadap perilaku seksual pranikah dibanding
wanita dan pria umur 15-19. Tidak ada perbedaan antara wanita dan pria menurut tempat tinggal dan
kuintil kekayaan.
Pria yang menyatakan setuju tentang perilaku seksual pranikah ditanya lebih lanjut alasan mereka
menyetujui perilaku seksual pranikah. Tabel 9.4 menunjukkan alasan menurut karakteristik. Alasan
tertinggi adalah saling mencintai (83%) dan suka sama suka (82%) (Gambar 9.3).
Gambar 9.3 Alasan Setuju Perilaku Seksual Pranikah
Persentase alasan pria belum kawin umur 15-24 menyetujui perilaku
seksual pranikah
122
Pacaran dan Pengalaman Seksual
9.4 Sikap Terhadap Keperawanan
Keperawanan merupakan suatu hal yang dinilai penting untuk dijaga sampai menikah dalam budaya
masyarakat Indonesia.
Wanita dan pria ditanya pendapat mereka tentang wanita yang harus mempertahankan keperawanannya
sebelum menikah dan pentingnya keperawanan calon istri bagi pria. Secara umum, baik wanita dan pria
menyatakan sikap setuju mereka terhadap wanita belum menikah untuk mempertahankan keperawanan dan
pria menganggap penting keperawanan calon istri (Tabel 9.5).
Tren: Sikap wanita dan pria terhadap pentingnya mempertahankan keperawanan wanita meningkat pada
wanita dari 77 persen pada SDKI 2012 menjadi 99 persen pada SDKI 2017 dan pada pria dari 66 persen
pada SDKI 2012 menjadi 98 persen pada SDKI 2017 (Gambar 9.4).
G ambar 9.4 Sikap terhadap Keperawanan Perlu Dipertahankan
Sampai Menikah
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang setuju mempertahankan
keperawanan dan menganggap penting keperawanan
99 98
Setuju wanita
Pria anggap
Setuju wanita
Pria anggap
belum kawin
penting
belum kawin
penting
pertahankan
keperawanan
pertahankan
keperawanan
keperawanan
calon istri
keperawanan
calon istri
WANITA
PRIA
■ SDKI 2012 «SDKI 2017
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Wanita yang menyetujui pentingnya mempertahankan keperawanan dan menganggap penting
keperawanan calon istri paling sedikit adalah mereka dengan tingkat pendidikan tidak sekolah.
■ Wanita dan pria yang tinggal di perkotaan lebih banyak menyetujui pentingnya mempertahankan
keperawanan dan menganggap penting keperawanan calon istri dibandingkan mereka yang tinggal di
perdesaan.
9.5 Pengalaman Seksual
Pada era teknologi informasi yang maju pesat, makin terbuka akses remaja terhadap informasi, konten
pornografi, pacaran, dan budaya pergaulan yang lebih bebas. Masalah tersebut dapat menimbulkan
pergeseran sikap pada remaja termasuk terkait pengalaman seksual.
Pada SDKI 2017, menggali informasi tentang pengalaman melakukan hubungan seksual. Tabel 9.6
menunjukkan di antara wanita dan pria terdapat 8 persen pria dan 2 persen wanita yang melaporkan pemah
melakukan hubungan seksual.
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 123
Tren: Persentase wanita dan pria yang melaporkan memiliki pengalaman melakukan hubungan seksual
hasil SDKI 2012 dan 2017 tidak berbeda (Gambar 9.5).
Gambar 9.5 Pengalaman Hubungan Seksual
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah melakukan
hubungan seksual
2
1
Wanita
8 8
Pria
■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Pengalaman seksual dilaporkan lebih tinggi pada wanita dan pria umur 20-24 dibandingkan dengan
umur 15-19 (Tabel 9.6).
■ Perilaku hubungan seksual cenderung lebih tinggi dilakukan oleh wanita dan pria yang berasal dari
kuintil kekayaan terbawah dibandingkan kuintil kekayaan lainnya diatasnya.
■ Tidak terlihat pola tertentu menurut daerah tempat tinggal, pendidikan dan kuintil kekayaan.
Alasan Melakukan Hubungan Seksual Pertama Kali
SDKI 2017 juga menggali informasi mengenai alasan melakukan hubungan seksual pertama kali. Lima
puluh empat persen wanita dan 46 persen pria melakukan hubungan seksual pertama kali dengan alasan
‘saling mencintai’ saat melakukan hubungan seksual pertama kali. Alasan lain yang dikemukakan pria
adalah ‘penasaran/ingin tahu’ yaitu 34 persen, sedangkan masing-masing 16 persen wanita mengemukakan
alasan ‘dipaksa’. Terdapat 16 persen wanita dan 15 persen pria yang menyatakan alasan ‘teijadi begitu
saja’ saat melakukan hubungan seksual pertama kali (Tabel 9.7 dan Gambar 9.6).
Gambar 9.6 Alasan Hubungan Seksual Pertama Kali
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual
Saling Terjadi begitu Penasaran/ Dipaksa Butuh uang Berharap
mencintai saja ingin tahu menikah
2 3
Pengaruh
teman
'Wanita Pria
124 • Pacaran dan Pengalaman Seksual
9.6 Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual
Umur pertama kali berhubungan seksual, erat hubungannya dengan status kesehatan reproduksi seseorang.
Pada masa remaja organ reproduksi masih dalam tahap pertumbuhan sehingga belum berkembang secara
sempurna. Hal tersebut menjadikannya rentan mengalami luka ketika berhubungan seksual. Selain itu
hubungan seksual pada umur dini juga meningkatkan risiko masalah mental emosional, kognitif, perilaku,
kehamilan remaja, masalah kesehatan reproduksi lainnya serta dapat berdampak negatif bagi pendidikan
dan konsekuensi sosial lainnya.
SDKI 2017 melaporkan umur pertama kali berhubungan seksual. Remaja 17 tahun merupakan umur
tertinggi baik wanita maupun pria (19%) yang melakukan hubungan seksual pertama kali. Tabel 9.8
menyajikan persentase wanita dan pria yang melaporkan hubungan seksual pertama kali menurut umur dan
Gambar 9.7 menurut kelompok umur.
G ambar 9.7 Umur Pertama Kali Berhubungan
Seksual
Persentase wanita dan pria umur 15-24 dengan umur pertama kali
berhubungan seksual
■ Wanita «Pria
74
11-14 tahun 15-19 tahun 20-24 tahun
Tren: Persentase umur pertama berhubungan seksual pada wanita dan pria meningkat dari 59 persen hasil
SDKI 2012 menjadi 74 persen pada SDKI 2017. Hal ini juga terjadi perubahan pada umur terbanyak pada
umur 18-19 dari SDKI 2012 menjadi umur 17-18 sebagai umur terbanyak pada SDKI 2017.
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Persentase kelompok umur 15-19 pria maupun wanita, merupakan kelompok umur paling tinggi yang
melakukan hubungan seksual pertama kali
■ Pria cenderung melakukan hubungan seksual pertama kali pada umur yang lebih muda daripada wanita
9.7 Penggunaan Kondom Pada Saat Berhubungan Seksual
Kondom merupakan salah satu metode yang dapat mencegah terjadinya penularan HIV AIDS. Penggunaan
kondom secara tepat pada saat berhubungan seksual dapat mencegah terjadinya kehamilan dan penularan
infeksi menular seksual (Widiarta, 2011, Widdice, 2006). Tabel 9.9 menyajikan tentang persentase
pengalaman wanita dan pria yang pernah menggunakan kondom saat berhubungan seksual pertama dan
terakhir menurut karakteristik.
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 125
Tren: Tren penggunaan kondom mengalami peningkatan khususnya pada wanita saat berhubungan
seksual terakhir dari 18 persen pada SDKI 2012 menjadi 49 persen pada SDKI 2017 (Gambar 9.8). Pada
pria tidak banyak berubah.
Gambar 9.8 Penggunaan Kondom Saat Berhubungan Seksual
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang menggunakan kondom saat
berhubungan seksual
49
Hubungan seksual
Hubungan seksual
Hubungan seksual
Hubungan seksual
pertama
terakhir
pertama
terakhir
WANITA
PRIA
■ SDKI 2012 «SDKI 2017
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Dalam lima tahun terakhir persentase wanita yang menggunakan kondom saat berhubungan seksual
terakhir meningkat (49%).
■ Penggunaan kondom baik pada hubungan seksual pertama dan terakhir, lebih cenderung tinggi pada
wanita dengan pendidikan perguruan tinggi (38% pada hubungan seksual pertama dan 70% pada
hubungan seksual terakhir) dan wanita dengan kuintil kekayaan teratas (46% dan 80% masing-masing
untuk yang pertama dan terakhir).
■ Pria yang menggunakan kondom baik pada hubungan seksual pertama dan terakhir, juga lebih
cenderung tinggi pada pria dengan pendidikan tinggi (45% pada hubungan seksual pertama dan 41%
pada hubungan seksual terakhir) dan pria dengan kuintil kekayaan teratas (42% dan 41%).
* Pria dan wanita yang berada di perkotaan memiliki persentase penggunaan kondom lebih tinggi saat
berhubungan seksual dibandingkan dengan pria dan wanita yang berada di perdesaan.
9.8 Kehamilaan Yang Tidak Diinginkan
Kehamilan remaja erat dikaitkan dengan kehamilan tidak diinginkan (KTD), seringkali KTD diakhiri
dengan usaha menggugurkan kandungannya untuk menghindari rasa malu dan sanksi masyarakat.
Kehamilan pada remaja (umur 10-19) berisiko terhadap komplikasi kehamilan dan persalinan seperti
eklampsi dan puerperal endometritis yang merupakan salah satu penyebab kematian maternal di dunia.
Demikian juga jika terjadi pengguguran yang tidak aman (WHO, 2018).
Pengalaman kehamilan tidak diinginkan
Duabelas persen wanita melaporkan pernah mengalami kehamilan tidak diinginkan dan 7 persen pria
melaporkan pasangannya mengalami kehamilan tidak diinginkan (Gambar 9.9).
126 • Pacaran dan Pengalaman Seksual
Gambar 9.9 Kehamilan Tidak Diinginkan
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah melakukan
hubungan seksual mempunyai pengalaman kehamilan tidak diinginkan
Wanita Pria
■ Perkotaan ■ Perdesaan ■ Indonesia
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Kehamilan tidak diinginkan dilaporkan oleh wanita kelompok umur 15-19 dua kali lebih besar (16%)
dibandingkan kelompok umur 20-24 (8%). Laporan kejadian kehamilan tidak diinginkan dari pria
tidak beda antara perkotaan dan perdesaan.
■ Wanita (21%) dan pria (10%) dengan pendidikan tidak tamat SMA paling banyak melaporkan
kehamilan tidak diinginkan (Tabel 9.10).
■ Persentase wanita di perdesaan yang melaporkan pemah mengalami kejadian kehamilan tidak
diinginkan hampir 2 kali lebih besar (16%) dibanding wanita di perkotaan (9%) (Tabel 9.10 dan
Gambar 9.9).
9.9 Pengalaman Aborsi Diantara Teman
Kehamilan remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya aborsi (Singh, 2005). Pada SDKI 2017 selain
mengajukan pertanyaan tentang pengalaman responden dalam kehamilan tidak diinginkan, pewawancara
juga menanyakan apakah responden mengetahui seseorang dari teman yang pemah mengalami KTD dan
mencoba menggugurkannya (Tabel 9.11).
Tren: Persentase wanita dan pria yang mempengaruhi teman atau seseorang untuk tidak melakukan aborsi
menumn yaitu 30 persen pada SDKI 2012 menjadi 24 persen pada SDKI 2017 Meskipun demikian angka
wanita dan pria yang mengetahui teman atau seseorang untuk melakukan aborsi persentasenya cenderung
tetap pada SDKI 2012 dan 2017 (Gambar 9.10).
Pola menurut karakteristik latar belakang
■ Pria (19%) dan wanita (26%) yang tinggal di perkotaan dan berpendidikan tamat SMA memiliki
kecenderungan menyarankan atau mempengaruhi teman atau seseorang untuk tidak mengaborsi
kandungannya (Tabel 9.11).
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 127
Gambar 9.10 Pengalaman Aborsi Diantara Teman
Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah mengetahui seseorang mengaborsi
kandungan, menyarankan/mempengaruhi untuk aborsi kandungan dan menyarankan/
mempengaruhi untuk tidak aborsi
30
Tahu seseorang Sarankan/pengaruhi Sarankan/pengaruhi
yang aborsi teman/ seseorang teman/ seseorang
untuk aborsi untuk tidak aborsi
Tahu seseorang Sarankan/pengaruhi Sarankan/pengaruhi
yang aborsi teman/ seseorang teman/ seseorang
untuk aborsi untuk tidak aborsi
WANITA
PRIA
■ SDKI 2012
■ SDKI 2017
128 • Pacaran dan Pengalaman Seksual
Daftar Tabel
Informasi lebih lanjut mengenai pacaran dan pengalaman seksual dapat dilihat dari tabel berikut:
• Tabel 9.1
• Table 9.2
• Tabel 9.3
• Tabel 9.4.1
• Tabel 9.4.2
• Tabel 9.5
• Tabel 9.6
• Tabel 9.7
• Tabel 9.8
• Tabel 9.9
• Table 9.10
• Tabel 9.11
Umur pertama kali pacaran
Pengalaman berpacaran
Sikap terhadap perilaku seksual pranikah
Alasan wanita menyetujui perilaku seksual pranikah
Alasan pria menyetujui perilaku seksual pranikah
Sikap terhadap keperawanan
Pengalaman seksual pranikah
Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali
Umur pertama kali berhubungan seksual
Penggunaan kondom
Pengalaman kehamilan tidak diinginkan
Pengalaman aborsi di antara teman
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 129
Tabel 9.1 Umur Pertama Kali Pacaran
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dengan kategori umur pertama kali berpacaran menurut karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Umur Pertama Kali Pacaran
Tidak Jumlah
Karakteristik latar belakang
Pernah
<12
12-14
15-17
18-19
20+
Tidak Tahu
Jumlah
Wanita dan Pria
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
24,6
1,6
30,2
41,5
1,6
0,0
0,5
100,0
6.750
20-24
8,8
0,5
13,6
52,3
16,6
7,6
0,7
100,0
3.221
Tempat Tinggal
Perkotaan
18,4
1,1
25,0
45,5
6,6
2,8
0,5
100,0
5.890
Perdesaan
21,0
1,6
24,5
44,2
6,2
2,0
0,6
100,0
4.081
Pendidikan
Tidak Sekolah
(66,2)
(5,3)
(6,6)
(14,0)
(0,0)
(7,9)
(0,0)
(100,0)
28
Tidak Tamat SD
43,3
2,1
10,8
30,0
8,2
4,1
1,5
100,0
119
Tamat SD
24,8
1,4
18,1
45,6
7,5
1,8
0,9
100,0
223
Tidak Tamat SLTA
27,4
1,8
32,8
35,8
1,1
0,6
0,4
100,0
4.928
Tamat SLTA
8,3
0,7
19,2
57,3
10,6
3,1
0,9
100,0
2.296
Perguruan Tinggi
11,6
0,8
15,2
53,2
13,2
5,6
0,5
100,0
2.378
Kuintil Kekayaan
Terbawah
27,0
1,0
20,4
44,4
4,9
1,6
0,7
100,0
1.409
Menengah bawah
19,7
0,9
26,1
43,9
6,2
2,6
0,5
100,0
1.760
Menengah
15,8
0,8
28,5
46,1
6,2
1,9
0,7
100,0
1.971
Menegah Atas
17,7
1,6
25,3
44,4
7,5
3,1
0,5
100,0
2.172
Teratas
19,5
1,8
23,2
45,7
6,6
2,7
0,5
100,0
2.659
Jumlah
19,5
1,3
24,8
45,0
6,4
2,5
0,6
100,0
9.971
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
22,0
2,2
33,6
39,8
2,0
0,0
0,4
100,0
7.713
20-24
6,9
1,5
17,8
51,5
15,2
6,3
0,8
100,0
4.899
Tempat Tinggal
Perkotaan
13,9
2,2
29,1
44,9
7,1
2,4
0,5
100,0
6.869
Perdesaan
18,8
1,7
25.5
43.7
7,1
2,6
0,6
100,0
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
46,9
3,6
5,0
27,7
14,3
0,9
1,7
100,0
63
Tidak Tamat SD
30,4
2,1
12,6
39,0
10,9
4,2
0,8
100,0
505
Tamat SD
20,4
3,6
13,0
42,9
14,0
4,4
1,6
100,0
690
Tidak Tamat SLTA
21,4
2,1
34,7
36,3
3,7
1,4
0,5
100,0
6.426
Tamat SLTA
6,4
1,5
22,7
56,0
10,1
2,7
0,5
100,0
3.301
Perguruan Tinggi
7,9
1,2
20,1
55,3
10,2
4,7
0,4
100,0
1.627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
25,0
1,3
19,3
41,5
8,5
3,1
1,3
100,0
2.314
Menengah bawah
16,3
2,0
26,6
43,5
8,4
2,4
0,8
100,0
2.560
Menengah
13,2
2,1
29,0
46,4
6,4
2,5
0,3
100,0
2.534
Menegah Atas
13,2
2,0
30,4
45,0
6,6
2,7
0,2
100,0
2.607
Teratas
13,9
2,3
31,1
44,9
5,9
1,7
0,2
100,0
2.596
Total
16,2
1,9
27,4
44,3
7,1
2,5
0,6
100,0
12.612
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
130
Pacaran dan Pengalaman Seksual
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dengan jenis pengalaman saat berpacaran, berdasarkan karakterstik latar belakang, Indonesia 2017
Katakteristik latar belakang Wanita belum kawin Pria belum kawin
Berpe- Berpe¬
gangan Meraba/ gangan Ber- Cium Meraba/
tangan
Ber-pelukan
Cium bibir
diraba
Total
tangan
pelukan
bibir
diraba
Total
Umur
15-19
55,6
10,2
21,4
3,7
6.750
66,4
21,1
36,8
13,2
7.713
20-24
81,0
30,5
48,5
9,2
3.221
88,8
51,4
69,4
34,4
4.899
Tempat Tinggal
Perkotaan
66,4
18,4
32,8
5,8
5.890
77,2
33,8
51,7
21,8
6.869
Perdesaan
59,9
14,5
26,3
5,0
4.081
72,5
31,7
46,8
21,1
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
(24,7)
0,1)
(14,2)
6,7
(28)
46,5
21,6
31,6
16,7
63
Tidak Tamat SD
40,2
16,3
22,1
11,3
119
62,8
35,9
46,2
23,6
505
Tamat SD
63,6
21,3
34,9
8,6
223
72,5
36,5
53,7
23,2
690
Tidak Tamat SLTA
51,9
9,6
18,8
3,5
4.928
67,0
22,8
37,9
14,3
6.426
Tamat SLTA
79,2
26,2
44,0
7,8
2.296
88,2
46,4
64,7
31,6
3.301
Perguruan Tinggi
75,2
22,5
40,2
6,6
2.378
86,6
43,3
64,4
27,8
1.627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
54,0
13,8
24,4
6,6
1.409
65,7
29,5
43,5
19,8
2.314
Menengah bawah
61,4
14,9
27,2
4,5
1.760
74,8
32,9
48,2
21,8
2.560
Menengah
67,5
17,5
31,4
5,1
1.971
78,0
35,0
51,8
23,3
2.534
Menegah Atas
66,7
19,3
32,8
6,4
2.172
80,0
34,8
53,4
23,0
2.607
Teratas
65,4
17,0
31,9
4,9
2.659
75,9
31,9
49,8
19,3
2.596
Total
63,8
16,8
30,1
5,4
9.971
75,1
32,9
49,5
21,5
12.612
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 131
Tabel 9.3 Sikap terhadap Perilaku Seksual Pranikah
Persentase Wanita dan Pria belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku seksual pranikah, berdasarkan karakteristik, Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang
Wanita belum menikah
Pria belum menikah
Wanita
Pria
Jumlah
Wanita
Pria
Jumlah
Umur
15-19
0,8
1,0
6.750
2,9
5,4
7.713
20-24
1,6
1,6
3.221
6,5
10,9
4.899
Tempat Tinggal
Perkotaan
1,0
1,1
5.890
4,1
7,3
6.869
Perdesaan
1,1
1,3
4.081
4,6
7,8
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
(2,5)
(2,5)
(28)
4,5
11,9
63
Tidak Tamat SD
2,8
4,2
119
7,2
10,6
505
Tamat SD
1,4
1,0
223
6,9
13,1
690
Tidak Tamat SLTA
0,9
1,1
4.928
3,5
5,8
6.426
Tamat SLTA
1,3
0,9
2.296
4,4
8,3
3.301
Perguruan Tinggi
1,0
1,4
2.378
5,3
9,3
1.627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
2,2
2,1
1.409
6,4
9,8
2.314
Menengah bawah
0,8
1,0
1.760
4,0
6,6
2.560
Menengah
0,8
1,0
1.971
4,0
7,1
2.534
Menegah Atas
0,8
1,0
2.172
4,1
7,4
2.607
Teratas
0,9
1,1
2.659
3,2
7,0
2.596
Total
1,0
1,2
9.971
4,3
7,5
12.612
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
132 • Pacaran dan Pengalaman Seksual
Tabel 9.4.1 Alasan Wanita Menyetujui Perilaku Seksual Pranikah
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku seksual pranikah, berdasarkan karakteristik latar belakang,
Indonesia 2017
Karakteristik latar belakang Alasan menyetujui perilaku seksual pranikah
Suka Saling Berencana akan
sama suka mencintai menikah Tahu konsekuensi Menunjukkan cinta Jumlah
Umur
15-19
39,9
45,9
48,8
42,3
39,4
79
20-24
56,5
59,9
59,1
58,4
38,9
66
Tempat Tinggal
Perkotaan
48,6
51,4
53,9
56,1
33,0
82
Perdesaan
46,0
53,5
53,1
41,2
47,2
63
Pendidikan
Tidak Sekolah
*
*
*
*
*
1
Tidak Tamat SD
*
*
*
*
*
5
Tamat SD
*
*
*
*
*
5
Tidak Tamat SLTA
43,5
50,9
51,2
44,6
41,9
62
Tamat SLTA
47,9
54,9
56,8
57,5
45,2
36
Perguruan Tinggi
52,.2
52,1
54,3
56,0
24,6
37
Kuintil Kekayaan
Terbawah
59,3
67,1
66,9
54,6
65,1
38
Menengah bawah
(37,9)
(37,9)
(35,1)
(21,0)
(25,5)
23
Menengah
(38,7)
(38,7)
(41,4)
(38,7)
(33,6)
23
Menegah Atas
(46,8)
(61,0)
(68,6)
(70,2)
(42,9)
27
Teratas
(47,5)
(48,2)
(47,7)
(55,0)
(20,9)
34
Total
47,5
52,3
53,5
49,7
39.2
145
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan.
Pacaran dan Pengalaman Seksual
133
Tabel 9.4.2 Alasan Pria Menyetujui Perilaku Seksual Pranikah
Persentase Pria belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku seksual pranikah, berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia
2017
Karakteristik latar belakang
Alasan menyetujui perilaku seksual pranikah
Suka
Saling
Berencana akan
sama suka
mencintai
menikah
Tahu konsekuensi Menunjukkan cinta
Jumlah
Umur
15-19
77,5
80,2
71,4
63,9
67,5
448
20-24
85,6
85,5
81,8
74,3
71,3
542
Tempat Tinggal
Perkotaan
83,6
83,4
76,5
68,5
65,4
520
Perdesaan
80,1
82,8
77,7
70,8
74,3
471
Pendidikan
Tidak Sekolah
*
*
*
*
*
8
Tidak Tamat SD
94,3
94,5
89,8
79,1
84,0
61
Tamat SD
79,5
82,2
84,8
71,7
79,7
92
Tidak Tamat SLTA
79,4
81,3
71,3
65,2
69,4
400
Tamat SLTA
82,0
82,8
79,5
71,1
68,6
278
Perguruan Tinggi
85,7
85,1
78,6
73,6
58,9
152
Kuintil Kekayaan
Terbawah
81,9
81,5
77,8
71,4
77,4
246
Menengah bawah
88,0
88,9
80,6
68,6
74,0
174
Menengah
82,2
84,2
80,1
69,1
72,3
187
Menegah Atas
74,7
79,7
70,6
63,6
64,7
202
Teratas
83,9
82,4
76,8
75,1
57,6
183
Total
81,9
83,1
77,1
69,6
69,6
991
Keterangan: Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan
tidak ditampilkan.
134 • Pacaran dan Pengalaman Seksual
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang menyetujui mempertahankan keperawanan dan menganggap penting keperawanan,
berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita belum kawin Pria belum kawin
Setuju wanita Pria Setuju wanita Pria
belum menikah menganggap belum menikah menganggap
agar penting agar penting
Karakteristik
latar belakang
mempertahan-kan
keperawanan
keperawanan
calon istri
Jumlah
mempertahankan
keperawanan
keperawanan
calon istri
Jumlah
Umur
15-19
99,3
79,3
6.750
98,3
89,1
7.713
20-24
99,1
81,0
3.221
97,6
88,0
4.899
Tempat Tinggal
Perkotaan
99,3
80,2
5.890
98,1
88,8
6.869
Perdesaan
99,1
79,4
4.081
98,0
88,6
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
(95,3)
(51,6)
(28)
97,5
85,7
63
Tidak Tamat SD
92,6
68,8
119
96,1
85,0
505
Tamat SD
96,8
77,4
223
95,3
87,4
690
Tidak Tamat SLTA
99,2
79,0
4.928
98,4
89,3
6.426
Tamat SLTA
99,6
81,3
2.296
98,3
89,5
3.301
Perguruan Tinggi
99,5
81,4
2.378
98,0
86,4
1.627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
98,1
76,0
1.409
97,5
85,8
2.314
Menengah bawah
99,5
79,7
1.760
97,9
89,0
2.560
Menengah
99,5
80,8
1.971
98,3
89,6
2.534
Menegah Atas
99,0
80,3
2.172
97,9
89,4
2.607
Teratas
99,7
81,0
2.659
98,6
89,4
2.596
Total
99,2
79,9
9.971
98,1
88,7
12.612
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 135
Tabel 9.6 Pengalaman Seksual Pranikah
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual, berdasarkan
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Karakteristik
latar belakang
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Persen
Jumlah
Persen
Jumlah
Umur
15-19
0,9
6.750
3,6
7.713
20-24
2,6
3.221
14,0
4.899
Tempat Tinggal
Perkotaan
1,5
5.890
7,4
6.869
Perdesaan
1,4
4.081
8,0
5.743
Pendidikan
Tidak Sekolah
(9,8)
(28)
6,8
63
Tidak Tamat SD
6,7
119
12,4
505
Tamat SD
2,7
223
13,1
690
Tidak Tamat SLTA
0,9
4.928
4,6
6.426
Tamat SLTA
2,2
2.296
10,4
3.301
Perguruan Tinggi
1,4
2.378
10,5
1.627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
3,0
1.409
9,4
2.314
Menengah bawah
1,4
1.760
7,4
2.560
Menengah
1,0
1.971
8,5
2.534
Menegah Atas
1,7
2.172
6,7
2.607
Teratas
0,8
2.659
6,4
2.596
Total
1,5
9.971
7,6
12.612
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
Tabel 9.7 Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali
Di antara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual, persentase distribusi berdasarkan alasan melakukan hubungan seksual
pertama kali menurut jenis kelamin responden, Indonesia 2017
Alasan hubungan seksual pertama kali
Terjadi Me-
Saling begitu Penasaran/ merlukan Ingin Ter-pengaruh Tidak
Jenis kelamin
mencintai
saja
Ingin tahu
Dipaksa
uang
menikah
teman
Lain-nya
Ingat
Missing
Total
Jumlah
Wanita
53,8
15,8
4,3
16,3
0,3
3,8
1,6
0,2
1,4
2,7
100,0
146
Pria
46,1
15,4
34,0
0,7
0,1
0,3
2,6
0,1
0,6
0,0
100,0
963
Total
47,1
15,5
30,1
2,8
0,1
0,8
2,5
0,1
0,7
0,4
100,0
1.109
136
Pacaran dan Pengalaman Seksual
Tabel 9.8 Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual
Persentase Wanita dan Pria belum kawin umur 15-24 dengan umur pertama kali berhubungan seksual berdasarkan latar belakang karakteristik, Indonesia 2017
Karateristik Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual
latar belakang
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
Tidak Tahu
Jumlah
WANITA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,0
0,3
0,3
9,4
11,5
11,9
31,0
10,4
3,6
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
21,8
74
20-24
1,2
0,0
0,0
0,7
1,1
6,6
8,4
11,1
24,5
14,3
12,3
10,6
3,0
0,6
5,8
86
Tempat Tinggal
Perkotaan
0,0
0,0
0,0
2,4
7,1
8,9
16,6
11,3
14,7
9,9
5,1
7,1
1,8
0,5
14,5
101
Perdesaan
1,7
0,4
0,3
8,6
3,9
9,3
22,5
9,9
14,7
3,9
9,2
3,2
1,4
0,0
11,0
60
Pendidikan
Tidak Sekolah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
31,8
3
Tidak Tamat SD
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
4,7
8
Tamat SD
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
23,1
6
Tidak Tamat SLTA
0,0
0,4
0,3
12,0
12,6
14,3
21,6
7,4
7,2
0,9
0,0
0,0
0,8
0,0
22,5
55
Tamat SLTA
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
7,2
9,6
17,1
23,2
17,0
8,2
10,7
0,0
0,9
6,1
52
Perguruan Tinggi
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(2,7)
(6,8)
(28,3)
(3,7)
(13,5)
(7,9)
(13,0)
(9,9)
(6,1)
(0,0)
(8,0)
36
Kuintil Kekayaan
Terbawah
(2,3)
(0,5)
(0,0)
(7,7)
(6,4)
(11,4)
(22,2)
(13,8)
(15,1)
(2,0)
(7,0)
(1,7)
(1,8)
(0,0)
(8,1)
45
Menengah bawah
(0,0)
(0,0)
(0,7)
(4,2)
(6,5)
(2,6)
(11,0)
(16,3)
(15,1)
(7,6)
(14,0)
(5,9)
(0,0)
(0,8)
(15,2)
25
Menengah
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(9,8)
(7,9)
(7,5)
(15,6)
(1,8)
(9,4)
(9,8)
(3,1)
(12,8)
(0,0)
(1,1)
(21,1)
25
Menegah Atas
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(1,6)
(3,2)
(13,6)
(25,0)
(11,2)
(7,6)
(18,9)
(8,5)
(6,2)
(0,0)
(0,0)
(4,2)
37
Teratas
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(0,0)
(6,5)
(6,7)
(15,4)
(8,3)
(27,5)
(0,6)
(0,0)
(4,9)
(6,2)
(0,0)
(23,9)
29
Total
0,6
0,1
0,1
4,7
5,9
9,1
18,8
10,8
14,7
7,7
6,6
5,7
1,6
0,3
13,2
161
PRIA BELUM KAWIN
Umur
15-19
0,2
0,6
2,5
8,8
24,2
28,3
22,9
9,7
2,2
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,5
279
20-24
0,1
0,8
1,1
1,7
5,4
10,6
17,1
19,1
16,3
16,9
7,0
2,7
0,5
0,0
0,8
685
Tempat Tinggal
Perkotaan
0,2
1,0
2,2
4,3
9,0
15,6
18,2
16,2
12,9
12,6
4,9
1,5
0,6
0,0
0,9
506
Perdesaan
0,0
0,4
0,8
3,1
13,0
15,9
19,4
16,5
11,4
11,4
5,1
2,4
0,0
0,0
0,6
457
Pendidikan
Tidak Sekolah
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
4
Tidak Tamat SD
0,0
0,0
0,0
6,8
11,3
15,6
21,8
21,3
12,2
6,3
2,2
0,9
0,0
0,0
1,4
62
Tamat SD
0,0
2,5
0,0
6,8
12,3
11,0
15,2
14,8
19,1
7,8
4,6
4,5
0,0
0,0
1,5
90
Tidak Tamat SLTA
0,2
0,6
3,0
5,6
21,2
19,3
15,4
13,2
8,1
8,6
3,5
0,4
0,0
0,0
0,9
293
Tamat SLTA
0,1
0,9
1,5
1,3
4,7
15,8
19,5
18,8
14,1
15,2
6,0
1,6
0,5
0,0
0,0
343
Perguruan Tinggi
0,0
0,0
0,4
2,9
4,8
12,3
22,3
16,1
12,2
15,9
6,9
4,2
0,8
0,0
1,3
171
Kuintil Kekayaan
Terbawah
0,0
0,4
2,3
4,5
9,1
18,8
18,7
16,0
12,7
8,3
4,4
3,6
0,0
0,0
1,2
217
Menengah bawah
0,0
1,9
0,1
3,2
16,4
16,0
17,5
15,7
15,0
9,7
2,4
1,9
0,1
0,0
0,1
190
Menengah
0,5
0,0
1,0
3,1
12,6
12,3
18,6
15,9
11,8
14,5
6,9
1,2
0,7
0,0
1,0
215
Menegah Atas
0,0
0,0
2,1
5,3
7,1
17,8
12,2
19,3
12,8
15,2
6,0
0,7
0,2
0,0
1,2
174
Teratas
0,0
1,6
2,1
2,6
8,6
13,7
27,2
15,1
8,3
12,8
5,3
1,9
0,7
0,0
0,0
167
Total
0,1
0,7
1,5
3,7
10,9
15,7
18,7
16,4
12,2
12,0
5,0
1,9
0,3
0,0
0,7
963
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang..
Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan.
Pacaran dan Pengalaman Seksual • 137
Tabel 9.9 Penggunaan kondom
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual dengan pengunaan kondom pada hubungan seksual pertama dan
terakhir berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita Belum Kawin
Pria Belum Kawin
Karakteristik latar belakang
Hubungan Seksual
Pertama
Hubungan Seksual
Terakhir
Jumlah
Hubungan Seksual
Pertama
Hubungan Seksual
Terakhir
Jumlah
Umur
15-19
21,1
43,6
62
24,1
22,0
279
20-24
25,3
52,3
84
28,8
28,9
685
Tempat Tinggal
Perkotaan
35,0
68,5
90
33,4
31,9
506
Perdesaan
5,0
16,7
56
20,9
21,3
457
Pendidikan
Tidak Sekolah
*
*
3
*
*
4
Tidak Tamat SD
*
*
8
16,4
12,8
62
Tamat SD
*
*
6
20,8
17,2
90
Tidak Tamat SLTA
13,5
37,1
45
19,3
19,7
293
Tamat SLTA
30,7
58,6
51
29,7
30,7
343
Perguruan Tinggi
38,2
69,8
33
45,0
41,0
171
Kuintil Kekayaan
Terbawah
1,6
13,5
43
11,5
12,0
217
Menengah bawah
18,1
28,9
24
29,7
32,1
190
Menengah
29,5
72,7
21
25,3
23,7
215
Menegah Atas
36,2
70,6
36
33,8
30,2
174
Teratas
45,6
79,7
22
41,5
40,9
167
Total
23.5
48.6
146
27,4
26,9
963
Keterangan: Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan.
138
Pacaran dan Pengalaman Seksual
Tabel 9.10 Pengalaman kehamilan tidak diinginkan
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai pengalaman kehamilan tidak
diinginkan dan pria belum kawin umur 15-24 yang mempunyai pasangan seksual dengan kehamilan tidak diinginkan menurut
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017
Wanita belum kawin Pria belum kawin
Pernah alami
kehamilan tidak Pasangan pernah alami
Karakteristik latar belakang
diinginkan
Jumlah
kehamilan tidak diinginkan
Jumlah
Umur
15-19
16,4
74
7.4
279
20-24
8.0
86
7.4
685
Tempat Tinggal
Perkotaan
9.4
101
6.5
506
Perdesaan
16.1
60
8.4
457
Pendidikan
Tidak Sekolah
*
3
*
4
Tidak Tamat SD
*
8
4.1
62
Tamat SD
*
6
7.6
90
Tidak Tamat SLTA
20.6
55
9.8
293
Tamat SLTA
7.6
52
6.9
343
Perguruan Tinggi
9.4
36
5.6
171
Kuintil Kekayaan
Terbawah
14.4
45
6.5
217
Menengah bawah
(15.6)
25
10.7
190
Menengah
(20.0)
25
7.3
215
Menegah Atas
(0.8)
37
8.3
174
Teratas
(11.9)
29
4.1
167
Total
11.9
161
7.4
963
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang..
Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak
ditampilkan.
Pacaran dan Pengalaman Seksual
139
Tabel 9.11 Pengalaman Aborsi dianlara Teman
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui seseorang yang mengaborsi kandungannya, menyarankan/mempengaruhi teman atau seseorang
untuk mengaborsi kandungannya, dan yang menyarankan/mempengaruhi teman atau seseorang untuk tidak mengaborsi kehamilannya berdasarkan karakteristik latar
belakang, Indonesia 2017
Wanita Belum Kawin
Pria Belum Kawin
Karakteristik
latar belakang
Mengetahui
seseorang yang
mengaborsi
kandungannya
Menyarankan/
mempengaruhi
teman atau
seseorang untuk
mengaborsi
kandungannya
Menyarankan/
mempengaruhi
teman atau
seseorang untuk
tidak mengaborsi
kandungannya
Jumlah
Mengetahui
seseorang yang
meng-aborsi
kandungannya
Menyarankan/
mempengaruhi
teman atau
seseorang untuk
mengaborsi
kandungannya
Menyarankan/
mempengaruhi
teman atau
seseorang untuk
tidak mengaborsi
kandungannya
Jumlah
Umur
15-19
20,0
0,8
20,8
6,750
15,1
1,1
13,8
7,713
20-24
29,6
0,8
30,2
3,221
26,0
1,8
25,2
4,899
Tempat Tinggal
Perkotaan
24,1
0,8
25,9
5,890
20,5
1,4
19,2
6,869
Perdesaan
21,7
0,7
20,8
4,081
18,0
1,3
17,1
5,743
Pendidikan
Tidak Sekolah
(11,6)
(1.4)
(8,1)
28
9,0
4,5
12,7
63
Tidak Tamat SD
9,9
0,5
14,0
119
14,2
2,9
12,7
505
Tamat SD
15,0
1,8
18,8
223
18,4
0,8
24,5
690
Tidak Tamat SLTA
18,7
0,7
19,0
4,928
14,7
1,1
13,8
6,426
Tamat SLTA
28,4
1,1
30,1
2,296
25,5
1,6
24,3
3,301
Perguruan Tinggi
28,8
0,5
29,1
2,378
27,7
1,6
22,7
1,627
Kuintil Kekayaan
Terbawah
19,7
0,8
21,7
1,409
15,2
1,7
16,1
2,314
Menengah bawah
21,9
0,2
22,9
1,760
19,7
1,5
17,8
2,560
Menengah
24,3
0,9
23,1
1,971
21,0
1,1
19,5
2,534
Menegah Atas
25,6
1,1
26,4
2,172
21,1
1,6
19,6
2,607
Teratas
22,9
0,8
24,1
2,659
19,3
0,9
18,0
2,596
Total
23,1
0,8
23,9
9,971
19,4
1,4
18,2
12,612
Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.
140
Pacaran dan Pengalaman Seksual
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik (BPS), dan Macro International. 2008. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia
2007. Calverton, Maryland, USA: BPS dan Macro International
Badan Pusat Statistik, BKKBN, dan Kementerian Kesehatan. 2013. Survei Demografi Dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) 2012. Jakarta, Indonesia: BPS, BKKBN, Kemenkes and ICF International
Dacey & Kenny (1997). Adolescent Development (2nd ed). USA: Brown & Benchmark Publishers
Ferguson, J, R Baggaley, B Pazvakavambwa, B Ncube, Desta Woldehanna T, G Himschall, Adolescent HIV,
and Guidelines Development. 2013. WHO Guidelines on HIV Testing and Counselling for Adolescents
and Care for Adolescents Living with HIV. Kuala Lumpur, Malaysia: World Health Organization
Guse, Kylene, Deb Levine, Summer Martins, Andrea Lira, Jenna Gaarde, Whitney Westmorland, and Melissa
Gilliam. 2012. “Interventions Using New Digital Media to Improve Adolescent Sexual Health: A
Systematic Review.” Journal of Adolescent Health 51 (6): 535-43.
https://doi.Org/10.1016/j.jadohealth.2012.03.014
Handayani, Wiwik & Haribowo, Andi. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan
Sistem Hematologi. Jakarta: Salemba Medika
Kementerian Kesehatan. 2006. Pedoman Pelayanan Konseling dan Testing HIV/AIDS Secara Sukarela
(Voluntaiy Counselling and Testing). Jakarta: Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan. 2011. Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Tahun 2011. Jakarta:
Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta, Indonesia: Kementerian
Kesehatan
Kementerian Kesehatan. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan
Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan. 2017. Laporan Situasi Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia Januari-Maret 2017.
Jakarta: Kementerian Kesehatan
Kirby, Douglas. 2011. Reducing Adolescent Sexual Risk: A Theoretical Guide for Developing and Adapting
Curriculum Based Programs. ETR Associates
Levine, Deb. 2011. “Using Technology, New Media, and Mobile for Sexual and Reproductive Health.”
Sexuality Research andSocialPolicv 8 (1): 18-26. https://doi.org/10.1007/sl3178-011-0040-7
Presiden Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017
Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia
Schofield, 1965 dalam Developmental Behavioral Pediatrics oleh Carey, William B. MD; Crocker, Allen C;
Coleman, William L, MD; Elias, Ellen Roy, MD; Feldman, Heidi M, MD, Ph.D. 2009
Shah, Hiral H, Bijal S Shah, Kruti J Deliwala, dan Pooja Damani. 2013. “Evaluation of Mother to Child
Transmission of HIV in a Tertiary Care Centre.” National J Med Res 3 (1): 38^11
Daftar Pustaka • 141
Shaluhiyah, Zahroh, Syamsulhuda Budi Musthofa, dan Bagoes Widjanarko. 2015. “Stigma Masyarakat
Terhadap Orang Dengan HIV/AIDS.” Kesmas: National Public Health Journal 9 (4): 333-39
Strasburger, Victor C., Marjorie J Hogan, Deborah Ann Mulligan, Nusheen Ameenuddin, Dimitri A.
Christakis, Corinn Corinn Cross, and Daniel B. Fagbuyi. 2013. “Children, Adolescents, and the Media.”
Pediatrics 132 (5): 958-61. https://doi.org/10.1542/peds.2013-2656
Unicef, UNAIDS, dan World Health Organization. 2002. Young People and HIV/AIDS: Opportunity in Crisis.
New York, USA: Unicef
Westerman, David, and Patric R Spence. 2014. “Social Media as Information Source : Recency of Updates and
Credibility of Information *” 19: 171-83. https://doi.org/10. 111 l/jcc4.12041
Widdice LE, Cornell JL, Liang W, Halpern - Felsher BL, 2006. Having sex and condom use: potential risks
and benefits reported by young, sexually inexperienced adolescents
Widiarta, I Nyoman. 2011. Faktor faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Kondom Sebagai
Pencegahan Penularan HIV AIDS (pada Remaja yang Sudah Melakukan Hubungan Seksual Pranikah)
(Analisis Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia Tahun 2007)
WHO. Adolescent pregnancy. Diakses pada tanggal 28 Februari 2018 di http://www.who.int/news-
room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy
World Health Organization (WHO), United Nations Children’s Fund (UNICEF), and United Nations
University (UNU). 2001. Iron deficiency anemia assessment, prevention, and control: A guide for
programme managers. Geneva: WHO
142 • Daftar Pustaka
TABEL-TABEL PROVINSI
Lampiran
BAB 3 KETERPAJANAN MEDIA
Tabel A.3.1.1 Keterpajanan media massa : Wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang biasa membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi dan mengakses internet paling sedikit sekali
seminggu dalam 12 bulan terakhir, menurut provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Membaca surat
kabar/majalah
Mendengarkan
radio
Menonton TV
Ketiga media
massa
Tidak terpajan
media massa
Mengakses
internet dalam
12 bulan terakhir
Mengakses
internet dalam 1
bulan terakhir
Jumlah
Sumatera
Aceh
17,4
20,5
83,8
7,4
13,0
79,2
78,4
235
Sumatera Utara
13,5
22,0
79,0
4,1
15,3
82,2
81,9
598
Sumatera Barat
18,0
18,0
84,4
4,0
12,2
95,7
94,7
274
Riau
9,1
11,0
85,9
1,2
11,2
89,3
87,5
262
Jambi
11,1
4,3
83,5
0,8
12,0
93,9
89,2
124
Sumatera Selatan
16,8
15,9
86,0
4,6
11,4
85,5
85,0
267
Bengkulu
30,8
16,1
92,8
8,2
5,8
90,5
88,1
65
Lampung
16,9
12,7
87,1
2,0
8,2
86,5
85,5
261
Bangka Belitung
30,8
26,4
84,4
10,9
12,4
88,5
88,5
60
Kepulauan Riau
22,4
16,3
86,9
4,5
7,9
90,3
89,9
77
Jawa
DKI Jakarta
16,1
15,2
77,9
3,5
15,8
97,2
97,2
498
Jawa Barat
10,9
14,4
82,4
2,6
13,8
93,0
92,9
1.904
Jawa Tengah
15,3
15,8
76,3
3,4
18,5
91,2
91,0
1.264
DI Yogyakarta
31,0
25,5
78,2
11,4
14,2
95,6
95,6
191
Jawa Timur
17,1
18,1
81,7
5,0
13,1
91,9
91,4
1.297
Banten
16,5
16,2
82,3
5,1
14,6
90,9
90,9
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
22,3
37,2
91,5
12,2
4,5
91,3
91,3
192
Nusa Tenggara Barat
12,6
13,1
86,1
3,9
10,3
86,8
86,4
207
Nusa Tenggara Timur
11,8
11,5
55,6
2,1
36,3
58,5
57,1
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
7,4
5,9
77,0
1,8
21,1
60,8
59,7
189
Kalimantan Tengah
27,8
14,3
81,8
2,9
13,0
88,8
88,8
64
Kalimantan Selatan
12,8
8,9
87,1
0,0
8,9
88,5
87,1
139
Kalimantan Timur
17,2
13,5
84,9
5,2
13,9
95,3
94,0
111
Kalimantan Utara
21,3
21,8
78,2
8,1
12,7
91,8
90,7
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
7,8
14,6
85,8
3,4
11,4
97,6
97,1
78
Sulawesi Tengah
13,7
12,4
80,4
1,7
16,5
82,7
81,3
105
Sulawesi Selatan
17,6
18,4
86,6
5,1
7,4
92,5
92,5
356
Sulawesi Tenggara
13,8
9,3
86,5
2,9
11,1
89,8
88,4
101
Gorontalo
5,8
17,2
79,6
0,7
15,0
96,8
95,1
48
Sulawesi Barat
12,1
6,3
77,7
1,0
20,2
80,8
79,5
54
Maluku dan Papua
Maluku
8,9
8,3
75,6
1,4
21,4
69,8
68,0
80
Maluku Utara
11,5
5,4
74,9
1,7
20,9
65,9
65,0
48
Papua Barat
5,0
8,0
77,6
2,9
22,4
67,1
67,1
26
Papua
4,9
5,6
49,7
0,5
48,1
50,1
50,1
113
Jumlah
14,9
15,9
80,9
3,9
14,6
88,8
88,3
9.971
Lampiran A
143
Tabel A.3.1.2 Keterpajanan media massa : Pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televise dan mengakses internet paling sedikit sekali seminggu
dalam 12 bulan terakhir, menurut provinsi, Indonesia 2017
Mengakses Mengakses
Membaca surat Mendengarkan Ketiga media Tidak terpajan internet dalam internet dalam 1
Provinsi kabar/majalah radio Menonton TV massa media massa 12 bulan terakhir bulan terakhir Jumlah
Sumatera
Aceh
22,8
17,0
70,9
9,4
25,3
78,1
77,4
251
Sumatera Utara
15,5
15,9
68,5
4,5
27,4
82,8
79,0
743
Sumatera Barat
9,7
12,5
93,8
3,3
5,0
92,1
89,9
277
Riau
19,3
13,7
81,1
3,8
15,5
90,4
89,4
326
Jambi
8,4
10,1
91,2
2,1
7,8
92,7
86,8
177
Sumatera Selatan
14,8
14,3
97,6
4,5
2,4
92,7
91,0
377
Bengkulu
9,6
14,1
84,4
3,3
12,4
92,7
88,2
98
Lampung
18,2
16,4
79,4
4,9
19,1
87,0
82,8
321
Bangka Belitung
16,2
22,9
79,9
2,9
13,6
88,9
84,0
69
Kepulauan Riau
18,0
15,3
78,7
4,7
14,6
94,1
90,3
86
Jawa
DKI Jakarta
21,2
11,2
88,8
1,9
7,8
96,4
96,1
567
Jawa Barat
8,8
13,4
71,5
1,6
24,4
92,2
90,5
2.419
Jawa Tengah
15,2
18,1
72,4
4,0
22,2
94,2
93,7
1.525
DI Yogyakarta
21,5
20,0
66,5
2,8
19,2
96,3
95,1
212
Jawa Timur
15,3
20,0
79,2
4,2
17,1
86,6
85,0
1.884
Banten
23,5
11,4
73,6
6,5
22,5
87,3
86,9
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
26,4
40,2
91,0
14,5
6,4
97,5
97,1
224
Nusa Tenggara Barat
4,7
7,2
72,1
1,2
25,5
82,7
81,0
231
Nusa Tenggara Timur
6,8
13,0
45,5
2,6
48,6
48,5
46,2
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
2,6
5,2
72,7
0,8
26,3
65,4
64,6
260
Kalimantan Tengah
5,8
11,0
85,4
0,0
11,9
83,0
80,9
96
Kalimantan Selatan
10,9
6,1
85,0
0,5
15,0
83,9
83,9
191
Kalimantan Timur
19,6
12,9
86,1
5,3
9,9
92,9
92,6
165
Kalimantan Utara
4,5
9,1
33,2
0,5
62,8
82,7
82,7
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
54,5
31,2
94,0
23,6
3,4
97,3
97,3
101
Sulawesi Tengah
11,9
11,4
87,5
2,2
10,0
69,4
68,7
140
Sulawesi Selatan
9,1
9,2
89,5
2,3
10,4
87,4
86,6
369
Sulawesi Tenggara
3,3
4,9
83,5
0,3
15,2
82,1
74,4
113
Gorontalo
21,5
27,9
89,1
8,0
7,7
86,9
85,9
70
Sulawesi Barat
7,9
8,5
83,0
0,7
15,2
78,9
73,8
61
Maluku dan Papua
Maluku
15,3
10,8
81,2
2,7
16,9
66,7
62,0
81
Maluku Utara
2,7
3,0
60,7
0,4
37,8
57,5
57,2
54
Papua Barat
1,5
5,6
83,7
0,6
16,3
64,1
62,0
38
Papua
3,9
11,1
48,8
2,1
49,2
52,2
51,3
171
Jumlah
14,1
15,1
76,8
3,7
19,6
87,4
85,8
12.612
144 • Lampiran A
Tabel A.3.2.1 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Wanita
Diantara wanita belum kawin umur 15-24 yang membaca media cetak, persentase yang membaca pesan tertentu di surat kabar / majalah dalam enam bulan
sebelum survei, menurut provinsi, Indonesia 2017
Pesan yang dicetak
Penundaan
Minuman
Mencegah
Provinsi
Usia kawin
HIV AIDS
IMS
Iklan kondom Narkoba
keras
kehamilan
Jumlah
Sumatera
Aceh
10,9
27,4
8,0
12,6
50,1
29,4
11,6
235
Sumatera Utara
11,2
21,1
8,1
13,5
37,9
29,6
15,4
598
Sumatera Barat
19,8
29,7
12,4
10,2
51,2
39,7
18,3
274
Riau
9,6
16,2
7,2
8,6
35,6
24,5
12,3
262
Jambi
8,5
13,9
8,2
8,8
35,0
25,2
8,7
124
Sumatera Selatan
12,8
17,8
6,7
10,7
36,6
24,9
9,8
267
Bengkulu
20,9
31,4
14,1
10,2
49,9
43,8
15,3
65
Lampung
14,8
24,4
14,2
15,1
48,3
37,8
14,4
261
Bangka Belitung
19,0
24,1
12,9
11,5
54,9
40,7
19,2
60
Kepulauan Riau
15,9
31,4
17,2
17,3
46,7
34,6
19,2
77
Jawa
DKI Jakarta
14,5
29,2
14,6
19,3
39,1
28,3
14,0
498
Jawa Barat
11,3
21,2
9,4
13,3
35,5
27,6
13,4
1.904
Jawa Tengah
13,6
26,8
14,0
15,3
41,4
33,4
14,3
1.264
DI Yogyakarta
16,8
33,2
17,3
19,5
63,2
44,0
18,7
191
Jawa Timur
15,9
28,0
14,2
15,0
43,2
33,7
15,5
1.297
Banten
14,4
34,9
10,5
16,2
42,9
28,7
13,5
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
8,3
20,3
7,2
13,0
24,2
17,4
12,2
192
Nusa Tenggara Barat
14,4
24,4
9,6
8,6
38,5
32,5
9,3
207
Nusa Tenggara Timur
7,2
18,8
6,2
6,4
32,0
26,3
10,3
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
7,7
10,9
6,0
6,4
17,2
9,7
4,2
189
Kalimantan Tengah
21,1
31,8
23,4
9,2
52,0
43,9
23,3
64
Kalimantan Selatan
20,4
26,1
12,1
15,3
50,7
41,4
14,3
139
Kalimantan Timur
23,2
26,5
15,5
14,2
50,1
37,9
19,0
111
Kalimantan Utara
17,4
26,5
14,7
12,0
49,8
41,7
17,3
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
3,3
26,7
5,5
10,1
42,5
41,6
12,5
78
Sulawesi Tengah
12,9
25,7
11,0
12,9
45,4
35,2
14,0
105
Sulawesi Selatan
15,2
26,5
10,2
11,6
50,3
34,3
16,1
356
Sulawesi Tenggara
12,8
28,6
6,8
8,5
48,6
38,4
16,6
101
Gorontalo
11,1
28,2
10,2
11,2
42,2
32,1
19,9
48
Sulawesi Barat
10,1
16,2
4,1
5,3
35,9
25,2
7,8
54
Maluku dan Papua
Maluku
9,1
23,2
8,5
10,9
33,9
28,8
9,5
80
Maluku Utara
7,7
27,5
12,8
12,5
39,8
38,2
16,8
48
Papua Barat
9,6
21,6
11,7
12,6
30,0
27,0
7,7
26
Papua
6,4
10,9
2,3
6,2
16,7
17,7
5,2
113
Jumlah
13,2
24,7
11,1
13,4
40,4
30,8
13,9
9.971
Lampiran A • 145
Tabel A.3.2.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Pria
Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang membaca media cetak, persentase yang membaca pesan tertentu di surat kabar / majalah dalam enam bulan
sebelum survei, menurut provinsi, Indonesia 2017
Pesan yang dicetak
Penundaan
Minuman
Mencegah
Provinsi
usia kawin HIV AIDS
IMS
Iklan kondom Narkoba
keras
kehamilan
Jumlah
Sumatera
Aceh
5,0
26,8
6,3
20,4
51,6
45,1
5,8
251
Sumatera Utara
5,4
19,8
12,8
11,2
38,0
27,6
6,6
743
Sumatera Barat
8,1
17,7
14,4
10,0
36,0
32,4
6,9
277
Riau
3,9
12,3
9,6
7,6
25,1
20,7
5,1
326
Jambi
3,7
13,6
7,3
5,9
20,9
17,9
2,6
177
Sumatera Selatan
5,7
13,4
9,3
5,6
31,8
11,4
3,6
377
Bengkulu
8,6
19,1
11,4
10,5
35,4
28,7
11,8
98
Lampung
8,3
20,9
12,9
17,6
29,4
29,0
6,6
321
Bangka Belitung
3,8
24,6
7,9
14,4
37,0
25,0
3,2
69
Kepulauan Riau
5,5
32,0
15,5
17,7
50,6
36,0
9,4
86
Jawa
DKI Jakarta
5,6
27,4
13,4
18,0
40,1
35,0
12,8
567
Jawa Barat
5,9
16,0
11,9
11,4
23,7
20,0
6,4
2.419
Jawa Tengah
4,6
25,3
12,7
15,4
35,8
32,8
8,1
1.525
DI Yogyakarta
12,1
31,2
23,7
16,2
46,8
45,3
16,5
212
Jawa Timur
6,0
23,7
14,8
9,6
34,4
28,9
6,5
1.884
Banten
7,4
28,1
15,2
21,7
42,4
36,2
9,4
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
10,8
44,1
24,7
23,5
57,0
52,4
12,5
224
Nusa Tenggara Barat
7,6
17,8
13,9
7,6
30,6
25,7
4,6
231
Nusa Tenggara Timur
3,5
17,2
8,7
8,3
22,1
21,4
6,0
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
5,2
18,2
12,9
15,3
26,1
23,5
5,9
260
Kalimantan Tengah
2,0
12,2
7,7
5,1
30,5
24,1
3,0
96
Kalimantan Selatan
5,6
27,1
12,7
9,5
42,1
37,8
10,2
191
Kalimantan Timur
8,9
31,9
21,2
18,2
38,2
25,8
7,0
165
Kalimantan Utara
1,0
7,0
2,6
4,2
85,0
76,0
2,3
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
16,1
50,4
31,4
58,3
60,1
63,2
16,3
101
Sulawesi Tengah
6,9
21,9
14,9
12,0
33,3
30,2
9,0
140
Sulawesi Selatan
4,5
10,2
5,8
6,1
23,2
19,9
3,2
369
Sulawesi Tenggara
7,5
24,1
9,6
11,5
33,9
30,2
8,6
113
Gorontalo
8,7
31,0
21,9
25,1
52,0
45,8
11,1
70
Sulawesi Barat
4,2
14,7
6,1
5,1
25,0
20,6
4,1
61
Maluku dan Papua
Maluku
4,6
17,2
13,1
8,9
22,5
20,9
6,0
81
Maluku Utara
4,7
13,8
10,3
8,5
19,6
18,6
6,2
54
Papua Barat
2,6
23,4
8,9
18,2
32,1
32,0
3,5
38
Papua
3,2
13,5
9,4
10,2
12,7
14,1
2,0
171
Jumlah
6,0
21,5
12,9
12,9
32,9
27,9
7,2
12.612
146 • Lampiran A
Tabel A.3.3.1 Terpajan informasi tertentu melalui radio : Wanita
Diantara wanita belum kawin umur 15-24 yang mendengarkan radio, persentase yang mendengar pesan tertentu di radio dalam enam bulan terakhir sebelum
survei, menurut provinsi, Indonesia 2017
Pesan yang dicetak
Penundaan
Minuman
Mencegah
Provinsi
usia kawin
HIV AIDS
IMS
Iklan kondom Narkoba
keras
kehamilan
Jumlah
Sumatera
Aceh
4,9
12,1
2,9
5,6
28,9
14,0
5,5
235
Sumatera Utara
8,1
16,1
4,2
7,8
31,9
21,8
10,0
598
Sumatera Barat
8,9
13,7
3,1
3,3
25,4
19,7
10,4
274
Riau
4,1
6,3
3,6
2,0
13,2
6,8
4,4
262
Jambi
3,5
4,5
1,3
1,2
13,4
8,8
4,7
124
Sumatera Selatan
4,7
4,9
2,4
6,0
20,8
13,6
6,6
267
Bengkulu
4,7
10,1
3,7
2,3
16,4
8,0
2,6
65
Lampung
2,1
8,3
1,0
2,6
22,1
16,2
4,4
261
Bangka Belitung
15,4
17,6
6,6
6,9
37,9
28,3
19,3
60
Kepulauan Riau
8,6
10,9
5,9
7,5
22,1
15,7
9,3
77
Jawa
DKI Jakarta
4,2
13,1
3,2
9,4
22,6
14,7
4,8
498
Jawa Barat
6,7
14,6
5,0
6,2
23,9
16,0
7,4
1.904
Jawa Tengah
5,1
14,9
5,3
6,7
24,4
17,0
7,6
1.264
DI Yogyakarta
6,7
10,7
4,2
6,5
26,8
19,8
6,7
191
Jawa Timur
6,8
15,3
6,5
4,9
26,1
17,7
8,5
1.297
Banten
7,9
18,3
6,1
8,6
25,8
18,8
5,8
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
7,6
16,4
5,3
8,0
19,7
11,1
12,1
192
Nusa Tenggara Barat
6,4
11,5
4,2
4,9
23,8
15,0
4,4
207
Nusa Tenggara Timur
6,7
19,2
5,2
5,5
28,6
22,4
12,2
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
1,2
3,9
0,4
4,6
8,4
5,4
0,3
189
Kalimantan Tengah
1,7
1,7
1,0
0,0
8,9
5,8
3,4
64
Kalimantan Selatan
3,4
5,7
2,7
1,5
16,7
11,3
6,5
139
Kalimantan Timur
6,9
9,3
4,7
2,8
18,3
11,2
11,1
111
Kalimantan Utara
3,8
15,3
4,4
5,2
26,8
24,0
61,0
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
1,9
12,2
1,6
2,8
31,7
34,3
7,5
78
Sulawesi Tengah
2,3
9,3
4,6
2,6
23,6
11,7
7,6
105
Sulawesi Selatan
6,9
14,2
4,8
4,8
27,5
15,3
9,9
356
Sulawesi Tenggara
2,2
7,1
1,7
0,4
17,2
10,3
5,7
101
Gorontalo
11,2
29,2
8,5
5,7
48,6
33,2
13,2
48
Sulawesi Barat
2,9
3,8
1,3
0,9
10,3
7,5
1,9
54
Maluku dan Papua
Maluku
3,2
10,0
3,7
3,4
17,9
13,9
4,2
80
Maluku Utara
1,3
6,8
3,8
3,5
12,2
10,9
2,7
48
Papua Barat
9,2
23,0
12,9
16,3
35,6
28,0
7,3
26
Papua
4,2
12,4
2,9
6,9
15,3
14,1
6,5
113
Jumlah
5,9
13,3
4,5
5,7
23,9
16,2
7,4
9.971
Lampiran A • 147
Tabel A.3.3.2 Terpajan informasi tertentu melalui radio : Pria
Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang mendengarkan radio, persentase yang mendengar pesantertentu di radio dalam enam bulan terakhir sebelum
survei, menurut provinsi, Indonesia 2017
Pesan yang dicetak
Penundaan
Minuman
Mencegah
Provinsi
usia kawin
HIV AIDS
IMS
Iklan kondom Narkoba
keras
kehamilan
Jumlah
Sumatera
Aceh
2,3
9,2
2,9
4,2
28,1
23,1
2,2
251
Sumatera Utara
4,3
12,8
6,9
5,7
26,2
14,8
4,0
743
Sumatera Barat
3,8
11,4
7,8
2,7
21,3
16,1
5,5
277
Riau
1,8
4,7
3,0
1,1
11,0
8,8
1,9
326
Jambi
1,3
5,3
4,0
1,9
10,6
8,7
1,5
177
Sumatera Selatan
1,6
5,1
2,5
0,4
10,2
1,3
0,4
377
Bengkulu
10,4
13,8
6,4
4,6
25,2
20,7
7,1
98
Lampung
4,8
6,9
2,4
2,6
15,6
12,3
3,7
321
Bangka Belitung
11,2
17,1
6,3
6,7
27,3
14,9
6,5
69
Kepulauan Riau
3,1
9,2
3,6
6,7
15,0
10,9
1,5
86
Jawa
DKI Jakarta
4,8
12,8
5,2
9,6
19,5
16,0
6,1
567
Jawa Barat
3,9
11,6
7,5
7,1
18,7
16,6
5,1
2.419
Jawa Tengah
3,4
17,0
7,5
8,1
25,8
20,2
4,4
1.525
DI Yogyakarta
7,6
15,0
8,0
4,5
21,1
18,8
3,2
212
Jawa Timur
2,9
11,0
7,5
3,4
21,2
16,6
3,7
1.884
Banten
2,9
13,1
4,8
10,9
25,5
21,5
3,6
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
5,3
33,0
17,3
18,1
48,5
44,5
7,8
224
Nusa Tenggara Barat
7,5
13,3
8,8
6,5
25,0
20,1
3,9
231
Nusa Tenggara Timur
5,9
17,8
7,3
5,8
26,3
23,6
5,0
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
3,2
13,5
5,0
8,1
22,1
19,2
2,0
260
Kalimantan Tengah
3,0
3,9
4,0
1,6
14,0
10,4
2,1
96
Kalimantan Selatan
4,0
6,7
3,8
2,0
20,6
15,6
2,1
191
Kalimantan Timur
3,8
16,6
7,6
3,4
18,9
10,3
2,2
165
Kalimantan Utara
1,0
4,5
1,6
1,1
10,9
9,9
0,4
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
4,0
16,3
4,0
6,2
22,4
26,3
3,4
101
Sulawesi Tengah
2,7
10,6
5,9
6,9
21,2
15,2
3,6
140
Sulawesi Selatan
2,2
8,6
5,4
3,6
17,7
14,2
2,6
369
Sulawesi Tenggara
4,4
9,1
3,3
7,0
19,5
15,1
4,7
113
Gorontalo
7,4
20,3
11,0
7,9
38,6
34,5
7,4
70
Sulawesi Barat
1,6
5,4
3,0
2,5
14,0
11,3
1,4
61
Maluku dan Papua
Maluku
1,5
6,0
3,7
1,0
9,8
8,3
1,4
81
Maluku Utara
2,3
6,5
5,2
4,6
11,5
11,3
3,1
54
Papua Barat
0,2
14,6
4,4
9,6
19,0
19,8
0,8
38
Papua
1,3
20,4
7,0
14,3
17,1
20,4
0,6
171
Jumlah
3,7
12,3
6,5
6,0
21,3
17,0
3,9
12.612
148 • Lampiran A
Tabel 3.4.1 Terpajan informasi tertentu melalui televisi: Wanita
Diantara wanita belum kawin
provinsi, Indonesia 2017
umur 15-24 yang menonton televisi,
persentase yang melihat informasi tertentu dalam enam
bulan sebelum
survei, menurut
Provinsi
Penundaan
usia kawin
HIV AIDS
IMS
Pesan yang dicetak
Iklan kondom Narkoba
Minuman
keras
Mencegah
kehamilan
Jumlah
Sumatera
Aceh
20,9
44,8
10,6
33,1
81,1
56,4
24,0
235
Sumatera Utara
27,3
48,4
12,8
40,5
81,6
60,1
36,6
598
Sumatera Barat
31,7
55,7
14,7
26,8
88,6
68,2
41,6
274
Riau
24,9
35,8
14,7
32,1
82,9
57,0
37,0
262
Jambi
21,1
47,3
12,4
27,1
83,3
67,6
48,6
124
Sumatera Selatan
32,0
43,6
13,3
33,1
82,6
59,4
31,8
267
Bengkulu
26,3
51,1
16,6
22,9
79,7
61,4
29,7
65
Lampung
23,1
51,7
16,5
32,8
85,5
71,8
41,9
261
Bangka Belitung
33,5
48,0
12,1
27,7
87,1
67,1
43,6
60
Kepulauan Riau
33,5
52,7
19,5
50,2
89,7
69,7
42,5
77
Jawa
DKI Jakarta
28,0
58,6
17,2
60,5
83,8
67,3
41,0
498
Jawa Barat
27,0
59,6
18,1
47,4
86,9
70,2
35,9
1.904
Jawa Tengah
26,5
58,9
18,0
37,5
85,7
69,8
32,8
1.264
DI Yogyakarta
17,1
41,3
13,0
41,8
81,3
61,9
26,3
191
Jawa Timur
33,7
57,3
19,1
39,4
87,2
72,3
44,6
1.297
Banten
30,4
59,9
15,5
50,3
86,0
67,1
36,4
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
20,2
52,2
15,2
41,2
63,1
43,1
41,5
192
Nusa Tenggara Barat
27,7
45,4
10,7
23,8
87,8
72,3
24,3
207
Nusa Tenggara Timur
12,4
33,4
8,5
12,5
59,6
47,4
21,4
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
22,7
39,6
10,2
33,2
63,8
47,8
17,2
189
Kalimantan Tengah
37,5
41,2
18,5
20,0
88,7
74,8
42,4
64
Kalimantan Selatan
51,4
44,7
23,9
20,8
87,2
77,0
39,9
139
Kalimantan Timur
27,9
42,9
15,2
26,0
93,0
70,5
47,3
111
Kalimantan Utara
25,1
35,2
16,3
20,7
84,3
70,0
34,7
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
27,0
57,2
9,9
36,1
93,4
79,9
32,7
78
Sulawesi Tengah
23,4
44,3
14,6
15,3
89,5
70,1
39,6
105
Sulawesi Selatan
31,2
52,6
14,9
24,7
89,1
61,3
36,6
356
Sulawesi Tenggara
27,9
48,5
11,3
18,5
92,8
76,3
40,5
101
Gorontalo
31,2
57,2
18,6
24,8
95,7
72,0
41,0
48
Sulawesi Barat
23,8
41,7
8,8
13,9
87,7
62,9
24,3
54
Maluku dan Papua
Maluku
18,1
48,1
15,1
17,7
74,9
64,3
20,6
80
Maluku Utara
18,8
37,8
13,1
16,6
79,1
69,1
32,2
48
Papua Barat
22,6
45,7
13,9
43,3
73,2
66,4
25,7
26
Papua
17,4
35,2
7,7
24,3
43,9
38,8
15,6
113
Jumlah
27,6
53,0
16,0
37,9
84,0
66,4
36,0
9.971
Lampiran A • 149
Tabel 3.4.2 Terpajan informasi tertentu melalui televisi: Pria
Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang menonton televisi, persentase yang melihat informasi tertentu dalam enam bulan terakhir sebelum survei, menurut
provinsi, Indonesia 2017
Pesan yang dicetak
Provinsi
Penundaan
usia kawin
HIVAIDS
IMS
Iklan kondom
Narkoba
Minuman
keras
Mencegah
kehamilan
Jumlah
Sumatera
Aceh
8,5
47,4
10,2
54,1
86,1
72,9
9,6
251
Sumatera Utara
18,7
42,9
21,9
40,0
78,8
61,6
15,9
743
Sumatera Barat
27,9
62,4
39,5
54,0
92,9
89,6
32,4
277
Riau
11,9
26,7
14,9
28,1
64,4
54,2
8,4
326
Jambi
16,4
51,8
35,3
60,4
93,2
87,1
22,9
177
Sumatera Selatan
22,1
40,3
24,0
71,0
82,9
44,2
39,7
377
Bengkulu
48,6
51,7
28,6
53,2
89,8
76,9
40,7
98
Lampung
22,0
47,5
28,5
64,1
93,2
88,0
26,0
321
Bangka Belitung
14,3
32,6
12,6
36,4
80,2
63,9
15,4
69
Kepulauan Riau
23,1
56,2
22,0
66,3
80,5
68,7
27,3
86
Jawa
DKI Jakarta
21,6
57,2
27,2
65,9
84,5
71,4
43,2
567
Jawa Barat
21,9
49,6
26,2
66,6
86,1
78,0
24,4
2.419
Jawa Tengah
14,4
52,6
23,7
54,0
84,4
72,7
18,2
1.525
DI Yogyakarta
20,9
59,7
33,8
39,5
81,4
76,5
19,6
212
Jawa Timur
16,8
55,6
28,9
55,0
81,7
69,9
22,9
1.884
Banten
18,2
53,5
24,1
57,7
88,3
81,7
17,3
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
28,2
64,6
40,4
56,3
90,1
86,1
26,2
224
Nusa Tenggara Barat
18,5
37,5
20,2
31,9
83,2
77,3
22,1
231
Nusa Tenggara Timur
9,8
32,8
9,6
19,2
64,8
55,2
12,3
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
20,4
54,0
27,4
46,8
72,7
67,0
15,0
260
Kalimantan Tengah
21,3
41,8
25,4
33,1
90,0
78,3
18,4
96
Kalimantan Selatan
17,4
49,0
23,9
51,3
92,7
85,4
32,3
191
Kalimantan Timur
19,2
58,7
27,4
49,4
69,8
42,9
13,0
165
Kalimantan Utara
7,9
21,9
9,7
18,4
50,9
40,9
6,1
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
23,8
57,3
30,4
65,3
98,7
97,4
29,9
101
Sulawesi Tengah
11,9
34,2
20,3
31,5
82,7
76,2
11,4
140
Sulawesi Selatan
15,4
46,4
19,3
36,0
89,7
85,1
19,8
369
Sulawesi Tenggara
29,5
46,2
27,5
37,6
91,9
83,0
28,2
113
Gorontalo
26,5
51,2
34,5
29,4
89,9
78,7
26,0
70
Sulawesi Barat
13,9
32,0
15,6
19,6
85,9
80,3
9,4
61
Maluku dan Papua
Maluku
19,4
45,9
27,7
28,5
85,1
77,7
17,8
81
Maluku Utara
20,3
41,1
22,8
26,0
85,3
77,6
16,5
54
Papua Barat
8,5
49,0
13,4
35,9
74,0
68,8
3,9
38
Papua
7,8
29,9
12,0
24,6
48,4
45,4
8,9
171
Jumlah
18,7
49,6
25,2
53,0
83,3
72,8
22,2
12.612
150
Lampiran A
BAB 4 PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI DAN PENGALAMAN
PUBERTAS
Tabel A.4.1 Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita
Distribusi persentase dari wanita dan pria belum pernah kawin umur 15-24 yang mengetahui bahwa ada
hari-hari tertentu dalam siklus haid seorang wanita ketika dia lebih mungkin bisa hamil, menurut provinsi,
Indonesia 2017
Wanita belum kawin Pria belum kawin
Periode Periode
Provinsi pertengahan Jumlah pertengahan Jumlah
Sumatera
Aceh
31,8
116
54,0
30
Sumatera Utara
24,0
289
19,6
209
Sumatera Barat
44,1
169
10,5
70
Riau
28,8
152
22,1
69
Jambi
22,8
59
22,0
32
Sumatera Selatan
34,1
104
15,7
109
Bengkulu
21,2
33
22,3
27
Lampung
34,7
154
68,2
135
Bangka Belitung
46,3
25
31,1
33
Kepulauan Riau
28,2
37
36,0
30
Jawa
DKI Jakarta
37,7
310
25,2
206
Jawa Barat
24,2
1.218
21,6
655
Jawa Tengah
36,7
837
57,1
737
DI Yogyakarta
50,4
124
35,1
119
Jawa Timur
37,1
847
46,1
1.117
Banten
37,1
268
12,4
89
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
48,9
150
69,1
128
Nusa Tenggara Barat
35,1
117
18,2
93
Nusa Tenggara Timur
28,4
83
23,3
75
Kalimantan
Kalimantan Barat
4,1
78
36,9
27
Kalimantan Tengah
29,3
40
22,1
27
Kalimantan Selatan
28,1
65
29,3
62
Kalimantan Timur
26,0
56
13,1
47
Kalimantan Utara
30,4
12
24,5
7
Sulawesi
Sulawesi Utara
37,8
36
37,0
31
Sulawesi Tengah
48,8
61
17,8
63
Sulawesi Selatan
32,3
195
18,0
94
Sulawesi Tenggara
37,0
39
23,6
31
Gorontalo
25,3
21
11,3
11
Sulawesi Barat
44,3
31
15,3
21
Maluku dan Papua
Maluku
31,3
36
22,5
34
Maluku Utara
20,0
21
32,5
25
Papua Barat
37,2
8
12,3
5
Papua
42,2
26
30,0
28
Jumlah
32,8
5.809
36,8
4.476
Lampiran A
151
Tabel A.4.2 Pengetahuan tentang risiko kehamilan
Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa wanita
menjadi hamil setelah sekali melakukan hubungan seksual, menurut provinsi, Indonesia 2017
Wanita belum kawin Pria belum kawin
Provinsi Dapat hamil Jumlah Dapat hamil Jumlah
Sumatera
Aceh
48,8
235
59,7
251
Sumatera Utara
53,7
598
49,6
743
Sumatera Barat
59,1
274
57,2
277
Riau
46,4
262
41,4
326
Jambi
41,9
124
50,7
177
Sumatera Selatan
38,3
267
60,1
377
Bengkulu
41,3
65
37,1
98
Lampung
45,2
261
58,6
321
Bangka Belitung
56,9
60
49,2
69
Kepulauan Riau
59,2
77
75,4
86
Jawa
DKI Jakarta
65,6
498
61,9
567
Jawa Barat
56,5
1.904
47,3
2.419
Jawa Tengah
55,8
1.264
54,9
1.525
DI Yogyakarta
55,1
191
62,1
212
Jawa Timur
52,2
1.297
55,8
1.884
Banten
60,0
458
58,0
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
58,6
192
53,4
224
Nusa Tenggara Barat
50,0
207
50,6
231
Nusa Tenggara Timur
48,5
199
38,3
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
39,8
189
33,4
260
Kalimantan Tengah
51,0
64
37,5
96
Kalimantan Selatan
54,4
139
53,9
191
Kalimantan Timur
60,8
111
54,8
165
Kalimantan Utara
51,3
27
40,7
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
58,3
78
34,5
101
Sulawesi Tengah
52,8
105
49,2
140
Sulawesi Selatan
53,8
356
45,5
369
Sulawesi Tenggara
49,6
101
51,0
113
Gorontalo
34,2
48
33,6
70
Sulawesi Barat
49,3
54
39,6
61
Maluku dan Papua
Maluku
35,9
80
45,8
81
Maluku Utara
37,2
48
38,6
54
Papua Barat
30,2
26
37,5
38
Papua
31,3
113
36,5
171
Jumlah
53,3
9.971
51,6
12.612
152
Lampiran A
Tabel A.4.3 Pengetahuan tentang anemia
Di antara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, dan mempunyai persepsi tentang anemia,
menurut provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Hemoglobin
rendah (Hb)
Wanita belum kawin
Kekurangan zat
besi
Jumlah
Hemoglobin
rendah (Hb)
Pria belum kawin
Kekurangan zat
besi
Jumlah
Sumatera
Aceh
9,7
3,0
163
17,9
15,8
130
Sumatera Utara
1,9
2,6
401
0,3
2,3
327
Sumatera Barat
1,2
4,9
250
0,3
1,6
180
Riau
2,0
4,8
218
0,9
2,9
163
Jambi
0,6
0,5
89
0,0
2,2
78
Sumatera Selatan
5,4
8,9
204
0,6
0,0
148
Bengkulu
2,6
4,3
48
0,0
0,0
53
Lampung
4,9
2,8
199
7,0
1,4
176
Bangka Belitung
2,3
7,5
47
1,1
0,7
44
Kepulauan Riau
2,1
7,5
65
3,4
1,5
66
Jawa
DKI Jakarta
13,2
19,2
456
4,3
3,0
421
Jawa Barat
4,7
7,0
1.631
3,0
1,5
1.262
Jawa Tengah
5,7
11,7
1.148
1,9
2,5
995
DI Yogyakarta
4,0
7,9
184
2,2
1,9
154
Jawa Timur
5,0
9,6
1.170
1,8
4,5
1.066
Banten
5,8
10,9
380
1,6
1,7
359
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
6,3
11,3
173
0,5
12,2
181
Nusa Tenggara Barat
8,7
9,4
168
2,7
1,9
111
Nusa Tenggara Timur
6,2
6,0
108
3,9
0,9
62
Kalimantan
Kalimantan Barat
4,6
0,0
88
4,4
1,8
59
Kalimantan Tengah
20,6
8,7
51
1,5
6,3
36
Kalimantan Selatan
10,7
18,0
121
12,7
3,1
110
Kalimantan Timur
1,7
2,8
99
0,9
1,8
106
Kalimantan Utara
0,7
2,1
18
5,6
1,3
9
Sulawesi
Sulawesi Utara
1,4
4,2
50
0,0
0,0
46
Sulawesi Tengah
3,1
4,0
75
2,4
7,8
61
Sulawesi Selatan
2,0
3,3
264
7,2
1,9
131
Sulawesi Tenggara
2,9
3,6
72
2,1
7,4
45
Gorontalo
5,9
2,8
34
8,0
2,2
14
Sulawesi Barat
3,8
2,4
36
2,5
0,0
26
Maluku dan Papua
Maluku
5,9
19,0
50
1,7
0,4
31
Maluku Utara
3,9
3,5
26
3,0
4,8
17
Papua Barat
9,4
9,2
15
9,9
9,2
9
Papua
0,0
5,7
40
14,4
7,9
58
Jumlah
5,2
8,4
8.141
2,9
3,1
6.734
Lampiran A
153
Tabel A.4.4.1 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan orang lain, menurut provinsi, Indonesia 2017
Diskusi tentang kesehatan reproduksi
Provinsi
Teman
Ibu
Ayah
Saudara
kandung
Kerabat
Guru
Petugas
kesehatan
Pemuka
agama
Tidak satu
pun
Jumlah
responden
Sumatera
Aceh
53,6
36,1
1,8
21,8
22,2
53,8
17,7
9,8
19,8
235
Sumatera Utara
57,2
53,9
3,3
32,5
23,2
42,9
12,1
1,3
16,8
598
Sumatera Barat
68,9
58,5
2,2
37,3
31,6
45,8
29,2
5,3
10,9
274
Riau
64,0
47,1
3,6
41,3
28,2
46,3
18,3
4,7
21,2
262
Jambi
70,2
56,3
2,2
32,4
32,9
62,9
28,3
6,2
12,2
124
Sumatera Selatan
52,8
51,8
5,1
25,9
20,4
50,4
14,7
4,1
16,5
267
Bengkulu
60,5
53,8
4,0
29,9
16,2
39,8
18,6
3,6
17,8
65
Lampung
61,8
58,2
5,3
31,9
33,3
31,5
26,2
8,1
17,4
261
Bangka Belitung
50,0
48,9
2,1
23,9
29,4
41,3
19,4
2,0
22,4
60
Kepulauan Riau
76,0
65,6
5,0
35,6
36,8
51,7
21,9
4,9
11,2
77
Jawa
DKI Jakarta
69,2
67,5
3,9
30,2
27,5
41,4
16,8
1,9
8,5
498
Jawa Barat
59,8
47,9
3,0
26,0
25,2
48,7
17,7
5,3
16,6
1.904
Jawa Tengah
63,3
61,2
4,8
32,3
27,6
44,5
27,7
4,1
12,9
1.264
DI Yogyakarta
72,1
75,2
10,2
34,6
34,1
50,7
32,2
6,5
6,6
191
Jawa Timur
66,6
58,5
5,4
25,8
29,8
47,3
26,0
5,8
11,3
1.297
Banten
56,2
42,4
3,4
20,8
19,7
49,8
14,9
4,8
17,7
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
78,6
69,0
10,8
35,6
42,0
52,0
33,0
0,0
7,3
192
Nusa Tenggara Barat
55,5
36,4
3,7
15,0
18,6
58,9
14,6
1,7
14,5
207
Nusa Tenggara Timur
60,4
53,5
7,9
38,0
32,0
48,8
30,6
3,0
16,1
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
41,9
42,6
2,6
18,4
16,6
39,4
13,8
1,3
22,7
189
Kalimantan Tengah
75,2
71,6
4,2
44,0
36,3
65,5
41,8
8,3
10,1
64
Kalimantan Selatan
59,0
42,0
4,5
18,0
17,4
54,4
17,6
1,4
14,1
139
Kalimantan Timur
69,5
60,6
2,7
33,6
34,8
52,3
33,5
5,9
12,6
111
Kalimantan Utara
61,7
52,0
8,2
39,1
29,9
31,2
29,8
5,1
13,3
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
68,7
45,6
7,5
18,4
19,7
40,7
17,0
6,6
15,9
78
Sulawesi Tengah
47,3
34,1
4,0
21,4
24,4
43,8
26,2
3,1
21,8
105
Sulawesi Selatan
59,6
41,5
3,6
30,3
31,5
51,4
20,6
5,0
14,8
356
Sulawesi Tenggara
68,2
54,7
3,4
38,2
36,4
47,7
20,7
3,7
11,0
101
Gorontalo
68,5
35,2
3,4
26,8
32,5
48,5
15,9
2,5
15,4
48
Sulawesi Barat
56,9
35,8
5,5
24,4
23,3
49,9
17,3
2,0
19,7
54
Maluku dan Papua
Maluku
45,4
33,3
5,4
21,9
19,7
56,6
18,0
2,2
21,9
80
Maluku Utara
60,0
37,9
6,9
28,4
29,6
56,7
31,4
8,5
17,1
48
Papua Barat
47,5
45,2
5,0
29,2
20,9
42,3
18,8
3,7
18,7
26
Papua
37,8
42,7
3,5
17,3
12,9
26,9
12,2
3,4
34,4
113
Jumlah
61,6
53,0
4,3
28,4
26,8
47,1
21,5
4,5
14,8
9.971
154 • Lampiran A
Tabel A.4.4.2 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan orang lain, menurut provinsi, Indonesia 2017
Diskusi tentang kesehatan reproduksi
Provinsi
Teman
Ibu
Ayah
Saudara
Kandung
Kerabat
Guru
Petugas
kesehatan
Pemuka
agama
Tidak satu
pun
Jumlah
responden
Sumatera
Aceh
54,2
3,3
2,5
4,7
4,1
55,3
29,5
14,1
19,0
251
Sumatera Utara
48,5
6,7
4,0
10,1
9,3
38,7
12,0
5,4
35,8
743
Sumatera Barat
54,2
14,7
11,2
14,2
10,8
33,4
22,8
14,8
28,5
277
Riau
59,8
10,6
12,3
14,9
22,5
35,2
19,6
10,7
28,4
326
Jambi
41,7
14,4
13,4
13,5
16,2
20,7
24,2
9,9
37,6
177
Sumatera Selatan
55,9
3,3
3,2
5,0
5,8
35,4
1,9
3,5
26,8
377
Bengkulu
62,6
8,9
10,7
9,5
18,2
67,0
25,9
13,3
13,6
98
Lampung
34,5
4,8
3,0
1,8
4,0
26,5
5,4
5,6
51,7
321
Bangka Belitung
47,0
7,3
6,9
5,0
16,0
30,2
11,6
10,4
37,2
69
Kepulauan Riau
54,6
14,6
15,3
16,9
19,5
64,4
31,9
11,0
9,9
86
Jawa
DKI Jakarta
56,9
16,2
10,7
12,6
17,6
35,3
29,4
12,6
20,6
567
Jawa Barat
48,0
13,8
9,7
12,1
10,6
38,2
19,8
17,1
30,5
2.419
Jawa Tengah
60,2
12,2
8,5
12,0
12,9
45,2
23,8
12,7
20,9
1.525
DI Yogyakarta
64,7
16,1
14,0
13,5
19,1
75,5
26,0
18,1
10,3
212
Jawa Timur
44,2
7,7
5,7
5,1
5,3
51,7
10,9
15,5
23,3
1.884
Banten
58,0
14,9
12,1
11,4
18,4
40,8
19,8
8,7
27,9
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
63,8
23,9
21,6
17,2
11,1
31,8
33,4
2,2
23,0
224
Nusa Tenggara Barat
45,4
12,3
10,6
8,9
14,3
43,2
15,6
9,6
36,1
231
Nusa Tenggara Timur
47,8
9,4
8,5
12,7
9,7
32,2
30,7
2,3
29,8
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
54,2
8,0
8,3
12,8
14,5
27,4
12,0
6,5
34,1
260
Kalimantan Tengah
45,0
10,2
7,4
7,7
19,0
25,0
16,5
14,8
36,5
96
Kalimantan Selatan
52,0
11,2
5,6
3,9
15,7
60,1
14,7
10,9
13,2
191
Kalimantan Timur
53,7
4,4
4,4
4,8
2,7
72,8
7,0
3,0
15,7
165
Kalimantan Utara
75,2
9,4
8,3
13,3
9,1
54,8
24,6
3,3
2,8
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
45,9
13,6
13,3
13,1
13,4
54,9
28,2
26,1
36,1
101
Sulawesi Tengah
63,6
11,2
9,7
15,0
15,4
48,3
19,1
6,2
17,7
140
Sulawesi Selatan
34,5
6,7
4,9
4,8
4,2
27,3
12,4
2,6
48,8
369
Sulawesi Tenggara
41,8
4,9
4,5
10,0
16,6
37,0
8,2
3,7
39,9
113
Gorontalo
58,0
11,3
9,6
14,2
14,1
34,5
24,4
10,3
28,9
70
Sulawesi Barat
44,2
19,1
16,1
19,1
20,6
37,5
36,3
15,5
31,1
61
Maluku dan Papua
Maluku
58,0
6,9
5,9
12,7
22,8
42,5
25,0
8,7
25,8
81
Maluku Utara
51,7
10,4
7,5
12,9
22,4
63,9
30,1
19,9
19,3
54
Papua Barat
49,4
10,7
11,7
16,4
17,9
43,1
24,4
8,1
28,1
38
Papua
51,7
3,1
1,3
1,3
6,1
37,6
18,5
2,7
33,4
171
Jumlah
51,1
10,8
8,3
10,0
11,2
42,0
18,4
11,7
27,6
12.612
Lampiran A
155
Tabel A.4.5.1 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja : Wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang tahu tempat penyedia informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dan persentase berbagai sumber
informasi, menurut provinsi, Indonesia 2017
Wanita belum kawin umur 15-24 Diantara wanita belum kawin umur 15-24 yang mengetahui sumber informasi
remaja, persentase sumber informasi:
Persentase yang
tahu tempat
informasi dan
konsultasi
mengenai
kesehatan
Puskesmas
Youth
Tidak
Provinsi
reproduksi remaja
Jumlah
PIK-R/M PKRR
Center
Lainnya
Tidak tahu menjawab
Jumlah
Sumatera
Aceh
6,7
235
4,3
44,0
2,5
16,7
35,1
0,0
16
Sumatera Utara
6,8
598
12,8
25,6
0,0
21,3
45,5
0,0
41
Sumatera Barat
15,8
274
27,8
24,6
1,5
16,1
30,0
0,0
43
Riau
16,4
262
37,4
25,4
3,3
8,8
30,5
0,0
43
Jambi
12,6
124
7,5
11,1
0,0
31,9
49,5
0,0
16
Sumatera Selatan
5,8
267
7,2
46,6
0,0
18,1
35,3
0,0
16
Bengkulu
17,0
65
30,9
23,2
0,0
21,6
28,2
0,0
11
Lampung
18,8
261
10,6
33,2
0,0
19,7
45,0
0,0
49
Bangka Belitung
14,1
60
21,3
33,8
0,0
13,9
31,0
0,0
8
Kepulauan Riau
18,7
77
5,0
33,8
9,3
5,4
44,4
4,5
14
Jawa
DKI Jakarta
9,1
498
12,2
43,6
16,9
10,5
25,5
0,0
45
Jawa Barat
9,8
1.904
8,7
37,0
2,2
14,4
37,6
0,8
186
Jawa Tengah
15,2
1.264
9,2
29,6
3,4
36,6
28,8
0,0
192
DI Yogyakarta
19,5
191
33,0
46,0
5,0
8,6
13,1
0,0
37
Jawa Timur
14,8
1.297
20,1
37,3
0,0
21,5
23,6
0,0
192
Banten
10,4
458
49,2
21,3
0,0
8,7
35,3
0,0
48
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
15,1
192
6,7
28,2
3,3
40,2
28,3
0,0
29
Nusa Tenggara Barat
10,7
207
16,8
58,0
3,0
11,5
16,9
0,0
22
Nusa Tenggara Timur
6,7
199
4,8
51,5
0,0
18,5
28,7
0,0
13
Kalimantan
Kalimantan Barat
10,7
189
13,1
48,2
5,2
6,0
27,6
0,0
20
Kalimantan Tengah
10,6
64
4,9
84,4
4,9
21,4
4,9
0,0
7
Kalimantan Selatan
8,9
139
6,0
54,0
0,0
7,2
32,8
0,0
12
Kalimantan Timur
14,9
111
23,7
34,5
0,0
15,6
33,3
0,0
16
Kalimantan Utara
12,2
27
19,2
16,1
0,0
12,3
57,1
0,0
3
Sulawesi
Sulawesi Utara
10,7
78
0,0
10,9
0,0
0,0
89,1
0,0
8
Sulawesi Tengah
9,7
105
37,3
31,6
0,0
21,1
24,1
0,0
10
Sulawesi Selatan
7,2
356
15,5
24,0
0,0
19,8
40,7
0,0
26
Sulawesi Tenggara
8,4
101
39,4
16,6
0,0
2,3
41,7
0,0
8
Gorontalo
11,6
48
17,1
20,1
0,0
25,5
37,3
0,0
6
Sulawesi Barat
7,4
54
21,1
13,2
0,0
28,3
37,4
0,0
4
Maluku dan Papua
Maluku
4,5
80
15,2
31,7
15,0
8,4
44,8
0,0
4
Maluku Utara
11,1
48
11,5
54,1
5,1
10,1
26,7
0,0
5
Papua Barat
8,0
26
0,0
30,6
0,0
38,8
30,6
0,0
2
Papua
4,7
113
0,0
64,6
35,4
17,7
0,0
0,0
5
Jumlah
11,6
9.971
16,4
34,2
2,6
19,9
31,6
0,2
1.159
156
Lampiran A
Tabel A.4.5.2 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja : Pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang tahu tempat penyedia informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dan persentase berbagai sumber
informasi, menurut provinsi, Indonesia 2017
Pria belum kawin umur 15-24 Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui sumber informasi
remaja, persentase sumber informasi:
Persentase yang
tahu tempat
informasi dan
konsultasi mengenai
kesehatan Puskesmas Youth Tidak
Provinsi
reproduksi remaja
Jumlah
PIK-R/M
PKPR
Center
lainnya
Tidak tahu
menjawab
Jumlah
Sumatera
Aceh
2,0
251
15,3
49,7
9,1
9,7
16,2
0,0
5
Sumatera Utara
4,4
743
16,6
30,8
0,0
16,8
39,5
0,0
33
Sumatera Barat
4,4
277
4,3
53,8
0,0
13,2
28,7
0,0
12
Riau
9,1
326
7,9
29,4
0,0
3,5
59,3
0,0
30
Jambi
6,8
177
0,0
20,5
0,0
20,5
59,1
0,0
12
Sumatera Selatan
1,7
377
14,2
0,0
21,7
12,2
51,9
0,0
7
Bengkulu
8,2
98
6,0
4,6
0,0
23,4
66,0
0,0
8
Lampung
4,2
321
17,1
0,0
0,0
18,0
64,9
0,0
13
Bangka Belitung
8,9
69
20,0
27,2
4,6
9,4
38,8
0,0
6
Kepulauan Riau
23,2
86
53,0
55,0
11,4
6,8
15,8
0,0
20
Jawa
DKI Jakarta
9,4
567
1,9
27,7
7,7
11,2
46,0
8,4
53
Jawa Barat
5,6
2.419
2,8
28,3
4,0
15,7
49,3
0,0
136
Jawa Tengah
8,1
1.525
6,0
49,2
3,3
9,4
33,5
0,0
123
DI Yogyakarta
14,3
212
3,9
42,2
0,0
28,0
25,8
0,0
30
Jawa Timur
5,1
1.884
20,0
29,0
1,9
22,3
28,7
0,0
96
Banten
5,4
638
4,0
26,1
3,2
34,8
31,8
0,0
34
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
11,5
224
7,0
7,0
0,0
14,0
72,0
0,0
26
Nusa Tenggara Barat
4,4
231
0,0
50,3
0,0
13,3
36,4
0,0
10
Nusa Tenggara Timur
3,5
246
6,6
21,5
0,0
32,9
39,1
0,0
9
Kalimantan
Kalimantan Barat
5,2
260
0,0
75,9
0,0
4,4
19,7
0,0
14
Kalimantan Tengah
5,3
96
12,4
29,3
8,5
6,7
43,1
0,0
5
Kalimantan Selatan
4,6
191
23,6
65,7
13,4
0,0
10,7
0,0
9
Kalimantan Timur
10,0
165
33,1
5,3
0,0
13,7
47,9
0,0
16
Kalimantan Utara
1,1
29
0,0
70,6
0,0
0,0
29,4
0,0
0
Sulawesi
Sulawesi Utara
2,3
101
59,3
0,0
0,0
40,7
0,0
0,0
2
Sulawesi Tengah
7,8
140
5,1
64,1
0,0
22,2
8,6
0,0
11
Sulawesi Selatan
4,1
369
41,0
5,7
10,2
12,4
30,7
0,0
15
Sulawesi Tenggara
5,6
113
16,5
34,1
21,8
21,9
14,6
0,0
6
Gorontalo
7,7
70
12,5
37,8
0,0
34,9
14,8
0,0
5
Sulawesi Barat
6,5
61
14,5
41,2
0,0
32,5
11,8
0,0
4
Maluku dan Papua
Maluku
3,0
81
16,5
0,0
0,0
5,9
69,8
7,8
2
Maluku Utara
3,5
54
0,0
55,6
13,5
23,7
7,2
0,0
2
Papua Barat
3,4
38
0,0
43,5
0,0
56,5
0,0
0,0
1
Papua
1,7
171
0,0
35,8
0,0
36,3
0,0
27,9
3
Jumlah
6,0
12.612
10,5
33,0
3,4
16,0
38,5
0,7
761
Lampiran A
157
Tabel A.4.6.1 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi: Wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut dengan siapa mereka ingin membicarakan lebih banyak tentang kesehatan reproduksi, menurut provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Teman
Ibu
Ayah
Saudara
kandung
Diskusi tentang kesehatan reproduksi
Petugas Pemuka
Kerabat Guru kesehatan agama
Lainnya
Tidak
tahu
Tidak
menjawab
Jumlah
Responden
Sumatera
Aceh
29,9
30,3
1,0
10,5
6,3
31,1
29,7
3,4
1,7
9,4
0,0
235
Sumatera Utara
22,5
49,6
1,4
12,1
5,6
26,0
30,3
0,3
0,6
3,0
0,2
598
Sumatera Barat
17,8
43,3
0,7
14,7
9,1
23,4
47,0
0,3
1,3
2,2
0,0
274
Riau
14,6
49,2
1,9
11,6
7,7
24,7
36,9
0,4
0,4
2,6
0,0
262
Jambi
15,4
26,4
0,7
4,4
7,5
23,3
39,7
1,5
0,0
6,5
0,0
124
Sumatera Selatan
14,4
42,3
1,2
9,9
2,9
33,3
32,3
0,0
1,0
1,8
0,0
267
Bengkulu
18,7
43,7
1,8
15,1
4,2
31,9
40,6
0,6
0,8
4,6
0,0
65
Lampung
10,4
36,7
1,0
5,8
3,3
19,2
59,7
0,0
1,2
3,2
0,0
261
Bangka Belitung
17,3
46,0
0,8
6,3
9,8
17,2
51,5
0,0
0,3
1,2
0,0
60
Kepulauan Riau
24,4
44,4
2,0
9,0
6,3
30,2
39,6
0,6
2,0
1,0
0,8
77
Jawa
DKI Jakarta
31,1
62,2
2,1
8,6
6,4
23,4
33,4
0,6
0,0
0,7
0,0
498
Jawa Barat
21,4
43,2
1,5
8,6
6,2
22,4
39,8
0,6
0,1
2,8
0,0
1.904
Jawa Tengah
22,0
44,9
0,8
10,2
7,2
24,3
51,4
1,4
1,1
2,1
0,0
1.264
DI Yogyakarta
19,3
43,3
1,1
7,4
4,9
20,4
60,0
1,4
0,9
2,6
0,0
191
Jawa Timur
22,4
45,5
1,8
7,9
7,3
31,4
46,8
1,1
0,3
2,3
0,0
1.297
Banten
17,6
35,8
0,8
8,5
6,3
25,7
50,9
0,4
0,0
4,9
0,4
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
22,7
36,9
1,5
10,1
10,5
23,9
58,3
0,0
0,0
1,4
0,0
192
Nusa Tenggara Barat
19,8
31,1
1,8
4,9
5,9
43,1
43,0
0,0
0,0
2,6
0,0
207
Nusa Tenggara Timur
19,6
37,7
2,2
15,1
4,8
26,8
46,5
0,0
0,2
7,8
0,3
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
18,5
39,2
2,2
12,5
7,7
33,4
37,6
0,5
0,5
6,8
1,8
189
Kalimantan Tengah
23,2
53,7
2,7
9,5
6,5
36,8
36,7
0,0
0,0
2,4
0,0
64
Kalimantan Selatan
19,1
38,0
2,0
8,7
10,6
36,5
37,6
0,8
2,6
6,7
0,8
139
Kalimantan Timur
18,0
37,8
2,4
6,0
6,6
25,3
57,5
0,6
1,5
3,1
0,0
111
Kalimantan Utara
18,8
40,4
2,9
9,0
14,1
20,9
55,3
0,0
0,4
5,7
0,0
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
35,3
50,0
6,4
2,6
12,4
27,5
29,8
1,9
0,0
4,2
0,0
78
Sulawesi Tengah
19,2
37,4
1,4
7,4
7,3
24,8
56,4
0,0
0,7
3,5
0,0
105
Sulawesi Selatan
25,6
38,1
2,3
14,6
9,9
31,4
42,2
0,0
1,4
3,0
0,0
356
Sulawesi Tenggara
19,8
34,4
3,0
9,8
5,0
23,0
53,3
0,3
0,7
4,2
0,0
101
Gorontalo
30,6
24,6
0,4
6,8
8,7
35,1
44,8
1,8
0,9
6,5
0,0
48
Sulawesi Barat
14,5
29,2
2,4
5,9
4,6
33,3
48,6
0,3
0,0
5,1
0,0
54
Maluku dan Papua
Maluku
23,4
31,6
1,9
8,5
3,5
42,7
30,3
0,3
1,3
6,5
0,0
80
Maluku Utara
25,2
32,4
5,3
16,3
6,3
39,0
45,7
0,8
1,1
7,9
0,8
48
Papua Barat
14,4
37,4
2,1
8,0
4,1
33,4
36,9
0,0
0,0
0,2
0,0
26
Papua
24,0
43,7
4,6
11,3
4,3
15,3
22,8
0,0
1,2
11,3
1,5
113
Jumlah
21,4
43,0
1,6
9,5
6,7
26,6
43,3
0,7
0,6
3,2
0,1
9.971
158
Lampiran A
Tabel A.4.6.2 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi: Pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut dengan siapa mereka ingin membicarakan lebih banyak tentang kesehatan reproduksi, menurut provinsi,
Indonesia 2017
Provinsi
Teman
Ibu
Ayah
Diskusi tentang kesehatan reproduksi
Saudara Petugas Pemuka
kandung Kerabat Guru kesehatan agama
Lainnya
Tidak
tahu
Tidak
menjawab
Tidak
satupun
Sumatera
Aceh
42,6
2,1
1,3
1,0
1,1
32,9
35,8
7,8
0,0
12,1
0,2
251
Sumatera Utara
26,4
10,0
7,3
3,3
3,4
32,5
38,8
1,1
0,7
19,3
0,5
743
Sumatera Barat
31,0
11,2
12,0
3,5
3,7
22,1
34,6
1,7
1,5
14,1
0,0
277
Riau
32,0
17,0
14,3
5,4
6,1
25,1
42,4
3,6
0,4
6,8
0,0
326
Jambi
14,2
10,4
3,7
5,1
4,7
7,1
54,7
2,9
0,0
11,6
0,0
177
Sumatera Selatan
40,9
5,6
5,5
1,9
1,3
35,2
13,0
3,1
0,5
29,5
0,0
377
Bengkulu
17,6
6,6
4,9
1,7
1,5
15,8
50,9
1,3
1,4
19,8
0,0
98
Lampung
24,1
7,8
4,5
1,2
1,9
20,4
47,0
2,0
1,2
7,2
0,0
321
Bangka Belitung
24,9
11,3
8,8
2,5
3,9
24,0
56,8
4,2
0,5
10,3
0,0
69
Kepulauan Riau
18,3
10,2
6,8
2,5
1,7
22,0
75,2
5,6
0,3
3,2
0,0
86
Jawa
DKI Jakarta
30,4
20,9
14,8
7,8
10,3
24,7
60,6
6,2
0,5
0,4
0,1
567
Jawa Barat
25,9
17,2
14,0
4,6
5,0
20,2
46,1
3,4
1,0
8,7
0,0
2.419
Jawa Tengah
26,1
10,3
7,2
2,4
4,7
27,4
59,5
3,4
0,4
4,9
0,0
1.525
DI Yogyakarta
16,4
20,6
19,9
3,3
6,2
14,4
76,8
2,0
0,0
1,8
0,7
212
Jawa Timur
18,6
9,5
7,3
3,3
3,0
32,9
44,1
7,0
0,2
8,9
0,1
1.884
Banten
31,7
14,5
10,0
2,9
7,5
31,2
58,8
4,3
0,6
7,6
0,0
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
15,2
19,1
9,4
1,5
1,4
8,6
88,8
0,0
0,0
2,5
0,0
224
Nusa Tenggara Barat
24,1
11,3
10,9
3,7
5,9
34,9
69,4
6,0
0,7
5,3
0,0
231
Nusa Tenggara Timur
23,3
10,9
8,7
3,0
2,6
17,2
68,4
0,0
0,4
7,1
0,0
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
34,4
15,7
12,4
5,1
7,3
27,3
50,1
1,0
1,0
10,6
0,0
260
Kalimantan Tengah
32,3
17,7
13,0
1,3
6,1
27,9
47,2
1,3
0,7
7,3
0,0
96
Kalimantan Selatan
42,1
12,0
5,5
2,9
4,3
34,4
40,1
8,3
0,0
5,2
0,0
191
Kalimantan Timur
33,9
9,9
7,7
2,5
6,6
15,5
20,9
0,5
0,0
25,5
0,0
165
Kalimantan Utara
54,6
5,8
3,7
2,9
2,7
20,4
12.7
0,9
0,6
0,9
0,0
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
16,1
12,2
9,5
2,5
7,6
15,5
76,2
1,3
0,7
0,0
0,0
101
Sulawesi Tengah
30,7
7,1
10,0
3,8
4,3
26,2
51,8
0,7
0,4
2,1
0,0
140
Sulawesi Selatan
19,8
14,1
11,0
2,0
2,9
16,9
50,4
0,9
0,2
17,3
0,0
369
Sulawesi Tenggara
29,7
8,3
7,0
2,6
8,1
22,9
73,7
0,3
0,8
3,0
0,0
113
Gorontalo
32,9
6,7
2,9
2,0
3,6
15,4
37,0
0,3
2,8
10,0
0,0
70
Sulawesi Barat
15,8
18,0
16,8
5,7
7,1
14,3
65,0
3,8
0,5
7,6
0,0
61
Maluku dan Papua
Maluku
25,8
15,4
14,2
5,8
6,9
21,4
47,9
0,5
0,8
13,1
0,0
81
Maluku Utara
29,0
6,5
6,3
4,8
5,5
35,9
51,5
1,8
0,0
11,8
0,0
54
Papua Barat
11,8
8,3
7,5
0,6
4,0
26,4
65,7
2,3
0,0
22,5
0,0
38
Papua
48,7
6,1
1,9
1,4
2,0
17,3
24,9
0,0
0,4
18,2
0,0
171
Jumlah
26,4
12,6
9,6
3,5
4,5
25,4
49,4
3,6
0,6
9,4
0,1
12.612
Lampiran A
159
BAB 5 KELUARGA BERENCANA
Tabel A.5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar paling sedikit satu alat cara/KB tertentu, menurut provinsi,
Indonesia 2017
Provinsi
Suatu cara
Wanita belum kawin
Suatu cara
modern
Jumlah
Suatu cara
Pria belum kawin
Suatu cara
modern
Jumlah
Sumatera
Aceh
94,0
94,0
235
91,9
91,9
251
Sumatera Utara
94,8
94,8
598
87,4
87,4
743
Sumatera Barat
97,6
97,6
274
91,5
91,3
277
Riau
97,5
97,5
262
91,0
91,0
326
Jambi
94,1
94,1
124
95,8
95,8
177
Sumatera Selatan
94,4
94,4
267
98,2
98,2
377
Bengkulu
96,2
96,2
65
95,2
95,2
98
Lampung
93,7
93,7
261
95,2
95,2
321
Bangka Belitung
94,4
94,4
60
97,9
97,9
69
Kepulauan Riau
98,4
98,4
77
99,3
99,3
86
Jawa
DKI Jakarta
98,1
98,1
498
98,8
98,6
567
Jawa Barat
95,6
95,6
1.904
93,4
93,4
2.419
Jawa Tengah
96,7
96,7
1.264
96,8
96,8
1.525
DI Yogyakarta
96,2
96,2
191
98,1
98,1
212
Jawa Timur
97,3
97,3
1.297
93,5
93,5
1.884
Banten
96,0
96,0
458
96,6
96,6
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
97,3
97,3
192
99,6
99,6
224
Nusa Tenggara Barat
94,8
94,8
207
90,9
90,9
231
Nusa Tenggara Timur
85,3
85,1
199
76,4
75,8
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
92,6
92,6
189
77,4
77,4
260
Kalimantan Tengah
96,0
96,0
64
97,0
97,0
96
Kalimantan Selatan
94,1
94,1
139
95,1
95,1
191
Kalimantan Timur
98,4
98,4
111
95,6
95,6
165
Kalimantan Utara
95,8
95,1
27
91,0
91.0
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
98,9
98,9
78
99,0
99,0
101
Sulawesi Tengah
94,1
94,1
105
96,8
96,8
140
Sulawesi Selatan
94,6
94,4
356
91,5
91,5
369
Sulawesi Tenggara
96,9
96,9
101
94,5
94,5
113
Gorontalo
97,2
97,2
48
86,5
86,0
70
Sulawesi Barat
97,4
97,4
54
95,2
95,2
61
Maluku dan Papua
Maluku
89,3
89,3
80
92,5
91,9
81
Maluku Utara
93,7
93,7
48
87,5
86,3
54
Papua Barat
88,4
88,4
26
86,8
86,8
38
Papua
75,0
75,0
113
75,0
75,0
171
Jumlah
95,5
95,5
9.971
93,3
93,3
12.612
160
Lampiran A
Tabel A.5.2.1 Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi remaja yang belum menikah : Wanita
Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa pelayanan Keluarga Berencana (KB) perlu tersedia untuk remaja, menurut jenis
pelayanan dan provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Informasi
Konseling
Alat/cara KB
Suatu pelayanan KB
Jumlah
Sumatera
Aceh
67,7
55,4
31,3
72,6
235
Sumatera Utara
74,4
61,3
41,7
77,7
598
Sumatera Barat
87,7
58,8
17,2
89,6
274
Riau
77,7
61,5
35,5
81,0
262
Jambi
82,9
58,0
13,9
85,8
124
Sumatera Selatan
75,7
59,4
29,4
78,2
267
Bengkulu
77,1
67,2
25,3
81,0
65
Lampung
82,1
64,2
32,9
85,5
261
Bangka Belitung
93,2
73,6
37,2
94,2
60
Kepulauan Riau
81,5
72,0
26,3
85,9
77
Jawa
DKI Jakarta
84,7
71,3
35,9
85,9
498
Jawa Barat
84,3
70,9
32,5
87,9
1.904
Jawa Tengah
87,9
76,1
33,5
89,4
1.264
DI Yogyakarta
94,6
79,8
32,1
97,0
191
Jawa Timur
86,6
73,9
35,3
89,6
1.297
Banten
83,0
73,0
33,6
86,2
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
91,1
78,8
44,5
92,6
192
Nusa Tenggara Barat
80,0
60,9
29,8
81,4
207
Nusa Tenggara Timur
69,8
51,8
29,8
72,1
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
76,4
64,0
38,8
78,3
189
Kalimantan Tengah
86,9
59,2
31,7
87,5
64
Kalimantan Selatan
81,6
75,6
47,4
83,6
139
Kalimantan Timur
86,9
67,6
38,7
90,4
111
Kalimantan Utara
76,0
48,4
24,1
79,4
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
70,1
48,8
10,5
74,2
78
Sulawesi Tengah
75,5
46,2
15,5
77,7
105
Sulawesi Selatan
72,9
53,8
30,5
76,3
356
Sulawesi Tenggara
77,4
49,2
23,8
80,3
101
Gorontalo
64,2
48,3
23,6
67,4
48
Sulawesi Barat
60,1
33,0
8,3
64,3
54
Maluku dan Papua
Maluku
67,8
55,1
43,3
69,4
80
Maluku Utara
63,4
51,4
34,9
68,3
48
Papua Barat
91,8
75,4
38,9
94,3
26
Papua
73,8
60,2
45,1
74,9
113
Jumlah
82,2
67,5
33,1
84,8
9.971
1 Suatu pelayanan KB menunjukan minimal 1 di antara 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, alat/cara KB) yang disebutkan oleh responden.
Lampiran A • 161
Tabel A.5.2.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi remaja yang belum menikah : Pria
Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa pelayanan Keluarga Berencana (KB) perlu tersedia untuk remaja, menurut jenis
pelayanan dan provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Informasi
Konseling
Alat/cara KB
Suatu pelayanan KB
Jumlah
Sumatera
Aceh
64,6
53,3
51,7
79,2
251
Sumatera Utara
67,5
54,2
51,4
72,7
743
Sumatera Barat
69,0
62,1
29,2
76,0
277
Riau
68,3
53,0
30,7
75,8
326
Jambi
64,3
50,9
47,7
71,2
177
Sumatera Selatan
81,8
64,4
25,4
82,3
377
Bengkulu
79,5
61,0
15,1
81,1
98
Lampung
80,8
76,7
34,8
82,7
321
Bangka Belitung
71,5
63,1
8,0
76,8
69
Kepulauan Riau
89,6
75,2
58,3
91,1
86
Jawa
DKI Jakarta
74,6
68,4
46,8
82,4
567
Jawa Barat
74,4
66,2
32,8
81,8
2.419
Jawa Tengah
87,5
84,1
59,2
92,3
1.525
DI Yogyakarta
91,1
76,0
21,4
92,6
212
Jawa Timur
75,9
65,4
32,8
78,2
1.884
Banten
75,1
71,9
57,5
76,2
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
84,9
81,7
33,6
91,8
224
Nusa Tenggara Barat
70,2
65,3
38,8
76,8
231
Nusa Tenggara Timur
67,6
66,2
56,9
71,0
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
72,2
71,4
53,2
75,1
260
Kalimantan Tengah
71,3
64,5
50,3
80,0
96
Kalimantan Selatan
91,4
92,7
47,5
94,0
191
Kalimantan Timur
77,4
77,4
42,3
81,9
165
Kalimantan Utara
49,2
42,6
26,8
62,7
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
93,7
94,2
82,4
96,2
101
Sulawesi Tengah
78,5
61,8
28,9
82,4
140
Sulawesi Selatan
60,3
51,9
25,2
62,2
369
Sulawesi Tenggara
83,6
80,9
58,8
83,6
113
Gorontalo
60,6
38,9
27,6
65,6
70
Sulawesi Barat
62,3
51,8
31,8
66,2
61
Maluku dan Papua
Maluku
67,1
57,9
44,0
73,7
81
Maluku Utara
61,1
63,3
39,0
71,9
54
Papua Barat
70,1
61,0
61,6
71,6
38
Papua
67,5
55,5
46,8
68,1
171
Jumlah
75,7
67,7
41,1
80,5
12.612
1 Suatu pelayanan KB menunjukan minimal 1 di antara 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, alat/cara KB) yang disebutkan oleh responden.
162 • Lampiran A
Tabel A.5.3.1 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang : Wanita
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang berkeinginan untuk memakai suatu alat/cara KB di masa yang akan datang, menurut
provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Tidak tahu
Tidak ingin suatu Tidak Jumlah
Ingin Memakai Tiidak tahu memakai alat/cara KB menjawab Jumlah wanita
Sumatera
Aceh
61,8
19,0
13,3
6,0
0,0
100,0
235
Sumatera Utara
75,6
8,8
10,3
5,2
0,2
100,0
598
Sumatera Barat
81,7
8,1
7,9
2,4
0,0
100,0
274
Riau
71,5
15,8
10,2
2,5
0,0
100,0
262
Jambi
85,0
7,0
2,1
5,9
0,0
100,0
124
Sumatera Selatan
78,3
11,7
4,4
5,6
0,0
100,0
267
Bengkulu
79,5
14,5
2,2
3,8
0,0
100,0
65
Lampung
79,1
7,0
7,6
6,3
0,0
100,0
261
Bangka Belitung
88,9
0,8
4,7
5,6
0,0
100,0
60
Kepulauan Riau
71,8
19,1
7,5
1,6
0,0
100,0
77
Jawa
DKI Jakarta
81,5
8,2
8,2
1,9
0,2
100,0
498
Jawa Barat
79,4
9,2
6,8
4,4
0,2
100,0
1.904
Jawa Tengah
78,2
13,5
5,0
3,3
0,0
100,0
1.264
DI Yogyakarta
73,0
14,5
8,7
3,8
0,0
100,0
191
Jawa Timur
83,7
8,0
5,5
2,7
0,1
100,0
1.297
Banten
79,4
10,3
6,1
4,0
0,2
100,0
458
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
90,5
5,1
1,2
2,7
0,5
100,0
192
Nusa Tenggara Barat
81,7
10,2
2,9
5,2
0,0
100,0
207
Nusa Tenggara Timur
66,9
9,4
8,9
14,7
0,0
100,0
199
Kalimantan
Kalimantan Barat
74,3
14,7
3,3
7,4
0,3
100,0
189
Kalimantan Tengah
84,4
9,3
2,3
4,0
0,0
100,0
64
Kalimantan Selatan
80,1
9,9
4,1
5,9
0,0
100,0
139
Kalimantan Timur
80,6
7,9
9,9
1,6
0,0
100,0
111
Kalimantan Utara
70,6
14,9
10,3
4,2
0,0
100,0
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
84,3
10,6
3,9
1,1
0,0
100,0
78
Sulawesi Tengah
78,9
7,8
7,5
5,9
0,0
100,0
105
Sulawesi Selatan
71,6
15,9
6,9
5,4
0,2
100,0
356
Sulawesi Tenggara
76,9
11,8
8,2
3,1
0,0
100,0
101
Gorontalo
77,7
11,5
8,0
2,8
0,0
100,0
48
Sulawesi Barat
79,1
13,2
5,1
2,6
0,0
100,0
54
Maluku dan Papua
Maluku
65,7
14,1
9,3
10,7
0,1
100,0
80
Maluku Utara
68,7
18,8
6,3
6,3
0,0
100,0
48
Papua Barat
60,9
13,3
14,1
11,6
0,0
100,0
26
Papua
48,6
14,0
12,4
25,0
0,0
100,0
113
Jumlah
78,2
10,6
6,7
4,5
0,1
100,0
9.971
Lampiran A • 163
Tabel A.5.3.2 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang :
: Pria
Distribusi persentase pria belum kawin
provinsi, Indonesia 2017
umur 15-24 yang berkeinginan untuk memakai suatu alat/cara KB di masa yang akan datang, menurut
Provinsi
Ingin memakai
Tidak tahu
Tidak ingin
memakai
Tidak tahu
suatu
alat/cara KB
Tidak
menjawab
Jumlah
Jumlah
wanita
Sumatera
Aceh
37,3
37,0
17,7
8,1
0,0
100,0
251
Sumatera Utara
43,8
11,8
31,6
12,6
0,2
100,0
743
Sumatera Barat
47,5
20,2
23,8
8,5
0,0
100,0
277
Riau
36,8
24,6
29,7
9,0
0,0
100,0
326
Jambi
64,0
16,1
14,8
4,2
0,9
100,0
177
Sumatera Selatan
73,6
18,4
6,2
1,8
0,0
100,0
377
Bengkulu
67,7
19,7
7,9
4,8
0,0
100,0
98
Lampung
67,5
15,7
11,8
4,8
0,2
100,0
321
Bangka Belitung
62,2
11,7
24,0
2,1
0,0
100,0
69
Kepulauan Riau
60,2
24,9
14,2
0,7
0,0
100,0
86
Jawa
DKI Jakarta
69,3
9,3
20,0
1,2
0,2
100,0
567
Jawa Barat
57,6
16,4
19,4
6,6
0,0
100,0
2.419
Jawa Tengah
59,3
15,8
21,7
3,2
0,0
100,0
1.525
DI Yogyakarta
57,4
25,0
15,7
1,9
0,0
100,0
212
Jawa Timur
64,4
13,5
15,5
6,5
0,1
100,0
1.884
Banten
49,0
15,6
32,0
3,4
0,0
100,0
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
89,6
6,8
3,2
0,4
0,0
100,0
224
Nusa Tenggara Barat
63,9
8,0
18,6
9,1
0,4
100,0
231
Nusa Tenggara Timur
48,5
10,1
17,8
23,6
0,0
100,0
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
45,9
17,2
13,8
22,6
0,5
100,0
260
Kalimantan Tengah
53,2
26,2
17,6
3,0
0,0
100,0
96
Kalimantan Selatan
80,3
6,3
8,1
4,9
0,4
100,0
191
Kalimantan Timur
43,5
34,3
17,7
4,4
0,0
100,0
165
Kalimantan Utara
39,9
30,5
20,1
9,0
0,5
100,0
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
87,9
3,0
8,2
1,0
0,0
100,0
101
Sulawesi Tengah
62,7
6,8
27,3
3,2
0,0
100,0
140
Sulawesi Selatan
36,5
22,7
32,7
8,2
0,0
100,0
369
Sulawesi Tenggara
42,5
16,6
35,4
5,5
0,0
100,0
113
Gorontalo
51,9
14,5
19,6
13,5
0,6
100,0
70
Sulawesi Barat
52,5
19,1
23,6
4,8
0,0
100,0
61
Maluku dan Papua
Maluku
49,8
10,3
32,4
7,5
0,0
100,0
81
Maluku Utara
40,3
17,4
29,3
12,5
0,5
100,0
54
Papua Barat
11,4
34,3
41,1
13,2
0,0
100,0
38
Papua
20,5
25,7
28,3
25,0
0,5
100,0
171
Jumlah
56,9
16,1
20,2
6,7
0,1
100,0
12.612
164
Lampiran A
BAB 6 PERKAWINAN DAN KEINGINAN MEMPUNYAI ANAK
Tabel A.6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Wanita
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita, menurut provinsi, Indonesia
2017
Provinsi
Umur ideal kawin pertama untuk wanita
<20 20-24 25+ Tidak tahu Jumlah
Jumlah
wanita
Median
(tahun)
Sumatera
Aceh
3,6
65,8
26,7
3,9
100,0
235
22,8
Sumatera Utara
0,6
54,3
42,8
2,3
100,0
598
24,5
Sumatera Barat
0,4
47,2
50,2
2,3
100,0
274
25,0
Riau
0,7
62,5
35,9
0,8
100,0
262
23,8
Jambi
1,9
63,9
30,6
3,6
100,0
124
23,6
Sumatera Selatan
0,0
60,0
36,3
3,7
100,0
267
23,8
Bengkulu
1,3
60,4
33,5
4,7
100,0
65
23,7
Lampung
1,0
68,9
28,5
1,7
100,0
261
23,3
Bangka Belitung
3,0
70,0
25,5
1,5
100,0
60
23,0
Kepulauan Riau
0,9
59,6
39,6
0,0
100,0
77
24,1
Jawa
DKI Jakarta
1,0
57,8
40,5
0,7
100,0
498
24,3
Jawa Barat
3,1
68,3
25,8
2,8
100,0
1.904
23,2
Jawa Tengah
1,0
68,2
28,9
1,9
100,0
1.264
23,4
DI Yogyakarta
0,9
57,6
37,9
3,5
100,0
191
24,5
Jawa Timur
2,2
67,0
29,6
1,2
100,0
1.297
23,5
Banten
2,8
72,0
23,4
1,8
100,0
458
23,1
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
39,8
57,8
2,4
100,0
192
25,2
Nusa Tenggara Barat
3,0
52,4
43,1
1,5
100,0
207
24,0
Nusa Tenggara Timur
1,2
23,0
67,7
8,2
100,0
199
25,5
Kalimantan
Kalimantan Barat
2,0
56,5
34,4
7,0
100,0
189
23,5
Kalimantan Tengah
3,4
52,8
40,9
2,8
100,0
64
23,8
Kalimantan Selatan
3,8
69,4
21,9
4,9
100,0
139
22,8
Kalimantan Timur
1,6
63,3
34,5
0,6
100,0
111
23,7
Kalimantan Utara
0,8
39,5
48,8
10,9
100,0
27
25,1
Sulawesi
Sulawesi Utara
2,3
37,4
57,8
2,5
100,0
78
25,2
Sulawesi Tengah
2,1
52,7
41,5
3,7
100,0
105
24,1
Sulawesi Selatan
2,5
47,3
48,3
1,9
100,0
356
24,9
Sulawesi Tenggara
2,8
53,0
42,2
1,9
100,0
101
24,2
Gorontalo
3,5
47,5
47,1
1,8
100,0
48
24,6
Sulawesi Barat
3,8
40,7
51,6
3,9
100,0
54
25,1
Maluku dan Papua
Maluku
0,9
26,8
63,8
8,5
100,0
80
25,4
Maluku Utara
3,9
36,5
45,0
14,5
100,0
48
25,1
Papua Barat
3,5
34,1
52,4
10,0
100,0
26
25,2
Papua
1,8
31,8
32,7
33,6
100,0
113
24,8
Jumlah
1,9
60,8
34,4
2,9
100,0
9.971
23,7
Lampiran A • 165
Tabel A.6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Pria
Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita, menurut provinsi, Indonesia
2017
Provinsi
Umur ideal kawin pertama untuk wanita
<20 20-24 25+ Tidak tahu
Median
Jumlah Jumlah pria (tahun)
Sumatera
Aceh
8,8
74,2
10,9
6,1
100,0
251
21,8
Sumatera Utara
3,3
63,1
21,6
12,0
100,0
743
23,1
Sumatera Barat
2,8
64,2
28,5
4,5
100,0
277
23,6
Riau
5,0
70,4
21,1
3,5
100,0
326
23,0
Jambi
7,0
67,2
21,2
4,6
100,0
177
23,1
Sumatera Selatan
4,8
57,0
26,4
11,8
100,0
377
23,3
Bengkulu
2,6
68,3
19,6
9,5
100,0
98
23,1
Lampung
5,0
71,7
19,9
3,3
100,0
321
22,7
Bangka Belitung
6,2
82,9
8,6
2,3
100,0
69
21,8
Kepulauan Riau
4,0
64,8
26,1
5,2
100,0
86
23,8
Jawa
DKI Jakarta
3,5
69,5
26,5
0,5
100,0
567
23,7
Jawa Barat
5,9
76,6
13,5
4,0
100,0
2.419
22,4
Jawa Tengah
2,3
75,8
18,2
3,7
100,0
1.525
23,0
DI Yogyakarta
3,0
60,3
33,5
3,2
100,0
212
24,1
Jawa Timur
6,3
72,4
16,7
4,5
100,0
1.884
22,6
Banten
7,5
70,1
17,5
4,9
100,0
638
22,4
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
1,0
68,3
28,0
2,7
100,0
224
23,9
Nusa Tenggara Barat
10,7
65,7
18,5
5,1
100,0
231
22,1
Nusa Tenggara Timur
3,8
42,0
42,0
12,2
100,0
246
24,8
Kalimantan
Kalimantan Barat
8,9
75,2
14,0
1,9
100,0
260
21,3
Kalimantan Tengah
8,7
61,0
21,7
8,5
100,0
96
23,1
Kalimantan Selatan
8,3
77,6
12,2
2,0
100,0
191
22,2
Kalimantan Timur
3,5
65,7
22,5
8,3
100,0
165
23,1
Kalimantan Utara
4,7
48,6
36,9
9,9
100,0
29
24,3
Sulawesi
Sulawesi Utara
2,4
60,0
36,5
1,0
100,0
101
23,4
Sulawesi Tengah
12,9
64,8
20,4
1,9
100,0
140
22,6
Sulawesi Selatan
10,1
58,8
25,7
5,4
100,0
369
22,6
Sulawesi Tenggara
10,8
57,4
24,1
7,8
100,0
113
22,9
Gorontalo
13,1
59,0
22,6
5,3
100,0
70
21,9
Sulawesi Barat
10,2
47,1
27,2
15,4
100,0
61
22,7
Maluku dan Papua
Maluku
6,3
40,2
37,3
16,2
100,0
81
24,2
Maluku Utara
7,3
54,6
26,2
12,0
100,0
54
23,3
Papua Barat
0,4
45,3
27,6
26,8
100,0
38
24,2
Papua
4,5
49,4
15,7
30,3
100,0
171
23,1
Jumlah
5,5
69,4
19,6
5,5
100,0
12.612
22,8
166 • Lampiran A
Tabel A.6.2.1 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Wanita
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut ideal kawin pertama untuk pria, menurut provinsi, Indonesia 2017
Umur ideal kawin pertama untuk pria
Jumlah Median
Provinsi
<20
20-24
25+
Tidak tahu
Jumlah
wanita
(tahun)
Sumatera
Aceh
0,1
8,9
84,4
6,6
100,0
235
25,9
Sumatera Utara
0,3
10,7
84,1
4,8
100,0
598
26,2
Sumatera Barat
0,4
8,4
88,8
2,4
100,0
274
27,2
Riau
0,3
6,4
91,8
1,5
100,0
262
26,0
Jambi
1,3
11,9
80,9
5,9
100,0
124
25,9
Sumatera Selatan
0,6
10,8
82,9
5,8
100,0
267
25,9
Bengkulu
0,0
16,4
75,5
8,1
100,0
65
25,8
Lampung
0,0
13,3
83,2
3,4
100,0
261
25,7
Bangka Belitung
1,1
19,4
75,8
3,7
100,0
60
25,6
Kepulauan Riau
0,0
7,7
90,9
1,5
100,0
77
26,5
Jawa
DKI Jakarta
0,3
8,7
89,8
1,2
100,0
498
26,4
Jawa Barat
0,4
12,2
82,8
4,6
100,0
1.904
25,8
Jawa Tengah
0,1
11,6
85,2
3,0
100,0
1.264
25,8
DI Yogyakarta
0,0
7,9
88,1
4,0
100,0
191
26,4
Jawa Timur
0,2
12,6
85,6
1,6
100,0
1.297
25,8
Banten
0,3
14,0
83,6
2,1
100,0
458
25,7
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
4,1
93,0
2,9
100,0
192
27,0
Nusa Tenggara Barat
0,8
16,5
80,1
2,6
100,0
207
25,8
Nusa Tenggara Timur
1,2
9,6
75,8
13,4
100,0
199
27,4
Kalimantan
Kalimantan Barat
0,6
21,0
69,7
8,7
100,0
189
25,7
Kalimantan Tengah
0,0
18,8
77,6
3,7
100,0
64
25,9
Kalimantan Selatan
0,0
16,4
75,8
7,8
100,0
139
25,7
Kalimantan Timur
1,0
10,0
85,4
3,6
100,0
111
25,8
Kalimantan Utara
0,5
7,9
76,2
15,4
100,0
27
26,6
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,0
18,2
75,0
6,8
100,0
78
26,2
Sulawesi Tengah
1,1
15,8
77,6
5,5
100,0
105
25,8
Sulawesi Selatan
0,4
14,9
80,0
4,7
100,0
356
25,9
Sulawesi Tenggara
0,6
12,8
83,9
2,7
100,0
101
26,1
Gorontalo
0,0
24,5
72,3
3,3
100,0
48
25,7
Sulawesi Barat
0,2
14,3
78,9
6,7
100,0
54
26,7
Maluku dan Papua
Maluku
0,2
11,4
75,2
13,1
100,0
80
27,3
Maluku Utara
1,8
16,6
56,9
24,6
100,0
48
25,8
Papua Barat
2,3
12,2
74,4
11,1
100,0
26
26,5
Papua
0,0
16,9
44,2
38,9
100,0
113
26,5
Jumlah
0,3
12,1
83,1
4,6
100,0
9.971
25,9
Lampiran A • 167
Tabel A.6.2.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Pria
Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut ideal kawin pertama untuk pria, menurut provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
Umur ideal kawin pertama untuk pria
<20 20-24 25+ Tidak tahu
Jumlah
Jumlah pria
Median
(tahun)
Sumatera
Aceh
0,3
7,8
86,3
5,5
100,0
251
25,9
Sumatera Utara
0,7
21,6
68,3
9,3
100,0
743
25,6
Sumatera Barat
0,0
14,3
82,8
3,0
100,0
277
25,8
Riau
1,4
19,7
75,9
3,0
100,0
326
25,6
Jambi
0,7
19,7
76,5
3,2
100,0
177
25,6
Sumatera Selatan
1,5
17,9
69,6
10,9
100,0
377
25,5
Bengkulu
0,0
16,8
75,8
7,4
100,0
98
25,6
Lampung
0,5
21,0
76,6
1,9
100,0
321
25,5
Bangka Belitung
1,3
19,6
76,7
2,3
100,0
69
25,5
Kepulauan Riau
0,0
19,2
77,0
3,9
100,0
86
25,6
Jawa
DKI Jakarta
0,2
10,3
89,0
0,5
100,0
567
25,8
Jawa Barat
0,4
19,2
77,2
3,2
100,0
2.419
25,5
Jawa Tengah
0,0
15,8
81,0
3,3
100,0
1.525
25,6
DI Yogyakarta
0,0
11,6
84,3
4,1
100,0
212
25,8
Jawa Timur
0,2
18,5
78,4
2,9
100,0
1.884
25,6
Banten
0,0
17,5
77,2
5,3
100,0
638
25,6
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
12,6
85,8
1,7
100,0
224
25,8
Nusa Tenggara Barat
0,2
18,2
76,6
5,0
100,0
231
25,6
Nusa Tenggara Timur
0,3
11,7
78,1
9,8
100,0
246
26,4
Kalimantan
Kalimantan Barat
0,3
14,3
82,6
2,8
100,0
260
25,7
Kalimantan Tengah
3,1
15,2
75,8
6,0
100,0
96
25,5
Kalimantan Selatan
0,0
27,5
71,3
1,3
100,0
191
25,5
Kalimantan Timur
0,6
21,7
69,1
8,6
100,0
165
25,5
Kalimantan Utara
0,5
16,2
75,1
8,3
100,0
29
26,0
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,4
21,1
77,5
1,0
100,0
101
25,7
Sulawesi Tengah
0,7
22,0
75,4
1,9
100,0
140
25,6
Sulawesi Selatan
1,7
30,8
63,4
4,2
100,0
369
25,4
Sulawesi Tenggara
1,3
24,3
67,1
7,4
100,0
113
25,5
Gorontalo
0,6
33,2
61,4
4,9
100,0
70
25,3
Sulawesi Barat
0,9
25,5
60,5
13,1
100,0
61
25,5
Maluku dan Papua
Maluku
1,4
20,2
62,7
15,7
100,0
81
25,7
Maluku Utara
2,4
17,1
71,7
8,8
100,0
54
25,7
Papua Barat
0,2
16,4
61,9
21,5
100,0
38
25,8
Papua
1,6
21,4
50,3
26,7
100,0
171
25,6
Jumlah
0,4
18,2
76,8
4,6
100,0
12.612
25,6
168
Lampiran A
Tabel A.6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Wanita
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal wanita untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi,
Indonesia 2017
Provinsi
Umur ideal wanita mempunyai anak pertama
<20 20-24 25+ Tidak tahu
Jumlah
Jumlah
wanita
Median
(tahun)
Sumatera
Aceh
0,6
51,2
34,7
13,5
100,0
235
24,2
Sumatera Utara
0,4
35,2
56,5
7,8
100,0
598
25,5
Sumatera Barat
0,0
26,7
66,5
6,8
100,0
274
25,9
Riau
0,5
40,9
52,6
6,0
100,0
262
25,3
Jambi
0,0
44,1
42,5
13,5
100,0
124
24,9
Sumatera Selatan
0,0
44,5
45,5
10,0
100,0
267
25,0
Bengkulu
0,8
36,8
47,8
14,6
100,0
65
25,2
Lampung
0,0
49,7
45,0
5,3
100,0
261
24,8
Bangka Belitung
1,3
61,4
32,0
5,4
100,0
60
23,9
Kepulauan Riau
0,4
32,0
63,1
4,5
100,0
77
25,5
Jawa
DKI Jakarta
0,2
37,1
59,9
2,8
100,0
498
25,4
Jawa Barat
1,0
50,8
42,4
5,7
100,0
1.904
24,7
Jawa Tengah
0,8
53,1
42,4
3,7
100,0
1.264
24,6
DI Yogyakarta
0,0
30,2
63,4
6,4
100,0
191
25,5
Jawa Timur
0,4
45,3
50,7
3,6
100,0
1.297
25,1
Banten
0,9
52,6
40,5
6,1
100,0
458
24,5
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
23,6
72,8
3,6
100,0
192
26,1
Nusa Tenggara Barat
0,4
45,5
48,6
5,5
100,0
207
25,1
Nusa Tenggara Timur
0,3
16,8
70,2
12,7
100,0
199
26,3
Kalimantan
Kalimantan Barat
1,6
43,5
39,1
15,8
100,0
189
24,8
Kalimantan Tengah
0,0
43,4
53,0
3,7
100,0
64
25,2
Kalimantan Selatan
1,3
51,6
36,9
10,1
100,0
139
24,3
Kalimantan Timur
0,0
49,3
44,9
5,9
100,0
111
24,9
Kalimantan Utara
0,8
24,9
54,3
20,1
100,0
27
25,7
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,8
26,3
68,0
4,8
100,0
78
25,8
Sulawesi Tengah
0,0
36,2
57,3
6,5
100,0
105
25,5
Sulawesi Selatan
0,5
34,9
57,2
7,3
100,0
356
25,5
Sulawesi Tenggara
0,4
42,6
52,6
4,3
100,0
101
25,4
Gorontalo
0,5
35,6
58,0
5,9
100,0
48
25,6
Sulawesi Barat
1,1
28,7
64,3
5,9
100,0
54
25,7
Maluku dan Papua
Maluku
0,2
18,8
66,7
14,3
100,0
80
26,2
Maluku Utara
0,8
31,6
41,8
25,9
100,0
48
25,3
Papua Barat
1,1
28,6
52,5
17,8
100,0
26
25,4
Papua
1,4
17,4
36,4
44,8
100,0
113
25,7
Jumlah
0,6
43,5
49,1
6,7
100,0
9.971
25,1
Lampiran A
169
Tabel A.6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Pria
Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal wanita untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi
Indonesia 2017
Umur ideal wanita mempunyai anak pertama
Median
Provinsi
<20
20-24
25+
Tidak tahu
Jumlah
Jumlah pria
(tahun)
Sumatera
Aceh
2,2
69,4
21,7
6,7
100,0
251
23,2
Sumatera Utara
1,4
42,9
38,9
16,9
100,0
743
24,8
Sumatera Barat
0,5
39,0
50,6
9,8
100,0
277
25,3
Riau
1,0
55,0
32,3
11,6
100,0
326
24,2
Jambi
2,0
57,1
27,3
13,6
100,0
177
24,1
Sumatera Selatan
1,4
50,2
34,3
14,1
100,0
377
24,4
Bengkulu
1,0
53,8
30,3
14,9
100,0
98
24,2
Lampung
1,5
55,2
35,8
7,5
100,0
321
24,3
Bangka Belitung
1,7
73,8
20,5
4,0
100,0
69
23,2
Kepulauan Riau
0,2
41,0
53,9
5,0
100,0
86
25,4
Jawa
DKI Jakarta
1,3
47,0
50,1
1,6
100,0
567
25,0
Jawa Barat
2,0
58,6
31,3
8,1
100,0
2.419
23,9
Jawa Tengah
0,6
52,4
40,0
6,9
100,0
1.525
24,7
DI Yogyakarta
0,9
37,2
54,9
6,9
100,0
212
25,4
Jawa Timur
1,0
55,7
37,7
5,5
100,0
1.884
24,3
Banten
1,2
58,8
28,3
11,7
100,0
638
23,7
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
45,0
52,3
2,7
100,0
224
25,2
Nusa Tenggara Barat
2,3
56,6
35,2
5,9
100,0
231
24,0
Nusa Tenggara Timur
0,5
30,9
51,3
17,4
100,0
246
25,8
Kalimantan
Kalimantan Barat
3,2
56,3
36,5
4,0
100,0
260
24,1
Kalimantan Tengah
1,1
41,1
44,0
13,8
100,0
96
25,1
Kalimantan Selatan
1,8
65,1
29,5
3,6
100,0
191
24,0
Kalimantan Timur
0,7
47,5
41,4
10,4
100,0
165
24,8
Kalimantan Utara
1,4
38,2
48,9
11,5
100,0
29
25,2
Sulawesi
Sulawesi Utara
2,1
43,7
52,4
1,8
100,0
101
25,3
Sulawesi Tengah
5,4
52,7
39,0
2,9
100,0
140
24,2
Sulawesi Selatan
4,1
49,5
37,1
9,3
100,0
369
24,1
Sulawesi Tenggara
3,6
52,3
35,6
8,5
100,0
113
24,2
Gorontalo
0,4
55,1
30,9
13,6
100,0
70
23,8
Sulawesi Barat
3,0
39,1
37,0
20,9
100,0
61
24,5
Maluku dan Papua
Maluku
2,5
31,9
45,8
19,7
100,0
81
25,7
Maluku Utara
3,2
49,2
33,0
14,5
100,0
54
24,3
Papua Barat
0,2
25,1
50,3
24,4
100,0
38
25,7
Papua
0,5
36,4
28,5
34,6
100,0
171
24,7
Jumlah
1,5
52,6
37,1
8,8
100,0
12.612
24,4
170
Lampiran A
Tabel A.6.4.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Wanita
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal pria untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi,
Indonesia 2017
Provinsi
Umur ideal pria mempunyai anak
<20 20-24 25+
pertama
Tidak tahu
Jumlah
Jumlah
wanita
Median
(tahun)
Sumatera
Aceh
0,0
5,2
79,5
15,4
100,0
235
27,2
Sumatera Utara
0,2
6,5
83,5
9,7
100,0
598
27,4
Sumatera Barat
0,0
6,1
86,7
7,2
100,0
274
28,0
Riau
0,3
4,7
88,6
6,3
100,0
262
27,4
Jambi
0,0
9,3
77,3
13,4
100,0
124
26,8
Sumatera Selatan
0,6
6,7
80,8
12,0
100,0
267
26,9
Bengkulu
0,0
9,0
73,0
18,0
100,0
65
26,8
Lampung
0,0
6,8
85,2
8,0
100,0
261
26,9
Bangka Belitung
0,0
15,6
77,2
7,1
100,0
60
26,5
Kepulauan Riau
0,0
6,3
88,8
4,9
100,0
77
27,6
Jawa
DKI Jakarta
0,0
3,0
93,6
3,5
100,0
498
27,6
Jawa Barat
0,1
6,0
85,4
8,5
100,0
1.904
27,0
Jawa Tengah
0,0
8,6
86,2
5,2
100,0
1.264
27,0
DI Yogyakarta
0,0
2,6
89,9
7,6
100,0
191
27,3
Jawa Timur
0,0
6,8
89,1
4,1
100,0
1.297
27,2
Banten
0,0
8,8
85,1
6,1
100,0
458
26,9
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
3,2
92,8
4,0
100,0
192
28,0
Nusa Tenggara Barat
0,4
10,3
83,0
6,3
100,0
207
26,8
Nusa Tenggara Timur
0,5
7,2
76,4
15,9
100,0
199
28,0
Kalimantan
Kalimantan Barat
1,1
16,7
65,2
17,0
100,0
189
26,7
Kalimantan Tengah
0,0
12,8
83,5
3,7
100,0
64
27,1
Kalimantan Selatan
0,5
7,0
80,4
12,1
100,0
139
26,6
Kalimantan Timur
0,0
6,6
85,4
8,0
100,0
111
26,9
Kalimantan Utara
0,9
6,9
68,7
23,6
100,0
27
27,4
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,0
9,5
82,5
7,9
100,0
78
27,6
Sulawesi Tengah
0,0
10,0
81,2
8,8
100,0
105
27,4
Sulawesi Selatan
0,0
8,4
83,0
8,6
100,0
356
27,1
Sulawesi Tenggara
0,0
8,2
86,0
5,8
100,0
101
27,5
Gorontalo
0,5
13,8
79,4
6,3
100,0
48
26,7
Sulawesi Barat
0,2
7,8
83,4
8,6
100,0
54
27,5
Maluku dan Papua
Maluku
0,7
7,4
74,0
18,0
100,0
80
28,3
Maluku Utara
0,8
14,5
52,4
32,3
100,0
48
26,6
Papua Barat
1,1
12,8
66,3
19,7
100,0
26
27,0
Papua
0,0
11,6
40,1
48,3
100,0
113
27,6
Jumlah
0,1
7,2
84,4
8,3
100,0
9.971
27,1
Lampiran A
171
Tabel A.6.4.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Pria
Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal pria untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi
Indonesia 2017
Umur ideal pria mempunyai anak pertama
Median
Provinsi
<20
20-24
25+
Tidak tahu
Jumlah
Jumlah pria
(tahun)
Sumatera
Aceh
0,0
4,0
89,7
6,3
100,0
251
27,4
Sumatera Utara
0,1
9,7
76,7
13,5
100,0
743
27,0
Sumatera Barat
0,0
3,6
88,6
7,8
100,0
277
27,4
Riau
0,6
15,3
74,6
9,5
100,0
326
26,9
Jambi
0,7
18,0
69,5
11,9
100,0
177
26,3
Sumatera Selatan
0,0
10,5
76,4
13,0
100,0
377
26,4
Bengkulu
0,0
11,7
74,9
13,3
100,0
98
26,5
Lampung
0,5
9,7
83,3
6,6
100,0
321
26,8
Bangka Belitung
0,7
17,9
77,4
4,0
100,0
69
26,5
Kepulauan Riau
0,0
9,3
85,5
5,2
100,0
86
26,9
Jawa
DKI Jakarta
0,0
5,2
93,4
1,4
100,0
567
27,1
Jawa Barat
0,6
12,1
80,1
7,2
100,0
2.419
26,6
Jawa Tengah
0,0
6,6
86,7
6,7
100,0
1.525
27,0
DI Yogyakarta
0,0
7,7
86,8
5,5
100,0
212
27,3
Jawa Timur
0,3
8,2
86,2
5,2
100,0
1.884
27,0
Banten
0,2
6,9
82,6
10,3
100,0
638
26,7
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
3,7
94,6
1,7
100,0
224
26,9
Nusa Tenggara Barat
0,0
8,8
85,3
5,9
100,0
231
27,0
Nusa Tenggara Timur
0,0
7,1
75,0
17,9
100,0
246
27,7
Kalimantan
Kalimantan Barat
0,0
17,0
79,8
3,2
100,0
260
26,9
Kalimantan Tengah
0,0
8,6
80,3
11,1
100,0
96
26,8
Kalimantan Selatan
0,0
15,3
81,2
3,5
100,0
191
26,7
Kalimantan Timur
0,3
10,5
78,2
11,0
100,0
165
26,7
Kalimantan Utara
0,0
9,5
78,9
11,6
100,0
29
27,0
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,0
10,4
87,8
1,9
100,0
101
27,1
Sulawesi Tengah
0,0
13,6
83,7
2,6
100,0
140
26,6
Sulawesi Selatan
0,8
19,1
72,1
8,0
100,0
369
26,6
Sulawesi Tenggara
1,1
15,1
75,3
8,5
100,0
113
26,5
Gorontalo
0,6
22,4
64,7
12,3
100,0
70
26,3
Sulawesi Barat
0,2
15,0
64,3
20,4
100,0
61
26,9
Maluku dan Papua
Maluku
0,9
12,8
67,3
18,9
100,0
81
26,9
Maluku Utara
1,1
13,2
73,6
12,0
100,0
54
26,4
Papua Barat
0,0
5,2
71,4
23,4
100,0
38
27,4
Papua
0,0
9,3
59,7
31,0
100,0
171
26,9
Jumlah
0,3
9,8
82,0
7,9
100,0
12.612
26,8
172 • Lampiran A
Tabel A.6.5.1 Jumlah anak ideal : Wanita
Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut jumlah anak ideal dan rata-rata jumlah anak ideal, menurut provinsi, Indonesia 2017
Provinsi
0
1
2
Jumlah anak ideal
3 4
5
6+
Respon
non-
numerik
Jumlah
Jumlah
wanita
Rata-rata
jumlah
anak ideal
Sumatera
Aceh
1,0
1,1
37,1
20,5
16,9
3,4
2,1
18,0
100,0
235
3,1
Sumatera Utara
1,4
1,9
54,9
22,8
12,7
2,4
0,6
3,2
100,0
598
2,8
Sumatera Barat
0,4
2,9
52,9
22,0
13,9
0,7
1,7
5,3
100,0
274
2,8
Riau
0,0
2,5
60,9
20,1
8,9
1,1
0,5
6,1
100,0
262
2,7
Jambi
0,3
1,1
70,2
14,4
3,2
0,5
0,0
10,3
100,0
124
2,6
Sumatera Selatan
0,0
0,6
63,9
14,8
7,2
0,0
0,3
13,2
100,0
267
2,7
Bengkulu
0,0
2,8
64,1
14,9
3,0
1,2
0,0
14,0
100,0
65
2,6
Lampung
0,0
3,9
65,6
15,2
8,1
1,3
0,0
5,8
100,0
261
2,7
Bangka Belitung
0,0
2,3
72,7
11,6
4,9
0,8
0,5
7,2
100,0
60
2,6
Kepulauan Riau
0,0
3,0
64,5
15,9
9,3
0,7
0,5
6,4
100,0
77
2,7
Jawa
DKI Jakarta
0,2
1,4
63,4
19,7
5,9
2,0
0,8
6,6
100,0
498
2,7
Jawa Barat
0,4
1,9
64,9
18,8
6,3
1,1
0,4
6,0
100,0
1.904
2,7
Jawa Tengah
0,2
1,9
68,1
21,4
2,1
1,0
0,1
5,2
100,0
1.264
2,7
DI Yogyakarta
0,0
3,0
73,5
15,6
2,9
1,6
0,5
2,9
100,0
191
2,6
Jawa Timur
0,1
4,1
75,1
12,8
3,5
1,5
0,3
2,6
100,0
1.297
2,6
Banten
0,2
0,8
53,6
25,0
9,5
2,0
2,8
6,0
100,0
458
2,9
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
2,1
76,8
13,8
4,9
0,5
0,0
1,9
100,0
192
2,6
Nusa Tenggara Barat
0,4
3,1
61,7
17,7
8,2
0,5
0,7
7,7
100,0
207
2,7
Nusa Tenggara Timur
1,2
1,7
61,3
12,5
11,3
0,8
0,4
10,7
100,0
199
2,7
Kalimantan
Kalimantan Barat
0,5
2,7
60,0
15,1
11,8
1,5
0,0
8,4
100,0
189
2,7
Kalimantan Tengah
0,0
2,9
54,1
18,3
10,2
0,8
0,0
13,7
100,0
64
2,7
Kalimantan Selatan
0,5
5,0
63,7
10,7
10,0
2,1
1,0
6,9
100,0
139
2,6
Kalimantan Timur
0,6
4,1
67,7
15,3
7,3
1,9
0,0
3,0
100,0
111
2,6
Kalimantan Utara
0,7
3,5
60,1
15,4
10,0
1,6
0,7
8,0
100,0
27
27
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,0
9,1
70,5
8,2
1,0
0,0
0,0
11,3
100,0
78
2,5
Sulawesi Tengah
0,5
13,2
67,8
9,3
3,3
0,4
0,4
5,1
100,0
105
2,5
Sulawesi Selatan
0,0
4,6
63,3
14,2
7,0
1,6
0,2
9,1
100,0
356
2,6
Sulawesi Tenggara
0,3
3,0
52,7
20,4
16,8
4,8
0,5
1,4
100,0
101
2,9
Gorontalo
0,5
8,3
69,7
6,2
5,0
0,0
0,0
10,3
100,0
48
2,5
Sulawesi Barat
0,7
3,1
64,1
15,4
7,0
1,7
0,2
7,7
100,0
54
2,7
Maluku dan Papua
Maluku
0,7
5,7
63,9
11,7
4,5
0,4
1,0
12,2
100,0
80
2,6
Maluku Utara
0,4
4,1
62,2
13,8
4,5
0,0
0,0
15,0
100,0
48
2,6
Papua Barat
0,5
5,3
54,1
12,1
11,0
1,7
0,0
15,3
100,0
26
2,7
Papua
1,0
5,7
43,4
13,0
11,5
1,4
2,5
21,6
100,0
113
2,8
Jumlah
0,4
2,7
64,2
17,6
6,8
1,4
0,6
6,4
100,0
9.971
2,7
Lampiran A • 173
Tabel A.6.5.2 Jumlah anak ideal : Pria
Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut jumlah anak ideal dan rata-rata jumlah anak ideal, menurut provinsi, Indonesia 2017
Jumlah anak ideal
Rata-rata
Respon
jumlah
non-
Jumlah
anak
Provinsi
0
1 2
3 4
5
6+
numerik
Jumlah pria
ideal
Sumatera
Aceh
0,0
1,1
32,8
24,2
21,6
7,1
4,3
8,9
100,0
251
3,5
Sumatera Utara
0,1
1,1
52,3
24,7
13,2
3,0
1,6
4,1
100,0
743
2,9
Sumatera Barat
0,0
2,6
55,1
19,5
13,3
4,4
2,6
2,5
100,0
277
2,8
Riau
0,0
2,2
51,9
23,6
10,0
4,3
0,9
7,1
100,0
326
2,9
Jambi
0,0
3,4
71,0
12,4
6,0
0,7
0,0
6,5
100,0
177
2,6
Sumatera Selatan
0,0
1,1
64,9
12,5
7,7
1,6
0,9
11,2
100,0
377
2,7
Bengkulu
0,0
1,2
65,7
14,5
3,3
0,5
0,0
14,8
100,0
98
2,6
Lampung
0,0
0,5
62,3
23,4
6,3
1,3
0,8
5,4
100,0
321
2,8
Bangka Belitung
0,0
2,8
67,7
18,3
8,8
1,5
0,4
0,4
100,0
69
2,7
Kepulauan Riau
0,0
3,4
60,0
22,0
8,5
1,2
0,0
4,8
100,0
86
2,7
Jawa
DKI Jakarta
0,0
2,5
67,4
20,0
6,3
1,9
0,9
0,9
100,0
567
2,7
Jawa Barat
0,1
2,4
60,8
22,5
7,4
2,3
1,2
3,3
100,0
2.419
2,8
Jawa Tengah
0,1
2,3
72,8
18,3
2,9
0,3
0,2
3,0
100,0
1.525
2,6
DI Yogyakarta
0,0
4,2
58,9
25,7
3,0
0,4
0,5
7,2
100,0
212
2,7
Jawa Timur
0,0
3,1
73,8
12,0
4,0
1,0
1,5
4,6
100,0
1.884
2,6
Banten
0,0
2,0
44,0
27,9
11,8
4,6
3,4
6,3
100,0
638
3,0
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
0,0
2,8
78,4
12,1
4,7
1,5
0,0
0,4
100,0
224
2,6
Nusa Tenggara Barat
0,0
2,4
66,0
22,0
6,2
2,6
0,5
0,3
100,0
231
2,7
Nusa Tenggara Timur
0,2
1,6
50,9
18,5
16,7
4,1
2,1
5,9
100,0
246
2,9
Kalimantan
Kalimantan Barat
0,0
1,6
60,0
23,1
11,1
3,6
0,4
0,4
100,0
260
2,8
Kalimantan Tengah
0,0
3,9
63,1
17,4
2,6
0,0
1,1
11,9
100,0
96
2,6
Kalimantan Selatan
0,0
3,0
66,1
23,3
6,8
0,0
0,4
0,4
100,0
191
2,7
Kalimantan Timur
0,0
1,7
54,6
18,5
4,3
2,1
0,9
17,9
100,0
165
2,7
Kalimantan Utara
0,0
2,3
46,2
24,4
18,8
2,9
1,6
3,7
100,0
29
3,0
Sulawesi
Sulawesi Utara
0,0
4,1
83,3
10,9
1,7
0,0
0,0
0,0
100,0
101
2,6
Sulawesi Tengah
0,2
4,4
69,3
16,6
7,2
0,7
0,0
1,5
100,0
140
2,6
Sulawesi Selatan
0,0
4,4
56,6
17,3
10,5
3,4
1,3
6,4
100,0
369
2,7
Sulawesi Tenggara
0,0
0,6
55,3
26,2
8,9
2,9
1,5
4,6
100,0
113
2,9
Gorontalo
0,0
9,7
72,9
9,3
2,0
0,8
0,3
5,0
100,0
70
2,5
Sulawesi Barat
0,3
1,3
54,3
15,8
8,5
6,5
2,5
10,9
100,0
61
2,8
Maluku dan Papua
Maluku
0,8
3,7
42,7
23,6
14,5
3,9
0,9
10,0
100,0
81
2,9
Maluku Utara
0,4
3,3
48,5
24,4
16,8
3,9
1,8
1,0
100,0
54
2,9
Papua Barat
0,0
0,0
32,1
18,7
9,1
3,9
1,9
34,3
100,0
38
3,0
Papua
0,0
1,9
28,6
18,2
13,0
8,7
5,4
24,1
100,0
171
3,4
Jumlah
0,1
2,4
62,2
19,5
7,5
2,2
1,3
4,8
100,0
12.612
2,7
174
Lampiran A
BAB 8 PENGETAHUAN TENTANG AIDS DAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Tabel A.8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV AIDS menurut
provinsi, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Pernah
Pernah
mendengar
mendengar
Provinsi
AIDS Jumlah
AIDS Jumlah
Sumatera
Aceh
88,1
235
85,3
251
Sumatera Utara
85,4
598
81,4
743
Sumatera Barat
92,4
274
88,2
277
Riau
91,1
262
84,4
326
Jambi
92,4
124
90,2
177
Sumatera Selatan
81,3
267
68,8
377
Bengkulu
90,0
65
91,3
98
Lampung
88,0
261
80,4
321
Bangka Belitung
92,3
60
90,7
69
Kepulauan Riau
96,2
77
97,6
86
Jawa
DKI Jakarta
96,4
498
94,1
567
Jawa Barat
94,2
1.904
85,0
2.419
Jawa Tengah
95,8
1.264
92,2
1.525
DI Yogyakarta
98,5
191
95,8
212
Jawa Timur
95,0
1.297
90,9
1.884
Banten
94,1
458
87,6
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
96,5
192
99,3
224
Nusa Tenggara Barat
91,1
207
83,8
231
Nusa Tenggara Timur
82,1
199
74,3
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
69,3
189
77,5
260
Kalimantan Tengah
90,6
64
70,7
96
Kalimantan Selatan
87,5
139
81,4
191
Kalimantan Timur
97,6
m
92,8
165
Kalimantan Utara
91,3
27
79,3
2,9
Sulawesi
Sulawesi Utara
97,9
78
87,0
101
Sulawesi Tengah
86,7
105
78,3
140
Sulawesi Selatan
88,0
356
70,4
369
Sulawesi Tenggara
89,6
101
80,4
113
Gorontalo
91,9
48
67,4
70
Sulawesi Barat
82,8
54
67,4
61
Maluku dan Papua
Maluku
86,0
80
85,1
81
Maluku Utara
83,5
48
85,2
54
Papua Barat
91,0
26
92,7
38
Papua
74,9
113
86,9
171
Jumlah
91,8
9.971
86,1
12.612
Lampiran A
175
Tabel A.8.2 Pengetahuan tentang penyakit menular lain
Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar penyakit menular seksual
lain, menurut provinsi, Indonesia 2017
Wanita belum kawin
Pria belum kawin
Pernah
Pernah
mendengar
mendengar
penyakit
penyakit
menular
menular
Provinsi
seksual lain Jumlah
seksual lain Jumlah
Sumatera
Aceh
17,5
235
26,3
251
Sumatera Utara
19,2
598
27,2
743
Sumatera Barat
28,0
274
25,6
277
Riau
19,0
262
22,3
326
Jambi
21,9
124
23,3
177
Sumatera Selatan
25,9
267
32,0
377
Bengkulu
29,4
65
47,2
98
Lampung
36,7
261
40,7
321
Bangka Belitung
45,0
60
47,2
69
Kepulauan Riau
53,4
77
62,5
86
Jawa
DKI Jakarta
42,8
498
47,4
567
Jawa Barat
28,1
1.904
28,9
2.419
Jawa Tengah
50,4
1.264
45,9
1.525
DI Yogyakarta
44,8
191
50,0
212
Jawa Timur
51,8
1.297
53,1
1.884
Banten
37,9
458
34,9
638
Bali dan Nusa Tenggara
Bali
58,1
192
76,6
224
Nusa Tenggara Barat
23,7
207
32,5
231
Nusa Tenggara Timur
29,2
199
18,8
246
Kalimantan
Kalimantan Barat
23,1
189
27,0
260
Kalimantan Tengah
48,5
64
32,5
96
Kalimantan Selatan
43,3
139
54,5
191
Kalimantan Timur
32,1
111
60,1
165
Kalimantan Utara
20,6
27
21,2
29
Sulawesi
Sulawesi Utara
24,4
78
51,9
101
Sulawesi Tengah
35,2
105
55,4
140
Sulawesi Selatan
28,1
356
31,9
369
Sulawesi Tenggara
26,3
101
39,5
113
Gorontalo
24,9
48
38,6
70
Sulawesi Barat
15,7
54
13,6
61
Maluku dan Papua
Maluku
27,2
80
29,5
81
Maluku Utara
17,1
48
21,4
54
Papua Barat
44,6
26
42,1
38
Papua
14,6
113
43,1
171
Jumlah
35,4
9.971
38,8
12.612
176
Lampiran A
DESAIN SURVEI
Lampiran
B
B.1 Pendahuluan
Tujuan utama dari kesehatan reproduksi remaja (KRR) sebagai bagian dari Survei Demografi dan
Kesehatan (SDKI) 2017 adalah untuk menyediakan informasi bagi pembuat kebijakan dan manajer program
pada data tingkat nasional dan tingkat provinsi tentang pengetahuan, sikap, dan prilaku remaja dewasa muda
tentang reproduksi manusia, hubungan, HIV / AIDS, dan seksualitas. KRR juga dirancang untuk menyediakan:
• Mengukur tingkat pengetahuan remaja dewasa muda tentang isu-isu kesehatan reproduksi
• Periksa sikap remaja dewasa muda pada berbagai masalah dalam kesehatan reproduksi
• Mengukur tingkat penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, dan penggunaan narkoba
• Mengukur tingkat aktivitas seksual di kalangan remaja dewasa muda
• Jelajahi kesadaran remaja muda 'dari HIV / AIDS dan infeksi menular seksual lainnya.
B.2 Metode Sampling
B. 2.1. Cakupan Sampel
Desain sampling SDKI 2017 dirancang untuk dapat menyajikan angka estimasi pada level nasional
dan level provinsi. Sampel SDKI 2017 tersebar di 1.970 blok sensus dari 34 provinsi di Indonesia yang
meliputi daerah perkotaan dan perdesaan. Dengan sampel blok sensus sebesar ini diharapkan diperoleh jumlah
sampel rumah tangga sebanyak 49.250 rumah tangga (1 blok sensus 25 rumah tangga), di mana 25.300 rumah
tangga merupakan sampel daerah perkotaan dan 23.950 rumah tangga merupakan sampel daerah perdesaan.
B.2.2. Ukuran Sampel
Jumlah sampel dihitung dengan mempertimbangkan besaran relative Standard error dari beberapa variabel
pokok SDKI 2017 baik WUS, PK, dan Remaja. Dengan acuan besaran minimum sample size yang harus
dipenuhi untuk perkiraan RSE rata2 sebesar 3.5%, maka sampel rumah tangga total dihitung untuk setiap
provinsi. Besaran RSE 3.5% merupakan nilai tengah dari kebutuhan sampel yang harus diambil untuk dapat
mengcover kecukupan akurasi dari beberapa indikator. Selanjutnya besaran sampel ini harus dikoreksi dengan
pendekatan metode compromise allocation (mempertimbangkan proprotionalitas sebaran jumlah penduduk),
dan juga disesuaikan dengan antisipasi non response sebesar 5%. Selanjutnya sampel didistribusikan secara
proportional untuk domain urban/rural. Sehingga rumus penentuan sampel ramah tangga sbb:
P a
n g — ax-^xn + (1 — a)xn g 'x 1.05
dengan:
n g : jumlah sampel rumah tangga di provinsi ke-g
a : 0,5
P g : jumlah penduduk di provinsi ke-g
P : jumlah penduduk Indonesia
n g : jumlah sampel rumah tangga hitungan dasar provinsi ke-g, n — Y n g ’ dan 1-05 : over sampel
Lampiran B • 177
Alokasi sampel blok sensus dan rumah tangga per provinsi seperti pada Tabel B. 1.1.
Tabel B.1.1 Alokasi sampel per provinsi
Blok Sensus
Rumah Tangga
Provinsi
Kota
Desa
Jumlah
Kota
Desa
Jumlah
Sumatera
Aceh
30
62
92
750
1.550
2.300
Sumatera Utara
52
44
96
1.300
1.100
2.400
Sumatera Barat
24
22
46
600
550
1.150
Riau
16
24
40
400
600
1.000
Jambi
12
16
28
300
400
700
Sumatera Selatan
18
26
44
450
650
1.100
Bengkulu
12
22
34
300
550
850
Lampung
16
36
52
400
900
1.300
Bangka Belitung
20
12
32
500
300
800
Kepulauan Riau
36
4
40
900
100
1.000
Jawa
DKI Jakarta
66
0
66
1.650
0
1.650
Jawa Barat
152
48
200
3.800
1.200
5.000
Jawa Tengah
76
76
152
1.900
1.900
3.800
DI Yogyakarta
24
6
30
600
150
750
Jawa Timur
88
80
168
2.200
2.000
4.200
Banten
44
18
62
1.100
450
1.550
Bali and Nusa Tenggara
Bali
22
10
32
550
250
800
Nusa Tenggara Barat
28
28
56
700
700
1.400
Nusa Tenggara Timur
20
66
86
500
1.650
2.150
Kalimantan
Kalimantan Barat
14
24
38
350
600
950
Kalimantan Tengah
10
16
26
250
400
650
Kalimantan Selatan
16
18
34
400
450
850
Kalimantan Timur
40
12
52
1.000
300
1.300
Kalimantan Utara
12
12
24
300
300
600
Sulawesi
Sulawesi Utara
14
12
26
350
300
650
Sulawesi Tengah
16
32
48
400
800
1.200
Sulawesi Selatan
32
38
70
800
950
1.750
Sulawesi Tenggara
20
36
56
500
900
1.400
Gorontalo
10
14
24
250
350
600
Sulawesi Barat
16
46
62
400
1.150
1.550
Maluku and Papua
Maluku
32
36
68
800
900
1.700
Maluku Utara
12
28
40
300
700
1.000
Papua Barat
6
16
22
150
400
550
Papua
6
18
24
150
450
600
Jumlah
1.012
958
1.970
25.300
23.950
49.250
B.2.3. Stratifikasi
Sampel SDKI 2017 distratifikasi menurut provinsi dan klasifikasi daerah perkotaan dan pedesaan serta
dilakukan stratifikasi implicit menurut konsentrasi kesejahteraan. Di setiap strata terlebih dahulu dilakukan
implicit stratification dengan mengurutkan blok sensus berdasarkan kategori Wealth Index. Wealth index
diukur dengan pendekatan multivariate yaitu PCA Polychoric.
Sumber data yang digunakan adalah data hasil pencacahan lengkap SP2010. Variabel yang dijadikan dasar
stratifikasi adalah: jenis lantai, sumber penerangan utama, bahan bakar utama untuk memasak, sumber air
minum utama, fasilitas tempat buang air besar, tempat akhir pembuangan tinja, penguasaan telepon, ada
tidaknya ART yang terhubung (akses) ke internet, dan pendidikan KRT. Penghitungan indeks kesejahteraan
rumah tangga dengan pendekatan analisis Principal Component Polychoric dari 9 variabel operasional
tersebut. Kemudian menentukan desil indeks kesejahteraan rumah tangga kemudian mengelompokkan rumah
178 • Lampiran B
tangga tersebut ke dalam 3 kategori Wealth Index (Rendah, Sedang, Tinggi). Secara umum formulasi Wealth
Index sebagai berikut:
[ ,=
?=i
keterangan:
y : penimbang untuk variabel k e-p kategori ke-I yang diperoleh dari principal component
polychoric yang pertama, dengan alasan bahwa principal component yang pertama memiliki
kontribusi terbesar dalam menjelaskan variabilitas data
I .: nilai indeks untuk rumah tangga ke-j
Selanjutnya dilakukan penghitungan indeks konsentrasi blok sensus, dan kemudian mengelompokkan blok
sensus ke dalam 3 kategori (strata) berdasarkan jumlah kategori dominan di blok sensus tersebut. Misalkan
jumlah rumah tangga di blok sensus k e-i, kategori kesejahteraan ke-£ (k=l, 2, 3) adalah M ki dan jumlah
populasi blok sensus di kabupaten/kota adalah N maka indeks konsentrasinya dirumuskan sebagai berikut:
Selanjutnya blok sensus ke-/ dikategorikan sebagai strata ks-k jika: I k bernilai maksimum.
B.2.4. Kerangka Sampel
Kerangka sampel yang digunakan dalam SDKI 2017 dibedakan menurut kerangka sampel untuk pemilihan
blok sensus dan kerangka sampel untuk pemilihan rumah tangga. Kerangka sampel yang digunakan adalah
Master Sampel Blok Sensus (183000 bs) yang berisi daftar blok sensus yang dilengkapi dengan informasi
jumlah mmahtangga hasil listing Sensus Penduduk 2010, klasifikasi urban/rural, dan strata wealth index.
Kerangka sampel untuk pemilihan rumah tangga adalah daftar rumah tangga biasa hasil pemutakhiran ramah
tangga Sensus Penduduk (SP2010) pada blok sensus terpilih SDKI 2017. Daftar rumah tangga biasa ini tidak
termasuk institutional household (panti asuhan, barak polisi/militer, penjara, dsb) dalam setiap sampel blok
sensus hasil pencacahan lengkap SP2010 yang telah dimutakhirkan.
B.2.5. Desain Sampling
Metode sampling yang digunakan adalah sampling dua tahap berstrata. Tahap pertama memilih sejumlah blok
sensus secara PPS (proportional to size ) sistematik dengan size jumlah rumah tangga hasil listing SP2010.
Sistematik dengan proses implicit stratifikasi menurut perkotaan dan pedesaan dan dengan pengurutan blok
sensus berdasarkan kategori Wealth Index. Tahap kedua memilih 25 ramah tangga biasa di setiap blok sensus
terpilih secara sistematik dari hasil pemutakhiran ramah tangga. Untuk PK akan dipilih 8 ramah tangga secara
sistematik dari 25 rumah tangga tersebut.
B.3 Implementasi
Dalam setiap blok sensus, updating dan pemetaan daftar rumah tangga secara lengkap dilakukan pada
bulan April 2017. Daftar lengkap rumah tangga di masing-masing blok sensus dijadikan dasar untuk
pengambilan sampel tahap kedua. Sebanyak 25 rumah tangga dipilih secara sistematis dari setiap blok sensus.
Semua wanita usia 15-49 yang memenuhi syarat diwawancara dan semua pria tidak menikah usia 15-24 yang
memenuhi syarat diwawancarai dalam komponen Remaja dari SDKI. Data untuk tidak pernah menikah-wanita
usia 15-24 dan tidak pernah menikah-laki usia 15-24 tahun merupakan dasar laporan ini.
Lampiran B • 179
Jumlah target wanita usia 15-49 tahun dan pria kawin usia 15-24 terlihat di Tabel B. 1.2.
Tabel B. 1.2 Target responden menurut provinsi
Tabel B.1.2 Target responden menurut provinsi
Wanita 15-49 Pria Belum Kawin 15-24
Provinsi
Urban
Rural
Total
Urban
Rural
Total
Sumatera
DI Aceh
900
1.860
2.760
375
775
1.150
Sumatera Utara
1.560
1.320
2.880
650
550
1.200
Sumatera Barat
720
660
1.380
300
275
575
Riau
480
720
1.200
200
300
500
Jambi
360
480
840
150
200
350
Sumatera Selatan
540
780
1.320
225
325
550
Bengkulu
360
660
1.020
150
275
425
Lampung
480
1.080
1.560
200
450
650
Bangka Belitung
600
360
960
250
150
400
Kepulauan Riau
1,080
120
1.200
450
50
500
Java
DKI Jakarta
1.980
0
1.980
825
0
825
Jawa Barat
4.560
1.440
6.000
1.900
600
2.500
Jawa Tengah
2.280
2.280
4.560
950
950
1.900
DI Yogyakarta
720
180
900
300
75
375
Jawa Timur
2.640
2.400
5.040
1.100
1.000
2.100
Banten
1.320
540
1.860
550
225
775
Bali and Nusa Tenggara
Bali
660
300
960
275
125
400
Nusa Tenggara Barat
840
840
1.680
350
350
700
Nusa Tenggara Timur
600
1.980
2.580
250
825
1.075
Kalimantan
Kalimantan Barat
420
720
1.140
175
300
475
Kalimantan Tengah
300
480
780
125
200
325
Kalimantan Selatan
480
540
1.020
200
225
425
Kalimantan Timur
1.200
360
1.560
500
150
650
Kalimantan Utara
360
360
720
150
150
300
Sulawesi
Sulawesi Utara
420
360
780
175
150
325
Sulawesi Tengah
480
960
1.440
200
400
600
Sulawesi Selatan
960
1.140
2.100
400
475
875
Sulawesi Tenggara
600
1.080
1.680
250
450
700
Gorontalo
300
420
720
125
175
300
Sulawesi Barat
480
1.380
1.860
200
575
775
Maluku and Papua
Maluku
960
1.080
2.040
400
450
850
Maluku Utara
360
840
1.200
150
350
500
Papua Barat
180
480
660
75
200
275
Papua
180
540
720
75
225
300
Total
30.360
28.740
59.100
12.650
11.975
24.625
Hasil pendataan sampel rumah tangga baik di perkotaan-pedesaan menurut provinsi ditunjukkan pada
Tabel B.2.1. Tabel B.2.2 menyajikan cakupan survei untuk responden perempuan. Tabel B.2.3 menunjukkan
bahwa dari 7.699 responden pria usia 15-24 di perkotaan dapat diwawancarai, di mana wawancara dapat
selesai 94 persen. 6.161 pria yang tidak pernah menikah usia 15-24 di pedesaan dapat diwawancarai, di mana
wawancara dapat selesai 94,8 persen, dan 0,4 persen dari mereka menolak untuk diwawancarai. Untuk daerah
perkotaan ada 0,8 persen responden dari 7.699 pria usia 15-24 juga menolak untuk diwawancarai. Persentase
responden tidak di rumah ketika survei dilakukan sekitar 4 persen baik di perkotaan dan pedesaan. Tingkat
respon secara total sangat baik sekitar 96-100 persen.
180 • Lampiran B
KESALAHAN SAMPLING
LAMPIRAN
Estimasi dari suatu survei sampel dipengaruhi oleh 2 tipe eror: (1) nonsampling errors dan (2) sampling
errors. Nonsampling errors merupakan hasil dari kesalahan yang terjadi ketika implementasi pengumpulan
data dan pengolahan data, seperti kesalahan dalam mengidentifikasi lokasi dan wawancara rumatangga,
kesalahan dalam memahami pertanyaan baik dari pihak petugas wawancara maupun dari responden, dan
kesalahan ketika proses entry data.
Sampling Errors, di sisi lain, dapat dievaluasi secara statistik. Beberapa responden yang menjadi sampel
ARH komponen dari IDHS 2017 merupakan satu dari beberapa sampel yang mungkin terpilih dari
populasi yang sama, menggunakan desain dan ukuran sampel yang sama. Setiap sampel ini akan
memberikan hasil yang berbeda dari hasil actual sampel yang terpilih. Sampling error adalah suatu
pengukuran keragaman diantara seluruh kemungkinan sampel ( all possible sample). Meskipun derajat
keragamannya tidak diketahui secara pasti, namun dapat diestimasi melalu hasil survei.
Suatu sampling error biasanya diukur berdasarkan Standard error untuk statistik inti ( mean , persentase,
dsb), yang merupakan akar kuadrat dari varians. Standard error dapat digunakan untuk menghitung selang
kepercayaan ( conjidence interval) dimana true value untuk populasi diperkirakan jatuh pada interval
tersebut. Sebagai contoh, untuk suatu statistik apapun yang dihitung dari suatu survei sampel, nilai dari
statistic tersebut akan jatuh di dalam range kurang atau lebih dua kali Standard error dari statisik tersebut
pada 95 persen dari seluruh kemungkinan sampel ( all possible sample ) dengan ukuran dan desain yang
sama.
Jika sampel responden dipilih dengan Simple Random Sample (SRS), maka dapat dimungkinkan untuk
menggunakan formula yang langsung menghitung sampling error. Bagaimanapun, sampel IDHS 2017
merupakan hasil dari desain multi-stage stratifikasi, sehingga membutuhkan formula yang lebih kompleks.
Software Computer yang digunakan untuk menghitung sampling error untuk IDHS 2017 ini adalah
Software STATA. Program ini menggunakan metode linieritas Taylor untuk estimasi varians dari estimasi
rata-rata dan proporsi.
Metode linieritas Taylor menganggap nilai persentase atau rata-rata sebagai suatu estimasi rasio, r = y/x,
dimana y merupakan nilai total sampel untuk variabel y, dan x merupakan jumlah total amatan dalam suatu
kelompok atau sub kelompok. Varians dari r dihitung menggunakan formula di bawah ini, dengan
Standard error merupakan akar kuadrat dari varians:
Z hi ~ yhi a nd z h ~yh
dimana
h : strata dari 1 sampai H
m h : jumlah total klaster yang terpilih pada strata k e-h
yhi : jumlah nilai tertimbang dari variabel y pada klaster ke-/ pada strata k e-h,
Xhi : jumlah dari banyaknya amatan tertimbang pada klaster ke-/ pada strata k e-h, dan
fh : fraksi sampling dari PSU pada strata k e-h yang nilainya kecil dan dapat diabaikan
Sebagai tambahan dari Standard error, program inimenghitung desain efek (DEFT) untuk setiap estimasi,
yang didefinisikan sebagai rasio antara Standard error yang menggunakan sampel desain dengan standar
error yang akan memberikan hasil bila menggunakan teknik sampling SRS. Nilai desain efek 1
mengindikasikan bahwa desain sampel sama efisien dengan desain SRS, sedangkan nilai DEFT yang lebih
dari 1 mengindikasikan bahwa peningkatan dari sampling error disebabkan karena penggunaan desain
yang lebih kompleks dan kurang efisien secara statistic, seperti multistage dan teknik klaster. Program ini
juga menghitung Relative Standard Error (RSE) dan batas kepercayaan dari nilai estimasi.
Lampiran C • 181
Sampling error untuk komponen ARH dari IDHS 2017 dihitung untuk beberapa variabel terpilih yang
dianggap sebagai focus utama dari survei untuk wanita dan survei untuk laki-laki. Hasil yang disajikan
pada appendix merupakan hasil untuk nasional secara keseluruhan, untuk daerah perkotaan dan perdesaan
secara terpisah, serta untuk masing-masing 34 propinsi. Untuk setiap ariabel, tipe nilai statistik (rata-rata,
proporsi, atau rate) dan populasi dasar disajikan pada Tabel C.l. Sedangkan pada Tabel C.2 hingga Tabel
C.38 menggambarkan nilai statistik (R), Standard error (SE), banyaknya amatan tak tertimbang (N-
UNWE) dan amatan yang tertimbang (N-WEIG), desain efek (DEFT), relatie Standard error (SE/R), dan
batas kepercayaan 95 persen (R±2SE), untuk setiap variabel. Nilai DEFT dianggap tidak didefinisikan
ketika Standard error dengan SRS bernilai nol (ketika estimasi mendekati nol atau satu).
Selang kepercayaan (misalnya yang dihitung untuk jumlah anak ideal untuk wanita muda usia 15-24 yang
belum menikah) dapat diintepretasikan sebagai: keseluruhan rata-rata jumlah anak ideal untuk wanita
muda usia 15-24 yang belum menikah dari sampel nasional adalah 2,373 dan Standard error- nya adalah
0,012. Sehingga, untuk menentukan batas selang kepercayaan 95 persen, tambahkan dan kurangkan
dengan 2 kali Standard error untuk estimasi sampel, yaitu 2.373±2x0,012. Terdapat peluang yang besar
(95 persen) bahwa nilai sesungguhnya (true value) dari rata-rata jumlah anak ideal untuk wanita muda usia
15-24 yang belum menikah adalah antara 2,350 dan 2,396.
Tabel C.l Daftar variabel untuk kesalahan sampling, Indonesia 2017
Variabel
Estimasi
Populasi dasar
WANITA
Dapat Membaca
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Pendidikan SD kebawah
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
SMTA+
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Pengetahuan mengenai masa subur
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Pernah mendengar tentang Anemia
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Jumlah anak ideal
Rata-rata
Wanita tidak kawin 15-24
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah HIV/AIDS Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Mengetahui gejala PMS pada pria
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Mengetahui gejala PMS pada wanita
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Pernah merokok
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Pernah minum Alkohol
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Mengetahui metode kontrasepsi
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
Mengetahui metode kontrasepsi modern
Proporsi
Wanita tidak kawin 15-24
PRIA
Dapat Membaca
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Pendidikan SD kebawah
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
SMTA+
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Pengetahuan mengenai masa subur
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Pernah mendengar tentang Anemia
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Jumlah anak ideal
Rata-rata
Pria tidak kawin 15-24
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah HIV/AIDS Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Mengetahui gejala PMS pada pria
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Mengetahui gejala PMS pada wanita
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Pernah merokok
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
Pernah minum Alkohol
Proporsi
Pria tidak kawin 15-24
182
Lampiran C
Tabel C.2 Kesalahan sampling: Nasional, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
rancangan
(DEFT)
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,996
0,001
10.691
9.971
1,199
0,001
0,994
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,037
0,003
10.691
9.971
1,395
0,069
0,032
0,042
SMTA+
0,963
0,003
10.691
9.971
1,395
0,003
0,958
0,968
Pengetahuan mengenai masa subur
0,583
0,007
10.691
9.971
1,472
0,012
0,569
0,596
Pernah mendengar tentang Anemia
0,816
0,005
10.691
9.971
1,430
0,007
0,806
0,827
Jumlah anak ideal
2,373
0,012
9.881
9.335
1,391
0,005
2,350
2,396
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,918
0,004
10.691
9.971
1,363
0,004
0,911
0,925
HIV/AIDS
0,867
0,004
10.691
9.971
1,308
0,005
0,858
0,875
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,243
0,006
10.691
9.971
1,514
0,026
0,231
0,256
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,259
0,006
10.691
9.971
1,514
0,025
0,246
0,271
Pernah merokok
0,071
0,003
10.691
9.971
1,203
0,042
0,065
0,077
Pernah minum Alkohol
0,044
0,003
10.691
9.971
1,369
0,061
0,039
0,050
Mengetahui metode kontrasepsi
0,955
0,003
10.691
9.971
1,311
0,003
0,950
0,960
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,955
0,003
10.691
9.971
1,311
0,003
0,950
0,960
PRIA
Dapat Membaca
0,986
0,001
13.079
12.612
1,374
0,001
0,983
0,989
Pendidikan SD kebawah
0,100
0,005
13.079
12.612
1,702
0,046
0,091
0,109
SMTA+
0,900
0,005
13.079
12.612
1,702
0,005
0,891
0,909
Pengetahuan mengenai masa subur
0,355
0,008
13.079
12.612
1,819
0,022
0,340
0,370
Pernah mendengar tentang Anemia
0,534
0,008
13.079
12.612
1,733
0,014
0,519
0,549
Jumlah anak ideal
2,474
0,018
11.827
12.001
1,995
0,007
2,440
2,509
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,861
0,005
13.079
12.612
1,708
0,006
0,850
0,871
HIV/AIDS
0,796
0,007
13.079
12.612
1,827
0,008
0,783
0,809
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,315
0,008
13.079
12.612
1,883
0,025
0,300
0,331
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,160
0,007
13.079
12.612
2,067
0,042
0,147
0,173
Pernah merokok
0,775
0,005
13.079
12.612
1,421
0,007
0,764
0,785
Pernah minum Alkohol
0,370
0,007
13.079
12.612
1,583
0,018
0,357
0,383
Tabel C.3 Kesalahan sampling: sampel daerah perkotaan, Indonesia 2017
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Tak
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,997
0,001
6.391
5.890
1,241
0,001
0,995
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,027
0,003
6.391
5.890
1,282
0,097
0,022
0,032
SMTA+
0,973
0,003
6.391
5.890
1,282
0,003
0,968
0,978
Pengetahuan mengenai masa subur
0,615
0,009
6.391
5.890
1,437
0,014
0,598
0,632
Pernah mendengar tentang Anemia
0,866
0,006
6.391
5.890
1,373
0,007
0,854
0,877
Jumlah anak ideal
2,371
0,013
5.994
5.553
1,212
0,005
2,346
2,396
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,947
0,003
6.391
5.890
1,234
0,004
0,940
0,954
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,900
0,005
6.391
5.890
1,214
0,005
0,891
0,909
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,276
0,008
6.391
5.890
1,473
0,030
0,260
0,292
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,291
0,008
6.391
5.890
1,478
0,029
0,275
0,308
Pernah merokok
0,073
0,004
6.391
5.890
1,215
0,054
0,066
0,081
Pernah minum Alkohol
0,051
0,004
6.391
5.890
1,347
0,073
0,044
0,058
Mengetahui metode kontrasepsi
0,964
0,003
6.391
5.890
1,280
0,003
0,958
0,970
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,964
0,003
6.391
5.890
1,278
0,003
0,958
0,970
PRIA
Dapat Membaca
0,990
0,002
7.237
6.869
1,409
0,002
0,986
0,993
Pendidikan SD kebawah
0,071
0,006
7.237
6.869
1,824
0,079
0,060
0,082
SMTA+
0,929
0,006
7.237
6.869
1,824
0,006
0,918
0,940
Pengetahuan mengenai masa subur
0,387
0,011
7.237
6.869
1,906
0,029
0,366
0,409
Pernah mendengar tentang Anemia
0,619
0,010
7.237
6.869
1,797
0,017
0,598
0,639
Jumlah anak ideal
2,460
0,027
6.687
6.603
2,341
0,011
2,407
2,512
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,910
0,006
7.237
6.869
1,760
0,007
0,897
0,921
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,848
0,009
7.237
6.869
2,043
0,010
0,830
0,864
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,360
0,011
7.237
6.869
1,967
0,031
0,338
0,383
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,194
0,010
7.237
6.869
2,159
0,053
0,174
0,214
Pernah merokok
0,758
0,007
7.237
6.869
1,433
0,010
0,743
0,772
Pernah minum Alkohol
0,359
0,009
7.237
6.869
1,535
0,025
0,341
0,376
Lampiran C
Tabel C.4 Kesalahan sampling: sampel daerah pedesaan, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,993
0,001
4.300
4.081
1,183
0,001
0,990
0,996
Pendidikan SD kebawah
0,052
0,005
4.300
4.081
1,487
0,095
0,043
0,063
SMTA+
0,948
0,005
4.300
4.081
1,487
0,005
0,937
0,957
Pengetahuan mengenai masa subur
0,535
0,012
4.300
4.081
1,555
0,022
0,512
0,558
Pernah mendengar tentang Anemia
0,745
0,010
4.300
4.081
1,520
0,013
0,725
0,764
Jumlah anak ideal
2,375
0,022
3.887
3.782
1,581
0,009
2,332
2,418
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,876
0,007
4.300
4.081
1,466
0,008
0,861
0,889
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,819
0,008
4.300
4.081
1,427
0,010
0,803
0,835
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,196
0,010
4.300
4.081
1,597
0,049
0,178
0,216
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,212
0,010
4.300
4.081
1,599
0,046
0,193
0,232
Pernah merokok
0,068
0,005
4.300
4.081
1,202
0,067
0,060
0,077
Pernah minum Alkohol
0,036
0,004
4.300
4.081
1,428
0,112
0,029
0,044
Mengetahui metode kontrasepsi
0,942
0,005
4.300
4.081
1,354
0,005
0,931
0,950
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,941
0,005
4.300
4.081
1,353
0,005
0,931
0,950
PRIA
Dapat Membaca
0,982
0,002
5.842
5.743
1,372
0,002
0,976
0,986
Pendidikan SD kebawah
0,135
0,008
5.842
5.743
1,690
0,056
0,121
0,150
SMTA+
0,865
0,008
5.842
5.743
1,690
0,009
0,850
0,879
Pengetahuan mengenai masa subur
0,316
0,011
5.842
5.743
1,738
0,034
0,296
0,337
Pernah mendengar tentang Anemia
0,433
0,011
5.842
5.743
1,729
0,026
0,411
0,455
Jumlah anak ideal
2,492
0,023
5.140
5.398
1,594
0,009
2,448
2,537
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,802
0,009
5.842
5.743
1,729
0,011
0,784
0,819
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,735
0,010
5.842
5.743
1,717
0,014
0,715
0,754
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,261
0,011
5.842
5.743
1,827
0,040
0,241
0,282
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,119
0,008
5.842
5.743
1,959
0,070
0,104
0,136
Pernah merokok
0,796
0,008
5.842
5.743
1,432
0,010
0,781
0,810
Pernah minum Alkohol
0,384
0,011
5.842
5.743
1,666
0,028
0,363
0,405
Tabel C.5 Kesalahan samplinq: sampel Aceh,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,993
0,004
599
235
0,779
0,004
0,978
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,033
0,011
599
235
0,969
0,329
0,017
0,062
SMTA+
0,967
0,011
599
235
0,969
0,011
0,938
0,983
Pengetahuan mengenai masa subur
0,493
0,028
599
235
0,897
0,057
0,438
0,549
Pernah mendengar tentang Anemia
0,696
0,024
599
235
0,837
0,035
0,647
0,742
Jumlah anak ideal
2,857
0,073
492
192
1,442
0,025
2,713
3,001
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,881
0,018
599
235
0,907
0,021
0,839
0,913
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,790
0,020
599
235
0,796
0,026
0,746
0,827
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,105
0,015
599
235
0,782
0,143
0,078
0,138
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,111
0,015
599
235
0,789
0,140
0,084
0,146
Pernah merokok
0,032
0,009
599
235
0,859
0,298
0,017
0,057
Pernah minum Alkohol
0.000
0.000
599
235
na
na
0.000
0.000
Mengetahui metode kontrasepsi
0,940
0,011
599
235
0,755
0,012
0,914
0,959
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,940
0,011
599
235
0,755
0,012
0,914
0,959
PRIA
Dapat Membaca
0,994
0,003
655
251
0,624
0,003
0,983
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,060
0,012
655
251
0,841
0,207
0,039
0,089
SMTA+
0,940
0,012
655
251
0,841
0,013
0,911
0,961
Pengetahuan mengenai masa subur
0,120
0,019
655
251
0,943
0,158
0,087
0,163
Pernah mendengar tentang Anemia
0,517
0,034
655
251
1,107
0,066
0,449
0,585
Jumlah anak ideal
3,181
0,079
581
229
1,508
0,025
3,023
3,339
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,853
0,022
655
251
1,015
0,026
0,803
0,892
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,742
0,026
655
251
0,946
0,035
0,688
0,790
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,244
0,030
655
251
1,136
0,124
0,189
0,309
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,219
0,031
655
251
1,217
0,142
0,163
0,287
Pernah merokok
0,638
0,025
655
251
0,827
0,039
0,588
0,686
Pernah minum Alkohol
0,022
0,007
655
251
0,769
0,316
0,012
0,041
184
Lampiran C
Tabel C.6 Kesalahan sampling: sampel Sumatera Utara, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,992
0,004
591
598
1,146
0,004
0,978
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,061
0,016
591
598
1,727
0,264
0,036
0,103
SMTA+
0,939
0,016
591
598
1,727
0,017
0,897
0,964
Pengetahuan mengenai masa subur
0,480
0,022
591
598
1,139
0,046
0,436
0,524
Pernah mendengar tentang Anemia
0,671
0,028
591
598
1,532
0,042
0,613
0,724
Jumlah anak ideal
2,556
0,050
572
578
1,240
0,019
2,458
2,655
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,854
0,019
591
598
1,363
0,022
0,812
0,887
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,798
0,021
591
598
1,323
0,026
0,753
0,836
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,096
0,013
591
598
1,160
0,139
0,072
0,126
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,107
0,013
591
598
1,103
0,125
0,083
0,136
Pernah merokok
0,058
0,011
591
598
1,164
0,183
0,040
0,084
Pernah minum Alkohol
0,052
0,013
591
598
1,552
0,260
0,031
0,086
Mengetahui metode kontrasepsi
0,948
0,011
591
598
1,294
0,012
0,920
0,966
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,948
0,011
591
598
1,294
0,012
0,920
0,966
PRIA
Dapat Membaca
0,989
0,005
710
743
1,198
0,005
0,975
0,995
Pendidikan SD kebawah
0,089
0,016
710
743
1,546
0,178
0,062
0,126
SMTA+
0,911
0,016
710
743
1,546
0,017
0,874
0,938
Pengetahuan mengenai masa subur
0,281
0,025
710
743
1,521
0,088
0,235
0,333
Pernah mendengar tentang Anemia
0,440
0,029
710
743
1,615
0,066
0,384
0,498
Jumlah anak ideal
2,696
0,067
665
712
1,595
0,025
2,563
2,829
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,814
0,023
710
743
1,653
0,028
0,764
0,856
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,746
0,024
710
743
1,553
0,033
0,695
0,792
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,203
0,025
710
743
1,753
0,125
0,157
0,258
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,088
0,015
710
743
1,508
0,175
0,062
0,123
Pernah merokok
0,684
0,022
710
743
1,324
0,032
0,638
0,726
Pernah minum Alkohol
0,420
0,030
710
743
1,694
0,072
0,362
0,481
Tabel C.7 Kesalahan sampling: sampel Sumatera Barat,
Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,997
0,003
332
274
0,871
0,003
0,981
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,033
0,012
332
274
1,142
0,357
0,016
0,067
SMTA+
0,967
0,012
332
274
1,142
0,012
0,933
0,984
Pengetahuan mengenai masa subur
0,616
0,042
332
274
1,500
0,068
0,528
0,697
Pernah mendengar tentang Anemia
0,911
0,017
332
274
1,003
0,018
0,871
0,939
Jumlah anak ideal
2,610
0,088
316
259
1,433
0,034
2,432
2,788
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,924
0,019
332
274
1,262
0,021
0,874
0,955
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,900
0,021
332
274
1,225
0,024
0,848
0,935
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,162
0,024
332
274
1,103
0,145
0,120
0,215
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,210
0,024
332
274
1,018
0,114
0,165
0,262
Pernah merokok
0,168
0,024
332
274
1,127
0,145
0,125
0,223
Pernah minum Alkohol
0,019
0,008
332
274
1,013
0,425
0,008
0,044
Mengetahui metode kontrasepsi
0,976
0,008
332
274
0,949
0,009
0,952
0,988
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,976
0,008
332
274
0,949
0,009
0,952
0,988
PRIA
Dapat Membaca
0,987
0,007
315
277
1,079
0,007
0,960
0,996
Pendidikan SD kebawah
0,135
0,033
315
277
1,618
0,242
0,082
0,216
SMTA+
0,865
0,033
315
277
1,618
0,038
0,784
0,918
Pengetahuan mengenai masa subur
0,252
0,054
315
277
2,092
0,213
0,159
0,374
Pernah mendengar tentang Anemia
0,649
0,034
315
277
1,209
0,053
0,578
0,714
Jumlah anak ideal
2,700
0,087
289
270
1,344
0,032
2,524
2,875
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,882
0,032
315
277
1,661
0,036
0,802
0,933
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,815
0,034
315
277
1,484
0,042
0,737
0,874
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,215
0,032
315
277
1,333
0,151
0,157
0,287
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,062
0,015
315
277
1,058
0,243
0,038
0,100
Pernah merokok
0,870
0,022
315
277
1,107
0,025
0,819
0,908
Pernah minum Alkohol
0,335
0,038
315
277
1,379
0,115
0,263
0,417
Lampiran C
Tabel C.8 Kesalahan sampling: sampel Riau, Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
229
262
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,028
0,015
229
262
1,485
0,514
0,010
0,079
SMTA+
0,972
0,015
229
262
1,485
0,015
0,921
0,990
Pengetahuan mengenai masa subur
0,579
0,038
229
262
1,306
0,066
0,501
0,654
Pernah mendengar tentang Anemia
0,833
0,035
229
262
1,583
0,042
0,749
0,892
Jumlah anak ideal
2,431
0,046
214
246
0,846
0,019
2,338
2,523
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,911
0,022
229
262
1,295
0,024
0,856
0,946
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,859
0,025
229
262
1,225
0,029
0,800
0,903
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,114
0,021
229
262
1,135
0,187
0,078
0,165
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,107
0,018
229
262
0,993
0,169
0,076
0,150
Pernah merokok
0,132
0,022
229
262
1,097
0,167
0,093
0,183
Pernah minum Alkohol
0,018
0,009
229
262
1,131
0,490
0,007
0,049
Mengetahui metode kontrasepsi
0,975
0,010
229
262
1,092
0,010
0,944
0,989
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,975
0,010
229
262
1,092
0,010
0,944
0,989
PRIA
Dapat Membaca
0,997
0,003
281
326
0,988
0,003
0,978
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,105
0,027
281
326
1,615
0,256
0,062
0,174
SMTA+
0,895
0,027
281
326
1,615
0,030
0,826
0,938
Pengetahuan mengenai masa subur
0,213
0,033
281
326
1,477
0,155
0,154
0,287
Pernah mendengar tentang Anemia
0,501
0,056
281
326
2,048
0,111
0,390
0,612
Jumlah anak ideal
2,626
0,090
248
302
1,489
0,034
2,443
2,809
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,844
0,021
281
326
1,038
0,024
0,798
0,881
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,741
0,031
281
326
1,286
0,041
0,674
0,798
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,175
0,033
281
326
1,594
0,188
0,118
0,252
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,060
0,014
281
326
1,106
0,239
0,037
0,096
Pernah merokok
0,797
0,030
281
326
1,380
0,038
0,728
0,851
Pernah minum Alkohol
0,365
0,036
281
326
1,388
0,100
0,295
0,441
Tabel C.9 Kesalahan samplinq: sampel Jambi,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
rancangan
(DEFT)
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,988
0,009
134
124
1,011
0,009
0,941
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,024
0,015
134
124
1,105
0,600
0,007
0,082
SMTA+
0,976
0,015
134
124
1,105
0,015
0,918
0,993
Pengetahuan mengenai masa subur
0,474
0,043
134
124
0,991
0,090
0,388
0,561
Pernah mendengar tentang Anemia
0,721
0,054
134
124
1,396
0,075
0,598
0,818
Jumlah anak ideal
2,227
0,056
120
111
1,063
0,025
2,112
2,341
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,924
0,027
134
124
1,166
0,029
0,848
0,964
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,863
0,047
134
124
1,582
0,054
0,736
0,934
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,076
0,025
134
124
1,078
0,323
0,039
0,145
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,083
0,026
134
124
1,102
0,314
0,043
0,156
Pernah merokok
0,159
0,028
134
124
0,902
0,178
0,109
0,226
Pernah minum Alkohol
0,023
0,012
134
124
0,926
0,523
0,008
0,065
Mengetahui metode kontrasepsi
0,941
0,029
134
124
1,445
0,031
0,844
0,979
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,941
0,029
134
124
1,445
0,031
0,844
0,979
PRIA
Dapat Membaca
0,968
0,018
181
177
1,421
0,019
0,899
0,991
Pendidikan SD kebawah
0,108
0,023
181
177
0,985
0,209
0,070
0,164
SMTA+
0,892
0,023
181
177
0,985
0,025
0,836
0,930
Pengetahuan mengenai masa subur
0,180
0,037
181
177
1,319
0,208
0,115
0,270
Pernah mendengar tentang Anemia
0,438
0,046
181
177
1,245
0,104
0,348
0,533
Jumlah anak ideal
2,248
0,054
166
166
1,044
0,024
2,138
2,358
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,902
0,029
181
177
1,303
0,032
0,825
0,947
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,857
0,027
181
177
1,060
0,032
0,791
0,905
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,169
0,039
181
177
1,422
0,233
0,102
0,266
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,051
0,019
181
177
1,170
0,373
0,023
0,107
Pernah merokok
0,836
0,033
181
177
1,198
0,039
0,757
0,893
Pernah minum Alkohol
0,541
0,049
181
177
1,328
0,090
0,440
0,639
186
Lampiran C
Tabel C.10 Kesalahan sampling: sampel Sumatera Selatan, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Tak
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,992
0,005
207
267
1,010
0,005
0,970
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,062
0,023
207
267
1,603
0,366
0,029
0,126
SMTA+
0,938
0,023
207
267
1,603
0,024
0,874
0,971
Pengetahuan mengenai masa subur
0,391
0,043
207
267
1,498
0,109
0,309
0,480
Pernah mendengar tentang Anemia
0,765
0,036
207
267
1,447
0,047
0,685
0,830
Jumlah anak ideal
2,345
0,058
182
232
1,170
0,025
2,227
2,463
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,813
0,026
207
267
1,132
0,032
0,755
0,860
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,742
0,032
207
267
1,255
0,043
0,672
0,802
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,202
0,029
207
267
1,252
0,146
0,149
0,268
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,206
0,027
207
267
1,148
0,132
0,156
0,266
Pernah merokok
0,064
0,017
207
267
1,190
0,267
0,037
0,108
Pernah minum Alkohol
0,024
0,013
207
267
1,396
0,520
0,008
0,068
Mengetahui metode kontrasepsi
0,944
0,022
207
267
1,629
0,023
0,879
0,975
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,944
0,022
207
267
1,629
0,023
0,879
0,975
PRIA
Dapat Membaca
0,962
0,017
291
377
1,771
0,018
0,908
0,985
Pendidikan SD kebawah
0,125
0,026
291
377
1,567
0,210
0,081
0,188
SMTA+
0,875
0,026
291
377
1,567
0,030
0,812
0,919
Pengetahuan mengenai masa subur
0,291
0,038
291
377
1,636
0,129
0,221
0,372
Pernah mendengar tentang Anemia
0,393
0,035
291
377
1,409
0,089
0,326
0,465
Jumlah anak ideal
2,442
0,094
258
335
1,380
0,039
2,251
2,632
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,688
0,033
291
377
1,415
0,048
0,618
0,751
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,601
0,037
291
377
1,492
0,062
0,525
0,673
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,213
0,036
291
377
1,744
0,170
0,149
0,294
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,076
0,017
291
377
1,236
0,218
0,048
0,117
Pernah merokok
0,862
0,022
291
377
1,272
0,026
0,810
0,901
Pernah minum Alkohol
0,334
0,042
291
377
1,759
0,126
0,255
0,423
Tabel C.11 Kesalahan sampling: sampel Bengkulu, Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
148
65
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,029
0,014
148
65
0,696
0,480
0,011
0,075
SMTA+
0,971
0,014
148
65
0,696
0,014
0,925
0,989
Pengetahuan mengenai masa subur
0,507
0,048
148
65
0,818
0,095
0,410
0,605
Pernah mendengar tentang Anemia
0,741
0,045
148
65
0,876
0,061
0,638
0,822
Jumlah anak ideal
2,254
0,071
128
56
1,256
0,032
2,109
2,399
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,900
0,028
148
65
0,785
0,031
0,827
0,944
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,784
0,037
148
65
0,767
0,048
0,699
0,851
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,152
0,038
148
65
0,886
0,248
0,090
0,245
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,156
0,036
148
65
0,837
0,230
0,096
0,244
Pernah merokok
0,122
0,029
148
65
0,749
0,238
0,074
0,194
Pernah minum Alkohol
0,013
0,010
148
65
0,708
0,723
0,003
0,057
Mengetahui metode kontrasepsi
0,962
0,020
148
65
0,894
0,021
0,891
0,987
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,962
0,020
148
65
0,894
0,021
0,891
0,987
PRIA
Dapat Membaca
1,000
215
98
-
-
Pendidikan SD kebawah
0,117
0,019
215
98
0,592
0,162
0,083
0,161
SMTA+
0,883
0,019
215
98
0,592
0,021
0,839
0,917
Pengetahuan mengenai masa subur
0,282
0,040
215
98
0,895
0,142
0,207
0,370
Pernah mendengar tentang Anemia
0,549
0,039
215
98
0,790
0,071
0,468
0,626
Jumlah anak ideal
2,251
0,049
181
83
1,144
0,022
2,152
2,351
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,913
0,025
215
98
0,896
0,028
0,846
0,952
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,758
0,039
215
98
0,913
0,051
0,670
0,828
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,346
0,048
215
98
1,022
0,140
0,255
0,450
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,168
0,026
215
98
0,685
0,151
0,123
0,227
Pernah merokok
0,865
0,022
215
98
0,640
0,025
0,814
0,903
Pernah minum Alkohol
0,442
0,035
215
98
0,701
0,078
0,373
0,513
Lampiran C
Tabel C.12 Kesalahan sampling: sampel Lampung, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,995
0,005
228
261
1,207
0,005
0,963
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,036
0,012
228
261
1,087
0,333
0,018
0,070
SMTA+
0,964
0,012
228
261
1,087
0,012
0,930
0,982
Pengetahuan mengenai masa subur
0,588
0,045
228
261
1,556
0,077
0,495
0,676
Pernah mendengar tentang Anemia
0,763
0,034
228
261
1,363
0,045
0,687
0,825
Jumlah anak ideal
2,335
0,058
216
246
1,130
0,025
2,218
2,451
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,880
0,024
228
261
1,228
0,027
0,824
0,920
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,814
0,027
228
261
1,179
0,033
0,753
0,863
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,215
0,031
228
261
1,284
0,145
0,159
0,284
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,239
0,033
228
261
1,323
0,139
0,179
0,313
Pernah merokok
0,097
0,023
228
261
1,307
0,235
0,060
0,154
Pernah minum Alkohol
0,015
0,007
228
261
1,009
0,491
0,005
0,039
Mengetahui metode kontrasepsi
0,937
0,016
228
261
1,090
0,017
0,897
0,962
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,937
0,016
228
261
1,090
0,017
0,897
0,962
PRIA
Dapat Membaca
0,979
0,015
275
321
1,866
0,015
0,918
0,995
Pendidikan SD kebawah
0,117
0,028
275
321
1,617
0,244
0,071
0,187
SMTA+
0,883
0,028
275
321
1,617
0,032
0,813
0,929
Pengetahuan mengenai masa subur
0,419
0,039
275
321
1,442
0,093
0,343
0,499
Pernah mendengar tentang Anemia
0,547
0,042
275
321
1,529
0,076
0,463
0,629
Jumlah anak ideal
2,473
0,065
252
304
1,113
0,026
2,342
2,603
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,804
0,037
275
321
1,708
0,046
0,719
0,868
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,754
0,038
275
321
1,600
0,050
0,671
0,822
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,256
0,024
275
321
1,019
0,095
0,210
0,308
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,091
0,015
275
321
0,929
0,161
0,066
0,125
Pernah merokok
0,809
0,031
275
321
1,451
0,039
0,738
0,864
Pernah minum Alkohol
0,474
0,048
275
321
1,766
0,102
0,379
0,571
Tabel C.13 Kesalahan sampling: sampel Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
rancangan
(DEFT)
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
166
60
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,058
0,022
166
60
0,770
0,384
0,026
0,124
SMTA+
0,942
0,022
166
60
0,770
0,024
0,876
0,974
Pengetahuan mengenai masa subur
0,417
0,044
166
60
0,727
0,106
0,331
0,509
Pernah mendengar tentang Anemia
0,775
0,041
166
60
0,787
0,052
0,681
0,847
Jumlah anak ideal
2,261
0,057
153
56
0,976
0,025
2,145
2,377
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,923
0,020
166
60
0,600
0,021
0,871
0,955
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,832
0,028
166
60
0,608
0,034
0,767
0,882
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,298
0,036
166
60
0,634
0,120
0,230
0,376
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,316
0,048
166
60
0,836
0,152
0,227
0,421
Pernah merokok
0,123
0,023
166
60
0,569
0,188
0,083
0,178
Pernah minum Alkohol
0,024
0,012
166
60
0,642
0,503
0,009
0,066
Mengetahui metode kontrasepsi
0,944
0,018
166
60
0,647
0,019
0,893
0,972
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,944
0,018
166
60
0,647
0,019
0,893
0,972
PRIA
Dapat Membaca
0,971
0,016
198
69
0,807
0,017
0,913
0,991
Pendidikan SD kebawah
0,119
0,023
198
69
0,608
0,195
0,079
0,175
SMTA+
0,881
0,023
198
69
0,608
0,026
0,825
0,921
Pengetahuan mengenai masa subur
0,476
0,048
198
69
0,812
0,100
0,381
0,574
Pernah mendengar tentang Anemia
0,628
0,049
198
69
0,851
0,077
0,525
0,721
Jumlah anak ideal
2,413
0,070
192
69
1,079
0,029
2,270
2,556
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,907
0,031
198
69
0,913
0,034
0,821
0,954
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,825
0,035
198
69
0,784
0,043
0,741
0,885
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,359
0,054
198
69
0,961
0,151
0,257
0,476
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,206
0,046
198
69
0,956
0,222
0,128
0,314
Pernah merokok
0,856
0,025
198
69
0,592
0,029
0,798
0,899
Pernah minum Alkohol
0,417
0,059
198
69
1,008
0,141
0,304
0,539
188
Lampiran C
Tabel C.14 Kesalahan sampling: sampel Kepulauan Riau,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
242
77
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,014
0,007
242
77
0,563
0,509
0,005
0,040
SMTA+
0,986
0,007
242
77
0,563
0,007
0,960
0,995
Pengetahuan mengenai masa subur
0,477
0,032
242
77
0,583
0,067
0,413
0,542
Pernah mendengar tentang Anemia
0,847
0,049
242
77
1,233
0,057
0,721
0,922
Jumlah anak ideal
2,383
0,067
226
72
1,290
0,028
2,248
2,518
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,962
0,012
242
77
0,556
0,012
0,930
0,980
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,910
0,020
242
77
0,637
0,022
0,861
0,943
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,367
0,048
242
77
0,919
0,132
0,276
0,470
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,413
0,059
242
77
1,101
0,143
0,300
0,536
Pernah merokok
0,098
0,024
242
77
0,732
0,243
0,059
0,158
Pernah minum Alkohol
0,077
0,021
242
77
0,735
0,278
0,043
0,133
Mengetahui metode kontrasepsi
0,984
0,008
242
77
0,577
0,008
0,957
0,994
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,984
0,008
242
77
0,577
0,008
0,957
0,994
PRIA
Dapat Membaca
0,991
0,005
282
86
0,514
0,005
0,972
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,064
0,021
282
86
0,801
0,324
0,033
0,121
SMTA+
0,936
0,021
282
86
0,801
0,022
0,879
0,967
Pengetahuan mengenai masa subur
0,347
0,047
282
86
0,936
0,136
0,258
0,447
Pernah mendengar tentang Anemia
0,762
0,033
282
86
0,726
0,043
0,690
0,822
Jumlah anak ideal
2,412
0,056
258
82
1,192
0,023
2,299
2,526
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,976
0,010
282
86
0,625
0,010
0,945
0,990
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,943
0,018
282
86
0,737
0,019
0,893
0,970
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,510
0,036
282
86
0,676
0,070
0,438
0,581
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,175
0,028
282
86
0,705
0,162
0,125
0,240
Pernah merokok
0,808
0,028
282
86
0,672
0,035
0,745
0,858
Pernah minum Alkohol
0,459
0,040
282
86
0,757
0,087
0,380
0,541
Tabel C.15 Kesalahan sampling: sampel Jakarta,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
457
498
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,039
0,010
457
498
1,199
0,255
0,023
0,064
SMTA+
0,961
0,010
457
498
1,199
0,010
0,936
0,977
Pengetahuan mengenai masa subur
0,623
0,028
457
498
1,367
0,046
0,565
0,678
Pernah mendengar tentang Anemia
0,915
0,018
457
498
1,543
0,020
0,870
0,945
Jumlah anak ideal
2,427
0,040
427
465
0,938
0,016
2,347
2,507
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,964
0,010
457
498
1,276
0,011
0,937
0,980
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,931
0,013
457
498
1,214
0,014
0,899
0,953
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,317
0,024
457
498
1,208
0,076
0,271
0,367
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,345
0,025
457
498
1,232
0,073
0,297
0,397
Pernah merokok
0,098
0,017
457
498
1,302
0,169
0,069
0,136
Pernah minum Alkohol
0,072
0,015
457
498
1,330
0,204
0,048
0,108
Mengetahui metode kontrasepsi
0,981
0,007
457
498
1,173
0,007
0,961
0,991
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,981
0,007
457
498
1,173
0,007
0,961
0,991
PRIA
Dapat Membaca
0,990
0,004
482
567
0,972
0,004
0,978
0,995
Pendidikan SD kebawah
0,071
0,017
482
567
1,649
0,246
0,043
0,115
SMTA+
0,929
0,017
482
567
1,649
0,019
0,885
0,957
Pengetahuan mengenai masa subur
0,363
0,047
482
567
2,381
0,130
0,275
0,461
Pernah mendengar tentang Anemia
0,742
0,031
482
567
1,735
0,042
0,675
0,799
Jumlah anak ideal
2,407
0,046
470
562
1,148
0,019
2,316
2,499
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,941
0,015
482
567
1,578
0,016
0,901
0,965
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,914
0,017
482
567
1,451
0,018
0,874
0,942
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,296
0,032
482
567
1,697
0,108
0,237
0,364
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,183
0,033
482
567
2,088
0,182
0,126
0,259
Pernah merokok
0,759
0,024
482
567
1,362
0,032
0,708
0,804
Pernah minum Alkohol
0,351
0,024
482
567
1,232
0,069
0,304
0,400
Lampiran C
Tabel C.16 Kesalahan sampling: sampel Jawa Barat, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,996
0,002
1.034
1.904
1,685
0,002
0,988
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,023
0,006
1.034
1.904
1,714
0,246
0,014
0,037
SMTA+
0,977
0,006
1.034
1.904
1,714
0,006
0,963
0,986
Pengetahuan mengenai masa subur
0,638
0,019
1.034
1.904
1,792
0,030
0,600
0,675
Pernah mendengar tentang Anemia
0,857
0,012
1.034
1.904
1,590
0,014
0,831
0,879
Jumlah anak ideal
2,368
0,036
969
1.790
1,377
0,015
2,298
2,438
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,942
0,008
1.034
1.904
1,628
0,009
0,924
0,957
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,898
0,010
1.034
1.904
1,471
0,011
0,877
0,916
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,177
0,014
1.034
1.904
1,662
0,079
0,151
0,206
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,176
0,014
1.034
1.904
1,670
0,079
0,150
0,205
Pernah merokok
0,062
0,007
1.034
1.904
1,387
0,118
0,049
0,078
Pernah minum Alkohol
0,033
0,006
1.034
1.904
1,616
0,191
0,023
0,048
Mengetahui metode kontrasepsi
0,956
0,007
1.034
1.904
1,645
0,008
0,939
0,969
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,956
0,007
1.034
1.904
1,645
0,008
0,939
0,969
PRIA
Dapat Membaca
0,986
0,004
1.283
2.419
1,554
0,004
0,977
0,992
Pendidikan SD kebawah
0,097
0,012
1.283
2.419
2,056
0,126
0,075
0,123
SMTA+
0,903
0,012
1.283
2.419
2,056
0,013
0,877
0,925
Pengetahuan mengenai masa subur
0,271
0,019
1.283
2.419
2,186
0,072
0,234
0,311
Pernah mendengar tentang Anemia
0,522
0,022
1.283
2.419
2,233
0,043
0,478
0,565
Jumlah anak ideal
2,493
0,035
1.200
2.339
1,272
0,014
2,423
2,563
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,850
0,017
1.283
2.419
2,410
0,020
0,812
0,880
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,766
0,021
1.283
2.419
2,428
0,027
0,723
0,804
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,223
0,018
1.283
2.419
2,222
0,083
0,189
0,262
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,077
0,010
1.283
2.419
1,944
0,134
0,059
0,101
Pernah merokok
0,820
0,013
1.283
2.419
1,698
0,016
0,793
0,844
Pernah minum Alkohol
0,348
0,018
1.283
2.419
1,905
0,052
0,313
0,384
Tabel C.17 Kesalahan sampling: sampel Jawa Tengah, Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
676
1.264
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,025
0,006
676
1.264
1,469
0,245
0,016
0,041
SMTA+
0,975
0,006
676
1.264
1,469
0,006
0,959
0,984
Pengetahuan mengenai masa subur
0,661
0,025
676
1.264
1,982
0,038
0,609
0,709
Pernah mendengar tentang Anemia
0,909
0,013
676
1.264
1,645
0,014
0,880
0,931
Jumlah anak ideal
2,289
0,027
640
1.198
1,015
0,012
2,235
2,343
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,958
0,008
676
1.264
1,407
0,008
0,940
0,971
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,904
0,012
676
1.264
1,460
0,013
0,879
0,925
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,384
0,024
676
1.264
1,856
0,063
0,338
0,433
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,418
0,025
676
1.264
1,904
0,060
0,369
0,469
Pernah merokok
0,046
0,009
676
1.264
1,600
0,195
0,031
0,068
Pernah minum Alkohol
0,015
0,005
676
1.264
1,465
0,321
0,008
0,028
Mengetahui metode kontrasepsi
0,967
0,008
676
1.264
1,554
0,008
0,948
0,979
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,967
0,008
676
1.264
1,554
0,008
0,948
0,979
PRIA
Dapat Membaca
0,992
0,004
840
1.525
1,972
0,004
0,976
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,095
0,014
840
1.525
1,876
0,146
0,071
0,126
SMTA+
0,905
0,014
840
1.525
1,876
0,015
0,874
0,929
Pengetahuan mengenai masa subur
0,483
0,026
840
1.525
2,027
0,053
0,433
0,534
Pernah mendengar tentang Anemia
0,652
0,023
840
1.525
1,945
0,036
0,605
0,697
Jumlah anak ideal
2,243
0,025
779
1.479
1,158
0,011
2,193
2,293
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,922
0,013
840
1.525
1,985
0,015
0,891
0,944
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,871
0,015
840
1.525
1,754
0,017
0,839
0,898
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,387
0,025
840
1.525
2,011
0,064
0,340
0,437
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,249
0,024
840
1.525
2,183
0,096
0,205
0,298
Pernah merokok
0,786
0,014
840
1.525
1,364
0,018
0,757
0,813
Pernah minum Alkohol
0,305
0,018
840
1.525
1,543
0,059
0,271
0,342
190
Lampiran C
Tabel C.18 Kesalahan sampling: sampel Yogyakarta, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,985
0,011
170
191
1,331
0,012
0,932
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,021
0,013
170
191
1,272
0,602
0,006
0,070
SMTA+
0,979
0,013
170
191
1,272
0,013
0,930
0,994
Pengetahuan mengenai masa subur
0,647
0,040
170
191
1,197
0,061
0,562
0,723
Pernah mendengar tentang Anemia
0,960
0,018
170
191
1,304
0,018
0,903
0,984
Jumlah anak ideal
2,264
0,060
166
186
1,070
0,026
2,142
2,386
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,985
0,011
170
191
1,331
0,012
0,932
0,997
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,935
0,020
170
191
1,160
0,021
0,880
0,965
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,299
0,038
170
191
1,212
0,128
0,227
0,383
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,299
0,039
170
191
1,236
0,131
0,225
0,385
Pernah merokok
0,074
0,023
170
191
1,277
0,312
0,039
0,138
Pernah minum Alkohol
0,044
0,014
170
191
1,009
0,325
0,023
0,085
Mengetahui metode kontrasepsi
0,962
0,019
170
191
1,439
0,020
0,898
0,987
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,962
0,019
170
191
1,439
0,020
0,898
0,987
PRIA
Dapat Membaca
0,991
0,009
189
212
1,345
0,009
0,939
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,037
0,018
189
212
1,450
0,498
0,013
0,100
SMTA+
0,963
0,018
189
212
1,450
0,019
0,900
0,987
Pengetahuan mengenai masa subur
0,560
0,078
189
212
2,332
0,139
0,400
0,709
Pernah mendengar tentang Anemia
0,727
0,039
189
212
1,312
0,054
0,639
0,800
Jumlah anak ideal
2,334
0,086
169
197
1,613
0,037
2,159
2,510
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,958
0,025
189
212
1,859
0,026
0,863
0,988
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,905
0,035
189
212
1,785
0,039
0,805
0,957
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,304
0,050
189
212
1,623
0,166
0,211
0,415
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,189
0,046
189
212
1,742
0,244
0,112
0,301
Pernah merokok
0,823
0,040
189
212
1,549
0,049
0,726
0,890
Pernah minum Alkohol
0,450
0,035
189
212
1,048
0,078
0,380
0,523
Tabel C.19 Kesalahan sampling: sampel Jawa Timur, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,998
0,002
668
1.297
1,736
0,002
0,985
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,024
0,006
668
1.297
1,479
0,253
0,014
0,039
SMTA+
0,976
0,006
668
1.297
1,479
0,006
0,961
0,986
Pengetahuan mengenai masa subur
0,653
0,021
668
1.297
1,628
0,032
0,611
0,692
Pernah mendengar tentang Anemia
0,901
0,014
668
1.297
1,735
0,015
0,871
0,925
Jumlah anak ideal
2,223
0,032
651
1.263
1,135
0,014
2,159
2,286
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,950
0,010
668
1.297
1,785
0,011
0,925
0,967
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,912
0,013
668
1.297
1,726
0,014
0,883
0,935
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,351
0,022
668
1.297
1,731
0,062
0,309
0,396
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,392
0,022
668
1.297
1,695
0,056
0,349
0,436
Pernah merokok
0,039
0,008
668
1.297
1,473
0,194
0,027
0,057
Pernah minum Alkohol
0,023
0,006
668
1.297
1,540
0,268
0,013
0,039
Mengetahui metode kontrasepsi
0,973
0,006
668
1.297
1,448
0,006
0,957
0,983
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,973
0,006
668
1.297
1,448
0,006
0,957
0,983
PRIA
Dapat Membaca
0,987
0,004
979
1.884
1,445
0,004
0,977
0,992
Pendidikan SD kebawah
0,079
0,014
979
1.884
2,292
0,177
0,055
0,111
SMTA+
0,921
0,014
979
1.884
2,292
0,015
0,889
0,945
Pengetahuan mengenai masa subur
0,593
0,027
979
1.884
2,414
0,045
0,539
0,645
Pernah mendengar tentang Anemia
0,566
0,023
979
1.884
2,056
0,041
0,520
0,611
Jumlah anak ideal
2,301
0,092
911
1.798
2,904
0,040
2,119
2,483
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,909
0,013
979
1.884
1,926
0,014
0,881
0,931
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,852
0,023
979
1.884
2,870
0,027
0,801
0,892
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,482
0,032
979
1.884
2,784
0,065
0,421
0,545
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,288
0,031
979
1.884
2,993
0,107
0,231
0,352
Pernah merokok
0,750
0,019
979
1.884
1,942
0,025
0,711
0,786
Pernah minum Alkohol
0,338
0,022
979
1.884
2,044
0,065
0,296
0,382
Lampiran C
Tabel C.20 Kesalahan sampling: sampel Banten,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
359
458
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,050
0,013
359
458
1,335
0,260
0,030
0,083
SMTA+
0,950
0,013
359
458
1,335
0,014
0,917
0,970
Pengetahuan mengenai masa subur
0,582
0,025
359
458
1,119
0,042
0,532
0,631
Pernah mendengar tentang Anemia
0,831
0,027
359
458
1,628
0,033
0,769
0,878
Jumlah anak ideal
2,663
0,076
339
431
1,278
0,029
2,512
2,815
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,941
0,014
359
458
1,304
0,015
0,907
0,963
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,884
0,020
359
458
1,389
0,022
0,838
0,918
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,280
0,038
359
458
1,897
0,136
0,211
0,362
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,300
0,034
359
458
1,671
0,114
0,236
0,372
Pernah merokok
0,041
0,012
359
458
1,313
0,286
0,023
0,071
Pernah minum Alkohol
0,013
0,008
359
458
1,621
0,634
0,004
0,045
Mengetahui metode kontrasepsi
0,960
0,009
359
458
1,040
0,009
0,937
0,975
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,960
0,009
359
458
1,040
0,009
0,937
0,975
PRIA
Dapat Membaca
0,989
0,006
502
638
1,503
0,006
0,967
0,996
Pendidikan SD kebawah
0,117
0,024
502
638
1,883
0,202
0,077
0,173
SMTA+
0,883
0,024
502
638
1,883
0,027
0,827
0,923
Pengetahuan mengenai masa subur
0,140
0,024
502
638
1,795
0,173
0,098
0,196
Pernah mendengar tentang Anemia
0,562
0,027
502
638
1,384
0,048
0,508
0,615
Jumlah anak ideal
2,852
0,077
456
598
1,349
0,027
2,699
3,005
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,876
0,018
502
638
1,373
0,020
0,836
0,907
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,782
0,024
502
638
1,499
0,031
0,730
0,827
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,295
0,025
502
638
1,414
0,085
0,247
0,347
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,134
0,021
502
638
1,609
0,159
0,097
0,183
Pernah merokok
0,762
0,024
502
638
1,427
0,031
0,712
0,806
Pernah minum Alkohol
0,195
0,024
502
638
1,525
0,120
0,153
0,247
Tabel C.21 Kesalahan sampling: sampel Bali, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
163
192
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,044
0,016
163
192
1,099
0,352
0,021
0,090
SMTA+
0,956
0,016
163
192
1,099
0,016
0,910
0,979
Pengetahuan mengenai masa subur
0,782
0,035
163
192
1,228
0,045
0,702
0,845
Pernah mendengar tentang Anemia
0,900
0,023
163
192
1,112
0,026
0,842
0,938
Jumlah anak ideal
2,236
0,043
160
188
0,920
0,019
2,147
2,324
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,965
0,014
163
192
1,087
0,014
0,923
0,984
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,945
0,018
163
192
1,159
0,019
0,893
0,972
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,477
0,058
163
192
1,676
0,121
0,363
0,595
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,407
0,053
163
192
1,568
0,131
0,304
0,519
Pernah merokok
0,030
0,014
163
192
1,171
0,460
0,012
0,075
Pernah minum Alkohol
0,203
0,040
163
192
1,426
0,195
0,134
0,296
Mengetahui metode kontrasepsi
0,973
0,013
163
192
1,123
0,013
0,931
0,990
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,973
0,013
163
192
1,123
0,013
0,931
0,990
PRIA
Dapat Membaca
0,988
0,012
199
224
1,669
0,012
0,913
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,021
0,013
199
224
1,394
0,625
0,006
0,073
SMTA+
0,979
0,013
199
224
1,394
0,013
0,927
0,994
Pengetahuan mengenai masa subur
0,569
0,043
199
224
1,324
0,076
0,480
0,654
Pernah mendengar tentang Anemia
0,806
0,040
199
224
1,557
0,050
0,710
0,875
Jumlah anak ideal
2,232
0,065
191
223
1,379
0,029
2,100
2,365
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,993
0,005
199
224
0,907
0,005
0,970
0,998
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,980
0,010
199
224
1,075
0,010
0,947
0,993
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,751
0,058
199
224
2,042
0,077
0,615
0,850
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,520
0,075
199
224
2,298
0,145
0,369
0,667
Pernah merokok
0,678
0,027
199
224
0,867
0,039
0,621
0,730
Pernah minum Alkohol
0,811
0,035
199
224
1,378
0,044
0,728
0,873
192
Lampiran C
Tabel C.22 Kesalahan sampling: sampel Nusa Tenggara Barat, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
279
207
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,023
0,012
279
207
1,228
0,527
0,008
0,066
SMTA+
0,977
0,012
279
207
1,228
0,013
0,934
0,992
Pengetahuan mengenai masa subur
0,566
0,040
279
207
1,201
0,070
0,485
0,643
Pernah mendengar tentang Anemia
0,808
0,031
279
207
1,170
0,038
0,739
0,862
Jumlah anak ideal
2,378
0,061
261
191
1,198
0,026
2,256
2,500
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,911
0,023
279
207
1,220
0,025
0,852
0,947
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,857
0,025
279
207
1,085
0,029
0,799
0,901
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,215
0,036
279
207
1,312
0,167
0,152
0,295
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,228
0,037
279
207
1,334
0,163
0,162
0,311
Pernah merokok
0,037
0,012
279
207
0,982
0,334
0,019
0,071
Pernah minum Alkohol
0,027
0,013
279
207
1,219
0,487
0,010
0,070
Mengetahui metode kontrasepsi
0,948
0,016
279
207
1,073
0,017
0,906
0,972
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,948
0,016
279
207
1,073
0,017
0,906
0,972
PRIA
Dapat Membaca
0,991
0,006
329
231
0,882
0,006
0,970
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,035
0,011
329
231
0,922
0,315
0,018
0,064
SMTA+
0,965
0,011
329
231
0,922
0,011
0,936
0,982
Pengetahuan mengenai masa subur
0,402
0,038
329
231
1,194
0,094
0,329
0,479
Pernah mendengar tentang Anemia
0,481
0,044
329
231
1,372
0,092
0,394
0,570
Jumlah anak ideal
2,424
0,056
313
230
1,199
0,023
2,312
2,537
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,838
0,027
329
231
1,145
0,033
0,775
0,885
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,786
0,028
329
231
1,064
0,036
0,724
0,837
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,299
0,039
329
231
1,325
0,131
0,226
0,383
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,068
0,019
329
231
1,144
0,274
0,039
0,116
Pernah merokok
0,782
0,022
329
231
0,829
0,028
0,735
0,823
Pernah minum Alkohol
0,404
0,033
329
231
1,031
0,081
0,340
0,471
Tabel C.23 Kesalahan sampling: sampel Nusa Tenggara Timur, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,980
0,006
508
199
0,679
0,007
0,962
0,990
Pendidikan SD kebawah
0,086
0,017
508
199
0,884
0,195
0,058
0,126
SMTA+
0,914
0,017
508
199
0,884
0,018
0,874
0,942
Pengetahuan mengenai masa subur
0,419
0,035
508
199
1,044
0,083
0,352
0,490
Pernah mendengar tentang Anemia
0,542
0,030
508
199
0,880
0,055
0,482
0,600
Jumlah anak ideal
2,393
0,055
455
178
1,385
0,023
2,282
2,503
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,821
0,021
508
199
0,795
0,025
0,776
0,858
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,782
0,023
508
199
0,824
0,030
0,733
0,825
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,221
0,023
508
199
0,817
0,104
0,179
0,270
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,229
0,023
508
199
0,821
0,102
0,186
0,279
Pernah merokok
0,061
0,012
508
199
0,723
0,192
0,042
0,089
Pernah minum Alkohol
0,182
0,029
508
199
1,089
0,157
0,132
0,246
Mengetahui metode kontrasepsi
0,853
0,020
508
199
0,841
0,024
0,808
0,888
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,851
0,020
508
199
0,834
0,024
0,806
0,887
PRIA
Dapat Membaca
0,960
0,008
671
246
0,675
0,009
0,940
0,974
Pendidikan SD kebawah
0,143
0,018
671
246
0,814
0,125
0,111
0,183
SMTA+
0,857
0,018
671
246
0,814
0,021
0,817
0,889
Pengetahuan mengenai masa subur
0,305
0,026
671
246
0,907
0,086
0,256
0,360
Pernah mendengar tentang Anemia
0,252
0,034
671
246
1,264
0,137
0,190
0,326
Jumlah anak ideal
2,760
0,063
573
232
1,367
0,023
2,636
2,885
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,743
0,025
671
246
0,920
0,034
0,690
0,790
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,679
0,027
671
246
0,909
0,039
0,624
0,729
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,125
0,019
671
246
0,897
0,149
0,092
0,167
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,062
0,013
671
246
0,885
0,216
0,040
0,095
Pernah merokok
0,749
0,024
671
246
0,871
0,032
0,699
0,793
Pernah minum Alkohol
0,646
0,030
671
246
1,006
0,047
0,584
0,704
Lampiran C
Tabel C.24 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Barat, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
211
189
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,138
0,040
211
189
1,664
0,290
0,075
0,240
SMTA+
0,862
0,040
211
189
1,664
0,046
0,760
0,925
Pengetahuan mengenai masa subur
0,414
0,041
211
189
1,193
0,099
0,334
0,498
Pernah mendengar tentang Anemia
0,467
0,051
211
189
1,471
0,109
0,366
0,570
Jumlah anak ideal
2,431
0,089
195
173
1,495
0,037
2,250
2,612
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,693
0,047
211
189
1,463
0,068
0,590
0,779
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,650
0,046
211
189
1,379
0,070
0,553
0,737
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,146
0,023
211
189
0,955
0,161
0,105
0,200
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,157
0,024
211
189
0,958
0,154
0,114
0,213
Pernah merokok
0,084
0,020
211
189
1,012
0,233
0,052
0,133
Pernah minum Alkohol
0,055
0,016
211
189
1,023
0,296
0,030
0,098
Mengetahui metode kontrasepsi
0,926
0,021
211
189
1,170
0,023
0,870
0,959
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,926
0,021
211
189
1,170
0,023
0,870
0,959
PRIA
Dapat Membaca
0,984
0,008
280
260
1,040
0,008
0,956
0,994
Pendidikan SD kebawah
0,273
0,048
280
260
1,778
0,176
0,187
0,381
SMTA+
0,727
0,048
280
260
1,778
0,066
0,619
0,813
Pengetahuan mengenai masa subur
0,103
0,023
280
260
1,266
0,228
0,064
0,161
Pernah mendengar tentang Anemia
0,229
0,031
280
260
1,226
0,137
0,171
0,298
Jumlah anak ideal
2,560
0,063
272
259
1,192
0,025
2,433
2,688
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,775
0,044
280
260
1,733
0,057
0,674
0,852
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,677
0,047
280
260
1,642
0,069
0,576
0,764
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,220
0,040
280
260
1,598
0,183
0,149
0,312
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,130
0,038
280
260
1,877
0,296
0,070
0,229
Pernah merokok
0,657
0,036
280
260
1,229
0,054
0,581
0,725
Pernah minum Alkohol
0,387
0,053
280
260
1,783
0,137
0,287
0,498
Tabel C.25 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Tengah, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,981
0,018
92
64
1,066
0,018
0,882
0,997
Pendidikan SD kebawah
0,061
0,029
92
64
1,012
0,477
0,022
0,155
SMTA+
0,939
0,029
92
64
1,012
0,031
0,845
0,978
Pengetahuan mengenai masa subur
0,626
0,067
92
64
1,157
0,107
0,481
0,751
Pernah mendengar tentang Anemia
0,799
0,076
92
64
1,575
0,095
0,601
0,913
Jumlah anak ideal
2,445
0,122
78
55
1,373
0,050
2,193
2,697
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,906
0,033
92
64
0,948
0,037
0,811
0,955
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,897
0,032
92
64
0,893
0,036
0,808
0,948
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,315
0,062
92
64
1,122
0,198
0,202
0,455
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,390
0,073
92
64
1,247
0,187
0,254
0,546
Pernah merokok
0,048
0,023
92
64
0,912
0,488
0,017
0,126
Pernah minum Alkohol
0,113
0,043
92
64
1,143
0,383
0,050
0,237
Mengetahui metode kontrasepsi
0,960
0,020
92
64
0,868
0,021
0,889
0,986
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,960
0,020
92
64
0,868
0,021
0,889
0,986
PRIA
Dapat Membaca
1,000
0,000
139
96
na
0,000
1,000
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,131
0,028
139
96
0,843
0,217
0,083
0,202
SMTA+
0,869
0,028
139
96
0,843
0,033
0,798
0,917
Pengetahuan mengenai masa subur
0,282
0,039
139
96
0,869
0,139
0,209
0,370
Pernah mendengar tentang Anemia
0,369
0,059
139
96
1,223
0,160
0,257
0,496
Jumlah anak ideal
2,288
0,103
120
85
1,310
0,045
2,075
2,500
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,707
0,076
139
96
1,662
0,107
0,532
0,837
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,661
0,082
139
96
1,742
0,125
0,477
0,806
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,157
0,023
139
96
0,628
0,145
0,115
0,210
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,042
0,017
139
96
0,849
0,405
0,018
0,095
Pernah merokok
0,768
0,035
139
96
0,831
0,046
0,688
0,833
Pernah minum Alkohol
0,384
0,052
139
96
1,070
0,136
0,284
0,496
194
Lampiran C
Tabel C.26 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Selatan, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
145
139
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,090
0,023
145
139
0,983
0,254
0,053
0,149
SMTA+
0,910
0,023
145
139
0,983
0,025
0,851
0,947
Pengetahuan mengenai masa subur
0,469
0,045
145
139
1,119
0,097
0,379
0,561
Pernah mendengar tentang Anemia
0,872
0,033
145
139
1,230
0,038
0,788
0,926
Jumlah anak ideal
2,432
0,094
135
129
0,867
0,039
2,240
2,623
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,875
0,037
145
139
1,393
0,043
0,777
0,934
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,809
0,043
145
139
1,333
0,053
0,707
0,881
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,251
0,044
145
139
1,247
0,175
0,173
0,351
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,258
0,041
145
139
1,143
0,157
0,184
0,348
Pernah merokok
0,091
0,023
145
139
0,982
0,253
0,053
0,149
Pernah minum Alkohol
0,014
0,010
145
139
1,030
0,704
0,003
0,057
Mengetahui metode kontrasepsi
0,941
0,026
145
139
1,389
0,028
0,858
0,977
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,941
0,026
145
139
1,389
0,028
0,858
0,977
PRIA
Dapat Membaca
0,977
0,013
203
191
1,171
0,013
0,931
0,992
Pendidikan SD kebawah
0,177
0,037
203
191
1,348
0,207
0,114
0,264
SMTA+
0,823
0,037
203
191
1,348
0,044
0,736
0,886
Pengetahuan mengenai masa subur
0,324
0,031
203
191
0,939
0,097
0,264
0,391
Pernah mendengar tentang Anemia
0,579
0,066
203
191
1,881
0,114
0,442
0,705
Jumlah anak ideal
2,357
0,059
192
190
1,180
0,025
2,237
2,477
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,814
0,042
203
191
1,510
0,051
0,714
0,885
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,803
0,041
203
191
1,451
0,051
0,706
0,874
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,494
0,055
203
191
1,546
0,111
0,384
0,605
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,223
0,056
203
191
1,887
0,250
0,130
0,357
Pernah merokok
0,789
0,029
203
191
0,996
0,037
0,724
0,842
Pernah minum Alkohol
0,293
0,037
203
191
1,149
0,127
0,223
0,374
Tabel C.27 Kesalahan sampling: sampel KalimantanTimur, Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,996
0,004
237
111
0,685
0,004
0,972
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,027
0,015
237
111
1,030
0,564
0,009
0,081
SMTA+
0,973
0,015
237
111
1,030
0,016
0,919
0,991
Pengetahuan mengenai masa subur
0,509
0,038
237
111
0,844
0,075
0,432
0,585
Pernah mendengar tentang Anemia
0,893
0,025
237
111
0,889
0,028
0,832
0,934
Jumlah anak ideal
2,314
0,050
230
107
0,969
0,022
2,214
2,414
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,976
0,011
237
111
0,801
0,011
0,940
0,991
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,951
0,016
237
111
0,812
0,017
0,908
0,975
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,193
0,032
237
111
0,885
0,164
0,137
0,265
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,245
0,036
237
111
0,922
0,147
0,180
0,325
Pernah merokok
0,128
0,025
237
111
0,817
0,194
0,086
0,186
Pernah minum Alkohol
0,073
0,030
237
111
1,251
0,405
0,032
0,159
Mengetahui metode kontrasepsi
0,984
0,009
237
111
0,787
0,009
0,951
0,995
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,984
0,009
237
111
0,787
0,009
0,951
0,995
PRIA
Dapat Membaca
0,976
0,011
295
165
0,914
0,011
0,942
0,990
Pendidikan SD kebawah
0,059
0,016
295
165
0,877
0,269
0,034
0,100
SMTA+
0,941
0,016
295
165
0,877
0,017
0,900
0,966
Pengetahuan mengenai masa subur
0,287
0,032
295
165
0,919
0,111
0,228
0,355
Pernah mendengar tentang Anemia
0,640
0,037
295
165
1,010
0,058
0,563
0,711
Jumlah anak ideal
2,452
0,074
243
135
1,225
0,030
2,304
2,601
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,928
0,018
295
165
0,912
0,019
0,883
0,957
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,896
0,021
295
165
0,894
0,023
0,845
0,931
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,475
0,048
295
165
1,248
0,100
0,381
0,570
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,098
0,020
295
165
0,865
0,201
0,065
0,145
Pernah merokok
0,723
0,032
295
165
0,947
0,045
0,653
0,783
Pernah minum Alkohol
0,436
0,042
295
165
1,114
0,097
0,353
0,522
Lampiran C
Tabel C.28 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Utara,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,983
0,010
171
27
0,407
0,010
0,945
0,995
Pendidikan SD kebawah
0,055
0,024
171
27
0,575
0,444
0,021
0,133
SMTA+
0,945
0,024
171
27
0,575
0,026
0,867
0,979
Pengetahuan mengenai masa subur
0,452
0,049
171
27
0,529
0,108
0,354
0,554
Pernah mendengar tentang Anemia
0,684
0,050
171
27
0,579
0,073
0,573
0,778
Jumlah anak ideal
2,464
0,101
157
24
1,064
0,041
2,254
2,673
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,913
0,029
171
27
0,562
0,032
0,830
0,958
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,862
0,029
171
27
0,456
0,034
0,790
0,912
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,126
0,032
171
27
0,526
0,257
0,073
0,210
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,109
0,029
171
27
0,498
0,265
0,062
0,184
Pernah merokok
0,205
0,034
171
27
0,453
0,165
0,143
0,284
Pernah minum Alkohol
0,180
0,050
171
27
0,697
0,276
0,098
0,306
Mengetahui metode kontrasepsi
0,958
0,017
171
27
0,448
0,017
0,906
0,982
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,951
0,016
171
27
0,401
0,017
0,904
0,975
PRIA
Dapat Membaca
0,995
0,005
191
29
0,383
0,005
0,962
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,118
0,029
191
29
0,484
0,241
0,071
0,191
SMTA+
0,882
0,029
191
29
0,484
0,032
0,809
0,929
Pengetahuan mengenai masa subur
0,226
0,052
191
29
0,678
0,229
0,137
0,351
Pernah mendengar tentang Anemia
0,319
0,028
191
29
0,330
0,088
0,263
0,380
Jumlah anak ideal
2,787
0,111
175
28
1,423
0,040
2,557
3,017
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,793
0,042
191
29
0,573
0,054
0,691
0,867
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,752
0,044
191
29
0,562
0,059
0,649
0,832
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,180
0,036
191
29
0,513
0,200
0,117
0,267
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,048
0,015
191
29
0,373
0,303
0,025
0,089
Pernah merokok
0,813
0,029
191
29
0,407
0,036
0,745
0,865
Pernah minum Alkohol
0,455
0,057
191
29
0,632
0,126
0,341
0,575
Tabel C.29 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Utara, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Tak
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
1,000
0.000
117
78
na
0.000
0.000
0.000
Pendidikan SD kebawah
0,011
0,011
117
78
0,989
1,020
0,001
0,085
SMTA+
0,989
0,011
117
78
0,989
0,011
0,915
0,999
Pengetahuan mengenai masa subur
0,458
0,053
117
78
0,988
0,116
0,351
0,568
Pernah mendengar tentang Anemia
0,632
0,051
117
78
0,987
0,081
0,521
0,731
Jumlah anak ideal
2,012
0,041
105
70
0,865
0,021
1,926
2,098
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,979
0,013
117
78
0,812
0,013
0,929
0,994
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,928
0,020
117
78
0,703
0,021
0,875
0,960
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,171
0,038
117
78
0,944
0,224
0,106
0,266
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,156
0,036
117
78
0,918
0,231
0,095
0,245
Pernah merokok
0,114
0,028
117
78
0,820
0,247
0,067
0,186
Pernah minum Alkohol
0,247
0,054
117
78
1,165
0,220
0,152
0,375
Mengetahui metode kontrasepsi
0,989
0,008
117
78
0,673
0,008
0,955
0,997
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,989
0,008
117
78
0,673
0,008
0,955
0,997
PRIA
Dapat Membaca
0,990
0,009
140
101
0,993
0,010
0,929
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,074
0,029
140
101
1,123
0,389
0,032
0,159
SMTA+
0,926
0,029
140
101
1,123
0,031
0,841
0,968
Pengetahuan mengenai masa subur
0,308
0,057
140
101
1,258
0,185
0,204
0,435
Pernah mendengar tentang Anemia
0,455
0,047
140
101
0,974
0,104
0,360
0,554
Jumlah anak ideal
2,103
0,031
138
101
0,805
0,015
2,038
2,168
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,870
0,033
140
101
1,011
0,038
0,785
0,925
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,851
0,032
140
101
0,908
0,037
0,774
0,906
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,459
0,062
140
101
1,270
0,135
0,336
0,587
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,079
0,025
140
101
0,961
0,321
0,040
0,150
Pernah merokok
0,830
0,035
140
101
0,955
0,042
0,745
0,891
Pernah minum Alkohol
0,686
0,053
140
101
1,170
0,077
0,567
0,784
196
Lampiran C
Tabel C.30 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Tengah, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,990
0,007
252
105
0,749
0,007
0,960
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,039
0,014
252
105
0,753
0,347
0,019
0,078
SMTA+
0,961
0,014
252
105
0,753
0,014
0,922
0,981
Pengetahuan mengenai masa subur
0,579
0,029
252
105
0,628
0,050
0,520
0,636
Pernah mendengar tentang Anemia
0,711
0,033
252
105
0,789
0,047
0,639
0,773
Jumlah anak ideal
2,047
0,055
239
100
1,198
0,027
1,937
2,157
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,867
0,025
252
105
0,785
0,029
0,808
0,909
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,814
0,028
252
105
0,764
0,034
0,752
0,864
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,270
0,030
252
105
0,723
0,111
0,214
0,334
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,301
0,031
252
105
0,718
0,102
0,243
0,367
Pernah merokok
0,103
0,022
252
105
0,774
0,213
0,067
0,157
Pernah minum Alkohol
0,045
0,013
252
105
0,671
0,288
0,025
0,080
Mengetahui metode kontrasepsi
0,941
0,016
252
105
0,741
0,017
0,899
0,967
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,941
0,016
252
105
0,741
0,017
0,899
0,967
PRIA
Dapat Membaca
0,990
0,007
334
140
0,868
0,007
0,959
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,141
0,033
334
140
1,146
0,234
0,087
0,222
SMTA+
0,859
0,033
334
140
1,146
0,039
0,778
0,913
Pengetahuan mengenai masa subur
0,445
0,048
334
140
1,165
0,108
0,352
0,543
Pernah mendengar tentang Anemia
0,437
0,048
334
140
1,162
0,109
0,344
0,534
Jumlah anak ideal
2,288
0,044
311
138
1,110
0,019
2,199
2,377
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,783
0,036
334
140
1,044
0,046
0,703
0,847
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,750
0,034
334
140
0,953
0,046
0,675
0,812
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,417
0,044
334
140
1,067
0,104
0,333
0,507
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,243
0,041
334
140
1,165
0,170
0,170
0,336
Pernah merokok
0,858
0,019
334
140
0,664
0,022
0,815
0,893
Pernah minum Alkohol
0,580
0,037
334
140
0,893
0,063
0,505
0,651
Tabel C.31 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Selatan, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Tak
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,990
0,005
442
356
1,008
0,005
0,972
0,996
Pendidikan SD kebawah
0,029
0,008
442
356
0,902
0,263
0,017
0,050
SMTA+
0,971
0,008
442
356
0,902
0,008
0,950
0,983
Pengetahuan mengenai masa subur
0,547
0,033
442
356
1,319
0,061
0,480
0,613
Pernah mendengar tentang Anemia
0,743
0,026
442
356
1,170
0,035
0,688
0,792
Jumlah anak ideal
2,321
0,045
401
324
1,148
0,019
2,232
2,410
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,880
0,016
442
356
0,964
0,018
0,845
0,908
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,823
0,019
442
356
0,998
0,023
0,781
0,859
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,186
0,022
442
356
1,124
0,119
0,146
0,235
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,182
0,023
442
356
1,164
0,125
0,141
0,232
Pernah merokok
0,098
0,016
442
356
1,076
0,166
0,070
0,135
Pernah minum Alkohol
0,102
0,027
442
356
1,726
0,259
0,060
0,169
Mengetahui metode kontrasepsi
0,946
0,010
442
356
0,912
0,011
0,920
0,963
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,944
0,010
442
356
0,901
0,011
0,919
0,962
PRIA
Dapat Membaca
0,987
0,005
448
369
0,908
0,005
0,970
0,994
Pendidikan SD kebawah
0,125
0,022
448
369
1,310
0,177
0,087
0,176
SMTA+
0,875
0,022
448
369
1,310
0,025
0,824
0,913
Pengetahuan mengenai masa subur
0,255
0,025
448
369
1,132
0,099
0,208
0,308
Pernah mendengar tentang Anemia
0,355
0,032
448
369
1,301
0,090
0,294
0,420
Jumlah anak ideal
2,566
0,070
393
346
1,154
0,027
2,427
2,705
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,704
0,030
448
369
1,287
0,043
0,641
0,761
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,661
0,028
448
369
1,144
0,042
0,604
0,714
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,264
0,026
448
369
1,147
0,098
0,215
0,318
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,109
0,018
448
369
1,122
0,164
0,078
0,150
Pernah merokok
0,779
0,025
448
369
1,173
0,032
0,725
0,825
Pernah minum Alkohol
0,495
0,040
448
369
1,545
0,080
0,417
0,573
Lampiran C
Tabel C.32 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Tenggara, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Tak
tertimbang
(N)
Tertimbang
(WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,997
0,003
343
101
0,577
0,003
0,978
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,029
0,013
343
101
0,819
0,449
0,012
0,071
SMTA+
0,971
0,013
343
101
0,819
0,014
0,929
0,988
Pengetahuan mengenai masa subur
0,386
0,034
343
101
0,726
0,087
0,321
0,455
Pernah mendengar tentang Anemia
0,712
0,033
343
101
0,754
0,046
0,643
0,773
Jumlah anak ideal
2,677
0,090
339
99
1,658
0,034
2,497
2,858
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,896
0,025
343
101
0,850
0,028
0,835
0,936
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,835
0,026
343
101
0,748
0,032
0,775
0,882
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,172
0,026
343
101
0,713
0,149
0,126
0,230
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,151
0,024
343
101
0,696
0,157
0,109
0,205
Pernah merokok
0,189
0,023
343
101
0,621
0,123
0,147
0,240
Pernah minum Alkohol
0,034
0,009
343
101
0,513
0,262
0,020
0,057
Mengetahui metode kontrasepsi
0,969
0,012
343
101
0,753
0,013
0,932
0,986
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,969
0,012
343
101
0,753
0,013
0,932
0,986
PRIA
Dapat Membaca
0,996
0,003
428
113
0,507
0,003
0,982
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,105
0,023
428
113
0,810
0,219
0,067
0,161
SMTA+
0,895
0,023
428
113
0,810
0,026
0,839
0,933
Pengetahuan mengenai masa subur
0,277
0,043
428
113
1,033
0,155
0,199
0,370
Pernah mendengar tentang Anemia
0,401
0,038
428
113
0,841
0,095
0,327
0,479
Jumlah anak ideal
2,624
0,066
369
108
1,307
0,025
2,492
2,757
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,804
0,026
428
113
0,701
0,032
0,748
0,851
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,739
0,028
428
113
0,683
0,038
0,680
0,791
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,374
0,040
428
113
0,903
0,108
0,297
0,458
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,277
0,036
428
113
0,865
0,130
0,211
0,354
Pernah merokok
0,758
0,026
428
113
0,648
0,034
0,703
0,806
Pernah minum Alkohol
0,425
0,034
428
113
0,750
0,081
0,358
0,495
Tabel C.33 Kesalahan sampling: sampel Gorontalo, Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,993
0,007
147
48
0,608
0,007
0,946
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,032
0,016
147
48
0,652
0,499
0,011
0,087
SMTA+
0,968
0,016
147
48
0,652
0,016
0,913
0,989
Pengetahuan mengenai masa subur
0,447
0,047
147
48
0,682
0,105
0,353
0,545
Pernah mendengar tentang Anemia
0,723
0,034
147
48
0,547
0,047
0,648
0,788
Jumlah anak ideal
2,076
0,041
133
43
0,741
0,020
1,991
2,161
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,919
0,022
147
48
0,573
0,024
0,861
0,954
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,875
0,023
147
48
0,500
0,026
0,820
0,916
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,181
0,033
147
48
0,611
0,180
0,123
0,259
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,202
0,033
147
48
0,584
0,161
0,143
0,278
Pernah merokok
0,112
0,033
147
48
0,749
0,292
0,060
0,200
Pernah minum Alkohol
0,042
0,020
147
48
0,717
0,473
0,016
0,110
Mengetahui metode kontrasepsi
0,972
0,013
147
48
0,582
0,014
0,926
0,990
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,972
0,013
147
48
0,582
0,014
0,926
0,990
PRIA
Dapat Membaca
0,984
0,008
223
70
0,557
0,008
0,955
0,995
Pendidikan SD kebawah
0,161
0,032
223
70
0,741
0,198
0,105
0,239
SMTA+
0,839
0,032
223
70
0,741
0,038
0,761
0,895
Pengetahuan mengenai masa subur
0,154
0,032
223
70
0,767
0,211
0,098
0,234
Pernah mendengar tentang Anemia
0,196
0,033
223
70
0,716
0,170
0,136
0,274
Jumlah anak ideal
2,078
0,057
202
67
1,225
0,027
1,960
2,196
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,674
0,049
223
70
0,901
0,073
0,565
0,767
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,632
0,043
223
70
0,762
0,068
0,539
0,716
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,335
0,062
223
70
1,119
0,185
0,221
0,473
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,082
0,020
223
70
0,616
0,242
0,049
0,133
Pernah merokok
0,780
0,028
223
70
0,567
0,035
0,717
0,832
Pernah minum Alkohol
0,414
0,035
223
70
0,606
0,084
0,344
0,488
198
Lampiran C
Tabel C.34 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Barat, Indonesia 2017 _
Jumlah observasi Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,994
0,004
384
54
0,425
0,004
0,975
0,999
Pendidikan SD kebawah
0,044
0,011
384
54
0,404
0,244
0,027
0,072
SMTA+
0,956
0,011
384
54
0,404
0,011
0,928
0,973
Pengetahuan mengenai masa subur
0,577
0,030
384
54
0,469
0,052
0,516
0,636
Pernah mendengar tentang Anemia
0,660
0,029
384
54
0,468
0,044
0,600
0,715
Jumlah anak ideal
2,332
0,046
354
50
1,088
0,020
2,241
2,424
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,828
0,019
384
54
0,382
0,023
0,788
0,863
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,760
0,024
384
54
0,429
0,031
0,709
0,804
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,107
0,019
384
54
0,469
0,176
0,075
0,151
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,113
0,019
384
54
0,459
0,167
0,080
0,156
Pernah merokok
0,091
0,022
384
54
0,598
0,246
0,055
0,146
Pernah minum Alkohol
0,098
0,027
384
54
0,687
0,270
0,056
0,166
Mengetahui metode kontrasepsi
0,974
0,008
384
54
0,379
0,008
0,953
0,986
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,974
0,008
384
54
0,379
0,008
0,953
0,986
PRIA
Dapat Membaca
0,979
0,006
426
61
0,355
0,007
0,962
0,989
Pendidikan SD kebawah
0,127
0,021
426
61
0,504
0,166
0,090
0,175
SMTA+
0,873
0,021
426
61
0,504
0,024
0,825
0,910
Pengetahuan mengenai masa subur
0,352
0,032
426
61
0,531
0,091
0,291
0,418
Pernah mendengar tentang Anemia
0,434
0,031
426
61
0,501
0,072
0,373
0,498
Jumlah anak ideal
2,699
0,095
362
54
1,518
0,035
2,508
2,890
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,674
0,030
426
61
0,509
0,045
0,611
0,731
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,597
0,028
426
61
0,448
0,046
0,540
0,651
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,104
0,019
426
61
0,482
0,178
0,072
0,147
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,046
0,011
426
61
0,407
0,234
0,029
0,073
Pernah merokok
0,809
0,018
426
61
0,373
0,023
0,770
0,844
Pernah minum Alkohol
0,458
0,042
426
61
0,675
0,092
0,376
0,543
Tabel C.35 Kesalahan sampling: sampel Maluku,
Indonesia 2017
Variabel
Nilai
(R)
Galat baku
(SE)
Jumlah observasi
Tak
tertimbang Tertimbang
(N) (WN)
Efek
rancangan
(DEFT)
Kesalahan
relatif
(SE/R)
Selang kepercayaan
R-2SE R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,989
0,005
487
80
0,427
0,005
0,974
0,995
Pendidikan SD kebawah
0,023
0,007
487
80
0,463
0,321
0,012
0,044
SMTA+
0,977
0,007
487
80
0,463
0,008
0,956
0,988
Pengetahuan mengenai masa subur
0,449
0,023
487
80
0,430
0,051
0,404
0,495
Pernah mendengar tentang Anemia
0,625
0,029
487
80
0,566
0,047
0,565
0,681
Jumlah anak ideal
2,222
0,042
433
70
1,031
0,019
2,139
2,306
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,860
0,022
487
80
0,603
0,026
0,809
0,899
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,809
0,027
487
80
0,636
0,033
0,750
0,857
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,210
0,025
487
80
0,565
0,118
0,165
0,263
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,210
0,022
487
80
0,515
0,107
0,169
0,259
Pernah merokok
0,071
0,014
487
80
0,527
0,204
0,047
0,106
Pernah minum Alkohol
0,141
0,041
487
80
1,095
0,290
0,077
0,243
Mengetahui metode kontrasepsi
0,893
0,017
487
80
0,521
0,019
0,853
0,923
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,893
0,017
487
80
0,521
0,019
0,853
0,923
PRIA
Dapat Membaca
0,971
0,010
501
81
0,540
0,010
0,943
0,985
Pendidikan SD kebawah
0,068
0,014
501
81
0,508
0,205
0,045
0,102
SMTA+
0,932
0,014
501
81
0,508
0,015
0,898
0,955
Pengetahuan mengenai masa subur
0,424
0,024
501
81
0,453
0,058
0,376
0,474
Pernah mendengar tentang Anemia
0,386
0,030
501
81
0,558
0,077
0,328
0,447
Jumlah anak ideal
2,704
0,064
430
73
1,237
0,024
2,576
2,832
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,851
0,022
501
81
0,577
0,026
0,800
0,890
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,776
0,026
501
81
0,568
0,033
0,720
0,824
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,225
0,027
501
81
0,598
0,122
0,175
0,284
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,045
0,011
501
81
0,473
0,237
0,028
0,072
Pernah merokok
0,756
0,027
501
81
0,580
0,036
0,697
0,806
Pernah minum Alkohol
0,520
0,036
501
81
0,654
0,069
0,449
0,590
Lampiran C
Tabel C.36 Kesalahan sampling: sampel Maluku Utara, Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,996
0,004
232
48
0,454
0,004
0,971
1,000
Pendidikan SD kebawah
0,026
0,010
232
48
0,476
0,406
0,011
0,058
SMTA+
0,974
0,010
232
48
0,476
0,011
0,942
0,989
Pengetahuan mengenai masa subur
0,449
0,032
232
48
0,466
0,072
0,385
0,515
Pernah mendengar tentang Anemia
0,545
0,051
232
48
0,738
0,093
0,442
0,645
Jumlah anak ideal
2,210
0,052
199
41
1,151
0,023
2,105
2,314
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,835
0,031
232
48
0,598
0,037
0,763
0,888
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,783
0,031
232
48
0,547
0,040
0,713
0,839
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,128
0,025
232
48
0,541
0,196
0,085
0,188
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,133
0,026
232
48
0,561
0,198
0,088
0,197
Pernah merokok
0,161
0,030
232
48
0,593
0,188
0,109
0,231
Pernah minum Alkohol
0,045
0,018
232
48
0,645
0,413
0,019
0,101
Mengetahui metode kontrasepsi
0,937
0,014
232
48
0,415
0,015
0,902
0,960
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,937
0,014
232
48
0,415
0,015
0,902
0,960
PRIA
Dapat Membaca
0,977
0,012
268
54
0,601
0,012
0,935
0,992
Pendidikan SD kebawah
0,050
0,016
268
54
0,537
0,310
0,027
0,093
SMTA+
0,950
0,016
268
54
0,537
0,016
0,907
0,973
Pengetahuan mengenai masa subur
0,454
0,041
268
54
0,619
0,091
0,373
0,537
Pernah mendengar tentang Anemia
0,320
0,044
268
54
0,706
0,137
0,238
0,414
Jumlah anak ideal
2,748
0,094
244
54
1,327
0,034
2,559
2,938
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,852
0,032
268
54
0,674
0,037
0,775
0,906
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,793
0,029
268
54
0,536
0,037
0,728
0,845
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,207
0,033
268
54
0,606
0,158
0,149
0,281
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,101
0,021
268
54
0,519
0,206
0,066
0,151
Pernah merokok
0,657
0,039
268
54
0,619
0,060
0,574
0,731
Pernah minum Alkohol
0,395
0,038
268
54
0,577
0,095
0,322
0,473
Tabel C.37 Kesalahan samplinq: sampel Papua Barat,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,989
0,010
109
26
0,526
0,010
0,925
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,065
0,029
109
26
0,638
0,453
0,024
0,162
SMTA+
0,935
0,029
109
26
0,638
0,031
0,838
0,976
Pengetahuan mengenai masa subur
0,306
0,042
109
26
0,485
0,137
0,225
0,400
Pernah mendengar tentang Anemia
0,576
0,053
109
26
0,571
0,092
0,462
0,682
Jumlah anak ideal
2,389
0,100
91
22
1,074
0,042
2,178
2,600
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,910
0,037
109
26
0,691
0,041
0,796
0,963
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,804
0,038
109
26
0,509
0,047
0,712
0,872
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,355
0,066
109
26
0,740
0,187
0,230
0,504
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,366
0,072
109
26
0,803
0,198
0,230
0,527
Pernah merokok
0,015
0,011
109
26
0,464
0,694
0,004
0,065
Pernah minum Alkohol
0,193
0,053
109
26
0,718
0,275
0,104
0,329
Mengetahui metode kontrasepsi
0,884
0,037
109
26
0,613
0,042
0,781
0,942
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,884
0,037
109
26
0,613
0,042
0,781
0,942
PRIA
Dapat Membaca
0,953
0,034
143
38
1,001
0,035
0,809
0,990
Pendidikan SD kebawah
0,146
0,041
143
38
0,730
0,279
0,080
0,253
SMTA+
0,854
0,041
143
38
0,730
0,048
0,747
0,920
Pengetahuan mengenai masa subur
0,135
0,028
143
38
0,522
0,209
0,086
0,205
Pernah mendengar tentang Anemia
0,238
0,060
143
38
0,886
0,251
0,136
0,384
Jumlah anak ideal
2,855
0,153
93
25
1,396
0,054
2,536
3,174
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,927
0,037
143
38
0,896
0,040
0,802
0,975
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,808
0,044
143
38
0,713
0,055
0,699
0,885
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,371
0,073
143
38
0,957
0,197
0,235
0,532
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,185
0,063
143
38
1,023
0,340
0,087
0,352
Pernah merokok
0,734
0,038
143
38
0,542
0,052
0,648
0,805
Pernah minum Alkohol
0,462
0,039
143
38
0,500
0,085
0,381
0,544
200
Lampiran C
Tabel C.38 Kesalahan sampling: sampel Papua,
Indonesia 2017
Jumlah observasi
Selang kepercayaan
Tak
Efek
Kesalahan
Nilai
Galat baku
tertimbang
Tertimbang
rancangan
relatif
Variabel
(R)
(SE)
(N)
(WN)
(DEFT)
(SE/R)
R-2SE
R+2SE
WANITA
Dapat Membaca
0,958
0,021
132
113
1,168
0,022
0,885
0,986
Pendidikan SD kebawah
0,144
0,037
132
113
1,169
0,257
0,083
0,238
SMTA+
0,856
0,037
132
113
1,169
0,043
0,762
0,917
Pengetahuan mengenai masa subur
0,228
0,051
132
113
1,365
0,226
0,138
0,351
Pernah mendengar tentang Anemia
0,352
0,065
132
113
1,505
0,184
0,232
0,495
Jumlah anak ideal
2,543
0,152
105
89
1,386
0,060
2,227
2,859
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,749
0,085
132
113
2,168
0,113
0,540
0,884
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
HIV/AIDS
0,551
0,070
132
113
1,567
0,127
0,405
0,688
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,104
0,031
132
113
1,133
0,300
0,055
0,188
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,104
0,036
132
113
1,317
0,347
0,049
0,207
Pernah merokok
0,153
0,035
132
113
1,095
0,232
0,093
0,242
Pernah minum Alkohol
0,142
0,038
132
113
1,223
0,270
0,079
0,242
Mengetahui metode kontrasepsi
0,750
0,064
132
113
1,654
0,086
0,595
0,860
Mengetahui metode kontrasepsi modern
0,750
0,064
132
113
1,654
0,086
0,595
0,860
PRIA
Dapat Membaca
0,991
0,006
183
171
0,891
0,006
0,962
0,998
Pendidikan SD kebawah
0,175
0,044
183
171
1,556
0,254
0,100
0,286
SMTA+
0,825
0,044
183
171
1,556
0,054
0,714
0,900
Pengetahuan mengenai masa subur
0,165
0,032
183
171
1,130
0,191
0,110
0,241
Pernah mendengar tentang Anemia
0,341
0,049
183
171
1,365
0,142
0,248
0,447
Jumlah anak ideal
3,237
0,144
131
130
1,148
0,045
2,938
3,536
Pengetahuan mengenai HIV/AIDS
0,869
0,044
183
171
1,729
0,050
0,749
0,936
Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah
0,805
0,049
183
171
1,650
0,061
0,683
0,887
HIV/AIDS
Mengetahui gejala PMS pada pria
0,323
0,056
183
171
1,592
0,173
0,219
0,447
Mengetahui gejala PMS pada wanita
0,127
0,034
183
171
1,355
0,267
0,071
0,215
Pernah merokok
0,638
0,045
183
171
1,258
0,071
0,540
0,726
Pernah minum Alkohol
0,327
0,056
183
171
1,596
0,172
0,223
0,452
Lampiran C •
201
202 • Lampiran C
STAF SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN
INDONESIA 2017
Lampiran
I PENGARAH
Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, SpM (K)
Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro
Dr. Suhariyanto
dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.D.
M. Sairi Hasbullah, M.A.
Dr. Dedi Walujadi, S.E., M.A.
M. Ari Nugraha, M.Sc.
Drs. Akhmad Jaelani, M.Si.
H. Novrijal, S.P., M.A.
Dr. Sanjoyo, M.Ec.
Dr. Wendi Hartanto, M.A.
Drs. Agus Sukiswo, Ak, M.M.
Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc. Dip.Com
Ir. Ambar Rahayu, MNS
Dr. Ir. Subandi, M.Sc.
dr. Anung Sugihantono, M.Kes.
II PENANGGUNGJAWAB
Dr. Nurma Midayanti, S.Si, M.Env.Sc
Dr. Hem Margono, M.Sc.
Dr. Muchammad Romzi
Dra. Virginia Anggraeni, M.A.
III TEKNIS
Ketua
Dr. Indra Murty Surbakti, M.A.
Wakil Ketua
Dr. Rina Herartri, MPS.
dr. Eni Gustina, MPH.
Dendi Handiyatmo, SST, M.Si
Kemenkes
Bappenas
BPS
BKKBN
BPS
BPS
BPS
BPS
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
Bappenas
Kemenkes
BPS
BPS
BPS
BKKBN
BPS
BKKBN
Kemenkes
BPS
Lampiran D • 203
Anggota
dr. Lucas Cocong Hermawan, M.Kes
Kemenkes
drg. Wara Pertiwi 0., M.A.
Kemenkes
Woro Srihastuti Sulistyaninrum, S.T, MIDS
Bappenas
Ahmad Taufik, S.Kom, MAPS
Bappenas
Dr. Sarpono, S.Si, M.Sc
BPS
Ir. Abdul Latif, M.M.
BPS
Dendi Romadhon, S.Si, M.S.E
BPS
Mariet Tetty Nuryetty, MA
BPS
Tri Windiarto, S.Si, M.Si
BPS
Ika Luswara, S.Si, M.A
BPS
Muhardi Kahar, S.Si, M.Si
BPS
Agus Marzuki Prihantoro, S.Si, M.Kesos
BPS
Nuraini, S.ST, M.A
BPS
Sri Wahyuni, S.ST, S.E, M.Si
BPS
Yudi Fathul Amin, S.ST
BPS
Dwi Trisnani, S.ST, M.Si
BPS
Dr. Dwini Handayani Arianto
FD-FEUI
Diahhadi Setyonaluri, Ph.D
FD-FEUI
Ayke Soraya Kiting, S.E, M.Sc
FD-FEUI
Ir. Zainul Hidayat, M.Si
FD-FEUI
Dra. Flourisa Juliaan, Apt., MKM
BKKBN
Dra. Kasmiyati, M.Sc
BKKBN
Sri Wahyuni, S.H, M.A
BKKBN
Drs. Muhammad Dawam, MP A
BKKBN
Dwi Wahyuni, M.M
BKKBN
Syahmida S. Arsyad, MPS
BKKBN
Rahmadewi, MKM
BKKBN
Darojad Nurjono Agung Nugroho, M.Si
BKKBN
drg. Wisnu Fadila, MSR
BKKBN
Arga Nugraha, M.A
BKKBN
Rohani Catursaptani, M.Si
BKKBN
Reni Pebrianti, S.Sos
BKKBN
Sari Kistiana, S.IP, MAPS
BKKBN
Mario Ekoriano, S.Si
BKKBN
Septi Nurhayati, S.Sos
BKKBN
dr. Faj ar Firdawati
BKKBN
dr. Nila Yusnita
BKKBN
204
Lampiran D
IV BIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN
Ketua
Arie Sukarya, M.Comm BPS
Wakil Ketua
Ir. Herum Fajarwati, M.M. BPS
Badar, S.E., M.Si. BPS
Drs. Nasib Pumawarman, M.M. BKKBN
Anggota
Agus Yano Taufik, S.E BKKBN
Rosintha Doris Berlian, S.Sos, MAPS BKKBN
Yufi Winiastuti, S KM BKKBN
Nona Iriana, S.Si, M.Si BPS
Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, S.Si, M.Si. BPS
Ir. R. Moch Haryono BPS
Ir. Sri Indrayanti, MAP BPS
R. Taufik Panca Putra, S.FI BPS
Drs. Rijo Flandoko BPS
Ir. Jamaludin, M.M BPS
Bambang Sri Yuwono, S.Si, M.Si BPS
Ir. Wien Rizal, M.E BPS
Melly Merlianasari, S.H., M.H BPS
Dwi Wulan Krisna, S.ST, M.Si BPS
Krido Saptono, S.Si, M.Si BPS
Wahyu Indarto, S.Si BPS
Hari Nugroho, S.ST, M.Si BPS
Lilik Enggar Susilo, S.E BPS
Mohamad Ali Asy’ari, S.E, M.Ak BPS
Elwatryn Yosvia, S.ST BPS
Martin Wibisono, S.ST, M.Si BPS
Sri Handayani, S.ST, M.S.E. BPS
Dadan Sudarmadi, M.Si BPS
Edwin Triyoga, S.ST, S.E., M.Si BPS
Syarifudin Yahya, S.AP BPS
V BIDANG PENGOLAHAN
Ketua
Dwino Daries, B.Eng. BPS
W akil Ketua
Widaryatmo, S.ST, M.Si. BPS
Widiyati Pawit Suwarti, S.ST, S.E, M.Si BPS
Anggota
Ari Purbowati, S.Si, M.S.E BPS
Ikhsan Fahmi, S.ST BPS
Arief Pratama, S.ST BPS
Mugia Bayu Rahaija, M.Si BKKBN
VI BIDANG ADMINISTRASI UMUM
Ketua
Rini Savitridina, M.A. BPS
Wakil Ketua
Sintawaty Sulisetyoningrum, S.Sos, MPH. BKKBN
Parwoto, S.ST, M.Stat BPS
Anggota
Yusna Afrilda, M. Si. BKKBN
Moh. Arif, S.Pd. BKKBN
Mutiathun Nuriah, M.Si. BKKBN
Apriliani Nurida Dwi Aswarawati, S.Si. BPS
Tika Agustin, S.ST. BPS
Novi Rosiana, S.ST. BPS
Puticia Synthesa, S.ST. BPS
Hamim Tsalis Soblia, S.ST. BPS
206 • Lampiran D
INSTRUKTUR
Master Instruktur Utama
Dr. Indra Murty Surbakti, MA
Rini Savitridina, MA
Dendi Romadhon, S.Si, M.S.E
Ir. Abdul Latif, MM
Dr. Rina Herartri, MPS
Rahmadewi, M KM
Instruktur Utama
Tri Windiarto, S.Si, M.Si
Kurniati Bachrun, S.ST, M.Si
Widaryatmo, S.ST, M.Si
Ika Luswara, S.Si, MA
Parwoto, S.ST, M.Stat
Idha Sahara, S.ST, M.Si
Nuraini, S.ST, MA
Agus Marzuki Prihantoro, S.Si, M.Kesos
Dendi Handiyatmo, S.ST, M.Si
Muhardi Kahar, S.Si, M.Si
Syahmida S. Arsyad, MPS
Drs. M. Dawam, MPA
drg. Wisnu Fadila, MSR
Mugia Bayu Raharja, M.Si
Dra. Dwi Wahyuni, MM
Instruktur Nasional
Devi Indriastuti, S.ST, M.Si BPS
Agustina Dwiana, S.Si, MM BPS
M. Ervin Sugiar, S.ST BPS
Adi Cahyadi, S.ST BPS
Iswenda Noviani, S.ST BPS
Muhammad Ridha, S.ST BPS
Sri Hastuti, S.ST, M.Si BPS
Budi Prasetiyo, S.ST, M.Si BPS
Dyah Budiyanti, S.ST BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BKKBN
BKKBN
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
Dadan Supriadi, S.ST, M.Si BPS
Hamin Tsalis Soblia, S.ST BPS
Aluisius Abrianta, S.ST, MA BPS
Rita Rif ati, S.ST, M.Si BPS
Yoyok Cahyo N, S.ST, M.Ec.Dev BPS
Riza Ulfina, S.ST, M.SE BPS
Ir. Tuti Noviani BPS
Khomarudin, S.ST BPS
Dedi Fahlevi, M.Si BPS
Lampiran D • 207
Ekowira Susilo, S.ST BPS
Rini Apsari, M.Si BPS
Hendy Hario S, S.ST, M.Stat BPS
Dewi Mulyahati, S.Si, ME BPS
Ai Budiman, B.St BPS
Desiana Arbani Safari, S.ST BPS
Eko Subiyanto, S.ST BPS
Desliyani Tri Wandita, S.ST BPS
Esti Suciningtyas Pratiwi, S.ST BPS
Vivi Frizalda, S.ST, M.Si BPS
Gita Yudianingsih, S.Si BPS
Ir. Siti Alifah BPS
Martini Pratiwi, S.ST BPS
Robert Ronytua P., S.Si, MAB BPS
Renie Wulandari, S.ST BPS
Partinah, SAP BPS
Imam Setia H., S.ST, M.Stat BPS
Mediana Riris M., S.ST, M.Si BPS
Suryaningrat BPS
Singgah Satrio Prayogo, A.Md BPS
Dra. Minatus Saniyah BPS
Muhamad Suharsa, M.Si BPS
Harjo Teguh, S.Si, MM BPS
Novi Rosiana, S.ST BPS
Meryanti Sri W, S.ST, M.Si BPS
Sapto Wintardi, S.Si, M.Si BPS
Sri Isnawati, S.ST, M.Si BPS
Sriningsih, S.ST, M.Si BPS
Debora Sulistya Rini, M.Si BPS
Lukmi Ana Purbasari, S.ST BPS
Ir. Sutirin, M.SI BPS
Herlina, S.ST BPS
Ketut Mondai The And, S.ST BPS
Angela R. Maria Wea, S.ST, M.Si BPS
Febriany Lete, S.ST BPS
Isna Zuriatina, S.ST, MT BPS
Dwi Trisnani, S.ST, M.Si BPS
Made Bimbo A. S., SE, MAP BPS
Sri Wahyuni, S.ST, SE, M.Si BPS
Ikhsan Fahmi, S.ST
BPS
Iskandar, S.ST, M.SE
BPS
Bayu Agung P, S.ST, SE, M.Si
BPS
Fadli, SE
BPS
Vidya Nurina P, S.ST, M.Si
BPS
Deppi Andam Dewi, S.ST
BPS
Nuruddin Zain, S.Si
BPS
Roy Suryanto, S.ST
BPS
Yudi Fathul Amin, S.ST
BPS
Arif Miftahudin, M.Si
BPS
Junitha J. Sahureka
BPS
Femando Silaen, S.ST, M.Si
BPS
Ardita Mukti Wita Lestari, S.ST
BPS
Achmad Nasir, S.Si, MM
BPS
Evida Karismawati, S.ST
BPS
Putricia Synthesa, S.ST
BPS
Suwarti, S.ST
BPS
Sunu Hari Ismawan, S.ST, M.Si
BPS
Khadijah, S.ST
BPS
Fatimatuz Zahro', S.ST
BPS
Alfiah Yuni Astuti, S.ST
BPS
Yuniar Iriyanti, S.ST
BPS
Anggit Rezqi 0, S.St, M.Stat
BPS
Papintana, S.Si
BPS
Dany Syarifudin, S.ST
BPS
Didik Abidin, S.ST
BPS
Arief Pratama
BPS
Natalia Pipit Duwi Ariska, S.ST
BPS
Diah Wahyuni, S.ST
BPS
Paul Santoso, S.ST
BPS
Citra Yanuar W, S.ST, M.Stat
BPS
Tika Agustin, S.ST
BPS
Ibrahim Anas Duwila, S.ST
BPS
Darojad N Agung N, M.Si
BKKB
Yusna Afrilda, M.Si
BKKB
Reni Pebrianti, S.Sos
BKKB
Y ufi Winiastuti, SKM
BKKB
Septi Nurhayati, S.Sos
BKKB
Arga Nugraha, MA
BKKB
208 • Lampiran D
TIM PENGOLAHAN DATA (BPS)
Widaryatmo, S.ST, M.Si.
Ikhsan Fahmi, S. ST
Ari Purbowati, S.Si, M.S.E
PENULISAN LAPORAN
EDITOR
Sri Poedjastoeti, MS
Mariet Tetty Nuryetty, MA
Dr. Rina Herartri, MPS.
Tin Afifah, S KM, MKM
PENULIS
Mariet Tetty Nuryetty, MA
Parwoto, S.ST, M.Stat.
Widaryatmo, S.ST, M.Si.
Muhardi Kahar, S.Si, M.Si.
Sri Wahyuni, S.ST, SE, M.Si
Elfrida Zoraya, S.Si
Ari Purbowati, S.Si, M.S.E
Tika Agustin, S.ST
Ikhsan Fahmi, S.ST
Yulia Atma Putri, S.ST
Dr. Rina Herartri, MPS.
Rahmadewi, MKM
Syahmida S. Arsyad, MPS
Drs. Muhammad Dawam, MPA
Darojad Nurjono Agung Nugroho, M.Si.
Septi Nurhayati, S.Sos.
Mugia Bayu Raharja, M.Si.
Robani Catursaptani, M.Si.
drg. Wisnu Fadila, MSR
Arga Nugraha, M.A.
Tin Afifah, SKM, MKM
Suparmi, SKM, MKM
Anissa Rizkianti, SKM, MIPH
Rika Rachmalina, SP, M.Gizi
Sari Anggraeni, SKM
Hana Shaliyyah Zulaidah, SKM
ICF
BPS
BKKBN
Kemenkes
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BPS
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
BKKBN
Kemenkes
Kemenkes
Kemenkes
Kemenkes
Kemenkes
Kemenkes
210 • Lampiran D
PELAKSANA SURVEI DI PROVINSI
Aceh
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Pewawancara
Humaira
Fadhillah
Drs. Wahyudin, M.M
Husnulwati
Abd. Hakim S.Si, M.Si
Zikriati
Wahyu Ashari, SST
Agus Wira Yanti, S.T
Hemawati, A.Md
Suko Haryono, SST, M.Si
Emi Rovita
Reza Putra, SST
Melati Dini Hari, SE
Rozy Fatilla, S.ST
Safriani, S.Pd
Suriyanto, SE
Febri Syahputri
Rizki Hadiman, S.ST
Soffia Zaronah Desky
Adi Nurhady
Mughfirah
Hesti Susilowati, SST
Hartati
Evi Zarsuza, SPt
Juliana, SP
Aulia Rahmat
Lily Suryani, SE
Zaini Yus
Hanik Devianingrum
Rizki Murizin
Haris Noprianto
Muhammad Riski
Lisnadiyani
Tamren
Dea Poppy Aprilla
Gustiawan
Junaidi
Mukhlis Melala
Ibnu Tamin
Budi Satria
Sumatera Utara
Ricky Adrian Thoba
Amrizal, A.Md
Kepala BPS Provinsi
Dr. Syech Suhaimi, SE, M.Si
Miswar
Koordinator Lapangan
Drs. Ramlan, MM
Piki Fitrian
Pengawas
Azwir
Darlina Juita
Baha Marihot H.Siahaan
Riska Hardiyani, S.Sos
Saip Iskandar
Devi Pumamasari,SKM
Thaswin Eddy
Zubaidah Hannum
Hot Bonar
Nurmila
Dahril Iskandar
Mardanis
Suryadi
Umaira Rahmatillah
Erlidar
Editor
Ayunning Tieas
Santi Anita
Aida Meimela
Diana Ariyuni
Arida
Mauliza
Mustafa
Pakismiwati
Ribka Anggina Tarigan
Rahmani, ST
Sri Hastuti
Al Munawarah
Esther V Simanullang
Lampiran D
211
Pewawancara
Hasrat Ifolala
Aulia Muhardhi Fakhri
Joni Siregar
Nofrial Ardy
Jhonatan Ade Suranta M
Edi Kalme
Dantes Silitonga
Jurdkriswanti Lase
Trisari Nur Cahaya Zebua
Nofeliana Bago
Tety Novriyanti Zebua
Versi Damai Laoli
Fitriani Pasaribu
Rina Ariyanti Siregar
Maghfrrah
Donna Clara Butar-Butar
Baginda Yusuf
Isnaini Zulhusna
Nursauba Lanniari H
Yuli Agustina
Yusnaini Fitri
Baginda Raja Alamsyah
Lely Yunita Sari
Ragdad Cani Miranti
Rubiah
Juni Florida Sirait
Parpunguan Simamora
Yulia Vertina Napitupulu
Kristin Natalia Sitorus
Yosephin Panggabean
Erliani
Senli Rifona Sembiring
Melati Simanjuntak
Lely
Margareth S.P Silitonga
Nazla Syafrina Putri
Rahmat Syaibani
Bintang Simatupang
Marissa Sinaga
Vicera Romindo T
Eska Prima Silalahi
Mangatas Sitorus
Sumatera Barat
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Pewawancara
Riau
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Dr. Ir. Sukardi, M.Si
Setio Nugroho, MA
Jaka Murjanto, SE
Dessi Febriyanti, MA
Aluisius Abrianta
Welda Roza, S.Si
Emi Sulastri, SE
Riza Ulfrna, S.ST, M.S.E
Adek Budiman, S.ST
Aulia Rahman
Ifan Davani, S.ST
Utari Azalika Rahmi, S.ST
Firna Stephanie
Siska Novita
Deswaty, S.ST
Kurnia Prima R, SST
Heny Kusvita Dewi, S.ST
Elsi Lusianti
Ratna Dewanti, S.ST
Emita
Lidia Nova, S.Pdi
Poetri Marissa Y, S.ST
Ryche Pranita, S.ST
Arief Rahman
Boy Zainal
Veri Wardi, S.ST
Ir. S. Aden Gultom, MM
Siti Mardiyah, MA
Raswandi, S.P
Wahyu Adhiputra, S.ST
Azhari Andria, S.Sos
Metalia Alfa, S.ST
Gusmela
Lezita
212
Lampiran D
Sumatera Selatan
Andri Fardeni
Nurhasan
Pewawancara
Irfaldo Riocaesar, SST
Nidiya Arfiani, SST
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Yos Rusdiansyah, SE, MM
Drs. Timbul P. Silitonga, M.Si
Siska Yuliati, S.Si
Riani Wahyuni
Dewi Astuti
Debi Tomika, S.ST
Pengawas
Trio Wira Dharma
Zaenal Abidin
Choirul Okviyanto
Zuli Rahayu
Rofi'atus Solekhah
Ditya Novitasari, S.Kom.I
Novita Sari
Ryan Alfitra, SST
Yenni Elvira
Dahlia
Editor
Dana Megayani
Sondra Megasari
Evi Salvidar
Agus Setiono
Nunung Mustaim
Ade Ramadhan D
Jambi
Yeltari Bysolpi, SE
Octira Daniaty, SKM
Fazlur Rahmadani
Pewawancara
Iyut Ria Muttaqun
Mariam Elly
Ummi Yulia Utami
Yunarti Puji Rahayu
You Ari Faeni
Lia Nurliana
Kepala BPS Provinsi
Dadang Hardiawan, S.Si, M.Si
Lismiana
Koordinator Lapangan Risyanto, S.Si, M.Si
Windri Dwi Novanni
Rorie Sepsilia
Pengawas
Kuswan Gunanto
Nopriansyah
Heri Sigit Priyanto
Sarinah
Rohana
Editor
Pewawancara
Sisilia Nurteta
Rina Agustina
Hery Sasria
Fuad Hasyim
Fathina Mufrodi
Bengkulu
Sofa Nur Khamama
Sri Rosmardiyah Azma
Aditya Gusti Mangestika
Dwi Utaminingsih
Kepala BPS Provinsi
Dyah Anugrah Kuswardani, MA
Risma Hapsari
Eny Kusrini
Koordinator Lapangan
Duaksa Aritonang, SE, MM
Tuberwanlastu
Sitta Fadillah Daly
Nara Ria Haq
Fajar Wahyuni
Pengawas
Herlinawaty, S.Si, M.Si
Khomarudin, S.ST
Yuniarto, S.ST, M.Si
Ardana Yulmiroza Utari
Nicky Rizkiansyah
Editor
Fitri Aryati, S.ST, M.Si
Hestin Rahmanita , S.ST, M.Si
Indra Sularsih, S.ST
Lampiran D
213
Guswandi Alfian, S.ST
Eko Fajariyanto, S.ST, M.Stat
Syakhroni, SE
Sita Desma Sari, S.E.
Sectio Dicko Pratama, SST
Dwi Mufti Apriani
Irma Deska Sari, S.Pd.
Pewawancara
Firma Damayanti, S.ST
Sri Wahyu Nengsi, A.Md
Lilis Aryani
Nini Sulaima
Fatreyna M. Putri, S.ST
Marlina, S.ST
Wilistari
Ratna Kusuma A., S.Si
Anggit Mustika R., S. ST
Nurdiana
Sri Indiyah W
Fera Kurniawati, S. S T
Fridz Merdatyas G., S.ST
Rahmayati Berta
Nenny Cahyawati
Panca Satria Wijaya
Hanip Himawati
Rezania Balqis
Siti Fadilah, S.Si.
Rochayatini, SE
V. Giovani Febrian, S.ST
Wahyu Marifia Ningsih
Dora Arcella, S.Pd.
Siti Yuniarti, ST
KMS. Taufik R., S.Si
Very Ando Saragih, S.ST
Kepulauan Bangka Belitung
Kepala BPS Provinsi Darwis Sitorus, S.Si, M.Si
Lampung
Koordinator Lapangan
Dra. Tutty Amalia, MAP
Kepala BPS Provinsi
Yeane Irmaningrum S, MA
Pengawas
Rojani, SST
Koordinator Lapangan
Mas'ud Rifai, S ST
Sohidin, SST
Pengawas
Ir. Sudarti
Arif Rahman M., S.Si, MM
Poniran
Saryono, SST
Editor
Irma Setiyani Rahayu, SST
Raudlatul Faizah, SST
Yuda Bagus Rachmatullah, SST
Uluan Raja Sitorus, SST
Editor
Nur Indah, SE
Frida Jubilate Hutabarat, SST
Rengganis Woro M, SST
Agustina Riyanti, SST., M.Si.
M. Septa Utama SP, SST
Wikki Wildana
M.E. Ivan Sihaloho
Dedi Triatmoko, A.Md.
Pewawancara
Sulastin Savitri, SST
Rezky Mayda Putri, SST
Novita Qomariah
Masdalena
W. Parmonangan A., SST
Mardha Tilla Septiani, SST
Clara Septyana R. S., SST
Dahlia
Ersi Hayani
Pewawancara
Mertha Pessela, SP. MM
Hamzah Saifudin, SST
Dessia Tribandini, S.Pd.
Karlina Aprimasyita
Rizky Zulia Yuningtyas P
Abdul Maliki
386 • Appendix E
214 • Lampiran D
Kepulauan Riau
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Pewawancara
DKI Jakarta
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Ruth Juliana Lumbantobing
Dewi Saputri Ningsih, SST
Panusunan Siregar, M.Sc
Sri Purwaningsih
Satriana Yasmuarto, S.Si, MM
Yuliani
Yulianti
Budi Prasetiyo
Ahmad Saefudin
Adi Cahyadi
Ade Suhendi
Donny Cahyo Wibowo
Aulia P
Ridho Fauzi R
Edy Purnomo
Irfan Satriadi
Widyotomo
Ema Aprilia Fitriani
Pewawancara
Ratna Indrawati
Afdi Rizal
Putih Asmarini
Awiskarni
Rina Marliani
Efrianto Siregar
Listhya Widi
Fadlyansyah
Suhastuti
Putri Wahyu Handayani
Fitri Mulyanti
Laily Fauziah
Agustina Ulva
Jumiarti
RA Halimah Putri
Jeniati Putri
M Bagus P
Elly Juliana Tobing
Margiyati
Linda Mariati
Arni rifana
Linda Setyawati
Neneng Banowati
Felisita Tri Ayuningrum
Efa Fakhlu
Reno Fitria
Rafliediva Muhammad
Desi Harweni
Sartinah
Indahana
Heviyatun
Paulina Silitonga
Sosiawati
Daipino Anala
RA. Nurhidayah
Hari Partakoesoema
Ryan Marks
Setyadri Unggul W.
Dina Rimawati
Endang Suhaeni
Siti romlah Ragil
Sherryliana
Ir. Thoman Pardosi, SE, M.Si
Satriono, S.Si, MM
Nina Djuhartinah
Jawa Barat
Hendryan
Tri Pramujiyanti S.Si
Kepala BPS Provinsi
Ir. Dody Herlando, M. Econ
Dimas Adiangga SST, M.Si.
Mega Cahya Rristianti, SST
Koordinator Lapangan Ir. Gandari Adianti A. F., M.S
Supendi S.Si, M.A
Pengawas
Panca Nugraha, S.ST
H ilmiah
Lampiran D
215
Ir. Mohamad Ibrahim Idris
Dedi Sugandi, S.ST
Ir. Firman Sabana
Yunila Faira, S. S T
Mohamad Jalaluddin, S.ST, M.Si
Deni Iskandar, S.ST
Mohamad Fauzi, S.ST
Ir. Zainal Arifm
Cecep Muhram M., S.Si, MM
Ena Heryana, B.ST
Sidik Edi S., S.Si, M.Stat
Hendy Hario S, S.ST, M.Stat
Editor Anita Fitriani, S.ST
Sinta Marlia Dewi
Agus Sugiharto, SE
Renie Wulandari, S.ST
Ir. Ema Sunarsih
Esti Suciningtyas P, S.ST
Mohamad Iin M, SST, S.Si, MM
Adih Kusnadi, S.Si
Ayu Setyawati
Ujang Mauludin, S.ST, M.Si
Atik Fitri R., S.Si, M.SE
Jejen Priatna, S.ST
Partinah, S.AP
Dwi Astuty H., S.ST, MP
Suratno Hadi Wibowo
Agus Suhendro
M. Kadarisman
Uus Kusmana
Bintang Sangra Subagja
Fajar Hanindito
Hari Khaeroni Marthin
Nandang Kusmana
Muhamad Solihat
Ogi Supriyadi
Jaka Yudha Permana
Otong Kardita
Maryadi
Muhammad Sofyan
Pewawancara Yulia Fitriayani D
Nuri Aprianti
Emawati
Sinta Damayanti
Nurwanto
Nina Udayanti
Ika Rani Mardani
Netti Astuti
Noviana Ajriani
Syamsul Huda
Melyawaty
Dinny Andriani Pumomo
Tiara Sucinissa
Evi Silvia Agustina
Muhamad Riyandi Putra
Susi Shondari Nurzanah
Helen Anggraini Rukrnan
Ai Sumiati
Desi Oktiviani
Diki Pribadi
Heni Rohaeni
Teti Hartati
Rina Rosidawati
S anti Sulastri
Harkat Raya Gunawan
Santi Olivia
Asmani
Sri Mulyati
Novi Ariani
Rully Agung Firmansyah
Syawaliah Maryani
Siti Rohmah Ningrum
Sri Sundawati
Silmi Kaffah
Achmad Taufik
Ayi Maryam
Nisa Mardiyani
Idah Faridah
Novi Ariani
Fajar Hanindito
Rully Agung Firmansyah
Syawaliah Maryani
Siti Rohmah Ningrum
Sri Sundawati
Silmi Kaffah
Hari Khaeroni Marthin
388 • Appendix E
216 • Lampiran D
Jawa Tengah
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Achmad Taufik
Ayi Maryam
Nisa Mardiyani
Idah Faridah
Marlina
Deri Supangkat
Rani Marliani
Eneng Siti Nurlela
Diah Mirawati
Euis Innawati, S.Si Editor
Mochamad Ramdhan L
Anggi Alfrianti
Nurul Febriani
Rosalia
Ika Susantika
Dio Rivaldy
Erni Andriani
Anis Khairunisa, S.Pd
Retno Pardiyani
Voni Rimadhani
Fathan Farashi
Pipit Fithriani
Sri Hartini
Desi Kartikasari
Turnengsih
Yappi Yuhyi Ibrahim
Resta Apriana
Any Heryani
Siti Wariah
Rahmawaty
Hendro Saputro Pewawancara
Carningsih
Neni Kusmayani
Rosi
Detty Nurkhaety H
Memed Muhammad
Dr. Margo Yuwono, S.Si, M.Si
Martin Suanta, SE, M.Si.
Achmad Rii'ai, S.ST
Marlianto Eko Basuki, SE
Fachrudin Tri U., S.Si, M.Si
Untung Kumiawan, SST, M.Si
Leni Kurniawati
Muncar Cahyono
Hadi Lestiyono
Mugiyana
Tolkhah Mansyur
Arief Subekhi, SE
Sunarto, S.Si, MSE
Ani Widiarti
Yuyun Wiendyawati
Meryanti Sri Wulandari
Dian Siswanti, S.ST, M.Si
Wisnu Nurdiyanto
Rina Mulyani
Erni Irawaty Maysarah
Nur Saidah, S.ST, SE, M.Si
Tri Purwaningrum, SST
Wawan Wahyudi, SE
Arif Priyono
Sutanto
Purwo Santoso
Budi Jatmiko, ST
Moch Abdul Hadi
Syafiqur Rohman
Novianto Wijoko
Edi Suwito
Adi Prayitno, Amd
Yenni Triyana, SP
Mugiarti, SE
Kuspriyatin, S.Md.Kom
Lelita Ningsih
Tri Wibowo Sumaryo
Sugiyanti
Desiana Pungkasari
Tyas Ramadhani
Solikah
Immannudin
Fana Pralita
Rini Purwanti
Suyanti
Dyah Krisna Wijayanti
Lampiran D
217
Abdillah
Meta Setya Perasa Sari
Luthfi Latifah, S.Stat
Ratih Kumala Dewi
Zeptianti Putri Sari
Ganendra Wisanggeni P
Yulianti Puji Utami
Elingga Ariprobo K., S.IP
Afika Fitria Permatasari
Emy Setyowati
Andi Wahyu Setiawan, ST
Rini Awalin
Siti Khoiran Nisa
Endah Setyo Rini
Rina Virmiyati
Ananda Adi Cahyo
Setya Dwi D
Yasinta Sriwigati
Yuni Handayani
Any Sulistyowati, S.Si
Joko Siswanto
Mulyati
Dwi Desi Budiarti
Sulastri
Laela Anisatin
Adi Mahendra
Atikah Arifah
Yulaicha Sulistyantina
Galuh Widiastuti
Retno Yuswandari
Hari Ibnu Siswanto, S.Pd
Indah Indriani
Diyah Aryani
Ristiawati Syofian
Eti Setiningsih
Dedy Ardiyanto
DI Yogyakarta
Kepala BPS Provinsi JB Priyono, M.Sc
Koordinator Lapangan Soman Wisnu Darma, S.Si, MT
Pengawas Jafar Nawawi A., SS, M.Si
Fredy Tjekden, SST, M.Si.
390 ■ Appendix E
Editor Hardana, SH
Agung Wibowo, SST, M.IDEC
Anang Prasetiyo Sembada
Ahmad F. Susanta
Pewawancara Riesdy Prasetyo
Arif Efendi
Isni Marwati
Ervina Budiati
Royani
Arika Nugraheni
Arin Widiastuti
Daruwati
Endah Dwi Astuti
Eni Pratiwi
Jawa Timur
Kepala BPS Provinsi Teguh Pramono M.A.
Koordinator Lapangan Ir. Zulkipli, M.Si.
Pengawas Kunthi Wihatmi, S.Si
Nanang Widaryoko, SST, SE, M.Si
Marten Hidayat, SE, MM
Nor Amin Setiawan, SE
Supardi, SP
Hariyanto, S.Sos, MM
Agus Sudibyo, SE, MM
Suzatmo Putro, SST, M.Si.
Zaidatul Ma'rifah, S.Si, MM
Tulus Subagyo, S.Si, M.Si
Priyo Hadi Susilo, SE
M. Iskandar Edris, S.Si
Editor Galing Sulandari S.Pt
Didik Bintoro
Abdul Hadi, S.ST
Bastari Widojoko, S.TP
Ir Abd Mutholib
Achmad Nurochman, SE
Evy Trisusanti, S.Si, MT, M.Sc
Purwaningsih, SE
Septian Pratiwi N, S.ST
218 • Lampiran D
Natria Nur Wulan, S.Si
Abdus Salam, S.ST
Tri Febriani Widyawati, ST
Buyung Rimeto W., SST
Ragiel Tudiono
Arif Wisnugroho
Ach. Kusairi, S.Pd
M. Anang Suryono
Edi Susilo
Hanry Harsuda
Heriyanto
Septia Arifin
Suwito, SE, MM
Bambang Ponco Endro
Misuyanto
Pewawancara Sayekti W. Kuntari
Esti Anindya Elapsari
Ririn Andriyani
Enik Suharti
Anes Lusia Ardhiana, S.Pi
Dian Eka Musvitasari, SE
Arini Sukmawati
Yuris Kartika Sari, A.Md
Efi Sulistyo Wijayati
Evy Farida Flastuti
Pratiwi Kurniasari
Rizki Yuliatin
Mega Citranda Utami
Hafiyatun
Yudha Eko Ertanto A.Md
Danang Bagus Saputra
Nurkholis Flamzah
R. Ay. Maimoenah, S.Sos
Flervin Febriani
Supriyanto
Dian Dwi Susanti, A.P
Dyah Agus Lstyoningsih
Ratna Pumamasari
Umi Kulsum
Zaenal Arifin
Sudartik
Ririn Nur Afifatuz Zahro
Nuritha Eka Pratiwi., S.Pd
Diyah Flastutik
Dedy Eka Surya, S.Pd
Sriwanti
Mufidatur Rosyidah
Maria Sendy Krissusanti
Widyaningsih
Devy Prasetyono
Merlynha Asih
Flesti
Ir. Tutik Nuryati
Ayu Paramitha Riyadi
Romadhona Sasana Putra
Windy Wulansari
Ellya Ristiyana N., S.Pd
Arina Lutfiyah, A.Md
Yati Andriyani, S.ST
Alvon Andreas, A.Md
Mardiana
Lusi Rahmawati
Nurul Kastiyah
Enalysda Purba
Fredy Wiyono
Amrom Maqdhiya
Triyuli Astutik
Dessy Narulitasari, A.Md
Eka Khusniawati
Denny Setyanto Flerry S.
Layla Saadah
Winda Chrisiyowati
Ida Dartik
Ariani Murtyaningsih
Ekhy Wahyu Perdana P
Banten
Kepala BPS Provinsi Agoes Soebeno, M.Si
Koordinator Lapangan Mukhamad Mukhanif, S.Si, M.Si
Pengawas Epriata
Cipno Flartono
Asep Sugiana
Surasti
Ai Budiman
Lampiran D
219
Editor Didin Ritaudin
Tati Rachraawati
Yeni Susniyawati Editor
Diasitta Yusuf
Ari Bambang Trenggono
Aceng Rahmat
Hikmatullah
Leo Oktavia Saputra
Harry Haryadi
Alif Prahnolly Pewawancara
Pewawancara lis Isnaeni
Dwi Apriyani
Rika Sumarni
Wiwin Winjani
Suparta
Hayati Nufus
Dina Putrianti
Asih Sulastri
Ria Afriani
M. Sukurdi
Widya Ayu Lestari
Rusmiati Kusuma Dewi
Nuraeni
Nani Sukarni
Manian Hidayat Nusa Tenggara Barat
Sri Artiningsih
Ruslianti Kepala BPS Provinsi
Kusmaryani Koordinator Lapangan
Umi Susilawati
Hamdiyah Amrillah Pengawas
Fridia Salafia
Risma Defriasih
Indah Rini
Hanny Sumadi
Zuhaiml Bustan Editor
Bali
Kepala BPS Provinsi Ir. Adi Nugroho, MM
Koordinator Lapangan Asim Saputra, SST, M.Ec. Dev
Pengawas Ketut Mondai The And, S.ST
392 • Appendix E
Made Bimbo A. S., SE, MAP
A.A. Gede Dirgakardita, SST
Nyoman Ari Noviantari
Made Sukma Hartania
Rando Carrolina
Ketut Ksama Putra, S.ST
Evendi Akhmad, S.Si
I Putu Ryan Brayoga, S.ST
Ni Gusti Ayu Made S. H.
Ayu Rai Yudiani, STP
Ni Luh Gede Hermawati
Made Erlinawati
Ketut Sri Susilawati
Ni Putu Prawita Dewi
Sunarningsih
Putu Indri Widyani, S.ST
I Gusti Nyoman Sri
Ni Nyoman Manis
Desak Nyoman Sri D.P.
Ni Nyoman Rumanti
Ida Bagus Surya Budi Darma
I Dewa Made Putrawan
I Nyoman Parma Adiantara
Ir. Endang tri Wahyuningsih, MM
Arrief Chandra Setiawan S.ST, M.Si
Amy Wardian Pratama, SST
I Putu Yudhistira, SE
Muh. Tahir
Isna Zuriatina, SST. MT
Achmad Gunawan, A.Md
Arintia Dewi Heryyanti, A.Md
Bilin Matarina Susiana
Huswatun Hasanah
Salamudin
Wahyu Batmi
Ahmad Johnan Pajri
Irhas
220 • Lampiran D
Pewawancara
Agustinus Naben
Angkry J. J. Ottu
Nur Adhani Rahmi
Try Ema Yunita
Ratna Dwi Hindriyastuti, SE Pewawancara
Mahmudah
Baiq Hendrawati
Indriani Widhianingrum
Jahra Susanti
Nindia Noer Anisyah
Andini Desita Kumiyatun K., ST
Agri Pepy
Ririn Fatonah
Rohaeniah, S.Pd
Sri Fajriani
Sumiati
Afifaturrohmi
Aritmetika Poliningsih
Firman Satriadi
Ramdan Haris Jayadi
Flamdani
Hasan
Nusa Tenggara Timur
Kepala BPS Provinsi Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si
Koordinator Lapangan Ir. Desmon Sinurat
Pengawas
Anderias B. Tanggu
Liguori Yuridis Ledhe
I Gusty N. V. Tanaka
Muhamad Sukin
Sapto Nugroho
Febriany Lete
Editor
Hany A. Yoans Nafi
Emanuel F. F. Datur
Kalimantan Barat
Rizal Fahmi Cholis
Kepala BPS Provinsi
Oktar Sander
Rina Allycia Christin
Koordinator Lapangan
Muhammad K. Ahsani
Rofinus Ignatius Parera
Leonardus Subnudjung
Yohanes Lalo
Pengawas
Isay S. H. Adu
Editor
Denis Maranda
Dina Flenderina Foeh
Yuningsih Takandjanji
Veronika W.FI. Lulu
Karolina Dapa Moda
Muhammad N. Abdullah
Maria A. B. Wewan
Susana M. H. D. P.
Ivanti Diana Rita
Dyan Igawaty Amirullah
Aristo Yavandi Lanus
Farida Razak
Syafaqatul Fiumairoh
Roswita B. Lubur
Bernadete Ino Tiardini
Dody Lexzana Salmon
Lidya H. Tallo Manafe
Reka O. Simbolon
Mathelda Esterina
M. Theofrida Manwo B.
Adnan Abdurrachman
Serafina M. R. Tampung
Comelia M. M. Klau
Stefi Adelina Darsi
Dorothea Serlinda Abi
Yuan B. M. Padamany
Oktavia N. Koebanu
Evy Margareta Rata
Diana L. E. Bell
Sondang M. R. N. Pakpahan
Ir. Pitono, MAP
Sari Mariani, SE
Muhammad Yani, SE
Tommy Priyatna, SE, ME
Imam Setia Hamomo, S.ST. M.Stat
Rika Kartini, SST
Lampiran D
221
Harris, SST
J a m i ah, SP
Yuni Sriwinarni
I Made Bayu Ambara
Bayu Nugrahadi
Kalimantan Selatan
Pewawancara
Junaidi A Jabar
Yanti
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Ir. Diah Utami, M.Sc
Agnes Widiastuti,S.Si.,M.E.
Heni Sinaryanti
Y uliana
Syarifah Halijah
Neni Oktaviana
Pengawas
Ricky Abdillah, S.ST.
Muhammad Surianata, S.E.
Agung Setiawan Prasetya S.ST.
Lia Sicilia
Pricilia Utari
Rikka Tri Suryani
Rita Karmila
Cacik Tri Jayanti
Ucha Oktalafani
Suryani
Editor
Monica Rayna Listya, S.ST
Ria Febrianti, S.ST
Dyah Lusianti, S.ST
Edy Wiranto, S.ST
Mokh. Basuki, SE
Ilham Rapip
Kalimantan Tengah
Sy. Mohdar
Mahibut Tabari
Irmawan
Pewawancara
Siti Murni
Isnawati
Nining Yuswanti
Hj. Kartini, S.P
Helyna
Donna Rianty
Kepala BPS Provinsi
Hanif Yahya, S.Si, M.Si
Ana Rif ah
Koordinator Lapangan
Drs. Syafi'i Nur, M.Si
Rita Hamdanah
Zainah
Pengawas
Mokhamad Haris, S.Si, M.AP
Beni Wahyu Utomo, S.ST
Noor Maziah
Murniati
Risnani
Editor
Pewawancara
Novi Kristina Sirait, S.ST
Asna Mega Prabandari, S.ST
Ikhlas Mukmin, SH
Akhmad Nizar, S.ST
Dwi Indri Arieska, S.ST
Kalimantan Timur
W ahyudi
Saifuddin Khalil, A.Md.Kep.
M. Dodik Aulia Rahman
Tantri Lia Bestari
Kepala BPS Provinsi
M. Habibullah, S.Si, M.Si
S anti Retno Sari
Misnawati
Koordinator Lapangan
Ahmad Muhammad Saleh, SE
Marwan Wahyudin, S.ST
Ayu Wahyuning Nurlaili, S.ST
Ayu Kornala Dewi, S.ST
Yunita Kristy, S.ST
Elisamarta R.Sibagariang, S.ST
Pengawas
Joko Affandy A., S.Si, M.Stat
Muryanto, SST, M.Si
Ahnrat Yani, SE
Anang Subhan Efendi, SST
394 • Appendix E
222 • Lampiran D
Editor
Anis Setiyorini, SST, M.Stat
Siti Barokatun Solihah, SST
Norlatifah, S.Si, M.Stat
Nindya Putri Sulistyowati, SST
Rusdiansyah
Hardi R, SE
Dandy Tri Atmojo
Yudha Satia Isnanta, SST
Pewawancara Najmawati
Titin Friska Siahaan
Friska Sitorus, SST
Maspupah, SST
Muhamad Yamin, S.Si
Rostiana Tandirerung, S.Si
Fania Pratiwi, SST
Flusnul Habibah
Ridha Asih, S.Kom
Aviv Alvian Nur, SST
Nanda Sekar Asmara, SST
Dewi Puspita Sari, SST
Kumia Wahyu Sahfitri, SST
Fitri Intan Pratiwi, SST
Fitriyadi Mangedong, A.Md
Indah Noor Safrida, SST
Ari Susilowati, SP
Mega Safira Aulia, SST
Tiya Mitasari, SST
Buyung Candra P., A.Md
Kalimantan Utara
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas M. Rizal Budianto Zarkasy, SST
Dede Kurniyawan, SST
Editor Marfuah Apriyani, SST
Ria Pujo Pangesti, SST
Muh. Ilham, SST
Herman
Pewawancara Sundari, SST
Ayu Pinta Gabena Siregar, SST
Asih Ika Suryandari, SP
Alivia Dita Nopiasari, SST
Bagus Wahyu Pumomo, A.Md
Alifia Nidya Hapsari, SST
Kiky Claudia Nawaji, SST
Nurul Lia Sinta Dewi, SST
Risna Yuliani, SST
Didik Kurniawan, A.Md
Sulawesi Utara
Kepala BPS Provinsi Moh. Edy Mahmud, S.Si, M.P
Koordinator Lapangan Ahmad Azhari, S.Si
Pengawas James Kindangen
Simon Remiasa
Editor Joddy J. Pesik
Agus Purwandi
Eko Pujo Santoso
Sony Nesare
Pewawancara Johanna Tampemawa
Novita Sari
Euclidesia Loong
Florenzt Magdalena
Olfiane Silfia Pelealu
Dina Sadaryati
Sizi Lia Ginoga
Mellanny Kumaseh
Ronaldo Halomoan
Arif Muttaqin
Sulawesi Tengah
Kepala BPS Provinsi Ir. Faizal Anwar, MT
Koordinator Lapangan Sarmiati, SE, M.P.W
Pengawas A.A. Ngurah Gede Wasudewa, SST
Ishak Hubu
Denis Hendra Setiawan, SST
Abialam Koesnandy H, SST
Lampiran D
223
Editor Ni Made Egy Wira Astuti, SST
Nurul Solikha Nofiani, SST
Zakia Nur Fadillah, SST
Avinna Fitriyanti, SST
Enos Rombe
Awaluddin A.DJ
Moh. Susanto Samaduka, S.Pd
Zubir, SP., M.Si
Pewawancara Dewi Rizky Amalia, S.Pd
Wahyuni Arifin U, S.Pd
Nurhayati
Riska Anggraini Adati, SE
Vita Trisayuni, S.Si
Andarini Sasawe
N ia Kumia Sari
Darmayanti Banjaguru, A.Ma
A. Noor Taqiyah Zamania, SST
Nunnila Moidady, S.Pd
Indira Salingkat, S.Pd
Rona Rinalti Abd Rahim, S.Sos
Isma Iskandar
Sepryati Matoory, SP
Dyah Ayu Anggraini, STr.Keb
Sri Supatmi, S.Ag
Arga Randy E. Badang
Taufan
Yahdi Miftahuddin Kaenong, S.Si
Abd. Rahman, S.Sos
Sulawesi Selatan
Kepala BPS Provinsi Nursam Salam, SE
Koordinator Lapangan Faharuddin, M.Si
Pengawas Elamka Makmur, SE
Mansyur Madjang, SE
Ir.Muh. Natsir
Papintana, S.Si
Sukadi, M.Si
Pewawancara
Sulawesi Tenggara
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Editor Khadijah, SST
Roudhatul Jannah, SST
Dessy Natalia, SST
396 • Appendix E
Asnidar, SE
Endah Sri Pamati, SST
Fendy Apriyadi, SST
M Daud Azzanuri, SST
Ilham Ma, SE, MM
Elamza, SE, M.Si
Muh.Mustakim Hasma, SST
Sitti Zulaikha, SST
Neka Kurniawati, SE
Serra Pungkas Risantika, SST
Laila Mustika DK
Dinar Ayu Hajar Meiasri, SST
Wahyuni Febriyanti Y, SST
Lina Gussinta Dewi
Julia Fitrianur, ST
Wahyu Fuji Lestari, SST
Masnah Kadir, SE
Intan Risani, S.Pd
Eka Fausiah Rahmawati, SST
Ismaya Gusmi, SST
Sukaena Harfianah, A.md
Veronika Ratih Lestari, SST
A. Gusniati, SP
Mujahidah, SE
Dessy Wasani, SST
Dewi Krismawati, SST
Alberthin Patanda, S.Si
Ir. Atqo Mardiyanto, M.Si
Dani Jaelani, S.Si, MT
Leman Jaya, S.ST, M.Si
Muh. Kadarsah, SP
Muslimin, SP
Arianto Abd Rahim
Iska Susiyanti, S.ST
Lilis Dinayanti, S.ST
Miftahul Khair Anwar, SST
Evi Irianny, SE
La Sarima, SST
224 • Lampiran D
Pewawancara
Gorontalo
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor
Pewawancara
Iman Setiawan, SST
Dicky Muhammad R.
Arsan Darmawansyah
Dwina Wardhani Nasution, SST
Aprilia Uswatun Chasanah, SST
Iqra Kusumawaty Kasim
Nia Afriani Salim, SST
Sri Wahyuni, SST
Zulfadilah Zur, SST
Yunita Nur Khasanah, SST
Nofri Kamila, S.ST
Yamanora Sylvia Rosalin, SST
Marlina Primasari, S.ST
Khodijah Kamilatul M.
Dyah Ayu Ratna N., SST
Anis Fakhrunnisa, S.ST.
AnisaNoor Rosidah, S.Si
Wd Rahmina Sari, SST
Irfan Saputri, A.Md.
Ahmad Muhaimin, S.ST
Fadli, SST
Sudirman A.Md
Ksatrio Jati Putro Utomo
Aisa Datau
Mei Fadillah Ningcahyanti, SST
Ifah Durrotun Nisa' , SST
Iangrea Mustikane Bumi, SST
Sulawesi Barat
Kepala BPS Provinsi Suntono, SE, M.Si
Koordinator Lapangan Ir. Bambang A. C., M.Si
Pengawas Abdullah, SE.
Julian Emba Mangosa, S.ST.
Andi Ishak, SE, M.Si.
Fauzi Darmawan, S.ST.
Editor Evi Arianti, S.ST.
Nurdiawati Devayana, S.ST.
Astrid Masitha Shabrina, S.ST.
R.A. Leisa Triana, SST, SE, M.Si.
Syarifuddin Usman
Adran
Tegar Prasojo, S.ST.
Saiyed Andi Bangsawan, SE
Pewawancara
Ir. Eko Marsono, MM
M. Fadlian Syah, SST, M.Si
Andika W. Setyaji, SST, M.I.Kom
P. Yhoga Chandra Kusuma, SST, MT
Desi Lestari Utami, SST
Fitriyani Dako, SST
Eka Nurdiyanto, SST
Widi Handoko, SST
Wira Astono
Ade Iman Helingo, SST
Cindra Datau
Agustin Darmayanti, SST
Dewi Apriyani Hasyim, SE
Adriyani Syakilah, SST
Andi Sura Muhlis, S.Pd.
Hemawati, SE.
Mardawiah, A.Md.
Mardinah
Syfa Aulia Rahmi, S.ST.
Apella Melianta, S.ST.
Cory Ramayanti, SE.
Nindi Dewi Ivo, S.Pd.
Tasniah Zaenal, S.Kep.
Andriyani Azis
Rini Wahab
Ayu Rita Musyarofah
Reskiani
Ramlah
Juliati
Rian Yeni Prastiti
Zakaria Duma, S.Sos
Fahmi Maulana, S.ST
Kamaluddin
Muhammad Daniel
Lampiran D
225
Maluku
Kepala BPS Provinsi Drs. Dumangar Hutauruk, M.Si
Koordinator Lapangan Ir. Ismail Rumata, M.Si
Pengawas Ahmad Nur Fajri
Cahyono Panca Aridesyadi
Josefina Leatemia
Tupa Tampubolon
Aditya Aprilliofany
Maluku Utara
Kepala BPS Provinsi
Koordinator Lapangan
Pengawas
Editor Rieko Dita Hermawati
Frenska Hendriks
Roslian ST. Kainama Editor
Diah Elfira M. Kiat
Resty Sopiyono
Ridho Fadillah
Eugene Veerman
Cahyo Bagus Nofianto
Moh Wildan Muharam
Adi Hartomo Pewawancara
Pewawancara Aleksander David Kliwas
Carvy Frisco de Fretes
Fadli Mudjid
Abdul Khalik Latuconsina
Haerul
Tricia natalia Paliama
Tri Asty Widita
Nancy Salomina Sarah Renwarin
Elvira Dianty Pelupessy
Nunung Hartati Renuat
Merygrace Lahallo
Fajra Beauty Asri
Susan Hehanussa
Ravenska Ch. Patty
Riska Wati Muin
Kristiana Bartha Wolonteri
Meidiana Mainassy
Woro Ayu P.
Jumerti Daud
Martha Toumahuw
Syahbanu Ramadanti Key
Frisca F. Frans
398 • Appendix E
Ferfi Toumahuw
Paula Adonia Apalem
Inayatul fajriah Sanduan
Drs. Misfaruddin, M.Si
Edi Waryono, S.Si, M.Kesos
Fajar Santoso Putra, SST
Bukhari Fauzul Rahman, SST
Ridwan, S.Si
Joko Ade Nursiyono, SST
Muthia Rosdiana, SST
Ariyanto
Ekky Sutan, SST
Hamdayani
Kifli
Herry Yono, SST
Jailan Selpia
Barry Hafidz
Diah Daniaty, SST
Nurkhikmah, SST
Fatmawati, S.Si
Dian Hayati Naswaraji, S.H
Juniyati
Irma A. Rasid
Hartini
Emi
Emi Budiman
Fitria
Devita Meta Puspa Sari
Nursanty Tidore
226 • Lampiran D
Sulfa Makatita
Papua Barat Bethy Kaway
Kepala BPS Provinsi Endang R.S. Subiyandani,S.Si,MM
Koordinator Lapangan Dedi Cahyono, SE, MA, M.S.E
Pengawas / Editor
Syirrul Eiadi Utama
Ali Badri
Mezak Dangeubun
Dwi Suryaning Asih
Eielena E. M. Magdalena
Fitrah Sarah Ramadhani
Pewawancara
Fiasniati
Fransina Risamena
Dwy Fidyawati Leiwakabessy
Siti Fiadijah
Evi Kusriatin
Fera Lahu
Adelina Manggara
Yanes W Rumbindos, SE
Anwar
Abdon Retraubun
Papua
Kepala BPS Provinsi Drs. Simon Sapary, M.Sc
Koordinator Lapangan Fadjri Amora, SE
Pengawas / Editor
Natalia Pipit D Ariska, S.ST
Rony Purba, S.ST
Keinnes I Mandang, SP
Syahrul Popoi
Edi Supriyatno
Achmad Sodiq
Pewawancara
Frangky Fiendrik P., A.Md.Tek
Imo Meage
Rouwvalth Rumaseuw, S.ST
Wopi Welius Siep
Kartika Fadirubun, S.ST
Maryati Killian
Angela Mirino
Ruth M Nirmala Nadapdap, S.ST
Lampiran D
227
228 • Lampiran D
SDKI17-PK
/p5\
m j
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017
DAFTAR PERTANYAAN PRIA
RAHASIA
1. PENGENALAN TEMPAT
KODE
i.
PROVINSI
nn
2.
KABUPATEN/KOTA *)
□□
3.
KECAMATAN
□□□
4.
DESA/KELURAHAN *)
□□□
5.
DAERAH **)
PERKOTAAN -1
PERDESAAN -2
□
6.
NOMOR BLOK SENSUS
mm
7.
NOMOR KODE SAMPEL SDKI17
mm
8.
NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL
□□
9.
NAMA KEPALA RUMAH TANGGA
10.
NAMA RESPONDEN
11.
NOMOR URUT RESPONDEN
□□
12.
NO. HP. RESPONDEN
II. KUNJUNGAN PETUGAS
KUNJUNGAN AKHIR
TANGGAL
WAWANCARA
NAMA
PEWAWANCARA
HASIL KUNJUNGAN*
TANGGAL
BULAN
TAHUN
PEWA¬
WANCARA
HASIL KUNJUNGAN
□□
□□
HHIjUI
mm
□
KUNJ. BERIKUT TGL
JAM
JUMLAH
KUNJUNGAN
□
**) PILIH SALAH SATU DAN ISIKAN KODE HASIL KUNJUNGAN
1 SELESAI 4 DITOLAK
2 RESP. TIDAK ADA DI RUMAH 5 SELESAI SEBAGIAN
3 DITANGGUHKAN 6 RESPONDEN TIDAK/KURANG MAMPU MENJAWAB
7 LAINNYA
(TULISKAN)
NAMA
KODE PETUGAS
TANGGAL
EDITOR LAPANGAN
PENGAWAS
EDITOR BPS
PETUGAS ENTRI
□□□
□□□
□□
□□
*) Coret yang tidak sesuai
**) Lingkari salah satu
PK- 1
Lampiran Kuesioner PK
229
PK-2
230 • Lampiran Kuesioner PK
BAGIAN 1. LATAR BELAKANG RESPONDEN
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Selamat (pagi, siang, sore, —). Nama saya ., saya petugas dari Badan Pusat Statistik yang sedang melaksanakan survei
mengenai kesehatan wanita, pria dan anak. Kami akan sangat menghargai kesertaan Bapak dalam survei ini. Saya akan bertanya
kepada Bapak mengenai kesehatan Bapak (dan kesehatan anak-anak Bapak). Keterangan yang kami dapatkan dari Bapak akan
membantu pemerintah dalam merencanakan pelayanan kesehatan. Wawancara akan berlangsung sekitar 30 sampai 40 menit.
Keterangan apapun yang Bapak berikan akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan diberitahukan kepada pihak lain.
Partisipasi dalam survei ini bersifat sukarela dan Bapak dapat memilih untuk tidak menjawab beberapa atau semua pertanyaan.
Namun, kami berharap Bapak bersedia untuk diwawancarai karena pandangan dan jawaban Bapak dalam survei ini sangat penting .
Sekarang, apakah ada yang ingin Bapak tanyakan?
Apakah saya boleh mulai mewawancarai Bapak sekarang?
Tanda Tangan Pewawancara :_Tanggal :_
RESPONDEN SETUJU DIWAWANCARAI .1 RESPONDEN TIDAK SETUJU DIWAWANCARAI .2 —► SELESAI
I
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
101
CATAT WAKTU
JAM .
MENIT .
□□
□□
102
Berapa lama Bapak tinggal di (KABUPATEN/KOTA
TEMPAT TINGGAL SEKARANG) ?
JIKA KURANG DARI 1 TAHUN, TULISKAN ‘00’.
TAHUN .
SEJAK LAHIR .
TAMU .
□□
.95
.96
-!—► 105
103
Sebelum Bapak tinggal di (KABUPATEN/KOTA TEMPAT
TINGGAL SEKARANG), apakah tinggal di kota besar,
kota kecil, atau perdesaan?
KOTA BESAR . 1
KOTA KECIL . 2
PERDESAAN . 3
104
Dimanakah tempat tinggal terakhir Bapak sebelum di
(KABUPATEN/KOTA TEMPAT TINGGAL SEKARANG)?
PROV/NEGARA*)
□□
KAB/KOTA*)
nn
(KODE DIISI EDITOR
104A
Dimanakah tempat tinggal Bapak lima tahun yang lalu?
PROV/NEGARA*)
nn
KAB/KOTA*)
(KODE DIISI EDITOR
105
Pada bulan apa dan tahun berapa Bapak dilahirkan?
BULAN .
TIDAK TAHU BULAN .
nn
.98
TAHUN .1
TIDAK TAHU TAHUN .9998
106
Berapa umur Bapak pada ulang tahun terakhir?
BANDINGKAN DAN PERBAIKI 105 DAN ATAU 106 JIKA
TIDAK SESUAI. JIKA UMUR KURANG DARI 15 TAHUN
ATAU LEBIH DARI 54 TAHUN WAWANCARA SELESAI.
PERBAIKI DAFTAR SDKI17-RT BLOK III KOLOM ( 8 ).
UMUR DALAM TAHUN.
nn
106A
Apakah Bapak sekarang berstatus belum kawin, kawin,
hidup bersama, cerai hidup, pisah, atau cerai mati?
BELUM KAWIN . 1
KAWIN . 2
HIDUP BERSAMA . 3
CERAI HIDUP . 4
PISAH . 5
CERAI MATI . 6
106B
LIHAT 106 DAN 106A
UMUR 15-54 TAHUN 1 LAINNYA
DAN RFRSTATUS KAWIN/ 1
HIDUP BERSAMA ,,
r OtLLOnl
*) Coret yang tidak perlu
PK-3
Lampiran Kuesioner PK
231
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
107
Apakah Bapak pernah/sedang sekolah?
YA . 1
TIDAK . 2
_► 111
108
Apakah jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang
Bapak duduki: sekolah dasar, sekolah menengah pertama,
sekolah menengah atas, akademi atau universitas?
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/SEDERAJAT . 2
S MA/SM K/MA/SEDERAJAT . 3
AKADEMI DI.DII/DIII . 4
DIPLOMA IV/UNIVERSITAS . 5
109
Apakah kelas/tingkat tertinggi yang Bapak selesaikan
pada jenjang tersebut?
TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7
TIDAK TAHU/TT = 8
KELAS/TINGKAT .
110
LIHAT 108 :
KODE T 1 KODE‘2’,‘3’,‘4’, ATAU‘5’
nil INHKARI DILINGKARI
111
Sekarang saya mohon Bapak untuk membacakan
kalimat ini.
TUNJUKKAN SALAH SATU KARTU, JIKA RESPONDEN
TIDAK DAPAT MEMBACA KALIMAT SECARA
LENGKAP, TANYAKAN:
Dapatkah Bapak membaca sebagian kalimat ini?
TIDAK DAPAT MEMBACA
SAMA SEKALI . 1
BISA MEMBACA SEBAGIAN
KALIMAT . 2
BISA MEMBACA SELURUH
KALIMAT . 3
BUTA/GANGGUAN PENGLIHATAN . 4
112
LIHAT 111 :
KODE ‘2’ ATAU ‘3’ 1 KODE'1'ATAU‘4’
DILINGKARI _ DILINGKARI
113
Apakah Bapak membaca surat kabar atau majalah
paling sedikit sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 1
JARANG . 2
TIDAK PERNAH . 3
114
Apakah Bapak mendengarkan radio paling sedikit sekali
seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 1
JARANG . 2
TIDAK PERNAH . 3
115
Apakah Bapak menonton televisi paling sedikit sekali
seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 1
JARANG . 2
TIDAK PERNAH . 3
116
Apakah Bapak memiliki telepon seluler?
YA . 1
TIDAK . 2
118
Apakah Bapak memiliki rekening bank atau lembaga
keuangan lain atas nama sendiri?
YA . 1
TIDAK . 2
119
Apakah Bapak pernah mengakses internet (termasuk
browsing, facebook, twitter, whatsApp, BBM, game Online,
skype, instagram, d II)?
JIKA TIDAK, LAKUKAN PROBING BAHWA AKSES
INTERNET BISA DIMANAPUN DAN DENGAN ALAT
APAPUN.
YA . 1
TIDAK . 2
—► 201
120
Dalam 12 bulan terakhir, apakah Bapak menggunakan
internet?
YA . 1
TIDAK . 2
—►201
121
Selama satu bulan terakhir, seberapa sering Bapak
mengakses internet: hampir setiap hari, paling sedikit sekali
seminggu, paling sedikit sekali sebulan, atau tidak sama
sekali?
HAMPIR SETIAP HARI . 1
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 2
PALING SEDIKIT SEKALI SEBULAN ....3
TIDAK SAMA SEKALI . 4
PK-4
232
Lampiran Kuesioner PK
BAGIAN 2. RIWAYAT KELAHIRAN
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
201
Sekarang saya ingin bertanya mengenai riwayat kelahiran
anak-anak Bapak. Apakah Bapak mempunyai anak
kandung?
YA . 1
TIDAK . 2
—k 206
202
Apakah Bapak mempunyai anak kandung laki-laki atau
perempuan yang sekarang tinggal bersama Bapak?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 204
203
Berapa jumlah anak laki-laki yang tinggal bersama Bapak?
Dan berapa jumlah anak perempuan yang tinggal bersama
Bapak?
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00’
ANAK LAKI-LAKI 1 II 1
DI RUMAH .|_||_|
ANAK PEREMPUAN | || |
DI RUMAH .|_
204
Apakah Bapak mempunyai anak kandung laki-laki atau
perempuan yang sekarang masih hidup tetapi tidak tinggal
bersama Bapak?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 206
205
Berapa jumlah anak laki-laki yang masih hidup tetapi tidak
tinggal bersama Bapak?
Dan berapa jumlah anak perempuan yang masih hidup
tetapi tidak tinggal bersama Bapak?
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00'
ANAK LAKI-LAKI I - II -1
DI TEMPAT LAIN .
ANAK PEREMPUAN | II |
DI TEMPAT LAIN .|_
206
Apakah Bapak mempunyai anak kandung laki-laki atau
perempuan yang lahir hidup tetapi sekarang sudah
meninggal?
JIKA “TIDAK ADA”, TANYAKAN: Apakah ada anak yang
lahir dalam keadaan hidup meskipun hanya beberapa saat?
YA . 1
TIDAK . 2
—k 208
207
Berapa jumlah anak laki-laki yang sudah meninggal?
Dan berapa jumlah anak perempuan yang sudah
meninggal?
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00’.
ANAK LAKI-LAKI YANG | 11-1
SUDAH MENINGGAL .
ANAK PEREMPUAN YANG | 1|-1
SUDAH MENINGGAL .
208
JUMLAHKAN ISIAN DI 203, 205, DAN 207, DAN
TULISKAN JUMLAHNYA.
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN '00'.
JUMLAH .Q
208A
LIHAT 208:
Untuk meyakinkan apakah jawaban yang saya peroleh sudah ber
yang lahir hidup. Apakah angka ini benar?
YA 1 1 TIDAK
lar, Bapak mempunyai anak
JIKA PERLU TANYAKAN
* LAGI DAN PERBAIKI 201-208
209
LIHAT 208:
HANYA MEMILIKI
«ATI 1 ANAK
MEMILIKI LEBIH DARI
SATU ANAK -1 TIDAK MEMILIKI
ANAK
r oU 1
210
Apakah semua anak kandung Bapak dilahirkan oleh
seorang ibu yang sama?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 211
210A
Berapa banyak wanita yang melahirkan anak kandung
Bapak?
BANYAKNYA WANITA .Q
PK-5
Lampiran Kuesioner PK
233
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
211
LIHAT 208 :
PUNYA LEBIH
DARI SATU ANAK
□
a). Berapa umur Bapak
ketika anak pertama
dilahirkan?
HANYA PUNYA
SATU ANAK
□
UMUR D AL AM TAHUN
b). Berapa umur Bapak
ketika anak dilahirkan?
211A
LIHAT 203 :
PALING SEDIKIT
SATU ANAK PEREMPUAN
TINGGAL DENGAN BAPAK
TIDAK ADA ANAK PEREMPUAN
YANG TINGGAL
DENGAN BAPAK
-k 212
211B
Apakah ada anak perempuan Bapak yang berumur
10 tahun ke atas yang tinggal dengan Bapak?
YA .
TIDAK
212
211C
Apakah Bapak tahu kapan anak perempuan Bapak
mendapat haid untuk yang pertama kali?
YA .
TIDAK .
BELUM HAID
212
LIHAT 203 DAN 205 :
PALING SEDIKIT SATU
ANAK MASIH HIDUP
P
TIDAK ADA ANAK
MASIH HIDUP
-> 301
213
LIHAT 203 DAN 205 :
LEBIH DARI SATU
ANAK MASIH
HIDUP
□
a). Berapa umur anak
terkecil Bapak?
HANYA SATU
ANAK MASIH HIDUP
b). Berapa umur anak
Bapak?
UMUR DALAM TAHUN
m
214
LIHAT 213 :
UMUR ANAK (TERKECIL)
0-2 TAHUN
UMUR ANAK (TERKECIL)
3 TAHUN ATAU LEBIH
-k 301
215
LIHAT 203 DAN 205 :
LEBIH DARI SATU
ANAK MASIH HIDUP
a).Siapa nama anak
terkecil Bapak?
HANYA SATU
ANAK MASIH HIDUP
b).Siapa nama anak
Bapak?
NAMA ANAK (TERKECIL)
215A
LIHAT 203 DAN 205 :
LEBIH DARI SATU
ANAK MASIH HIDUP
a).Siapa nama ibu dari
anak terkecil Bapak?
HANYA SATU
ANAK MASIH HIDUP
b).Siapa nama ibu dari
anak Bapak?
NAMA IBU DARI ANAK (TERKECIL)
PK-6
234
Lampiran Kuesioner PK
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
216
Pada saat (NAMA IBU) sedang mengandung (NAMA ANAK
(TERKECIL)), apakah dia memeriksakan kehamilannya?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
J—F 218
217
Apakah Bapak pernah mendampingi pemeriksaan
kehamilan tersebut?
YA . 1
TIDAK . 2
218
Apakah (NAMA ANAK (TERKECIL)) lahir di rumah sakit/
fasilitas kesehatan?
RUMAH SAKIT/
FASILITAS KESEHATAN . 1
LAINNYA . 2
219
Kalau anak mengalami diare, berapa banyak minum yang
perlu diberikan untuk anak tersebut: lebih banyak dari
biasanya, sama seperti biasa, kurang dari biasanya atau
tidak diberi minum sama sekali?
LEBIH BANYAK DARI BIASANYA . 1
SAMA SEPERTI BIASA . 2
KURANG DARI BIASANYA . 3
TIDAK DIBERI MINUM . 4
TIDAK TAHU . 8
PK- 7
Lampiran Kuesioner PK
235
BAGIAN 3. KONTRASEPSI
301
Sekarang saya ingin menanyakan tentang keluarga berencana. Ada berbagai macam alat atau cara KB yang dapat digunakan
pasangan untuk menunda atau mencegah kehamilan.
Apakah Bapak pernah mendengar (ALAT/CARA)?
01
Sterilisasi Wanita/Tubektomi/MOW
Wanita dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi.
YA . 1
TIDAK . 2
02
Sterilisasi PriaA/asektomi/MOP
Pria dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi.
YA . 1
TIDAK . 2
03
IUD/AKD R/Spiral
Wanita bisa dipasangi spiral dalam rahimnya oleh dokter atau bidan untuk
mencegah kehamilan selama 8 tahun.
YA . 1
TIDAK . 2
04
Suntikan/Injeksi
Wanita bisa disuntik oleh dokter atau bidan untuk mencegah kehamilan
selama satu bulan atau lebih.
YA . 1
TIDAK . 2
05
Susuk KB/Implan
Wanita dapat dipasang satu atau dua batang susuk di bawah kulit lengan
atas untuk mencegah terjadinya kehamilan selama tiga tahun atau lebih.
YA . 1
TIDAK . 2
06
Pil
Wanita dapat minum pil setiap hari untuk mencegah kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
07
Kondom/Karet KB
Pria dapat memakai sarung dari karet pada alat kelaminnya selama
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
08
Intravag/Diafragma
Wanita bisa meletakkan tisu atau diafragma dalam vagina sebelum
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
09
Kontrasepsi Darurat /Emergency
Wanita dapat mencegah kehamilan dengan minum pil khusus dalam
tiga hari setelah berhubungan seks. Biasanya cara ini dipakai hanya
dalam situasi terpaksa (darurat).
YA . 1
TIDAK . 2
10
Metode Amenorrhea Laktasi (MAL)
Wanita menyusui bayi dengan kondisi: umur bayi kurang dari 6 bulan,
bayi hanya diberi ASI saja, dan ibu belum haid kembali untuk mencegah
kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
11
Pantang Berkala/Kalender
Pasangan sengaja tidak berhubungan seksual pada hari-hari tertentu pada
waktu wanita berkemungkinan besar untuk menjadi hamil.
YA . 1
TIDAK . 2
12
Sanggama Terputus
Pria mengeluarkan air maninya di luar vagina ketika berhubungan seksual.
YA . 1
TIDAK . 2
13
Cara-cara Lain
Apakah Bapak pernah mendengar cara atau alat lain yang dapat
dipakai oleh wanita atau pria untuk mencegah kehamilan?
YA . 1
(TULISKAN)
(TULISKAN)
TIDAK . 2
PK-8
236
Lampiran Kuesioner PK
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
302
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Bapak pernah:
a) Mendengar tentang KB di radio?
b) Melihat tayangan tentang KB di televisi?
c) Membaca tentang KB di koran/majalah?
d) Membaca tentang KB di poster/pamflet/leaflet?
e) Membaca tentang KB di billboard/spanduk/
umbul-umbul/mural?
f) Membaca tentang KB melalui internet?
YA TIDAK
a) RADIO . 1 2
b) TELEVISI . 1 2
c) KORAN/MAJALAH . 1 2
d) POSTER/PAMFLET/LEAFLET 1 2
e) BILLBOARD/SPANDUK/
UMBUL-UMBUL/MURAL ... 1 2
f) INTERNET . 1 2
YA TIDAK
a) ISTRI/PASANGAN . 1 2
b) TEMAN/TETANGGA . 1 2
c) KELUARGA . 1 2
d) TENAGA KESEHATAN . 1 2
e) PLKB/PKB/KADER . 1 2
f) TOKOH AGAMA . 1 2
g) TOKOH MASYARAKAT . 1 2
h) PKK/KADER . 1 2
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
MENJELANG HAID . 1
SELAMA HAID . 2
SEGERA SETELAH
HAID BERAKHIR . 3
DI TENGAH ANTARA DUA HAID . 4
LAINNYA _ 6
(TULISKAN)
TIDAK TAHU . 8
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
303
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Bapak pernah
membicarakan KB dengan :
a) Istri/Pasangan?
b) Teman/Tetangga?
c) Keluarga?
d) Tenaga Kesehatan?
e) PLKB/PKB/Kader?
f) Tokoh agama
g) Tokoh masyarakat?
h) PKK/Kader di desa?
304
Sekarang saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai
risiko kehamilan pada wanita.
Antara hari pertama haid dengan hari pertama haid
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu bagi seorang
wanita menjadi lebih besar kemungkinan untuk hamil
apabila dia berhubungan seks?
306
305
Apakah hari-hari tersebut menjelang haid, selama haid,
segera setelah haid berakhir, atau di tengah antara dua
haid?
306
Setelah melahirkan, apakah seorang wanita dapat hamil
sebelum haid lagi?
307
Sekarang saya akan membacakan beberapa pernyataan
mengenai KB. Apakah Bapak setuju atau tidak setuju
dengan pernyataan ini:
a) KB adalah urusan wanita dan pria tak perlu
merisaukannya.
b) Wanita yang menggunakan kontrasepsi dapat
berganti-ganti pasangan seksualnya.
c) Disterilisasi untuk pria adalah sama dengan dikebiri.
d) Wanita yang dapat hamil, sehingga dialah yang
seharusnya disterilisasi.
TDK
SE- SE¬
TUJU TUJU TT
a) URUSAN WANITA . 1 2 8
b) DAPAT BERGANTI
PASANGAN . 1 2 8
c) DIKEBIRI . 1 2 8
d) WANITA YANG
DISTERILISASI . 1 2 8
YA . i
TIDAK . 2
307A
Apakah Bapak sekarang memakai suatu alat/cara KB?
307C
PK-9
Lampiran Kuesioner PK • 237
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
307B
Alat/cara KB apa yang Bapak gunakan?
STERILISASI PRIA . 1
KONDOM . 2
PANTANG BERKALA . 3
SANGGAMA TERPUTUS . 4
LAINNYA _ 6
(TULISKAN)
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
STERILISASI WANITA . A
IUD/AKDR/SPIRAL . B
SUNTIKAN . C
SUSUK KB . D
PIL . E
MAL . F
PANTANG BERKALA/KALENDER .G
SANGGAMA TERPUTUS . H
LAINNYA _ X
(TULISKAN)
307C
Apakah sekarang istri/pasangan Bapak memakai
suatu alat/cara KB?
1 *
307E
307D
Alat/cara KB apa yang istri/pasangan Bapak gunakan?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
307 E
LIHAT 307B:
TIDAK DITANYAKAN/
KODE '2', ‘3’, '4’, ATAU ‘ 6 ’
DILINGKARI
KODE ‘l'
DILINGKARI
-k 307G
307F
LIHAT 307D:
KODE ‘A', ‘B', ‘C’, ‘D’, ATAU ‘E’
DILINGKARI
TIDAK DITANYAKAN/
KODE‘F’, ‘G’, 'H’, ATAU ‘X’
DILINGKARI
-k 308A
307 G
Ketika mendapatkan alat/cara KB tersebut, apakah
menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/
BPJS) atau asuransi kesehatan lainnya?
YA, JKN BPJS-PBI . 1
YA, JKN BPJS-NON PBI . 2
YA, ASURANSI KESEHATAN LAINNYA 3
TIDAK . 4
308A
LIHAT 301 (02), 307A, DAN 307B:
PERNAH DENGAR
STERILISASI PRIA TETAPI
TIDAK DISTERILISASI
RESPONDEN
DISTERILISASI
TIDAK PERNAH DENGAR
STERILISASI PRIA
-k 308D
-k 404
308B
Ketika jumlah anak yang diinginkan sudah terpenuhi,
apakah Bapak pernah mempertimbangkan untuk
melakukan sterilisasi?
ISTRI SUDAH DISTERILISASI . 1
PERNAH . 2
TIDAK PERNAH . 3
TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 4
L
308D
PK- 10
238
Lampiran Kuesioner PK
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
308C
Mengapa Bapak tidak pernah mempertimbangkan untuk
disterilisasi?
TANYAKAN: Ada alasan lain?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
BERTENTANGAN DENGAN AGAMA ...A
TIDAK BAIK UNTUK
KESEHATAN PRIA . B
OPERASI TIDAK AMAN . C
MASIH ADA ALAT/CARA KB
LAIN YANG TERSEDIA . D
KEMUNGKINAN INGIN ANAK LAGI . E
KEMUNGKINAN INGIN
MENIKAH LAGI . F
BIAYA . G
KEHILANGAN FUNGSI SEKSUAL . H
ISTRI TIDAK SETUJU . 1
LAINNYA X
(TULISKAN)
308 D
Menurut Bapak, apa saja keuntungan sterilisasi pria?
TANYAKAN : Ada keuntungan lain?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE YANG DISEBUT.
PRIA MERASA AMAN . A
METODE KB YANG EFEKTIF . B
OPERASINYA AMAN . C
LEBIH AMAN DARI STERILISASI
WANITA . D
BIAYA OPERASI TIDAK MAHAL . E
BIAYA OPERASI LEBIH MURAH
DARI STERILISASI WANITA . F
OPERASINYA MUDAH . G
MEMBERI KEBEBASAN PADA PRIA H
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU . Z
PK- 11
Lampiran Kuesioner PK
239
BAGIAN 4. PERKAWINAN DAN AKTIVITAS SEKSUAL
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
404
Apakah istri/pasangan Bapak tinggal bersama Bapak, atau
tinggal di tempat lain?
TINGGAL BERSAMA .
TINGGAL DI TEMPAT LAIN
405
Apakah Bapak mempunyai istri lain atau hidup bersama
dengan wanita lain?
YA ...
TIDAK
TERUS KE
406
Berapa jumlah istri/pasangan Bapak?
JUMLAH ISTRI/PASANGAN
□□
407
LIHAT 405:
408
SATU ISTRI/
PASANGAN
LEBIH DARI
SATU ISTRI/
PASANGAN
Mohon sebutkan nama
dari istri/pasangan
Bapak.
Mohon sebutkan satu
per satu nama dari istri/
pasangan Bapak.
TULISKAN NAMA DAN NOMOR URUT DARI DAFTAR
RUMAH TANGGA UNTUK SETIAP ISTRI DAN
PASANGAN HIDUP.
JIKA WANITA TERSEBUT TIDAK TERDAFTAR DI RUMAH
TANGGA TERSEBUT. CATAT '00'.
TANYAKAN 408 UNTUK SETIAP ISTRI/PASANGAN.
NAMA
Berapakah
umur
(NAMA)
pada ulang
tahun
NOMOR
terakhirnya?
URUT
UMUR
□□
□□
□□
□□
□□
□□
□□
□□
409
LIHAT 407:
SATU ISTRI/ I
PASANGAN I
LEBIH DARI SATU
ISTRI/PASANGAN
+ 411
410
Apakah Bapak menikah/hidup bersama hanya sekali
atau lebih dari sekali?
LEBIH DARI SEKALI
SEKALI .
411
LIHAT 405 DAN 410:
1
2
KEDUANYA
BERKODE‘2’ _
▼
Pada bulan dan tahun
berapa Bapak memulai
kehidupan dengan istri/
pasangan Bapak?
LAINNYA
Sekarang saya ingin
menanyakan tentang istri/
pasangan pertama Bapak.
Pada bulan dan tahun
berapa Bapak memulai
kehidupan bersamanya?
BULAN .|_
TIDAK TAHU BULAN .98
TAHUN . I II II II I
TIDAK TAHU TAHUN .9998
—M12A
412
Berapa umur Bapak ketika pertama kali menikah/
hidup bersama?
UMUR
□□
TIDAK TAHU
412A
Apakah Bapak mengetahui kapan istri/pasangan
mendapat haid yang terakhir?
YA ...
TIDAK
98
1
2
PK- 12
240
Lampiran Kuesioner PK
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
412B
Apakah Bapak menanyakan keadaan istri/pasangan pada
saat mendapat haid yang terakhir, seperti:
a) Perdarahan yang lebih dari biasa?
b) Apakah haid tersebut tepat waktu?
c) Lamanya haid?
d) Ada rasa sakit yang berlebihan?
e) Lainnya?
YA TIDAK
a) PERDARAHAN . 1 2
b) TEPAT WAKTU . 1 2
c) LAMA HAID . 1 2
d) SAKIT BERLEBIHAN . 1 2
e) LAINNYA . 1 2
413
PERIKSA KEHADIRAN ORANG LAIN. SEBELUM DILANJUTKAN, USAHAKAN MENJAMIN KENYAMANAN RESPONDEN.
414
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai kegiatan seksual untuk lebih memahami
beberapa persoalan penting dalam kehidupan.
Berapa umur Bapak ketika pertama kali berhubungan
seksual?
BELUM PERNAH . 00
—► 502
UMUR DALAM TAHUN . Q
KETIKA MENIKAH/
HIDUP BERSAMA PERTAMA KALI .... 95
415
Kapan Bapak terakhir kali berhubungan seksual?
JIKA KURANG DARI 12 BULAN JAWABAN DICATAT
DALAM BULAN, MINGGU, ATAU HARI. JIKA 12
BULAN ATAU LEBIH JAWABAN HARUS DICATAT
DALAM TAHUN.
HARI YANG LALU . 1 Q
MIN GG U YANG LALU . 2 Q
BULAN YANG LALU . 3^
TAHUN YANG LALU . 4 Q
427
Dalam 12 bulan terakhir, apakah Bapak pernah
membayar untuk melakukan hubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 429
428
Apakah Bapak pernah membayar untuk melakukan
hubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
i 431
429
Terakhir kali Bapak melakukan hubungan seksual dengan
membayar, apakah Bapak menggunakan kondom?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 431
430
Apakah Bapak selalu menggunakan kondom pada saat
melakukan hubungan seksual dengan membayar dalam
12 bulan terakhir?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
431
Dalam 12 bulan terakhir, apakah Bapak pernah
memberikan imbalan berupa hadiah atau barang untuk
melakukan hubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
— M32A
432
Apakah Bapak pernah memberikan imbalan berupa
hadiah atau barang untuk melakukan hubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
-L 502
432A
Terakhirkah Bapak melakukan hubungan seksual dengan
membayar atau memberikan imbalan berupa hadiah atau
barang, apakah Bapak menggunakan kondom?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 502
432B
Apakah Bapak selalu menggunakan kondom pada saat
melakukan hubungan seksual dengan memberi imbalan
berupa hadiah atau barang dalam 12 bulan terakhir?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
]-► 502
PK- 13
Lampiran Kuesioner PK • 241
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
436
Dari mana Bapak mendapatkan kondom terakhir kali?
TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE
YANG SESUAI.
UKBM
POSKESDES/POLINDES
POSYANDU .
POS KB/PPKBD .
LAINNYA _
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH
SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH
ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT UMUM .
KLINIK PEMERINTAH .
PUSKESMAS .
PUSTU/PUSLING .
TKBK/TMK/MUYAN/BAKSOS
PETUGAS LAPANGAN KB ..
BIDAN DI DESA .
LAINNYA _
(TULISKAN)
11
12
13
14
21
22
23
24
25
26
27
28
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN . 31
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN . 32
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN .33
PRAKTIK DOKTER UMUM .34
PRAKTIK BIDAN . 35
PERAWAT .36
LAINNYA _37
(TULISKAN)
LAINNYA
APOTIK/TOKO OBAT . 41
TOKO/WARUNG . 42
LAINNYA _ 43
(TULISKAN)
PK- 14
242 • Lampiran Kuesioner PK
TERUS KE
BAGIAN 5. PREFERENSI FERTILITAS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
502
LIHAT 307B:
TIDAK DITANYAKAN
ATAU RESPONDEN TIDAK
DISTERILISASI
□
RESPONDEN
DISTERILISASI
r
LEBIH DARI
SATU ISTRI/
, r
PASANGAN
-4 514
503
LIHAT 407:
SATU ISTRI/
PASANGAN
-4 509
504
Apakah istri/pasangan Bapak sekarang sedang hamil?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
1
507
505
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai masa yang akan datang. Setelah istri/
pasangan melahirkan anak yang dikandung sekarang,
apakah Bapak ingin mempunyai anak lagi atau tidak ingin
mempunyai anak lagi?
INGIN ANAK (LAGI) . 1
TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2
TIDAK TAHU/BELUM MEMUTUSKAN „8
1
514
506
Berapa lama Bapak ingin menunggu sesudah kelahiran
anak yang dikandung istri/pasangan Bapak sampai
kelahiran anak berikutnya?
BULAN .
TAHUN .
SEGERA/SEKARANG
LAINNYA
1 □□
2 □□
(TULISKAN)
TIDAK TAHU
.993
.996
.998
514
507
LIHAT 208:
MEMILIKI ANAK
P
Sekarang saya ingin
mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai
masa yang akan datang.
Apakah Bapak ingin
mempunyai anak lagi atau
tidak ingin mempunyai
anak lagi?
TIDAK MEMILIKI [ I
anakL- 1
Sekarang saya ingin
mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai
masa yang akan datang.
Apakah Bapak ingin
mempunyai anak atau
tidak ingin mempunyai
anak?
INGIN ANAK (LAGI) . 1
TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2 h
ISTRI/PASANGAN TDK DAPAT HAMIL 3
ISTRI/PASANGAN DISTERILISASI . 4
BELUM/TIDAK TAHU . 8
514
508
LIHAT 208:
MEMILIKI ANAK
Berapa lama Bapak
ingin menunggu mulai
dari sekarang sampai
kelahiran anak
(berikutnya)?
TIDAK MEMILIKI
ANAK
Berapa lama Bapak
ingin menunggu mulai
dari sekarang sampai
kelahiran seorang
anak?
i □□
□□
BULAN .
TAHUN . 2
SEGERA/SEKARANG .993
LAINNYA _996
(TULISKAN)
TIDAK TAHU
. 998
>514
509
Apakah ada istri/pasangan Bapak yang sekarang
sedang hamil?
YA . i
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
1
512
PK- 15
Lampiran Kuesioner PK • 243
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
510
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai masa yang akan datang. Setelah istri/pasangan
melahirkan anak yang dikandung sekarang, apakah Bapak
ingin mempunyai anak lagi atau tidak ingin mempunyai
anak lagi?
INGIN ANAK (LAGI) . 1
TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2
TIDAK TAHU/BELUM MEMUTUSKAN „8
1
514
511
Berapa lama Bapak ingin menunggu sesudah kelahiran
anak yang dikandung istri/pasangan Bapak sampai
kelahiran anak berikutnya?
BULAN .
TAHUN .
SEGERA/SEKARANG
LAINNYA _
(TULISKAN)
TIDAK TAHU
..993
_ 996
.998
514
512
LIHAT 208:
MEMILIKI ANAK
P
Sekarang saya ingin
mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai
masa yang akan datang.
Apakah Bapak ingin
mempunyai anak lagi
atau tidak ingin
mempunyai anak lagi?
TIDAK MEMILIKI
ANAK
P
Sekarang saya ingin
mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai
masa yang akan datang.
Apakah Bapak ingin
mempunyai anak atau
tidak ingin mempunyai
anak?
INGIN ANAK (LAGI) . 1
TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2
ISI RI.PASANGAN IDKDAPAI HAM I 3
ISTRI/PASANGAN DISTERILISASI .... 4
BELUM/TIDAK TAHU . 8
514
513
LIHAT 208:
MEMILIKI ANAK
□
Berapa lama Bapak ingin
menunggu mulai dari
sekarang sampai kelahiran
anak (berikutnya)?
TIDAK MEMILIKI
ANAK
□
Berapa lama Bapak ingin
menunggu mulai dari
sekarang sampai
kelahiran seorang anak?
BULAN . 1
□□
TAHUN . 2
□□
SEGERA/SEKARANG .
.993
LAINNYA
996
(TULISKAN)
TIDAK TAHU .
.998
514
LIHAT 203 DAN 205:
MEMILIKI ANAK
MASIH HIDUP
□
TIDAK ADA ANAK
MASIH HIDUP
□
TIDAK INGIN ANAK .00
Seandainya Bapak dapat
kembali ke waktu Bapak
baru saja menikah dan
belum mempunyai anak
dan Bapak dapat
menentukan jumlah anak
yang Bapak inginkan
selama hidup, berapakah
jumlah anak tersebut?
PROBING UNTUK MENDAPATKAN JAWABAN BERUPA ANGKA
Seandainya Bapak dapat
menentukan jumlah anak
yang Bapak inginkan
selama hidup, berapakah
jumlah anak tersebut?
JUMLAH
LAINNYA
. 96
601
601
(TULISKAN)
515
Dari jumlah tersebut, berapa anak laki-laki yang diinginkan,
berapa anak perempuan yang diinginkan, dan berapa anak
yang diharapkan tanpa memperhatikan jenis kelamin?
APA SAJA' ADALAH JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN
TANPA PREFERENSI JENIS KELAMIN TERTENTU.
JUMLAH
LAINNYA
LK
PR
APA SAJA
999996
(TULISKAN)
PK- 16
244
Lampiran Kuesioner PK
KODE
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
TERUS KE
515A
LIHAT 307A : PAKAI ALAT/CARA KB
KODE‘2’ DILINGKARI
KODE ‘1’ DILINGKARI
+ 601
515B
Apakah Bapak ingin memakai alat/cara KB untuk
menunda atau mencegah kehamilan istri/pasangan
Bapak di masa yang akan datang?
YA .
TIDAK .
TIDAK TAHU
515C
Alat/cara KB apa yang Bapak ingin pakai?
STERILISASI PRIA .
KONDOM .
PANTANG BERKALA ....
SANGGAMA TERPUTUS
1
2
8
1
2
3
4
X
515D
-k 601
LAINNYA
(TULISKAN)
TIDAK YAKIN
515D
Apa alasan utama Bapak tidak ingin menggunakan
alat/cara KB di masa yang akan datang?
ALASAN FERTILITAS
JARANG/PUASA KUMPUL .
ISTRI/PASANGAN MENOPAUSE/
HISTEREKTOMI .
TIDAK SUBUR/MANDUL .
INGIN ANAK SEBANYAK
MUNGKIN .
KEPERCAYAAN .
6
8
11
12
13
14
15
MENENTANG UNTUK MEMAKAI
RESPONDEN MENENTANG .21
ISTRI/PASANGAN MENENTANG .22
ORANG LAIN MENENTANG .23
LARANGAN AGAMA .24
KURANG PENGETAHUAN
TIDAK TAHU ALAT/CARA KB .31
TIDAK TAHU SUMBER .32
ALASAN ALAT/CARA KB
KESEHATAN .41
TAKUT EFEK SAMPING .42
KURANGNYA AKSES/
TERLALU JAUH .43
BIAYA TERLALU MAHAL .44
TIDAK NYAMAN .45
MENJADI GEMUK/KURUS .46
LAINNYA _96
(TULISKAN)
TIDAK TAHU .98
PK- 17
Lampiran Kuesioner PK • 245
BAGIAN 6. PEKERJAAN DAN PERAN GENDER
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
601
Selama tujuh hari yang lalu, apakah Bapak melakukan
kegiatan bekerja paling sedikit satu jam terus menerus?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 604
602
Meskipun Bapak tidak bekerja dalam tujuh hari yang lalu,
apakah Bapak mempunyai pekerjaan tetap tetapi
sementara tidak bekerja karena cuti, sakit, bepergian,
atau alasan lain?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 604
603
Apakah Bapak pernah bekerja dalam 12 bulan terakhir?
YA . 1
TIDAK . 2
► 610
604
Apakah jenis pekerjaan utama Bapak?
(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI
KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK).
1 -II-1
PROFESIONAL, TEKNISI . 01
KEPEMIMPINAN DAN
KETATALAKSANAAN . 02
PEJABAT PELAKSANA
DAN TATA USAHA .03
TENAGA USAHA PENJUALAN .04
TENAGA USAHA JASA .05
TENAGA USAHA PERTANIAN .06
TENAGA PRODUKSI .07
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK TAHU .98
UU
(DIISI BPS)
604A
Apakah Bapak bekerja sebagai pekerja keluarga,
buruh/karyawan atau mempunyai usaha sendiri?
PEKERJA KELUARGA . 1
BURUH/KARYAWAN . 2
BERUSAHA/MEMPUNYAI USAHA . 3
605
Apakah Bapak bekerja sepanjang tahun, musiman,
atau sesekali?
SEPANJANG TAHUN . «
MUSIMAN . 2
SESEKALI . 3
606
Apakah Bapak dibayar dengan uang atau barang atau
tidak dibayar sama sekali untuk pekerjaan tersebut?
UANG . 1
UANG DAN BARANG . 2
BARANG . 3
TIDAK DIBAYAR . 4
608
LIHAT 606:
KODE ‘1’ ATAU ‘2’
DILINGKARI
KODE ‘3’ ATAU ‘4’
nil INHKARI
609
Siapa yang biasanya menentukan penggunaan uang
yang Bapak peroleh: Bapak sendiri, istri/pasangan
Bapak, atau Bapak dengan istri/pasangan Bapak?
RESPONDEN . |
ISTRI/PASANGAN RESPONDEN . 2
RESPONDEN DENGAN ISTRI/
PASANGAN . 3
LAINNYA k
(TULISKAN)
610
Siapa yang biasanya memutuskan mengenai perawatan
kesehatan Bapak: Bapak sendiri, istri/pasangan Bapak,
Bapak dengan istri/pasangan Bapak, atau orang lain?
RESPONDEN . 1
ISTRI/PASANGAN RESPONDEN . 2
RESPONDEN DENGAN ISTRI/
PASANGAN . 3
ORANG LAIN . 4
LAINNYA . 6
PK- 18
246
Lampiran Kuesioner PK
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
611
Siapa yang biasanya membuat keputusan untuk
pengeluaran yang besar dalam memenuhi kebutuhan
rumah tangga?
RESPONDEN . 1
ISTRI/PASANGAN RESPONDEN . 2
RESPONDEN DENGAN ISTRI/
PASANGAN . 3
ORANG LAIN . 4
LAINNYA . 6
612
Apakah Bapak memiliki rumah, baik milik sendiri maupun
milik bersama dengan orang lain?
SENDIRI . 1
BERSAMA . 2
SENDIRI DAN BERSAMA . 3
TIDAK MEMILIKI . 4
—► 615
613
Apakah Bapak memiliki surat kepemilikan rumah?
YA, ATAS NAMA SENDIRI . 1
YA, ATAS NAMA PASANGAN . 2
YA, ATAS NAMA ORANG LAIN . 3
TIDAK . 4
615
Apakah Bapak memiliki tanah, baik milik sendiri maupun
milik bersama dengan orang lain?
SENDIRI . 1
BERSAMA . 2
SENDIRI DAN BERSAMA . 3
TIDAK MEMILIKI . 4
—► 618
616
Apakah Bapak memiliki surat kepemilikan tanah?
YA, ATAS NAMA SENDIRI . 1
YA, ATAS NAMA PASANGAN . 2
YA, ATAS NAMA ORANG LAIN . 3
TIDAK . 4
618
Menurut pendapat Bapak, apakah seorang suami berhak
untuk memukul istrinya jika:
a) Istri pergi tanpa memberitahu suaminya?
b) Istri menelantarkan anak-anak?
c) Istri bertengkar dengan suaminya?
d) Istri menolak untuk berhubungan seks dengan
suaminya?
e) Istri memasak makanan hingga hangus?
BACAKAN PERTANYAAN DENGAN CERMAT DAN
PERLAHAN.
PERTANYAAN INI DIMAKSUD UNTUK PENDAPAT
RESPONDEN, BUKAN PENGALAMAN RESPONDEN.
YA TIDAK TT
a) PERGI TANPA IJIN . 1 2 8
b) MENELANTARKAN ANAK 1 2 8
c) BERTENGKAR . 1 2 8
d) MENOLAK SEKS . 1 2 8
e) MASAKAN HANGUS . 1 2 8
PK- 19
Lampiran Kuesioner PK
247
BAGIAN 7. HIV-AIDS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
701
Sekarang saya ingin membicarakan hal lain.
Apakah Bapak pernah mendengar tentang suatu
penyakit yang disebut HIV-AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 727
701A
Dari mana Bapak mengetahui tentang virus HIV-AIDS?
Ada sumber lain?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN
DAN LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG
DISEBUT.
RADIO . A
TELEVISI . B
SURAT KABAR/MAJALAH . C
SELEBARAN/POSTER . D
PETUGAS KESEHATAN . E
PERKUMPULAN KEAGAMAAN . F
SEKOLAH/GURU .G
PERTEMUAN MASYARAKAT . H
TEMAN/KELUARGA . 1
TEMPAT KERJA . J
INTERNET . K
LAINNYA X
(TULISKAN)
702
Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus
HIV-AIDS dengan membatasi hubungan seks hanya
dengan seseorang yang tidak terinfeksi virus HIV-AIDS
dan tidak mempunyai pasangan lain?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
703
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS melalui
gigitan nyamuk?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
704
Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus
HIV-AIDS dengan memakai kondom setiap melakukan
hubungan seks?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
705
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS dengan
cara makan sepiring bersama orang yang terinfeksi
virus HIV-AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
706
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena
diguna-guna atau didukuni atau disantet?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
706A
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena
menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
707
Apakah mungkin seseorang yang penampilannya
tampak sehat ternyata ia telah tertular virus HIV-AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
708
Apakah virus penyebab HIV-AIDS dapat ditularkan dari
seorang ibu ke anaknya:
a) Selama hamil?
b) Saat melahirkan?
c) Dengan menyusui?
YA TIDAK TT
a) SELAMA HAMIL . 1 2 8
b) SAAT MELAHIRKAN . 1 2 8
c) DENGAN MENYUSUI .... 1 2 8
708A
Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi
virus HIV-AIDS?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN
DAN LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG
DISEBUT.
DENGAN MENGENALI FISIK . A
DENGAN MENGENALI PERILAKU . B
DENGAN TES DARAH . C
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU . z
PK-20
248
Lampiran Kuesioner PK
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
708 B
Apakah Bapak tahu tentang adanya tes HIV/AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 717A
716
Apakah Bapak mengetahui di mana memperoleh
pelayanan tes HIV-AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
—k 717A
717
Di mana?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE JAWABAN YANG SESUAI.
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH
SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH
ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT . A
PUSKESMAS . B
PUSTU/PUSLING . C
KLINIK . D
KLINIK KHUSUS VCT . E
LAINNYA F
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT . G
KLINIK . H
KLINIK KHUSUS VCT . 1
PRAKTIK DOKTER . J
BIDAN/PERAWAT . K
LAINNYA i
(NAMA TEMPAT)
(TULISKAN)
LAINNYA v
(TULISKAN)
717A
Apakah Bapak pernah membicarakan dengan istri/
pasangan Bapak cara agar tidak tertular virus penyebab
penyakit AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
720
Apakah Bapak akan membeli sayuran segar dari petani
atau penjual yang Bapak ketahui terinfeksi virus HIV-
AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
720A
Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS,
apakah Bapak akan merahasiakannya?
YA . 1
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
720 B
Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS,
apakah Bapak akan merawatnya di rumah Bapak?
YA . 1
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
721
Apakah menurut Bapak anak-anak yang menderita
HIV-AIDS boleh bersekolah bersama dengan anak-anak
yang bukan penderita HIV-AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
722
Menurut Bapak, seseorang yang ragu melakukan tes
HIV, apakah disebabkan kekhawatiran mereka atas
reaksi orang lain jika hasil tesnya posfiif?
YA . i
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
723
Menurut Bapak, apakah orang akan berkata buruk
terhadap penderita HIV-AIDS atau orang yang diduga
sebagai penderita HIV-AIDS?
YA . i
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
724
Menurut Bapak, apakah penderita HIV-AIDS atau orang
yang diduga sebagai penderita HIV-AIDS akan tidak
dihargai oleh orang lain?
YA . i
TIDAK . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
725
Apakah Bapak setuju dengan pernyataan berikut:
Saya merasa malu jika salah seorang dari keluarga saya
menderita HIV-AIDS.
SETUJU . 1
TIDAK SETUJU . 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
PK-21
Lampiran Kuesioner PK • 249
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
726
Apakah Bapak takut tertular HIV-AIDS jika terkena air
liur penderita HIV-AIDS?
YA . 1
TIDAK . 2
RESPONDEN PENDERITA HIV-AIDS 3
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8
727
LIHAT 701:
PERNAH DENGAR TIDAK PERNAH
TENTANG HIV-AIDS j TENTANG HIV-AIDS
▼ +
Selain AIDS, apakah Bapak j Apakah Bapak pernah
pernah mendengar infeksi j mendengar infeksi yang
lain yang dapat ditularkan j dapat ditularkan melalui
melalui hubungan seksual? hubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 728
727A
Infeksi apa yang Bapak ketahui?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE SUMBER YANG DISEBUT.
SIPIIIJS RAJA SINGA . A
GONORRHEA/KENCING NANAH . B
KONDILOMA AKUMINATA/
JENGGER AYAM . C
CIIANCROID LUKA NYERI . D
CLAMYDIA/BENGKAK
PADA SKROTUM . E
KANDIDIASIS/
KEPUTIHAN KARENA JAMUR . F
HERPES GENITAL/BINTIL-BINTIL . G
LAINNYA X
(TULISKAN)
727 B
Dari manakah Bapak memperoleh informasi tentang
infeksi menular seksual (IMS)?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE GEJALA YANG DISEBUT.
RADIO . A
TELEVISI . B
SURAT KABAR/MAJALAH . C
SELEBARAN/POSTER . D
PETUGAS KESEHATAN . E
PERKUMPULAN KEAGAMAAN . F
SEKOLAH/GURU . G
PERTEMUAN MASYARAKAT . H
TEMAN/KELUARGA . |
TEMPAT KERJA . J
INTERNET . K
LAINNYA X
(TULISKAN)
727C
Jika seorang laki-laki tertular infeksi menular seksual
(IMS), apakah gejala-gejalanya?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE SUMBER YANG DISEBUT.
NYERI PERUT . A
NANAH KELUAR DARI ALAT
KELAMIN (KENCING NANAH) . B
CAIRAN BAU KELUAR DARI
ALAT KELAMIN . C
RASA NYERI/PANAS PADA
SALURAN KENCING . D
KEMERAHAN/RADANG PADA
ALAT KELAMIN . E
BENGKAK PADA ALAT KELAMIN . F
LUKA/BISUL
PADA ALAT KELAMIN . G
KUTIL PADA ALAT KELAMIN . H
GATAL PADA ALAT KELAMIN . |
KENCING DARAH . J
BERAT BADAN TURUN . K
IMPOTEN . L
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK BERGEJALA/TAMPAK . Y
TIDAK TAHU . Z
PK-22
250
Lampiran Kuesioner PK
KODE
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
TERUS KE
727D
Jika seorang perempuan tertular infeksi menular
seksual (IMS), apakah gejala-gejalanya?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE SUMBER YANG DISEBUT.
NYERI PERUT . A
KEPUTIHAN . B
KEPUTIHAN YANG BERBAU . C
RASA NYERI/PANAS PADA
SALURAN KENCING . D
KEMERAHAN/RADANG PADA
ALAT KELAMIN . E
BENGKAK PADA ALAT KELAMIN . F
LUKA / BISUL
PADA ALAT KELAMIN . G
KUTIL PADA ALAT KELAMIN . H
GATAL PADA ALAT KELAMIN . I
KENCING DARAH . J
BERAT BADAN TURUN . K
SULIT HAMIL . L
LAINNYA _ X
(TULISKAN)
TIDAK BERGEJALA / TAMPAK . Y
TIDAK TAHU . Z
728
LIHAT 414:
KODE ‘00’
TIDAK DILINGKARI
□
KODE 00’
DILINGKARI
-+ 736
729
LIHAT 727: PERNAH MENDENGAR INFEKSI MENULAR SEKSUAL
YA, KODE ‘1’
DILINGKARI
□
TIDAK, KODE 2’
DILINGKARI
-F 731
730
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai kesehatan Bapak dalam 12 bulan terakhir.
Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak pernah terkena
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
731
Kadangkala pria mengalami perubahan yang tidak
normal pada alat kelaminnya.
Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak mengalami
perubahan yang tidak normal pada alat kelamin?
732
Kadangkala pria mempunyai luka/sakit atau bisul di
daerah alat kelaminnya.
Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak mempunyai
luka/sakit atau bisul di daerah alat kelamin?
733
LIHAT 730, 731, DAN 732:
ADA KODE ‘V
YANG DILINGKARI
□
TIDAK ADA KODE ’1'
YANG DILINGKARI
-F 736
734
Terakhir kali Bapak mengalami (MASALAH DARI
730/731/732), apakah Bapak mencari nasehat atau
pengobatan?
YA .
TIDAK
736
PK-23
Lampiran Kuesioner PK
251
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
735
Kemana Bapak pergi mencari nasehatatau pengobatan?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT . A
PUSKESMAS . B
PUSTU/PUSLING . C
KLINIK . D
LAINNYA E
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT . F
KLINIK . G
PRAKTIK DOKTER . H
BIDAN/PERAWAT . 1
APOTIK . J
LAINNYA K
(TULISKAN)
LAINNYA
TOKO OBAT/WARUNG . L
DIOBATI SENDIRI . M
DUKUN / ’ORANG PINTAR' . N
LAINNYA X
(TULISKAN)
736
Jika seorang istri tahu suaminya menderita infeksi
menular seksual, apakah menurut Bapak ia berhak
untuk meminta suaminya menggunakan kondom saat
berhubungan seksual?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
737
Apakah seorang istri dibenarkan untuk menolak
berhubungan seksual dengan suaminya ketika dia tahu
bahwa suaminya berhubungan seksual dengan wanita
lain?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
PK- 24
252
Lampiran Kuesioner PK
BAGIAN 8. ISU KESEHATAN LAINNYA
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
805
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan
lain yang berhubungan dengan masalah kesehatan.
Apakah Bapak pernah mendapat suntikan dengan alasan
apapun dalam 12 bulan terakhir?
JIKA YA: Berapa banyak suntikan?
JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'.
JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK
MENDAPATKAN PERKIRAAN.
JUMLAH SUNTIKAN .| |_
TIDAK .00
—► 808
806
Diantara suntikan tersebut, berapa banyak yang dilakukan
oleh dokter, perawat, dokter gigi, atau petugas kesehatan
lainnya?
JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'.
JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK
MENDAPATKAN PERKIRAAN.
JUMLAH SUNTIKAN .| | |
TIDAK .00
—► 808
807
Terakhir kali Bapak mendapat suntikan dari petugas
kesehatan, apakah dia mengambil jarum suntik yang baru
dari paket yang belum dibuka?
YA . 1
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
808
Apakah saat ini Bapak merokok setiap hari, kadang-
kadang, atau tidak sama sekali?
SETIAP HARI . 1
KADANG-KADANG . 2
TIDAK SAMA SEKALI . 3
—► 811
—► 810
809
Di masa lalu, apakah Bapak merokok setiap hari?
YA . 1
TIDAK . 2
-L 811A
810
Di masa lalu, apakah Bapak pernah merokok setiap
hari, kadang-kadang, atau tidak sama sekali?
SETIAP HARI . 1
KADANG-KADANG . 2
TIDAK SAMA SEKALI . 3
4 811A
811
Berapa rata-rata batang rokok yang Bapak hisap
setiap hari?
BATANG ROKOK . | [j 1
811A
Apakah saat ini Bapak mengkonsumsi jenis/bentuk
tembakau lain setiap hari, kadang-kadang atau tidak
sama sekali?
SETIAP HARI . 1
KADANG-KADANG . 2
TIDAK SAMA SEKALI . 3
—► 816
811B
Apa jenis/bentuk tembakau lain tersebut?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI
SETIAP KODE JAWABAN YANG SESUAI.
PIPA CANGKLONG . A
CERUTU . B
SHISHA . C
DIHIRUP MELALUI MULUT .D
DIHIRUP MELALUI HIDUNG . E
TEMBAKAU KUNYAH . F
MENGUNYAH SIRIH DAN TEMBAKAU G
LAINNYA X
(TULISKAN)
PK-25
Lampiran Kuesioner PK • 253
PK-26
254
Lampiran Kuesioner PK
PENGAMATAN PEWAWANCARA
DIISI SETELAH WAWANCARA SELESAI
KOMENTAR TENTANG RESPONDEN :
KOMENTAR PADA PERTANYAAN KHUSUS :
KOMENTAR LAINNYA :
PENGAMATAN PENGAWAS
NAMA PENGAWAS:
TANGGAL:
PENGAMATAN EDITOR
NAMA EDITOR :
TANGGAL:
PK-27
Lampiran Kuesioner PK • 255
256 • Lampiran Kuesioner PK
SDKI17-RP
/p
CD
B;
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017
DAFTAR PERTANYAAN REMAJA PRIA
RAHASIA
1. PENGENALAN TEMPAT
KODE
i.
PROVINSI
□□
2.
KABUPATEN/KOTA *)
□□
3.
KECAMATAN
000
4.
DESA/KELURAHAN *)
□□□
5.
DAERAH **)
PERKOTAAN - 1
PERDESAAN - 2
□
6.
NOMOR BLOK SENSUS
□□□0
7.
NOMOR KODE SAMPEL SDKI17
□□□□
8.
NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL
□□
9.
NAMA KEPALA RUMAH TANGGA
10.
NAMA RESPONDEN
11.
NOMOR URUT RESPONDEN
00
12.
NOMOR HP RESPONDEN
II. KUNJUNGAN PETUGAS
KUNJUNGAN AKHIR
TANGGAL
WAWANCARA
NAMA
PEWAWANCARA
HASIL KUNJUNGAN**’
TANGGAL
BULAN
TAHUN
PEWA¬
WANCARA
HASIL KUNJUNGAN
nn
□□
0000
□□□□
□
KUNJ. BERIKUT TGL
JAM
JUMLAH
KUNJUNGAN
□
***) PILIH SALAH SATU DAN ISIKAN KODE HASIL KUNJUNGAN
1 SELESAI 4 DITOLAK
2 RESP.TIDAK ADA DI RUMAH 5 SELESAI SEBAGIAN
3 DITANGGUHKAN 6 RESPONDEN TDK/KURANG MAMPU MENJAWAB
7 LAINNYA
(TULISKAN)
NAMA
KODE
PETUGAS
TANGGAL
EDITOR LAPANGAN
PENGAWAS
EDITOR BPS
0000
□□□
OO
PETUGAS ENTRI
□□
*) Coret yang tidak sesuai
**) Lingkari salah satu
RP-1
Lampiran Kuesioner RP
257
PERNYATAAN PERSETUJUAN ORANG TUA/WALI
(DIBACAKAN KEPADA ORANG TUA/WALI RESPONDEN YANG BERUMUR 15-17 TAHUN)
Pada survei ini, kami akan mewawancarai pria belum kawin usia 15-24 tahun secara perorangan. Kami akan menanyakan mengenai
pengetahuan, pendapat, dan perilaku mereka dalam kesehatan reproduksi. Informasi ini akan membantu pemerintah dalam
perencanaan program-program pelayanan kesehatan yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan remaja.
Kami mengharapkan izin Bapak/Ibu untuk memperkenankan putra Bapak/Ibu berperan serta dalam survei ini. Wawancara biasanya
berlangsung selama kurang lebih 25 menit. Informasi apapun yang diberikan oleh putra Bapak/Ibu tidak akan diberitahukan kepada
orang lain.
Apakah saya diperbolehkan meminta (NAMA ANAK) untuk diwawancarai secara pribadi? Jika Bapak/Ibu memutuskan untuk melarang
putra Bapak/Ibu untuk diwawancarai, kami akan menghormati keputusan Bapak/Ibu. Sekarang bagaimana keputusan Bapak/Ibu?
ORANG TUA/WALI 1
RESPONDEN
SETUJU
▼
BAGIAN 1
ORANG TUA/WALI
RESPONDEN TIDAK
SETUJU
SELESAI
Tanda Tangan Pewawancara :
Tanggal :
RP-3
258 • Lampiran Kuesioner RP
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Selamat (pagi, siang, sore, ...). Nama saya . Saya adalah petugas dari Badan Pusat Statistik yang sedang
melaksanakan survei dengan cakupan nasional mengenai pria belum kawin usia 15 sampai 24 tahun. Saya ingin bertanya
mengenai pengetahuan, pendapat, dan perilaku kesehatan Saudara.
Keterangan ini akan membantu pemerintah untuk merencanakan pelayanan kesehatan, khusus untuk memenuhi kebutuhan orang
muda/remaja. Kami akan sangat menghargai kesertaan Saudara dalam survei ini. Wawancara akan berlangsung sekitar 25 menit.
Keterangan apapun yang Saudara berikan akan dijaga kerahasiaannya dan tidak akan diberitahukan kepada pihak lain.
Partisipasi Saudara dalam survei ini bersifat sukarela dan Saudara dapat memilih untuk tidak menjawab beberapa atau semua
pertanyaan. Namun, kami berharap Saudara tidak akan menolak untuk diwawancarai karena pandangan dan jawaban Saudara
sangat diperlukan.
Apakah ada yang ingin Saudara tanyakan mengenai survei ini? (JAWAB DENGAN JELAS DAN SINGKAT)
Apakah saya boleh mewawancarai Saudara sekarang?
RESPONDEN ...1 RESPONDEN TIDAK ...2 -►SELESAI
SETUJU SETUJU
BAGIAN 1
Tanda Tangan Pewawancara :
Tanggal:
RP-4
Lampiran Kuesioner RP
259
BAGIAN 1. LATAR BELAKANG RESPONDEN
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
101
CATAT WAKTU
jam .L
MENIT. Q
102
Berapa lama Saudara tinggal di (KABUPATEN/KOTA
TEMPAT TINGGAL SEKARANG)?
JIKA KURANG DARI 1 TAHUN, TULISKAN '00’.
LAMA DALAM TAHUN.
SEJAK LAHIR. 95
TAMU. 96
-L- 106
103
Sebelum Saudara tinggal di (KABUPATEN/KOTA TEMPAT
TINGGAL SEKARANG), apakah tinggal di kota besar, kota
kecil, atau perdesaan?
KOTA BESAR. 1
KOTA KECIL. 2
PERDESAAN. 3
104
Di manakah tempat tinggal terakhir Saudara sebelum di
(KABUPATEN/KOTA TEMPAT TINGGAL SEKARANG)?
PROV/NEGARA*):
KAB/KOTA *):
(KODE DIISI
EDITOR)
105
Di manakah tempat tinggal Saudara 5 tahun yang lalu?
PROV/NEGARA*):
KAB/KOTA *):
(KODE DIISI
EDITOR)
106
Pada bulan apa dan tahun berapa Saudara dilahirkan?
BULAN. Q
TIDAK TAHU BULAN. 98
tahun . nnnn
TIDAK TAHU TAHUN. 9998
107
Berapa umur Saudara pada ulang tahun terakhir?
BANDINGKAN 106 DAN 107. PERBAIKI 106 DAN ATAU 107
JIKA TIDAK SESUAI. JIKA UMUR KURANG DARI 15 TAHUN
ATAU LEBIH DARI 24 TAHUN, WAWANCARA SELESAI.
PERBAIKI DAFTAR SDKI17-RT BLOK III KOLOM ( 8 ).
UMUR DALAM TAHUN. Q
108
Apakah Saudara pernah/sedang sekolah?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 114
109
Apakah jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang
Saudara duduki: sekolah dasar, sekolah menengah pertama,
sekolah menengah atas, akademi, atau universitas?
SD/MI/SEDERAJAT . 1
SMP/MTs/SEDERAJAT . 2
SMA SMK MA SEDERAJAT . 3
AKADEMl/Dl/D 1 l/DIII . 4
DIPLOMA IV/UNIVERSITAS . 5
110
Apakah kelas/tingkat tertinggi yang Saudara selesaikan pada
jenjang tersebut?
TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7
TIDAK TAHU/TT = 8
KELAS/TINGKAT .Q
111
Apakah Saudara masih sekolah?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 113
*) Coret yang tidak perlu
RP-5
260
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
112
Mengapa Saudara tidak bersekolah lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI KODE JAWABAN YANG PALING UTAMA.
SUDAH SELESAI/MERASA CUKUP. 01
MENGURUS ART LAIN. 02
DIBUTUHKAN MEMBANTU
USAHA KELUARGA. 03
TIDAK ADA BIAYA. 04
PERLU CARI UANG. 05
TIDAK SUKA SEKOLAH (LAGI). 06
TIDAK LULUS UJIAN. 07
SEKOLAH JAUH (TAK TERJANGKAU). 08
LAINNYA_ 96
(TULISKAN)
113
LIHAT 109:
KODE ‘1’ DILINGKARI
KODE '2' , ‘3', ‘4’, ATAU ‘5’
DILINGKARI
116
114
Sekarang saya mohon Saudara untuk membacakan kalimat
ini.
TUNJUKKAN SALAH SATU KARTU. JIKA RESPONDEN
TIDAK DAPAT MEMBACA KALIMAT SECARA LENGKAP,
TANYAKAN:
Dapatkah Saudara membaca sebagian kalimat ini?
TIDAK DAPAT MEMBACA SAMA
SEKALI.
BISA MEMBACA SEBAGIAN
KALIMAT.
BISA MEMBACA SELURUH KALIMAT
BUTA/GANGGUAN
PENGLIHATAN.
115
LIHAT 114:
KODE ‘2’ ATAU ‘3
DILINGKARI
□
KODE T ATAU ‘4’
DILINGKARI
118
116
Apakah Saudara membaca surat kabar atau majalah paling
sedikit sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1
JARANG. 2
TIDAK PERNAH. 3
118
117
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudara pernah membaca
artikel di surat kabar/majalah:
- Tentang penundaan usia perkawinan?
-Tentang HIV-AIDS?
- Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)?
- Tentang iklan/penerangan kondom?
- Tentang narkoba?
- Tentang minuman keras?
- Tentang bagaimana mencegah kehamilan?
YA TIDAK
PENUNDAAN USIA KAWIN....
HIV-AIDS.
IMS.
IKLAN KONDOM.
NARKOBA.
MINUMAN KERAS.
MENCEGAH HAMIL.
118
Apakah Saudara mendengarkan radio paling sedikit sekali
seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1
JARANG. 2
TIDAK PERNAH. 3
120
119
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudara pernah
mendengarkan radio yang menyiarkan:
- Tentang penundaan usia perkawinan?
-Tentang HIV-AIDS?
-Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)?
- Tentang iklan/penerangan kondom?
- Tentang narkoba?
- Tentang minuman keras?
- Tentang bagaimana mencegah kehamilan?
YA TIDAK
PENUNDAAN USIA KAWIN..
HIV-AIDS.
IMS.
IKLAN KONDOM.
NARKOBA.
MINUMAN KERAS.
MENCEGAH HAMIL.
RP-6
Lampiran Kuesioner RP
261
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
120
Apakah Saudara menonton televisi paling sedikit sekali
seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKITSEKALI SEMINGGU. 1
JARANG. 2
TIDAK PERNAH. 3
—► 122
121
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudara pernah menonton
televisi yang menyiarkan/menayangkan:
- Tentang penundaan usia perkawinan?
-Tentang HIV-AIDS?
- Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)?
- Tentang iklan/penerangan kondom?
- Tentang narkoba?
- Tentang minuman keras?
- Tentang bagaimana mencegah kehamilan?
YA TIDAK
PENUNDAAN USIA KAWIN.... 1 2
HIV-AIDS. 1 2
IMS. 1 2
IKLAN KONDOM. 1 2
NARKOBA. 1 2
MINUMAN KERAS. 1 2
MENCEGAH HAMIL. 1 2
122
Apakah Saudara memiliki telepon seluler?
YA. 1
TIDAK. 2
123
Apakah Saudara memiliki rekening bank atau lembaga
keuangan lain atas nama sendiri?
YA. 1
TIDAK. 2
124
Apakah Saudara pernah mengakses internet (termasuk
browsing, facebook, twrtter, whatsapp, BBM, game Online,
skype, instagram, d II)?
JIKA 'TIDAK’, LAKUKAN PROBING BAHWA AKSES
INTERNET BISA DILAKUKAN DI MANAPUN DAN DENGAN
ALAT APAPUN.
YA. 1
TIDAK. 2
—► 127
125
Dalam 12 bulan terakhir, apakah Saudara menggunakan
internet?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 127
126
Selama satu bulan terakhir, seberapa sering Saudara
mengakses internet: hampir setiap hari, paling sedikit sekali
seminggu, paling sedikit sekali sebulan, atau tidak sama
sekali?
HAMPIR SETIAP HARI. 1
PALING SEDIKITSEKALI SEMINGGU. 2
PALING SEDIKITSEKALI SEBULAN.... 3
TIDAK SAMA SEKALI. 4
127
Selama tujuh hari yang lalu, apakah Saudara melakukan
kegiatan bekerja paling sedikit satu jam terus-menerus?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 130
128
Meskipun Saudara tidak bekerja dalam tujuh hari yang lalu,
apakah Saudara mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara
tidak bekerja karena cuti, sakit, bepergian, atau alasan lain?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 130
RP-7
262
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
129
Dalam 12 bulan terakhir apakah Saudara pernah bekerja?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 201
130
Apakah jenis pekerjaan utama Saudara?
(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI
KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK).
PROFESIONAL, TEKNISI. 01
KEPEMIMPINAN DAN
KETATALAKSANAAN. 02
PEJABAT PELAKSANA
DAN TATA USAHA. 03
TENAGA USAHA PENJUAAN. 04
TENAGA USAHA JASA. 05
^ □□
(DIISI BPS)
TANAGA USAHA PERTANIAN. 06
TENAGA PPRODUKSI. 07
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 98
131
Apakah Saudara bekerja sebagai pekerja keluarga, buruh/
karyawan, atau mempunyai usaha sendiri?
PEKERJA KELUARGA. 1
BURUH/KARYAWAN. 2
BERUSAHA/MEMPUNYAI USAHA. 3
132
Apakah Saudara bekerja sepanjang tahun, musiman, atau
sesekali saja?
SEPANJANG TAHUN. 1
MUSIMAN. 2
SESEKALI. 3
133
Apakah Saudara dibayar dengan uang atau barang atau tidak
dibayar sama sekali untuk pekerjaan tersebut?
UANG. 1
UANG DAN BARANG. 2
BARANG. 3
TIDAK DI BAYAR. 4
RP-8
Lampiran Kuesioner RP
263
BAGIAN 2. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN MENGENAI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
Sekarang saya akan bertanya mengenai perubahan dari anak-anak ke remaja, sistem reproduksi dan hal-hal yang terkait.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
201
Kalau seorang anak laki-laki mulai menjadi remaja, biasa
disebut akil baliq atau puber, ia mengalami perubahan pada
tubuh. Dapatkah Saudara menyebutkan perubahan-
perubahan itu?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
BADAN MULAI BEROTOT. A
SUARA MENJADI BESAR. B
TUMBUH RAMBUT DI WAJAH,
SEKITAR ALAT KELAMIN, KETIAK,
DADA, KAKI, ATAU LENGAN. C
GAIRAH SEKS MENINGKAT. D
MIMPI BASAH. E
TULANG JAKUN MENONJOL. F
LAIN NYA_ X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
TUMBUH RAMBUT DI SEKITAR ALAT
KELAMIN ATAU KETIAK. A
PAYUDARA MEMBESAR. B
PINGGUL MEMBESAR. C
GAIRAH SEKS MENINGKAT. D
MULAI HAID. E
LAI N NYA_ X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
202
Kalau seorang anak perempuan mulai menjadi remaja, ia
juga mengalami perubahan pada tubuh. Dapatkah Saudara
menyebutkan perubahan-perubahan itu?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
203
LIHAT 201 DAN 202:
TIDAK ADA KODE ‘Z’ YANG
DILINGKARI ATAU
SALAH SATU KODE ‘Z' DILINGKARI
□
KEDUANYA
BERKODE ‘Z'
205
204
Dari mana Saudara mendapat informasi mengenai
perubahan pada tubuh dari anak-anak ke remaja?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN. A
IBU. B
BAPAK. C
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
GURU. F
PETUGAS KESEHATAN. G
PEMUKA AGAMA. H
TELEVISI. I
RADIO. J
BUKU/MAJALAH/SURAT KABAR. K
INTERNET. L
LAI N NYA_ X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
BELUM PERNAH. 00
UMUR DALAM TAHUN.... . □□
205
Berapa umur Saudara ketika pertama kali mengalami mimpi
basah?
209
RP-9
264
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
206
Sebelum Saudara mengalami mimpi basah pertama kali,
apakah ada seseorang yang berbicara dengan Saudara
tentang mimpi basah?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 208
207
Siapa yang berbicara tentang mimpi basah dengan
Saudara?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN. A
IBU. B
BAPAK. C
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
GURU. F
PETUGAS KESEHATAN. G
TOKOH AGAMA. H
LAINNYA X
(TULISKAN)
208
Ketika pertama kali Saudara mimpi basah, apakah Saudara
membicarakannya dengan seseorang?
JIKA YA: Dengan siapa?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN. A
IBU. B
BAPAK. C
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
GURU. F
PETUGAS KESEHATAN. G
TOKOH AGAMA. H
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK ADA. Z
209
Sekarang saya ingin bertanya kepada Saudara mengenai
risiko kehamilan pada wanita.
Antara hari pertama haid dengan hari pertama haid
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu seorang wanita
mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil apabila dia
berhubungan seks?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
-V- 211
210
Apakah hari-hari tersebut menjelang haid, selama haid,
segera setelah haid berakhir, atau di tengah antara dua
haid?
MENJELANG HAID. 1
SELAMA HAID. 2
SEGERA SETELAH HAID BERAKHIR.. 3
DI TENGAH ANTARA DUA HAID. 4
LAINNYA 6
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 8
211
Apakah seorang wanita dapat hamil hanya dengan sekali
melakukan hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
212
Apakah Saudara tahu bagaimana cara menghindari
kehamilan?
JIKA TAHU’: Bagaimana caranya?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TIDAK BERHUBUNGAN SEKS. A
MENGGUNAKAN ALAT/CARA KB... B
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
213
Setelah melahirkan, apakah seorang wanita dapat hamil
sebelum haid lagi?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
RP-10
Lampiran Kuesioner RP • 265
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
Sekarang saya ingin menanyakan tentang keluarga berencana. Ada berbagai macam alat atau cara yang dapat digunakan
pasangan untuk menunda atau mencegah kehamilan.
214
Apakah Saudara pernah mendengar (ALAT/CARA)?
01. Sterilisasi Wanita/Tubektomi/MOW
Wanita dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi.
YA . 1
TIDAK . 2
02. Sterilisasi Pria/Vasektomi/MOP
Pria dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi.
YA . 1
TIDAK . 2
03. IUD/AKDR/Spiral
Wanita bisa dipasangi spiral dalam rahimnya oleh dokter
atau bidan untuk mencegah kehamilan selama 8 tahun.
YA . 1
TIDAK . 2
04. Suntikan/Injeksi
Wanita bisa disuntik oleh dokter atau bidan untuk
mencegah kehamilan selama satu bulan atau lebih.
YA . 1
TIDAK . 2
05. Susuk KB/Implan
Wanita dapat dipasang satu atau dua batang susuk di
bawah kulit lengan atas untuk mencegah terjadinya
kehamilan selama tiga tahun atau lebih.
YA . 1
TIDAK . 2
06. Pil
Wanita dapat minum pil setiap hari untuk mencegah
kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
07. Kondom/Karet KB
Pria dapat memakai sarung dari karet pada alat kelaminnya
selama berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
08. Intravag/Diafragma
Wanita bisa meletakkan tisu atau diafragma dalam vagina
sebelum berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
09. Kontrasepsi Darurat /Emergency
Wanita dapat mencegah kehamilan dengan minum pil
khusus dalam tiga hari setelah berhubungan seks.
Biasanya cara ini dipakai hanya dalam situasi terpaksa
(darurat).
YA . 1
TIDAK . 2
10. Metode Amenorrhea Laktasi (MAL)
Wanita menyusui bayi dengan kondisi: umur bayi kurang
dari 6 bulan, bayi hanya diberi ASI saja, dan ibu belum haid
kembali untuk mencegah kehamilan.
YA . 1
TIDAK . 2
11. Pantang Berkala/Kalender
Pasangan sengaja tidak berhubungan seksual pada hari-
hari tertentu pada waktu wanita berkemungkinan besar
untuk menjadi hamil.
YA . 1
TIDAK . 2
12. Sanggama Terputus
Pria mengeluarkan air maninya di luar vagina ketika
berhubungan seksual.
YA . 1
TIDAK . 2
13. Cara-cara Lain
Apakah Saudara pernah mendengar cara atau alat lain
yang dapat dipakai oleh wanita atau pria untuk mencegah
kehamilan?
YA . 1
(TULISKAN)
(TULISKAN)
TIDAK . 2
RP-11
266 • Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
215
LIHAT 214:
ADA KODE ‘1’ YANG DILINGKARI
1
TIDAK ADA KODE‘l'
YANG DILINGKARI
'
216
Sekarang saya akan menanyakan tentang masa yang akan
datang, terutama dalam hal pemakaian alat/cara KB.
Apakah Saudara akan memakai suatu alat/cara KB untuk
mencegah kehamilan, suatu ketika nanti?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
217
Menurut pendapat Saudara, pelayanan KB apa yang perlu
tersedia bagi remaja yang belum menikah?
- Penyuluhan: Kegiatan yang menjelaskan kesehatan
reproduksi dan alat/cara KB?
- Konseling: Konsultasi penggunaan alat/cara KB?
- Penyediaan: Penyediaan dan pelayanan alat KB?
YA TIDAK
PENYULUHAN. 1 2
KONSELING. 1 2
PENYEDIAAN. 1 2
218
Sekarang saya akan membacakan beberapa pernyataan
tentang penggunaan kondom. Apakah Saudara setuju atau
tidak setuju dengan pernyataan ini:
- Kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
- Kondom dapat mencegah penularan HIV-AIDS dan infeksi
menular seksual lainnya.
- Kondom dapat dipakai ulang.
SE- TI < P* K TIDAK
TUJU 7T" TAHU
CEGAH HAMIL. 1 2 8
CEGAH HIV-AIDS
DAN IMS. ' 1 °
PAKAI ULANG. 1 2 8
219
Sekarang saya ingin membicarakan tentang suatu penyakit
yang disebut anemia. Apakah Saudara pernah mendengar
anemia?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 301
220
Menurut Saudara apakah anemia tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
HAEMOGLOBIN (Hb) RENDAH. A
KEKURANGAN ZAT BESI. B
KEKURANGAN SEL DARAH MERAH... C
KURANG DARAH. D
KURANG VITAMIN. E
TEKANAN DARAH RENDAH. F
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
221
Menurut Saudara mengapa seseorang dapat menderita
anemia?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KURANG MAKAN DAGING, AYAM,
IKAN, HATI. A
KURANG MAKAN SAYUR-SAYURAN
DAN BUAH-BUAHAN. B
PERDARAHAN. C
SEDANG MENDAPAT HAID. D
KURANG MAKAN. E
PENYAKIT MENULAR. F
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
222
Dapatkah anemia diobati?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
X 301
223
Bagaimana cara mengobati penderita anemia?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
MINUM PIL TAMBAH DARAH. A
MINUM PIL ZAT BESI. B
BANYAK MAKAN DAGING, AYAM,
IKAN, HATI. C
BANYAK MAKAN SAYUR-SAYURAN
DAN BUAH-BUAHAN YANG
MENGANDUNG ZAT BESI. D
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
RP-12
Lampiran Kuesioner RP • 267
BAGIAN 3. PERKAWINAN DAN ANAK
Sekarang saya akan menanyakan pendapat Saudara mengenai perkawinan dan anak.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
301
Pada umur berapa Saudara merencanakan untuk menikah?
UMUR DALAM TAHU N. d]| _
TIDAK AKAN KAWIN.95
TIDAK TAHU. 98
302
Menurut pendapat Saudara, pada umur berapa seorang
perempuan sebaiknya menikah?
UMUR DALAM TAHUN. |d jd
TIDAK TAHU.98
303
Menurut pendapat Saudara, pada umur berapa seorang laki-
laki sebaiknya menikah?
UMUR DALAM TAHUN. [_j[ ]
TIDAK TAHU.98
304
Menurut Saudara apakah pasangan yang akan menikah
perlu memeriksakan kesehatannya?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
L 306
305
Pemeriksaan apa?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
BADAN. A
DARAH. B
AIR SENI. C
LAINNYA
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
306
Siapakah yang akan menentukan pasangan Saudara ketika
Saudara menikah nantinya: Saudara sendiri, orang tua
Saudara, keluarga lainnya, atau bersama?
SENDIRI. 1
ORANG TUA. 2
KELUARGA LAINNYA. 3
BERSAMA. 4
307
Setelah Saudara menikah nanti, berapakah jumlah anak
yang Saudara inginkan selama hidup?
TIDAK INGIN ANAK. 00
JUMLAH ANAK. | ||
LAINNYA 96
(TULISKAN)
—► 309
—► 309
308
Dari jumlah tersebut, berapa anak laki-laki, berapa anak
perempuan dan berapa anak yang diharapkan tanpa
memperhatikan jenis kelamin?
'APA SAJA' ADALAH JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN
TANPA PREFERENSI JENIS KELAMIN TERTENTU.
LAKI- PEREM- APA
LAKI PUAN SAJA
jumlah do nn n
LAINNYA 999996
(TULISKAN)
309
Menurut pendapat Saudara, siapa yang seharusnya
menentukan jumlah anak: istri, suami, istri dan suami, atau
lainnya?
ISTRI. 1
SUAMI. 2
ISTRI DAN SUAMI. 3
LAINNYA 6
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 8
310
Menurut Saudara pada umur berapa sebaiknya seorang
wanita mempunyai anak pertama kali?
UMUR DALAM TAHUN. .)[ ]
TIDAK TAHU.98
RP-13
268
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
311
Menurut Saudara pada umur berapa sebaiknya seorang laki-
laki mempunyai anak pertama kali?
□□
UMUR DALAM TAHU N.
TIDAK TAHU. 98
312
Menurut Saudara berapa sebaiknya jarak antara dua
kelahiran?
BULAN.
TAHUN.
TIDAK TAHU..
□□
□□
998
313
Jika seorang wanita hamil, tetapi ia tidak menginginkan
kandungannya, menurut Saudara apa yang seharusnya ia
lakukan: melahirkan dan merawat sendiri bayinya,
melahirkan dan memberikan bayinya kepada orang lain
untuk diasuh, menggugurkan kandungannya, atau terserah
kepada wanita itu?
MELAHIRKAN DAN DIRAWAT SENDIRI 1
MELAHIRKAN DAN DIASUH ORANG
LAIN. 2
MENGGUGURKAN. 3
TERSERAH KEPADA WAN ITA ITU. 4
TIDAK TAHU. 8
314
Ada beberapa keadaan yang menyebabkan seorang wanita
mungkin mempertimbangkan untuk menggugurkan
kandungannya.
Menurut Saudara apakah seorang wanita berhak
menggugurkan kandungannya karena:
- Kehamilannya membahayakan kesehatan ibu dan janin?
- Kehamilannya mengancam jiwa ibu dan janin?
- Janin cacat tubuh?
- Hamil akibat pemerkosaan?
- Wanita belum menikah?
- Pasangan suami-istri tak mampu merawat anak?
- Masih sekolah?
KESEHATAN.
JIWA.
JANIN CACAT.
DIPERKOSA.
BELUM NIKAH.
TIDAK MAMPU.
MASIH SEKOLAH.
SE¬
TUJU
1
1
1
1
1
1
1
TIDAK
SE¬
TUJU
2
2
2
2
2
2
2
TIDAK
TAHU
8
8
8
8
8
8
8
RP-14
Lampiran Kuesioner RP • 269
BAGIAN 4. PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT
Sekarang saya ingin menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan peran keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai sumber
informasi tentang kesehatan reproduksi yaitu hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas dan infeksi menular seksual termasuk HIV-
AIDS, serta hal lain seperti penggunaan obat-obat terlarang dan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya).
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
401
Saya ingin tahu dengan siapa Saudara membicarakan atau
menanyakan hal-hal mengenai kesehatan reproduksi.
Apakah Saudara pernah membicarakan hal-hal itu dengan:
- Teman?
- Ibu?
TEMAN
IBU.
KODE
TERUS KE
YA TIDAK
1 2
1 2
- Bapak?
- Saudara kandung?
- Keluarga?
- Guru?
BAPAK. 1 2
SAUDARA KANDUNG. 1 2
KELUARGA. 1 2
GURU. 1 2
- Petugas kesehatan?
PETUGAS KESEHATAN. 1 2
402
- Pemuka agama?
PEMUKA AGAMA.
Kalau Saudara ingin tahu lebih jauh mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan kesehatan reproduksi, pada siapa
Saudara akan bertanya?
Siapa lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN.
IBU.
BAPAK.
SAUDARA KANDUNG.
KELUARGA.
GURU.
PETUGAS KESEHATAN.
PEMUKAAGAMA.
LAINNYA_
(TULISKAN)
TIDAK TAHU.
A
B
C
D
E
F
G
H
X
Z
403
LIHAT 108:
KODE‘l' DILINGKARI
□
KODE ‘Z DILINGKARI
'
’
TOPIK
404. Apakah Saudara pernah diberi pelajaran
di sekolah tentang (TOPIK)?
405. Apakah jenjang sekolah Saudara ketika pertama
kali diberi pelajaran di sekolah tentang (TOPIK)?
A. Sistem reproduksi manusia
YA. 1 —
TIDAK. 2 —
TIDAK TAHU. 8 —
1
-►
’
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTS/SEDERAJAT. 2
S MA/SM K/SEDERAJAT. 3
AKADEMI DI DII DI 1. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
B. Cara mengatur kelahiran
YA. 1 —
TIDAK. 2 —
TIDAK TAHU. 8 —
►
'
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTS/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/SEDERAJAT. 3
AKADEMI DI DII DI 1. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
C. HIV-AIDS
YA. 1 —
TIDAK. 2 —
TIDAK TAHU. 8 —
'
-►
'
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTS/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/SEDERAJAT. 3
AKADEMI DI DII DI 1. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
D. Infeksi Menular Seksual
lainnya
YA. 1 —
TIDAK. 2 —
TIDAK TAHU. 8 —
1
-►
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTS/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/SEDERAJAT. 3
AKADEMI DI DII DI 1. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
E. NAPZA (Narkotika, Alkohol,
Psikotropika, dan Zat Adiktif
lainnya)
YA. 1 —
TIDAK. 2 —
TIDAK TAHU. 8 —
1
-►
’
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTS/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/SEDERAJAT. 3
AKADEMI DI DII DI 1. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
RP-15
270 • Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
406
Apakah Saudara pernah menghadiri pertemuan masyarakat
yang membahas kesehatan reproduksi?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 408
407
Apakah bentuk pertemuan masyarakat yang pernah Saudara
hadiri?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KARANG TARUNA. A
PERKUMPULAN AGAMA. B
BINA KELUARGA REMAJA/BKR. C
PENYULUHAN DARI LSM. D
PENYULUHAN PEMERINTAH. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
408
Apakah Saudara pernah mendengar tentang wadah/tempat
bagi remaja untuk memperoleh informasi dan konsultasi
mengenai kesehatan reproduksi remaja?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 501
409
Apa nama wadah tersebut?
(TULISKAN)
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
PIK-R/M. A
PUSKESMAS PKPR. B
YOUTH CENTRE. C
LAINNYA. X
TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. Z
410
Apakah Saudara mengetahui di mana tempat tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 501
411
Apakah Saudara pernah mengunjungi tempat tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 501
412
Pelayanan apa saja yang sudah tersedia di tempat tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
INFORMASI KESPRO. A
KONSELING. B
PEMERIKSAAN KESEHATAN. C
PENGOBATAN IMS. D
ALAT/CARA KB. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
413
Pelayanan kesehatan reproduksi apa saja yang Saudara
inginkan tersedia di tempat tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
INFORMASI KESPRO. A
KONSELING. B
PEMERIKSAAN KESEHATAN. C
PENGOBATAN IMS. D
ALAT/CARA KB. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
RP-16
Lampiran Kuesioner RP • 271
BAGIAN 5. ROKOK, MINUMAN BERALKOHOL, DAN OBAT-OBATAN TERLARANG
Sekarang saya akan menanyakan beberapa hal mengenai merokok minum minuman beralkohol, dan pemakaian obat-obatan terlarang.
Seperti telah saya katakan, Saudara dapat menolak untuk menjawab beberapa atau semua pertanyaan. Meskipun demikian, saya harap
Saudara akan terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini karena pendapat Saudara sangat penting. Informasi yang Saudara
berikan akan dirahasiakan dan hanya akan digunakan untuk studi ilmiah.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
501
Apakah Saudara pernah mencoba merokok?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 506
502
Umur berapa Saudara pertama kali merokok?
UMUR DALAM TAHUN . j j j |
TIDAK INGAT . 98
503
Umur berapa Saudara mulai merokok secara teratur?
UMUR DALAM TAHUN . ]_|| j
HANYA MENCOBA . 94
TIDAK PERNAH TERATUR . 95
TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. 98
504
Apakah saat ini Saudara merokok setiap hari, kadang-kadang,
atau tidak sama sekali?
SETIAP HARI. 1
KADANG-KADANG. 2
TIDAK SAMA SEKALI. 3
-L- 506
505
Berapa rata-rata batang rokok yang Saudara hisap setiap
hari?
BATANG ROKOK . [ j[ ]
506
Apakah saat ini Saudara mengkonsumsi jenis/bentuk
tembakau lain setiap hari, kadang-kadang, atau tidak sama
sekali?
SETIAP HARI. 1
KADANG-KADANG . 2
TIDAK SAMA SEKALI . 3
—► 508
507
Apa jenis/bentuk tembakau lain tersebut?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DILINGKARI.
PIPA CANGKLONG . A
CERUTU . B
SHISHA . C
DIHIRUP MELALUI MULUT . D
DIHIRUP MELALUI HIDUNG . E
TEMBAKAU KUNYAH . F
MENGUNYAH SIRIH DAN TEMBAKAU. G
LAINNYA X
(TULISKAN)
508
Apakah Saudara pernah mengajak/mempengaruhi teman/
orang lain untuk merokok?
YA . 1
TIDAK . 2
509
Apakah Saudara pernah mengingatkan/mengajak teman/
orang lain untuk tidak merokok?
YA . 1
TIDAK . 2
510
Sekarang saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai minuman beralkohol seperti arak, tuak, bir, dsb.
Apakah Saudara pernah minum minuman beralkohol?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 514
511
Umur berapa Saudara pertama kali minum minuman
beralkohol?
UMUR DALAM TAHUN . ) j|_j
TIDAK INGAT . 98
512
Dalam tiga bulan terakhir, berapa hari Saudara minum
minuman beralkohol?
JIKA SETIAP HARI : CATAT ‘90’.
JUMLAH HARI . | j| j
TIDAK PERNAH . 95
RP-17
272 • Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
513
Apakah Saudara pernah mabuk karena minum minuman
beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
514
Apakah Saudara pernah mengajak/mempengaruhi teman/
orang lain untuk minum minuman beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
515
Apakah Saudara pernah mengingatkan/mengajak teman/
orang lain untuk tidak minum minuman beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
516
Ada obat-obatan, seperti ganja, putau, shabu-shabu, dsb,
yang bisa dikonsumsi untuk bersenang-senang, atau ngehai,
ngeflai, ngeboat, berfantasi.
Apakah Saudara mengetahui seseorang yang
mengkonsumsi obat-obatan seperti itu?
YA. 1
TIDAK. 2
517
Apakah Saudara sendiri pernah mencoba mengkonsumsi
obat-obatan seperti itu?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 525
518
Bagaimana cara Saudara memakainya ?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
DIHISAP. A
DIHIRUP. B
DISUNTIK. C
DIMINUM/DITELAN. D
LAINNYA X
(TULISKAN)
519
LIHAT 518: KODE'A',‘B',‘D’,‘X’
DILINGKARI
1
| KODE ‘C’ DILINGKARI
r
520
Apakah Saudara pernah nyuntik obat-obatan yang bisa
berakibat teler, flai, hai, on ?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 525
521
Umur berapa Saudara pertama kali nyuntik obat-obatan
tersebut?
UMUR DALAM TAHU N. ||
TIDAK INGAT. 98
522
Apakah Saudara nyuntik obat-obatan tersebut dalam 12
bulan terakhir?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 524
523
Sesering apakah Saudara nyuntik obat-obatan tersebut?
SETIAP HARI. 01
BEBERAPA HARI DALAM SEMINGGU 02
SETIAP MINGGU. 03
KURANG DARI SEKALI SEMINGGU.... 04
SETIAP BULAN. 05
KURANG DARI SEKALI SEBULAN. 06
LAINNYA 96
(TULISKAN)
524
Apakah Saudara pernah menggunakan alat suntik yang
sama secara bergantian?
YA. 1
TIDAK. 2
525
Apakah Saudara pernah mengajak/mempengaruhi teman/
orang lain untuk menggunakan obat-obatan terlarang?
YA. 1
TIDAK. 2
526
Apakah Saudara pernah mengingatkan/mengajak teman/
orang lain untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang?
YA. 1
TIDAK. 2
527
Apakah Saudara pernah mendengar mengenai IPWL
(Institusi Penerima Wajib Lapor)?
YA. 1
TIDAK. 2
RP-18
Lampiran Kuesioner RP • 273
BAGIAN 6. HIV-AIDS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
601
Sekarang saya ingin membicarakan hal lain.
Apakah Saudara pernah mendengar tentang suatu penyakit
yang disebut HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 624
602
Dari mana Saudara mengetahui tentang HIV-AIDS?
Ada sumber lain?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
RADIO. A
TELEVISI. B
SURAT KABAR/MAJALAH. C
SELEBARAN/POSTER. D
PETUGAS KESEHATAN. E
PERKUMPULAN KEAGAMAAN. F
SEKOLAH/GURU. G
PERTEMUAN MASYARAKAT. H
TEMAN/KELUARGA. 1
TEMPAT KERJA. J
INTERNET. K
LAINNYA X
(TULISKAN)
603
Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS
dengan membatasi hubungan seks hanya dengan seseorang
yang tidak terinfeksi virus HIV-AIDS dan tidak mempunyai
pasangan lain?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
604
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS melalui gigitan
nyamuk?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
605
Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS
dengan cara memakai kondom setiap melakukan hubungan
seks?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
606
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS dengan makan
sepiring bersama orang yang terinfeksi virus HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
607
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena diguna-
guna atau didukuni atau disantet?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
608
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena
menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
609
Apakah mungkin seseorang yang penampilannya tampak
sehat ternyata ia telah tertular virus HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
610
Apakah virus HIV-AIDS dapat ditularkan dari seorang ibu ke
anaknya:
- Selama hamil?
- Saat melahirkan?
- Dengan menyusui?
YA TIDAK TT
SELAMA HAMIL.... 1 2 8
SAAT MELAHIRKAN 1 2 8
DENGAN MENYUSUI 1 2 8
611
Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi virus HIV-
AIDS?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
DENGAN MENGENALI FISIK. A
DENGAN MENGENALI PERILAKU. B
DENGAN TES DARAH. C
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
RP-19
274
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
612
Apakah Saudara tahu tentang adanya tes HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 615
613
Apakah Saudara mengetahui di mana memperoleh
pelayanan tes HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 615
614
Di mana?
Ada lagi?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH
SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH
ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG SESUAI.
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. A
PUSKESMAS. B
PUSTU/PUSLING. C
KLINIK. D
KLINIK KHUSUS VCT. E
LAINNYA F
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT. G
KLINIK. H
KLINIK KHUSUS VCT. 1
PRAKTIK DOKTER. J
BIDAN/PERAWAT. K
LAINNYA L
(TULISKAN)
LAINNYA X
(TULISKAN)
615
Apakah Saudara akan membeli sayuran segar dari petani atau
penjual yang Saudara ketahui terinfeksi virus HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
616
Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS,
apakah Saudara akan merahasiakannya?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
617
Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS,
apakah Saudara bersedia merawatnya di rumah Saudara?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
618
Apakah menurut Saudara, anak-anak yang menderita HIV-
AIDS boleh bersekolah bersama dengan anak-anak yang
bukan penderita HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
619
Menurut Saudara, seseorang yang ragu melakukan tes HIV
apakah disebabkan kekhawatiran mereka atas reaksi orang
lain jika hasil tesnya positif?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
620
Menurut Saudara, apakah orang akan berkata buruk terhadap
penderita HIV-AIDS atau orang yang diduga sebagai penderita
HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
621
Menurut Saudara, apakah penderita HIV-AIDS atau orang
yang diduga sebagai penderita HIV-AIDS akan tidak dihargai
oleh orang lain?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
622
Apakah Saudara setuju dengan pernyataan berikut: Saya
merasa malu jika salah seorang dari keluarga saya menderita
HIV-AIDS?
SETUJU. 1
TIDAK SETUJU. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
623
Apakah Saudara takut tertular HIV-AIDS jika terkena air liur
penderita HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
RESPONDEN PENDERITA HIV-AIDS.. 3
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
RP-20
Lampiran Kuesioner RP
275
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
624
LIHAT 601:
1
KODE'1'DILINGKARI | KODE 2’ DILINGKARI |
1
t 1 t
Selain HIV-AIDS, apakah | Apakah Saudara pernah
Saudara pernah i mendengar infeksi yang
mendengar infeksi lain yang 1 dapat ditularkan melalui
dapat ditularkan melalui 1 hubungan seksual?
hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 701
625
Infeksi apa yang Saudara ketahui?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
SIPHILIS/RAJA SINGA. A
GONORRHEA/KENCING NANAH. B
KONDILOMAAKUMINATA/JENGGER
AYAM. C
CHANCROID/LUKA NYERI. D
CLAMYDIA/BENGKAK PADA SKROTUM. E
KANDIDIASIS/KEPUTIHAN KARENA
JAMUR. F
HERPES GENITAL/BINTIL-BINTIL. G
LAINNYA X
(TULISKAN)
626
Dari manakah Saudara memperoleh informasi tentang
infeksi menular seksual (IMS)?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
RADIO. A
TELEVISI. B
SURAT KABAR/MAJALAH. C
SELEBARAN/POSTER. D
PETUGAS KESEHATAN. E
PERKUMPULAN KEAGAMAAN. F
SEKOLAH/GURU. G
PERTEMUAN MASYARAKAT. H
TEMAN/KELUARGA. 1
TEMPAT KERJA. J
INTERNET. K
LAINNYA X
(TULISKAN)
627
Jika seorano laki-laki tertular infeksi menular seksual fIMSL
apakah gejala-gejalanya?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
NYERI PERUT. A
NANAH KELUAR DARI ALAT KELAMIN
(KENCING NANAH). B
CAIRAN BAU KELUAR DARI ALAT
KELAMIN. C
RASA NYERI/PANAS PADA SALURAN
KENCING. D
KEMERAHAN/RADANG PADA ALAT
KELAMIN. E
BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. F
LUKA/BISUL PADA ALAT KELAMIN. G
KUTIL PADA ALAT KELAMIN. H
GATAL PADA ALAT KELAMIN. 1
KENCING DARAH. J
BERAT BADAN TURUN. K
IMPOTEN. L
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK BERGEJALA/TAMPAK. Y
TIDAK TAHU. Z
RP-21
276
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
628
Jika seorana Deremouan tertular infeksi menular seksual
(IMS), apakah gejala-gejalanya?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
NYERI PERUT. A
KEPUTIHAN. B
KEPUTIHAN YANG BERBAU. C
RASA NYERI/PANAS PADA SALURAN
KENCING. D
KEMERAHAN/RADANG PADA ALAT
KELAMIN. E
BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. F
LUKA/BISUL PADA ALAT KELAMIN. G
KUTIL PADA ALAT KELAMIN. H
GATAL PADA ALAT KE LAM1N. 1
KENCING DARAH. J
BERAT BADAN TURUN. K
SULIT HAMIL. L
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK BERGEJALA/TAMPAK. Y
TIDAK TAHU. Z
RP-22
Lampiran Kuesioner RP • 277
BAGIAN 7. PACARAN DAN PERILAKU SEKSUAL
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan berhubungan dengan seksualitas Kami ingin mengetahui apakah orang muda
seusia Saudara aktif secara seksual. Informasi yang Saudara berikan akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk studi ilmiah.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
701
Apakah Saudara sekarang mempunyai pacar?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 703
702
Apakah Saudara pernah punya pacar?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 705
703
Berapa umur Saudara ketika pertama kali punya pacar?
UMUR DALAM TAHU N. |) ]
TIDAK INGAT. 98
704
Dalam berpacaran, pada saat berduaan dengan pasangan
(pacar yang sekarang ataupun yang sebelumnya), untuk
mengungkapkan rasa kasih sayang atau sekadar mencoba
ataupun ingin tahu, apakah Saudara pernah:
- Berpegangan tangan atau jemari?
- Berpelukan?
- Berciuman bibir?
- Meraba (diraba) bagian tubuh lain yang sensitif seperti
sekitar alat kelamin, payudara, paha, dll?
YA TIDAK
PEGANG TANGAN. 1 2
BERPELUKAN. 1 2
CIUM BIBIR. 1 2
MERABA (DIRABA). 1 2
JIKA RESPONDEN MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN PERTANYAAN INI, KATAKAN BAHWA
PERTANYAAN INI MEMANG SENSITIF TAPI SANGAT PENTING UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI
YANG AKURAT. YAKINKAN SEKALI LAGI BAHWA KERAHASIAAN INFORMASI INI TERJAMIN.
705
Apakah Saudara pernah melakukan hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
L 715
706
Apa alasan utama Saudara melakukan hubungan seksual
untuk pertama kalinya?
SALING CINTA. 01
TERJADI BEGITU SAJA. 02
PENASARAN/INGIN TAHU. 03
DIPAKSA. 04
MEMERLUKAN UANG UNTUK
HIDUP/SEKOLAH. 05
INGIN MENIKAH. 06
IKUTAN TEMAN. 07
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK INGAT. 98
707
Di mana Saudara melakukan hubungan seksual untuk pertama
kalinya?
DI RUMAH SENDIRI. 01
DI RUMAH PASANGAN. 02
HOTEL/MOTEL. 03
TEMPAT KOS. 04
TEMPAT PELACURAN. 05
KENDARAAN. 06
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK INGAT. 98
708
Umur berapa Saudara ketika pertama kali melakukan
hubungan seksual?
UMUR DALAM TAHU N. .[| |
TIDAK TAHU. 98
RP-23
278 • Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
709
Dengan siapa Saudara melakukan hubungan seksual yang
pertama kali?
JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN.
TEMAN. 01
PACAR. 02
KELUARGA. 03
IBU. 04
PEKERJA SEKS. 05
LAINNYA 96
(TULISKAN)
710
Pada waktu pertama kali melakukan hubungan seksual
tersebut, apakah Saudara atau pasangan memakai pencegah
kehamilan/alat/cara KB?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8
-L* 712
711
Pencegah kehamilan/alat/cara KB apa yang Saudara atau
pasangan Saudara pakai?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KONDOM. A
PIL. B
KONTRASEPSI DARURAT. C
SANGGAMA TERPUTUS. D
PANTANG BERKALA/KALENDER. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
712
Kapan Saudara melakukan hubungan seksual terakhir kali?
HARI LALU. 1 j [
MINGGU LALU. 2 i
BULAN LALU. 3 j [
TAHUN LALU. 4 | |
713
Saat terakhir kali Saudara melakukan hubungan seksual,
apakah Saudara atau pasangan memakai pencegah
kehamilan atau alat/cara KB untuk mencegah kehamilan?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8
X 715
714
Pencegah kehamilan/alat/cara KB apa yang Saudara atau
pasangan Saudara pakai?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KONDOM. A
PIL. B
KONTRASEPSI DARURAT. C
SANGGAMA TERPUTUS. D
PANTANG BERKALA/KALENDER. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
715
Apakah Saudara mempunyai teman yang sudah melakukan
hubungan seksual sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8
X 717
716
Karena Saudara mempunyai teman yang sudah melakukan
hubungan seksual, apakah Saudara merasakan semacam
dorongan atau pengaruh untuk melakukan hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8
717
Apakah Saudara setuju atau tidak setuju dengan pernyataan
berikut:
- Setuju bila seorang pria mempunyai banyak pasangan/pacar
pada waktu bersamaan?
- Setuju bila seorang wanita mempunyai banyak pasangan/
pacar pada waktu bersamaan?
YA TIDAK TT
LAKI-LAKI BANYAK
PACAR. 1 2 8
PEREMPUAN
BANYAK PACAR.. 1 2 8
RP-24
Lampiran Kuesioner RP • 279
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
718
Apakah Saudara setuju jika seorang wanita melakukan
hubungan seksual sebelum menikah?
SETUJU. 1
TIDAK SETUJU. 2
TERGANTUNG. 8
719
Apakah Saudara setuju jika seorang pria melakukan hubungan
seksual sebelum menikah?
SETUJU. 1
TIDAK SETUJU. 2
TERGANTUNG. 8
720
Apakah Saudara setuju seseorang melakukan hubungan
seksual sebelum menikah, jika:
- Kedua belah pihak sama-sama senang melakukan
hubungan.
- Keduanya saling mencintai.
- Keduanya merencanakan untuk menikah.
- Wanita sudah dewasa dan sadar terhadap akibat-akibat
yang akan timbul.
- Ingin menunjukkan rasa cinta.
SE- TIDAK
TUJU TUJU
SUKA SAMA SU KA. 1 2
SALING CINTA. 1 2
AKAN MENIKAH. 1 2
WANITA DEWASA. 1 2
TUNJUKKAN CINTA. 1 2
721
Apakah Saudara sangat setuju, setuju, atau tidak setuju
dengan pendapat bahwa mempertahankan keperawanan
sebelum menikah penting bagi wanita?
SANGAT SETUJU. 1
SETUJU. 2
TIDAK SETUJU. 3
722
Menurut pendapat Saudara apakah laki-laki pada umumnya
masih menganggap penting keperawanan bagi wanita?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
723
LIHAT 705:
'TIDAK' ATAU ‘TIDAK TAHU'
P
‘YA’
r
724
Jika Saudara belum pernah melakukan hubungan seksual,
apakah Saudara sudah punya niat untuk melakukannya
sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
TERGANTUNG. 8
725
Apakah Saudara pernah mempengaruhi teman/orang lain
untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
726
Apakah Saudara pernah mengingatkan teman/orang lain
untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
727
LIHAT 705:
KODE T DILINGKARI
'
P
KODE 2’ ATAU ‘8’
DILINGKARI
728
Adakalanya seorang wanita hamil pada waktu sebenarnya ia
tidak ingin hamil.
Apakah Saudara pernah punya pasangan yang hamil tetapi
sebenarnya Saudara tidak menginginkan kehamilan
tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
► 736
729
Berapa kali terjadi kehamilan yang tidak diinginkan tersebut?
SEKALI. 1
LEBIH DARI SATU KALI. 2
RP-25
280
Lampiran Kuesioner RP
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
730
LIHAT 729:
1
KODE‘1’DILINGKARI | j KODE‘2’ DILINGKARI |
1
U 1 V
1
Ketika kehamilan yang tidak l Ketika kehamilan yang tidak
diinginkan tersebut terjadi, 1 diinginkan tersebut terjadi,
apa yang Saudara lakukan apa yang Saudara lakukan
terhadap kehamilan itu? | terhadap kehamilan yang
l terakhir?
i
MENERUSKAN KEHAMILAN. 1
BERUSAHA MENGGUGURKAN
KANDUNGAN TAPI GAGAL. 2
MENGGUGURKAN KANDUNGAN. 3
KEGUGURAN. 4
LAINNYA 6
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 8
-V- 736
731
Siapa yang memutuskan untuk meneruskan kehamilan atau
menggugurkan kandungan ketika pasangan Saudara
mengalami kehamilan yang tidak diinginkan tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
RESPONDEN. A
PASANGAN. B
ORANG TUA. C
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
TEMAN. F
LAINNYA X
(TULISKAN)
732
LIHAT 730:
KODE 'l’ ATAU ‘2’ DILINGKARI
P
KODE ‘3’ DILINGKARI
'
™ / DU
733
Apa yang Saudara lakukan dengan bayi tersebut?
DIASUH SENDIRI. 1
DIASUH ORANG LAIN. 2
LAINNYA 6
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 8
734
LIHAT 730:
KODE‘2’ DILINGKARI
P
KODE ‘1’ DILINGKARI
'
™ / OD
735
Siapa yang membantu Saudara menggugurkan kandungan
atau berusaha menggugurkan kandungan tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
DOKTER. A
BIDAN/PERAWAT. B
DUKUN. C
APOTEKER. D
TEMAN/KELUARGA. E
SENDIRI. F
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
736
Tahukah Saudara ada seseorang remaja belum menikah
yang Saudara kenal secara pribadi, yang berusaha
mencoba menggugurkan kandungannya atau yang telah
menggugurkan kandungannya?
YA. 1
TIDAK. 2
737
Apakah Saudara pernah mempengaruhi teman/orang lain
untuk menggugurkan kandungannya?
YA. 1
TIDAK. 2
738
Apakah Saudara pernah mengingatkan teman/orang lain
untuk tidak menggugurkan kandungannya?
YA. 1
TIDAK. 2
RP-26
Lampiran Kuesioner RP • 281
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
LIHAT 705:
739
KODE T DILINGKARI
□
KODE 2’ ATAU '8'
DILINGKARI
746
LIHAT 624:
740
KODE T DILINGKARI
□
KODE 2' DILINGKARI
742
741
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai kesehatan Saudara dalam 12 bulan terakhir.
Selama 12 bulan terakhir, apakah Saudara pernah terkena
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
742
Kadangkala pria mempunyai luka/sakit atau bisul di daerah
alat kelaminnya.
Selama 12 bulan terakhir, apakah Saudara pernah mengalami
hal tersebut?
LIHAT 741 DAN 742:
743
PERNAH MENGALAMI INFEKSI I
(ADA KODE‘YA’) - 1
TIDAK PERNAH
MENGALAMI INFEKSI
ATAU TIDAK TAHU
746
744
Terakhir kali Saudara mengalami (MASALAH DARI 741 DAN
742), apakah Saudara mencari nasehatatau pengobatan?
YA. 1
TIDAK. 2
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. A
PUSKESMAS. B
PUSTU/PUSLING. C
KLINIK. D
LAINNYA_ E
(TULISKAN)
746
745
Kemana Saudara pergi?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
SWASTA
RUMAH SAKIT. F
KLINIK. G
PRAKTIK DOKTER. H
BIDAN/PERAWAT. I
APOTIK. J
LAINNYA_ K
(TULISKAN)
LAINNYA
TOKO OBAT/WARUNG. L
DIOBATI SENDIRI. M
DUKUN/’ORANG PINTAR’. N
LAINNYA_ X
(TULISKAN)
746
CATAT WAKTU
JAM.
MENIT..
□□
□□
RP-27
282
Lampiran Kuesioner RP
PENGAMATAN PEWAWANCARA
DIISI SETELAH WAWANCARA SELESAI
KOMENTAR TENTANG RESPONDEN:
KOMENTAR PADA PERTANYAAN KHUSUS:
KOMENTAR LAINNYA:
PENGAMATAN PENGAWAS
NAMA PENGAWAS :
TANGGAL:
PENGAMATAN EDITOR
NAMA EDITOR :
TANGGAL:
RP-28
Lampiran Kuesioner RP
283
284 • Lampiran Kuesioner RP
SDKI17- RT
fB?
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017
DAFTAR RUMAH TANGGA
RAHASIA
1. PENGENALAN TEMPAT
KODE
1.
PROVINSI
□□
2.
KABUPATEN/KOTA *)
□□
3.
KECAMATAN
1 1 II 1
4.
DESA/KELURAHAN *)
1 1 II 1
5.
DAERAH **)
PERKOTAAN -1 PERDESAAN -2
□
6.
NOMOR BLOK SENSUS
1 II II II B 1
7.
NOMOR KODE SAMPEL SDKI17
nnnn
8.
NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL
□□
9.
NAMA KEPALA RUMAH TANGGA
10.
NAMA PEMBERI KETERANGAN
□□
11.
TERPILIH SDKI17-PK (PRIA KAWIN)?
YA -1 TIDAK -2
□
II. KUNJUNGAN PETUGAS
KUNJUNGAN AKHIR
TANGGAL WAWANCARA
NAMA PEWAWANCARA
HASIL KUNJUNGAN ***)
TANGGAL
BULAN
TAHUN
PEWA¬
WANCARA
HASIL
□□
□□
nnnn
nn nn
□
KUNJUNGAN BERIKUT
TGL
JAM
JML KUNJUNGAN
□
***) KODE HASIL KUNJUNGAN:
1. SELESAI
2. TIDAK ADA ART DI RUMAH ATAU TIDAK
ADA RESPONDEN YANG MAMPU MEN¬
JAWAB PADA SAAT KUNJUNGAN
3. RUMAH TANGGA TIDAK ADA SELAMA
WAKTU PENCACAHAN
4. DITANGGUHKAN
5. DITOLAK
6. BANGUNAN KOSONG ATAU ALAMAT
BUKAN TEMPAT TINGGAL
7. BANGUNAN DIBONGKAR
8. BANGUNAN TIDAK DITEMUKAN
9. LAINNYA
JML ART
JML WANITA
15-49 THN
JML PRIA KAWIN
15-54 THN
JML PRIA BELUM
KAWIN 15-24 THN
□□
□□
□□
CATAT
WAKTU MULAI
..JAM
..MENIT
□□
CATAT
WAKTU SELESAI ■
..JAM
□□
..MENIT
EDITOR LAPANGAN
PENGAWAS
EDITOR BPS
NAMA
KODE PETUGAS
1 1 II 1
nnn
□□
TANGGAL
TANDA TANGAN
PETUGAS ENTRI
□□
Keterangan: *) Coret yang tidak sesuai
**) Lingkari salah satu
RT -1
Lampiran Kuesioner RT • 285
III. DAFTAR ANGGOTA
N O.
ANGGOTA RUMAH TANGGA
DAN TAMU
(NAMA)
HUBU¬
NGAN
NO. URUT
KELU¬
ARGA
JENIS
KELAMIN
TEMPAT TINGGAL
UMUR
UMUR >15
STATUS
PER¬
KAWINAN
Siapakah nama orang-orang yang
Apa hubu-
Apakah
Apakah
Apakah
Berapa umur
Apakah
biasanya tinggal di rumah tangga ini,dan
ngan
(NAMA) pria
(NAMA)
(NAMA)
(NAMA) pada
status
siapa nama tamu yang tadi malam
(NAMA)
atau wanita?
biasa
menginap di
ulang tahun
perkawin-
menginap, mulai dari
dengan
tinggal di
sini tadi
yang terakhir?
an (NAMA)
kepala rumahtangga?
kepala
sini?
malam?
saat ini?
rumah
tangga?
SETELAH MENDAFTAR SEMUA NAMA
UMUR HARUS
1. BELUM
DAN MENCATAT HUBUNGAN DAN
DIISI
KAWIN
JENIS KELAMIN UNTUK SETIAP
2. KAWIN
ORANG. TANYAKAN PERTANYAAN
*) LIHAT
TULISKAN
LINGKARI
LINGKARI
LINGKARI
JIKA 95 ATAU
3. HIDUP
PROBING 1-5 DI BAWAH UNTUK
KODE
NOMOR
SALAH
SALAH
SALAH
LEBIH TULIS
BERSA-
MEYAKINKAN BAHWA SEMUA NAMA
DI BA-
URUT
SATU KODE
SATU KODE
SATU KODE
“95”
MA
SUDAH TERCATAT
WAH
KELU-
JIKA KURANG
4. CERAI
ARGA
DARI 1 TULIS
HIDUP
LALU TANYAKAN PERTANYAAN YANG
“00”
5. PISAH
SESUAI DENGAN KOLOM (6)-(18)
6. CERAI
UNTUK SETIAP ORANG
MATI
(i)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(?)
(8)
(9)
L
P
YA TDK
YA TDK
TAHUN
01
UU
U
1
2
1 2
1 2
ur
U
02
□□
□
1
2
1 2
1 2
ii
□
03
UU
□
1
2
1 2
1 2
i
□
04
UU
□
1
2
1 2
1 2
i
□
05
UU
u
1
2
1 2
1 2
i
u
06
UU
□
1
2
1 2
1 2
i
□
07
UU
□
1
2
1 2
1 2
ii
□
08
UU
□
1
2
1 2
1 2
i
□
09
UU
□
1
2
1 2
1 2
i
□
10
UU
u
1
2
1 2
1 2
i
u
11
UU
u
1
2
1 2
1 2
i
u
12
UU
u
1
2
1 2
1 2
i
u
*) KODE KOL(3): HUBUNGAN DENGAN
K EP.ALA E .UMAH..TAN G G A
01 = KEPALA RUMAH TANGGA
02 = ISTRI/SUAMI/PASANGAN
03 =ANAK KANDUNG
04 = MENANTU
05 = CUCU
06 = ORANG TUA
07 = MERTUA
08 = SAUDARA KANDUNG
09 = FAMILI LAIN
10 = ADOPSI/ANAK ANGKAT
11 = ANAK TIRI
12 = TIDAK ADA HUBUNGAN
98 = TIDAK TAHU
Untuk meyakinkan bahwa tidak ada yang terlewat atau salah:
1) Apakah ada orang lain seperti bayi atau anak kecil yang belum didaftar?
2) Apakah ada orang lain yang mungkin bukan keluarga anda seperti pembantu
menginap, orang kos dengan makan, atau teman yang biasanya menginap disini?
3) Apakah ada orang lain yang biasanya tinggal di sini tetapi sedang bepergian
selama kurang dari 6 bulan?
4) Apakah ada tamu yang menginap tadi malam tetapi belum didaftar?
5) Apakah ada seseorang yang telah tercatat yang sedang bepergian selama 6 bulan/
lebih atau kurang dari 6 bulan tetapi bermaksud menetap di tempat tinggal baru?
YA
|—► TAMBAHKAN TIDAK |
□
YA
|—►TAMBAHKAN TIDAK |
□
ya|
|—►TAMBAHKAN TIDAK |
□
ya|
|—►tambahkan tidak |
□
YA
|—► CORET TIDAK |
□
RT-2
286 • Lampiran Kuesioner RT
RUMAH TANGGA
ANGGOTA RUMAH TANGGA
YANG MEMENUHI SYARAT
STATUS SEKOLAH
AKTA
KELAHIRAN
UMUR 5 TAHUN KE ATAS
UMUR 5-24 TAHUN
UMUR 0-4
LINGKARI
SEMUA
NOMOR
WANITA
UMUR
15-49
TAHUN
JIKA
RUMAH
TANGGA
INI
TERPILIH
SEBAGAI
SAMPEL
PRIA
KAWIN
LINGKARI
SEMUA
NOMOR
PRIA
STATUS
KAWIN/
HIDUP
BERSA¬
MA UMUR
15-54
TAHUN
LINGKARI
SEMUA
NOMOR
PRIA
STATUS
BELUM
KAWIN
UMUR
15-24
TAHUN
Apakah (NAMA)
pemah/sedang
sekolah?
Apakah
Jenjang
pendidikan
tertinggi yang
pernah/
Sedang
diduduki
(NAMA)?
Kelas
tertinggi yang
diselesaikan
(NAMA)?
")
LIHAT KODE
DI BAWAH
Apakah (NAMA)
sekarang masih
sekolah?
Apakah pada
tahun ajaran
2016/2017
(NAMA)
bersekolah?
Apakah
Jenjang
pendidikan
tertinggi
yang pemah
diduduki
(NAMA) pada
tahun ajaran
2016/2017?
**)
LIHAT KODE
DI BAWAH
Apa (NAMA)
Mempunyai
akta
kelahiran?
JIKA “TIDAK”,
TANYAKAN:
Apakah
(NAMA)
pemah
didaftar ke
Kantor
Pencatatan
Sipil?
LIHAT KODE
DI BAWAH
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
01
01
01
YA TDK
1 4- 2
KE ART BERIKUT
JENJANG KELAS
□ □
YA TDK
1_ 4 2
KE ART BERIKUT
YA TDK
1 4- 2
KE ART BERIKUT
JENJANG KELAS
□ □
□
02
02
02
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 ”4 2
KE ART BERIKUT
1 4~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
03
03
03
1 r~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 “4 2
KE ART BERIKUT
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
04
04
04
1 J- 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 ~4 2
KE ART BERIKUT
1 JT- 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
05
05
05
1 v~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 “4 2
KE ART BERIKUT
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
06
06
06
1 V~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 2
KE ART BERIKUT
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
07
07
07
1 r~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 “J, 2
KE ART BERIKUT
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
08
08
08
1 r~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 —l 2
KE ART BERIKUT
1 4T- 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
09
09
09
1 r~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 ~L 2
KE ART BERIKUT
1 r~ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
10
10
10
1 J - 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 “J, 2
KE ART BERIKUT
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
11
11
11
1 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 —l 2
KE ART BERIKUT
1 4T“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
12
12
12
1 4- 2
KE ART BERIKUT
□ □
1 “J, 2
KE ART BERIKUT
1 4“ 2
KE ART BERIKUT
□ □
□
**) KODE KOL(14) DAN KOL/17): PENDIDIKAN
JENJANG: KELAS:
1 = SD 0 = TAHUN PERTAMA
2 = SMP 1-6 = SELESAI KELAS 1-6
3 = S MA 7 = TAMAT
4 = AKAD/D1/D2/D3 8 = TIDAK TAHU/TT
5 = DIPLOMA IV/UNIV
8 = TIDAK TAHU/TT
BERI TANDA V JIKA ADA KUESIONER TAMBAHAN
Zl
***) KODE KOL(18): KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN
1 = MEMILIKI AKTA KELAHIRAN 3 = TIDAK KEDUANYA
2 = DI DAFTARKAN 8 = TIDAK TAH U
RT - 3
Lampiran Kuesioner RT • 287
IV. KEADAAN TEMPAT TINGGAL
NO. PERTANYAAN DAN SARINGAN
101 Apa sumber utama air minum untuk rumah tangga ini?
LEDING/PAM
DI DALAM RUMAH
DI HALAMAN.
DARI TETANGGA .
UMUM .
KODE
TERUS KE
106
SUMUR BOR/POMPA .
SUMUR
TERLINDUNG.
TIDAK TERLINDUNG
MATA AIR
TERLINDUNG.
TIDAK TERLINDUNG
21
31
32
41
42
103
AIR HUJAN. 51
TRUK TANGKI AIR. 61
AIR PIKULAN/DORONGAN. 71
SU NG AI/BEN DU NGAN/DANAU/KOLAM/
SALURAN IRIGASI. 81
AIR KEMASAN . 91
AIR ISI ULANG . 92
LAINNYA
102
Apa sumber utama air untuk keperluan lain seperti untuk
memasak dan cuci tangan?
(TULISKAN)
LEDING/PAM
DI DALAM RUMAH
DI HALAMAN.
DARI TETANGGA .
UMUM .
96
103
106
SUMUR BOR/POMPA. 21
SUMUR
TERLINDUNG. 31
TIDAK TERLINDUNG. 32
MATA AIR
TERLINDUNG. 41
TIDAK TERLINDUNG. 42
AIR HUJAN. 51
TRUK TANGKI AIR. 61
AIR PIKULAN/DORONGAN. 71
SU NG AI/BEN DU NGAN/DANAU/KOLAM/
SALURAN IRIGASI. 81
LAIN NYA_ 96
(TULISKAN)
103
Di mana letak sumber air tersebut?
DI RUMAH SENDIRI ....
DI HALAMAN SENDIRI
TEMPAT LAIN.
104
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil air dari
rumah sampai kembali ke rumah?
MENIT
1
2
3
105
TIDAK TAHU
998
105
LIHAT 101 DAN 102: KODE “14" ATAU “21” DILINGKARI
TIDAK
> 107
106
Selama 2 (dua) minggu terakhir, apakah pernah tidak tersedia
air minimal satu hari penuh dari sumber tersebut?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU
1
2
8
107
Apakah ada yang dilakukan pada air tersebut agar lebih aman
diminum?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU
1
2
8
109
RT-4
288
Lampiran Kuesioner RT
NO.
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
108
Apakah yang biasanya dilakukan rumah tangga ini supaya air
minum lebih aman diminum?
Ada lagi?
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG SESUAI
JAWABAN BOLEH LEBIH DARI SATU
DIREBUS/DIMASAK.
DITAMBAH PENJERNIH/KHLOR/
KAPORIT.
DISARING DENGAN KAIN .
DISARING DENGAN PENYARING AIR
(KERAMIK/PASIR/CAMPURAN DLL)...
DIJEMUR SINAR MATAHARI.
DIBIARKAN BEBERAPA WAKTU
DALAM WADAH/PENYIMPANAN.
LAINNYA
(TULISKAN)
TIDAK TAHU .
109
Apakah jenis kakus yang biasanya digunakan anggota rumah
tangga ini??
JIKA KAKUS SENDIRI, TANYAKAN APAKAH MEMAKAI
TANGKI SEPTIK.
KAKUS SENDIRI
DENGAN TANGKI SEPTIK .
TANPA TANGKI SEPTIK ....
KAKUS BERSAMA/UMUM ....
SUNGAI/PARIT.
CUBLUK.
HALAMAN/SEMAK/HUTAN ..
LAIN NYA_
11
12
21
31
41
51
96
>
112A
112A
111
Berapa rumah tangga yang menggunakan kakus/toilet
tersebut?
KURANG DARI 10 .
10 ATAU LEBIH .
TIDAK TAHU .
95
98
112A
LIHAT 101: KODE “21", “31” ATAU “32” DILINGKARI
YA| | TIDAK
-> 113
112B
Berapa meter jarak antara sumur dengan tempat rembesan/
penampungan kotoran/tinja terdekat?
BULATKAN DALAM METER. JIKA 95 ATAU LEBIH TULIS “95”
JARAK.
TIDAK TAHU .
98
113
Apa jenis bahan bakar utama yang digunakan untuk memasak?
LISTRIK.
LPG.
GAS ALAM/GAS KOTA.
BIOGAS.
MINYAK TANAH .
BATU BARA.
ARANG.
KAYU BAKAR/RANTING.
JERAMI/SEMAK/RUMPUT.
TANAMAN HASIL PANEN .
KOTORAN HEWAN.
TIDAK ADA KEGIATAN MEMASAK .
LAINNYA
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
95
96
116
(TULISKAN)
114
Apakah kegiatan memasak biasa dilakukan di dalam rumah, di
bangunan terpisah, atau di tempat terbuka di luar rumah?
DALAM RUMAH.
BANGUNAN TERPISAH ...
LUAR RUMAH/TERBUKA..
LAINNYA_
116
(TULISKAN)
RT-5
Lampiran Kuesioner RT • 289
NO.
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
YA. 1
TIDAK. 2
KAMAR. |_ ~|| |
YA. 1
TIDAK. 2
TERUS KE
115
Apakah ada tempat memasak di ruangan tertentu yang
digunakan sebagai dapur?
116
Berapa banyak kamar dalam rumah ini yang digunakan untuk
tidur?
117
Apakah rumah tangga ini memiliki ternak, unggas, atau
binatang ternak lain?
119
118
Berapa banyak binatang yang dimiliki rumah tangga ini?
APABILA TIDAK MEMILIKI, ISIKAN “00”
APABILA 95 ATAU LEBIH, ISIKAN “95”
APABILA TIDAK TAHU, ISIKAN “98”
a) Lembu/sapi?
b) Kerbau?
c) Kuda/keledai?
d) Kambing/domba?
e) Babi?
f) Ayam/burung/bebek/unggas?
a) LEMBU/SAPI?
b) KERBAU?
c) KUDA/KELEDAI?
d) KAMBING/DOMBA?
e) BABI?
f) AYAM/BURUNG/BEBEK/
UNGGAS?
119
Apakah ada anggota rumah tangga yang memiliki lahan
pertanian?
YA .
TIDAK..
121
120
Berapa hektar luas lahan pertanian yang dimiliki oleh anggota
rumah tangga ini?
JIKA 95 ATAU LEBIH, LINGKARI “9995"
hektar .□□-□n
95 HEKTAR ATAU LEBIH
TIDAK TAHU .
9995
9998
121
Apakah rumah tangga ini memiliki:
a) Listrik?
b) Radio?
c) Televisi?
d) Telepon rumah?
e) Komputer/Laptop?
f) Lemari es?
g) Kipas angin?
h) Mesin cuci?
i) Pendingin Ruangan (AC)?
a) LISTRIK?
b) RADIO?
c) TELEVISI?
d) TELEPON RUMAH?
e) KOMPUTER/LAPTOP? 1
f) LEMARI ES? 1
g) KIPAS ANGIN? 1
h) MESIN CUCI? 1
i) AC 1
YA
1
1
1
1
TIDAK
2
2
2
2
2
2
2
2
2
122
Apakah ada anggota rumah tangga ini memiliki:
a) Jam tangan?
b) Telepon seluler?
c) Sepeda?
d) Sepeda motor/skuter?
e) Delman/Gerobak ditarik binatang?
f) Mobil atau truk?
g) Kapal/perahu motor?
a) JAM TANGAN?
YA
1
b) TELEPON SELULER? 1
c) SEPEDA? 1
d) SEPEDA MOTOR? 1
e) DELMAN? 1
f) MOBIL/TRUK? 1
g) KAPAL 1
TIDAK
2
2
2
2
2
2
2
123
Apakah ada anggota rumah tangga yang memiliki rekening
bank atau lembaga keuangan lainnya yang resmi?
YA.
TIDAK..
RT-6
290
Lampiran Kuesioner RT
NO.
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
124
Seberapa sering seseorang merokok di dalam rumah ini?
Apakah harian, mingguan, bulanan, kurang dari bulanan, atau
tidak pernah?
SETIAP HARI. 1
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU... 2
PALING SEDIKIT SEKALI SEBULAN. 3
JARANG. 4
TIDAK PERNAH . 5
139
Mohon tunjukkan di mana anggota rumah tangga Anda paling
sering mencuci tangan.
PENCACAH MELAKUKAN PENGAMATAN
DAPAT DIAMATI
TEMPAT TETAP. 1
TEMPAT TIDAK TETAP . 2
TIDAK DAPAT DIAMATI
DI LUAR RUMAH/HALAMAN . 3
TIDAK DIIZINKAN MELIHAT. 4
ALASAN IAIN. 5
-> 142
140
PENGAMATAN SAJA:
AMATI KETERSEDIAAN AIR PADA TEMPAT UNTUK
MENCUCI TANGAN
AIR TERSEDIA . 1
AIR TIDAK TERSEDIA. 2
141
PENGAMATAN SAJA:
AMATI KETERSEDIAAN SABUN, DETERJEN, ATAU CAIRAN
PEMBERSIH LAIN
SABUN ATAU DETERJEN
(PADAT, CAIR, BUBUK, KRIM). A
ABU, LUMPUR, PASIR. B
TIDAK ADA . Y
142
BAHAN BANGUNAN UTAMA LANTAI RUMAH
(TIDAK USAH DITANYAKAN, CUKUP DILIHAT LALU
LINGKARI KODE YANG SESUAI)
LANTAI ALAMI
TANAH/PASIR. 11
KOTORAN HEWAN . 12
LANTAI BAHAN
KAYU/PAPAN. 21
BAMBU/PELEPAH. 22
LANTAI JADI
PARKET/KAYU YANG DISEMIR. 31
VINYL. 32
KERAMIK/MARMER/GRANIT. 33
UBIN/TEGEL/TERASO . 34
SEMEN/BATA MERAH . 35
KARPET. 36
LAINNYA 96
(TULISKAN)
142A
Berapa luas lantai rumah ini?
BULATKAN DALAM METER PERSEGI (M2).
JIKA 995 ATAU LEBIH, TULIS “995”
LUAS. 1
TIDAK TAHU. 998
143
BAHAN BANGUNAN ATAP RUMAH
(CATAT BERDASARKAN PENGAMATAN)
ATAP ALAMI
JERAMI/RUMBIA/IJUK. 12
RUMPUT. 13
ATAP BAHAN
TIKAR/ANYAMAN. 21
BAMBU/PELEPAH. 22
PAPAN. 23
ATAP JADI
SENG. 31
ASBES. 32
GENTENG . 33
BETON. 34
GENTENG METAL. 35
SIRAP. 36
LAINNYA 96
(TULISKAN)
RT-7
Lampiran Kuesioner RT • 291
NO.
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
144
BAHAN BANGUNAN UTAMA DINDING RUMAH
DINDING ALAMI
BAMBU/BATANG KAYU.
. 12
(CATAT BERDASARKAN PENGAMATAN)
TANAH.
DINDING BAHAN
. 13
BAMBU DENGAN PELAPIS.
. 21
BATU DENGAN TANAH .
. 22
BATU BATA TANPA PLESTER.
. 23
KAYU LAPIS.
. 24
KARDUS.
. 25
KAYU BEKAS.
DINDING JADI
.... 26
ANYAMAN BAMBU .
.... 31
BATU DENGAN SEMEN.
.... 32
BATAKO/H EBEL.
... 34
BATU BATA DIPLESTER.
.... 35
KAYU/PAPAN/SIRAP.
.... 36
LAINNYA
96
(TULISKAN)
CATATAN
PEWAWANCARA
EDITOR
PENGAWAS
RT-8
292
Lampiran Kuesioner RT
SDKI17-WUS
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017
DAFTAR PERTANYAAN WANITA
RAHASIA
1. PENGENALAN TEMPAT
KODE
i.
PROVINSI
□□
2.
KABUPATEN/KOTA *)
□□
3.
KECAMATAN
□□□
4.
DESA/KELURAHAN *)
□□□
5.
DAERAH **)
PERKOTAAN -1
PERDESAAN -2
□
6.
NOMOR BLOK SENSUS
□□□0
7.
NOMOR KODE SAMPEL SDKI17
□□□□
8.
NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL
□□
9.
NAMA KEPALA RUMAH TANGGA
10.
NAMA RESPONDEN
11.
NOMOR URUT RESPONDEN
□□
12.
NOMOR HP RESPONDEN
II. KUNJUNGAN PETUGAS
KUNJUNGAN TERAKHIR
TANGGAL
WAWANCARA
NAMA
PEWAWANCARA
HASIL KUNJUNGAN***)
TANGGAL
BULAN
TAHUN
PEWA¬
WANCARA
HASIL KUNJUNGAN
□□
□□
00G B
□□□□
□
KUNJ. BERIKUT TGL
JAM
JUMLAH
KUNJUNGAN
n
**) PILIH SALAH SATU DAN ISIKAN KODE HASIL KUNJUNGAN
1 SELESAI 4 DITOLAK
2 RESP.TIDAK ADA DI RUMAH 5 SELESAI SEBAGIAN 7 LAINNYA_
3 DITANGGUHKAN 6 RESPONDEN TDK/KURANG MAMPU MENJAWAB
(TULISKAN)
NAMA
KODE PETUGAS
TANGGAL
EDITOR LAPANGAN
PENGAWAS
EDITOR BPS
PETUGAS ENTRI
nm
□00
00
00
*) Coret vang tidak sesuai
**) Lingkari salah satu
W- 1
Lampiran Kuesioner WUS • 293
W-2
294 • Lampiran Kuesioner WUS
PERNYATAAN PERSETUJUAN ORANG TUA/WALI
(DIBACAKAN KEPADA ORANG TUA/WALI RESPONDEN YANG BERUMUR 15-17 TAHUN)
Pada survei ini, kami akan mewawancarai wanita belum kawin usia 15-24 tahun secara perorangan. Kami akan menanyakan
mengenai pengetahuan, pendapat, dan perilaku mereka dalam kesehatan reproduksi. Informasi ini akan membantu pemerintah
dalam perencanaan program-program pelayanan kesehatan yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan remaja
Kami mengharapkan izin Bapak/Ibu untuk memperkenankan putri Bapak/Ibu berperan serta dalam survei ini. Wawancara biasanya
berlangsung selama kurang lebih 30-40 menit. Informasi apapun yang diberikan oleh putri Bapak/Ibu tidak akan diberitahukan
kepada orang lain.
Apakah saya diperbolehkan meminta (NAMA ANAK) untuk diwawancarai secara pribadi? Jika Bapak/Ibu memutuskan untuk
melarang putri Bapak/Ibu untuk diwawancarai, kami akan menghormati keputusan Bapak/Ibu. Sekarang bagaimana keputusan
Bapak/Ibu?
ORANG TUA/WALI
RESPONDEN SETUJU
I
BAGIAN 1
ORANG TUA/WALI
RESPONDEN TIDAK 2
SETUJU
Tanda Tangan Pewawancara :
Tanggal :
W-3
Lampiran Kuesioner WUS • 295
W-4
296 • Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 1. LATAR BELAKANG RESPONDEN
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Selamat (pagi, siang, sore,—). Nama saya . saya petugas dari Badan Pusat Statistik yang sedang melaksanakan survei
mengenai kesehatan wanita, pria dan anak di seluruh Indonesia. Kami akan sangat menghargai kesertaan Ibu/Saudari dalam survei
ini. Saya ingin bertanya mengenai kesehatan Ibu/Saudari dan anak Ibu/Saudari. Keterangan yang kami kumpulkan ini akan sangat
membantu pemerintah dalam merencanakan pelayanan kesehatan. Wawancara akan berlangsung sekitar 30 sampai 40 menit.
Keterangan apapun yang Ibu/Saudari berikan akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan diberitahukan kepada pihak lain
Kesertaan dalam survei ini bersifat sukarela dan Ibu/Saudari dapat memilih untuk tidak menjawab beberapa atau semua
pertanyaan. Namun, kami berharap Ibu/Saudari bersedia untuk diwawancarai karena pandangan dan jawaban Ibu/Saudari dalam
survei ini sangat penting.
Apakah ada yang ingin Ibu/Saudari tanyakan?
Apakah saya boleh mulai mewawancarai Ibu/Saudari sekarang?
Tanda Tangan Pewawancara :_Tanggal:_
RESPONDEN SETUJU DIWAWANCARAI.1 RESPONDEN TIDAK SETUJU DIWAWANCARAI.2-► SELESAI
I
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
101
CATAT WAKTU
JAM.
MENIT.
□□
□□
102
Berapa lama Ibu/Saudari tinggal di (KABUPATEN/KOTA
TEMPAT TINGGAL SEKARANG)?
JIKA KURANG DARI 1 TAHUN, TULISKAN ‘00’.
LAMA DALAM TAHUN.
SEJAK LAHIR.
TAMU.
□□
. 95
. 96
j -► 105
103
Sebelum Ibu/Saudari tinggal di (KABUPATEN/KOTA
TEMPAT TINGGAL SEKARANG), apakah tinggal di kota
besar, kota kecil atau perdesaan?
KOTA BESAR.
KOTA KECIL.
PERDESAAN.
. 1
. O
104
Dimanakah tempat tinggal terakhir Ibu/Saudari sebelum di
(KABUPATEN/KOTA TEMPAT TINGGAL SEKARANG)?
PROV/NEGARA*):
□IZ
KAB/KOTA*) :
□r
(KODE DIISI EDITOR)
104A
Dimanakah tempat tinggal Ibu/Saudari 5 tahun yang lalu?
PROV/NEGARA*):
□z
KAB/KOTA*) :
nr
(KODE DIISI EDITOR)
105
Pada bulan apa dan tahun berapa Ibu/Saudari dilahirkan?
BULAN.
TIDAK TAHU BULAN. 98
TAHUN . □□□□
TIDAK TAHU TAHUN.9998
106
Berapa umur Ibu/Saudari pada ulang tahun terakhir?
BANDINGKAN DAN PERBAIKI 105 DAN ATAU 106 JIKA
TIDAK SESUAI.
UMUR DALAM TAHU N.
□□
107
Apakah Ibu/Saudari pernah/sedang sekolah?
YA.
TIDAK.
.
. 2
-► 111
*) Coret yang tidak perlu
W-5
Lampiran Kuesioner WUS
297
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
108
Apakah jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang
Ibu/Saudari duduki: sekolah dasar, sekolah menengah
pertama, sekolah menengah atas, akademi, atau
universitas?
SD/MI SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/ SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/MA SEDERAJAT. 3
AKADEM l/DI/D ll/D III. 4
DIPLOMA IV/UNIVERSITAS. 5
109
Apakah kelas/tingkat tertinggi yang Ibu/Saudari selesaikan
pada jenjang tersebut?
TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7
TIDAK TAHU/TT = 8
KELAS/TINGKAT. [
110
LIHAT 108:
KODE‘l' 1 1 KODE‘2’,'3','4', ATAU'5' 1 1
DILINGKARI h- DILINGKARI --
111
Sekarang saya mohon Ibu/Saudari untuk membacakan
kalimat ini.
TUNJUKKAN SALAH SATU KARTU. JIKA RESPONDEN
TIDAK DAPAT MEMBACA KALIMAT SECARA LENGKAP,
TANYAKAN
Dapatkah Ibu/Saudari membaca sebagian kalimat ini?
TIDAK DAPAT MEMBACA SAMA
SEKALI. 1
BISA MEMBACA SEBAGIAN
KALIMAT. 2
BISA MEMBACA SELURUH
KALIMAT. 3
BUTA/GANGGUAN PENGLIHATAN. 4
112
LIHAT 111:
KODE‘2’ATAU‘3' 1 - 1 KODE‘l'ATAU‘4’ 1-1
113
Apakah Ibu/Saudari membaca surat kabar atau majalah
paling sedikit sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1
JARANG. 2
TIDAK PERNAH. 3
114
Apakah Ibu/Saudari mendengarkan radio paling sedikit
sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1
JARANG. 2
TIDAK PERNAH. 3
115
Apakah Ibu/Saudari menonton televisi paling sedikit sekali
seminggu, jarang, atau tidak pernah?
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1
JARANG. 2
TIDAK PERNAH. 3
116
Apakah Ibu/Saudari memiliki telepon seluler?
YA. 1
TIDAK. 2
118
Apakah Ibu/Saudari memiliki rekening bank atau lembaga
keuangan lain atas nama sendiri?
YA. 1
TIDAK. 2
119
Apakah Ibu/Saudari pernah mengakses internet (termasuk
browsing, facebook, twitter, whatsapp, BBM, game Online,
skype, instagram, d II)?
JIKA TIDAK, LAKUKAN PROBING BAHWA AKSES
INTERNET BISA DIMANAPUN DAN DENGAN ALAT
APAPUN.
YA. 1
TIDAK. 2
-► 201
120
Dalam 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari menggunakan
internet?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 201
121
Selama satu bulan terakhir, seberapa sering Ibu/Saudari
mengakses internet: hampir setiap hari, paling sedikit sekali
seminggu, paling sedikit sekali sebulan, atau tidak sama
sekali?
HAMPIR SETIAP HARI. 1
PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 2
PALING SEDIKIT SEKALI SEBULAN. 3
TIDAK SAMA SEKALI. 4
W-6
298
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 2. RIWAYAT KELAHIRAN
Sekarang saya ingin bertanya mengenai riwayat kelahiran yang Ibu/Saudari alami. Saya mohon maaf jika beberapa pertanyaan bersifat
pribadi.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
201
Apakah Ibu/Saudari pernah melahirkan?
YA . 1
TIDAK. 2
-► 206
202
Apakah Ibu/Saudari mempunyai anak laki-laki atau anak
perempuan yang Ibu/Saudari lahirkan yang sekarang
tinggal bersama Ibu/Saudari?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 204
203
Berapa jumlah anak laki-laki yang tinggal bersama Ibu/
Saudari?
Dan berapa jumlah anak perempuan yang tinggal bersama
Ibu/Saudari?
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN '00'
ANAK LAKI-LAKI || 1
ANAK PEREMPUAN 1-II-1
DI RUMAH . |_11_1
204
Apakah Ibu/Saudari mempunyai anak laki-laki atau anak
perempuan yang Ibu/Saudari lahirkan, yang sekarang
masih hidup tetapi tidak tinggal bersama Ibu/Saudari?
YA. 1
TIDAK. 2
205
Berapa jumlah anak laki-laki yang masih hidup tetapi tidak
tinggal bersama Ibu/Saudari?
Dan berapa jumlah anak perempuan yang masih hidup tetapi
tidak tinggal bersama Ibu/Saudari?
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN 00’
ANAK LAKI-LAKI II 1
DI TEMPAT LAIN . .. 1
ANAK PEREMPUAN II 1
DITEMPATLAIN . II_1
206
Apakah Ibu/Saudari pernah melahirkan anak laki-laki atau
perempuan yang lahir hidup tetapi sekarang sudah
meninggal?
JIKA “TIDAK PERNAH", TANYAKAN: Apakah ada anak
yang lahir dalam keadaan hidup meskipun hanya beberapa
saat?
YA . i
TIDAK . 2
207
Berapa jumlah anak laki-laki yang sudah meninggal?
Dan berapa jumlah anak perempuan yang sudah meninggal?
JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00’
ANAK LAKI-LAKI YANG 1-11-1
SUDAH MENINGGAL . ..
ANAK PEREMPUAN YANG
SUDAH MENINGGAL . ..
208
JUMLAHKAN ISIAN DI 203, 205, DAN 207, DAN TULISKAN
JUMLAHNYA.
JIKA TIDAK ADA KELAHIRAN HIDUP ATAU TIDAK
PERNAH MELAHIRKAN, TULISKAN ‘00’
JUMLAH . □□
209
LIHAT 208:
SATU ATAU LEBIH i-1 ! TIDAK ADA i-1
KELAHIRAN HIDUP L-1 j KELAHIRAN HIDUP L-1
Untuk meyakinkan apakah jawaban yang saya peroleh ; Untuk meyakinkan apakah jawaban yang saya peroleh
sudah benar, Ibu/Saudari mempunyai anak ! sudah benar, Ibu/Saudari tidak mempunyai anak vang
yang lahir hidup. Apakah angka ini benar? j lahir hidup. Apakah benar?
YA 1 TIDAK ^ JIKA PERLU TANYAKAN LAGI
i ” DAN PERBAIKI 201-208
210
LIHAT 208:
SATU ATAU LEBIH 1 TIDAK ADA
KELAHIRAN HIDUP KELAHIRAN HIDUP
▼
W-7
Lampiran Kuesioner WUS • 299
211. Sekarang saya ingin mendaftar semua anak yang Ibu/Saudari lahirkan hidup, baik masih hidup atau sudah meninggal, mulai
dari anak pertama.
TULISKAN NAMA SEMUA ANAK YANG DILAHIRKAN OLEH RESPONDEN PADA PERTANYAAN 212. ANAK KEMBAR
DITULIS PADA BARIS TERPISAH.
(JIKA LEBIH DARI 12 KELAHIRAN, GUNAKAN KUESIONER TAMBAHAN, DIMULAI DARI BARIS KEDUA).
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
Siapakah nama
anak (pertama,
kedua, dst)
Apakah
(NAMA)
laki-laki
atau
perem¬
puan?
Apakah
diantara
anak-anak
Ibu/Saudari
ada yang
kembar?
Pada bulan apa
dan tahun
berapa (NAMA)
dilahirkan?
Apakah
(NAMA)
masih
hidup?
JIKA
MASIH
HIDUP
Berapa
umur
(NAMA)
pada ulang
tahun
terakhir?
JIKA
MASIH
HIDUP
Apakah
(NAMA)
tinggal
bersama
Ibu/
Saudari?
JIKA
MASIH
HIDUP
CATAT
NO. URUT
ART ANAK
JIKA SUDAH
MENINGGAL
Berapa umur (NAMA)
ketika ia meninggal?
JIKA “1 TAHUN”
TANYAKAN: Berapa
bulan umur (NAMA)
ketika ia meninggal?
Apakah ada anak
lahir hidup lain
antara
(NAMA ANAK
SEBELUMNYA)
dan (NAMA),
termasuk anak
yang sudah
meninggal?
CATAT NAMA
NO.URUT
KELAHIRAN
TULISKAN
DALAM
TAHUN
(TULIS “00”
JIKA ANAK
TIDAK
TERDAFTAR
SEBAGAI
ART)
CATAT DALAM HARI
JIKA KURANG DARI 1
BULAN. CATAT
DALAM BULAN JIKA
KURANG DARI 2
TAHUN, ATAU DALAM
TAHUN JIKA 2 TAHUN
LEBIH. JIKA KURANG
DARI 1 HARI TULIS
"00" PADA KOTAK
HARI
01.
BULAN
UMUR
YA.1
NO. ART
HAR '. 1 [
LK.1
TUNGGAL.. 1
JU
TAHUN
nn
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK... 2
220 J
TIDAK.... 2
1
BULAN.... 2
NAMA
L
nn
KE ANAK
BERIKUTNYA
TAHUN.... 3 Q
02.
NO. ART
YA
BULAN
UMUR
YA. 1
HARI.1 r
TAMBAHKAN 4J
LK.1
TUNGGAL.. 1
□□
DALAM
TAHUN
□□
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK... 2
220 4 —1
TIDAK.... 2
1
BULAN.... 2
TIDAK.2-1
KE ANAK 4_1
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 [j
NAMA
03.
BULAN
YA.1
UMUR
DALAM
TAHUN
YA.1
NO. ART
HAR ' . 1 n
TAMBAHKAN 4J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
JU
nn
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
220 J
TIDAK.... 2
i
TIDAK.2-1
KE ANAK 4_1
BERIKUTNYA
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
NAMA
04.
BULAN
YA.1
UMUR
YA.1
NO. ART
HAR ' . 1 [
TAMBAHKAN 4_J
LK.1
TUNGGAL.. 1
JU
□□
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
220 ^— 1
TIDAK.... 2
1
TIDAK.2-1
KE ANAK 4_1
ITT
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
NAMA
05.
BULAN
YA.1
UMUR
YA.1
NO. ART
HAR ' . 1 [
TAMBAHKAN 4_J
LK.1
TUNGGAL.. 1
UU
□□
TIDAK... 2
220 J
BULAN.... 2 Q
ANAK
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK.... 2
TIDAK.2- 1
KE ANAK 4— 1
BERIKUTNYA
NAMA
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 [j
06.
BULAN
UMUR
YA.1
NO. ART
HARI . 1 f
TAMBAHKAN 4_J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
UU
TIDAK... 2
220 i —1
TAHUN
nn
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK.... 2
i
TIDAK.2- 1
KE ANAK 4_J
NAMA
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
W-8
300 • Lampiran Kuesioner WUS
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
Siapakah nama
anak (pertama,
kedua, dst)
Apakah
(NAMA)
laki-laki
atau
perem¬
puan?
Apakah
diantara
anak-anak
Ibu/Saudari
ada yang
kembar?
Pada bulan apa
dan tahun
berapa (NAMA)
dilahirkan?
Apakah
(NAMA)
masih
hidup?
JIKA
MASIH
HIDUP
Berapa
umur
(NAMA)
pada ulang
tahun
terakhir?
JIKA
MASIH
HIDUP
Apakah
(NAMA)
tinggal
bersama
Ibu/
Saudari?
JIKA
MASIH
HIDUP
CATAT
NO. URUT
ART ANAK
JIKA SUDAH
MENINGGAL
Berapa umur (NAMA)
ketika ia meninggal?
JIKA “1 TAHUN”
TANYAKAN: Berapa
bulan umur (NAMA)
ketika ia meninggal?
Apakah ada anak
lahir hidup lain
antara
(NAMA ANAK
SEBELUMNYA)
dan (NAMA),
termasuk anak
yang sudah
meninggal?
CATAT NAMA
NO.URUT
KELAHIRAN
TULISKAN
DALAM
TAHUN
(TULIS “00”
JIKA ANAK
TIDAK
TERDAFTAR
SEBAGAI
ART)
CATAT DALAM HARI
JIKA KURANG DARI 1
BULAN. CATAT
DALAM BULAN JIKA
KURANG DARI 2
TAHUN, ATAU DALAM
TAHUN JIKA 2 TAHUN
LEBIH. JIKA KURANG
DARI 1 HARI TULIS
"00" PADA KOTAK
HARI
07.
BULAN
YA.1
UMUR
NO. ART
HAR '. 1 L
TAMBAHKAN J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
JU
TAHUN
nn
TAHUN
TIDAK... 2
220 4—1
TIDAK.... 2
i
BULAN.... 2
PR.2
KEMBAR.... 2
i
KE ANAK 4 _1
NAMA
nn
KE ANAK
BERIKUTNYA
TAHUN.... 3 Q
08.
NO. ART
BULAN
UMUR
YA.1
HARI.1 r
TAMBAHKAN 4 J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
□□
DALAM
TAHUN
□□
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK... 2
220 4—1
TIDAK.... 2
I
(KE 221)
BULAN.... 2
TIDAK.2 - 1
KE ANAK 4 _1
nn
TAHUN.... 3 Q
NAMA
09.
BULAN
YA.1
UMUR
NO. ART
HARI . 1 [
TAMBAHKAN 4_J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
□□
TIDAK... 2
220 4—1
TAHUN
□n
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK.... 2
i
TIDAK.2- 1
KE ANAK 4_ 1
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
NAMA
BERIKUTNYA
10 .
BULAN
YA.1
UMUR
YA.1
NO. ART
hari .i r
TAMBAHKAN 4_J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
JU
TIDAK... 2
220 4—1
TAHUN
□□
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK.... 2
1
TIDAK.2- 1
KE ANAK 4_ 1
BERIKUTNYA
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
NAMA
11 .
BULAN
_ _
YA
YA.1
UMUR
YA. 1
N O. ART
HAR'.1 |
TAMBAHKAN 4_J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
□□
TIDAK... 2
220 4—1
TAHUN
nn
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK.... 2
i
TIDAK.2- 1
KE ANAK 4_ 1
BERIKUTNYA
NAMA
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
12 .
BULAN
YA.1
UMUR
NO. ART
HARI.1 [_
TAMBAHKAN 4J
ANAK
LK.1
TUNGGAL.. 1
TIDAK... 2
220 4—1
TAHUN
nn
BULAN.... 2 Q
PR.2
KEMBAR.... 2
TAHUN
TIDAK.... 2
i
TIDAK.2- 1
KE ANAK 4_ 1
NAMA
nn
(KE 221)
TAHUN.... 3 Q
W-9
Lampiran Kuesioner WUS • 301
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
222
Apakah ada kelahiran hidup setelah (NAMA ANAK
TERAKHIR)?
YA. 1
(CATAT DALAM TABEL) <_
TIDAK. 2
223
BANDINGKAN J
JUMLAH
SAMA
1
UMLAH KELAHIRAN DI ATAS DENGAN PERTANYAAN 208 DAN BERI TANDA V :
JUMLAH |
ESUAIKAN
TIDAK SAMA --► TANYAKAN LAGI DAN S
y
224
LIHAT 215:
TULISKAN JUMLAH ANAK YANG DILAHIRKAN SEJAK
2012 .
JUMLAH ANAK. [
TIDAK ADA. Q
-► 226
225
UNTUK SETIAP KELAHIRAN SEJAK TAHUN 2012, TULISKAN “L” DAAM BULAN KELAHIRANNYA DI
KOLOM 1 PADA KALENDER. TULISKAN NAMA ANAK DI KIRI KODE “L”. UNTUK SETIAP KEAHIRAN,
IC TANYAKAN JUMAH BULAN KEHAMIAN DAN TULISKAN “H” PADA SETIAP BUAN KEHAMILAN
B ^ SESUAI DENGAN LAMANYA KEHAMIAN. (CATATAN: JUMAH HURUF “H” HARUS SATU LEBIH
SEDIKIT DARI JUMAH BULAN KEHAMIAN).
226
Apakah Ibu/Saudari sekarang sedang hamil?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
]-► 230
227
Sudah berapa bulan Ibu/Saudari hamil?
_ _ TULISKAN JUMAH BULAN KEHAMIAN.
LC TULISKAN “H” DI KOLOM 1 PADA KALENDER
■ » DAAM BULAN WAWANCARA DAN BULAN-BUAN
SELAMA KEHAMILAN
BUI AN. □□
228
Ketika Ibu/Saudari mulai hamil, apakah menginginkan
kehamilan ini waktu itu?
YA. 1
TIDAK. 2
229
LIHAT 208:
SATU ATAU i TIDAK ADA
LEBIH - j KELAHIRAN -
KELAHIRAN \ |
Apakah Ibu/Saudari i Apakah Ibu/Saudari
menginginkan bayi ini | menginginkan bayi ini
kemudian, atau tidak i kemudian, atau tidak
menginginkan anak lagi? i menginginkan anak ?
KEMUDIAN. 1
TIDAK INGIN ANAK LAGI/
TIDAK INGIN ANAK. 2
230
Apakah Ibu/Saudari pernah hamil yang berakhir dengan
keguguran, digugurkan, atau lahir mati?
YA. 1
TIDAK. 2
231
Pada bulan dan tahun berapa kejadian keguguran/
pengguguran/lahir mati yang terakhir?
BUtAN. C
TAHUN.□□□□
W- 10
302
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
232
LIHAT 231: KEJADIAN KEGUGURAN/PENGGUGURAN/LAHIR MATI YANG TERAKHIR
SEJAK JANUARI 2012 | |_
SEBELUM JANUARI 2012
O.
-► 234
-> 2 38A
N O.
BARIS
233
Pada bulan dan tahun
berapa kejadian keguguran/
pengguguran/lahir mati?
234
Berapa bulan umur
kehamilan tersebut?
234A
Apakah kejadian
berakhirnya kehamilan
tersebut adalah
keguguran, pengguguran
atau lahir mati?
235
Sejak Januari 2012,
apakah Ibu/Saudari
pernah hamil yang
berakhir juga dengan
keguguran/pengguguran/
lahir mati?
01 .
JUMLAH BULAN
KEGUGURAN. 1
PENGGUGURAN. 2
LAHIR MATI. 3
YA.
TIDAK..
BARIS 02
236
02 .
BULAN
TAHUN
JUMLAH BULAN
KEGUGURAN. 1
PENGGUGURAN. 2
LAHIR MATI. 3
YA.
TIDAK..
236
03.
BULAN
TAHUN
JUMLAH BULAN
KEGUGURAN. 1
PENGGUGURAN. 2
LAHIR MATI. 3
YA. 1
TIDAK. 2
• BARIS 04
236
04.
BULAN
TAHUN
JUMLAH BULAN
KEGUGURAN. 1
PENGGUGURAN. 2
LAHIR MATI. 3
YA.
TIDAK..
236
236
JIKA LEBIH DARI 4 KEJADIAN KEGUGURAN/PENGGUGURAN/LAHIR MATI, GUNAKAN KUESIONER
TAMBAHAN, DIMULAI DARI BARIS KEDUA.
K
TULISKAN "K” DI KOLOM 1 PADA KALENDER BULAN TERAKHIR UNTUK KEHAMILAN YANG
BERAKHIR DENGAN KEGUGURAN, “A” UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN
DIGUGURKAN, ATAU “S” UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN LAHIR MATI DAN “H”
PADA SETIAP BULAN KEHAMILAN LAINNYA.
237
Sebelum Januari 2012, apakah Ibu/Saudari pernah hamil
yang berakhir dengan keguguran, digugurkan, atau lahir
mati?
YA.
TIDAK..
239
238
Pada bulan dan tahun berapa kejadian keguguran/
pengguguran/lahir mati yang terakhir sebelum Januari 2012?
BULAN..
TAHUN..
. □□
□□□□
238A
Sebelum Januari 2012, berapa kali Ibu/Saudari :
a. Mengalami keguguran?
b. Melakukan pengguguran?
c. Mengalami kehamilan yang berakhir dengan lahir mati?
KEGUGURAN.
PENGGUGURAN..
LAHIR MATI.
□□
□□
nn
w-11
Lampiran Kuesioner WUS • 303
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
239
Kapan Ibu/Saudari mulai haid terakhir?
(TANGGAL, JIKA ADA)
HARI YANG LALU. i |[ |
MINGGU YANG LALU. 2 |^j| j
BULAN YANG LALU. 3 |
TAHUN YANG LALU. 4 | |
MENOPAUSE/HISTEREKTOMI. 994
KELAHIRAN/KEGUGURAN TERAKHIR. 995
TIDAK/BELUM PERNAH HAID. 996
240
Antara hari pertama haid dengan hari pertama haid
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu seorang wanita
mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil apabila
berhubungan seks?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
► 242
241
Apakah hari-hari tersebut menjelang haid, selama haid,
segera setelah haid berakhir, atau ditengah antara dua
haid?
MENJEtANG HAID. 1
SELAMA H AID. 2
SEGERA SETELAH HAID BERAKHIR. 3
DITENGAH ANTARA DUA HAID. 4
LAINNYA 6
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 8
242
Setelah melahirkan, apakah seorang wanita dapat hamil
sebelum haid lagi?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
W- 12
304
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 3. KONTRASEPSI
301
Sekarang saya ingin menanyakan tentang keluarga berencana. Ada berbagai macam alat atau cara KB yang dapat digunakan
pasangan untuk menunda atau mencegah kehamilan.
Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar (alat/cara)?
01
Sterilisasi Wanita/Tubektomi/MOW
Wanita dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi.
YA. i
TIDAK. 2
02
Sterilisasi Pria/Vasektomi/MOP
Pria dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi.
YA. -i
TIDAK. 2
03
IUD/AKD R/Spiral
Wanita bisa dipasangi spiral dalam rahimnya oleh dokter atau bidan untuk
mencegah terjadinya kehamilan selama 8 tahun.
YA. -|
TIDAK. 2
04
Suntikan/Injeksi
Wanita bisa disuntik oleh dokter atau bidan untuk mencegah kehamilan
selama satu bulan atau lebih.
YA. i
TIDAK. 2
05
Susuk KB/Implan
Wanita dapat dipasang satu atau dua batang susuk di bawah kulit lengan
atas untuk mencegah terjadinya kehamilan selama tiga tahun atau lebih.
YA. 1
TIDAK. 2
06
Pil
Wanita dapat minum pil setiap hari untuk mencegah kehamilan.
YA. i
TIDAK. 2
07
Kondom/Karet KB
Pria dapat memakai sarung dari karet pada alat kelaminnya selama
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
YA. •,
TIDAK. 2
08
Intravag/Diafragma
Wanita bisa meletakkan tisu atau diafragma dalam vagina sebelum
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
YA. 1
TIDAK. 2
09
Kontrasepsi Darurat /Emergency
Wanita dapat mencegah kehamilan dengan minum pil khusus dalam tiga hari
setelah berhubungan seks. Biasanya cara ini dipakai hanya dalam situasi
terpaksa (darurat).
YA. i
TIDAK. 2
10
Metode Amenorrhea Laktasi (MAL)
Wanita menyusui bayi dengan kondisi: umur bayi kurang dari 6 bulan, bayi
hanya diberi ASI saja, dan ibu belum haid kembali untuk mencegah
kehamilan.
YA. i
TIDAK. 2
11
Pantang Berkala/Kalender
Pasangan sengaja tidak berhubungan seksual pada hari-hari tertentu pada
waktu wanita berkemungkinan besar untuk menjadi hamil.
YA. i
TIDAK. 2
12
Sanggama Terputus
Pria mengeluarkan air maninya di luar vagina ketika berhubungan seksual.
YA. !
TIDAK. 2
13
Cara-cara Lain
Apakah Ibu pernah mendengar cara atau alat lain yang dapat dipakai oleh
wanita atau pria untuk mencegah kehamilan atau kelahiran?
YA. i
(TULISKAN)
(TULISKAN)
TIDAK. 2
302
LIHAT 226:
KODE‘2’ATAU “8” | KODET |
DILINGKARI - DILINGKARI
▼
303
Apakah Ibu/Saudari atau suami/pasangan sekarang memakai suatu alat/cara
KB untuk menunda/mencegah kehamilan?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 312
W- 13
Lampiran Kuesioner WUS • 305
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
304
Alat/cara KB apa yang Ibu/Saudari gunakan?
JIKA MENGGUNAKAN LEBIH DARI SATU METODE,
UNTUK PERTANYAAN SELANJUTNYA IKUTI
PETUNJUK UNTUK KODE TERATAS
JIKA SUNTIKAN, TANYAKAN JENISNYA
STERILISASI WANITA. A
STERILISASI PRIA. B
IUD/AKDR/SPIRAL. C
SUNTIKAN 1 BULAN. D
SUNTIKAN 3 BULAN. E
SUSUK KB/IMPLAN. F
PIL. G
KONDOM. H
MAL. 1
PANTANG BERKALA/KALENDER. J
SANGGAMA TERPUTUS. K
METODE MODERN LAINNYA. x
METODE TRADISIONAL LAINNYA. y
]
]
► 307
—► 309
► 306
—► 306D
—► 309
305
Apakah Ibu/Saudari mempunyai kemasan pil KB di rumah?
YA. 1
TIDAK. 2
- p-
305A
Tolong perlihatkan kemasan pil yang Ibu/Saudari minum.
PERIKSA KEMASAN PIL, CARI MEREK PIL DARI
DAFTAR DI BAWAH INI DAN LINGKARI KODE YANG
SESUAI.
KOMBINASI: TUNGGAL:
-ANDALAN - MICROGYNON - EXCLUTON
- DIANE - NORDETTE - MICROLUT
-ESTELLE - OVOSTAT - ANDALAN LAKTASI
- GRACIAL - PILKAB - CERAZETTE
- GYNERA -PIL KB
-KOMBINASI -PLANAK
- LEVORDIOL - PLANOTAB
- LYNDIOL -TRINORDIOL
- MARVELON - YASMIN
-MERCILON - YAZ
- MICRODIOL
DAPAT MENUNJUKKAN KEMASAN PIL
KOMBINASI. 1
TUNGGAL. 2
LAINNYA. 6
TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN. 8
305B
Mengapa Ibu/Saudari tidak mempunyai (tidak dapat
menunjukkan) kemasan pil KB?
PIL HABIS. i
HILANG. 2
LUPA MENYIMPAN KEMASAN. 3
LAINNYA R
(TULISKAN)
—► 305E
305C
PERIKSA KEADAAN KEMASAN PIL YANG DIMINUM DAN
LINGKARI KODE YANG SESUAI
LUBANG BERURUTAN. i
LUBANG TIDAK BERURUTAN. 2
PIL LENGKAP. 3
-► 305E
305D
Mengapa Ibu/Saudari tidak minum pil (secara berurutan)?
TIDAK TAHU CARA. •,
ALASAN KESEHATAN. 2
DISURUH PETUGAS KB. 3
KEMASAN BARU. 4
SEDANG HAID. 5
LAINNYA. 6
305E
Kapan Ibu/saudari terakhir minum pil?
HARI YANG LALU. j |
LEBIH DARI SEBULAN YANG tALU.... 97
W- 14
306
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
305 F
LIHAT 305E:
LEBIH DARI DUA HARI
YANG LALU
1
□
C
)UA HARI ATAU |
r
KURANG
™ ouy
305G
Mengapa Ibu/Saudari tidak minum pil KB selama ini?
SUAMI/PASANGAN PERGI. C1
LUPA. 02
ALASAN KESEHATAN. 03
BIAYA MAHAL. 04
TIDAK PERLU SETIAP HARI. 05
HABIS. 06
SEDANG HAID. 0 7
LAINNYA. 96
—► 309
306
Berapa minggu yang lalu Ibu/Saudari terakhir disuntik KB?
MINGGU YANG LALU.
306A
LIHAT 304:
KODE “D”
DILINGKARI
1
Zl
r
KODE “E” -1
DILINGKARI - 1
▼
306 B
LIHAT 306:
LEBIH DARI
4 MINGGU
'
1 4 MINGGU 1 1
LEBIH DARI
13 MINGGU
i
-1 13 MINGGU I-1
ATAU *
r KURANG
r KURANG
306C
Mengapa Ibu/Saudari tidak disuntik lagi?
SUAMI/PASANGAN PERGI. -|
LUPA. 2
ALASAN KESEHATAN. 3
BIAYA MAHAL. 4
LAINNYA. 6
—► 309
306 D
Kapan Ibu/Saudari mulai memakai susuk KB?
BULAN.L
tahun.
306E
LIHAT 306D:
HITUNG LAMANYA MEMAKAI SUSUK
LAMANYA DALAM BULAN.G
306 F
LIHAT 306E:
LEBIH DARI
36 BULAN
1
p
36 BULAN |
r
ATAU
KURANG
306G
Mengapa susuk KB belum dicabut?
SUAMI/PASANGAN PERGI. 0 1
LUPA. 02
ALASAN KESEHATAN. 03
BIAYA MAHAL. 04
TIDAK AKSES KE TEMPAT
PELAYANAN. 05
TAKUT. 06
LAINNYA. 96
—► 309
W- 15
Lampiran Kuesioner WUS
307
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
307
Dimana operasi sterilisasi tersebut dilaksanakan?
TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE YANG
SESUAI.
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH
SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH
ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT UMUM. 11
KLINIK PEMERINTAH. 12
PUSKESMAS. 13
PUSTU/PUSLING. 14
MOBIL UNIT PELAYANAN (MUYAN)
KB. 15
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 21
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN.. 22
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 23
PRAKTIK DOKTER UMUM. 24
LAINNYA qk
(TULISKAN)
(NAMA TEMPAT)
308
Pada bulan apa dan tahun berapa Ibu/Saudari (atau suami/
pasangan Ibu) menjalani operasi sterilisasi?
BULAN. 1 1
tahun. oonn
—► 309B
309
Sudah berapa lama Ibu/Saudari menggunakan (ALAT/
CARA KB YANG DIGUNAKAN SEKARANG) secara terus
menerus?
TANYAKAN: Kapan Ibu/Saudari (atau suami/pasangan Ibu/
Saudari) mulai menggunakan (ALAT/CARA KB YANG
DIGUNAKAN SEKARANG) secara terus menerus?
BULAN. Cll_
tahun. | II II II |
309A
LIHAT 304: ADA KODE A-H
YANG DILINGKARI
1
n
TIDAK ADA KODE A-H 1 1
r
YANG DILINGKARI
309B
Berapa biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh alat
kontrasepsi/operasi sterilisasi tersebut, termasuk biaya
konsultasi dan registrasi/karcis?
R p □□□□□□□
309C
Ketika Ibu/Saudari/pasangan mendapatkan alat/cara KB
tersebut, apakah menggunakan Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)/BPJS atau asuransi kesehatan lainnya?
YA. JKN BPJS PB. 1
YA, JKN BPJS NON PBI. 2
YA, ASURANSI KESEHATAN LAINNYA.... 3
TIDAK. 4
309D
LIHAT 304: KODE “A” ATAU "B”
DILINGKARI
1
| KODE “A” ATAU “B” | |
- TIDAK DILINGKARI
r
309 E
LIHAT 304:
KODE "A” 1 ; HANYA KODE “B" 1
DILINGKARI - 1 | DILINGKARI - 1
▼ T
Sebelum operasi sterilisasi, j Sebelum operasi sterilisasi,
apakah Ibu/Saudari j apakah suami/pasangan Ibu/
diberitahu bahwa Ibu/ j Saudari diberitahu bahwa
Saudari tidak akan dapat j Ibu/Saudari tidak akan dapat
memiliki anak (lagi) karena : memiliki anak (lagi) karena
operasi? : operasi?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
W- 16
308
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
309F
Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar tentang
rekanalisasi yaitu penyambungan kembali saluran sel telur/
sperma yang diputus/diikat setelah operasi sterilisasi?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 310
309G
Apakah Ibu/Saudari tahu tempat mendapatkan pelayanan
rekanalisasi?
YA. 1
TIDAK. 2
310
LIHAT 308 DAN 309, 215 DAN 231 : ADA KELAHIRAN ATAU KEGUGURAN/PENGGUGURAN/LAHIR
MATI SETELAH BULAN DAN TAHUN MULAI PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI 308 ATAU 309
TIDAK | YA [
KEMBALI KE 308 ATAU 309, PROBING DAN CATAT
BULAN DAN TAHUN MULAI MENGGUNAKAN ALAT/ ■* -
T CARA KB SECARA TERUS MENERUS (HARUS
SETELAH KELAHIRAN ATAU KEGUGURAN/
PENGGUGURAN/LAHIR MATI YANG TERAKHIR).
311
LIHAT 308/309:
SEJAK JANUARI 2012 , SEBELUM JANUARI 2012 T
1
▼ . T
........ „-rI ISIKAN KODE ALAT/CARA YANG
_ _ ISIKAN KODE ALAT/CARA YANG > _ _
r-HOi IKIAI/AM rAi 1 srv a nAr\A i/ai riincD 1 DIGUNAKAN DI KOLOM 1 PADA
K D GUNAKAN D KOLOM 1 PADA KALENDER 1 M .... cr- ,a,^ n,,, n „,
■ V 1 F\ KAL END E R SE J AK BU LAN
A AN MULAI MEMAKA'SAMPAI IX JANUAR | 2012 SAMPAI BULAN
BULAN WAWANCARA | WAWANCARA
KEMUDIAN TERUS KE -► 312 [ KEMUDIAN TERUSKAN KE -
-► 324
W- 17
Lampiran Kuesioner WUS
309
KODE
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
TERUS KE
312
Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai semua alat/cara KB yang Ibu/Saudari/suami/pasangan
Ibu gunakan selama beberapa tahun terakhir untuk mencegah kehamilan.
GUNAKAN KALENDER UNTUK MEMPERKIRAKAN WAKTU PERTAMA KALI MENGGUNAKAN DAN
BERHENTI MENGGUNAKAN ALAT/CARA KB MULAI JANUARI 2012 SAMPAI SEKARANG.
K PADA KOLOM 1: CATAT KODE ALAT/CARA KB YANG DIGUNAKAN ATAU ‘O' JIKA TIDAK
MENGGUNAKAN
CONTOH CARA BERTANYA:
• Kapan Ibu/Saudari terakhir kali memakai alat/cara KB tersebut? Alat/cara KB apakah yang Ibu/
Saudari pakai?
• Kapan Ibu/Saudari mulai memakai alat/cara KB tersebut? Berapa lama setelah kelahiran (NAMA)?
• Berapa lama Ibu/Saudari memakai alat/cara KB tersebut (waktu itu)?
PADA KOLOM 2: CATAT KODE SUMBER PELAYANAN ALAT/CARA KB DI BULAN MULAI
MEMAKAI ALAT/CARA KB
CONTOH CARA BERTANYA:
• Di mana Ibu/Saudari memperoleh alat/cara KB ketika mulai memakai alat/cara KB tersebut?
. [UNTUK METODE AMENORRHEA LAKTASI (MAL) ATAU PANTANG BERKALA/KALENDER
ATAU SANGGAMA TERPUTUS]. Dari siapa Ibu/Saudari mendapatkan saran tentang
bagaimana menggunakan cara KB tersebut?
PADA KOLOM 3: CATAT KODE ALASAN BERHENTI MEMAKAI ALAT/CARA KB PADA BULAN
TERAKHIR PEMAKAIAN
BANYAKNYA KODE DI KOLOM 3 HARUS SAMA DENGAN JUMLAH TERHENTINYA PEMAKAIAN
ALAT/CARA KB DI KOLOM 1.
TANYAKAN MENGAPA BERHENTI MEMAKAI ALAT/CARA KB TERSEBUT. JIKA DIIKUTI
DENGAN KEHAMILAN, TANYAKAN APAKAH HAMIL TANPA DISENGAJA SELAMA MEMAKAI
ALAT/CARA KB TERSEBUT ATAU SENGAJA TIDAK MEMAKAI ALAT/CARA KB SUPAYA BISA
HAMIL.
CONTOH CARA BERTANYA:
• Mengapa Ibu/Saudari berhenti memakai alat/cara KB tersebut?
• Apakah Ibu/Saudari menjadi hamil ketika memakai alat/cara KB tersebut, atau Ibu/Saudari
berhenti memakai alat/cara KB tersebut supaya hamil, atau Ibu/Saudari berhenti memakai karena
alasan lain?
JIKA BERHENTI MEMAKAI DENGAN SENGAJA SUPAYA HAMIL, TANYAKAN:
• Berapa bulan setelah berhenti memakai alat/cara KB tersebut Ibu/Saudari mulai hamil?
ISIKAN ‘O' PADA SETIAP BULAN DI KOLOM 1
313
PERIKSA KALENDER UNTUK PENGGUNAAN SEMUA ALAT/CARA KB PADA SETIAP BULAN
TIDAK ADA ALAT/CARA KB
YANG DIGUNAKAN
ADA ALAT/CARA KB
YANG DIGUNAKAN
a
314A
314
Apakah Ibu/Saudari pernah menggunakan alat/cara KB untuk
menunda atau mencegah kehamilan?
YA.
TIDAK.
314A
Sekarang saya ingin bertanya mengenai waktu ketika Ibu/
Saudari atau suami/pasangan pertama kali menggunakan alat/
cara KB untuk mencegah kehamilan. Berapa jumlah anak yang
masih hidup waktu itu?
JUMLAH ANAK.
1
2
+- 326
□□
JIKA TIDAK ADA TULIS ‘00’
W- 18
310
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
315
LIHAT 304:
TIDAK ADA YANG DILINGKARI
STERILISASI WANITA.
LINGKARI KODE ALAT/CARA KB:
STERILISASI PRIA
IUD AKDR SPIRAL..
■ 03
JIKA LEBIH DARI SATU ALAT/CARA KB YANG
SUNTIKAN 1 BULAN.
■ 04
DILINGKARI DI 304, LINGKARI KODE TERATAS.
SUNTIKAN 3 BULAN.
■ 05
SUSUK KB/IMPLAN.
06
PIL.
07
KONDOM.
08
MAL.
09
PANTANG BERKALA/KALENDER.
10
—► 323
SANGGAMA TERPUTUS.
11
METODE MODERN LAINNYA.
95
METODE TRADISIONAL LAINNYA.
■ 96
316
Ibu/Saudari menggunakan (ALAT/CARA KB DARI 315) sejak
UKBM
(309). Darimana (ALAT/CARA KB DARI 315) itu diperoleh?
POSKESDES/POLINDES.
■ 11
POSYANDU.
12
PROBING UNTUK MENGIDENTIFIKASI TIPE FASILITAS
POS KB/PPKBD.
KESEHATAN
LAINNYA
14
(TULISKAN)
PEMERINTAH
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT
RUMAH SAKIT UMUM.
■ 21
ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
KLINIK PEMERINTAH.
■ 22
SWASTA. TULISKAN NAMANYA.
PUSKESMAS.
• 23
PUSTU/PUSLING.
.. 24
TKBK/TMK/MUYAN/BAKSOS.
■■ 25
PETUGAS LAPANGAN KB.
■■ 26
(NAMA TEMPAT)
BIDAN DI DESA.
■ 27
LAINNYA
28
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN.
■ 31
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN.
.. 32
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN
KEBIDANAN.
■■ 33
PRAKTIK DOKTER UMUM.
■ ■ 34
PRAKTIK BIDAN.
■■ 35
PERAWAT.
■■ 36
LAINNYA
37
(TULISKAN)
LAINNYA
APOTEK/TOKO OBAT.
... 41
TOKO/WARUNG.
■ 42
LAINNYA
43
(TULISKAN)
W- 19
Lampiran Kuesioner WUS • 311
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
317
LIHAT 304:
LINGKARI KODE ALAT/CARA KB:
JIKA ADA LEBIH DARI SATU ALAT/CARA KB YANG
DILINGKARI PADA 304, MAKA LINGKARI KODE
TERATAS.
IUD/AKDR/SPIRAL. 03
SUNTIKAN 1 BULAN. 04
SUNTIKAN 3 BULAN. 05
SUSUK KB. 06
PIL. 07
KONDOM. 08
METODE MODERN LAINNYA. 95
MFTODF TRADISIONAI 1 AINNYA 96
318
Pada saat itu, apakah Ibu/Saudari diberitahu tentang efek
samping atau masalah kesehatan yang mungkin timbul jika Ibu/
Saudari menggunakan alat/cara KB tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
319
Ketika Ibu/Saudari disterilisasi, apakah Ibu/Saudari diberitahu
tentang efek samping atau masalah kesehatan yang mungkin
timbul jika Ibu/Saudari menggunakan alat/cara KB tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
320
Apakah Ibu/Saudari pernah diberitahu oleh petugas (KB/
Kesehatan) tentang masalah kesehatan yang mungkin timbul
dengan memakai alat/cara KB yang Ibu/Saudari pakai?
YA. 1
TIDAK. 2
321
Apakah Ibu/Saudari pernah diberitahu apa yang harus dilakukan
jika Ibu/Saudari mengalami efek samping atau masalah
kesehatan dari alat/cara KB yang Ibu/Saudari gunakan?
YA. 1
TIDAK. 2
321A
Apakah Ibu/Saudari mengalami efek samping atau masalah
kesehatan selama menggunakan (ALAT/CARA KB PADA 315)?
YA. 1
TIDAK. 2
32 IB
Apakah efek samping atau masalah kesehatan utama yang
Ibu/Saudari rasakan akibat menggunakan metode
kontrasepsi?
BERAT BADAN NAIK. 01
BERAT BADAN TURUN. 02
PERDARAHAN. 03
DARAH TINGGI. 04
SAKIT KEPALA. 0 5
MUAL. 06
TIDAK HAID. 07
LELAH/LEMAH. 08
JERAWAT. 09
HAID TIDAK TERATUR. 10
LAINNYA. 96
TIDAK TAHU. 98
322
LIHAT 318 DAN 319:
P j -NNYA p
Pada waktu itu, apakah Ibu/ i Ketika Ibu/Saudari
Saudari diberitahu tentang ; memperoleh (ALAT/CARA KB
alat/cara KB lain yang bisa j DARI 315) ini dari (SUMBER
Ibu/Saudari gunakan? j PELAYANAN DARI 307 ATAU
• 316), apakah Ibu/Saudari
| diberitahu tentang alat/cara
! KB lain yang bisa Ibu/Saudari
! gunakan?
YA. 1
TIDAK. 2
323
Apakah Ibu/Saudari pernah diberitahu oleh petugas kesehatan/
KB tentang alat/cara KB lain yang dapat Ibu/Saudari gunakan?
YA. 1
TIDAK. 2
W- 20
312
Lampiran Kuesioner WUS
KODE
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
TERUS KE
324
LIHAT 304:
LINGKARI KODE ALAT/CARA KB:
JIKA LEBIH DARI SATU ALAT/CARA KB YANG
DILINGKARI DI 304, LINGKARI KODE TERATAS.
STERILISASI WANITA. 01
STERILISASI PRIA. 02
IUD/AKDR/SPIRAL. 03
SUNTIKAN 1 BULAN. 04
SUNTIKAN 3 BULAN. 05
SUSUK KB/IMPLAN. 06
PIL. 07
KONDOM. 08
MAL. 09
PANTANG BERKALA/KALENDER. 10
SANGGAMA TERPUTUS. 11
METODE MODERN LAINNYA. 95
METODE TRADISIONAL LAINNYA. 96
—► 327
> 327
> 327
325
Dimana Ibu/Saudari memperoleh (ALAT/CARA KB PADA 315)
terakhir?
TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE YANG
SESUAI.
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT
ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA. TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
UKBM
POSKESDES/POLINDES. n
POSYANDU. 12
POS KB/PPKBD. 13
LAINNYA _ 14
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT UMUM. 21
KLINIK PEMERINTAH. 22
PUSKESMAS. 23
PUSTU/PUSLING. 24
I KBKT MK M.JYAN BAKSOS. 25
PETUGAS LAPANGAN KB. 26
BIDAN DI DESA. 27
LAINNYA_ 28
(TULISKAN)
SWASTA
327
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN.
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN.
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN
KEBIDANAN.
PRAKTIK DOKTER UMUM.
PRAKTIK BIDAN.
PERAWAT.
LAINNYA_
(TULISKAN)
LAINNYA
APOTEK/TOKO OBAT.
TOKO/WARUNG.
LAINNYA
326
Apakah Ibu/Saudari tahu tempat untuk mendapatkan alat/cara
KB?
YA.
TIDAK.
(TULISKAN)
31
32
33
34
35
36
37
41
42
43
1
2 -► 327
W-21
Lampiran Kuesioner WUS
313
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
326A
Dimanakah itu?
Adakah tempat lain?
TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE YANG
SESUAI.
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT
ATAU KLINIK DIKELOtA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA. TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
UKBM
POSKESDES/POLINDES. A
POSYANDU. B
POS KB/PPKBD. c
LAINNYA n
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT UMUM. e
KLINIK PEMERINTAH. F
PUSKESMAS. G
PUSTU/PUSLING. H
1 KBK 1 MK MUYAN BAKSOS. |
PETUGAS LAPANGAN KB. j
BIDAN DI DESA. k
LAINNYA i
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. M
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN. N
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN
KEBIDANAN. o
PRAKTIK DOKTER UMUM. p
PRAKTIK BI DAN. q
PERAWAT. R
LAINNYA s
(TULISKAN)
LAINNYA
APOTEK/TOKO OBAT. T
TOKO/WARUNG. y
LAINNYA X
(TULISKAN)
327
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari dikunjungi oleh
petugas lapangan KB?
YA. 1
TIDAK. 2
® ozy
328
Apakah petugas lapangan tersebut menerangkan kepada Ibu/
Saudari tentang alat/cara KB?
YA. 1
TIDAK. 2
329
LIHAT 202: APAKAH ADA ANAK TINGGAL DALAM RUMAH
TANGGA?
YA -1 1 TIDAK/ -1
-1 1 TIDAK DITANYAKAN -1
▼ ▼
a) Dalam 6 bulan terakhir, I b) Dalam 6 bulan terakhir,
apakah Ibu/Saudari 1 apakah Ibu/Saudari
mengunjungi fasilitas : mengunjungi fasilitas
kesehatan untuk i kesehatan untuk memeriksa
memeriksa kesehatan j kesehatan Ibu/Saudari?
Ibu/Saudari atau anak |
Ibu/Saudari? 1
YA. 1
TIDAK. 2
330
Apakah ada petugas di fasilitas kesehatan yang berbicara
kepada Ibu/Saudari tentang alat/cara KB?
YA. 1
TIDAK. 2
W-22
314
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 4. KEHAMILAN DAN PEMERIKSAAN SESUDAH MELAHIRKAN
401
LIHAT 224:
MEMPUNYAI SATU ATAU
LEBIH ANAK LAHIR HIDUP | |
TIDAK MEMP
ANAK LAHIR
SEJAK JANU/
JNYAI
HIDUP | |
p. fi48
SEJAK JANUARI 2012 [
tRI 2012
402
LIHAT 215: TULISKAN PADA TABEL NOMOR URUT KELAHIRAN PADA 403 DAN NAMA SERTA STATUS
KELANGSUNGAN HIDUP PADA 404 UNTUK SETIAP KELAHIRAN SEJAK JANUARI 2012. AJUKAN
PERTANYAAN MENGENAI SEMUA ANAK LAHIR HIDUP, MULAI DENGAN ANAK TERAKHIR. (JIKA LEBIH
DARI 2 ANAK LAHIR HIDUP, GUNAKAN KOLOM KEDUA PADA KUESIONER TAMBAHAN).
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kesehatan anak Ibu/Saudari yang lahir dalam
lima tahun terakhir. (Kita akan membicarakan seorang demi seorang).
403
NOMOR URUT KELAHIRAN DARI
RIWAYAT KELAHIRAN 212
ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN.Q
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN.Q
404
DARI 212 DAN 216
NAMA
NAMA
HIDUP J | MENINGGAL J |
HIDUP J | MENINGGAL J |
405
Pada saat Ibu/Saudari mengandung (NAMA),
apakah Ibu/Saudari memang ingin hamil
waktu itu?
YA. 1-,
(TERUS KE 407A) i -1
TIDAK. 2
YA. 1 |
(TERUS KE 407A) <- '
TIDAK. 2
406
LIHAT 208:
HANYA SATU 1 ! LEBIH DARI 1 1
KELAHIRAN - 1 j SATU - 1
T | KELAHIRAN T
Apakah Ibu/Saudari j Apakah Ibu/Saudari
menginginkan bayi menginginkan bayi
ini kemudian, atau ini kemudian, atau
tidak menginginkan tidak menginginkan
anak? j anak lagi ?
KEMUDIAN. 1
TIDAK INGIN ANAK LAGI/
TIDAK INGIN ANAK. 2-.
(TERUS KE 407A) <-1
KEMUDIAN. 1
TIDAK INGIN ANAK LAGI/
TIDAK INGIN ANAK. 2
(TERUS KE 407A) <-1
407
Berapa lama Ibu/Saudari ingin menunggu?
BULAN.1
TAHUN. 2 [
TIDAK TAHU.998
BULAN. 1
TAHUN. 2
TIDAK TAHU.998
407A
Apakah (NAMA) mempunyai surat yang
menerangkan tentang kelahirannya?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 407D)4—
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 407D)H—
TIDAK TAHU. 8
407B
Dapatkah Ibu/Saudari menunjukkan
suratnya?
LIHAT SURAT APA SAJA YANG ADA.
JAWABAN HANYA SATU, JIKA SURAT
LEBIH DARI SATU LINGKARI KODE
TERBESAR
TIDAK. 1-,
SURAT KETERANGAN LAHIR.... 2-
SURAT LAPORAN KELAHIRAN 3-
SURAT KENAL LAHIR. 4-
(TERUS KE 408)
AKTA KELAHIRAN. 5
TIDAK. 1-,
SURAT KETERANGAN LAHIR.... 2-
SURAT LAPORAN KELAHIRAN 3-
SURAT KENAL LAHIR. 4-
(TERUS KE 426) •*—'
AKTA KELAHIRAN. 5
407C
Berapa umur (NAMA) ketika memperoleh
akta kelahiran?
HARI. 1 || ~|
MINGGU. 2 \^_
BULAN. 3 Q
TAHUN.4 || |~
TIDAK TAHU TAHUN. 998 -
(TERUS KE 408) 4 —
HARI. 1 1_|1_ ]
MINGGU. 2 \^_
BULAN. 3 Q
TAHUN. 4 I |~
TIDAK TAHU TAHUN. 998 -
(TERUS KE 426) «—1
W-23
Lampiran Kuesioner WUS
315
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
407D
Mengapa (NAMA) tidak mempunyai surat
yang menunjukkan tentang kelahirannya?
BIAYANYA MAHAL. 1
TEMPATNYA JAUH. 2
TIDAK TAHU HARUS DIDAFTAR. 3
TERLAMBAT, TIDAK MAU
DIDENDA. 4
TIDAK TAHU KEMANA
MENDAFTAR. 5
LAINNYA. 6
BIAYANYA MAHAL. 1
TEMPATNYA JAUH. 2
TIDAK TAHU HARUS DIDAFTAR 3
TERLAMBAT, TIDAK MAU
DIDENDA. 4
TIDAK TAHU KEMANA
MENDAFTAR. 5
LAINNYA. 6
408
Pada saat Ibu/Saudari mengandung (NAMA)
apakah Ibu/Saudari memeriksakan
kehamilan?
YA. 1
TIDAK. 2—i
(TERUS KE 414) <-1
409
Siapa yang memeriksa kandungan Ibu/
Saudari?
Ada lagi?
TANYAKAN SIAPA SAJA YANG
MEMERIKSA KEHAMILAN.
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG
DISEBUT.
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER UMUM. A
DOKTER KANDUNGAN. B
PERAWAT. C
BIDAN. D
BIDAN DI DESA. E
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI. F
LAINNYA X
TULISKAN
409A
LIHAT 409:
ADA KODE‘A', B',‘C’, | | TIDAK ADA KODE‘A',‘B’, | | _ T p RMR
‘D', ATAU ‘E’ J' ‘C’,‘D’, ATAU‘E’ *KE413C
DILINGKARI ▼ DILINGKARI
409B
Apakah Ibu/Saudari diberi buku Kesehatan
Ibu dan Anak (KIA)?
JIKA YA: Dapatkah Ibu/Saudari
memperlihatkan buku itu?
YA, DIPERLIHATKAN. 1
YA, TIDAK DIPERLIHATKAN. 2
TIDAK. 3
TIDAK TAHU. 8
410
Di mana Ibu/Saudari memeriksakan
kehamilan tersebut?
Adakah tempat lain?
TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI
KODE YANG SESUAI.
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA. TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
RUMAH
RUMAH RESPONDEN. A
RUMAH ORANG LAIN. B
UKBM
POSKESDES/POLINDES.c
POSYANDU. D
LAINNYA F
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. F
KLINIK PEMERINTAH.G
PUSKESMAS. H
PUSTU/PUSLING. |
BIDAN DI DESA.j
LAINNYA K
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. L
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN. M
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN.N
PRAKTIK DOKTER UMUM. O
PRAKTIK BIDAN. p
PRAKTIK PERAWAT. Q
LAINNYA y
(TULISKAN)
W- 24
316
Lampiran Kuesioner WUS
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA
410A
411
412
412A
412B
412C
413
413A
413B
413C
Apakah Ibu pernah ditemani suami/pasangan
ketika memeriksakan kehamilan (NAMA)?
YA .
TIDAK..
Berapa bulan umur kandungan (NAMA)
ketika Ibu/Saudari pertama kali
memeriksakan kehamilan?
BULAN.
TIDAK TAHU.
□□
98
Selama Ibu/Saudari mengandung (NAMA),
berapa kali Ibu/Saudari memeriksakan
kehamilan?
JUMLAH PEMERIKSAAN
□□
TIDAK TAHU. gs-
(TERUS KE 413) i -
LIHAT 412:
JUMLAH PEMERIKSAAN KEHAMILAN:
LEBIH DARI SATU KALI
SATU KALI
P
(TERUS KE 413) ■
Ibu/Saudari mengatakan memeriksakan
kehamilan (NAMA)_kali. Berapa kali
Ibu/Saudari memeriksakan kehamilan:
a. Dalam 3 bulan pertama?
b. Antara 4-6 bulan?
c. Antara 7 bulan sampai melahirkan?
JUMLAH a, b, DAN c HARUS SAMA
DENGAN JAWABAN PERTANYAAN 412.
Berapa bulan umur kandungan ketika Ibu/
Saudari terakhir kali memeriksakan
kehamilan (NAMA)?
Pada saat pemeriksaan kehamilan (NAMA)
apakah Ibu/Saudari:
- Ditimbang berat badannya?
- Diukur tinggi badannya?
- Diukur tekanan darahnya?
- Diperiksa lingkar lengannya?
- Diperiksa tinggi rahimnya?
- Diperiksa (diraba) perutnya?
- Diperiksa denyut jantung janin?
- Diperiksa darahnya di laboratorium?
- Diperiksa air seninya di laboratorium
(tes protein urine)?
- Konsultasi?
Selama Ibu/Saudari memeriksakan
kehamilan, apakah Ibu/Saudari diberitahu
tanda-tanda bahaya (komplikasi) kehamilan?
Apakah Ibu/Saudari diberi tahu kemana
harus pergi untuk mendapatkan pertolongan
jika mengalami bahaya (komplikasi)
kehamilan?
Apakah Ibu/Saudari mengalami tanda-tanda
bahaya (komplikasi) selama kehamilan
(NAMA)?
JUMLAH PEMERIKSAAN KEHAMILAN
3 BULAN PERTAMA.. .□□
ANTARA4-6 BULAN.. .□□
ANTARA 7 BULAN
SAMPAI MELAHIRKAN... I_II_I
BULAN. .□□
TIDAK TAHU. g;j
YA TIDAK
BERAT BADAN. 1 2
TINGGI BADAN. 1 2
TEKANAN DARAH. 1 2
LINGKAR LENGAN. 1 2
TINGGI RAHIM. 1 2
PERUT. -| 2
DENYUT JANTUNG JANIN. 1 2
DARAH. i 2
AIR SENI. 1 2
KONSULTASI. 1 2
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 413C) H
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 413F) i -'
W-25
NAMA
Lampiran Kuesioner WUS
317
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA
413D
413E
413F
414
415
416
417
418
Apa sajakah tanda-tanda bahaya (komplikasi)
kehamilan tersebut?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG
DISEBUT.
MULAS SEBELUM 9 BULAN. A
PERDARAHAN. B
DEMAM YANG TINGGI. C
KEJANG-KEJANG DAN
PINGSAN.
MUNTAH TERUS DAN TIDAK MAU
MAKAN.
BENGKAK KAKI, TANGAN DAN
WAJAH ATAU SAKIT KEPALA
DISERTAI KEJANG.
AIR KETUBAN KELUAR SEBELUM
WAKTUNYA.
LAINNYA
TULISKAN
Apa yang dilakukan untuk mengatasi
masalah tersebut?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN
DAN LINGKARI SETIAP KODE
JAWABAN YANG DISEBUT.
TIDAK MELAKUKAN APA-APA. A
ISTIRAHAT. B
MINUM OBAT. C
MINUM JAMU. D
KE DUKUN. E
KE BI DAN. F
KE DOKTER. q
FASILITAS KESEHATAN. H
LAINNYA. X
TIDAK TAHU. z
Selama kehamilan (NAMA) apakah Ibu/
Saudari membicarakan dengan seseorang
mengenai:
- Dimana Ibu/Saudari akan melahirkan/
bersalin?
- Angkutan/transportasi ke tempat bersalin?
- Siapa yang akan menolong persalinan?
- Biaya persalinan?
- Donor darah jika diperlukan?
- KB pasca salin?
YA TIDAK
TEMPAT MELAHIRKAN. 1 2
TRANSPORTASI. 1 2
PENOLONG PERSALINAN. 1 2
BIAYA. 1 2
DONOR DARAH. 1 2
KB PASCA SALIN. 1 2
Selama Ibu/Saudari mengandung (NAMA)
apakah Ibu/Saudari pernah mendapat
suntikan di lengan atas untuk mencegah bayi
dari penyakit tetanus, atau kejang-kejang
setelah lahir?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 417) H
TIDAK TAHU. 8
Selama mengandung (NAMA) berapa kali
Ibu/Saudari mendapat suntikan tersebut?
KALI.
TIDAK TAHU.
n
LIHAT 415:
SATU KALI
ATAU
TIDAK TAHU
2 KALI
ATAU
LEBIH
i (TERUS KE 420) <
Sebelum mengandung (NAMA), apakah Ibu/
Saudari menerima suntikan tetanus?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 420) H
TIDAK TAHU. 8
Sebelum mengandung (NAMA) berapa kali
Ibu/Saudari mendapat suntikan tetanus?
JIKA 5 KALI ATAU LEBIH, TULISKAN '5'
KALI. |
TIDAK TAHU. 8
W-26
NAMA
318
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA_
419
420
421
LIHAT 418:
HANYA SATU
SUNTIKAN
Berapa tahun yang
lalu Ibu/Saudari
menerima suntikan
tetanus?
LEBIH DARI
SATU
SUNTIKAN
Berapa tahun yang
lalu Ibu/Saudari
menerima suntikan
tetanus yang terakhir
sebelum mengandung
• (NAMA)?
Selama mengandung (NAMA), apakah Ibu/
Saudari mendapat atau membeli tablet/Pil/
sirup zat besi?
TUNJUKKAN LEAFLET TABLET/PIL/
SIRUP ZAT BESI.
Selama mengandung (NAMA) berapa hari
Ibu/Saudari minum tablet/pil/sirup zat besi?
JIKA JAWABAN RESPONDEN TIDAK
BERUPA ANGKA, TANYAKAN UNTUK
MEMPERKIRAKAN JUMLAH HARI
TAHUN YANG LALU.. .□□
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 426) H
TIDAK TAHU. 8
JUMLAH HARI... .□□□
TIDAK TAHU. ggs
SANGAT BESAR. 1
LEBIH BESAR DARI RATA-RATA 2
RATA-RATA. 3
LEBIH KECIL DARI RATA-RATA 4
SANGAT KECIL. 5
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 428A) i —|
TIDAK TAHU. 8
GRAM DARI I II II II I
KMS/BUKU KIA...1 |_||_|_|_|
GRAM BERDASAR¬
KAN INGATAN I II | || |
RESPONDEN.2 |_||_||_||_|
TIDAK TAHU. 9999«
YA TDK TT
MULAS.1 2 8
PERDARAHAN. 1 2 8
SUHU DAN LENDIR.1 2 8
KEJANG & PINGSAN.... 1 2 8
KETUBAN PECAH. 1 2 8
TIDAK KUAT
MENGEJAN.1 2 8
GELISAH/KESAKITAN... 1 2 8
LAINNYA. i 2 8
(TULISKAN)
426
Ketika (NAMA) dilahirkan, apakah dia
sangat besar, lebih besar dari rata-rata,
rata-rata, lebih kecil dari rata-rata, atau
sangat kecil?
SANGAT BESAR. 1
LEBIH BESAR DARI RATA-RATA 2
RATA-RATA. 3
LEBIH KECIL DARI RATA-RATA 4
SANGAT KECIL. 5
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 428A) H
TIDAK TAHU. 8
GRAM DARI | || || || |
KMS/BUKU KIA...1 |_|_|_|_|
GRAM BERDASAR¬
KAN INGATAN | || || | |
RESPONDEN.2 |_||_||_||_|
TIDAK TAHU. 99998
YA TDK TT
MULAS.1 2 8
PERDARAHAN.1 2 8
SUHU DAN LENDIR.1 2 8
KEJANG & PINGSAN.... 1 2 8
KETUBAN PECAH. i 2 8
TIDAK KUAT
MENGEJAN.1 2 8
GELISAH/KESAKITAN... 1 2 8
LAINNYA. 1 2 8
(TULISKAN)
427
Apakah (NAMA) ditimbang ketika dilahirkan?
428
Berapakah berat badan (NAMA) ketika
dilahirkan?
CATAT BERAT BADAN DARI KMS/BUKU
KIA, JIKA ADA.
428A
Pada saat Ibu/Saudari melahirkan (NAMA),
apakah Ibu/Saudari mengalami:
- Mulas yang kuat dan teratur lebih dari
sehari semalam?
- Perdarahan lebih banyak dibandingkan
dengan biasanya (lebih dari 3 kain)?
- Suhu badan tinggi dan atau keluar lendir
berbau?
- Kejang-kejang dan pingsan?
- Keluar air ketuban lebih dari 6 jam sebelum
anak lahir?
- Tidak kuat mengejan?
- Gelisah/Kesakitan?
-Apakah ada kesulitan/komplikasi lain?
JIKA ADA, tuliskan.
W-27
Lampiran Kuesioner WUS • 319
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
429
Siapa saja yang menolong Ibu/Saudari
ketika melahirkan (NAMA)?
Ada yang lain?
TANYAKAN SIAPA PENOLONG
PERSALINAN DAN CATAT SEMUA
YANG MENOLONG PERSALINAN
JIKA RESPONDEN MENGATAKAN TIDAK
ADA YANG MENOLONG, TANYAKAN
APAKAH ADA ORANG DEWASA YANG
MENEMANI PADA SAAT MELAHIRKAN
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER UMUM. A
DOKTER KANDUNGAN. B
PERAWAT. C
BIDAN. |)
BIDAN DI DESA. E
ORANG LAIN
DUKUN BAYI PARAJI. G
TEMAN/KELUARGA. H
LAINNYA X
TULISKAN
TIDAK ADA. Y
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER UMUM. A
DOKTER KANDUNGAN. B
PERAWAT. C
BIDAN. D
BIDAN DI DESA. E
ORANG LAIN
DUKUN BAYI PARAJI. G
TEMAN/KELUARGA. H
LAINNYA X
TULISKAN
TIDAK ADA. Y
430
Di mana Ibu/Saudari melahirkan (NAMA)?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
RUMAH
RUMAH RESPONDEN. ^
(TERUS KE 434) 4—1
RUMAH ORANG LAIN. 12
UKBM
POS KESD ES/POL 1N D ES. 21
POSYANDU. 22
LAINNYA 9 ?
RUMAH
RUMAH RESPONDEN. ^
(TERUS KE 434) 4—
RUMAH ORANG LAIN. ; 2
UKBM
POS KESD ES/POLI N DES. 21
POSYANDU. 22
LAINNYA 9 ?
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. 31
KLINIK PEMERINTAH.32
PUSKESMAS. 33
PUSTU/PUSLING. 34
BIDAN DI DESA. 35
LAINNYA
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. 31
KLINIK PEMERINTAH.32
PUSKESMAS. 33
PUSTU/PUSLING. 34
BIDAN DI DESA. 35
LAINNYA
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 41
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN.42
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 43
PRAKTIK DOKTER UMUM.44
PRAKTIK BIDAN. 45
PRAKTIK PERAWAT. 46
LAINNYA 47
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 41
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN.42
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 43
PRAKTIK DOKTER UMUM.44
PRAKTIK BI DAN. 45
PRAKTIK PERAWAT. 46
LAINNYA 47
(TULISKAN)
LAINNYA 96
(TULISKAN)
LAINNYA 96
(TULISKAN)
(TERUS KE 434) 4—1
(TULISKAN) I
(TERUS KE 434) 4—^
431
Berapa lama Ibu/Saudari dirawat setelah
melahirkan (NAMA)?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT
DALAM HARI
JAM. 1 [
HARI. 2 [
MINGGU. 3 [
TIDAK TAHU. 998
431A
Apakah suami/pasangan Ibu/Saudari
mendampingi ketika persalinan (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2
YA. 1
TIDAK. 2
432
Apakah (NAMA) dilahirkan melalui operasi
caesar, yaitu perut dibedah untuk
mengeluarkan bayi?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 434)4-1
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 434)4—1
W-28
320
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
433
Apakah operasi caesar tersebut sudah
direncanakan sebelumnya?
YA. 1
TIDAK. 2
YA. 1
TIDAK. 2
434
Setelah (NAMA) lahir, apakah segera
diletakkan di dada Ibu/Saudari?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 434B) «—|
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 459) <—
TIDAK TAHU. 8
434A
Apakah kulit (NAMA) bersentuhan langsung
dengan kulit Ibu/Saudari?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
434B
Kapan bayi dimandikan pertama kali, setelah
lahir?
< 1 JAM SETELAH LAHIR. 1
1-6 JAM SETELAH LAHIR. 2
>6 JAM SETELAH LAHIR. 3
TIDAK TAHU. 8
< 1 JAM SETELAH LAHIR. 1
1-6 JAM SETELAH LAHIR. 2
>6 JAM SETELAH LAHIR. 3
TIDAK TAHU. 8
434C
LIHAT430: TEMPAT MELAHIRKAN
SELAIN KODE ‘11’, '12'
ATAU ‘96’ DILINGKARI
’
m
f
KODE 11’, ‘12’ATAU ‘96’ |
DILINGKARI
(TERUS KE 449)4—
435
Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari
mengenai pemeriksaan kesehatan Ibu/
Saudari setelah melahirkan. Setelah (NAMA)
dilahirkan, apakah ada yang memeriksa
kesehatan Ibu/Saudari saat masih di fasilitas
kesehatan?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 438) <-1
436
Berapa lama setelah melahirkan
pemeriksaan pertama dilakukan?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JAM. 1
HARI. 2
TIDAK TAHU. 998
437
Siapa yang memeriksa Ibu/Saudari saat itu?
CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI
TERBAIK.
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER KANDUNGAN. 11
DOKTER UMUM. 12
BIDAN. 13
PERAWAT. 14
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI. 21
LAINNYA 96
(TULISKAN)
438
Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari
mengenai pemeriksaan kesehatan (NAMA)
setelah lahir. Setelah (NAMA) dilahirkan,
apakah ada yang memeriksa kesehatan
(NAMA) saat masih di fasilitas kesehatan?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 441) <—
TIDAK TAHU. 8
439
Berapa lama setelah (NAMA) lahir
pemeriksaan pertama dilakukan?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JAM. 1
HARI. 2
TIDAK TAHU. 998
W-29
Lampiran Kuesioner WUS
321
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA
440
441
442
443
Siapa yang memeriksa (NAMA) saat itu?
CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI
TERBAIK.
444
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER ANAK. 11
DOKTER KANDUNGAN. 12
DOKTER UMUM. 13
BIDAN. 14
PERAWAT. 15
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI.
LAINNYA
21
96
(TULISKAN)
Apakah ada yang memeriksa kesehatan
Ibu/Saudari setelah meninggalkan fasilitas
kesehatan?
YA.
TIDAK..
(TERUS KE 445)
Berapa lama setelah melahirkan
pemeriksaan dilakukan?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT
DALAM HARI
JAM.
..... □□
HARI.
.... 2 □□
MINGGU.
.... 3 nn
TIDAK TAHU.
. 998
Siapa yang memeriksa Ibu/Saudari saat itu?
CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI
TERBAIK.
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER KANDUNGAN. 11
DOKTER UMUM. 12
BIDAN. 13
PERAWAT.
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI.
LAINNYA_
. 14
21
96
(TULISKAN)
Di mana tempat pemeriksaan itu dilakukan?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKITATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
RUMAH
RUMAH RESPONDEN.
RUMAH ORANG LAIN..
(NAMA TEMPAT)
UKBM
POS KESDES/POLIN DES. 2 1
POSYANDU. 22
LAINNYA_ 23
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. 31
KLINIK PEMERINTAH.32
PUSKESMAS. 33
PUSTU/PUSLING. 34
BIDAN DI DESA. 35
LAINNYA _ 36
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 41
KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/
BALAI PENGOBATAN. 42
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 43
PRAKTIK DOKTER UMUM. 44
PRAKTIK BIDAN. 45
PRAKTIK PERAWAT. 46
LAIN NY A_
(TULISKAN)
96
W- 30
NAMA
322
Lampiran Kuesioner WUS
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA
445
448
Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari
mengenai pemeriksaan kesehatan (NAMA)
setelah Ibu/Saudari meninggalkan fasilitas
kesehatan. Dalam 2 bulan setelah lahir,
apakah ada petugas kesehatan atau dukun
yang memeriksa kesehatan (NAMA)?
YA.
TIDAK..
TIDAK TAHU..
(TERUS KE 457) H
446
Berapa jam, hari, atau minggu sesudah
(NAMA) lahir, pemeriksaan kesehatan
(NAMA) dilakukan?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT
DAtAM HARI
JAM.
.... 1 □□
HARI.
... , □□
MINGGU.
.... 3 □□
TIDAK TAHU.
. 998
447
Siapa yang memeriksa (NAMA) saat itu?
CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI
TERBAIK.
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER ANAK. 11
DOKTER KANDUNGAN. 12
DOKTER UMUM. 13
BIDAN. 14
PERAWAT. 15
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI.
LAINNYA
(TULISKAN)
21
96
Di mana tempat pemeriksaan (NAMA)?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
449
Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari
tentang pemeriksaan kesehatan Ibu/Saudari
setelah melahirkan. Apakah ada yang
memeriksa kesehatan Ibu/Saudari setelah
melahirkan (NAMA)?
RUMAH
RUMAH RESPONDEN.
RUMAH ORANG LAIN. 12 -
UKBM
POSKESDES/POLINDES. 21-
POSYANDU. 22-
LAINNYA_ 23-
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. 31 -
KLINIK PEMERINTAH. 32-
PUSKESMAS. 33 -
PUSTU/PUSLING. 34 -
BIDAN DI DESA. 35 -
LAINNYA _ 36_
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 41 -
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. 42-
PRAKTIK DOKTER ANAK. 43 -
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 44
PRAKTIK DOKTER UMUM. 45 -
PRAKTIK BIDAN. 46 -
PRAKTIK PERAWAT. 47 -
LAINNYA_ 48-
(TULISKAN)
(TERUS KE 457) ◄-
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 453) 4—1
W-31
NAMA
Lampiran Kuesioner WUS
323
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA_
JAM. . i □□
HARI. . 2 □□
MINGGU. . 3 □□
TIDAK TAHU. 998
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER KANDUNGAN. 11
DOKTER UMUM. 12
PRAKTIK BIDAN/
BIDAN DI DESA. 13
PERAWAT. 14
NAMA
450
Berapa jam, hari, atau minggu sesudah
melahirkan (NAMA), pemeriksaan kesehatan
Ibu/Saudari pertama kali dilakukan?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT
DALAM HARI
451
Siapa yang memeriksa Ibu/Saudari saat itu?
CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI
TERBAIK.
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI. 21
LAINNYA_ 96
(TULISKAN)
452
Di mana tempat pemeriksaan itu dilakukan?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
RUMAH
RUMAH RESPONDEN.
RUMAH ORANG LAIN. - 2
UKBM
POS KESDES/POLINDES. 21
POSYANDU. 22
LAINNYA _ 23
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. 31
KLINIK PEMERINTAH. 32
PUSKESMAS. 33
PUSTU/PUSLING. 34
BIDAN DI DESA. 35
LAINNYA _ 36
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 41
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. 42
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 43
PRAKTIK DOKTER UMUM. 44
PRAKTIK BIDAN. 45
PRAKTIK PERAWAT. 46
LAIN NY A_
(TULISKAN)
47
453
Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari
mengenai pemeriksaan kesehatan (NAMA)
setelah lahir. Dalam 2 bulan setelah lahir,
apakah ada petugas kesehatan atau dukun
yang memeriksa kesehatan (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 457) H
TIDAK TAHU. 8
454
Berapa jam, hari, atau minggu sesudah
(NAMA) lahir, pemeriksaan kesehatan
(NAMA) dilakukan?
JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT
DALAM JAM
JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT
DALAM HARI
JAM.
. 1
□n
HARI.
□□
MINGGU.
.... = 1
□□
TIDAK TAHU.
998
W-32
324
Lampiran Kuesioner WUS
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA_
PETUGAS KESEHATAN
DOKTER ANAK. 11
DOKTER KANDUNGAN. 12
DOKTER UMUM. 13
PRAKTIK BIDAN/
BIDAN DI DESA. 14
PERAWAT. 15
ORANG LAIN
DUKUN BAYI/PARAJI. 21
LAINNYA_ 96
(TULISKAN)
RUMAH
RUMAH RESPONDEN. u
RUMAH ORANG LAIN. 12
UKBM
POSKESDES/POLINDES. 21
POSYANDU. 22
LAINNYA_ 23
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. 31
KLINIK PEMERINTAH. 32
PUSKESMAS. 33
PUSTU/PUSL ING. 34
BIDAN DI DESA. 35
LAINNYA_ 36
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. 41
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. 42
PRAKTIK DOKTER ANAK. 43
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN
DAN KEBIDANAN. 44
PRAKTIK DOKTER UMUM. 45
PRAKTIK BIDAN. 46
PRAKTIK PERAWAT. 47
LAINNYA_ 48
(TULISKAN)
455
456
457
457A
Siapa yang memeriksa (NAMA) saat itu?
CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI
TERBAIK.
Di mana tempat pemeriksaan (NAMA)
dilakukan?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
Selama dua hari pertama setelah (NAMA)
lahir, apakah ada petugas kesehatan yang
melakukan hal-hal berikut:
a. Memeriksa tali pusat?
b. Mengukur suhu tubuh (NAMA)?
c. Memberi konsultasi kepada Ibu/Saudari
tentang tanda bahaya pada bayi yang
baru lahir?
d. Memberi tahu Ibu/Saudari tentang
menyusui?
e. Mengamati ketika (NAMA) disusui?
YA TDK TT
a. TALI PUSAT. 1 2 8
b. SUHU. 1 2 8
c. TANDA BAHAYA... 1 2 8
d. KONSUL
MENYUSUI. 1 2 8
e. MENGAMATI
SAAT DISUSUL... 1 2 8
Bagaimana cara Ibu/Saudari merawat tali
pusat bayi?
DIRAWAT SECARA TERBUKA,
KERING DAN BERSIH. 1
DIBUBUHI SESUATU. 2
TIDAK TAHU. 8
W-33
NAMA
Lampiran Kuesioner WUS
325
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
457B
LIHAT 457A:
KODE‘2'
DI¬
LINGKARI
'
—i KODE ‘1’ j-
- ATAU ‘8’-
DILINGKARI
' (TERUS KE 457D)<J
457C
Apa yang Ibu/Saudari bubuhkan pada tali
pusat bayi?
ALKOHOL. A
BETADIN. B
ABU. C
RAMUAN DARI DEDAUNAN. D
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
457D
Dalam waktu dua bulan setelah (NAMA) lahir,
apakah Ibu/Saudari mendapatkan pelayanan
KB pasca salin?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
457E
Dalam waktu dua bulan setelah kelahiran
(NAMA), apakah Ibu/Saudari mendapat
vitamin A seperti ini?
TUNJUKKAN LEAFLET KAPSUL VITAMIN A
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
458
Apakah Ibu/Saudari sudah mendapatkan
haid lagi setelah melahirkan (NAMA)?
YA. 1 ,
(TERUS KE 460) <- '
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 461) 4- '
459
Apakah Ibu/Saudari pernah mendapat haid
antara kelahiran (NAMA) dengan kehamilan
berikutnya?
YA. 1
TIDAK. 2—i
(TERUS KE 463) i -1
460
Berapa bulan setelah kelahiran (NAMA) Ibu/
Saudari tidak mendapat haid?
BULAN. [
TIDAK TAHU. 98
BULAN. [
TIDAK TAHU. 98
461
LIHAT 226:
APAKAH RESPONDEN HAMIL?
TDK
HAMIL
i
-1 HAMIL ATAU |-
- 1 TDK YAKIN 1 -
, (TERUS KE 463) <-
462
Apakah Ibu/Saudari sudah berhubungan
seksual setelah kelahiran (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 464) 4- '
463
Berapa bulan setelah kelahiran (NAMA) Ibu/
Saudari tidak berhubungan seksual?
BULAN. [
TIDAK TAHU. 98
BULAN. [
TIDAK TAHU. 98
464
Apakah Ibu/Saudari pernah menyusui
(NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 465) 4 -1
YA. 1
TIDAK. 2—i
(TERUS KE 468) <- '
464A
Berapa bulan Ibu/Saudari menyusui
(NAMA)?
BULAN. | || 1 —|
TIDAK TAHU. 98 -
(TERUS KE 466) 4 -
BULAN.C
TIDAK TAHU. 98
W-34
326
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
465
LIHAT 404:
APAKAH (NAMA) MASIH HIDUP?
HIDUP MENINGGAL
□ □
(TERUS (TERUS
KE 470) ^ KE 471) ^
466
Berapa lama setelah melahirkan, Ibu/
Saudari menyusui (NAMA) pertama kali?
JIKA KURANG DARI 1 JAM, LINGKARI
KODE '000', JIKA KURANG DARI 24 JAM,
TULIS DALAM JAM, JIKA 24 JAM ATAU
LEBIH TULIS DALAM HARI.
SEGERA. 000
JAM. 1
HARI. 2 [
467
Dalam tiga hari setelah melahirkan,
sebelum air susu Ibu/Saudari keluar
(mengalir) dengan lancar, apakah (NAMA)
diberi minuman selain ASI?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 468) i - '
467A
Minuman apa sajakah yang diberikan
kepada (NAMA)?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN
DAN LINGKARI SETIAP KODE
JAWABAN YANG DISEBUT.
SUSU (SELAIN ASI). A
AIR PUTIH. B
AIR GULA. C
GRIPE WATER. D
LARUTAN AIR GULA-GARAM.... e
JUS BUAH. F
SUSU BAYI. g
TEH. H
MADU. |
AIR TAJIN. J
LAINNYA y
(TULISKAN)
468
LIHAT 404:
APAKAH (NAMA) MASIH HIDUP?
b
1
IDUP MENINGG
!□ IH
(TERUS KE 471) ◄-
AL
h
1
IDUP MENINGGAL
H H
(TERUS KE 471)-4-
469
Apakah Ibu/Saudari masih menyusui
(NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2
470
Apakah kemarin dan tadi malam (NAMA)
diberi minum dari botol dengan dot?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
471
KEMBALI KE 405 PADA KOLOM
BERIKUTNYA; ATAU, JIKA TIDAK
ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA
TERUS KE 501 A.
KEMBALI KE 405 PADA KOLOM
BERIKUTNYA; ATAU, JIKA TIDAK
ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA
TERUS KE 501 A.
W-35
Lampiran Kuesioner WUS • 327
BAGIAN 5A. IMUNISASI ANAK (KELAHIRAN TERAKHIR)
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
501A
LIHAT 215 PAD4
YA
'
RIWAYAT KELAHIRAN, APAKAH ADA KELAHIRAN PADA 2014-2017?
] TIDAK |
502A
TULISKAN NAMA DAN NOMOR URUT KELAHIRAN DARI RIWAYAT KELAHIRAN 212 YANG MERUPAKAN
ANAK TERAKHIR YANG DILAHIRKAN PADA TAHUN 2014-2017
NAMA ANAK TERAKHIR NO. URUT KELAHIRAN.| ][
503A
LIHAT 216:
1
'
1IDUP MENINGGAL
P □_
f
—► 501B
504A
Apakah Ibu/Saudari mempunyai buku KIA atau kartu
imunisasi atau KMS balita untuk (NAMA)?
YA, HANYA PUNYA BUKU KIA. •,
YA, HANYA PUNYA KARTU IMUNISASI/
KMS. 2
YA, HANYA PUNYA DOKUMEN LAIN. 3
YA, PUNYA KARTU IMUNISASI/KMS/KIA
DAN DOKUMEN LAIN. 4
TIDAK PUNYA. 5
—► 507A
—► 507A
—► 507A
505A
Apakah Ibu/Saudari pernah mempunyai kartu imunisasi
untuk (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2
506A
LIHAT 504A:
KODE ‘3'
DILINGKARI
'
- 1 KODE ‘5’ |- 1
-1 DILINGKARI 1__
y
—► 511A
507A
Bolehkah saya lihat buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita/
dokumen lain untuk (NAMA) tersebut?
YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN
BUKU KIA. 1
YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN
KARTU IMUNISASI/KMS. 2
YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN
DOKUMEN LAIN. 3
YA, DAPAT MENUNJUKKAN KARTU
IMUNISASI/KMS/KIA DAN DOKUMEN
LAIN. 4
TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN KARTU. 5
—► 511A
W-36
328 • Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
NAMA ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN.
□□
508A
SALIN DARI KARTU TANGGAL-TANGGAL IMUNISASI UNTUK SETIAP JENIS IMUNISASI.
TULIS '44' DI KOLOM 'TGL', JIKA KARTU MENUNJUKKAN BAHWA IMUNISASI DIBERIKAN, TETAPI
TANGGALNYA TIDAK ADA.
TGL BLN TAHUN
HEPATITIS BO
BCG
POLIO 1
DPT 1
HEPATITIS BI
POLIO 2
DPT 2
HEPATITIS B2
POLIO 3
DPT 3
HEPATITIS B3
POLIO 4
CAMPAK
509A
LIHAT 508A: APAKAH HEPATITIS BO SAMPAI CAMPAK TERCATAT SEMUA?
TIDAK
YA
□
>■
50 IB
510A
Apakah (NAMA) juga mendapat imunisasi yang tidak dicatat
pada buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita termasuk
imunisasi yang diberikan pada pekan imunisasi nasional ?
CATAT ‘YA' JIKA RESPONDEN MENYEBUT SETIDAKNYA
SATU JENIS IMUNISASI YANG ADA PADA 508A.
YA
1 -,
(TANYAKAN IMUNISASINYA TULIS '66'
PADA KOLOM TANGGAL YANG
BERSANGKUTAN DI 508A DAN
TULISKAN ‘00’ PADA KOLOM TANGGAL
UNTUK IMUNISASI YANG TIDAK
DIDAPATKAN) —
(TERUS KE 501B)
TIDAK.
TIDAK TAHU.
501B
W-37
Lampiran Kuesioner WUS • 329
NO
NAMA ANAK TERAKHIR
NO, URUT KhlAIIIRAN. _j
TERUS KE
511A
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi, untuk
mencegah penyakit termasuk imunisasi yang diberikan
pada pekan imunisasi nasional ?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—►SOI B
512A
Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi BCG untuk
mencegah TBC, yang biasanya disuntikkan di lengan atas
dan meninggalkan bekas?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
513A
Dalam waktu 24 jam setelah lahir, Apakah (NAMA) pernah
mendapat imunisasi Hepatitis B0 yang biasanya disuntikkan
di paha bagian luar?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
514A
Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi polio,
cairan yang diteteskan 2 tetes ke mulut untuk mencegah
penyakit polio?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—►SITA
515A
Apakah (NAMA) pertama kali diimunisasi polio pada dua
minggu setelah lahir atau kemudian?
DALAM DUA MINGGU PERTAMA. 1
SETELAH DUA MINGGU PERTAMA. 2
516A
Berapa kali (NAMA) diimunisasi polio?
KALI.
517A
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi DPT untuk
mencegah dipteri, pertusis, dan tetanus yang biasanya
disuntikkan di paha dan diberikan bersama dengan imunisasi
polio?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—►SISA
517AA
Berapa kali (NAMA) diimunisasi DPT?
KALI.
518A
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi Hepatitis B
yang biasanya disuntikkan di paha bagian luar?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—► 523A
518AA
Berapa kali (NAMA) diimunisasi Hepatitis B?
KALI.
523A
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi campak
yang biasanya disuntikkan di lengan kiri bagian atas?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—►SOI B
524A
Berapa kali (NAMA) mendapatkan imunisasi campak?
KALI.
W-38
330
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 5B. IMUNISASI ANAK (KELAHIRAN SEBELUM ANAK TERAKHIR)
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
501B
LIHAT 215: PAD/
PAD/
YA
'
\ RIWAYAT KELAHIRAN, APAKAH ADA KELAHIRAN SEBELUM ANAK TERAKHIR
\ 2014-2017?
TIDAK | |
r
502B
TULISKAN NAMA DAN NOMOR URUT KELAHIRAN DARI RIWAYAT KELAHIRAN 212 YANG MERUPAKAN
ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR YANG DILAHIRKAN PADA TAHUN 2014-2017
NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR NO. URUT KELAHIRAN. [ 1
503B
LIHAT 216:
1
’
HIDUP MENINGGAL
P □_
—► 526B
504 B
Apakah Ibu/Saudari mempunyai buku KIA atau kartu
imunisasi atau KMS balita untuk (NAMA)?
YA, HANYA PUNYA BUKU KIA. 1
YA, HANYA PUNYA KARTU IMUNISASI/
KMS. 2
YA, HANYA PUNYA DOKUMEN LAIN. 3
YA, PUNYA KARTU IMUNISASI/KMS/KIA
DAN DOKUMEN LAIN. 4
TIDAK PUNYA. 5
—► 507B
—► 507B
—► 507B
505B
Apakah Ibu/Saudari pernah mempunyai kartu imunisasi
untuk (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2
506B
LIHAT 504B:
KODE ‘3’
DILINGKARI
'
- 1 KODE ‘5’ j-j
-1 nil INHKARI 1 1
p. ^ 11 R
507B
Bolehkah saya lihat buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita/
dokumen lain untuk (NAMA) tersebut?
YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN
BUKU KIA. 1
YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN
KARTU IMUNISASI/KMS. 2
YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN
DOKUMEN LAIN. 3
YA, DAPAT MENUNJUKKAN KARTU
IMUNISASI/KMS/KIA DAN DOKUMEN
LAIN. 4
TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN KARTU. 5
—► 511B
W- 39
Lampiran Kuesioner WUS
331
KODE
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
TERUS KE
NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN
□□
508B
SALIN DARI KARTU TANGGAL-TANGGAL IMUNISASI UNTUK SETIAP JENIS IMUNISASI.
TULIS '44' DI KOLOM ‘TGL’, JIKA KARTU MENUNJUKKAN BAHWA IMUNISASI DIBERIKAN, TETAPI
TANGGALNYA TIDAK ADA.
TGL BLN TAHUN
HEPATITIS BO
BCG
POLIO 1
DPT 1
HEPATITIS BI
POLIO 2
DPT 2
HEPATITIS B2
POLIO 3
DPT 3
HEPATITIS B3
POLIO 4
CAMPAK
509B
LIHAT 508B: APAKAH HEPATITIS BO SAMPAI CAMPAK TERCATAT SEMUA?
TIDAK
YA
□
+-
526B
510B
Apakah (NAMA) juga mendapat imunisasi yang tidak
dicatat pada buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita
termasuk imunisasi yang diberikan pada pekan imunisasi
nasional ?
CATAT 'YA' JIKA RESPONDEN MENYEBUT SETIDAKNYA
SATU JENIS IMUNISASI YANG ADA PADA 508B.
YA.
(TANYAKAN IMUNISASINYA TULIS '66'
PADA KOLOM TANGGAL YANG
BERSANGKUTAN DI 508B DAN
TULISKAN '00' PADA KOLOM TANGGAL
UNTUK IMUNISASI YANG TIDAK
DIDAPATKAN) -,
(TERUS KE 526B) i ->
1 -,
TIDAK.
TIDAK TAHU.
526B
W-40
332
Lampiran Kuesioner WUS
NO
NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN. |
TERUS KE
511B
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi, untuk
mencegah penyakit termasuk imunisasi yang diberikan
pada pekan imunisasi nasional ?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
► 526B
512B
Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi BCG untuk
mencegah TBC, yang biasanya disuntikkan di lengan atas
dan meninggalkan bekas?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
513B
Dalam waktu 24 jam setelah lahir, Apakah (NAMA) pernah
mendapat imunisasi Hepatitis BO yang biasanya disuntikkan
di paha bagian luar?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
514B
Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi polio,
cairan yang diteteskan 2 tetes ke mulut untuk mencegah
penyakit polio?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
► 517B
515B
Apakah (NAMA) pertama kali diimunisasi polio pada dua
minggu setelah lahir atau kemudian?
DALAM DUA MINGGU PERTAMA. 1
SETELAH DUA MINGGU PERTAMA. 2
516B
Berapa kali (NAMA) diimunisasi polio?
KALI.
517B
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi DPT untuk
mencegah dipteri, pertusis, dan tetanus yang biasanya
disuntikkan di paha dan diberikan bersama dengan imunisasi
polio?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—► 518B
517BB
Berapa kali (NAMA) diimunisasi DPT?
KALI.P
518B
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi Hepatitis B
yang biasanya disuntikkan di paha bagian luar?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—► 523 B
518BB
Berapa kali (NAMA) diimunisasi Hepatitis B?
KALI.L]
523 B
Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi campak
yang biasanya disuntikkan di lengan kiri bagian atas ?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J—► 526B
524 B
Berapa kali (NAMA) mendapatkan imunisasi campak?
KALI. LP
W-41
Lampiran Kuesioner WUS • 333
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN. .1 1
526B
LIHAT 215 PADA RIWAYAT KELAHIRAN, APAKAH ADA KELAHIRAN LAGI PADA 2014-2017?
YA | | TIDAK |
1
(LANJUTKAN 502B PADA
KUESIONER TAMBAHAN)
W- 42
334
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 6. KESEHATAN DAN GIZI ANAK
601
LIHAT 224:
SATU ATAU LEBIH KELAHIRAN
SEJAK JANUARI 2012
Z
r
TIDAK ADA KELAHIRAN -1
SEJAK JANUARI 2012 --► 648
602
LIHAT 215: TULISKAN NOURUT KELAHIRAN PADA 603 DAN NAMA BESERTA STATUS KELANGSUNGAN HIDUP PADA
604 UNTUK SETIAP KELAHIRAN SEJAK JANUARI 2012. MULAILAH DARI ANAK TERAKHIR. JIKA TERDAPAT LEBIH DARI
2 KELAHIRAN, GUNAKAN KOLOM TERAKHIR PADA KUESIONER TAMBAHAN.
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kesehatan anak Ibu/Saudari yang lahir dalam lima tahun
terakhir. (Kita akan membicarakan seorang demi seorang).
603
NOMOR URUT KELAHIRAN DARI
RIWAYAT KELAHIRAN 212
ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN.Q
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO. URUT KELAHIRAN. \^
604
DARI 212 DAN 216
NAMA
NAMA
HIDUP MENINGGA
Zl z
(TERUS KE 646) <-
r
L
HIDUP MENINGGAL
Z z
(TERUS KE 646) 4-
▼
605
Apakah (NAMA) menerima vitamin A
seperti ini selama 6 bulan terakhir?
TUNJUKKAN LEAFLET KAPSUL.
YA, MERAH. 1
YA, BIRU. 2
TIDAK. 3
TIDAK TAHU. 8
YA, MERAH. 1
YA, BIRU. 2
TIDAK. 3
TIDAK TAHU. 8
607
Apakah (NAMA) menerima obat cacing
selama 6 bulan terakhir?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
608
Apakah (NAMA) pernah buang-buang air
(mencret/diare) dalam dua minggu terakhir?
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 618) i —
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 618) <—|
TIDAK TAHU. 8
608A
LIHAT 469:
APAKAH ANAK TERAKHIR MASIH
DISUSUI?
1
YA TIDA
z z
(TERUS KE 608D)
K
h
608 B
Selama (NAMA) sakit mencret/diare,
apakah Ibu/Saudari mengubah jumlah
pemberian Air Susu Ibu (ASI)?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 608D) i - '
608C
Anakah riikuranoi. ditambah atau
dihentikan sama sekali?
DIKURANGI. 1
DITAMBAH. 2
DIHENTIKAN SAMA SEKALI. 3
608 D
Apakah ada darah dalam tinja?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
W-43
Lampiran Kuesioner WUS
335
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
609
LIHAT 469: APAKAH SEKARANG SEDANG
MENYUSUI?
YA -1 ! TIDAK/ TDK -1
- 1 | DITANYAKAN - 1
T Y
Sekarang saya j Sekarang saya
ingin menanyakan j ingin menanyakan
mengenai j mengenai
pemberian minum i pemberian minum
termasuk ASI j kepada (NAMA)
kepada (NAMA) j selama ia mencret/
selama ia mencret/ j diare. Apakah
diare. Apakah j (NAMA) diberi
1NAMA1 diberi i minum kurano dari
minum kurana dari i biasanva. sama,
biasanva. sama. i atau lebih banvak
atau lebih banvak : dari biasanva?
dari biasanva?
| JIKA KURANG
JIKA KURANG j DARI BIASANYA,
DARI BIASANYA, i TANYAKAN:
TANYAKAN: apakah (NAMA)
apakah (NAMA) i diberi minum
diberi minum i sangat kurang
sangat kurang i (KODE 1) atau
(KODE 1) atau i sedikit kurang dari
sedikit kurang dari biasanya
biasanya 1 (KODE 2)?
(KODE 2)?
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK SAMA SEKALI. 5
TIDAK TAHU. 8
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK SAMA SEKALI. 5
TIDAK TAHU. 8
610
Apakah (NAMA) diberi makan kurang dari
biasanya, sama, atau lebih banyak dari
biasanya?
JIKA KURANG DARI BIASANYA,
TANYAKAN: Apakah (NAMA) diberi makan
sangat kurang (KODE 1) atau sedikit kurang
dari biasanya (KODE 2)?
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK DIBERI MAKANAN. 5
BELUM PERNAH DIBERI
MAKANAN. 6
TIDAK TAHU. 8
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK DIBERI MAKANAN. 5
BELUM PERNAH DIBERI
MAKANAN. 6
TIDAK TAHU. 8
611
Apakah Ibu/Saudari pernah mencari
pertolongan/obat untuk mengobati mencret/
diare untuk (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 615) <- '
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 615)4-1
W- 44
336
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA_
UKBM
POS KESDES/POLINDES. a
POSYANDU. B
LAINNYA_ c
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. D
KLINIK PEMERINTAH. E
PUSKESMAS. |
PUSTU/PUSLING. G
BIDAN DI DESA. H
LAINNYA _ |
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. j
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K
PRAKTIK DOKTER ANAK. |
PRAKTIK DOKTER UMUM. M
PRAKTIK BIDAN. n
PRAKTIK PERAWAT. O
APOTEK/TOKO OBAT. p
LAINNYA_ Q
(TULISKAN)
LAINNYA
DUKUN/PARAJI. R
WARUNG/TOKO. g
LAINNYA_ X
(TULISKAN)
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA_
UKBM
POS KESDES/POLINDES. a
POSYANDU. B
LAINNYA_ c
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. D
KLINIK PEMERINTAH. E
PUSKESMAS. |
PUSTU/PUSLING. G
BIDAN DI DESA. H
LAINNYA _ |
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. j
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K
PRAKTIK DOKTER ANAK. |
PRAKTIK DOKTER UMUM. M
PRAKTIK BIDAN. n
PRAKTIK PERAWAT. O
APOTEK/TOKO OBAT. P
LAINNYA_ Q
(TULISKAN)
LAINNYA
DUKUN/PARAJI. R
WARUNG/TOKO. g
LAINNYA_ X
(TULISKAN)
612
Ke mana Ibu/Saudari mencari pertolongan/
perawatan?
Ke mana lagi?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
(NAMA TEMPAT)
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN
YANG DISEBUT.
613
LIHAT 612:
DUA ATAU
LEBIH KODE
DILINGKARI
HANYA SATU
KODE DI¬
LINGKARI
(TERUS KE 615)
DUA ATAU
LEBIH KODE
DILINGKARI
HANYA SATU
KODE DI¬
LINGKARI
(TERUS KE 615)
614
Dimana Ibu/Saudari pertama kali mencari
pertolongan/perawatan?
GUNAKAN KODE DARI 612.
TEMPAT PERTAMA..
n
TEMPAT PERTAMA..
□
615
Ketika mencret/diare, apakah (NAMA) diberi
minuman seperti:
a. Oralit ?
b. Cairan yang dibuat sendiri (larutan gula
dan garam) sesuai anjuran pemerintah?
c. Tablet atau sirup Zinc?
YA TDK TT
ORALIT. 1 2 8
CAIRAN BUATAN
SENDIRI. 1 2 8
ZINC. 1 2 8
YA TDK TT
ORALIT. 1 2 8
CAIRAN BUATAN
SENDIRI. 1 2 8
ZINC. 1 2 8
W-45
Lampiran Kuesioner WUS
337
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
616
LIHAT 615
ADA ‘YA’ YANG
DILINGKARI
’
a) Apakah ada la
yang diberikan u r
mengobati menc
diare?
Z
'
gi
itu k
et/
SEMUANYA
TIDAK ATAU
TIDAK TAHU ,
b) Apakah ada
diberikan untul
mengobati me
diare?
Zl
yang
icret/
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE 618) <—
TIDAK TAHU. 8
YA. 1
TIDAK. 2
(TERUS KE618) 4 —|
TIDAK TAHU. 8
617
LIHAT 615
PIL ATAU SIRUP
PIL ATAU SIRUP
ADA ‘YA’ YANG
1
SEMUANYA
i
ANTIBIOTIK.
A
ANTIBIOTIK.
A
DILINGKARI
_ 1
TIDAK ATAU
_i
ANTIMOTILITY.
B
ANTIMOTILITY.
B
1
'
TIDAK TAHU ,
r
LAINNYA (SELAIN ANTIBIOTIK
LAINNYA (SELAIN ANTIBIOTIK
a) Obat/ramuan apa
ANTIMOTILITY, ATAU ZINC)
c
ANTIMOTILITY, ATAU ZINC)
c
lagi yang diberikan?
b) Obat/ramuan apa
PIL/SIRUP YANG TIDAK
PIL/SIRUP YANG TIDAK
yang diberikan?
DIKETAHUI.
D
DIKETAHUI.
D
SUNTIKAN
SUNTIKAN
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN
YANG DISEBUT.
ANTIBIOTIK.
E
ANTIBIOTIK.
E
NON-ANTIBIOTIK.
F
NON-ANTIBIOTIK.
F
SUNTIKAN YANG TIDAK
SUNTIKAN YANG TIDAK
DIKETAHUI.
G
DIKETAHUI.
G
SUNTIKAN PEMBULUH
SUNTIKAN PEMBULUH
DARAH.
H
DARAH.
H
OBAT RAMUAN/JAMU.
1
OBAT RAMUAN/JAMU.
1
LAINNYA
X
LAINNYA
X
(TULISKAN)
(TULISKAN)
618
Apakah (NAMA) pernah sakit demam/panas
YA.
1
YA.
1
dalam dua minaau terakhir?
TIDAK.
2
TIDAK.
2
TIDAK TAHU.
8
TIDAK TAHU.
8
620
Apakah (NAMA) pernah sakit batuk dalam
YA.
1
YA.
1
dua minggu terakhir?
TIDAK.
2
TIDAK.
2
(TERUS KE 623) i —
(TERUS KE 623) i —|
TIDAK TAHU.
8
TIDAK TAHU.
8
621
Ketika (NAMA) sakit batuk, apakah ia
YA.
1
YA.
1
bernafas lebih cepat atau tersengal-sengal
dalam dua minaau terakhir?
TIDAK.
2
TIDAK.
2
(TERUS KE 623) 4 —
(TERUS KE 623) i —|
TIDAK TAHU.
8
TIDAK TAHU.
8
622
Apakah nafas cepat atau tersengal-sengal
DADA SAJA.
1 ~|
DADA SAJA.
1_ l
yang dialami disebabkan permasalahan pada
dada atau karena hidung tersumbat/meler?
HIDUNG SAJA.
2 -
HIDUNG SAJA.
2 -
KEDUANYA.
3-
KEDUANYA.
3-
LAINNYA
6 -
LAINNYA
6 -
(TULISKAN)
(TULISKAN)
TIDAK TAHU.
8 -
TIDAK TAHU.
8 -
(TERUS KE 624)-
(TERUS KE 624)
W-46
338
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
ANAK TERAKHIR
NAMA
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NAMA
623
LIHAT 618 DAN 620:
APAKAH DEMAM/PANAS/BATUK?
YA TIDAK ATAU
-1 TIDAK TAHU
- 1 d
, r (TERUS KE 646) <-
YA TIDAK ATAU
-1 TIDAK TAHU
- 1 q
, r (TERUS KE 646) 4 -
623A
Sekarang Saya ingin mengetahui berapa
banyak (NAMA) diberi minum (termasuk ASI)
selama sakit demam/panas/batuk.
Apakah diberi minum lebih sedikit dari
biasanya, kurang lebih sama, atau lebih
banyak dari biasanya?
JIKA KURANG DARI BIASANYA,
TANYAKAN : Apakah (NAMA) diberi minum
sangat kurang (KODE 1) atau sedikit kurang
dari biasanya (KODE 2)?
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK DIBERI MINUM. 5
TIDAK TAHU. 8
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK DIBERI MINUM. 5
TIDAK TAHU. 8
623B
Jika (NAMA) mengalami demam/panas/
batuk, apakah dia diberi makan lebih sedikit
dari biasanya, kurang lebih sama, atau lebih
banyak dari biasanya?
JIKA KURANG DARI BIASANYA,
TANYAKAN : Apakah (NAMA) diberi makan
sangat kurang (KODE 1) atau sedikit kurang
dari biasanya (KODE 2)?
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK DIBERI MAKANAN. 5
BELUM PERNAH DIBERI
MAKANAN. 6
TIDAK TAHU. 8
SANGAT KURANG. 1
KURANG. 2
SAMA. 3
LEBIH BANYAK. 4
TIDAK DIBERI MAKANAN. 5
BELUM PERNAH DIBERI
MAKANAN. 6
TIDAK TAHU. 8
624
Apakah Ibu/Saudari pernah mencari
pertolongan/obat untuk mengobati sakit
demam/panas/batuk (NAMA)?
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 629) i -1
YA. 1
TIDAK. 2-i
(TERUS KE 629) i -1
625
Ke mana Ibu/Saudari mencari pertolongan/
obat untuk mengobati sakit demam/panas/
batuk (NAMA)?
Ke mana lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN
YANG DISEBUT.
UKBM
POSKESDES/POLINDES. A
POSYANDU. B
LAINNYA r.
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. D
KLINIK PEMERINTAH. E
PUSKESMAS. F
PUSTU/PUSLING. G
BIDAN DI DESA. H
LAINNYA i
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. J
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K
PRAKTIK DOKTER ANAK. [_
PRAKTIK DOKTER UMUM. M
PRAKTIK BIDAN. n
PRAKTIK PERAWAT. O
APOTEK/TOKO OBAT. p
LAINNYA n
(TULISKAN)
LAINNYA
DUKUN/PARAJI. R
WARUNG/TOKO. s
LAINNYA X
(TULISKAN)
UKBM
POSKESDES/POLINDES. A
POSYANDU. B
LAINNYA r.
(TULISKAN)
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. D
KLINIK PEMERINTAH. E
PUSKESMAS. F
PUSTU/PUSLING. G
BIDAN DI DESA. H
LAINNYA i
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/
RS BERSALIN. J
KLINIK SWASTA/RUMAH
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K
PRAKTIK DOKTER ANAK. |_
PRAKTIK DOKTER UMUM. M
PRAKTIK BIDAN. |\|
PRAKTIK PERAWAT. 0
APOTEK/TOKO OBAT. p
LAINNYA n
(TULISKAN)
LAINNYA
DUKUN/PARAJI. R
WARUNG/TOKO. s
LAINNYA X
(TULISKAN)
W-47
Lampiran Kuesioner WUS
339
ANAK TERAKHIR
SEBELUM ANAK TERAKHIR
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
NAMA
NAMA
626
LIHAT 625:
DUA ATAU HANYA SATU
DUA ATAU HANYA SATU
LEBIH KODE KODE DI-
LEBIH KODE KODE DI-
DILINGKARI LINGKARI
DILINGKARI LINGKARI
Z c
Zl z
1
r (TERUS KE 628) 4-
1
r (TERUS KE 628) 4 -
627
Dimana Ibu/Saudari pertama kali mencari
pertolongan/perawatan?
TEMPAT PERTAMA.
TEMPAT PERTAMA.
□
GUNAKAN KODE DARI 625.
628
Berapa hari setelah sakit demam/panas/
batuk, Ibu/Saudari pertama kali mencari
HARI. .1 I
hari. ..
pertolongan/perawatan?
JIKA PADA HARI YANG SAMA
TULISKAN '00'
629
Apakah (NAMA) minum obat selama sakit
YA
1
YA.
1
demam/panas/batuk?
TIDAK.
2
TIDAK.
2
(TERUS KE 646) 4—1
(TERUS KE 646) 4—1
TIDAK TAHU.
8
TIDAK TAHU.
8
630
Obat apa yang diminum (NAMA)?
OBAT ANTIMALARIA
OBAT ANTIMALARIA
SP/FANSIDAR.
A
SP/FANSIDAR.
A
CHLOROOUINE.
B
CHLOROOUINE.
B
Apakah ada obat lain yang diminum?
AMODIAOUINE.
OUININE.
C
D
AMODIAOUINE.
OUININE.
C
D
KOMBINASI DENGAN
KOMBINASI DENGAN
ARI EMISI M N.
E
ARTEMISININ.
E
ANTIMALARIA LAINNYA
ANTIMALARIA LAINNYA
CATAT SEMUA YANG DISEBUTKAN.
F
F
(TULISKAN)
(TULISKAN)
OBAT ANTIBIOTIK
OBAT ANTIBIOTIK
PIL/SIRUP.
G
PIL/SIRUP.
G
SUNTIKAN.
H
SUNTIKAN.
H
OBAT DEMAM/PANAS
OBAT DEMAM/PANAS
ASPIRIN.
1
ASPIRIN.
1
PARACETAMOL/
PARACETAMOL/
ACETAMINOPHEN.
J
ACETAMINOPHEN.
J
IBUPROFEN.
K
IBUPROFEN.
K
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBH.
L
OBH.
■ L
AMBROXOL.
M
X
AMBROXOL.
M
X
LAINNYA
LAINNYA
(TULISKAN)
(TULISKAN)
TIDAK TAHU.
Z
TIDAK TAHU.
Z
646
KEMBALI KE 604 PADA KOLOM
KEMBALI KE 604 PADA KOLOM
BERIKUTNYA, ATAU JIKA TIDAK
BERIKUTNYA, ATAU JIKA TIDAK
ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA,
ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA,
TERUSKAN KE 647.
TERUSKAN KE 647.
W-48
340
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
647
LIHAT 615 (a):
TIDAK ADA ANAK
YANG MINUM
ORALIT ,
Zl
f
ADA ANAK YANG 1-1
MINUM ORALIT 1 - 1 -
-► 648A
648
Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar tentang ORALIT yang
bisa dipakai untuk mengobati (mengatasi) diare?
YA. 1
TIDAK. 2
648A
LIHAT 218:
PUNYA SATU ANAK
ATAU LEBIH YANG
TINGGAL DENGAN
RESPONDEN ’
TIDAK ADA ANAK YANG
-1 TINGGAL DENGAN i- 1
- 1 RESPONDEN/ 1_1_
r TIDAK DITANYAKAN
-► 701
648B
Ketika anak Ibu/Saudari (salah seorang anak Ibu/Saudari)
menderita sakit keras, apakah Ibu/Saudari dapat memutuskan
sendiri untuk mencari pengobatan medis untuk anak Ibu/
Saudari?
JIKA TIDAK ADA ANAK YANG MENDERITA SAKIT KERAS,
TANYAKAN: Seandainya anak Ibu/Saudari (salah seorang anak
Ibu/Saudari) menderita sakit keras, apakah Ibu/Saudari dapat
memutuskan sendiri untuk mencari pengobatan medis untuk
anak Ibu/Saudari?
YA. 1
TIDAK. 2
TERGANTUNG. 3
648C
Siapa yang membuat keputusan akhir mengenai apakah
anak yang sakit diobati secara medis atau tidak?
RESPONDEN. 01
SUAMI. 02
SUAMI BERSAMA RESPONDEN. 0 3
SUAMI BERSAMA ORANG LAIN. 04
RESPONDEN BERSAMA ORANG
LAIN. 05
ORANG LAIN. 06
649
LIHAT 215 DAN 218:
PUNYA PALING SEDIKIT
SATU ANAK YANG LAHIR
SEJAK JANUARI 2015 DAN
TINGGAL DENGAN
RESPONDEN
’
TULIS NAMA ANAK'i
TINGGAL DENGAN
LANJUTKAN KE 650
(
-. TIDAK PUNYA ANAK _
YANG LAHIR SEJAK
JANUARI 2015 DAN
TINGGAL DENGAN
RESPONDEN
'
/ANG TERKECIL YANG
RESPONDEN (DAN
NAMA)
W-49
Lampiran Kuesioner WUS • 341
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
650
Sekarang saya ingin bertanya tentang makanan atau minuman yang dimakan/diminum (NAMA DARI 649)
selama seharian kemarin mulai dari pagi hingga malam hari. Saya ingin mengetahui apakah anak Ibu/Saudari
memakan/meminum rincian yang saya sebutkan meskipun merupakan kombinasi dengan jenis makanan lain.
Apakah (NAMA DARI 649) memakan/meminum:
YA
TIDAK
TT
a)
Air putih?
a)
1
2
8
b)
Jus atau sari buah?
b)
1
2
8
c)
Air kaldu (seperti kaldu ayam, kaldu daging, atau kaldu ikan)?
c)
1
2
8
d)
Susu lainnya, seperti: susu kental manis, susu bubuk, atau susu segar?
d)
1
2
8
JIKA YA: Berapa kali (NAMA) meminum susu?
JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T.
JUMLAH MEMINUM
SUSU
□
e)
Susu formula bayi/balita?
JIKA YA: Berapa kali (NAMA) meminum susu formula bayi/balita?
JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T.
e)
JUMLAH
1 2
MEMINUM
SUSU
8
□
f)
Minuman/cairan lainnya (seperti air gula, teh, air tajin, susu kedelai, dll)?
f)
1
2
8
g)
Yogurt? (tidak termasuk Yakult, vitacarm dll)
JIKA YA: Berapa kali (NAMA) meminum yogurt?
JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T.
g)
JUMLAH
1 2
MEMINUM
YOGURT
8
□
h)
Makanan bayi bermerek, misalnya Sun, Milna, Cerelac dll?
h)
1
2
8
i)
Nasi, roti, mie, bubur, jagung, sagu atau makanan lain yang dibuat dari padi-
padian seperti beras, gandum, sorgum, dll?
i)
1
2
8
j)
Labu kuning, wortel, atau ubi jalar yang berwarna kuning atau oranye di
dalamnya?
j)
1
2
8
k)
Kentang, ubi kayu/ketela pohon/singkong, talas, dan makanan lain dari akar-
akaran atau akar umbi?
k)
1
2
8
1)
Sayuran hijau (bayam, kangkung, katuk, daun singkong, daun labu dll.)?
1)
1
2
8
m)
Buah-buahan yang kaya vitamin A yang masak, seperti mangga, pepaya,
nangka, cempedak, kesemek, melon kuning?
m)
1
2
8
n)
Buah atau sayuran lainnya (seperti apel, alpukat, kapri, terong, oyong dll)?
n)
1
2
8
o)
Hati, ampela, ginjal, jantung, atau jeroan lainnya?
o)
1
2
8
P)
Daging: ayam, sapi, kambing, babi atau itik?
P)
1
2
8
q) Telur?
q)
1
2
8
r)
Ikan/kerang segar atau asin?
r)
1
2
8
s)
Makanan dari kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang merah, kacang tolo,
kacang jogo, kacang hijau, kacang babi, kacang tanah, tahu, tempe, dll.)?
s)
1
2
8
t)
Keju atau makanan lain yang terbuat dari susu?
t)
1
2
8
a)
Makanan padat, setengah padat, makanan lumat lainnya termasuk kue-kue
seperti kue pisang, cucur, pancong, bakwan, risoles, atau permen?
u)
1
2
8
651
LIHAT 650 (KATEGORI "g" SAMPAI "u"):
TIDAK SATU PUN
JAWABAN "YA"
DILINGKARI
PALING SEDIKIT
ADA SATU "YA" | |
DILINGKARI
-> 653
W-50
342 • Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
652
Apakah (NAMA DARI 649) memakan makanan padat, setengah
padat, atau makanan lumat selama seharian kemarin mulai dari
pagi hingga malam hari?
JIKA 'YA' TANYAKAN :
Apakah jenis makanan padat, setengah padat, atau makanan
lumat yang dimakan (NAMA)?
YA. 1 |
(KEMBALI KE 650 MENGENAI <- '
MAKANAN YANG DIMAKAN KEMARIN)
(KEMUDIAN LANJUTKAN KE 653) i - 1
TIDAK. 2
—► 654
653
Berapa kali (NAMA DARI 649) memakan makanan padat,
setengah padat, atau makanan lumat selama seharian
kemarin mulai dari pagi hingga malam hari?
JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T.
KALI. [^]
TIDAK TAHU. 8
654
Terakhirkah (NAMA DARI 649) buang air besar, dimanakah
kotoran tersebut dibuang?
ANAK MENGGUNAKAN KAKUS. 01
KOTORAN DIBUANG/DISIRAM KE
KAKUS. 02
KOTORAN DIBUANG/DISIRAM KE
SELOKAN. 03
KOTORAN DIBUANG KE TEMPAT
SAMPAH. 04
KOTORAN DIKUBUR. 05
KOTORAN DIBIARKAN SAJA. 06
LAINNYA qr
(TULISKAN)
W-51
Lampiran Kuesioner WUS • 343
BAGIAN 7. PERKAWINAN DAN KEGIATAN SEKSUAL
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
701
Apakah Ibu/Saudari sekarang berstatus kawin atau hidup
bersama?
YA, KAWIN.
YA, HIDUP BERSAMA..
TIDAK.
>-
704
702
Apakah Ibu/Saudari pernah menikah atau hidup bersama?
YA, PERNAH KAWIN.
YA, PERNAH HIDUP BERSAMA..
TIDAK.
-> 711C
703
Apa status perkawinan Ibu/Saudari sekarang: cerai mati, cerai
hidup, atau pisah?
CERAI MATI.
CERAI HIDUP.
PISAH.
► 709
704
Apakah suami/pasangan Ibu/Saudari tinggal bersama Ibu/
Saudari atau tinggal di tempat lain?
TINGGAL BERSAMA.
TINGGAL DI TEMPAT LAIN..
705
TULISKAN NAMA SUAMI/PASANGAN DAN NOMOR URUT
DARI DAFTAR RUMAH TANGGA. JIKA IA TIDAK ADA
DALAM DAFTAR RUMAH TANGGA, TULISKAN ‘00'.
NAMA
NOMOR URUT.
□□
709
Apakah Ibu/Saudari menikah atau hidup bersama hanya satu
kali atau lebih dari satu kali?
HANYA SATU KALI. 1
LEBIH DARI SATU KALI. 2
710
709A
Apa alasan utama Ibu/Saudari menikah atau hidup bersama
lebih dari satu kali?
SUAMI/PASANGAN MENINGGAL. 01
ADANYA PERSELINGKUHAN.
ADANYA KEKERASAN DALAM RT....
SUAMI/PASANGAN TIDAK MAMPU
MEMBERI KEBUTUHAN MATERI..
MASALAH PEMENUHAN
KEBUTUHAN BIOLOGIS. 05
SERING BERTENGKAR/CEKCOK. 06
PISAH TERLALU LAMA. 07
TIDAK PUNYA ANAK. 08
04
LAINNYA
96
(TULISKAN)
710
LIHAT 709:
MENIKAH/
HIDUP
BERSAMA
HANYA SATU
KALI
a) Pada bulan dan tahun
berapa Ibu/Saudari
memulai kehidupan
dengan suami/pasangan
Ibu?
MENIKAH/
HIDUP
BERSAMA
LEBIH DARI
SATU KALI
b) Sekarang saya ingin
menanyakan suami/pasangan
pertama Ibu/Saudari. Pada
bulan dan tahun berapa Ibu/
Saudari memulai kehidupan
dengannya?
BULAN. . □□
TIDAK TAHU BULAN. 98
TAHUN..
□□□□
71 IA
TIDAK TAHU TAHUN..
9998
711
Berapa umur Ibu/Saudari ketika menikah/mulai hidup bersama
dengan suami/pasangan Ibu/Saudari (yang pertama)?
UMUR.
□□
W- 52
344
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
71 IA
Apakah Ibu/Saudari pernah mendapat imunisasi TT ?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
J -► 711C
71 IB
a. Berapa kali Ibu/Saudari diberi imunisasi TT sebelum
menikah/hidup bersama (yang pertama)?
b. Berapa kali Ibu/Saudari diberi imunisasi TT setelah
menikah/hidup bersama (yang pertama)?
JIKA TIDAK PERNAH, TULISKAN '0'
JIKA 5 KALI ATAU LEBIH, TULIS‘5', JIKA TIDAK TAHU,
TULIS '8'
a. JUMLAH SEBELUM. [
b. JUMLAH SETELAH.
711C
PADA KOLOM 4 TENTUKAN BULAN-BULAN RESPONDEN BERSTATUS TIDAK KAWIN/KAWIN/
HIDUP BERSAMA SEJAK JANUARI 2012. TULISKAN ‘X’ UNTUK SETIAP BULAN RESPONDEN
DALAM STATUS KAWIN ATAU 'B’ JIKA HIDUP BERSAMA, TULISKAN ‘O' UNTUK SETIAP BULAN BAGI
RESPONDEN BERSTATUS TIDAK KAWIN SEJAK JANUARI 2012.
UNTUK WANITA YANG MENIKAH/HIDUP BERSAMA LEBIH DARI SATU KALI: TANYAKAN KAPAN
TELAH MENIKAH/HIDUP BERSAMA LAGI, TANGGAL MENIKAH/HIDUP BERSAMA DAN CERAI/
PISAH PADA PERKAWINAN SEBELUMNYA.
UNTUK WANITA YANG SEKARANG BERSTATUS JANDA/PISAH ATAU KAWIN/HIDUP BERSAMA
LEBIH DARI SATU KALI: TANYAKAN BULAN-BULAN MENJANDA/PISAH, DAN PERMULAAN DARI
BULAN PERKAWINAN/HIDUP BERSAMA BERIKUTNYA.
712
PERIKSA KEHADIRAN ORANG LAIN. SEBELUM DILANJUTKAN, USAHAKAN MENJAMIN KENYAMANAN RESPONDEN.
713
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai kegiatan seksual untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik mengenai beberapa masalah
penting kehidupan. Jawaban Ibu/Saudari akan dijaga
kerahasiaannya dan tidak akan diberitahu kepada
siapapun. Jika kita sampai pada pertanyaan yang Ibu tidak
ingin jawab, beritahukan kepada saya dan kita akan
lanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Berapa umur Ibu/
Saudari ketika pertama kali berhubungan seksual?
TIDAK PERNAH. 00
UMUR DALAM TAHUN.
KETIKA MENIKAH/HIDUP BERSAMA.... 95
714
Kapan Ibu /Saudari terakhir kali berhubungan seksual?
JIKA KURANG DARI 12 BULAN JAWABAN DICATAT DALAM
BULAN, MINGGU ATAU HARI. JIKA 12 BULAN ATAU LEBIH
JAWABAN HARUS DICATAT DALAM TAHUN.
HARI YANG LALU. 1 [_
MINGGU YANG LALU. 2 E
BULAN YANG LALU. 3 E
TAHUN YANG LALU. 4 E
714A
Dapatkah Ibu/Saudari mengatakan "tidak" kepada suami/
pasangan jika tidak ingin melakukan hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
714B
Dapatkah Ibu/Saudari meminta suami/pasangan untuk
menggunakan kondom?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
W-53
Lampiran Kuesioner WUS
345
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
714C
Apakah Ibu/Saudari mengetahui tanda-tanda adanya bahaya
(komplikasi) pada waktu hamil?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 714F
714D
Masalah kesehatan apakah yang dapat membahayakan
seorang wanita ketika hamil?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
MULAS BERKEPANJANGAN.A
PERDARAHAN. B
DEMAM YANG TINGGI. C
KEJANG-KEJANG. D
JANIN DALAM POSISI YANG SALAH. E
BENGKAK. F
PINGSAN. G
SUSAH BERNAPAS. H
LELAH. |
LAINNYA. X
714E
Apakah yang harus dilakukan oleh wanita hamil jika
mengalami masalah tersebut?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TIDAK MELAKUKAN APA-APA.A
ISTIRAHAT. B
MINUM OBAT. C
MINUM JAMU. D
KE DUKUN. E
KE BI DAN. F
KE DOKTER.G
FASILITAS KESEHATAN. H
LAINNYA. X
TIDAK TAHU. Z
714F
Masalah kesehatan apa saja yang dapat membahayakan wanita
selama melahirkan?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
AIR KETUBAN PECAH TERLALU
CEPAT.A
PERDARAHAN YANG BANYAK
SELAMA MELAHIRKAN DAN
SESUDAH BAYI LAHIR.B
DEMAM YANG TINGGI.C
MULAS BERKEPANJANGAN.D
PINGSAN.E
KEJANG-KEJANG.F
PLASENTA TIDAK MAU KELUAR.G
BAYI MENINGGAL SEBELUM LAHIR.H
LAINNYA. X
TIDAK TAHU. Z
-► 714H
714G
Apakah yang harus dilakukan?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TIDAK MELAKUKAN APA-APA.A
ISTIRAHAT. B
MINUM OBAT.C
MINUM JAMU. D
KE DUKUN. E
KE BI DAN. F
KE DOKTER.G
FASILITAS KESEHATAN. H
LAINNYA. X
TIDAK TAHU. Z
W-54
346
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
714H
Masalah apa saja yang dapat membahayakan pada seorang
wanita selama masa nifas?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
PERDARAHAN LEBIH BANYAK
DIBANDING DENGAN BIASANYA
(LEBIH DARI 3 KAIN). A
PINGSAN. B
KEJANG-KEJANG. C
DEMAM YANG TINGGI. D
LENDIR YANG BERBAU TIDAK SEDAP... E
RASA NYERI DI PAYUDARA. F
RASA SEDIH DAN TERTEKAN. G
LAINNYA. X
TIDAK TAHU. Z
7141
Apakah yang harus dilakukan terhadap wanita tersebut?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
Tl DAK MELAKU KAN APA-APA. A
ISTIRAHAT. B
MINUM OBAT. C
MINUM JAMU. D
KE DUKUN. E
KE BI DAN. F
KE DOKTER. G
FASILITAS KESEHATAN. H
LAINNYA. X
TIDAK TAHU. Z
731
PERIKSA KEHADIRAN ORANG LAIN
YA TIDAK
ANAK <10 TAHUN. 1 2
LAKI-LAKI DEWASA. 1 2
WANITA DEWASA. 1 2
W-55
Lampiran Kuesioner WUS
347
BAGIAN 8. PREFERENSI FERTILITAS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
801
LIHAT 304:
TIDAK DITANYAKAN
ATAU RESPONDEN DAN
SUAMI/PASANGAN TIDAK
DISTERILISASI
RESPONDEN DAN ATAU _
SUAMI/PASANGAN
DISTERILISASI
-> 813
802
LIHAT 226:
HAMIL
TIDAK HAMIL/
TIDAK TAHU
► 804
803
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai masa yang akan datang. Setelah melahirkan
anak yang Ibu/Saudari kandung sekarang, apakah Ibu/
Saudari ingin mempunyai anak lagi atau tidak ingin
mempunyai anak lagi?
INGIN ANAK LAGI. 1
TIDAK INGIN ANAK LAGI. 2
BELUM MEMUTUSKAN/TIDAK TAHU.... 8
INGIN ANAK. 1
TIDAK INGIN ANAK. 2
TIDAK DAPAT HAMIL. 3
TIDAK TAHU. 8
BULAN. 1 □□
TAHUN. .* □□
SEGERA/SEKARANG. 993
REPONDEN TIDAK DAPAT HAMIL. 994
SEGERA SETELAH MENIKAH. 995
LAINNYA_ 996
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 998
H
805
812
804
Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai masa yang akan datang. Apakah Ibu/Saudari
ingin mempunyai anak (lagi) atau tidak ingin mempunyai
anak (lagi)?
-► 807
-> 813
► 811
805
LIHAT 226:
TIDAK HAMIL/
TIDAK TAHU
Berapa lama Ibu/
Saudari ingin menunggu
mulai dari sekarang
sampai kelahiran anak
(berikutnya)?
HAMIL
Berapa lama Ibu/
Saudari ingin menunggu
sesudah melahirkan
anak yang Ibu/Saudari
kandung sampai
kelahiran anak
berikutnya?
-> 811
-> 813
-► 811
806
LIHAT 226:
TIDAK HAMIL/
TIDAK TAHU
HAMIL [
-> 812
807
LIHAT 303:
TIDAK PAKAI
ALAT/CARA KB
PAKAI ALAT/CARA KB [
-> 813
808
LIHAT 805:
TIDAK
DITANYAKAN
24 BULAN ATAU LEBIH
—
00-23 BULAN
ATAU
_
ATAU
► 812
809
LIHAT 714:
KODE 'l’, ATAU '2'
ATAU ‘3’
DILINGKARI
KODE '4’
DILINGKARI
O.
-> 811
TIDAK
DITANYAKAN
► 811
W-56
348
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
810
LIHAT 804:
INGIN PUNYA -1 i TIDAK INGIN -1
ANAK LAGI - 1 j ANAK - 1
Y Y
Ibu/Saudari i lbu/Saudari
mengatakan bahwa Ibu/ i mengatakan bahwa
Saudari ingin anak lagi i 'bu/Saudari tidak
tapi tidak dalam waktu 2 j mgin anak lagi, tetapi
tahun ini, sementara i Ibu/Saudari tidak
Ibu/Saudari tidak j menggunakan alat/
menggunakan alat/cara i cara ^ a P a P un
KB apapun untuk i untuk mencegah
mencegah kehamilan. j kehamilan. Dapatkah
Dapatkah Ibu/Saudari i Ibu/Saudari
mengatakan i mengatakan
alasannya? j ainnya?
Ada alasan lain? Ada alasan lain?
JANGAN BACAKAN PILIHAN JAWABAN.
TIDAK KAWIN. A
ALASAN FERTILITAS
PUASA KUMPUL. B
JARANG KUMPUL. C
MENOPAUSE/HISTEREKTOMI. D
TIDAK DAPAT HAMIL. E
BARU MELAHIRKAN. F
MENYUSUI. G
KEPERCAYAAN. H
MENENTANG UNTUK MEMAKAI
RESPONDEN MENENTANG. |
SUAMI/PASANGAN MENENTANG. J
ORAN G LAIN M ENE NTAN G. K
LARANGAN AGAMA/ADAT. L
KURANG PENGETAHUAN
TIDAK TAHU ALAT/CARA KB. M
TIDAK TAHU SUMBER. N
ALASAN ALAT/CARA KB
MASALAH KESEHATAN. O
TAKUT EFEK SAMPING. P
KURANGNYA AKSES/TERLALU JAUH. Q
BIAYA TERLALU MAHAL. R
ALAT/CARA KB YG DIPILIH TIDAK
TERSEDIA. S
ALAT/CARA KB TIDAK TERSEDIA. j
TIDAK NYAMAN. U
MENJADI GEMUK/KURUS. V
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
811
LIHAT 303:
TIDAK DITANYAKAN ATAU
TIDAK PAKAI
ALAT/CARA KB ’
YA, PAKAI ALAT/1 |
CARA KB-
r
-► 813
812
Apakah Ibu/Saudari berpikir akan menjadi peserta KB
untuk menunda atau mencegah kehamilan di masa
yang akan datang?
YA . -i
TIDAK . 2
TIDAK TAHU . 8
-► 813
812A
Apa alasan utama Ibu/Saudari tidak menggunakan
alat/cara KB di masa yang akan datang?
ALASAN FERTILITAS
JARANG/PUASA KUMPUL. 11
MENOPAUSE/HISTEREKTOMI. 12
TIDAK SUBUR/MANDUL. 13
INGIN ANAK SEBANYAK MUNGKIN. 14
KEPERCAYAAN. 15
MENENTANG UNTUK MEMAKAI
RESPONDEN MENENTANG. 21
SUAMI MENENTANG. 22
ORANG LAIN MENENTANG. 23
LARANGAN AGAMAADAT. 24
KURANG PENGETAHUAN
TIDAK TAHU ALAT/CARA KB. 31
TIDAK TAHU SUMBER. 32
ALASAN ALAT/CARA KB
MASALAH KESEHATAN. 41
TAKUT EFEK SAMPING. 42
KURANGNYA AKSES/TERLALU JAUH. 43
BIAYA TERLALU MAHAL. 44
TIDAK NYAMAN. 45
MENJADI GEMUK/KURUS. 46
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 98
W-57
Lampiran Kuesioner WUS • 349
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
813
LIHAT 216:
MEMILIKI ANAK
MASIH HIDUP
Seandainya Ibu/Saudari
dapat kembali ke waktu
Ibu/Saudari baru saja
menikah dan belum
mempunyai anak dan
Ibu/Saudari dapat
menentukan jumlah
anak yang Ibu/Saudari
inginkan selama hidup,
berapakah jumlah anak
tersebut?
AJUKAN PERTANYAAN UNTUK MENDAPATKAN
JAWABAN BERUPAANGKA.
TIDAK ADA ANAK
MASIH HIDUP/
TIDAK DITANYAKAN
Seandainya Ibu/Saudari
dapat menentukan
jumlah anak yang Ibu/
Saudari inginkan
selama hidup,
berapakah jumlah anak
tersebut?
TIDAK INGIN ANAK .
JUMLAH.
LAINNYA
00
rn
96
(TULISKAN)
815
815
814
Dari jumlah tersebut, berapa anak laki-laki yang diinginkan,
berapa anak perempuan yang diinginkan, dan berapa anak
yang diharapkan tanpa memperhatikan jenis kelamin?
'APA SAJA' ADALAH JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN
TANPA PREFERENSI JENIS KELAMIN TERTENTU.
LK
PR APA SAJA
JUMLAH...
LAINNYA
(TULISKAN)
999996
815
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah:
a) Mendengar tentang KB di radio?
b) Melihat tayangan tentang KB di televisi?
c) Membaca tentang KB di koran/majalah?
d) Membaca tentang KB di poster/pamflet/leaflet?
e) Membaca tentang KB melalui billboard/spanduk/umbul-
umbu l/mural?
f) Membaca tentang KB melalui internet?
YA TIDAK
a) RADIO. 1 2
b) TELEVISI. 1 2
c) KORAN/MAJALAH. 1 2
d) POSTER/PAMFLET/
LEAFLET. 1 2
e) BILLBOARD/SPANDUK/
UMBUL-UMBUL/MURAL. 1 2
f) INTERNET. , 2
YA . i
TIDAK . 2
SUAMI/PASANGAN. A
IBU. B
BAPAK. C
SAUDARA PEREMPUAN. D
SAUDARA LAKI-LAKI. E
ANAK PEREMPUAN. F
ANAK LAKI-LAKI. G
IBU MERTUA. H
TEMAN/TETANGGA. |
LAINNYA_ x
(TULISKAN)
YA TIDAK
a) PETUGAS LAPANGAN KB.... i 2
b) GURU. -| 2
c) TOKOH AGAMA. -| 2
d) DOKTER. -| 2
e) BIDAN ATAU PERAWAT. -| 2
f) PEMIMPIN DESA/
TOKOH MASYARAKAT.... -| 2
g) PKK/KADER DI DESA. -| 2
h) APOTEKER. -| 2
816A
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah
membicarakan KB dengan teman, tetangga, atau keluarga?
-> 816C
816B
Dengan siapa?
Siapa lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
816C
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari mendapatkan
penerangan tentang KB dari:
a) Petugas lapangan KB?
b) Guru?
c) Tokoh agama?
d) Dokter?
e) Bidan atau perawat?
f) Pemimpin desa/tokoh masyarakat?
g) PKK/Kader di desa?
h) Apoteker/petugas di apotek/toko obat?
W-58
350
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
816D
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari mendapatkan
penerangan tentang KB dari:
a) Mobil unit penerangan KB?
b) Kesenian?
YA TIDAK
a) MUPEN KB. 1 2
b) KESENIAN. 1 2
817
LIHAT 701: STATUS PERKAWINA
KAWIN/
HIDUP BERSAMA
i
N
TIDAK KAWIN DAN 1 - j
r
818
LIHAT 303:
TIDAK |-1
DITANYAKAN __
PAKAI ALAT/CARA
KB
'
D
r
TIDAK PAKAI |-1
Al AT/P.ARA KR 1 1
819
Apakah memakai alat/cara KB merupakan keputusan
Ibu/Saudari, keputusan suami/pasangan Ibu/Saudari,
atau keputusan bersama?
RESPONDEN. 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
LAINNYA fi
► 820A
(TULISKAN)
820
Apakah tidak memakai alat/cara KB merupakan
keputusan Ibu/Saudari, keputusan suami/pasangan Ibu/
Saudari, atau keputusan bersama?
RESPONDEN . 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN . 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
LAINNYA fi
(TULISKAN)
820A
Sekarang saya ingin bertanya tentang pendapat suami/
pasangan Ibu/Saudari mengenai KB.
Menurut Ibu/Saudari, apakah suami/pasangan Ibu/
Saudari setuju atau tidak setuju jika suatu pasangan
menggunakan alat/cara KB untuk mencegah kehamilan?
SETUJU . 1
TIDAK SETUJU . 2
TIDAK TAHU . 8
820 B
Dalam 6 bulan terakhir, sesering apakah Ibu/Saudari
membicarakan tentang KB dengan suami/pasangan Ibu/
Saudari?
TIDAK PERNAH . 1
SEKALI ATAU DUA KALI . 2
SERINGKALI . 3
821
LIHAT 304:
RESPONDEN DAN
SUAMI/PASANGAN
TIDAK DISTERILISASI
i
RESPONDEN DAN ATAU
SUAMI/PASANGAN 1 1
DISTERILISASI
r
822
Apakah suami/pasangan Ibu/Saudari menginginkan
jumlah anak yang sama, lebih banyak, atau lebih sedikit
dari yang Ibu/Saudari inginkan?
JUMLAH SAMA . 1
LEBIH BANYAK ANAK . 2
LEBIH SEDIKIT ANAK . 3
TIDAK TAHU . 8
W-59
Lampiran Kuesioner WUS
351
BAGIAN 9. LATAR BELAKANG SUAMI/PASANGAN DAN PEKERJAAN RESPONDEN
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
901
LIHAT 701: STATUS PERKAWINAN
KAWIN/ -1 TIDAK KAWIN DAN |-1
▼
902
Berapa umur suami/pasangan Ibu pada ulang tahun terakhir?
UMUR. [
903
Apakah suami/pasangan Ibu pernah sekolah?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 906
904
Apakah jenjang sekolah tertinggi yang pernah/sedang diduduki
oleh suami/pasangan Ibu: sekolah dasar, sekolah menengah
pertama, sekolah menengah atas, akademi, atau universitas?
SEKOLAH DASAR. 1
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. 2
SEKOLAH MENENGAH ATAS. 3
AKADEM l/D l/D 1 l/D II1. 4
DIPLOMA IV/UNIVERSITAS. 5
TIDAK TAHU. 8
-► 906
905
Apakah tingkat/kelas tertinggi yang diselesaikan oleh suami/
pasangan Ibu pada jenjang tersebut?
PADA TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7
KELAS/TINGKAT. [
TIDAK TAHU. 8
906
Apakah suami/pasangan Ibu bekerja dalam 7 hari yang lalu?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
-► 908
907
Apakah suami/pasangan Ibu bekerja dalam 12 bulan yang lalu?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
||—► 909
908
Apakah jenis pekerjaan utama suami/pasangan Ibu?
(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI
KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK)
PROFESIONAL, TEKNISI. 01
KEPEMIMPINAN DAN
KETATALAKSANAAN. 02
PEJABAT PELAKSANA DAN TATA
USAHA. 03
TENAGA USAHA PENJUALAN. 04
TENAGA USAHA JASA. 05
TENAGA USAHA PERTANIAN. 06
TENAGA PRODUKSI. 07
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 98
nn
(DIISI BPS)
909
Sekarang saya ingin menanyakan kegiatan Ibu/Saudari selama
tujuh hari yang lalu.
Selain mengurus rumah tangga, apakah Ibu/Saudari bekerja
minimal satu jam terus-menerus dalam tujuh hari yang lalu?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 913
910
Seperti Ibu/Saudari ketahui, wanita bisa bekerja dengan
mendapat bayaran uang atau barang. Ada yang berjualan,
mempunyai usaha kecil-kecilan, atau bekerja di pertanian
atau usaha keluarga. Selama tujuh hari yang lalu, apakah Ibu/
Saudari melakukan kegiatan seperti itu paling sedikit satu jam
terus menerus?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 913
911
Meskipun Ibu/Saudari tidak bekerja dalam tujuh hari yang lalu,
apakah Ibu/Saudari mempunyai pekerjaan tetap tetapi
sementara tidak bekerja karena cuti, sakit, cuti hamil, bepergian
atau alasan lain?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 913
W-60
352
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
912
Dalam 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah bekerja?
YA. 1
TIDAK. 2
913
Apakah jenis pekerjaan utama Ibu/Saudari?
(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI
KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK)
PROFESIONAL, TEKNISI. 01
KEPEMIMPINAN DAN
KETATALAKSANAAN. 02
PEJABAT PELAKSANA DAN TATA
USAHA. 03
TENAGA USAHA PENJUALAN. 04
TENAGA USAHA JASA. 05
TENAGA USAHA PERTANIAN. 06
TENAGA PRODUKSI. 07
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 98
□□
- (DIISI BPS)
914
Apakah Ibu/Saudari bekerja sebagai pekerja keluarga, buruh/
karyawan atau mempunyai usaha sendiri?
PEKERJA KELUARGA. 1
BURUH/KARYAWAN. 2
BERUSAHA/MEMPUNYAI USAHA. 3
915
Apakah Ibu/Saudari bekerja sepanjang tahun, musiman, atau
sesekali saja?
SEPANJANG TAHUN. 1
MUSIMAN. 2
SESEKALI. 3
916
Apakah Ibu/Saudari dibayar dengan uang atau barang atau
tidak dibayar sama sekali untuk pekerjaan tersebut?
UANG. 1
UANG DAN BARANG. 2
BARANG. 3
TIDAK DIBAYAR. 4
917
LIHAT 701: STATUS PERKAWINAN
KAWIN/ 1 TIDAK KAWIN DAN 1
HIDUP BERSAMA ' TIDAK HIDUP BERSAMA
918
LIHAT 916. KODE T ATAU '2' 1-1
DILINGKARI -1
i
KODE'3'ATAU'4'
DILINGKARI (
TAU TIDAK DITANYAKAN
919
Siapa yang biasanya menentukan penggunaan uang yang Ibu
peroleh: Ibu sendiri, suami/pasangan Ibu, atau Ibu dengan
suami/pasangan Ibu?
RESPONDEN. 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
LAINNYA R
(TULISKAN)
920
Apakah penghasilan yang Ibu peroleh lebih besar, lebih kecil,
atau sama dengan penghasilan yang diperoleh suami/
pasangan Ibu?
LEBIH BESAR. 1
LEBIH KECIL. 2
SAMA. 3
SUAMI/PASANGAN TIDAK PUNYA
PENGHASILAN. 4
TIDAK TAHU. 8
921
Siapa yang biasanya menentukan penggunaan penghasilan
yang diperoleh suami/pasangan Ibu: Ibu sendiri, suami/
pasangan Ibu, atau Ibu dengan suami/pasangan Ibu?
RESPONDEN. 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
SUAMI/PASANGAN TIDAK PUNYA
PENGHASILAN. 4
LAINNYA R
(TULISKAN)
W-61
Lampiran Kuesioner WUS
353
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
922
Siapa yang biasanya memutuskan mengenai perawatan
kesehatan Ibu: Ibu sendiri, suami/pasangan Ibu, Ibu dengan
suami/pasangan Ibu, atau orang lain?
RESPONDEN. 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
ORANG LAIN. 4
LAINNYA. 6
923
Siapa yang biasanya membuat keputusan untuk pengeluaran
yang besar dalam rumah tangga?
RESPONDEN. 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
ORANG LAIN. 4
LAINNYA. 6
924
Siapa yang biasanya membuat keputusan untuk mengunjungi
famili atau keluarga?
RESPONDEN. 1
SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2
RESPONDEN DENGAN SUAMI/
PASANGAN. 3
ORANG LAIN. 4
LAINNYA. 6
925
Apakah Ibu/Saudari memiliki rumah, baik milik sendiri maupun
milik bersama dengan orang lain?
SENDIRI. 1
BERSAMA. 2
SENDIRI DAN BERSAMA. 3
TIDAK MEMILIKI. 4
-► 928
926
Apakah Ibu/Saudari memiliki surat kepemilikan rumah?
YA, ATAS NAMA SENDIRI. 1
YA, ATAS NAMA PASANGAN. 2
YA, ATAS NAMA ORANG LAIN. 3
TIDAK. 4
928
Apakah Ibu/Saudari memiliki tanah, baik milik sendiri maupun
milik bersama dengan orang lain?
SENDIRI. 1
BERSAMA. 2
SENDIRI DAN BERSAMA. 3
TIDAK MEMILIKI. 4
-► 931
929
Apakah Ibu/Saudari mempunyai surat kepemilikan tanah?
YA, ATAS NAMA SENDIRI. 1
YA, ATAS NAMA PASANGAN. 2
YA, ATAS NAMA ORANG LAIN. 3
TIDAK. 4
931
CATAT KEHADIRAN ORANG LAIN PADA PERTANYAAN INI
(HADIR DAN MENDENGARKAN, HADIR TETAPI TIDAK
MENDENGARKAN, ATAU TIDAK HADIR).
HADIR/ HADIR/ TDK
DENGAR TDK HADIF
DENGAR
ANAK-ANAK < 10 TH. 1 2 3
SUAMI/PASANGAN. 1 2 3
LAKI-LAKI LAIN. 1 2 3
PEREMPUAN LAIN. 1 2 3
932
Menurut pendapat Ibu/Saudari, apakah seorang suami berhak
untuk memukul istrinya jika:
- Istri pergi tanpa memberi tahu suaminya?
- Istri menelantarkan anak-anak?
- Istri bertengkar dengan suaminya?
- Istri menolak untuk berhubungan seks dengan suaminya?
- Istri memasak makanan hingga hangus?
YA TDK TT
PERGI TANPA IZIN. 1 2 8
MENELANTARKAN ANAK 1 2 8
BERTENGKAR. 1 2 8
MENOLAK SEKS. 1 2 8
MASAKAN HANGUS. 1 2 8
W- 62
354 • Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 10. HIV-AIDS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
1001
Sekarang saya ingin membicarakan hal lain.
Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar tentang suatu penyakit
yang disebut HIV-AIDS?
YA.
TIDAK.
KODE
1001A
Dari mana Ibu/Saudari mengetahui tentang HIV-AIDS?
Ada sumber lain?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
RADIO.
TELEVISI.
SURAT KABAR/MAJALAH.
SELEBARAN/POSTER.
PETUGAS KESEHATAN.
PERKUMPULAN KEAGAMAAN
SEKOLAH/GURU.
PERTEMUAN MASYARAKAT...
TEMAN/KELUARGA.
TEMPAT KERJA.
INTERNET.
LAINNYA_
1002 Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS
dengan membatasi hubungan seks hanya dengan seseorang
yang tidak terinfeksi virus HIV-AIDS dan tidak mempunyai
pasangan lain?
1003 Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS melalui gigitan
nyamuk?
1004 Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS
dengan memakai kondom setiap melakukan hubungan seks?
1005 Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS dengan makan
sepiring bersama orang yang terinfeksi virus HIV-AIDS?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU.
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU.
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU.
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU.
(TULISKAN)
1006
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena diguna-guna
atau didukuni atau disantet?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU
1006A
Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena
menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU
1007
Apakah mungkin seseorang yang penampilannya tampak
sehat ternyata ia telah tertular virus HIV-AIDS?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU
1008
Apakah virus HIV-AIDS dapat ditularkan dari seorang ibu ke
anaknya:
- Selama hamil?
- Saat melahirkan?
- Dengan menyusui?
SELAMA HAMIL.
SAAT MELAHIRKAN..
DENGAN MENYUSUI
YA
1
1
1
TDK
2
2
2
TERUS KE
1042
A
B
C
D
E
F
G
H
1
J
K
X
1
2
8
1
2
8
1
2
8
1
2
8
1
2
8
1
2
8
1
2
8
TT
8
8
8
W-63
Lampiran Kuesioner WUS
355
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1008A
Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi virus HIV-
AIDS?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
DENGAN MENGENALI FISIK. A
DENGAN MENGENALI PERILAKU. B
DENGAN TES DARAH. C
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
1008B
Apakah Ibu/Saudari tahu tentang adanya tes HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 1032A
1031
Apakah Ibu/Saudari mengetahui di mana memperoleh
pelayanan tes HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
- ► 1032A
1032
Dimana?
Ada lagi?
JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT
ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU
SWASTA, TULISKAN NAMANYA.
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. A
PUSKESMAS. B
PUSTU/PUSLING. C
KLINIK. D
KLINIK KHUSUS VCT. E
LAINNYA F
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT. G
KLINIK. H
KLINIK KHUSUS VCT. I
PRAKTIK DOKTER. J
BIDAN/PERAWAT. K
LAINNYA l
(TULISKAN)
LAINNYA X
(TULISKAN)
(NAMA TEMPAT)
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG SESUAI.
1032A
LIHAT 701:
KAWIN/
HIDUP BERSAMA
i
TIDAK KAWIN DAN 1
TIDAK HIDUP BERSAMA --
f
1032B
Apakah Ibu/Saudari pernah membicarakan dengan suami/
pasangan Ibu/Saudari cara agar tidak tertular virus HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
1035
Apakah Ibu/Saudari akan membeli sayuran segar dari petani
atau penjual yang Ibu/Saudari ketahui terinfeksi HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1035A
Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS,
apakah Ibu/Saudari akan merahasiakannya?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1035B
Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS,
apakah Ibu/Saudari bersedia merawatnya di rumah Ibu/
Saudari?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1036
Apakah menurut Ibu/Saudari, anak-anakyang menderita
HIV-AIDS boleh bersekolah bersama dengan anak-anakyang
bukan penderita HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
W-64
356
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1037
Menurut Ibu/Saudari, seseorang yang ragu melakukan tes
HIV-AIDS apakah disebabkan kekhawatiran mereka atas
reaksi orang lain jika hasil tesnya positif?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1038
Menurut Ibu/Saudari, apakah orang akan berkata buruk
terhadap penderita HIV-AIDS atau orang yang diduga sebagai
penderita HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1039
Menurut Ibu/Saudari, apakah penderita HIV-AIDS atau orang
yang diduga sebagai penderita HIV-AIDS akan tidak dihargai
oleh orang lain?
YA. 1
TIDAK. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1040
Apakah Ibu/Saudari setuju dengan pernyataan berikut: Saya
merasa malu jika salah seorang dari keluarga saya menderita
HIV-AIDS?
SETUJU. 1
TIDAK SETUJU. 2
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1041
Apakah Ibu/Saudari takut tertular HIV-AIDS jika terkena air liur
penderita HIV-AIDS?
YA. 1
TIDAK. 2
RESPONDEN PENDERITA HIV-AIDS... 3
TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8
1042
LIHAT 1001:
PERNAH DENGAR 1 1 j TIDAK PERNAH 1
TENTANG - 1 ; DENGAR TENTANG - 1
HIV-AIDS^ r j HIV-AIDS , r
Selain HIV-AIDS, apakah j Apakah Ibu/Saudari pernah
Ibu/Saudari pernah I mendengar infeksi yang
mendengar infeksi lain yang 1 dapat ditularkan melalui
dapat ditularkan melalui j hubungan seksual?
hubungan seksual? :
YA. 1
TIDAK. 2
1042A
Infeksi apa yang Ibu/Saudari ketahui?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
SIPHILIS/RAJA SINGA. A
GONORRHEA/KENCING NANAH. B
KONDILOMA AKUMINATA/
JENGGER AYAM. C
CHANCRO D LUKA NYERI. D
CLAMYDIA/BENGKAK PADA
SKROTUM. E
KANDIDIASIS/KEPUTIHAN KARENA
JAMUR. F
HERPES GENITAL/BINTIL-BINTIL. G
LAINNYA X
(TULISKAN)
1042B
Dari manakah Ibu/Saudari memperoleh informasi tentang
infeksi menular seksual (IMS)?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE SUMBER YANG DISEBUT.
RADIO. A
TELEVISI. B
SURAT KABAR/MAJALAH. C
SELEBARAN/POSTER. D
PETUGAS KESEHATAN. E
PERKUMPULAN KEAGAMAAN. F
SEKOLAH/GURU. G
PERTEMUAN MASYARAKAT. H
TEMAN/KELUARGA. |
TEMPAT KERJA. J
INTERNET. K
LAINNYA X
(TULISKAN)
W-65
Lampiran Kuesioner WUS
357
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
1042C
Jika seorang laki-laki tertular infeksi menular seksual (IMS),
NYERI PERUT
KODE
apakah gejala-gejalanya?
NANAH KELUAR DARI ALAT
KELAMIN (KENCING NANAH).
Ada lagi?
CAIRAN BAU KELUAR DARI
ALAT KELAMIN.
RASA NYERI/PANAS PADA
SALURAN KENCING.
TERUS KE
A
B
C
D
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE GEJALA YANG DISEBUT.
KEMERAHAN / RADANG PADA
ALAT KELAMIN. E
BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. F
LUKA / BISUL PADA ALAT KELAMIN... G
KUTIL PADA ALAT KELAMIN. H
GATAL PADA ALAT KELAMIN. |
KENCING DARAH. J
BERAT BADAN TURUN. K
IMPOTEN. L
LAINNYA_ X
(TULISKAN)
TIDAK BERGEJALA/TAMPAK. Y
TIDAK TAHU.
1042D
Jika seorang perempuan tertular infeksi menular seksual (IMS),
apakah gejala-gejalanya?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE GEJALA YANG DISEBUT.
NYERI PERUT.
KEPUTIHAN.
KEPUTIHAN YANG BERBAU.
RASA NYERI/PANAS PADA
SALURAN KENCING.
KEMERAHAN / RADANG PADA
ALAT KELAMIN.
BENGKAK PADA ALAT KELAMIN.
LUKA / BISUL PADA ALAT KELAMIN
KUTIL PADA ALAT KELAMIN.
GATAL PADA ALAT KELAMIN.
KENCING DARAH.
BERAT BADAN TURUN.
SULIT HAMIL.
LAINNYA_
(TULISKAN)
Z
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
X
TIDAK BERGEJALA/TAMPAK..
TIDAK TAHU.
1043
LIHAT 713: HUBUNGAN SEKSUAL
PERNAH
BERHUBUNGAN SEKSUAL
TIDAK PERNAH I I
BERHUBUNGAN SEKSUAL 1 - L
1051
1044
LIHAT 1042: PERNAH MENDENGAR INFEKSI MENULAR SEKSUAL
KODE T -1 KODE‘2’
DILINGKARI -1 DILINGKARI
O.
1046
W- 66
358 • Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1045
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai kesehatan Ibu/Saudari dalam 12 bulan terakhir.
Selama 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah terkena
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1046
Kadang-kadang wanita mengalami keluarnya cairan putih
yang berbau, berubah warna, dan gatal pada kelamin
(keputihan berbau). Selama 12 bulan terakhir, apakah Ibu/
Saudari pernah mengalami hal tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1047
Kadang-kadang wanita mengalami luka/bisul pada kemaluan/
kelamin. Selama 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah
mengalami hal tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1048
LIHAT 1045, 1046 DAN 1047:
ADA KODE '1' | TIDAK ADA KODE'1' |
YANG DILINGKARI - YANG DILINGKARI -
▼
1049
Terakhir kali Ibu/Saudari mengalami (MASALAH DARI 1045/
1046/1047), apakah Ibu/Saudari mencari nasehat atau
pengobatan?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 1051
1050
Kemana Ibu/Saudari pergi?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
PEMERINTAH
RUMAH SAKIT. A
PUSKESMAS. B
PUSTU/PUSLING. C
KLINIK. D
LAINNYA F
(TULISKAN)
SWASTA
RUMAH SAKIT. F
KLINIK. G
PRAKTIK DOKTER. H
BIDAN/PERAWAT. |
APOTEK. J
LAINNYA K
(TULISKAN)
TOKO OBAT/WARUNG. L
DIOBATI SENDIRI. M
DUKUN/’ORANG PINTAR'. N
LAINNYA X
(TULISKAN)
1051
Jika seorang istri mengetahui suaminya memiliki penyakit
yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual, apakah
dibenarkan jika dia meminta suaminya menggunakan kondom
ketika berhubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1052
Apakah seorang istri dibenarkan untuk menolak berhubungan
seksual dengan suaminya ketika dia tahu bahwa suaminya
berhubungan seksual dengan wanita lain?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
W-67
Lampiran Kuesioner WUS • 359
BAGIAN 11. ISU KESEHATAN LAINNYA
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
1101
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan
lain yang berhubungan dengan masalah kesehatan.
Apakah Ibu/Saudari pernah mendapat suntikan dengan
alasan apapun dalam 12 bulan terakhir?
JUMLAH SUNTIKAN
JIKA YA: Berapa banyak suntikan?
JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'.
TIDAK.
JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK
MENDAPATKAN PERKIRAAN.
1102
Diantara suntikan tersebut, berapa banyak yang dilakukan
oleh dokter, perawat, dokter gigi, atau petugas kesehatan
lainnya?
JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'.
JUMLAH SUNTIKAN
TIDAK.
TERUS KE
□□
□□
JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK
MENDAPATKAN PERKIRAAN.
1103
Terakhir kali Ibu/Saudari mendapat suntikan dari petugas
kesehatan, apakah dia mengambil jarum suntik yang baru
dari paket yang belum dibuka?
YA.
TIDAK.
TIDAK TAHU.
1104
Apakah saat ini Ibu/Saudari merokok setiap hari, kadang-
kadang, atau tidak sama sekali?
SETIAP HARI.
KADANG-KADANG.
TIDAK SAMA SEKALI.
1105
Berapa rata-rata batang rokok yang Ibu/Saudari hisap setiap
hari?
BATANG ROKOK
1106
Apakah saat ini Ibu/Saudari mengkonsumsi jenis/bentuk
tembakau lain setiap hari, kadang-kadang, atau tidak sama
sekali?
SETIAP HARI.
KADANG-KADANG.
TIDAK SAMA SEKALI.
1107
Apa jenis/bentuk tembakau lain tersebut?
PIPA CANGKLONG.
. 1
. 2
. 8
. 1
. 2
. 3
□□
. 1
. 2
. 3
. A
1106
► 1108
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG SESUAI.
CERUTU. B
SHISHA. C
DIHIRUP MELALUI MULUT. D
DIHIRUP MELALUI HIDUNG. E
TEMBAKAU KUNYAH. F
MENGUNYAH SIRIH DAN TEMBAKAU. G
LAINNYA
1108
Beberapa faktor yang berbeda dapat menghalangi wanita
untuk mendapatkan perawatan kesehatan atau pengobatan.
Ketika Ibu/Saudari sakit dan ingin mendapatkan perawatan
kesehatan atau pengobatan, apakah hal-hal berikut ini
merupakan masalah atau tidak?
(TULISKAN)
MASALAH
X
BUKAN
MASALAH
- Mendapatkan izin untuk pergi ke dokter?
- Mendapatkan uang untuk perawatan atau pengobatan?
- Jarak ke tempat fasilitas kesehatan?
- Tidak mau pergi sendiri?
IZIN PERGI.
UANG.
JARAK.
PERGI SENDIRI
1
1
1
1
2
2
2
2
W-68
360
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1109
Apakah Ibu/Saudari mempunyai asuransi kesehatan?
YA. 1
TIDAK. 2
-► 1201
1110
Apa jenis asuransi kesehatan tersebut?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG SESUAI.
JAMKESDA. A
KARTU JKN/BPJS PBI. B
KARTU JKN/BPJS NON PBI. C
ASURANSI KESEHATAN SWASTA. D
TUNJANGAN/PENGGANTIAN BIAYA
OLEH PERUSAHAAN. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
1110A
LIHAT 1110:
KODE 'B'
DILINGKARI
’
| KODE 'B' | |
- TIDAK DILINGKARI -
1110B
Apa saja jenis pelayanan kesehatan yang Ibu/Saudari gunakan
dengan kartu JKN/BPJS PBI?
Ada lagi?
PEMERIKSAAN KEHAMILAN. A
PELAYANAN PERSALINAN. B
PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS. C
PELAYANAN KESEHATAN BAYI BARU
LAHIR. D
PELAYANAN KONTRASEPSI. E
RAWAT INAP. F
RAWAT JALAN/PEMERIKSAAN
KESEHATAN. U
BELUM PERNAH DIGUNAKAN. H
W- 69
Lampiran Kuesioner WUS • 361
BAGIAN 12. LATAR BELAKANG TAMBAHAN RESPONDEN
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1201
LIHAT 106: UMUR
15-24 TAHUN
25 TAHUN KE ATAS
► 1735
1202
LIHAT 701, 702:
BELUM KAWIN
KAWIN/HIDUP
BERSAMA/CERAI MATI/
CERAI HIDUP/PISAH
-> 1735
1203
Apakah Saudari masih sekolah?
YA. 1
TIDAK. 2
SUDAH SELESAI/MERASA CUKUP. 01
HAMIL. 02
MENGURUS ART LAIN. 03
DIBUTUHKAN MEMBANTU USAHA
KELUARGA. 04
TIDAK ADA BIAYA. 05
PERLU CARI UANG. 06
TIDAK SUKA SEKOLAH (LAGI). 07
TIDAK LULUS UJIAN. 08
SEKOLAH JAUH(TAK TERJANGKAU) 09
LAIN NYA_ 96
(TULISKAN)
-> 1205
1204
Mengapa Saudari tidak bersekolah lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI KODE JAWABAN YANG PALING UTAMA.
1205
LIHAT 113: MEMBACA SURAT KABAR/MAJALAH
KODE'1'ATAU KODE '2'
DILINGKARI
P
KODE '3'
DILINGKARI
-► 1207
1206
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudari pernah membaca
artikel di surat kabar/majalah:
- Tentang penundaan usia perkawinan?
- Tentang HIV-AIDS?
- Tentang infeksi menular seksual (IMS)?
- Tentang iklan/penerangan kondom?
- Tentang narkoba?
- Tentang minuman keras?
- Tentang bagaimana mencegah kehamilan/KB?
YA TIDAK
PENUNDAAN USIA KAWIN. i 2
HIV-AIDS. 1 2
IMS. i 2
IKLAN KONDOM. ■) 2
NARKOBA. i 2
MINUMAN KERAS. 1 2
MENCEGAH HAMIL. i 2
1207
LIHAT 114: MENDENGARKAN RADIO
KODE'1'ATAU KODE
DILINGKARI
'2' Q
RI h- 1
KODE '3' I I
DILINGKARI 1 - L
-► 1209
1208
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudari pernah mendengar
radio yang menyiarkan:
- Tentang penundaan usia perkawinan?
- Tentang HIV-AIDS?
- Tentang infeksi menular seksual (IMS)?
- Tentang iklan/penerangan kondom?
- Tentang narkoba?
- Tentang minuman keras?
- Tentang bagaimana mencegah kehamilan/KB?
YA TIDAK
PENUNDAAN USIA KAWIN. i 2
HIV-AIDS. i 2
IMS. i 2
IKLAN KONDOM. i 2
NARKOBA. i 2
MINUMAN KERAS. i 2
MENCEGAH HAMIL. i 2
W- 70
362
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1209
LIHAT 115: MENONTON TELEVISI
KOD E ' 1' ATAU KO DE ’2’ 1
DILINGKARI J-- 1
KODE'3' 1 1
1210
Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudari pernah menonton
televisi yang menyiarkan/menayangkan:
- Tentang penundaan usia perkawinan?
- Tentang HIV-AIDS?
- Tentang infeksi menular seksual (IMS)?
- Tentang iklan/penerangan kondom?
- Tentang narkoba?
- Tentang minuman keras?
- Tentang bagaimana mencegah kehamilan/KB?
YA TIDAK
PENUNDAAN USIA KAWIN. i 2
HIV-AIDS. i 2
IMS. i 2
IKLAN KONDOM. i 2
NARKOBA. i 2
MINUMAN KERAS. i 2
MENCEGAH HAMIL. -| 2
W-71
Lampiran Kuesioner WUS • 363
BAGIAN 13. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN MENGENAI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
Sekarang saya akan bertanya mengenai perubahan dari anak-anak ke remaja, sistem reproduksi, dan hal-hal yang terkait.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1301
Kalau seorang anak laki-laki mulai menjadi remaja, biasa
disebut akil baliq atau puber, ia mengalami perubahan pada
tubuh. Dapatkah Saudari menyebutkan perubahan-
perubahan itu?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
BADAN MULAI BEROTOT. a
SUARA MENJADI BESAR. B
TUMBUH RAMBUT DI WAJAH,
SEKITAR ALAT KELAMIN, KETIAK,
DADA, KAKI ATAU LENGAN. c
GAIRAH SEKS MENINGKAT. D
MIMPI BASAH. E
TULANG JAKUN MENONJOL. |
LAINNYA y
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. z
1302
Kalau seorang anak perempuan mulai menjadi remaja, ia
juga mengalami perubahan pada tubuh. Dapatkah Saudari
menyebutkan perubahan-perubahan itu?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TUMBUH RAMBUT DI SEKITAR ALAT
KELAMIN ATAU KETIAK. A
PAYUDARA MEMBESAR. B
PINGGUL MEMBESAR. c
GAIRAH SEKS MENINGKAT. d
MULAI HAID. E
LAINNYA Y
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. z
1303
LIHAT 1301 DAN 1302:
TIDAK ADA KODE'Z'YANG -1
DILINGKARI ATAU SALAH SATU -1
KODE'Z' DILINGKARI v
KEDUANYA 1-1
W \ ouo
1304
Dari mana Saudari mendapat informasi mengenai perubahan
pada tubuh dari anak-anak ke remaja?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN. A
IBU. B
BAPAK. c
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
GURU. p
PETUGAS KESEHATAN. G
TOKOH AGAMA. H
TELEVISI. |
RADIO. J
BUKU/MAJALAH/SURAT KABAR. K
INTERNET. L
LAINNYA y
(TULISKAN)
TIDAK TAHU . z
1305
Berapa umur Saudari ketika pertama kali haid?
BELUM HAID. 00
UMUR DALAM TAHUN. | |
—► 1309
1306
Sebelum Saudari haid, apakah ada seseorang yang
berbicara dengan Saudari tentang haid?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1308
W- 72
364
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1307
Siapa yang berbicara tentang haid dengan Saudari?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN. A
IBU. B
BAPAK . c
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
GURU. p
PETUGAS KESEHATAN. G
PEMUKA AGAMA. H
LAINNYA x
(TULISKAN)
1308
Ketika pertama kali Saudari mendapatkan haid, apakah
Saudari membicarakannya dengan seseorang?
JIKA YA: Dengan siapa?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TEMAN. a
IBU. B
BAPAK. c
SAUDARA KANDUNG. j
KELUARGA. e
GURU. p
PETUGAS KESEHATAN. q
PEMUKA AGAMA. h
LAINNYA y
(TULISKAN)
TIDAK ADA. z
1309
Apakah seorang wanita dapat hamil hanya dengan sekali
melakukan hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1310
Apakah Saudari tahu bagaimana cara menghindari kehamilan?
JIKA 'TAHU': Bagaimana caranya?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
TIDAK BERHUBUNGAN SEKS. a
MENGGUNAKAN ALAT/CARA KB. B
LAINNYA y
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. z
1311
Menurut pendapat Saudari, pelayanan KB apa yang perlu
tersedia bagi remaja yang belum menikah?
- Penyuluhan: Kegiatan yang menjelaskan kesehatan
reproduksi dan alat/cara KB?
- Konseling: Konsultasi penggunaan alat/cara KB?
- Penyediaan: Penyediaan dan pelayanan alat KB?
YA TIDAK
PENYULUHAN. -] 2
KONSELING. -j 2
PENYEDIAAN. 1 2
1312
Sekarang saya akan membacakan beberapa pernyataan
tentang penggunaan kondom. Apakah Saudari setuju atau
tidak setuju dengan pernyataan ini:
- Kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
- Kondom dapat mencegah penularan HIV-AIDS dan infeksi
menular seksual lainnya.
- Kondom dapat dipakai ulang.
TDK
SE- SE- TDK
TUJU TUJU TAHU
CEGAH HAMIL. i 2 8
CEGAH HIV-AIDS DAN
IMS LAIN. -| 2 8
PAKAI ULANG. 1 2 8
1313
Sekarang saya ingin membicarakan tentang suatu penyakit
yang disebut anemia.
Apakah Saudari pernah mendengar anemia?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1401
W-73
Lampiran Kuesioner WUS
365
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1314
Menurut Saudari apakah anemia tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
HAEMOGLOBIN (Hb) RENDAH. A
KURANG ZAT BESI. B
KEKURANGAN SEL DARAH MERAH... C
KURANG DARAH. D
KURANG VITAMIN. E
TEKANAN DARAH RENDAH. F
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. z
1315
Menurut Saudari mengapa seseorang dapat menderita
anemia?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KURANG MAKAN DAGING, AYAM,
IKAN, HATI. A
KURANG MAKAN SAYUR-SAYURAN
DAN BUAH-BUAHAN. B
PERDARAHAN. C
SEDANG MENDAPAT HAID. D
KURANG MAKAN. E
PENYAKIT MENULAR. p
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
1316
Dapatkah anemia diobati?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
—► 1401
1317
Bagaimana cara mengobati penderita anemia?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
MINUM PIL TAMBAH DARAH. A
MINUM PIL ZAT BESI. b
BANYAK MAKAN DAGING, AYAM,
IKAN, HATI. C
BANYAK MAKAN SAYUR-SAYURAN
DAN BUAH-BUAHAN YANG
MENGANDUNG ZAT BESI. D
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
W-74
366
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 14. PERKAWINAN DAN ANAK
Sekarang saya akan menanyakan pendapat Saudari mengenai perkawinan dan anak.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1401
Pada umur berapa Saudari merencanakan untuk menikah?
UMUR DALAM TAHU N. H
TIDAK AKAN KAWIN. 95
TIDAK TAHU. 98
1402
Menurut pendapat Saudari, pada umur berapa seorang
perempuan sebaiknya menikah?
UMUR DALAM TAHU N. CZ1 _
TIDAK TAHU. 98
1403
Menurut pendapat Saudari, pada umur berapa seorang
laki-laki sebaiknya menikah?
UMUR DALAM TAHUN. Cl[ j
TIDAK TAHU. 98
1404
Menurut Saudari apakah pasangan yang akan menikah perlu
memeriksakan kesehatannya?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
—► 1406
1405
Pemeriksaan apa?
Ada lagi?
JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP
KODE JAWABAN YANG SESUAI.
BADAN. A
DARAH. B
AIR SENI. C
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
1406
Siapakah yang akan menentukan pasangan Saudari ketika
Saudari menikah nantinya: Saudari sendiri, orang tua
Saudari, keluarga lainnya, atau bersama?
SENDIRI. 1
ORANG TUA. 2
KELUARGA LAINNYA. 3
BERSAMA. 4
1409
Menurut pendapat Saudari, siapa yang seharusnya menentukan
jumlah anak: istri, suami, Istri dan suami atau lainnya?
ISTRI. 1
SUAMI. 2
ISTRI DAN SUAMI. 3
LAINNYA. 6
TIDAK TAHU. 8
1410
Menurut Saudari pada umur berapa sebaiknya seorang
wanita mempunyai anak pertama kali?
UMUR DALAM TAHUN.
TIDAK TAHU. 98
1411
Menurut Saudari pada umur berapa sebaiknya seorang
laki-laki mempunyai anak pertama kali?
UMUR DALAM TAHU N. 1 II
TIDAK TAHU. 98
1412
Menurut Saudari berapa sebaiknya jarak antara dua
kelahiran?
BULAN. 1 1 11 1
TAHUN. 2 1 ll _ 1
TIDAK TAHU. 998
W-75
Lampiran Kuesioner WUS • 367
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
Jika seorang wanita hamil, tetapi ia tidak menginginkan
kandungannya, menurut Saudari apa yang seharusnya ia
lakukan: melahirkan dan merawat sendiri bayinya, melahirkan
dan memberikan bayinya kepada orang lain untuk diasuh,
menggugurkan kandungannya, atau terserah kepada wanita
itu?
MELAHIRKAN DAN DIRAWAT SENDIRI 1
MELAHIRKAN DAN DIASUH ORANG
LAIN. 2
MENGGUGURKAN. 3
TERSERAH KEPADA WANITA ITU. 4
TIDAK TAHU. 8
Ada beberapa keadaan yang menyebabkan seorang wanita
mungkin mempertimbangkan untuk menggugurkan
TDK
kandungannya.
SE-
SE-
TDK
Menurut Saudari apakah seorang wanita berhak menggugurkan
TUJU
TUJU
TAHU
kandungannya karena:
- Kehamilannya membahayakan kesehatan ibu dan janin?
KESEHATAN.
1
2
8
- Kehamilannya mengancam jiwa ibu dan janin?
JIWA.
1
2
8
- Janin cacat tubuh?
JANIN CACAT.
1
2
8
- Hamil akibat pemerkosaan?
DIPERKOSA.
1
2
8
- Wanita belum menikah?
BELUM NIKAH.
1
2
8
- Pasangan suami-istri tak mampu merawat anak?
TIDAK MAMPU.
1
2
8
- Masih sekolah?
MASIH SEKOLAH.
1
2
8
KODE
TERUS KE
1413
1414
W-76
368
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 15. PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT
Sekarang saya ingin menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai sumber
informasi tentang kesehatan reproduksi yaitu hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas dan infeksi menular seksual termasuk
HIV-AIDS, serta hal lain seperti penggunaan obat-obat terlarang dan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya).
NO PERTANYAAN DAN SARINGAN
1501 Saya ingin tahu dengan siapa Saudari membicarakan atau
menanyakan hal-hal mengenai kesehatan reproduksi.
Apakah Saudari pernah membicarakan hal-hal itu dengan:
KODE
Teman?
Ibu?
Bapak?
Saudara kandung?
Keluarga?
Guru?
Petugas kesehatan?
Pemuka agama?
TEMAN.
IBU.
BAPAK.
SAUDARA KANDUNG....
KELUARGA.
GURU.
PETUGAS KESEHATAN.
PEMUKAAGAMA.
1502
Kalau Saudari ingin tahu lebih jauh mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan kesehatan reproduksi, pada siapa Saudari
akan bertanya?
Siapa lagi?
TEMAN.
IBU.
BAPAK.
SAUDARA KANDUNG....
KELUARGA.
GURU.
PETUGAS KESEHATAN.
TERUS KE
YA TIDAK
. 1 2
.. 1 2
. 1 2
. 1 2
.. 1 2
...1 2
..1 2
..1 2
.A
. B
. C
. D
. E
. F
.G
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
PEMUKA AGAMA.
H
LAINNYA_
TIDAK TAHU.
(TULISKAN)
X
Z
1503
LIHAT 107: APAKAH PERNAH/SEDANG SEKOLAH
YA
P
TIDAK
>- 1506
TOPIK
1504. Apakah Saudari pernah diberi
pelajaran di sekolah tentang
(TOPIK)?
1505. Apakah jenjang sekolah Saudari
ketika pertama kali diberi pelajaran
di sekolah tentang (TOPIK)?
A. Sistem reproduksi manusia.
YA. 1 —
TIDAK. 2 —|
TIDAK TAHU. 8 -
1
r
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3
AKAD EM l/D l/D 1 l/D II1. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
B. Cara mengatur kelahiran.
YA. 1 —
TIDAK. 2 —|
TIDAK TAHU. 8 -
1
r
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3
AKAD EM l/D l/D 1 l/D 111. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
C. HIV-AIDS.
YA. 1 —
TIDAK. 2 —|
TIDAK TAHU. 8 -
’
’
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3
AKAD EM l/D l/D 1 l/D 1II. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
D. Infeksi Menular Seksual lainnya
YA. 1 —
TIDAK. 2 —|
TIDAK TAHU. 8 -
1
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3
AKAD EM l/D l/D 1 l/D 111. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
E. NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika,
dan Zat adiktif lainnya)
YA. 1 —
TIDAK. 2 —|
TIDAK TAHU. 8 -
1
SD/MI/SEDERAJAT. 1
SMP/MTs/SEDERAJAT. 2
SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3
AKAD EM l/D l/D 1 l/D 111. 4
DIPLOMA IV/UNIV. 5
TIDAK TAHU. 8
W-77
Lampiran Kuesioner WUS • 369
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1506
Apakah Saudari pernah menghadiri pertemuan masyarakat
yang membahas kesehatan reproduksi?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1508
1507
Apakah bentuk pertemuan masyarakat yang pernah Saudari
hadiri?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KARANG TARUNA. A
PERKUMPULAN AGAMA. B
BINA KELUARGA REMAJA/BKR. C
PENYULUHAN DARI LSM. D
PENYULUHAN PEMERINTAH. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
1508
Apakah Saudari pernah mendengar tentang wadah/tempat bagi
remaja untuk memperoleh informasi dan konsultasi mengenai
kesehatan reproduksi remaja?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1601
1509
Apa nama wadah tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
PIK-R/M. A
PUSKESMAS PKPR. B
YOUTH CENTRE. C
LAINNYA. X
TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. Z
1510
Apakah Saudari mengetahui di mana tempat tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1601
1511
Apakah Saudari pernah mengunjungi tempat tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1601
1512
Pelayanan apa saja yang sudah tersedia di tempat tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
INFORMASI KESPRO. A
KONSELING. B
PEMERIKSAAN KESEHATAN. C
PENGOBATAN IMS. D
ALAT/CARA KB. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
1513
Pelayanan kesehatan reproduksi apa saja yang Saudari
inginkan tersedia di tempat tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
INFORMASI KESPRO. A
KONSELING. B
PEMERIKSAAN KESEHATAN. C
PENGOBATAN IMS. D
ALAT/CARA KB. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. Z
W- 78
370
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 16. ROKOK, MINUMAN BERALKOHOL DAN OBAT-OBATAN TERLARANG
Sekarang saya akan menanyakan beberapa hal mengenai merokok, minum minuman beralkohol, dan pemakaian obat-obatan terlarang.
Seperti telah saya katakan, Saudari dapat menolak untuk menjawab beberapa atau semua pertanyaan. Meskipun demikian, saya harap
Saudari akan terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini karena pendapat Saudari sangat penting. Informasi yang Saudari
berikan akan dirahasiakan dan hanya akan digunakan untuk studi ilmiah.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1601
LIHAT 1104: MEROKOK
KODE '3' DILINGKARI^ |
KODE ’l ATAU 2' ,-,
DILINGKARI 1 1
1602
Apakah Saudari pernah mencoba merokok?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1605
1603
Umur berapa Saudari pertama kali merokok?
UMUR DALAM TAHUN. |
TIDAK INGAT. 98
1604
Umur berapa Saudari mulai merokok secara teratur?
UMUR DALAM TAHU N. | || j
HANYA MENCOBA. 94
TIDAK PERNAH TERATUR. 95
TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. 98
1605
Apakah Saudari pernah mengajak/mempengaruhi teman/orang
lain untuk merokok?
YA. 1
TIDAK. 2
1606
Apakah Saudari pernah mengingatkan/mengajak teman/orang
lain untuk tidak merokok?
YA. 1
TIDAK. 2
1607
Sekarang saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai minuman beralkohol seperti arak, tuak, bir, dsb.
Apakah Saudari pernah minum minuman beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1611
1608
Umur berapa Saudari pertama kali minum minuman
beralkohol?
UMUR DALAM TAHUN. |
TIDAK INGAT. 98
1609
Dalam tiga bulan terakhir, berapa hari Saudari minum
minuman beralkohol?
JIKA SETIAP HARI : CATAT ‘90’.
JUMLAH HARI. [ [
TIDAK PERNAH. 95
1610
Apakah Saudari pernah mabuk karena minum minuman
beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
1611
Apakah Saudari pernah mengajak/mempengaruhi teman/orang
lain untuk minum minuman beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
1612
Apakah Saudari pernah mengingatkan/mengajak teman/orang
lain untuk tidak minum minuman beralkohol?
YA. 1
TIDAK. 2
W-79
Lampiran Kuesioner WUS
371
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1613
Ada obat-obatan, seperti ganja, putau, shabu-shabu, dsb,
yang bisa dikonsumsi untuk bersenang-senang, atau ngehai,
ngeflai, ngeboat, berfantasi.
Apakah Saudari mengetahui seseorang yang mengkonsumsi
obat-obatan seperti itu?
YA. 1
TIDAK. 2
1614
Apakah Saudari sendiri pernah mencoba mengkonsumsi obat-
obatan seperti itu?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1622
1615
Bagaimana cara Saudari memakainya ?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
DIHISAP. A
DIHIRUP. B
DISUNTIK. C
DIMINUM/DITELAN. D
LAINNYA X
(TULISKAN)
1616
LIHAT 1615:
KODE 'A', 'B', 'D' ATAU 'X' 1-1
DILINGKARI -1
KODE 'C' I-1
nil IMf^KARI 1 1
1617
Apakah Saudari pernah nyuntik obat-obatan yang bisa
berakibat teler, flai, hai, on ?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1622
1618
Umur berapa Saudari pertama kali nyuntik obat-obatan
tersebut?
UMUR DALAM TAHUN. | [
TIDAK INGAT. 98
1619
Apakah Saudari nyuntik obat-obatan tersebut dalam 12 bulan
terakhir?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1621
1620
Sesering apakah Saudari nyuntik obat-obatan tersebut?
SETIAP HARI. 01
BEBERAPA HARI DALAM SEMINGGU 02
SETIAP MINGGU. 03
KURANG DARI SEKALI SEMINGGU.... 04
SETIAP BULAN. 05
KURANG DARI SEKALI SEBULAN. 06
LAINNYA 96
(TULISKAN)
1621
Apakah Saudari pernah menggunakan alat suntik yang sama
secara bergantian?
YA. 1
TIDAK. 2
1622
Apakah Saudari pernah mengajak/mempengaruhi teman/
orang lain untuk menggunakan obat-obatan terlarang?
YA. 1
TIDAK. 2
1623
Apakah Saudari pernah mengingatkan/mengajak teman/
orang lain untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang?
YA. 1
TIDAK. 2
1624
Apakah Saudari pernah mendengar mengenai IPWL
(Institusi Penerima Wajib Lapor)?
YA. 1
TIDAK. 2
W-80
372
Lampiran Kuesioner WUS
BAGIAN 17. PACARAN DAN PERILAKU SEKSUAL
Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan berhubungan dengan seksualitas. Kita Ingin mengetahui apakah orang muda
seusia Saudari aktif secara seksual. Informasi yang Saudari berikan akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk studi ilmiah.
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1701
Apakah Saudari sekarang mempunyai pacar?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 1703
1702
Apakah Saudari pernah punya pacar?
YA . 1
TIDAK . 2
—► 1705
1703
Berapa umur Saudari ketika pertama kali punya pacar?
UMUR DALAM TAHU N . | J| j
TIDAK INGAT . 98
1704
Dalam berpacaran, pada saat berduaan dengan pasangan
(pacar yang sekarang ataupun yang sebelumnya), untuk
mengungkapkan rasa kasih sayang atau sekadar mencoba
ataupun ingin tahu, apakah Saudari pernah:
- Berpegangan tangan atau jemari?
- Berpelukan?
- Berciuman bibir?
- Meraba (diraba) bagian tubuh lain yang senstif seperti
sekitar alat kelamin, payudara, paha, dll?
YA TIDAK
PEGANG TANGAN . 1 2
BERPELUKAN . 1 2
CIUM BIBIR . 1 2
MERABA/DIRABA . 1 2
JIKA RESPONDEN MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN PERTANYAAN INI, KATAKAN BAHWA
PERTANYAAN INI MEMANG SENSITIF TAPI SANGAT PENTING UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI
YANG AKURAT. YAKINKAN SEKALI LAGI BAHWA KERAHASIAAN INFORMASI INI TERJAMIN.
1705
LIHAT 713: PERNAH/TIDAK PERNAH BERHUBUNGAN SEKSU
PERNAH 1
AL
TIDAK PERNAH | |
1706
Apa alasan utama Saudari melakukan hubungan seksual
untuk pertama kalinya?
JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN.
SALING CINTA . 01
TERJADI BEGITU SAJA . 02
PENASARAN/INGIN TAHU . 03
DIPAKSA . 04
MEMERLUKAN UANG UNTUK HIDUP/
SEKOLAH . 05
INGIN MENIKAH . 06
IKUTAN TEMAN . 07
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK INGAT . 98
1707
Di mana Saudari melakukan hubungan seksual untuk pertama
kalinya?
JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN.
DI RUMAH SENDIRI . 01
DI RUMAH PASANGAN . 02
HOTEL/MOTEL . 03
TEMPAT KOS . 04
TEMPAT PELACURAN . 05
KENDARAAN . 06
LAINNYA 96
(TULISKAN)
TIDAK INGAT . 98
1708
Umur berapa Saudari ketika pertama kali melakukan
hubungan seksual?
UMUR DALAM TAHU N . | ][ ]
TIDAK INGAT . 98
W-81
Lampiran Kuesioner WUS • 373
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1709
Dengan siapa Saudari melakukan hubungan seksual yang
pertama kali?
JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN.
TEMAN. 01
PACAR. 02
KELUARGA. 03
BAPAK. 04
PEKERJA SEKS. 05
LAINNYA Pfi
(TULISKAN)
1710
Pada waktu pertama kali melakukan hubungan seksual
tersebut, apakah Saudari atau pasangan memakai pencegah
kehamilan/alat/cara KB?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8
]-► 1712
1711
Pencegah kehamilan/alat/cara KB apa yang Saudari atau
pasangan Saudari pakai?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
KONDOM. A
PIL. B
KONTRASEPSI DARURAT. C
SANGGAMA TERPUTUS. D
PANTANG BERKALA/KALENDER. E
LAINNYA X
(TULISKAN)
1712
Apakah Saudari mempunyai teman yang sudah melakukan
hubungan seksual sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
'J - ► 1714
1713
Karena Saudari mempunyai teman yang sudah melakukan
hubungan seksual, apakah Saudari merasakan semacam
dorongan atau pengaruh untuk melakukan hubungan seksual?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1714
Apakah Saudari setuju atau tidak setuju dengan pernyataan
berikut:
- Setuju bila seorang pria mempunyai banyak pasangan/pacar
pada waktu bersamaan
- Setuju bila seorang wanita mempunyai banyak pasangan/
pacar pada waktu bersamaan
YA TDK TT
LAKI-LAKI BANYAK
PACAR. 12 8
PEREMPUAN BANYAK
PACAR. 1 2 8
1715
Apakah Saudari setuju jika seorang wanita melakukan
hubungan seksual sebelum menikah?
SETUJU. 1
TIDAK SETUJU. 2
TERGANTUNG. 8
1716
Apakah Saudari setuju jika seorang pria melakukan hubungan
seksual sebelum menikah?
SETUJU. 1
TIDAK SETUJU. 2
TERGANTUNG. 8
1717
Apakah Saudari setuju seseorang melakukan hubungan
seksual sebelum menikah, jika:
- Kedua belah pihak sama-sama senang melakukan hubungan
- Keduanya saling mencintai
- Keduanya merencanakan untuk menikah
- Wanita sudah dewasa dan sadar terhadap akibat-akibat yang
akan timbul
- Ingin menunjukkan rasa cinta
TDK
SETUJU SETUJU
SUKA-SAMASUKA. 1 2
SALING CINTA. 1 2
AKAN MENIKAH. 1 2
WAN ITA DEWASA. 1 2
TUNJUKKAN CINTA. 1 2
W-82
374
Lampiran Kuesioner WUS
NO
PERTANYAAN DAN SARINGAN
KODE
TERUS KE
1718
Apakah Saudari sangat setuju, setuju, atau tidak setuju dengan
pendapat bahwa mempertahankan keperawanan sebelum
menikah penting bagi wanita?
SANGAT SETUJU. 1
SETUJU. 2
TIDAK SETUJU. 3
1719
Menurut pendapat Saudari apakah laki-laki pada umumnya
masih menganggap penting keperawanan bagi wanita?
YA. 1
TIDAK. 2
TIDAK TAHU. 8
1720
LIHAT 713:PERNAH/TIDAK PERNAH BERHUBUNGAN SEKSUAL
TIDAK PERNAH | PERNAH |
▼
1721
Jika Saudari belum pernah melakukan hubungan seksual,
apakah Saudari "sudah punya niat untuk" melakukannya
sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
TERGANTUNG. 8
1722
Apakah Saudari pernah mempengaruhi teman/orang lain untuk
melakukan hubungan seksual sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
1723
Apakah Saudari pernah mengingatkan teman/orang lain untuk
tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah?
YA. 1
TIDAK. 2
1724
Apakah Saudari pernah hamil tapi sebenarnya tidak
menginginkan kehamilan tersebut?
YA. 1
TIDAK. 2
—► 1732
1725
Berapa kali terjadi kehamilan yang tidak diinginkan?
SEKALI. 1
BEBERAPA KALI. 2
1726
LIHAT 1725:
KODE T 1 ! KODE'2' 1
DILINGKARI [ - 1 j DILINGKARI [ - 1
Ketika kehamilan yang tidak j Ketika kehamilan yang tidak
diinginkan tersebut terjadi, j diinginkan tersebut terjadi,
apa yang Saudari lakukan j apa yang Saudari lakukan
terhadap kehamilan itu? j terhadap kehamilan yang
j terakhir?
MENERUSKAN KEHAMILAN . 1
BERUSAHA MENGGUGURKAN
KANDUNGAN TETAPI GAGAL. 2
MENGGUGURKAN KANDUNGAN. 3
KEGUGURAN. 4
LAINNYA fi
(TULISKAN)
TIDAK TAHU. 8
1727
Siapa yang memutuskan untuk meneruskan kehamilan atau
menggugurkan kandungan ketika Saudari mengalami
kehamilan yang tidak diinginkan tersebut?
Ada lagi?
JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN.
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT.
RESPONDEN. a
PASANGAN. B
ORANG TUA. C
SAUDARA KANDUNG. D
KELUARGA. E
TEMAN. F
LAINNYA X
(TULISKAN)
W-83
Lampiran Kuesioner WUS • 375
W-84
376
Lampiran Kuesioner WUS
PENGAMATAN PEWAWANCARA
DIISI SETELAH WAWANCARA SELESAI
KOMENTAR TENTANG RESPONDEN:
KOMENTAR PADA PERTANYAAN KHUSUS:
KOMENTAR LAINNYA:
PENGAMATAN PENGAWAS
NAMA PENGAWAS :
TANGGAL:
PENGAMATAN EDITOR
NAMA EDITOR :
TANGGAL:
W-85
Lampiran Kuesioner WUS
377
KALENDER
INSTRUKSI:
HANYA SATU KODE UNTUK SETIAP KOTAK (BULAN).
UNTUK KOLOM 1 DAN 4, SEMUA KOTAK (BULAN) HARUS DIISI.
KETERANGAN KODE UNTUK MASING-MASING KOLOM:
KOL. 1: KELAHIRAN. KEHAMILAN. PENGGUNAAN ALAT/CARA KB
L LAHIR HIDUP
H KEHAMILAN
K KEGUGURAN
A DIGUGURKAN
S LAHIR MATI
0 TIDAK MEMAKAI ALAT/CARA KB
1 STERILISASI WANITA
2 STERILISASI PRIA
3 IUD/AKD R/SPIRAL
4 SUNTIKAN
5 SUSUK KB/IMPLAN
6 PIL
7 KONDOM
M MTD MENYUSUI ALAMI/AMENORRHEA LAKTASI
P PANTANG BERKALA/KALENDER
T SANGGAMA TERPUTUS
X LAINNYA_
(TULISKAN)
KOL. 2: SUMBER ALAT/CARA KB
1 RUMAH SAKIT UMUM
2 KLINIK PEMERINTAH
3 PUSKESMAS
4 PUSTU/PUSLING
5 POS KESD ES/POL IN D ES
6 POSYANDU
7 TKBK/TMK/M U YAN/BAK SOS
8 PETUGAS LAPANGAN KB
9 POS KB/PPKBD
10 BIDAN DI DESA
A RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/RS BERSALIN
B KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/BALAI PENGOBATAN
C PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN KEBIDANAN
D PRAKTIK DOKTER UMUM
E PRAKTIK BIDAN
F PERAWAT
G APOTEK/TOKO OBAT
H TOKO/WARUNG
X LAINNYA_
(TULISKAN)
KOL. 3: ALASAN BERHENTI (GANTI) MEMAKAI ALAT/CARA KB
0 JARANG BERHUBUNGAN SEKS/SUAMI JAUH
1 HAMIL KETIKA MEMAKAI
2 INGIN HAMIL
3 SUAMI TIDAK SETUJU
4 INGIN CARA YANG LEBIH EFEKTIF
5 MASALAH KESEHATAN
6 EFEK SAMPINGAN
7 SUKAR DIPEROLEH/TEMPAT JAUH
8 BIAYA MAHAL
9 TIDAK NYAMAN
F TIDAK PE DU LI/MASA BO DO H
M MENOPAUSE/MATI HAID
C CERAI/PISAH/SUAMI/PASANGAN MENINGGAL
N LEPAS SENDIRI
X LAINNYA_
(TULISKAN)
Z TIDAK TAHU
KOL. 4: STATUS PERKAWINAN
X KAWIN
B HIDUP BERSAMA
0 TIDAK KAWIN
1
2
3
4
D ES
1
1
DES
NOV
2
2
NOV
OKT
3
3
OKT
SEP
4
4
SEP
2
AGT
5
5
AGT
2
0
JUL
6
6
JUL
0
1
JUN
7
7
JUN
1
7
MEI
8
8
MEI
7
APR
9
9
APR
MAR
10
10
MAR
FEB
11
11
FEB
JAN
12
12
JAN
DES
13
13
DES
NOV
14
14
NOV
OKT
15
15
OKT
SEP
16
16
SEP
2
AGT
17
17
AGT
2
0
JUL
18
18
JUL
0
1
JUN
19
19
JUN
1
6
MEI
20
20
MEI
6
APR
21
21
APR
MAR
22
22
MAR
FEB
23
23
FEB
JAN
24
24
JAN
DES
25
25
DES
NOV
26
26
NOV
OKT
27
27
OKT
SEP
28
28
SEP
2
AGT
29
29
AGT
2
0
JUL
30
30
JUL
0
5
JUN
31
31
JUN
5
MEI
32
32
MEI
APR
33
33
APR
MAR
34
34
MAR
FEB
35
35
FEB
JAN
36
36
JAN
DES
37
37
DES
NOV
38
38
NOV
OKT
39
39
OKT
SEP
40
40
SEP
2
AGT
41
41
AGT
2
JUL
42
42
JUL
4
JUN
43
43
JUN
4
MEI
44
44
MEI
APR
45
45
APR
MAR
46
46
MAR
FEB
47
47
FEB
JAN
48
48
JAN
DES
49
49
DES
NOV
50
50
NOV
OKT
51
51
OKT
SEP
52
52
SEP
2
AGT
53
53
AGT
2
0
JUL
54
54
JUL
0
1
3
JUN
55
55
JUN
1
MEI
56
56
MEI
APR
57
57
APR
MAR
58
58
MAR
FEB
59
59
FEB
JAN
60
60
JAN
DES
61
61
DES
NOV
62
62
NOV
OKT
63
63
OKT
SEP
64
64
SEP
2
0
AGT
65
65
AGT
2
JUL
66
66
JUL
2
JUN
67
67
JUN
2
MEI
68
68
MEI
APR
69
69
APR
MAR
70
70
MAR
FEB
71
71
FEB
JAN
72
72
JAN
W- 86
378 • Lampiran Kuesioner WUS